Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, October 13, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 15 -- 21 Oktober 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 121 (15 -- 21 Oktober 2012)

Shalom,

Kita memang diajarkan untuk bertekun di dalam doa. Dan, kita tahu bahwa tidak semua doa kita akan dijawab oleh Tuhan dengan segera. Namun, kadang-kadang hal ini dapat membuat seseorang ragu dan bertanya, "Apakah Tuhan tidak mendengar doa saya?" Tentu saja Tuhan mendengar. Dalam kondisi seperti ini, biasanya ada dua kemungkinan. Pertama, Tuhan mungkin ingin kita belajar bertekun. Kedua, ada dosa atau pelanggaran yang membuat doa kita kepada Tuhan terhalang. Seperti yang nabi Yesaya katakan, "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. "(Yesaya 59:1-2) Sebelum berdoa, marilah kita berdiam sejenak, memeriksa diri sampai ke kedalaman hati kita. Biarkan Roh kudus menunjukkan setiap kesalahan dan dosa kita, sehingga kita bisa meminta ampun kepada Tuhan dan memulai kehidupan doa yang dipulihkan bersama Tuhan.

Selamat berdoa.

Redaksi Tamu KADOS,
Yusak Charisma Nugraha
< http://doa.sabda.org >


15 Oktober 2012 -- Hikmat dalam Melayani

Pengabaran Injil ke daerah yang belum terjangkau kekristenan membutuhkan metode dan cara-cara baru yang kreatif, serta sesuai dengan konteks budaya masyarakat setempat. Para pelayan misi juga membutuhkan pekerjaan umum untuk mempermudah menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar dan juga bagi keamanan mereka. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus agar Ia memberi hikmat kepada anak-anak-Nya, dalam memikirkan metode dan strategi penginjilan mereka. Doakan pula pekerjaan umum yang dikerjakan pelayan misi, kiranya turut mendukung dan menghubungkan anak-anak-Nya kepada orang-orang yang terbuka hatinya bagi pekabaran Injil.

16 Oktober 2012 -- Pangan Dunia

Tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Laju populasi manusia yang cepat semakin sulit diimbangi oleh ketersediaan pangan secara merata. Beberapa negara miskin di Asia dan Afrika kerap didera bencana kelaparan, hal ini diperparah oleh perubahan iklim yang tak menentu. Doakan agar Tuhan turut bekerja melalui gereja-Nya dalam mencukupi kebutuhan pangan mereka, bahkan mereka bukan saja dicukupi kebutuhan pangan secara jasmani, tetapi juga dikenyangkan kebutuhan pangan rohaninya.

17 Oktober 2012 -- Pengasuh Panti Asuhan

Anak-anak panti asuhan memerlukan bimbingan dan pengawasan dalam pertumbuhan hidup mereka. Oleh karena itu, keberadaan seorang pembimbing yang takut akan Tuhan dan dapat menjadi teladan merupakan kebutuhan utama. Seorang pembimbing yang dapat menjadi sahabat dan orang tua, pasti sangat berarti untuk menolong mereka mengenal kasih Kristus. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus untuk orang-orang yang melayani sebagai pembimbing dan staf kantor panti asuhan. Kiranya, mereka dapat terus bersabar dan mengandalkan Tuhan dalam membimbing kehidupan anak-anak asuhnya. Doakan pula kehidupan rohani para pembimbing ini, sehingga mereka dapat mengenalkan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan Penolong yang sejati kepada anak-anak asuh mereka.

18 Oktober 2012 -- Tugas Pelayanan Anak-Anak Tuhan

Pada dasarnya, pelayanan merupakan tugas setiap anak-anak Tuhan, terutama dalam menjalankan kehidupannya sebagai terang dunia. Melayani Tuhan seharusnya menjadi gaya hidup setiap orang percaya. Namun, dalam menjalankan tugas pelayanan, kita sering mengalami kesulitan untuk membedakan antara motivasi yang benar dan yang salah. Hal tersebut sering menjadi suatu dilema bagi kebanyakan anak-anak Tuhan. Mari kita berdoa kepada Tuhan bagi setiap jemaat Tuhan, supaya mereka tidak salah dalam mengartikan panggilan pelayanan, sehingga mereka memiliki suatu motivasi yang benar dalam menjalankan tugas pelayanan di mana pun mereka berada.

19 Oktober 2012 -- Polisi di Indonesia

Banyak anak Tuhan yang berprofesi sebagai polisi. Kita juga patut bersyukur karena dalam menjalankan tugas sehari-hari, mereka berusaha untuk bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Mari berdoa kepada Tuhan bagi anak-anak Tuhan yang berprofesi sebagai polisi, agar dalam menjalankan tugas, mereka tetap menjaga hati untuk bersikap tegas dan bertanggung jawab. Kiranya, hikmat dan penyertaan Tuhan membuat mereka berhasil dalam setiap menjalankan tugas profesinya sebagai polisi.

20 Oktober 2012 -- Jemaat yang Sedang Mencari Pekerjaan

Siapa pun pasti berharap untuk dapat menjadi seorang yang mandiri, terutama dalam hal finansial. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu adalah dengan bekerja. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Banyaknya tuntutan dalam dunia kerja sering kali menghalangi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan, tidak terkecuali para jemaat Tuhan. Kenyataannya, banyak juga jemaat Tuhan yang belum memiliki lapangan pekerjaan. Mari kita turut meringankan beban pergumulan mereka dengan menopangnya di dalam doa. Kita percaya bahwa setiap doa yang kita naikkan akan diperhitungkan oleh Tuhan Yesus.

21 Oktober 2012 -- Pelayanan Kristen Melalui Media Internet

Berbagai cara telah ditempuh para pelayan Tuhan supaya semua orang dapat menerima kebenaran firman Tuhan. Media yang dipakaipun bermacam-macam, salah satunya adalah melalui internet. Memang untuk saat ini, internet merupakan media yang paling berpotensi untuk menyebarkan suatu informasi dengan cepat. Oleh sebab itu, suatu langkah yang tepat apabila para pelayan Tuhan memanfaatkan keberadaan internet. Meskipun pemanfaatan internet sebagai media tergolong mudah, namun masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam pelayanan. Kendala tersebut antara lain adalah dari segi pengguna. Banyak sekali pengguna internet, khususnya anak-anak Tuhan, yang cenderung suka menjelajah situs-situs yang bersifat sekuler ketimbang yang bersifat rohani. Maka dari itu, mari kita berdoa kepada Tuhan bagi para pelayan-Nya yang menggunakan media internet, supaya dapat menyajikan bahan-bahan yang berbobot, alkitabiah, dan menarik, sehingga bahan-bahan tersebut mampu memberkati para pengguna internet.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yonathan Sigit
Kontributor: Is Ardiansah, Doni Kukuh Mandiri, dan Mahardika Dicky Kurniawan
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) Oktober 14 -- KESEDIHAN ROH KUDUS

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 14 Oktober 2012
Bacaan : Yesaya 63:7-14
Setahun: Markus 4-5
Nats: Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia
berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan
mereka. (Yesaya 63:10)

Judul:

KESEDIHAN ROH KUDUS

Francis Chan, penulis buku Forgotten God mengakui bahwa untuk
waktu yang lama, ia merasa agak berlebihan jika ia sebagai manusia
yang lemah bisa mendukakan Roh Kudus yang begitu hebat. Ia
mengevaluasi bahwa dalam budayanya, memiliki perasaan atau emosi
adalah sebuah kelemahan, sehingga ia seolah-olah mengecilkan sosok
Roh Kudus ketika berkata bahwa Roh Kudus bisa berduka


Namun, kenyataannya Alkitab jelas mengatakan bahwa Roh Kudus memang
bisa berduka. Yesaya berdoa mengakui dan mohon pengampunan Tuhan
atas perilaku umat Israel yang mendukakan Roh Kudus (ayat 10).
Perilaku mereka itu telah membuat Tuhan murka. Kita juga
diperingatkan dalam Perjanjian Baru untuk tidak menentang dan
membuat Roh Kudus berduka (Matius 12:32). Allah memberikan Roh-Nya
dalam hati umat-Nya untuk menginsafkan mereka akan dosa dan hidup
baru seturut kehendak-Nya (ayat 11, bandingkan dengan Yehezkiel
36:27). Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus hadir dengan kerinduan agar
orang berdosa bertobat. Menolak untuk mendengarkan Roh Kudus berarti
menolak untuk sungguh-sungguh bertobat dari kelakuan kita yang jahat
dan menerima anugerah Allah. Betapa ini menyedihkan hati-Nya!


Dalam perenungannya akan hal ini, Francis menulis, "Saya yakin jika
kita benar-benar memedulikan kesedihan Roh Kudus, perkelahian,
perceraian, dan perpecahan dalam gereja kita akan berkurang.... Saya
berdoa agar beberapa dari Anda, pembaca, akan merasa begitu hancur
karena telah membuat Roh Kudus berduka ... sehingga Anda berusaha
menyelesaikan setiap konflik yang Anda miliki...." Apakah Anda salah
satunya? --ELS

AMPUNILAH AKU YANG MENDUKAKAN HATI-MU, YA ROH KUDUS
LEMBUTKANLAH HATIKU UNTUK TIDAK MELAKUKANNYA LAGI

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-14
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+63:7-14

Yesaya 63:7-14

7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN,
perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang
dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada
kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih
sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.
8 Bukankah Ia berfirman: "Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak
yang tidak akan berlaku curang," maka Ia menjadi Juruselamat
mereka
9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan,
melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang
menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia
mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.
10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia
berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan
mereka.
11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa,
hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut
bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah
Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah
kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama
abadi bagi-Nya;
13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda
melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,
14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa
mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu
untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Markus+4-5
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+4-5


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, October 12, 2012

(e-RH) Oktober 13 -- UNJUK RASA MIKHA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 13 Oktober 2012
Bacaan : Mikha 3:1-12
Setahun: Matius 13; Lukas 8
Nats: Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh Tuhan, dengan
keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub
pelanggarannya dan kepada Israel dosanya. (Mikha 3:8)

Judul:

UNJUK RASA MIKHA

Bayangkanlah seorang pria berjalan tanpa alas kaki dan melakukan
demo di depan publik. Dengan penuh emosi ia memberitahu semua orang
untuk berduka karena masa penghukuman Tuhan akan segera tiba. Ia
menyampaikan kritik pedas terhadap para pemimpin negara dan agama.
Mereka digambarkannya sebagai kanibal dan penerima suap. Apakah Anda
kagum atau justru mencibir?


Alasan Mikha, nabi yang melakukan demo mengesankan saya. Ia
sendirian, bukan sedang ikut-ikutan dalam unjuk rasa yang tak jelas.
Ia tidak sedang mencari perhatian karena agenda politik tertentu. Ia
meratap (lihat pasal 1:8) karena sedih melihat perilaku bangsanya
yang mendukakan hati Tuhan, dan mengajak semua orang turut gelisah
dengan kondisi itu. Bagaimana bisa orang dengan santainya melihat
hal-hal yang jahat tanpa merasa terganggu? Mikha memiliki kesadaran
bahwa Roh Tuhan sangat tidak senang dengan kondisi bangsanya. Roh
Tuhan tidak hanya menggelisahkannya, tetapi mendorongnya untuk tidak
tinggal diam, memberinya kekuatan untuk bicara di depan publik (ayat
8). Bangsanya harus berpaling kepada Tuhan!


Roh Tuhan tidak berubah dari dulu hingga sekarang. Dia memberikan
pengertian akan kebenaran dan dengan terang-terangan menunjukkan
pelanggaran. Mungkin hari ini Dia juga sedang menegur kita,
menggelisahkan kita karena hidup tenang-tenang saja di tengah
kubangan dosa. Mungkin Dia menghendaki kita bertindak dan
mengupayakan sebuah perubahan di tengah lingkungan tempat tinggal
kita. Maukah kita mendengarkan-Nya? Bersediakah kita dengan rendah
hati memohon pengampunan dan tuntunan-Nya, baik bagi diri sendiri
maupun komunitas kita? --LAN

ADAKAH KEGELISAHAN DI HATI
ATAS HAL-HAL YANG TIDAK ROH TUHAN SENANGI?

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-13
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mikha+3:1-12

Mikha 3:1-12

1 Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para
pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui
keadilan,
2 hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan?
Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari
tulang-tulangnya;
3 mereka memakan daging bangsaku, dan mengupas kulit dari
tubuhnya; mereka meremukkan tulang-tulangnya, dan mencincangnya
seperti daging dalam kuali, seperti potongan-potongan daging di
dalam belanga.
4 Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi
Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya
terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan
mereka.
5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan
bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah,
maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak
memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan
perang.
6 Sebab itu hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan, dan
menjadi gelap bagimu tanpa tenungan. Matahari akan terbenam bagi
para nabi itu, dan hari menjadi hitam suram bagi mereka.
7 Para pelihat akan mendapat malu dan tukang-tukang tenung akan
tersipu-sipu; mereka sekalian akan menutupi mukanya, sebab tidak
ada jawab dari pada Allah.
8 Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan
keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub
pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.
9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para
pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan
yang membengkokkan segala yang lurus,
10 hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah dan Yerusalem dengan
kelaliman!
11 Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya
memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena
uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata:
"Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang
malapetaka menimpa kita!"
12 Sebab itu oleh karena kamu maka Sion akan dibajak seperti
ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gunung
Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Matius+13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+13
http://alkitab.sabda.org/?Lukas+8


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[BERITA YLSA] Edisi 79/September/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BERITA YLSA
Edisi 79/September/2012

DARI YLSA

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Berita YLSA akan diwarnai dengan beberapa laporan tentang pelatihan SABDA dan berita dari internal kantor. Kami sungguh melihat penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan kami setiap hari. Di tengah kesulitan dan beban yang kadang menekan, tangan Tuhan terus ada mengangkat kami. Dia kembalikan rasa sukacita melayani Tuhan sehingga kami boleh terus didorong untuk maju bagi Tuhan. Puji Tuhan. Itu semua, tidak lain dan tidak bukan, adalah karena dukungan doa para Sahabat dan Pendukung YLSA bagi pelayanan YLSA. Karena itu, sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kesetiaan Anda berdoa bagi kami. Biarlah kekuatan doa ini terus kami dapatkan karena Tuhan yang berkenan memelihara kami.

In Christ,
Yulia Oeniyati
Pemimpin YLSA
< yulia(at)in-christ.net >
< http://blog.sabda.org >


BLOG YLSA
1. Roadshow SABDA di Ambarawa (Oleh: Novi)
2. Liburan ke Kota Pati (Oleh: Sigit)
3. Tradisi Merayakan Ulang Tahun Staf di YLSA (Oleh: Tatik)
4. Roadshow SABDA di GKJ Delanggu (Oleh: Lusia)
5. Pelayanan SABDA di GEKARI Pancaran Kasih (Oleh: Gunung)

1. Roadshow SABDA di Ambarawa (Oleh: Novi)

Pada tanggal 4 Agustus 2012 yang lalu, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) kembali mengadakan Roadshow. Kali ini diadakan di Ambarawa, dan tim SABDA yang ditugaskan dalam Roadshow ini adalah tim dari divisi publikasi, yang diwakili oleh saya sendiri, Santi, dan Berlin. Kami bertiga bertugas membawakan presentasi dalam roadshow tersebut. Selain kami bertiga, ada juga Doni, Raymond, Ibu Yulia, dan Jesica yang turut serta menjadi tim teknis di roadshow tersebut. Dengan demikian, mobil yang kami tumpangi dari Solo ke Ambarawa penuh....

Baca selengkapnya tulisan Novi: http://blog.sabda.org/2012/09/07/roadshow-sabda-di-ambarawa-3/

2. Liburan ke Kota Pati (Oleh: Sigit)

... Sehari sebelum kembali ke Solo, saya diajak mengobrol oleh salah seorang pendeta di Pati. Beliau adalah salah seorang yang mengikuti pelatihan SABDA, ketika SABDA mengadakan roadshow di Pati beberapa waktu yang lalu. Dari percakapan itu, saya mendapat banyak sharing tentang respons ataupun "feedback" dari pelatihan SABDA yang dia ikuti. Ternyata banyak hamba Tuhan lain yang menyesal karena tidak bisa datang pada pelatihan tersebut. Cerita punya cerita, setelah mereka mendapat cerita tentang bahan-bahan DVD Library Anak yang SABDA bagikan, mereka sangat antusias untuk mendapatkan. Bapak pendeta ini juga bilang pada saya, "Apakah masih bisa meminta lagi paket SABDA karena masih banyak hamba Tuhan ataupun aktivis gereja yang membutuhkannya?" Saya bersyukur, walaupun saya tidak ikut terlibat langsung, roadshow SABDA ke Pati benar-benar tidak sia-sia. Meskipun pada pelatihan saat itu tidak banyak peserta yang hadir karena ada musibah, namun dampak pertemuan singkat SABDA itu tetap ada, bahkan SABDA sekarang jadi lebih banyak dikenal oleh gereja dan hamba-hamba Tuhan di Pati dan sekitarnya. SABDA sudah menjadi saluran berkat yang menunjang pelayanan para hamba Tuhan di sana....

Baca selengkapnya tulisan Sigit: http://blog.sabda.org/2012/09/13/liburan-ke-kota-pati/

3. Tradisi Merayakan Ulang Tahun Staf di YLSA (Oleh: Tatik)

Dalam kamus SABDA, kata tradisi memiliki arti "adat, kebiasaan turun-temurun yang masih dijalankan masyarakat". Tapi, juga bisa berarti "penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar". Dalam lingkup besar (contoh: Bangsa Indonesia) atau lingkup kecil (contoh: keluarga), kita pasti memiliki tradisi-tradisi tertentu. Demikian juga di YLSA, ada beberapa kebiasaan turun-temurun yang baik dan benar, yang akhirnya menjadi "budaya kantor" YLSA. Di antaranya, merayakan hari Thanksgiving setiap akhir bulan Oktober, mengadakan perayaan Natal bersama staf, staf yang akan lulus masa percobaan harus memberikan presentasi, mengadakan raker (rapat kerja) yang diadakan tiap awal tahun, mengadakan acara "bersih-bersih kantor" di hari ultah YLSA, dan lain-lain. Nah, ada satu tradisi lagi yang ingin saya ceritakan dalam blog ini....

Baca selengkapnya tulisan Tatik: http://blog.sabda.org/2012/09/18/tradisi-merayakan-ulang-tahun-staf-di-ylsa/

4. Roadshow SABDA di GKJ Delanggu (Oleh: Lusia)

... Pada tanggal 2 September 2012, ... roadshow SABDA di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Delanggu....

... Pada roadshow kali ini, saya sangat terkesan dengan semangat para pengurus sekolah minggu GKJ Delanggu. Sekolah minggu ini belum punya LCD proyektor untuk pelayanan mereka, tapi setelah mendengar presentasi mengenai bahan-bahan pelayanan anak yang begitu banyak dari YLSA, mereka jadi bersemangat untuk memiliki LCD proyektor. Mereka berharap pelayanan mereka bisa lebih maju karena tersedianya bahan-bahan multimedia dari YLSA. Dari hasil pembicaraan mereka, saya tersentuh karena ternyata mereka bersedia mengalihkan dana yang seharusnya akan dipakai untuk membeli perangkat mainan, untuk dipasang di halaman gereja, sekarang mereka akan pakai untuk membeli perangkat LCD karena dianggap lebih penting. Mereka sepakat untuk mengumpulkan dana lagi untuk membeli perangkat mainan untuk dipasang di halaman gereja. Puji Tuhan!

Baca selengkapnya tulisan Lusia: http://blog.sabda.org/2012/09/21/roadshow-sabda-di-gkj-delanggu/

5. Pelayanan SABDA di GEKARI Pancaran Kasih (Oleh: Gunung)

... Saya sangat bersyukur bisa membantu pelayanan YLSA di GEKARI Pancaran Kasih. Para guru sekolah minggu ini membutuhkan bahan-bahan sekolah minggu, supaya mereka bisa melayani dengan lebih baik lagi. Meskipun yang hadir pada saat itu tidak sebanyak yang saya bayangkan, tapi kami tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik. Banyak atau sedikit orang tidak membedakan tingkat keseriusan dan semangat dalam melayani karena kami melayani Tuhan. Harapan kami, bahan-bahan yang sudah dibagikan YLSA bisa mereka gunakan dengan maksimal, untuk pengembangan pelayanan di gereja dan menjadi alat untuk membawa anak-anak maupun jemaat semakin bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Amin!

Baca selengkapnya tulisan Gunung: http://blog.sabda.org/2012/09/24/pelayanan-sabda-di-gekari-pancaran-kasih/


MENGENAL YLSA: BARU! PUBLIKASI PELAYANAN REMAJA KRISTEN -- E-BINASISWA
Disusun oleh: Tim Redaksi

Puji Tuhan kerinduan YLSA untuk melahirkan sebuah publikasi baru akhirnya terwujud, yaitu publikasi untuk para pembina remaja yang dinamakan "e-BinaSiswa". Kerinduan ini sebenarnya sudah cukup lama, 3-4 tahun yang lalu. Tapi dengan keterbatasan sumber daya manusia yang ada, kerinduan tersebut tertunda-tunda. Tuhan sungguh baik karena telah mengirimkan seorang staf, yaitu Sdr. Doni yang memiliki beban untuk melayani para pemuda, terutama remaja. Dengan bantuan dari beberapa staf YLSA lain, e-BinaSiswa diharapkan bisa terus terbit memperkaya pelayanan Yayasan Lembaga SABDA.

Sasaran dan tujuan publikasi e-BinaSiswa adalah para pembina remaja Kristen, supaya mereka dapat diperlengkapi dengan berbagai bahan sehingga dapat melayani Tuhan dengan lebih efektif dan bertanggung jawab. Publikasi e-BinaSiswa akan diluncurkan pada bulan Oktober 2012, dan akan terbit setiap hari Kamis minggu pertama dan ketiga setiap bulan.

Isi publikasi e-BinaSiswa antara lain berupa artikel, bahan pembinaan, tip, renungan, tokoh, kesaksian-kesaksian dari dunia pelayanan remaja Kristen, dan informasi seputar anak muda Kristen. Jika Anda rindu mendapatkan bahan-bahan bermutu dan bertanggung jawab seputar pelayanan remaja Kristen, silakan berlangganan dengan cara mengirim email ke redaksi e-BinaSiswa di < binasiswa(at)sabda.org >.

Dengan diluncurkannya publikasi e-BinaSiswa, maka pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dalam bidang Digital Publishing bertambah menjadi 21 publikasi. Jika Anda tertarik untuk mendapatkan informasi tentang 21 publikasi yang sudah diterbitkan oleh YLSA, silakan berkunjung ke situs sabda.org di < http://www.sabda.org/publikasi/ >.

Berikut ini beberapa sambutan dari para pelanggan e-BinaAnak dan e-Konsel sehubungan dengan diterbitkannya publikasi e-BinaSiswa. Kami mengucapkan terima kasih atas dorongan yang diberikan kepada kami. Tolong terus doakan supaya pelayanan ini diperkenan oleh Tuhan, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih.

From Ami <_bright@xxxxxx>
Saya sangat senang kalau bisa mendapatkan bahan-bahan seputar pelayanan remaja dan pemuda. Saya sangat menantikan. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

From: GSJA Sui Kakap <lahaielroi@xxxxxx>
Terima kasih, saya sangat senang bisa memperoleh bahan-bahan yang berkualitas bagi kemajuan pelayanan anak dan remaja/kaum muda. Doa saya, publikasi ini makin banyak digunakan untuk memperlengkapi para pemimpin kaum muda. Tuhan Yesus memberkati selalu.

From: Hana Prodia <hana_k@xxxxxx>
Sipp.... Terima kasih atas inovasi barunya, pasti nanti banyak membantu kami dalam pembinaan KPR di gereja kami.

From: Francisca paquita Sukadana <fran3paquita@xxxxxx>
Terima kasih sekali saya disertakan untuk mendapat publikasi e-BinaSiswa. Pasti informasi yang akan saya dapat dari e-BinaSiswa akan sangat berguna. Saya tidak terlibat dalam pelayanan pembinaan remaja maupun pemuda, tapi saya banyak berkomunikasi dengan remaja dan pemuda melalui SMS, media chat, dan email, jadi artikel dan renungan yang e-BinaSiswa kirim pasti memperlengkapi saya. Sekali lagi, terima kasih. Semoga tim redaksi senantiasa bersemangat dan memunyai hati yang melayani Tuhan saja. Tuhan Yesus memberkati Anda semua!

Kami mendorong Anda untuk membagikan informasi tentang penerbitan publikasi e-BinaSiswa ini kepada rekan-rekan Anda yang lain, terutama mereka yang terlibat dalam pelayanan remaja Kristen. Untuk mendaftar sangat mudah, silakan kirim alamat email mereka ke kami untuk bisa kami daftarkan. Jika ada pertanyaan atau ingin mendapatkan informasi selengkapnya, silakan menghubungi redaksi e-BinaSiswa di < binasiswa(at)sabda.org >. Tuhan Yesus memberkati.


BERITA & DOA YLSA
1. Proyek Aplikasi Android
2. Server-Server YLSA
3. Pengerjaan Proyek AMD
4. Penyusunan Laporan Tahunan Publikasi
5. Baru! Grup "Alkitab Setiap Hari" (Walking With God)
6. Staf Baru di YLSA

1. Proyek Aplikasi Android
Saat ini, Tim ITS sedang belajar membuat aplikasi Android yang dibantu oleh Sdr. Yuku. Diharapkan melalui proyek-proyek aplikasi Android ini pelayanan YLSA dalam dunia mobile bisa semakin dikembangkan dan menjadi berkat bagi masyarakat Kristen Indonesia.

Pokok doa:
Doakan Tuhan ikut campur dalam proses belajar ini, sehingga setiap anggota bisa menjalaninya dengan baik, dan bisa segera mengaplikasikannya dengan membuat beberapa aplikasi Android seputar pelayanan Alkitab.

2. Server-Server YLSA
Beberapa waktu ini, server-server YLSA mengalami masalah sehingga mengakibatkan beberapa situs kurang lancar diakses. Tentu saja hal ini berpengaruh bagi para pengunjung SABDA.org yang sering mengaksesnya. Kami terus mengusahakan untuk mencari pemecahan yang lebih mendasar, supaya masalah ini tidak lagi mengganggu akses ke situs-situs SABDA.org

Pokok doa:
Berdoa agar Tuhan menolong staf YLSA dan Sdr. Kalpin sehingga hikmat Tuhan terus menyertai mereka dalam mencari masalah-masalah yang mendasar, sehingga dapat dicarikan solusi yang lebih baik.

3. Pengerjaan Proyek AMD (Alkitab Mudah Dibaca)
Ada banyak hal penting yang harus segera diselesaikan oleh YLSA, salah satunya proyek AMD. Saat ini, ada beberapa tambahan staf baru yang terlibat langsung dalam pengerjaan proyek AMD ini.

Pokok doa:
Doakan supaya Tuhan menyiapkan hati ketika setiap staf melakukan tugas editing, sehingga proyek AMD ini dikerjakan dengan hikmat dari Roh Kudus. Kami masih membutuhkan staf editor tambahan, kiranya Tuhan mengirim orang yang dikehendaki-Nya.

4. Penyusunan Laporan Tahunan Publikasi
Saat ini, para Pemimpin Redaksi di divisi Publikasi sedang menyiapkan laporan tahunan untuk masing-masing publikasinya. Laporan tahunan ini adalah wujud pertanggungjawaban dari divisi Publikasi dan evaluasi atas pekerjaan yang telah dilakukan pada tahun 2012 ini.

Pokok doa:
Penyertaan Tuhan sangat kami harapkan supaya dalam menyusun laporan tahunan ini, setiap Pemimpin Redaksi bisa dengan teliti dan tekun mengerjakannya.

5. Baru! Grup "Alkitab Setiap Hari" (Walking With God)
YLSA membuka pelayanan baru di Facebook, yaitu Grup "Alkitab Setiap Hari" (Walking With God). Melalui grup ini, setiap anggota bisa berbagi ucapan syukur dan berkat firman Tuhan yang didapat melalui bacaan hari itu. Beberapa orang sudah bergabung dan aktif dalam grup ini.

Pokok doa:
Doakan sarana baru yang Tuhan sediakan untuk lebih banyak orang bisa melakukan renungan bersama melalui fasilitas Facebook grup. Biarlah Tuhan memberkati pembacaan dan perenungan firman Tuhan ini, sehingga terjadi pertumbuhan iman yang sehat bagi yang mengikutinya.

6. Staf Baru di YLSA
Bersyukur pada Tuhan karena Sdr. Doni Kukuh Mandiri lulus masa percobaan dan kini menjadi staf penuh waktu di YLSA. Sdr. Doni akan membantu di divisi PESTA, Publikasi, dan Komunitas.

Pokok doa:
Tuhan yang telah mengirim Sdr. Doni ke YLSA, karena itu mari kita doakan supaya Tuhan juga yang memprosesnya, supaya Sdr. Doni bisa memiliki panggilan dan visi yang jelas untuk melayani di YLSA.


SURAT UNTUK YLSA

Kami bersyukur untuk dukungan para Sahabat dan Pendukung YLSA yang diwujudkan melalui kiriman email seperti di bawah ini. Dorongan dan doa Anda sungguh kami hargai.

1. Dwi Purwo Handoyo < hdwipurwo@xxxxxx >
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan Yesus atas berkat-Nya yang telah tercurah, melalui Sabda Alkitab dari Renungan harian dan yang lainnya. Tuhan memberkati semua. Amin.

Redaksi: Puji Tuhan. Doakan agar Tuhan memakai pelayanan YLSA, sehingga lebih banyak orang menemukan Tuhan melalui berbagai bentuk pelayanan kami.

2. Andreas Soetjilo HS < yb2hm.amdreas@xxxxxx >
Saya sangat bersyukur pada Yayasan Lembaga SABDA yang sangat membantu guna pertumbuhan rohani saya. Harapan saya, SABDA berjuang lebih lagi guna menyebarkan Amanat Agung TUHAN. Doa bapak untuk seluruh relawan YLSA. Tuhan memberkati semua perjuangan rekan-rekan YLSA. GOD BLESS YOU.

Redaksi: Terima kasih, Pak untuk doanya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!

3. Hasan Gulo (via Facebook YLSA)
Syalom, dengan saya bergabung dengan YLSA ini, aku gigih membaca Alkitab dan mengenal apa arti hidup ini di hadapan Tuhan, dan merendahkan kesedihan dalam derita setiap hari. Terima kasih buat hamba-hamba Tuhan yang memberi tenaga, waktu, keuangan. Tak ada balasan dari saya, hanya Tuhan yang membalas kepada bapak/ibu, saudara/saudari di segala apa pun. Amin.

Redaksi: Puji Tuhan! Kami bersyukur Tuhan telah menyentuh Anda dengan cara-Nya. Kami doakan agar Anda terus dipakai Tuhan untuk menjadi saksi-saksi-Nya.


LAPORAN KEUANGAN YLSA -- AGUSTUS 2012

A. SUMBANGAN

Tg Nama Nominal (Rp)
01 Jacob T. 100.000
01 Soentoko L. 500.000
01 Harjanto 100.000
02 Bambang W. 50.000
03 Heru P.A. 1.000.000
03 Budiharto S. 100.001
03 Lukas H. 2.500.000
06 Chandra W. 1.000.000
06 TELAGA 500.000
06 Yeftha K. 200.000
06 Nina P. 300.000
06 Liauw B.K.(3) 1.000.000
06 Sugiyarto 50.000
06 Indra G. 100.000
06 NN (Jakarta) 2.000.000
06 Persembahan 120.000
peserta Ambarawa
06 19 USB Ambarawa 1.045.000
06 Persembahan GKI 1.000.000
Ambarawa
06 Yoyo Klaten 50.000
06 Winston S. 5.000.000
07 Elia S. 100.000
08 Adi W. 1.250.000
09 Lidia S. 1.000.000
09 Suharyanto 200.000
13 TELAGA 3.000.000
13 Johannes 333.000
13 Grahame S. 1.714.000
13 21 USB STT Setia 1.155.000
13 Patikkos S. 250.000
14 Sriyanto (Boyolali)100.000
15 Tjahjadi 10.000.000
16 Sandy H. (Sby) 2.000.000
27 Yayasan Gloria 1.000.000
27 Jeffry Tjiung GKY 100.000
27 Ishak Sugeng 100.000
DR. Stephanie Dewi
27 Adi W. 990.000
28 Yosep C. 9.500.000
STT Setia
30 NN 1.000.000
30 Peter Y.N. 100.000
31 Daniel L. 100.000
31 NN (Solo) 100.000
31 3 USB Kalam Kudus 165.000
7 USB 372.000
Buku "Dapatkah Aku 185.000
Dipakai Allah"
Sumbangan lain 172.000
Bunga bank 27.113
-----------------------------
Total sumbangan 51.728.114

B. PENGELUARAN
Beban admin 330.500
Kas kecil 166.700
Telp, listrik, dll. 2.325.400
Pembelian 100 USB 5.500.000
Domain .Co 7.045.000
Google & Skype 347.000
Buku perpustakaan 530.000
Copy Alkitab Audio 806.600
Kirim pos, paket 221.200
Roadshow Ambarawa 156.000
Perjalanan Jakarta 2.024.000
(AMD & DML)
Kepegawaian 29.930.000
Konsumsi staf 1.545.400
Biaya membuat pagar 560.000
PBB 1.922.500
Admin bank 33.892
-----------------------------
Total pengeluaran 53.444.192

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih untuk partisipasi para Sahabat dan Pendukung YLSA yang sudah ditunjukkan kepada kami. Biarlah berkat Tuhan yang disalurkan melalui Anda ini dapat berlipat ganda untuk menjadi kemuliaan nama Tuhan. Mari kita melayani sesuai dengan talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita masing-masing.

Bagi pembaca lain yang tergerak untuk terlibat dalam pelayanan YLSA dengan memberikan sumbangan dana, silakan mengirimkannya ke:

YAYASAN LEMBAGA SABDA
a.n. Yulia Oeniyati
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo
No. Rekening: 0790266579


STOP PRESS: DAPATKAN KUMPULAN BAHAN NATAL DI NATAL.SABDA.ORG

Pastinya, Anda yang aktif di pelayanan sudah mulai berpikir untuk mempersiapkan Natal, bukan? Nah, dengan gembira kami menginformasikan bahwa Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah menyediakan situs "natal.sabda.org" bagi setiap pelayan Tuhan, agar bisa saling berbagi bahan-bahan Natal dalam bahasa Indonesia. Ada banyak bahan yang bisa didapatkan, seperti Renungan Natal, Artikel Natal, Cerita/Kesaksian Natal, Drama Natal, Puisi Natal, Tips Natal, Bahan Mengajar Natal, Blog Natal, Resensi Buku Natal, Review Situs Natal, e-Cards Natal, Gambar/Desain Natal, Lagu Natal, dan bahkan sarana diskusi tentang topik Natal.

Istimewanya, situs "natal.sabda.org" dirancang sebagai situs yang interaktif, sehingga pengunjung dapat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan tulisan, menulis blog, memberikan komentar, dan mengucapkan selamat Natal kepada rekan pengunjung lain. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs "natal.sabda.org". Mari berbagi berkat pada perayaan hari kedatangan Kristus ke dunia 2000 tahun yang lalu ini, dengan menjadi berkat bagi kemuliaan nama-Nya.

==> http://natal.sabda.org/


Kontak: < beritaylsa(at)sabda.org >
Redaksi: Santi, Yulia, dan Elly
Tim Editor: Davida Welni Dana dan Novita Yuniarti
(c) Berita YLSA 2012
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/ylsa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-berita-ylsa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-berita-ylsa(at)hub.xc.org >

Thursday, October 11, 2012

[i-kan-binaguru] Reach for Your Dream [3]

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Saya percaya setiap orang punya DREAM. Hanya saja, dengan berjalannya waktu dan berbagai pengalaman hidup yang dialami, yang namanya DREAM (dan dream itu selalu indah pada awalnya) bisa saja mulai sirna cahayanya, mulai pudar dan redup, dan akhirnya mati. Tetapi DREAM itu tidak bisa dimatikan oleh SIAPA pun atau oleh keadaan APA pun. Satu-satunya orang yang bisa mematikan DREAM adalah diri sendiri!


Dan saya kuatir, para orang tua yang saat ini kesulitan untuk bisa menerima DREAM anak-anaknya (apapun itu alasannya, entahkah dianggap terlalu berbahaya, dianggap tidak pantas buat anaknya, dianggap aneh dan tidak masuk akal, dsb) adalah orang-orang yang dulunya waktu masih muda memiliki DREAM, namun telah mematikannya sendiri. Dengan dalih sekarang hidupnya lebih REALISTIS, orang-orang ini mulai kehilangan kepercayaan dan keyakinan mereka akan pentingnya DREAM. Orang-orang tipe ini menganggap bahwa DREAM hanyalah untuk anak-anak kecil yang masih naif, atau untuk orang-orang tertentu yang beruntung, tapi bukan untuk mereka dan anak-anak mereka. Jadi, mereka memutuskan untuk BERHENTI bermimpi, dan akibatnya, mereka pun menghalangi orang lain (termasuk anak mereka) untuk bermimpi.


Ada ungkapan "hurt people, hurt people" – orang-orang yang "sakit" cenderung untuk "menyakiti" orang lain, mengapa? Karena dirinya sendiri memang sedang "sakit". Orang-orang yang ENERGInya negative akan menularkan energy yang negative pula kepada orang lain. Kata "energy" juga bisa digantikan dengan kata "emosi" – tapi saya lebih suka pakai kata "energy".


Itulah sebabnya saat kita mendengar tentang Kisah Sukes orang-orang tertentu, kita jadi ikut "terbakar" dengan semangatnya – karena mereka menebarkan energy yang positif. Sebaliknya, berbicara dengan orang-orang yang skeptic juga akan membuat kita merasakan energy yang negative, bukan?


Nah .. dalam seminar tsb, saya menunjukkan kepada setiap peserta bahwa sebenarnya, sejak mereka masih kecil (bahkan kalau kita teliti lebih lanjut dalam Alkitab, sejak sebelum kita dilahirkan) Tuhan telah menitipkan DREAM (bahasa rohaninya: calling – untuk melakukan pekerjaan baik yang dikehendakiNYA). Caranya sangat sederhana.


Begini … silakan rekan-rekan mengikuti dan mencoba untuk jujur dengan diri sendiri yah. Nanti yang butuh bantuan boleh kontak saya via jalur pribadi.


Apa cita2 Anda sewaktu masih balita? Sebutkan. Meskipun kedengarannya sekarang itu tidak masuk akal, tidak mungkin terjadi, atau sekarang sudah tidak minat lagi, tidak masalah! Sebutkan saja apa adanya! Dan jujurlah terhadap diri sendiri. Kalau Anda sewaktu masih kecil punya banyak cita-cita, atau berubah-ubah terus, tidak apa, sebutkan SEMUA! Kalau Anda tidak punya cita-cita yang "spesifik" karena mungkin keinginan Anda tidak bisa dijelaskan dengan sebutan / nama sebuah profesi, juga tidak masalah. Silakan deskripsikan apa yang ingin Anda capai, atau Anda ingin jadi seperti apa.


Sudah?                                                                                                       


Nah, berikutnya adalah, saya minta sekarang Anda meletakkan PROFESI tsb. Dan mulai menemukan apa yang ada di balik sebutan / nama profesi yang menjadi cita-cita Anda tsb. Contoh: ada orang yang waktu masih kecil ingin menjadi dokter. Ternyata bukan profesi dokter tsb yang ingin dijalaninya (belum tentu dia suka biologi, belum tentu dia berani menghadapi pasien yang berlimpah darah, dsb). Karena itu, saya ingin mengetahui APA YANG SEBENARNYA MENJADI DAYA TARIK Anda terhadap profesi yang Anda cita-citakan tsb.


Dalam berbagai seminar, banyak sekali saya menemukan cerita-cerita yang unik dan sangat menginspirasi. Saya bagikan beberapa di antaranya yah …


Ada yang ingin jadi dokter karena sebenarnya dia tertarik dengan figure dokter yang selalu hadir saat dibutuhkan orang lain. Nah! Itu! Tangkap APA yang ada di balik dokter, letakkan profesi dokternya. Itulah "calling" yang sesungguhnya, ingin hadir saat dibutuhkan oleh orang lain! Pegang itu! Dan jalanilah hidup menjadi pribadi yang seperti itu! Profesinya apa pun engga masalah! Tapi ESENSI nya itu yang lebih penting.


Ada yang ingin jadi tour guide. Dan memang, baru-baru ini teman saya yang ingin jadi tour guide ini membuka usaha ticketing. Tapi selama bertahun-tahun, dia dikenal di kalangan teman-temannya sebagai tour leader INFORMAL untuk berbagai acara, baik itu acara anak, acara orang tua, dan macam-macam acara lainnya. Bahkan dialah yang mengkoordinir sesama orang tua dari sebuah pre-school untuk datang ke seminar saya. Anda lihat? Teman saya ini sudah menjalani hidupnya sesuai dengan DREAM nya – menjadi tour guide, meskipun tour guide yang informal.


Ada yang ingin jadi badut. Hah? Badut? Sepertinya ini kekanak-kanakan sekali, bukan? Tetapi sekali lagi, yang jauh lebih penting adalah APA yang membuat dia tertarik dengan figure badut tsb? Nah, teman saya tsb menceritakan bahwa menurut dia, badut itu selalu bisa membuat orang tersenyum dan tertawa. Meskipun mungkin tadinya datang dengan muka muram dan memiliki banyak masalah, tapi saat ia melihat badut, ia akan tertawa. Nah, dia ingin menjadi orang yang bisa membuat orang lain tersenyum dan tertawa. Anda tahu apa yang diceritakannya ke saya lebih lanjut tentang DREAMnya sekarang? Dia ingin bisa membantu orang-orang miskin untuk mengatasi masalah mereka. Tapi dia merasa dirinya tidak perlu dikenal, biarlah lewat bantuannya tsb orang-orang miskin yang sedang membutuhkan itu, menyadari bahwa TUHANlah yang mengirimkan bantuannya tsb. Wow !! Dia benar-benar seorang badut yang "tersembunyi" di balik make up dan riasannya, bukan? Inilah "calling"nya! Orang ini sama sekali tidak lucu tampangnya, dan bukan tipe orang yang cocok jadi badut, setidaknya, itulah pandangan saya, he3x .. tapi sekali lagi, ini bukan soal profesi badutnya, tapi soal APA yang ada di balik profesi tsb yang membuat seseorang tertarik dan ingin menjadi seperti itu.


Ada yang ingin jadi SUPERMAN …. Hahahaha … semua peserta tertawa. Tetapi memang itulah kenyataannya. Teman saya yang ingin jadi super man ini memang punya banyak keahlian, kreatif, dan seorang problem solver yang handal. Dia tidak takut menghadapi masalah dan berani untuk memulai sebuah perubahan. Jadi, memang "calling"nya adalah menjadi Superman!


Nah, semoga dengan pertanyaan sederhana ini, saya bisa membantu banyak orang untuk kembali menemukan DREAM / "calling" mereka, seperti yang Tuhan titipkan sejak semula. Langkah selanjutnya adalah, jangan takut untuk melangkah. Setelah kita menyadari DREAM / "calling" kita, tidak peduli berapa pun usia Anda saat ini, tidak pernah ada kata terlambat untuk menjalani hidup seperti yang Tuhan inginkan.


... (bersambung) ...


Moderator (meilania).


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

[i-kan-binaguru] Berkat Hanyalah Efek Samping

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------


 Berkat Hanyalah Efek Samping
Efesus 1:11-12
Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang di

janjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya -- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :

Mazmur 100;

Lukas 21;

Yehezkiel 2-3Setiap orang pasti ingin di

berkati, tidak perduli sudah sekaya apapun orang itu, orang itu pasti tetap ingin hidupnya di

berkati. Bahkan hampir dalam setiap

doa kita meminta untuk Tuhan mem

berkati kita. Tetapi apakah kita menyadari apa yang menjadi motif hati kita saat meminta

berkat itu dan apakah Tuhan berkenan akan hal itu?

Jika kita tidak sering memeriksa hati kita, maka kita bisa terjebak dalam ketamakan. Untuk itu sangat penting untuk memeriksa hati kita secara teratur.

Dalam Efesus 1:11-12 di atas, Rasul Paulus  mengingatkan kita bahwa saat kita ada di dalam Kristus kita telah mendapatkan hak waris atau bagian yang di

janjikan itu, termasuk di dalamnya adalah

berkat. Namun tujuan Tuhan memberikan kita bagian yang telah di

janjikan itu adalah agar Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita atau yang Rasul Paulus katakan : "boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."

Saudaraku,

berkat bukanlah tujuan utama kehidupan kita. Seperti yang Yesus katakan dalam

Matius 6:33,

berkat adalah

efek samping saat kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Untuk itu mari kita arahkan hati dan hidup kita kepada Kerajaan Allah dan bertumbuh dalam kebenarannya sehingga Tuhan dimuliakan melalui hidup kita, percayalah jika hal itu kita lakukan maka

berkat akan mengikuti kita kemanapun kita melangkah.

Memeriksa hati kita secara rutin akan menjaga hidup kita dari dosa-dosa tersembunyi seperti ketamakan dan kesombongan.


B/Regards
Excel G.

Sent from my BlackBerry®
---------------------------------------------------------------------
Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
---------------------------------------------------------------------

[i-kan-humor] [e-Humor] 2113 Oktober/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2113, Oktober 2012

Shalom,

Siapa yang tidak senang mengunjungi kebun binatang? Di tempat itu, kita bisa membaur dengan alam dan binatang-binatang ciptaan Tuhan. Namun, apa yang terjadi jika di tengah keramaian kebun binatang, kita terpisah dari rombongan keluarga kita? Mungkin peristiwa yang terjadi pada humor kali ini, terjadi pada kita! Silakan menyimak humor kali ini. :)

Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2113. DITUNGGU

Di lokasi Kebun Binatang Ragunan Jakarta, sebuah keluarga kehilangan kepala keluarganya. Petugas informasi mengumumkan via "loudspeaker".

"Kepada Bapak Eko, ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang. Sekali lagi, Bapak Eko ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang."

[Sumber diambil dari: Inspirasi, Juni 2012]

"Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." (Kejadian 28:15) < http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+28:15 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 144: "Siapakah yang menggantikan Musa memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan?"

- Anton Indi < ntnindi(at)xxx > = Yosua
- Tuti Karolina < tutik(at)xxx > = Joshua
- TMI Hisar < hisar(at)xxx > = Josua
- Haniel KW < hanielkw(at)xxx > = Yusak/Yosua

Jawaban e-Humor: Yosua

Wow! Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Silakan jawab kuis selanjutnya, ya!

Kuis minggu ini 145: "Tumbuhan apa yang punya jantung?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

(e-RH) Oktober 12 -- HIDUP DIPIMPIN ROH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 12 Oktober 2012
Bacaan : Roma 8:1-17
Setahun: Lukas 11
Nats: Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang
dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal
yang dari Roh. (Roma 8:5 )

Judul:

HIDUP DIPIMPIN ROH

Mungkin Anda pernah mengikuti seminar-seminar untuk melatih
pikiran. Para ahli mengklaim bahwa orang dapat hidup lebih baik,
lebih sehat, lebih berhasil, jika pikiran kita positif. Pola
berpikir orang-orang yang sukses dipelajari agar dapat ditiru, dan
sukses mereka juga dialami. Banyak juga yang bahkan bersemangat
belajar cara mengendalikan pikiran orang lain



Tampaknya Paulus juga berbicara tentang pengendalian pikiran dalam
Roma 8. Kata "keinginan" dalam bagian ini diterjemahkan dari kata
Yunani phronema, yang berarti cara pikir atau pikiran. Namun, Paulus
tidak mendorong jemaat Roma untuk mengikuti pola pikir mereka
sendiri atau orang tertentu. Menurutnya, keinginan daging atau
pikiran manusia tidak dapat diandalkan (ayat 6-8). Manusia hanya
bisa berkenan pada Allah ketika melakukan keinginan Roh atau pikiran
Allah (ayat 5, 13). Dan hal itu berarti hanya Roh Allah sendiri yang
dapat mengendalikan pikiran manusia untuk hidup seturut kehendak-Nya



Pernahkah dua skenario berikut kita alami? Keduanya tampak serupa,
tetapi tidak sama. Kita melatih diri berpikir positif dengan metode
tertentu, lalu berdoa mohon Tuhan memberkati kita dalam
melakukannya. Atau, kita mengakui ketidakberdayaan kita, bersyukur
atas kehadiran Roh Kudus, dan mohon pengarahan- Nya. Yang pertama
mengandalkan diri sendiri dan minta Tuhan mengikuti. Yang kedua
menempatkan diri dalam kesiapan dipimpin oleh Roh Allah, karena
percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang sungguh hidup, dan sadar bahwa
hanya Dialah yang bisa menuntun kita memikirkan kehendak-Nya.
Manakah yang lebih mewakili keyakinan dan sikap kita? --HAN

HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH TUHAN BERARTI MEMPERSILAKAN DIA
MENGGANTI PIKIRAN-PIKIRAN KITA DENGAN PIKIRAN-PIKIRAN-NYA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-12
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+8:1-17

Roma 8:1-17

1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada
di dalam Kristus Yesus.
2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus
dari hukum dosa dan hukum maut.
3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak
berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan
mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan
daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan
hukuman atas dosa di dalam daging,
4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak
hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang
dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal
yang dari Roh.
6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah
hidup dan damai sejahtera.
7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena
ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin
baginya.
8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada
Allah.
9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika
memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak
memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati
karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah
membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan
menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam
di dalam kamu.
12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan
kepada daging, supaya hidup menurut daging.
13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi
jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu
akan hidup.
14 [2:28130]Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak
Allah.
15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu
menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang
menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba,
ya Bapa!"
16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah
anak-anak Allah.
17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris,
maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah,
yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika
kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga
dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Lukas+11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+11


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[e-BinaSiswa] Edisi 01/Oktober 2012 -- Mengenal Remaja

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaSiswa -- Mengenal Remaja
Edisi 01/Oktober 2012

DAFTAR ISI
ARTIKEL: MENGENAL REMAJA
KIAT PEMBINA: 10 LANGKAH MUDAH MEMATIKAN KELOMPOK MUDA ANDA
STOP PRESS: INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH (IDOP)

Shalom,

Puji Tuhan! Publikasi e-BinaSiswa [rencana awalnya bernama publikasi Kawan Muda Kristus] hadir sebagai wujud kerinduan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk memperlengkapi pembina generasi muda dalam menjangkau remaja dan kaum muda bagi Kristus. Publikasi e-BinaSiswa akan terbit dua kali sebulan, setiap hari Kamis, minggu pertama dan ketiga.

Tema yang kami pilih pada edisi perdana e-BinaSiswa ini adalah sesuai dengan judul artikel yang kami sajikan, yaitu "Mengenal Remaja". Harapan kami, artikel ini dapat memberikan informasi kepada para pembina remaja untuk membantu mereka mengenal sahabat-sahabat mudanya dengan lebih baik. Jangan lewatkan kolom Kiat Pembinaan yang berisi 10 tip yang seharusnya tidak Anda lakukan dalam persekutuan kaum muda yang Anda pimpin.

Kami mengucapkan selamat bergabung dalam publikasi e-BinaSiswa. Silakan sebarkan informasi tentang publikasi e-BinaSiswa ini kepada rekan-rekan pelayanan Anda yang lain, supaya mereka juga semakin diperlengkapi. Tuhan Yesus memberkati!

Redaksi Tamu e-BinaSiswa,
Truly Almendo Pasaribu
< binasiswa(at)sabda.org >


ARTIKEL: MENGENAL REMAJA

Masa remaja mengalami rentang waktu sekitar 10 tahun, yang terbagi dalam tiga fase berikut ini:
1. Remaja awal (10-13 tahun).
2. Remaja tengah (14-17 tahun).
3. Remaja akhir (18-21 tahun).

Dalam sebuah survei terhadap 27.000 orang yang berusia 12 -- 19 tahun dari seluruh dunia, ditemukan bahwa generasi remaja masa kini dicirikan oleh beberapa hal:

1. Sangat berpusat pada diri sendiri dan ingin memuaskan keinginannya tanpa pikir panjang. Mereka terbiasa dengan musik keras, tato, dll.. Mereka kurang dalam hal kepemimpinan, inisiatif, motivasi, dan komitmen. Bunuh diri yang banyak terjadi pada generasi ini menjadi alasan yang diambil saat mereka mengalami situasi sulit.

2. Mereka percaya bahwa kesuksesan tergantung pada diri mereka sendiri. Mencari kerja yang baik menjadi prioritas mereka.

3. Dalam kehidupan yang sangat sulit, mereka merindukan keluarga sebagai tempat menghadapi kesulitan hidup.

4. Mereka membutuhkan identifikasi pada kebutuhan pasar, seperti memakai sepatu atlet terkenal, minum Coca-Cola, dll..

5. Remaja sekarang terbiasa berbelanja. Mereka membeli barang yang mereka inginkan, bukan yang dibutuhkan. Ironisnya, contoh ini mereka dapatkan dari orang tua dan pengaruh iklan yang luar biasa.

6. Mereka sangat senang melakukan perjalanan dan petualangan, termasuk menjelajah lewat internet.

7. Mereka senang mengoleksi CD, menonton televisi, "chatting", dll.. Akhirnya, kecanduan media.

8. Di sisi lain, mereka adalah generasi yang sangat rindu untuk bisa hidup senang dan bahagia.

Menjembatani Gap

Salah satu penyebab utama konflik orang tua dan remaja adalah adanya perbedaan antargenerasi. Perbedaan ini melibatkan kepercayaan, emosi, dan pilihan-pilihan dalam hidup. Hal-hal ini telah menghasilkan salah pengertian, ketegangan, dan konflik antaranggota keluarga. Konflik dapat muncul dari segala macam isu. Mulai masalah memutuskan hal keuangan, memilih baju, model rambut, rekreasi, hal-hal religius, musik, makanan, atau masalah moral.

Untuk mengatasi gap ini, ada tiga hal yang perlu kita lakukan.
1. Memahami remaja. Kita belajar memberikan toleransi kepada remaja yang berbeda dengan kita, termasuk menerima dan memahami perbedaan pandangan.
2. Menerima remaja apa adanya.
3. Memaafkan remaja dengan cara selalu memberinya kesempatan kedua. Tidak jarang remaja menyakiti kita, namun berikanlah dia maaf dan kesempatan belajar dari kesalahannya.

Persamaan Remaja Dulu dan Sekarang

1. Perubahan Fisik dan Mental

Terjadi pertumbuhan fisik yang cepat, yang dicirikan dengan penambahan berat, perubahan konfigurasi anggota-anggota tubuh (mulai serasi dan pas), mematangnya organ-organ reproduksi, dan tumbuhnya tanda-tanda seksual sekunder seperti kumis dan jenggot pada pria, dan buah dada pada wanita.

Perubahan-perubahan hormonal ini diiringi dengan bertambahnya kepekaan perasaan remaja (lebih moody), meningginya rasa tertarik pada lawan jenis, dan meningkatnya level agresi (ingin atau senang berkelahi).

Remaja putri yang matang lebih awal akan mengalami stres yang bertambah. Kalau dia terlihat gemuk, akan mengundang komentar dari teman-temannya dan mengganggu dirinya. Akibatnya, dia cenderung bergaul dengan kawan yang berusia di atasnya. Hal ini memperbesar kemungkinan ia akan merokok, minum alkohol, menggunakan obat terlarang, dan terlibat hubungan seks.

Ia juga sering menghadapi konflik dengan orang tua. Hal ini membuatnya enggan bertanya pada orang tua. Pada masa ini, teman prianya mulai tertarik padanya. Padahal, ia belum siap menghadapi tekanan-tekanan ini. Ada bukti, pada masa ini mereka cenderung mengalami gangguan psikologis yang lebih banyak dibandingkan dengan remaja putri yang matang sesuai usianya, misalnya gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan makan (semuanya tergolong gangguan internal).

2. Kebutuhan untuk Diterima

Teman sebaya merupakan sumber harga diri terbesar bagi seorang remaja. Itulah sebabnya, mereka mudah terjebak pada teman. Misalnya, seorang anak yang alim di rumah atau rajin sekolah minggu terjebak minum dengan temannya, bahkan ke pelacuran. Karena itu, nilai iman yang ditanamkan sejak dini dapat mencegah dia terjerumus lebih dalam.

3. Berpikir Logis

Umumnya, remaja lebih mampu mengemukakan alasan untuk berargumentasi dengan orang tua karena mereka sudah bisa berpikir secara abstrak. Pertumbuhan intelektual yang cepat dan banyaknya informasi yang mereka terima, membuat anak remaja merasa diri lebih benar daripada orang tuanya.

4. Senang dengan Teman Sebaya

Remaja juga semakin dekat dengan teman sebayanya dan lebih mementingkan mereka. Mereka membangun persetujuan bersama yang sangat mereka pegang (pakaian, rambut, musik, dll.). Akibatnya, mereka lebih senang dengan orang yang menyetujui ide mereka.

5. Menguji Nilai, Nasihat, dan Iman Orang Tua

Mereka sangat bergumul dengan nilai-nilai orang tua mereka yang dianggap ortodoks. Orang tua yang bijak akan berusaha menjelaskan iman pribadinya tanpa sikap otoriter, kemudian mendorong anaknya untuk mencari dan memiliki keyakinan pribadi. Orang tua juga perlu memberikan kesempatan lewat dialog yang terus-menerus, agar iman dan sikap terhadap nilai-nilai yang benar terbentuk dalam diri anak. Tujuan orang tua bukanlah memberikan jawaban yang mudah, melainkan menguatkan anak untuk mencari jalan hidup mereka tanpa didikte. Orang tua perlu mendorong setiap anak menjadi seperti Samuel, yang sejak kecil selalu terbiasa berkata kepada Allah, "berbicaralah Tuhan, hamba-Mu siap mendengar." Orang-orang besar di dunia ini adalah orang-orang yang peka dan terbuka terhadap suara dan panggilan ilahi.

Perbedaan Remaja Dulu dan Sekarang

1. Teknologi

Dulu, anak remaja hanya hidup dengan radio dan televisi (TV). Sekarang, mereka diperhadapkan dengan TV kabel, satelit, atau internet yang menciptakan dunia global yang tidak dialami remaja masa lampau. Mereka memiliki akses TV ke seluruh kebudayaan. Segala jenis kebutuhan mereka, menyangkut hiburan, musik, mode, dll., terpenuhi. CD, VCD, MP3 adalah sahabat mereka sehari-hari. Sayangnya, jika tidak ada yang menyaring nilai yang mereka serap dari media TV, internet dsb., bagaimana mereka dapat memahami mana yang etis dan yang tidak; berkenan pada Tuhan atau tidak? Teknologi yang ada membuat remaja bersentuhan dengan dunia dan dunia menyentuh kehidupan remaja. Rangsangan budaya dibukakan lebih jauh pada remaja masa kini daripada pada zaman orang tua mereka.

2. Mengenali Kekerasan

Perbedaan kedua adalah pengenalan akan kekerasan manusia. Banyak kekerasan diberitakan di media bioskop, film, TV, lagu, novel, cergam, dll.. Anak remaja menyukai film laga yang penuh dengan kekerasan. Mereka tidak menyadari dampak langsung dan tidak langsung dari media karena dampak tersebut sudah terlalu biasa bagi mereka. Tidak jarang, mereka justru melihat langsung perkelahian antarsekolah/remaja. Jadi, tidaklah mengherankan jika semakin banyak anak remaja yang terlibat dalam tindak kekerasan dan pembunuhan.

3. Keluarga yang Retak

Sebanyak 4 dari 10 remaja Amerika (39 persen) hidup atau tinggal hanya dengan 1 orang tua saja. Dan, 8 dari 10 kasus ini, yang absen adalah ayah. Kaum sosiologis berkata, "Belum pernah keluarga begitu berubah. Semakin banyak wanita karier, orang tua tunggal, kawin cerai, pasangan tanpa anak, 'kumpul kebo', dan 'pasangan homo' yang mengangkat anak."

Keluarga masa kini sudah jarang hidup dalam keluarga batih ("extended family"), tetapi hanya pada keluarga inti. Di samping itu, keluarga makin jauh dengan tetangganya. Dulu, remaja kita bisa mengandalkan tetangga, gereja, atau keluarga batihnya. Namun sekarang, itu tidak bisa dilakukan lagi.

4. Pengertian dan Informasi Tentang Seks

Remaja masa kini tumbuh dalam sebuah dunia tanpa aturan seks. Bioskop, media cetak, TV, dan musik cenderung mengidentikkan seks dengan cinta. Media melukiskan seks sebagai bagian terpenting dari pacaran yang baik. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika semakin banyak remaja yang sangat aktif dalam melakukan hubungan seks. Remaja yang tidak aktif dalam melakukan aktivitas seksual malah menjadi bingung dan bertanya-tanya, "Apakah aku normal, ada apa dengan diriku?", "Apakah aku ada kekurangan yang penting?" Di pihak lain, dalam diri mereka yang aktif melakukan seks di luar pernikahan timbul perasaan bersalah.

5. Nilai-Nilai Moral dan Agama

Pada masa ini, kehidupan moral dan agama sudah bukan lagi hal penting. Remaja semakin sulit mendefinisikan moral dan agama. Dulu, remaja mudah membedakan mana bermoral dan yang tidak. Sekarang, batasannya sangat tipis. Bermoral atau tidak bukan lagi didasarkan pada Alkitab, melainkan pada pendapat orang lain. Remaja tumbuh pada nilai-nilai moral dan nilai kesucian. Mereka menganggap baik kalau kebanyakan temannya juga mengatakan bahwa itu baik. Jadi, nilai moral dan nilai baik sangat relatif.

Orang Tua Harapan Remaja

Dalam situasi remaja yang krisis ini, mereka sangat membutuhkan pendampingan orang tua. Salah satu survei menunjukkan banyak remaja melaporkan bahwa orang tua mereka punya pengaruh besar dalam hidup mereka dibandingkan teman, khususnya dalam hal mencari sekolah, mengikuti ibadah, mengerjakan pekerjaan rumah, soal makan dan kesehatan, serta dalam merencanakan karier. Sedangkan teman-teman mereka lebih berpengaruh dalam bidang yang bersifat segera/sekarang, seperti model baju, model rambut, soal membolos, dan memilih pacar.

Yang terpenting adalah jangan lupa bahwa kita pernah remaja. Kita harus menyadari bahwa menjadi remaja merupakan bagian pertumbuhan kita yang paling sulit. Sebagai orang tua, kita perlu menolong remaja untuk memiliki tujuan. Apa pun yang mereka lakukan, pikirkan tujuannya. Jika sejak praremaja anak dibiasakan berpikir berdasarkan tujuan, orientasi kegiatan mereka selalu pada tujuan. Dalam hidup, kita akan dihadapkan pada sangat banyak pilihan dan pengambilan keputusan. Kalau kita membiasakan diri memiliki tujuan, kita terlatih berpikir kritis dan tidak impulsif.

Selain memikirkan tujuan dari segala sesuatu, remaja juga perlu mengerti masalah spiritual. Tugas orang tualah mengenalkan Tuhan kepada remajanya dan menolong mereka menerima pengampunan Kristus. Iman yang bertumbuh akan membuat remaja kita memikirkan, "Apa kata Tuhan kalau aku melakukan ini." Inilah yang menjadi arah dalam pembangunan karakter dan pagar dalam pergaulan mereka nantinya.

Berkomunikasi dengan remaja tentu berbeda dengan ketika mereka masih lebih kecil. Jika sebelumnya orang tua harus menunjukkan otoritas mereka, sekarang saatnya orang tua bertindak sebagai teman. Pengambilan keputusan tidak lagi dengan kata "pokoknya", tetapi dengan diskusi dan negosiasi. Kita wajib menghargai perasaan dan keputusan mereka.

Sebagai orang tua atau pembina remaja, ada beberapa sifat yang kita perlu bangun dalam diri kita.

1. Toleransi terhadap paradoks dalam diri remaja. Anak remaja suka berjanji, namun tidak dapat menepatinya. Kita perlu belajar menerima mereka apa adanya.

2. Memunyai rasa humor yang dapat menjadi sarana komunikasi yang sangat efektif dengan remaja. Anak remaja suka mengobrol dan bercanda.

3. Bersikap fleksibel. Kita bisa menyesuaikan diri dengan remaja. Perubahan pada mereka sering begitu cepat. Kalau nasihat kita tidak diterima, jangan cepat kecewa.

Berikut ini adalah hal-hal yang disukai remaja jika itu terdapat dalam diri orang dewasa.

a. Tidak bertengkar di depan remaja.
b. Berlaku adil terhadap semua anak.
c. Bersikap jujur.
d. Toleran terhadap orang lain.
e. Menyambut teman-teman mereka dengan hangat.
f. Membangun tim kerja yang baik dengan anak-anak.
g. Menjawab pertanyaan mereka.
h. Memberikan hukuman saat dibutuhkan, tetapi tidak di depan orang lain.
i. Berkonsentrasi pada hal-hal yang baik daripada pada kelemahan.
j. Memiliki sikap konsisten.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: 9 Masalah Utama Remaja
Penulis: Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha
Penerbit: Yayasan Peduli Konseling Indonesia (YAPKI), Tangerang 2009
Halaman: v -- xv


KIAT PEMBINAAN: 10 LANGKAH MUDAH MEMATIKAN KELOMPOK MUDA ANDA

Jangan lakukan hal-hal di bawah ini jika Anda tidak ingin mematikan pelayanan kaum muda di gereja Anda!

1. Lakukanlah semuanya sendiri. Antusiasme kelompok kaum muda tidak akan menyala jika semua pemikiran dan pekerjaan mereka diselesaikan oleh Anda. Pemimpin-pemimpin muda Anda tidak akan termotivasi jika mereka mendapat sangat sedikit kepercayaan dari orang dewasa. Jadi yang terpenting, lakukanlah sendiri! Pada akhirnya, Andalah yang paling tahu apa yang terbaik, bukan?

2. Jangan mencoba ide-ide baru. Jangan ikuti bahan-bahan atau pelatihan-pelatihan baru. Hal-hal yang sama terus-menerus pastinya akan membentuk sikap "tidak peduli".

3. Jangan miliki rasa humor. Jangan tersenyum, tertawa, atau bercanda ria. Awalnya, mungkin terasa sulit, tetapi berubah sikap seperti hakim atau orang yang bertemperamen buruk akan menjadi sebuah kebiasaan.

4. Perhatikanlah hal-hal yang mudah dan dangkal saja dalam program-program Anda. Jangan perhatikan hal yang benar-benar penting. Jika kaum muda menemukan jawaban-jawabannya yang nyata atas pertanyaan-pertanyaan yang nyata, mereka mungkin akan hadir kembali minggu depan!

5. Ubahlah terus peraturan-peraturannya. Ubahlah waktu dan tempat pertemuan dengan mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Konsistensi menghasilkan kepercayaan, tetapi ketidakkonsistenan membuat mereka sangat sibuk menerka-nerka, sehingga mereka tidak ingat apa itu "percaya" (dan mungkin justru lupa "datang").

6. Jangan memberi sikap pengertian ketika orang muda memunyai masalah-masalah atau pertanyaan-pertanyaan. Komunikasi dapat membuka pintu pertemanan, tetapi kecaman akan menutup pintu itu dengan cepat. Dan ketika kita sedang membahas pelajaran, oloklah ketulusan mereka. Berterusteranglah tentang ide-ide buruk yang mereka ajukan!

7. Berikanlah mereka tekanan. Pastikan mereka datang ke segala acara gereja. Remehkanlah kegiatan sekolah mereka. Bahkan, buatlah acara-acara yang jadwalnya saling bertabrakan, agar mereka perlu memilih antara gereja dan sekolah atau kegiatan sosial.

8. Dukunglah sikap eksklusif. Jika mereka bahagia bersama diri mereka sendiri dan menyingkirkan yang lain, Anda tidak perlu mengkhawatirkan orang-orang muda lainnya akan kembali bersekutu dengan Anda.

9. Jangan bekerja sama dengan pengurus-pengurus, pegawai-pegawai, atau pendeta. Semakin sedikit orang yang tahu apa yang Anda lakukan, semakin sedikit dukungannya.

10. Dan yang terpenting, jangan doakan mereka. Jika Anda membiarkan Allah turut campur tangan, Anda tidak akan bisa menebak yang akan terjadi! (t\Uly)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: Youth Ministry from Start to Finish
Judul asli artikel: How to Kill A Youth Group in 10 Easy Steps
Penulis: Janet Litherland
Penerbit: Meriwether Publishing Ltd., USA
Halaman: 53 -- 54


STOP PRESS: INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH (IDOP)

Pada bulan kegiatan IDOP, gereja-gereja dan umat Kristen di seluruh dunia berdoa bersama bagi gereja Tuhan yang teraniaya. Tahun ini, kegiatan IDOP akan dilaksanakan secara serempak pada bulan November 2012.

Kami mengajak Anda, para gembala sidang, pengajar, pemimpin, kaum muda, pendoa syafaat, dan semua orang percaya untuk dapat bergabung dalam acara doa bersama ini. Informasi lebih lanjut tentang acara IDOP, bisa dilihat di < www.persecutedchurch.org >


Kontak: < binasiswa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Doni Kukuh Mandiri
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579;
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/praktis >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org >

[i-kan-binaguru] Prof Barry Marshall: Anak Muda Indonesia Brillian

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
Teman2, ini ada berita menarik.

Perhatikan jawaban Prof Barry Marshall atas pertanyaan "Masukan apa yang bisa Anda berikan ke anak muda Indonesia?" dan camkan baik2 :-)
Ini WAJIB kita terapkan bagi anak2 kita sejak dini.

Selamat membaca ...

Moderator (meilania).

---------------------------------------------
http://news.detik.com/read/2012/10/09/182348/2058667/158/prof-barry-marshall-anak-muda-indonesia-brilian?n991103605

Selasa, 09/10/2012 18:23 WIB

Prof Barry Marshall: Anak Muda Indonesia Brilian

Septiana Ledysia - detikNews
Foto: wikipedia
Jakarta Anak muda Indonesia sangat brilian dan suka ilmu pengetahuan. Demikian pujian yang dilontarkan peraih penghargaan nobel di bidang psikologi dan pengobatan pada tahun 2005, Profesor Barry J Marshall.

Pujian itu disampaikannya dalam acara Science For Our Future Festival yang diadakan di Exhibition Hall, Universitas Bina Nusantara, Jalan Kebon Jeruk Raya No 27, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

"Murid-murid yang brilian. Jadi mereka tidak perlu takut dengan yang namanya akademis. Lakukanlah hal-hal yang kalian suka karena di situ akan timbul hal-hal baru yang akan kalian suka," kata Marshall.

Berikut ini wawancara wartawan dengan Marshall, Selasa (9/10/2012):

Sudah berapa kali ke Indonesia?

Ini yang ketiga. Namun ini yang pertama kali saya memberikan edukasi terhadap para murid disini.

Bagaimana menurut Anda murid Indonesia?

Murid-murid yang brilian. Jadi mereka tidak perlu takut dengan yang namanya akademis. lakukan lah hal-hal yang kalian suka karena disitu akan timbul hal-hal baru yang akan kalian suka.

Masukan apa yang bisa Anda berikan ke anak muda Indonesia?

Jadwal anak muda jangan terlalu dipadetkan jika ingin menjadi seseorang. Nanti dari keingintahuan akan mencari sendiri di internet. Lakukan apa yang kau lakukan. Tapi jangan lupa yang penting harus belajar. Anak muda akan menemukan strateginya sendiri.

Apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan di Indonesia?

Pertama, harus menggali penasaran anak-anak muda terhadap benda-benda di sekeliling mereka bekerja. Seperti bagaimana cara kulkas bekerja, bagaimana lampu bekerja. Dari situlah anak-anak akan menyukai ilmu pengetahuan. Dan yang terpenting kita harus fokus untuk bisa menjadi ahli ilmu pengetahuan.

Apa tips dan trik untuk bisa menjadi peneliti yang handal?

Mudah, ikuti saja apa yang kamu sukai. Dan tekuni. Itu saja.

Apakah Anda punya rencana melakukan penelitian di Indonesia?

Kita sedang lakukan kerja sama dengan Universitas Australia Barat dan Universitas Indonesia. Dan kita juga sudah memiliki beberapa peneliti untuk meneliti bakteri di Indonesia.


(spt/vit)
---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Wednesday, October 10, 2012

[i-kan-binaguru] Reach for Your Dream [2]

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Percayakah kita, sebagai orang tua, bahwa anak-anak kita secara KHUSUS sudah Tuhan persiapkan untuk melakukan pekerjaan baik – dan bukan sekedar pekerjaan baik biasa, melainkan yang telah dirancang dan ditetapkan sendiri olehNYA? Bukankah ini merupakan sebuah tugas dan panggilan yang amat mulia bagi kita? Untuk menjadi seperti yang Pencipta kita harapkan. Untuk melakukan misi yang dari Tuhan sendiri. Sungguh suatu kehormatan bila kita bisa ikut ambil bagian dalam rancanganNya yang mulia ini, bukan?


Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari hal ini, termasuk orang tua Kristen.


Dalam seminar tsb, ada orang tua yang bertanya demikian, "Bagaimana kalau anak kita punya keinginan atau cita-cita yang berbahaya?" Saya bertanya untuk lebih memperjelas apa yang dimaksud oleh si penanya tsb dengan kata BERBAHAYA, "Keinginan dan cita-cita yang berbahaya itu misalnya apa?" Jawabnya: "Misalnya terjun ke dunia politik. Itu kan berbahaya? Masakan kita mengijinkan anak kita masuk dunia politik?"


Terus terang, saya kaget luar biasa dengan penjelasan tsb. Apa yang salah dengan dunia politik? Memangnya Tuhan tidak memanggil anak-anakNYA untuk menjadi saksi bagiNya di dunia politik? Bukan kebetulan, hari itu adalah hari pemilihan gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta, dan kita semua sedang "demam kotak-kotak" pada tgl 21 Septermber 2012 yang baru lalu, bukan?


Segera saya memberi jawab dengan mencontohkan si A Hok (alias Basuki) – pasangan Jokowi. Bukankah A Hok itu Chinese, kaum minoritas di Indonesia, Kristen lagi, malah double minority. Tetapi buktinya tidak apa-apa tuh, malah hidupnya menjadi kesaksian bagi banyak orang. Memang, jalannya tidak mudah. Ada banyak kesulitan, hambatan, tantangan, dan berbagai perjuangan yang harus dihadapi oleh A Hok hingga menjadi seperti sekarang ini. Tetapi kalau memang Tuhan memanggil anak kita untuk masuk dalam dunia politik, apa hak kita untuk melarang mereka? Melarang mereka sama saja dengan mencoba menghalangi rencana Tuhan.


Soal bagaimana kita sebagai orang tua seharusnya bersikap, harus kembali kepada Firman Tuhan. Prinsip saya adalah, sejauh hal tsb tidak melanggar Firman Tuhan, dan anak kita meyakini hal tsb sebagai panggilan hidupnya, atau itu adalah pilihan hidup yang hendak dijalaninya, kenapa dilarang? (dalam hal ini: terjun dalam dunia politik kan tidak melanggar Firman Tuhan. Kalau ikut-ikutan korupsi, nah, itu tidak boleh, karena bertentangan dengan ajaran Firman Tuhan).


Ada anak laki-laki ingin menjadi koki, kenapa dilarang? Karena image / persepsi masyarakat kita tentang profesi koki yang dilakukan oleh seorang laki-laki terlihat seperti (mohon maaf) banci, atau kurang terlihat sifat kelaki-lakiannya. Kita kuatir kalau-kalau anak laki-laki kita tsb tidak menjadi seperti HARAPAN atau IMAGE masyarakat tentang bagaimana seharusnya anak laki-laki tampil dan bekerja. Tetapi itu hanya masalah culture dan trend, bukan? Image koki pria sekarang telah bergeser dari profesi yang dianggap "banci" menjadi profesi yang keren. Coba lihat acara-acara di TV yang banyak menampilkan sosok pria keren berbadan kekar, berwajah ganteng, dan ahli memasak. Mereka bagaikan selebriti sekarang!

 

... (bersambung) ...


Moderator (meilania).


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

BULETIN DOA - Edisi Oktober 2012, Vol.04 No.64 -- Doa Meditatif 1

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BULETIN DOA -- Doa Meditatif 1
Edisi Oktober 2012, Vol.04 No.64

DAFTAR ISI
ARTIKEL DOA: DOA MEDITATIF 1
STOP PRESS: INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH (IDOP)

Shalom,

Doa adalah sebuah keadaan yang di dalamnya kita dapat menemukan keintiman dengan Bapa. Namun, ada orang percaya yang menganggap kedekatan dengan Allah bukanlah sebuah hal yang penting, selama hidup mereka diberkati. Dalam e-Doa 64 dan e-Doa 65, kami menyajikan artikel yang membahas tentang doa meditatif. Seperti apakah doa meditatif itu? Temukan jawabannya dengan membaca artikel yang telah kami persiapkan. Tuhan Yesus memberkati.

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo
< http://doa.sabda.org >


ARTIKEL DOA: DOA MEDITATIF 1

Yesus Kristus hidup dan hadir untuk mengajar umat-Nya secara langsung. Suara-Nya tidak sulit untuk didengar, perkataan-Nya tidak sulit untuk dipahami, namun kita harus belajar untuk mendengar suara-Nya dan menaati perkataan-Nya. Kemampuan untuk mendengar dan menaati-Nya adalah hati dan roh dari meditasi Kristen. Artikel ini mencoba memahami dasar alkitabiah, tujuan, dan langkah-langkah menuju doa meditatif.

Dasar Alkitabiah Doa Meditatif

Dasar Alkitabiah untuk meditasi ditemukan dalam kenyataan yang luar biasa mengenai Allah yang berbicara, mengajar, dan bertindak, yang menjadi inti kesaksian Kitab Suci. Allah menciptakan alam semesta dengan perintah-Nya. Di Taman Eden, Adam dan Hawa berbicara dengan Allah, dan Allah berbicara dengan mereka -- mereka berada dalam sebuah hubungan yang erat. Kemudian, terjadilah kejatuhan manusia dan terjadilah perpecahan dalam hubungan erat tersebut, sebab Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah. Namun demikian, Allah terus mengulurkan tangan-Nya kepada anak-anak-Nya yang memberontak. Dalam kisah kehidupan pribadi-pribadi seperti Kain, Habel, Nuh, dan Abraham, kita melihat Allah berbicara dan bertindak, Allah yang mengajar dan membimbing.

Musa telah belajar mendengar suara Allah dan menaati perkataan-Nya, meskipun dengan banyak kebimbangan dan penyimpangan yang dilakukannya. Bahkan, Kitab Suci bersaksi bahwa Allah berbicara kepada Musa "berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya." (Keluaran 33:11) Ada suatu kesan akan hubungan yang erat, suatu keakraban. Namun demikian, sebagai sebuah bangsa, orang-orang Israel tidak siap dengan keintiman seperti itu. Baru saja mereka belajar sedikit tentang Allah, mereka menyadari bahwa berada di hadirat-Nya merupakan hal yang sangat berisiko. Mereka berkata kepada Musa, "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati." (Keluaran 20:19) Dengan cara seperti ini, mereka dapat memiliki tanggung jawab rohani tanpa memiliki risiko yang menyertai tanggung jawab itu. Inilah awal kemunculan para nabi dan hakim-hakim, dan Musa adalah yang pertama. Namun demikian, hal ini adalah sebuah kemunduran dari kedekatan Israel dengan Allah secara langsung, kedekatan secara langsung yang ditunjukkan oleh tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari.

Di bawah kepemimpinan Samuel, orang Israel berseru meminta raja. Hal ini sangat mengganggu Samuel, namun Allah berbicara kepadanya agar tidak putus asa, "Sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka." (1 Samuel 8:7) Di bawah kepemimpinan Musa, mereka menolak kedekatan dengan Allah tanpa pengantara; di bawah kepemimpinan Samuel mereka menolak pemerintahan Allah secara langsung. "Berikan kami seorang nabi, berikan kami seorang raja, berikan kami seorang pengantara, sehingga kami tidak harus masuk ke dalam hadirat Allah sendiri." Kita tidak harus menyelidiki agama secara mendalam untuk melihat bahwa agama dipenuhi dengan dogma mengenai mediator. "Berikan kami seorang gembala, berikan kami seorang pendeta, berikan kami seseorang yang akan melakukannya untuk kami, sehingga kami bisa menghindari keintiman dengan Allah secara pribadi, namun tetap memperoleh keuntungannya."

Dalam kedatangan Yesus yang pertama, Ia mengajarkan realitas kerajaan Allah dan menunjukkan kehidupan yang sebenarnya dalam kerajaan itu. Yesus menunjukkan kepada kita kerinduan Allah akan berkumpulnya semua orang yang saling mengasihi di dalam sebuah komunitas yang inklusif dengan diri-Nya sendiri, sebagai penyokong utama dan penghuninya yang paling mulia. Dia mendirikan sebuah persekutuan yang hidup, yang akan mengenal Dia sebagai Penebus dan Raja, mendengarkan Dia dalam segala hal, dan menaati Dia setiap waktu. Dalam hubungan-Nya yang intim dengan Bapa, Yesus memberi teladan kepada kita mengenai realitas hidup yang senantiasa mendengarkan dan taat itu. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak." (Yohanes 5:19) "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar." (Yohanes 5:30) "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya." (Yohanes 14:10) Ketika Yesus mengatakan kepada para murid-Nya untuk tinggal di dalam Dia, mereka mengerti apa yang Ia maksudkan karena Dia tinggal dalam Bapa. Dia menyatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik dan domba-domba-Nya mengenal suara-Nya. (Yohanes 10:14) Dia mengatakan bahwa Sang Penghibur akan datang, Roh Kebenaran, yang akan membimbing kita kepada kebenaran. (Yohanes 16:13)

Dalam Kisah Para Rasul, Lukas menyiratkan dengan jelas bahwa setelah kebangkitan dan pengangkatan-Nya, Yesus terus "berkarya dan mengajar", bahkan ketika orang tidak dapat melihat-Nya dengan mata telanjang (Kisah Para Rasul 1:1). Petrus dan Stefanus menyatakan Yesus sebagai penggenapan nubuatan dalam Ulangan 18:15, yang berisi tentang seorang nabi seperti Musa, yang berbicara kepada orang Israel dan yang perkataannya harus didengar dan ditaati (Kisah Para Rasul 3:22; 7:37). Dalam Kitab Kisah Para Rasul, kita melihat Kristus yang bangkit dan memerintah melalui Roh Kudus, yang mengajar dan membimbing anak-anak-Nya: memimpin Filipus pada kebudayaan-kebudayaan baru yang belum terjangkau (Kisah Para Rasul 8), menyingkapkan kemesiasan-Nya pada Paulus (Kisah Para Rasul 9), menegur Petrus karena kecenderungan rasisme yang dimilikinya (Kisah Para Rasul 10), dan memandu gereja keluar dari kungkungan lingkup kebudayaannya (Kisah para Rasul 15).

Singkatnya, semua hal di atas membentuk fondasi yang alkitabiah bagi meditasi, dan kabar baiknya adalah Yesus tidak berhenti bekerja dan berbicara. Dia bangkit dan bekerja dalam dunia kita. Dia tidak berdiam diri maupun membisu. Dia hidup di antara kita sebagai Imam untuk mengampuni kita, sebagai Nabi untuk mengajar kita, sebagai Raja untuk memerintah kita, dan sebagai Gembala untuk membimbing kita.

Semua orang kudus di sepanjang zaman telah menyaksikan kenyataan ini. Namun, betapa menyedihkannya orang Kristen pada masa kini, yang sangat tidak peduli akan melimpahnya literatur tentang meditasi Kristen yang ditulis oleh para orang percaya yang setia selama berabad-abad! Tak hanya itu, kesaksian orang-orang kudus tersebut mengenai hidup yang penuh sukacita karena persekutuan abadi dengan Allah, secara mengejutkan memiliki banyak persamaan. Dari Katolik sampai Protestan, dari Ortodoks Timur sampai Gereja Barat yang bebas, kita didorong untuk "tinggal dalam hadirat-Nya, dalam persekutuan yang tak terputus". Seorang mistikus Rusia, Theopan Sang Pertapa, berkata, "Berdoa adalah turun dengan pikiran menuju hati, berdiri di hadapan wajah Allah yang Mahahadir dan Mahamelihat di dalam Anda." Pendeta Anglikan, Jeremy Taylor menyatakan, "Meditasi adalah lidah dari jiwa dan bahasa dari roh kita." Seorang martir penganut Lutheran, Dietrich Bonhoeffer, ketika ditanya mengapa ia bermeditasi, menjawab, "Karena saya adalah seorang Kristen." Kesaksian Kitab Suci dan kesaksian para ahli devosi yang setia ada begitu kaya, begitu hidup dengan kehadiran Allah, sehingga bodohlah kita jika mengabaikan sebuah undangan agung untuk mengalami hal yang disebut sebagai, dalam kata-kata Madame Guyon, "kedalaman Yesus Kristus".

Tujuan Doa Meditatif

Dalam doa meditatif, kita sedang bertumbuh menuju apa yang Thomas à Kempis sebut sebagai "sebuah persahabatan yang karib dengan Yesus". Kita tenggelam dalam terang dan kehidupan Kristus, dan menjadi nyaman dengan keadaan tersebut. Keberadaan Allah yang selalu hadir (kita menyebutnya "omnipresence", Mahahadir) berpindah dari sebuah dogma teologis ke dalam sebuah realitas. "Dia berjalan dengan saya dan Dia berbicara dengan saya", tidak lagi menjadi jargon kesalehan, tetapi justru menjadi sebuah gambaran langsung dari hidup sehari-hari.

Saya tidak sedang membicarakan tentang hubungan yang cengeng, palsu, dan kosong. Semua sentimentalitas hambar seperti itu hanya menyingkapkan betapa sedikitnya pengetahuan kita, betapa jauhnya kita dari Allah yang tinggi dan ditinggikan, yang disingkapkan pada kita dalam Kitab Suci. Yohanes mengatakan pada kita dalam Kitab Wahyu bahwa ketika dia melihat Kristus yang bertakhta, dia tersungkur di depan kaki-Nya seperti orang mati, seharusnya kita juga seperti itu (Wahyu 1:17). Saya sedang membicarakan sebuah kenyataan yang mirip dengan apa yang dirasakan para murid di ruangan yang dipakai pada perjamuan terakhir, ketika mereka mengalami baik persekutuan yang erat sekaligus rasa hormat yang penuh takjub.

Dalam doa meditatif, kita menciptakan ruangan emosi dan rohani yang memperkenankan Kristus untuk membangun sebuah tempat kudus di dalam hati kita. Ayat mengagumkan yang berbunyi "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20), sebenarnya ditulis untuk orang percaya, bukan untuk orang yang tidak percaya. Kita yang telah menyerahkan hidup kita kepada Kristus, harus tahu betapa rindunya Dia untuk makan bersama-sama dengan kita, bersekutu dengan kita. Dia merindukan sebuah Perjamuan Kudus abadi di tempat kudus dalam hati kita. Doa meditatif membuka pintunya, dan walaupun kita melakukan kegiatan meditasi mengenai hal tertentu pada waktu tertentu pula, tujuannya adalah untuk membawa realitas yang hidup ini ke dalam seluruh segi kehidupan kita. Meditasi adalah tempat kudus-Nya yang dapat kita bawa ke dalam kepribadian dan seluruh tindakan kita.

Persekutuan secara rohani semacam ini dapat menimbulkan dua hal. Pertama, persekutuan ini mengubah kepribadian rohani kita. Kita tidak dapat "menyalakan api abadi dalam tempat kudus-Nya di dalam hati kita", sambil tetap hidup dalam cara yang sama karena Api Ilahi akan membakar habis segala sesuatu yang tidak murni. Pengajar kita yang Mahahadir akan selalu membimbing kita menuju "kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus" (Roma 14:17). Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan jalan-Nya harus kita buang, agar kerinduan dan keinginan kita menjadi semakin selaras dengan jalan-Nya, dan segala sesuatu dalam diri kita semakin hari semakin mengarah kepada Roh Kudus.

Kedua, meditasi membawa diri kita ke dalam dunia sehari-hari dengan sudut pandang dan keseimbangan yang lebih luas. Sembari kita belajar mendengarkan suara Allah, kita mendapat pegangan praktikal baru untuk menghadapi masalah hidup sehari-hari. Menurut pengamatan William Penn, "Kesalehan yang sejati tidak membuat orang keluar dari dunia, namun memampukan mereka untuk hidup dengan lebih baik di dalamnya dan mendorong mereka untuk berusaha memperbaikinya." Melalui meditasi, kita memiliki mata yang baru untuk melihat dan telinga yang baru untuk mendengar. Kita mengembangkan kemampuan untuk memandang sesuatu dengan lebih jeli, sehingga kita mampu membedakan apa yang penting dan apa yang sepele. Dengan meditasi, kita juga menemukan ketenangan, peneguhan, dan sebuah orientasi hidup yang kokoh. Kita dapat hidup lebih dari tuntutan sehari-hari dengan terus sujud di dalam penyembahan dan pujian.

Menguduskan Imajinasi

Kita dapat turun dengan mudah menggunakan pikiran menuju hati melalui imajinasi. Mungkin ada beberapa individu yang mampu bermeditasi dalam kekosongan yang tak berbentuk, namun kebanyakan dari kita perlu lebih bergantung pada indra kita. Kita seharusnya tidak meremehkan cara yang lebih sederhana dan lebih rendah hati untuk masuk ke dalam hadirat Allah ini. Yesus sendiri mengajarkannya, terus-menerus menyerukan tentang imajinasi, dan banyak orang yang ahli dalam meditasi ini mendorong kita untuk melakukannya. St. Teresa dari Avila berkata, "Karena saya tidak dapat membuat perenungan dengan pengertian saya, maka saya melakukannya dengan membayangkan bahwa Kristus ada di dalam saya. Saya melakukan banyak hal sederhana seperti ini. Saya percaya, jiwa saya mendapatkan banyak hal dengan cara ini karena saya mulai berdoa tanpa mengetahui apakah doa itu." Kebanyakan dari kita dapat mengenali kata-kata St. Teresa tersebut karena kita juga telah mencoba sebuah cara yang hanya mengandalkan otak dan merasa bahwa hal itu terlalu abstrak, terlalu lepas. Terlebih lagi, imajinasi menolong untuk menetapkan pikiran dan memusatkan perhatian kita. Francis de Sales mencatat, "... dengan berimajinasi, kita membatasi pikiran dalam misteri apa yang kita meditasikan, sehingga tidak menyimpang ke sana-ke mari, seperti halnya kita mengunci seekor burung dalam kandang atau mengikat seekor elang dengan tali sehingga dia diam di tangan."

Beberapa orang keberatan dengan penggunaan imajinasi, dengan dasar pemikiran bahwa imajinasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipercaya dan bahkan dapat digunakan oleh Si Jahat. Ada alasan yang baik untuk pertimbangan tersebut karena imajinasi, seperti semua pancaindra kita, telah turut serta saat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Namun, ketika kita percaya bahwa Allah dapat menyentuh pikiran kita (yang sudah tercemar), menguduskannya, dan menggunakannya untuk tujuan yang baik, Dia bisa menguduskan imajinasi kita dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang baik. Tentu saja, imajinasi bisa disimpangkan oleh setan, demikian juga dengan pancaindra kita. Allah menciptakan kita dengan sebuah imajinasi.

Untuk percaya bahwa Allah dapat menguduskan dan menggunakan imajinasi adalah semudah menerima dengan serius gagasan Kristen akan inkarnasi. Allah begitu mendukung, begitu mewujudkan Diri-Nya dalam daging di dunia kita, sehingga Dia menggunakan imajinasi yang kita kenal dan pahami untuk mengajar kita tentang dunia yang tidak terlihat, yang sangat sedikit kita ketahui dan yang sulit kita pahami.

Semakin jauh kita masuk ke dalam jalan Allah -- memikirkan pemikiran-Nya seperti Dia, menyenangkan Dia dalam kehadiran-Nya yang agung -- kita semakin mengalami Allah dan semakin menggunakan imajinasi kita untuk tujuan-tujuan-Nya yang baik. Jika kita sungguh-sungguh bersukacita di dalam Dia, kita rindu menyenangkan-Nya dan Dia akan memberikan keinginan hati kita (Mazmur 37:4). (t\Rento)

Diterjemahkan dari:
Judul traktat: Meditative Prayer
Penulis: Richard J Foster
Penerbit: InterVarsity Press, Illinois 1973
Halaman: 3 -- 12


STOP PRESS: INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH (IDOP)

Pada bulan kegiatan IDOP, gereja-gereja dan umat Kristen di seluruh dunia berdoa bersama bagi gereja Tuhan yang teraniaya. Tahun ini, kegiatan IDOP akan dilaksanakan secara serempak pada bulan November 2012.

Kami mengajak Anda, para gembala sidang, pengajar, pemimpin, kaum muda, pendoa syafaat, dan semua orang percaya untuk dapat bergabung dalam acara doa bersama ini. Informasi lebih lanjut tentang acara IDOP, bisa di lihat di < www.persecutedchurch.org >


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo