Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, April 6, 2013

[i-kan-doa] Kalender Doa SABDA: 8 -- 14 April 2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 144 (8 -- 14 April 2013)

Shalom,

Hari-hari ini, kita bisa melihat kejahatan merajalela. Melalui siaran berita di televisi, kita bisa melihat kejahatan mulai dari pencopetan, perampokan, perkosaan, pembunuhan, penipuan, korupsi, memberikan dan menerima suap, sepertinya sudah menjadi pemandangan setiap hari. Namun, pemazmur mengingatkan kita di dalam Mazmur 119:2-3, "Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya." Pemazmur mengatakan bahwa orang yang mencari Tuhan dengan segenap hati, hidup seturut firman-Nya dan tidak melakukan kejahatan adalah orang yang berbahagia. Mari kita menjadi bagian dari orang-orang yang berbahagia itu. Selamat berdoa.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Yusak
< yusak(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


8 April 2013 -- Pengusaha Kristen

Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami kemajuan ekonomi yang pesat di Asia. Hal ini didukung oleh kemajuan dunia usaha di Indonesia. Mari kita berdoa untuk para pengusaha Kristen. Kiranya Tuhan Yesus memampukan mereka untuk menjalankan usahanya dengan jujur dan takut akan Tuhan. Biarlah Tuhan memberkati usaha mereka agar mereka pun bisa menjadi berkat bagi banyak orang, salah satunya dengan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

9 April 2013 -- Hari TNI AU

Hari ini, kita memperingati hari TNI Angkatan Udara yang ke-67. Usia yang hampir sama dengan usia Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sepanjang usianya, TNI AU selalu berusaha menjaga keamanan udara Republik Indonesia dan meningkatkan kinerjanya dengan cara merekrut anggota-anggota baru dan menambah jumlah armada pesawat tempurnya. Mohonlah kepada Tuhan Yesus dalam doa agar personel-personel TNI AU dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam menjaga keamanan udara Indonesia.

10 April 2013 -- Maskapai Penerbangan Nasional

Selain memperingati hari TNI AU, sehari setelahnya, bangsa kita juga memperingati hari Penerbangan Nasional. Peranan angkutan udara saat ini cukup penting bagi masyarakat Indonesia, yang negaranya terdiri dari banyak pulau. Secara khusus, jasa angkutan udara juga cukup memperlancar pelayanan penginjilan ke daerah-daerah yang dahulunya sulit dijangkau. Paling tidak, dengan adanya rute-rute baru ke provinsi-provinsi atau kota-kota tertentu, dapat mempersingkat waktu perjalanan para utusan Injil. Mari kita bersatu dalam doa kepada Tuhan Yesus agar maskapai penerbangan Indonesia semakin dipakai Tuhan untuk memperlancar pekerjaan misi sampai ke pelosok nusantara. Doakan pula agar pelayanan yang diberikan setiap maskapai dapat semakin ditingkatkan guna kenyamanan dan keselamatan penumpangnya.

11 April 2013 -- Perekonomian Hamba Tuhan Perintisan

Hamba Tuhan yang masih merintis bisanya memiliki anggota jemaat yang masih sedikit. Beberapa dari mereka hidup dengan sponsor dari organisasi pusat atau dari sponsor di luar organisasi mereka. Tentu saja, hamba Tuhan menginginkan gereja yang mandiri, dapat mencukupi kebutuhan gereja itu, dan membiayai kebutuhan operasionalnya. Namun, untuk gereja-gereja perintisan, hal tersebut memang masih cukup sulit. Berdoalah kepada Tuhan Yesus untuk setiap hamba Tuhan di tempat-tempat perintisan. Biarlah Tuhan Yesus mencukupkan kebutuhan mereka. Berdoalah juga agar setiap kesulitan yang mereka hadapi tidak membuat mereka patah semangat, namun tetap fokus melayani Tuhan.

12 April 2013 -- Pengguna Kendaraan Bermotor

Korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas tahun 2012 mencapai 29.544. Jumlah ini turun 9 persen dari tahun sebelumnya, tetapi angka itu tetaplah tinggi. Bagaimana tidak? Nyawa orang sebanyak itu harus hilang dengan sia-sia. Bisa kita bayangkan bagaimana susahnya keadaan keluarga yang ditinggalkan. Mari kita mendoakan aparat yang berwajib, yaitu kepolisian Indonesia untuk dapat memberikan sosialisasi tentang "safety riding dan driving" kepada masyarakat secara merata, sehingga mereka tahu aturan mengendarai kendaraan secara benar dan aman. Doakan juga agar para pengendara memiliki kedisiplinan dalam menaati aturan lalu lintas.

13 April 2013 -- Pengerjaan AMD yang Dilakukan oleh Tim SABDA

Tim SABDA sedang mengerjakan editing Alkitab Mudah Dibaca (AMD). Alkitab ini ditulis dalam bahasa yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh orang-orang yang memiliki pendidikan rendah dan pendidikan tinggi. Walaupun ditulis dalam bahasa yang sederhana, Alkitab ini memiliki keakuratan makna yang baik dengan bahasa asli Alkitab (bahasa Ibrani dan Yunani). Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar proses editing dapat berjalan dengan lancar dan selesai tahun ini, paling tidak untuk Perjanjian Baru. Kami rindu AMD dapat dicetak dan didistribusikan sehingga menjadi berkat bagi orang-orang yang membacanya.

14 April 2013 -- Lansia yang Tinggal di Panti Jompo

Orang tua yang sudah lanjut usia, yang tinggal di panti jompo, bukan berarti tidak diperhatikan oleh anak-anak mereka. Ada banyak hal yang mendasari seorang anak menaruh orang tuanya di panti jompo. Salah satunya mungkin orang tua mereka sudah tua dan sendirian di rumah, sedangkan sang anak sibuk dengan pekerjaan mereka. Dengan memasukkan orang tua mereka di panti jompo, mereka berpikir bahwa orang tua mereka tidak akan kesepian karena ada orang-orang tua lain di situ. Selain itu, ada orang yang akan merawat mereka di panti jompo itu. Doakan agar Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi para lansia yang ada di panti jompo. Doakan juga agar Tuhan membuka hati setiap anak yang memiliki orang tua di panti jompo, untuk selalu memperhatikan orang tuanya dengan sering menjenguk dan mencukupi kebutuhan orang tuanya di sana.


STOP PRESS: FACEBOOK E-JEMMI

Bergabunglah menjadi penggemar Facebook e-JEMMi untuk mendapatkan informasi mengenai dunia pelayanan misi dan juga artikel-artikel yang terkait dengan pelayanan Amanat Agung. Tidak hanya mendapatkan informasi seputar dunia misi, di sini Anda juga dapat saling mendoakan dan meneguhkan dengan sesama orang percaya yang lain.

Jangan tunda lagi, segeralah bergabung di:

==> http://fb.sabda.org/misi


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) April 07 -- YANG MAHAMULIA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 7 April 2013
Bacaan : Yehezkiel 1:15-28
Setahun: 1 Samuel 19-21
Nats: Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku
melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang
berfirman. (Yehezkiel 1:28b)

Judul:

YANG MAHAMULIA

Jika kita mencoba membayangkan atau berimajinasi mengenai
kemuliaan Tuhan, kita akan menemui kesulitan karena keterbatasan
kita. Pengarang atau penyair terbaik sekalipun tak akan dapat
mengungkapkannya dengan kata-kata. Pelukis sekaliber Picasso juga
tak akan mampu menuangkannya di atas kanvas. Pencipta lagu dan
penyanyi tak akan bisa melantunkannya. Pemahat patung kelas dunia
pun tak akan sanggup memahat sosok mulia ilahi.



Begitu juga yang dialami Yehezkiel. Betapa ia terbata-bata ketika
melihat kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan terlalu dahsyat untuk dapat
diuraikan. Tidak heran, ketika kita membaca upaya Yehezkiel
menggambarkannya, semakin banyak kata digunakan justru semakin
bingung kita membayangkannya. Coba bayangkan ay. 15-28a, misalnya.
Sangat sulit, bukan? Karena itu, hanya satu hal yang Yehezkiel
perbuat tatkala diperhadapkan pada kemuliaan Tuhan yang begitu
dahsyat: sujud menyembah dalam kerendahan hati (ay. 28).



Allah yang Mahamulia, yang jauh melampaui pikiran manusia, tidak
bisa digambarkan oleh apa pun di muka bumi ini. Manusialah
satu-satunya ciptaan Allah yang disebut gambar Allah (Kej. 1:26-27).
Manusia diciptakan Allah dengan menyandang citra Allah (imago Dei),
untuk menyatakan kemuliaan Allah. Nah, apakah hidup kita—perkataan,
pikiran, dan perbuatan kita—sudah memuliakan Tuhan? Oleh Yesus
Kristus, Sang Manusia Sejati, kita dikuduskan agar layak memuliakan
Allah! --ENO

MULIAKANLAH ALLAH DENGAN SELURUH ASPEK KEHIDUPAN KITA
KARENA HANYA DIA YANG PATUT DISEMBAH.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+1:15-28

Yehezkiel 1:15-28

15 Aku melihat, sungguh, di atas tanah di samping masing-masing
dari keempat makhluk-makhluk hidup itu ada sebuah roda.
16 Rupa roda-roda itu seperti kilauan permata pirus dan keempatnya
adalah serupa; buatannya seolah-olah roda yang satu di
tengah-tengah yang lain.
17 Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan;
mereka tidak berbalik kalau berjalan.
18 Mereka mempunyai lingkar dan aku melihat, bahwa sekeliling
lingkar yang empat itu penuh dengan mata.
19 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu juga
berjalan di samping mereka; dan kalau makhluk-makhluk hidup itu
terangkat dari atas tanah, roda-roda itu turut terangkat.
20 Ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, dan
roda-rodanya sama-sama terangkat dengan mereka, sebab roh
makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
21 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu
berjalan; kalau mereka berhenti, roda-roda itu berhenti; dan
kalau mereka terangkat dari tanah, roda-roda itu sama-sama
terangkat dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu
berada di dalam roda-rodanya.
22 Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai
cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan,
terbentang di atas kepala mereka.
23 Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang
satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang
sayap yang menutupi badan mereka.
24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti
suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa,
seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti,
sayapnya dibiarkan terkulai.
25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas
kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan
terkulai.
26 Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai
takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas
yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa
manusia.
27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat
seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi
sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke
bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di
awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya.
Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku
melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang
berfirman.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+19-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+19-21


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, April 5, 2013

TRS: (e-SH) 06 April -- Roma 13:8-14 - Hidup baru, realitas baru

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Jum, 5 Apr 2013 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 06 April -- Roma 13:8-14 - Hidup baru, realitas baru

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 April 2013
Ayat SH: Roma 13:8-14

Judul: Hidup baru, realitas baru

Hutang adalah kewajiban yang harus selalu dilunasi. Namun ada hutang
yang akan terus ada, yaitu hutang mengasihi. Terjemahan harfiah
dari ayat 8a adalah, "Janganlah kamu berhutang apa pun kepada
siapa pun kecuali (berhutang) untuk mengasihi satu sama lain."
Kuasa Injil memang mencondongkan orientasi hidup kita untuk
mengasihi sesama, dan kasih adalah kegenapan dari hukum Taurat
(8-10).

Dalam Roma 6:14-15, Paulus berkata bahwa orang percaya tidak lagi
hidup di bawah hukum Taurat. Ini tidak berarti bahwa kita bebas
dari segala hukum sehingga bisa melakukan apa pun semaunya. Injil
tidak membuat kita mengabaikan hukum melainkan menggenapi seluruh
tuntutan hukum, yang mustahil terjadi tanpa kuasa Injil. Ketaatan
kepada tuntutan inti dari Injil, yaitu mengasihi sesama, merupakan
penggenapan dari hukum Taurat (bdk. Mat. 22:36-40).

Mengapa kasih merupakan kegenapan dari hukum Taurat? Karena kasih
tidak akan melakukan hal yang jahat terhadap sesama (10). Dan
dalam relasi umat dengan sesamanya, hukum Taurat merupakan
perintah untuk berbuat baik. Maka syukur kepada Allah di dalam
Kristus, yang telah memampukan kita untuk mengasihi sesama.

Selanjutnya sekali lagi Paulus mengingatkan orang percaya untuk
memiliki totalitas dalam cara hidup yang baru berhubung dengan
realitas barunya di dalam Kristus (11-14). Kita sudah hidup dalam
hidup yang baru di mana Kristus memerintah. Sudah saatnya kita
"bangun dari tidur", meninggalkan hidup lama. Realitas hidup baru
menjadi alasan untuk menanggalkan semua cara hidup dalam hidup
lama (12-13). Menanggalkan atribut hidup lama dikontraskan dengan
mengenakan Kristus (14a), yaitu mengadopsi karakter dan
nilai-nilai-Nya. Hanya dengan mengenakan Kristus, kita dapat
menolak keinginan daging dari kehidupan yang lama (14b).

Di dalam Kristus kita telah hidup dalam realitas baru. Hidup kita pun
harus berpadanan dengan nilai-nilai hidup baru ini, yaitu selalu
mengasihi sesama dan menolak perbuatan-perbuatan yang memalukan.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+13:8-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+13:8-14

Roma 13:8-14

8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi
hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi
sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri,
jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul
dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri!
10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu
kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu
sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun
dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita
dari pada waktu kita menjadi percaya.
12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita
menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan
perlengkapan senjata terang!
13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan
dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa
nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata
terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4585163-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa06

(e-RH) April 06 -- DIKTATOR YANG KEJAM?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 6 April 2013
Bacaan : Ulangan 10:12-22
Setahun: 1 Samuel 17-18
Nats: Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari
padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN,
Allahmu. (Ulangan 10:12)

Judul:

DIKTATOR YANG KEJAM?

Hitler ingin membuktikan loyalitas rakyat Jerman kepadanya. Suatu
malam ia menyamar sebagai orang biasa dan masuk ke gedung bioskop.
Sebelum film diputar, terdengar sebuah pengumuman, "Para penonton
yang terhormat, film ini melukiskan kegiatan terakhir pemimpin besar
kita, Adolf Hitler!" Penonton pun serentak berdiri dan menghormat ke
arah layar. Hitler begitu terharu sampai ia lupa berdiri. Tiba-tiba
penonton di sampingnya berkata, "Hai, Bung, cepat berdiri! Saya tahu
bagaimana perasaan Anda terhadap haram jadah itu. Tapi, kita sedang
diawasi polisi rahasia!"



Anekdot itu menggambarkan penghormatan yang tidak tulus.
Penghormatan yang terpaksa, dilakukan karena takut akan hukuman.
Seperti itu jugakah "takut akan Tuhan" yang dimaksudkan dalam Kitab
Suci? Ada orang yang taat bukan karena mengasihi Tuhan, melainkan
karena takut mendapat hukuman jika ia tidak taat. Orang itu
membayangkan Allah sebagai sesosok diktator kejam yang siap
menghukum setiap ketidaktaatan.



Allah bukan diktator yang kejam. Sebaliknya, Dia adalah Bapa yang
sangat baik dan bijaksana terhadap kita. Memang, Dia mendisiplinkan
kita ketika kita melakukan kesalahan. Namun, Dia melakukannya bukan
dengan mengancam dan menakut-nakuti kita. Dia mendidik kita agar
kita semakin bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Dia sehingga
kita semakin terlatih untuk hidup di dalam kebenaran. Dengan
pengertian yang benar ini, kita pun akan memiliki sikap "takut akan
Tuhan" yang benar pula. --PK

KONSEP KITA AKAN ALLAH
MENENTUKAN MOTIVASI KITA DALAM MENAATI DIA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Ulangan+10:12-22

Ulangan 10:12-22

12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari
padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN,
Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya,
mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap
hatimu dan dengan segenap jiwamu,
13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan
kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.
14 Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan
langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala
isinya;
15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga
Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang
dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini.
16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala
tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang
bulu ataupun menerima suap;
18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya
kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan
pakaian.
19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing,
sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.
20 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah
engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau
bersumpah.
21 Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah
melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan
dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri.
22 Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi
sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti
bintang-bintang di langit."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+17-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+17-18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Thursday, April 4, 2013

[i-kan-humor] [e-Humor] 2184 April/2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2184, April 2013

Shalom,

Wah, sudah hari Jumat nih, tentu kita sudah bersiap-siap untuk berakhir pekan ya. Sambil menunggu 'weekend', yuk tertawa dulu lewat humor berikut ini. Memberikan 10 persen dari penghasilan kita tentu sudah biasa, tapi bagaimana ya kalau ada orang yang mau memberikan 100 persen penghasilannya? Pasti hebat ya. Namun, apakah 100 persen itu berarti seluruh penghasilan kita? Yuk, kita saksikan kisah yang satu ini bersama-sama.

Redaksi Tamu e-Humor,
Yegar
< http://humor.sabda.org/ >


2184. SERATUS PERSEN!

Seorang pengusaha, Pak Toni, datang kepada pendetanya, "Pak Pendeta, sesuai janji saya, jika proyek saya berhasil, 100 persen keuntungannya akan saya berikan buat pekerjaan Tuhan. Nah, terimalah 100 persen dari keuntungan saya."

"Tapi Pak, bagaimana dengan kita? Masa semua keuntungan kita berikan buat pekerjaan Tuhan, kita makan apa?" kata sang istri setelah pulang dari rumah pendeta.

"Ah! Jangan khawatir, Ma, yang saya berikan hanya 100 persen saja, sedangkan proyek itu keuntungannya 400 persen, kita masih untung 300 persen."

Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. (2 Korintus 8:12) < http://alkitab.sabda.org?2Korintus+8:12 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 167: "Siapakah yang menggantikan Yudas Iskariot sebagai murid Yesus?"

- tamunujoabhendrik < tamunujoabhendrik(at)xxx > = matias
- "Anny S" < godwithanny5ms(at)xxx > = "MATIAS" Kis 1:26.
- Johannes Gondokusumo < j.a.gondokusumo(at)xxx > = Pengganti Yudas Iskariot namanya Matias (Kisah Para Rasul 1: 26 ) dan menurut apa yang saya baca di Wikipedia, Matias ini adalah Zakheus si pemungut cukai (Lukas 19)
- diana nilawati < dnilawati01(at)xxx > = Matias
- irnetj < irnetj(at)xxx > = Matias.
- Tuti Karolina < tutik(at)xxx > = Malkus

Jawaban e-Humor: Matias (Kisah Para Rasul 1:23-26)

Wah, terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Nah, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 168: "Apakah nama lain dari Matius, si pemungut cukai itu?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Amy G. dan Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

TRS: (e-SH) 05 April -- Roma 13:1-7 - Takluk kepada pemerintah

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Kam, 4 Apr 2013 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 05 April -- Roma 13:1-7 - Takluk kepada pemerintah

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 5 April 2013
Ayat SH: Roma 13:1-7

Judul: Takluk kepada pemerintah

Pemerintah yang baik tentu disukai rakyat. Lalu bagaimana jika kita
berada di bawah pemerintahan yang lalim?

Rasul Paulus mengingatkan bahwa bagaimana pun baik atau buruknya
pemerintah, orang percaya tetap harus tunduk. Paulus sendiri
menulis Surat Roma ini ketika Nero menjadi kaisar Romawi (54-68
M). Ia bersikap sangat kejam terhadap orang Kristen.

Apa alasan Paulus menyatakan demikian? Pertama, karena keberadaan
semua pemerintah ada di dalam kedaulatan Allah (1). Jika
pemerintah itu jahat maka Allah sendiri yang akan menumbangkan
pada waktunya. Allah saja yang berhak menghakimi semua pemerintah,
yang baik maupun jahat. Selain itu, waktu untuk jatuh bangunnya
pemerintah bukanlah dari manusia, melainkan dari Allah. Maka
enggan untuk takluk pada pemerintah berarti melawan ketetapan
Allah (2).

Kedua, pemerintah diberikan oleh Allah untuk menjamin keteraturan dan
kemakmuran rakyatnya (3-4). Itu berarti, pemerintah menjadi alat
Allah untuk memastikan keadilan bagi rakyat. Betapa pun korupnya
sebuah pemerintahan, tetap lebih baik daripada tidak ada
pemerintah. Oleh sebab itu seharusnya kita terus berdoa agar Allah
bekerja melalui pemerintah untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran
(bdk. 1Tim. 2:1-2). Kita juga wajib membayar pajak kepada
pemerintah guna berjalannya operasional pemerintahan (6-7).

Perhatikan, Paulus memakai kata "takluk" dalam hal sikap terhadap
pemerintah (1). Takluk di sini berarti mengakui otoritas yang
memerintah. Kita takluk kepada pemerintah berarti mematuhi segala
peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun bukan
berarti harus taat jika pemerintah sampai memaksa kita untuk
menyangkal iman kita kepada Kristus.

Bagaimana pun keberadaan pemerintah kita, kita harus mensyukurinya.
Kita pun harus berdoa agar pemerintah peka terhadap situasi dan
kondisi yang dihadapi rakyat serta bertanggung jawab atasnya. Kita
harus berdoa agar pemerintah terbeban untuk mewujudkan keadilan
dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/04/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/04/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+13:1-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+13:1-7

Roma 13:1-7

1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya,
sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan
pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan
Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas
dirinya.
3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada
pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa
takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan
beroleh pujian dari padanya.
4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika
engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma
pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk
membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.
5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena
kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.
6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang
mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.
7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak
kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang
berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak
menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima
hormat.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4584344-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa061

(e-RH) April 05 -- BERIBADAH DALAM KEHIDUPAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 5 April 2013
Bacaan : Amos 5:21-27
Setahun: 1 Samuel 14:24-16
Nats: Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan
kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. (Amos 5:24)

Judul:

BERIBADAH DALAM KEHIDUPAN

Kritik itu seperti obat yang pahit, tak enak rasanya tapi banyak
gunanya. Memang ada kritik yang dilontarkan sekenanya dan oleh
karenanya sering tak seimbang. Namun, ada banyak kritik yang berguna
karena disampaikan dengan motivasi yang bersih (walau kritiknya bisa
saja tetap setajam pisau bedah).



Amos mengkritik umat Israel yang tinggal di wilayah utara dengan
amat tajam, terutama soal kehidupan ibadah dan kehidupan sosial
mereka. Ia memperingatkan mereka untuk bertobat agar tidak dihukum.
Masalahnya, mereka bebal sehingga pada 722 SM Asyur membumihanguskan
negeri mereka. Sebetulnya kehancuran ini bisa dihindari jika umat
mau mendengarkan kritikan pedas nabi. Ia mencela mereka karena
memisahkan ritus agama dari kesaksian hidup. Ibadah mereka memang
rapi, teratur, padat, indah, sistematis, dan rutin. Namun, Tuhan
tidak berkenan. Jika dilakukan terpisah dari kesaksian hidup di luar
ibadah, ritual semata tidaklah berguna!



Ritus di tempat ibadah dan kehidupan sehari-hari mesti menjadi satu
keutuhan. Dalam nas hari ini, Amos menyerukan agar keadilan dan
kebenaran selalu ada dan berlimpah dalam hidup kita. Itu yang
dikehendaki Tuhan. Ritus perlu berjalan dengan baik, namun bukan
berarti kita lalu mengabaikan kebenaran dan keadilan dalam
keseharian. Baik dalam ritus ibadah maupun dalam keseharian, kita
senantiasa melayani Tuhan dan sesama. Tidak mengotak-ngotakkan, lalu
hidup secara munafik dalam dua dunia. Di dunia rohani dan dunia
sekuler, kita mesti utuh. --DKL

RITUS YANG BENAR ADA DI TENGAH-TENGAH KEHIDUPAN KITA INI:
IBADAH (ROHANI) ADALAH ABODAH (KERJA SEHARI-HARI).

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Amos+5:21-27

Amos 5:21-27

21 "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang
kepada perkumpulan rayamu.
22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban
bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban
keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang.
23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu
gambusmu tidak mau Aku dengar.
24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan
kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."
25 "Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan
korban sajian, selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai
kaum Israel?
26 Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu,
patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu,
27 dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang
Damsyik," firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+14:24-16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+14:24-16


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Wednesday, April 3, 2013

[PENULIS] Edisi 131/April/2013 -- Ragam Profesi Penerjemah (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Ragam Profesi Penerjemah (I)
Edisi 131/April/2013

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: MENENGOK PROFESI PENERJEMAH
ARTIKEL: RAGAM PROFESI DALAM BIDANG PENERJEMAHAN
POJOK BAHASA: KREATIF DALAM MEMAKAI KATA/ISTILAH ASING DALAM BAHASA INDONESIA

DARI REDAKSI: MENENGOK PROFESI PENERJEMAH

Shalom!

Bertanyalah kepada sepuluh remaja yang Anda temui tentang profesi yang mereka impikan. Menurut Anda, berapa banyak dari mereka yang menyebutkan "penerjemah" sebagai profesi impian? Mungkin, tak seorang pun akan menyebutkan profesi itu. Profesi penerjemah memang tidak banyak "dikenal" ataupun diminati. Tentu ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan hal ini. Penerjemah hampir selalu dipahami hanya sebagai pekerjaan mengalihkan suatu bahasa ke bahasa lain saja. Sesuatu yang seolah-olah bisa dilakukan oleh siapa pun yang memiliki kemampuan berbicara dalam dua bahasa yang berbeda. Tidak banyak orang yang tahu apa saja pekerjaan yang dikategorikan dalam pekerjaan menerjemahkan. Jika Anda tertarik untuk mengetahui aneka profesi penerjemah, artikel yang kami sajikan dalam edisi kali ini mungkin dapat menolong Anda. Pada kolom Pojok Bahasa, Anda juga dapat mendapatkan informasi tentang bagaimana menggunakan kata asing secara kreatif. Selamat membaca!

Staf Redaksi e-Penulis,
Berlin B.
< http://pelitaku.sabda.org >


ARTIKEL: RAGAM PROFESI DALAM BIDANG PENERJEMAHAN

Dua profesi dalam bidang penerjemahan yang telah dikenal luas oleh masyarakat dan diakui secara resmi oleh pemerintah di Indonesia adalah penerjemah dan juru bahasa. Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan pengguna jasa di bidang penerjemahan semakin bervariasi dan profesi di bidang ini pun semakin beragam. Dalam siaran pers untuk menyambut Hari Penerjemahan Internasional 2010 pada tanggal 30 September yang lalu, Federasi Penerjemah Internasional (FIT, Fédération Internationale des Traducteurs) pun menyebut satu profesi lain di bidang penerjemahan: juru istilah (terminologist). Selain itu, di milis penerjemah Bahtera pun sudah sering dibahas tentang berbagai aspek dari profesi penerjemah film dan editor terjemahan. Jadi, sebenarnya apa saja ragam profesi dalam bidang penerjemahan itu?

Dari berbagai sumber yang tersedia di internet, Language Resource Center Wake Forest University (LRS WFU) memberikan daftar profesi dalam bidang penerjemahan yang paling komprehensif dan deskriptif. Mereka mencantumkan sebelas kategori yang terdiri dari "translator", "interpreter", "terminologist", "editor/proofreader", "subtitler", "transcriptionist", "localizor", "lexicographer", "linguist", "project manager", dan "language engineer". Berikut jabaran dari masing-masing profesi tersebut menurut LRS WFU (Language Resource Center Wake Forest University).

- Penerjemah (translator) adalah orang yang mengonversikan suatu naskah dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Penerjemahan dapat dikelompokkan menurut tiga dimensi: pendekatan, bidang, dan alat yang digunakan.

- Juru bahasa (interpreter) bertugas menerjemahkan pesan lisan secara verbal dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Penjurubahasaan dapat dikategorikan menurut lingkungan (pengadilan, komunitas, konferensi, dan telepon) serta cara penyampaian (konsekutif dan simultan).

- Juru istilah (terminologist) bertugas mencari padanan istilah tertentu dari satu bahasa ke bahasa yang lain untuk memfasilitasi komunikasi. Dalam hal ini, istilah merujuk pada istilah teknis yang digunakan pada suatu bidang tertentu serta penyelidikan untuk menemukan istilah yang paling tepat menggambarkan suatu konsep.

- Penyunting terjemahan (editor) bertugas meninjau naskah terjemahan untuk memperbaiki tata bahasa dan istilah, termasuk makna keseluruhan wacana serta keselarasan budaya suatu naskah.

- Penerjemah teks film (subtitler) bertugas memberikan teks terjemahan yang sinkron dengan dialog dalam suatu film, video, atau televisi. Meskipun sering hanya membaca naskah yang sudah diterjemahkan, penyulih suara (dubber) juga kadang dianggap sebagai profesi dalam bidang penerjemahan, dan bahkan dapat juga bertugas ganda sebagai penerjemah dialog.

- Transkripsionis (transcriptionist) bertugas mendengarkan suara dan kata-kata dari pesan lisan dari suatu bahasa, yang biasanya direkam, dan mengubahnya menjadi terjemahan tertulis dalam bahasa lain.

- Pelokal (localizor) bertugas menyesuaikan suatu produk terhadap suatu lokalitas, pasar sasaran, atau kelompok bahasa tertentu. Pelokalan umumnya dikaitkan dengan industri perangkat lunak yang merupakan konsumen terbesar layanan pelokalan, meskipun pelokalan juga diperlukan dalam konteks lain.

- Leksikografer (lexicographer) bertugas mengembangkan entri atau definisi suatu kata, istilah, atau konsep untuk disertakan dalam suatu kamus ekabahasa atau dwibahasa.

- Linguis (linguist) bertugas mencari padanan tepat suatu unit bahasa dalam naskah sumber tanpa merujuk pada faktor-faktor budaya atau kontekstual. Linguis membuat aturan sintaksis dan gramatikal untuk program penerjemahan.

- Manajer penerjemahan (project manager) bertugas mengawasi seluruh proses penerjemahan, berhubungan dengan klien, menjadi petugas penghubung antara tim penerjemah dan klien, mengelola semua arahan teknis, serta mendukung dan melacak kemajuan proyek penerjemahan.

- Insinyur bahasa (language engineer) bertugas membuat perangkat lunak yang mudah disesuaikan ke dalam bahasa lain dan membuat proses pelokalan menjadi lebih sederhana. Metode yang digunakan meliputi pengorganisasian dan penerapan program, kerangka, dan skrip perangkat lunak atau laman web yang membuat lancar pengalihan suatu perangkat lunak dari satu bahasa ke bahasa lain.

Profesi bidang penerjemahan apa yang paling cocok untuk Anda?

Diambil dari:
Nama situs: blog.bahtera.org
Alamat URL: http://blog.bahtera.org/2010/10/ragam-profesi-dalam-bidang-penerjemahan/
Penulis: Ivan Lanin
Tanggal akses: 16 Oktober 2012


POJOK BAHASA: KREATIF DALAM MEMAKAI KATA/ISTILAH ASING DALAM BAHASA INDONESIA

Beberapa waktu belakangan ini, ada sebuah kata yang dapat dikatakan populer atau dikenal luas dalam komunikasi resmi maupun sehari-hari. Kata yang dimaksud adalah kata "event", yang kemungkinan besar marak sebagai akibat dari munculnya sejumlah 'event organizer' di Indonesia pada tahun 1990-an, hingga kini. Kenyataan ini sesungguhnya dapat dikatakan sebagai sesuatu yang wajar-wajar saja sekiranya kata event yang mempunyai makna (1) 'peristiwa, kejadian', (2) 'pertandingan, perlombaan', dan (3) itu diposisikan dan dipakai oleh banyak orang sebagaimana mereka memanfaatkan kata-kata asing semacam computer, cyber, internet, dan go public.

Dilihat dari aspek pemakaiannya, kata "event" tersebut adakalanya memang dipergunakan dengan tepat oleh berbagai kalangan, tetapi sering pula dipakai secara semena-mena, istimewanya dalam pengucapan yang berimbas pada penulisan. Tidak terhitung lagi jumlahnya, orang kebanyakan -- bahkan juga petinggi negara maupun pejabat pemerintah lainnya -- yang mengucapkan "event" (dalam Bahasa Inggris) laiknya "even" (dalam Bahasa Inggris berarti "juga"). Yang sangat memprihatinkan, kecerobohan pemakaian ini juga dapat dijumpai dalam penulisan di media massa, meskipun kata "event" itu telah diindonesiakan atau malahan telah dianggap sebagai khazanah Bahasa Indonesia dengan mengubah penulisannya. Dua contoh berikut diharapkan dapat memberi gambaran:

a. Mereka rutin punya even, untuk menyalurkan bakat anak muda, baik bidang nyanyi, fashion show, seni tari tradisional, dan banyak lagi even lainnya yang berbau remaja. ("Rindu Event Remaja," Banjarmasin Post. 2 0ktober 2004, h. 13)

b. Kegiatan ini diawali dengan pemukulan shuttle cock sebagai tanda dimulainya iven bergengsi tersebut. Iven ini juga dihadiri oleh mantan pemain bulutangkis nasional antara lain Alan Budikusuma dan Budi Santoso. ("Sroyer Buka Kejuaraan Bulutangkis Pulmon Cup III 2004," Cahaya Papua, 26 Juli 2004)

Pemakaian kata "even" pada kutipan pertama tampaknya merupakan suatu upaya mengadopsi kata event -- seperti terlihat dari judulnya -- ke dalam khazanah Bahasa Indonesia dengan penyesuaian dalam hal penulisan. Cara menuliskan "even" yang merupakan pengindonesiaan dari kata "event" itu, sesungguhnya merupakan suatu penulisan yang benar sebagaimana diatur dalam "Garis Haluan Penggantian Kata dan Ungkapan Asing" butir 9.2 yang berbunyi "Penyerapan melalui penyesuaian ejaan dengan mengutamakan bentuk tulisannya. Hasil penyerapan itu dilafalkan secara Indonesia". Yang menjadi masalah, bukan dalam segi penulisannya itu melainkan dalam pengucapannya, sebagaimana dikehendaki oleh ketentuan termaktub. Penulisan kata "even" (pada kutipan pertama), sesuai dengan pelafalan Indonesia, seharusnya memang diucapkan sebagai [even] atau [even] dan bukan [iev- n] sebagaimana pengucapan untuk kata "iven".

Namun, yang lebih perlu dipersoalkan di sini adalah landasan pemilihan kata "even" atau "iven" itu sendiri. Mengapa harus kata itu yang dipilih dan bukan, misalnya, "perlombaan" atau "pertandingan"? Mungkinkah penyebabnya adalah semacam rasa rendah diri atau rasa kurang modern yang dilandasi atas kesalahan dalam memahami pembaca?

Pertanyaan yang baru saja dilontarkan ini sangat bisa dimengerti jikalau dalam sebuah tulisan terdapat kata atau sejumlah kata asing yang dipakai secara paksa dan kurang tepat. Pemakaian kata asing itu sesungguhnya merupakan sesuatu yang boleh jadi mubazir, lantaran apa yang diwakili oleh kata asing itu sudah ada dalam khazanah Bahasa Indonesia. Hanya saja, dirasa adanya nada "norak", "kampungan", atau sekadar "biasa-biasa saja", dalam kata yang disembunyikan itu sehingga dicarilah kata atau istilah asing yang dikira akan memberikan suatu nuansa atau citra yang lebih mutakhir, masa kini, atau modern. Judul-judul yang berbunyi "Peralatan-Anggar The Best", (Manado Post, 28 Agustus 2004), "Akbar Mengaku Welcome" (Fajar, 7 Agustus 2004), "Special Price dari Executive" (Tribun Timur, 7 Agustus 2004), "Pameran dan Indonesia City Expo 2004: Surabaya Sebagai Meeting Point" (Surya, 7 Agustus 2004), misalnya, dengan penulisan yang tidak mempedulikan kaidah penulisan yang lazim, bukankah dapat mewakili rasa rendah diri atau kurang modern itu? Mengapa untuk "Peralatan Anggar The Best" tidak ditulis saja dengan "Peralatan-Anggar Terbaik".

Beberapa contoh yang baru saja dinyatakan ini dapat dikatakan sebagai hanya terjebak pada suatu pengungkapan yang cenderung "gagah-gagahan", yang sangat mungkin juga didasari faktor latah. Artinya, karena media yang lain tampak berlomba menggunakan kata-kata asing, media yang tidak mampu mengontrol diri dalam hal memanfaatkan pilihan kata Indonesia akan dengan mudah terjerembab juga dalam pemakaian kata-kata asing seperti telah dinyatakan dalam contoh-contoh di atas.

Contoh lain seperti "Jadikan Pelanggan Sebagai Bozz" pada rubrik "Bisnis Harian" dari koran Rakyat Merdeka (29 September 2004) jelas-jelas menunjukkan kecerobohan alih-alih kekreatifan. Hal ini membuktikan adanya keteledoran dalam penulisan kata-kata asing, yang bisa saja disebabkan oleh tidak berfungsinya bagian penyuntingan pada media bersangkutan. Kecerobohan lain yang biasa terjadi sebenarnya bukan sebatas pada judul-judul saja; pada tubuh karangan sangat sering kita jumpai penulisan yang salah. Sebagai contoh kalimat berikut ini: Salah seorang anak Amien Rais "mendapatkan beasiswa di National University Singapore jurusan Mess Media Communication", seperti terungkap dalam koran Rakyat Merdeka, 27 September 2004.

Memang tidak selamanya setiap bahasa mempunyai kata atau istilah yang serba lengkap. Karena kenyataan yang sedemikian itulah, maka kegiatan pinjam-meminjam kata di antara bahasa-bahasa di dunia ini biasa terjadi. Namun, kendati dimungkinkan adanya pinjam-meminjam kata itu, tentu ada seperangkat aturan yang harus ditaati. Selain itu, kekonsistenan di dalam penerapan atau penulisan juga merupakan suatu pertanda apakah ketaatasasan sudah dilaksanakan, atau apakah keintelektualan telah dipakai sebagai titik tolak untuk melakukan suatu penyerapan kata. Namun, sejumlah media massa di Indonesia masih banyak yang asal-asalan dalam menerapkan kata atau istilah yang berasal dari kosakata asing itu, tanpa perlu meralat sesudahnya bahwa tindakan semacam itu merupakan cela dalam berbahasa.

Judul-judul yang berbunyi "Persib Konfiden, PSIS Pressure Ketat" (Indo Pos, 14 September 2003), "kover yang eye-catching" (Bintang Millenia, No. 184, Minggu V, April 2003), dan "Tak Ketinggalan Aksesori & Spare Part" (Rakyat Merdeka, 27 September 2004) merupakan contoh betapa kekonsistenan merupakan sesuatu yang tampaknya tidak dipedulikan. Lebih dari sekadar ketidakkonsistenan yang ada, persoalan pada judul-judul yang dipakai sebagai contoh kasus ini, memperlihatkan suatu tindak berbahasa yang sangat amburadul dan -- seperti sudah disebutkan di bagian awal tulisan ini -- kerendahdirian dalam berbahasa.

Namun, pemakaian kata atau istilah asing sering kali masih dipertahankan pula karena istilah itu, khususnya bertautan dengan sejumlah kode (kultural, sosial, dan semacamnya) dan tidak serta-merta dapat dialihbahasakan. Contohnya, judul yang berbunyi "Kecantikan dengan Aroma Therapy" (Fajar, 7 Agustus 2004) sangat mungkin lebih dipahami oleh pembaca daripada jika istilah "aroma therapy" itu diganti atau diindonesiakan dengan misalnya "penyembuhan melalui wewangian" atau ungkapan yang lainnya.

Suatu kenyataan bahwa kita, sebagai penutur Bahasa Indonesia, tidak dapat melepaskan diri dari pergaulan dengan bahasa-bahasa lain. Kata atau istilah asing sangat boleh jadi "terpaksa" harus kita pakai karena kita memang tidak mempunyai tradisi atau kegiatan, dan yang lainnya, sebagaimana dipunyai atau dilakukan oleh bangsa lain. Olahraga "bungy jumping" contohnya, adalah suatu jenis olahraga yang datang dari luar. Hal yang patut kita lakukan adalah mencoba membuat istilah baru yang sepadan dengan karakteristik olahraga itu. Ada seseorang yang mengusulkan, saya lupa, istilah "lompataja" untuk olahraga itu, maka lahirlah istilah baru dan kekayaan kosakata Bahasa Indonesia pun bertambah. Kreativitas semacam inilah yang kita perlukan. Namun, tidak ada gunanya juga sekiranya kita sudah mencoba mencari kata atau istilah baru, tetapi hanya kita untuk diri sendiri. Sosialisasi merupakan keharusan, dan media massa merupakan wahana yang tepat untuk ini.

Diambil dan disunting dari:
Nama situs: pondokbahasa.wordpress.com
Alamat URL: http://pondokbahasa.wordpress.com/2008/08/10/pemakaian-istilah-asing-dan-kata-serapan-di-media-massa-di-indonesia/
Judul asli artikel: Pemakaian Istilah Asing dan Kata Serapan di Media Massa di Indonesia
Penulis: Ibnu Wahyudi
Tanggal akses: 2 April 2013


Kontak: penulis(at)sabda.org
Redaksi: Yudo, Santi T., dan Berlin B.
Berlangganan: subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-penulis/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

[e-Wanita] Edisi 105/April 2013 -- Peran Istri (1)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Peran Istri (1)
Edisi 105/April 2013

Shalom,

Wanita adalah pribadi yang kuat dan ditetapkan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi kaum laki-laki. Peranan wanita dalam segala aspek kehidupan benar-benar tidak bisa diragukan. Dengan sentuhan tangan wanita, kehidupan keluarga dan anak-anak tentu kian membahagiakan dan teratur. Istri yang saleh, tentu akan menjalankan perannya sesuai dengan petunjuk Tuhan Yesus di dalam Alkitab. Alih-alih menjadi istri yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, istri yang saleh akan memprioritaskan Tuhan, suami, dan anak-anak lebih dahulu daripada dirinya sendiri. Anda ingin memahami lebih dalam peran istri dalam keluarga, dan apa yang harus dilakukan istri yang takut akan Tuhan? Simaklah sajian kami dan selamat menjalankan peran Anda dengan sukacita.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
S. Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


DUNIA WANITA: MENJADI ORANG TUA

Kita sekarang memeriksa dua prioritas utama yang Allah berikan kepada seorang wanita melalui firman-Nya. Prioritas utama bagi seorang wanita adalah hubungan dan hidupnya bersama Tuhan. Hal ini jika dilakukan bersama Pemahaman Alkitab (PA) dan doa, akan menolongnya menjadi seorang wanita yang kata-kata dan tindakannya membawa kemuliaan bagi Allah dan berkat bagi orang lain. Prioritas kedua bagi seorang istri adalah untuk menjadi penolong suaminya. Ia harus mengasihi dan memperhatikan suaminya, menerima dengan penundukan diri peran yang Allah berikan kepadanya sebagai kepala, menghormati, dan menghargainya, serta menjadi pasangan yang baik baginya dalam hidup dan pelayanan.

Seorang wanita perlu mengambil waktu yang penting setiap hari untuk melakukan dua prioritas ini. Akan tetapi, apa prioritas berikutnya bagi seorang wanita yang saleh? Kita menjumpai dalam Titus 2:4, "... mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya." Prioritas ketiga dari seorang istri (jika ia memiliki anak-anak) adalah mengasihi dan memelihara anak-anaknya. Menurut Alkitab, baik ia maupun suaminya, harus sama-sama memikul tanggung jawab ini agar dapat membesarkan dan mendidik anak-anak mereka secara benar (Kejadian 2:27; Ulangan 6:6-7; Amsal 22:6; dan Efesus 6:1-4).

Ketika anak-anak masih kecil, mereka membutuhkan banyak waktu dan perhatian. Seorang istri mungkin merasa tidak mempunyai waktu untuk hal-hal lain, selain memelihara anak-anaknya. Akan tetapi, ia juga harus memelihara prioritas yang lain, yaitu mengadakan waktu setiap hari untuk hubungannya dengan Allah, dan hubungannya dengan suaminya. Ada akibat-akibat yang serius apabila seorang istri mulai menempatkan anak-anak di atas suaminya (sebagai contoh, bacalah kisah Ishak dan Ribka dalam Kejadian 24-28; terutama Kejadian 25:28 dan Kejadian 27:1-46).

Demikian juga halnya apabila suami mulai mengabaikan istrinya karena jam kerja yang terlalu lama atau terlalu sibuk dalam pelayanan. Istri dan keluarga akan menderita. Tidak ada hubungan manusia yang lebih penting daripada hubungan suami dan istri. Baik suami maupun istri harus memberikan waktu dan perhatian yang diperlukan untuk menjaga hubungan mereka tetap sehat dan untuk menjaga keutuhan keluarga mereka. Sebagai tambahan, keduanya harus menyediakan waktu untuk membesarkan dan mendidik anak-anak mereka dalam jalan-jalan Tuhan. Anak-anak memerlukan kasih, perhatian, makanan dan minuman, didikan, dan disiplin untuk bertumbuh menjadi orang-orang dewasa yang saleh dan produktif. Suami maupun istri dituntut Allah untuk mempersembahkan diri mereka pada tanggung jawab dan hak istimewa ini. Untuk dapat membesarkan anak-anak dalam cara yang akitabiah, orang tua harus melakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Mengajar, mendidik, dan memelihara anak-anak (Ulangan 4:9; Ulangan 6:6-7; Amsal 22:6; dan Efesus 6:4).
b. Menguduskan anak-anak kepada Allah melalui doa dan penyembahan (Ayub 1:5 dan Lukas 2:22-23).
c. Mengikutsertakan anak-anak dalam waktu-waktu penyembahan (Yosua 8:35; Nehemia 12:43; Lukas 2:41:46).
d. Menjaga anak-anak dari hal yang jahat (1 Samuel 3:13 dan 1 Timotius 3:4,12).
e. Menghajar/mendisiplin anak-anak (Amsal 13:24; Amsal 22:15; Amsal 29:15,17; Ibrani 12:6).
f. Mengasihi anak-anak (Amsal 13:24 dan Titus 2:4).
g. Mengampuni anak-anak (Lukas 15:20-24 dan Efesus 4:32).
h. Memberikan teladan yang saleh kepada anak-anak (2 Tawarikh 26:4 dan 2 Timotius 1:5).

Menjadi orang tua yang saleh tidak dapat dicapai hanya dengan interaksi yang kadang-kadang saja dengan anak-anak. Ulangan 6:6-7 menjelaskan bahwa membesarkan anak-anak secara benar memerlukan percakapan, didikan, dan disiplin "setiap hari". Kesempatan-kesempatan muncul "setiap hari" bagi orang tua untuk mengomunikasikan kasih Allah, firman-Nya, dan rencana-Nya kepada anak-anak mereka. Orang tua harus hadir bersama anak-anak mereka dan selalu siap untuk mendidik dan membesarkan mereka dengan benar.

Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya

Ketika anak-anak bertumbuh dalam kesalehan dan ketika pernikahan menjadi semakin matang, keduanya membutuhkan waktu yang lebih sedikit dalam pernikahan. Jadi, apa prioritas yang keempat bagi seorang istri Kristen menurut Alkitab? Bilamana seorang suami dan istri "setiap hari" mempersembahkan diri mereka, pernikahan mereka, dan anak mereka kepada Tuhan, dan apabila seorang suami mencukupi keluarganya, apa lagi berikutnya? Sesudah semua prioritas itu dipenuhi, suami dan istri kemudian dapat melayani Tubuh Kristus. Sering kali, para pemimpin dalam jemaat bingung akan hal ini. Mereka berpikir bahwa mereka harus melayani setiap orang di gereja terlebih dahulu. Kemudian, jika mereka ada waktu dan tenaga yang masih cukup, mereka melewatkan waktu bersama pasangan dan anak-anak mereka. Ini BUKANLAH peraturan Allah untuk orang Kristen yang telah menikah!

Pelayanan memang penting. Orang Kristen harus menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16), berpartisipasi di dalam jemaat (Ibrani 10:25), dan membagikan Injil kepada orang lain (Kisah Para Rasul 1:8 dan 1 Petrus 3:15). Akan tetapi, pelayanan tidak boleh "menggantikan" tempat bagi prioritas keluarga sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam Alkitab, baik bagi suami maupun istri.

Pelayanan kepada yang lain harus seimbang dengan tanggung jawab keluarga yang sudah Allah tetapkan dalam firman-Nya, karena rumah tangga yang tertib dan hubungan yang benar dari orang yang melayani harus ada sebelum kepemimpinan dan pelayanan (1 Timotius 3:1-7).

Menjaga Prioritas yang Benar

Allah tidak berubah (Maleakhi 3:6 dan Ibrani 13:8). Ia telah menjelaskan dalam Alkitab mengenai rencana-Nya bagi suami dan istri. Ia tidak pernah memanggil seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang telah Ia katakan dalam Alkitab! Jika seorang laki-laki atau perempuan berpikir bahwa Allah telah memberitahukan kepada mereka untuk melakukan sesuatu, dan itu tidak sesuai dengan Alkitab, itu BUKAN dari Allah. Firman Allah sempurna, tidak boleh diubah, dikurangi, atau ditambah (Mazmur 119:89; Yesaya 40:8; dan Wahyu 22:18-19).

Pada masa kini, pria dan wanita Kristen sering tergoda untuk meninggalkan peran yang telah diberikan Allah kepada mereka demi mengejar hal-hal yang mereka anggap lebih "menyenangkan" atau "penting". Banyak orang di seluruh dunia meninggalkan pasangan mereka untuk seseorang yang lain, atau menggantikan peran mereka sebagai orang tua dengan pekerjaan di luar rumah. Bahkan, para pendeta/pelayan Tuhan dapat menjadi terlalu sibuk melayani di gereja sehingga tidak bisa memelihara keluarganya dengan benar. Orang Kristen tidak boleh tertipu oleh atau mengikut standar yang tidak alkitabiah yang mereka lihat pada orang lain. Jika demikian, pernikahan dan keluarga mereka akan menderita.

Allah telah membuat prioritas-prioritas bagi suami maupun istri Kristen sangat jelas dalam firman-Nya. Jika seorang suami maupun istri sungguh-sungguh menginginkan semua yang Allah sediakan bagi mereka, mereka harus mengikuti apa yang telah Ia perintahkan kepada mereka untuk dilakukan, sesuai dengan firman-Nya. Jika mereka setia dan taat dalam tanggung jawab yang telah Allah berikan kepada mereka, Allah akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada mereka (Matius 25:21 dan 1 Timotius 3:8-13). Allah menghormati kesetiaan dan hati yang berserah kepada-Nya. Ia mencari mereka yang taat dan sungguh-sungguh mengabdi kepada-Nya, dan kemudian memilih untuk melakukan hal-hal yang besar melalui mereka.

Dorongan Semangat bagi istri

Ada banyak bagian dalam Alkitab yang memberikan petunjuk praktis untuk kehidupan sebagai seorang istri yang saleh dan mengasihi, dan sebagai orang Kristen yang berbuah. Ambillah waktu untuk membaca dan mempelajari bagian-bagian firman ini: Ulangan 6:6-7; Amsal 14:1; Amsal 31:10-31; 1 Korintus 13:1-13; Filipi 2:14-15; 1 Timotius 3:11-12; dan Titus 2:1-5. Tambahkan pada daftar ini bagian-bagian lain dari Alkitab, yang Anda pikir sangat menolong untuk menjadi istri dan ibu yang saleh. Setiap minggu, Anda bisa memilih satu bidang dari kehidupan Anda yang perlu perbaikan. Kemudian, praktikkan prinsip-prinsip yang Anda pelajari dari Alkitab.

Jika Anda merasa belum hidup seperti yang diajarkan firman Tuhan dalam salah satu bidang kehidupan Anda, BERDOALAH. Mintalah Tuhan menolong Anda, Ia pasti akan menjawab! Seorang istri bisa juga berbicara kepada suaminya mengenai hal-hal dalam kehidupannya yang ia inginkan untuk diubah oleh Allah. Ia bisa meminta suaminya untuk berdoa bersama dan untuk dia. Ada kuasa yang luar biasa apabila seorang suami dan istri sehati berdoa bersama-sama (Matius 18:19). Berdoa bersama juga mendatangkan kesatuan dan mempertinggi kepekaan kita akan kebutuhan masing-masing. Ingatlah, Allah telah menyediakan semua kekuatan, anugerah, hikmat, dan pertolongan yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang istri dan ibu yang saleh. Jika Anda merasa jemu atau tawar hati, ingatkan diri Anda pada kebenaran bahwa "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13) dan "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9).

Menggenapi Rencana Allah bagi Anda

Baik bagi pria maupun wanita, hubungan mereka dengan Allah adalah prioritas pertama. Jika mereka memilih untuk menikah, pasangan mereka menjadi prioritas berikutnya. Jika mereka memilih untuk memiliki anak-anak, menyediakan waktu untuk memelihara dan mendidik anak-anak merupakan prioritas mereka yang berikutnya lagi. Seorang laki-laki harus mencukupi keluarganya dengan bekerja secara konsisten. Seorang suami, istri, dan anak-anak yang sudah lebih besar juga harus dapat melayani Tuhan dalam jemaat dan memberitakan Injil. Semua hal lain di dalam kehidupan pasangan yang sudah menikah harus menjadi prioritas berikutnya, setelah prioritas-prioritas penting yang telah ditetapkan oleh Allah di dalam firman-Nya itu.

Apakah Anda ingin menggenapi rencana Allah yang tertinggi bagi Anda? Apakah Anda ingin yakin bahwa Anda sedang menggenapi rencana Allah? Jika demikian, hiduplah sesuai dengan prioritas-prioritas yang telah ditetapkan Allah, yang sudah dinyatakan dalam firman-Nya. Dengan begitu, Anda akan berada di jalan untuk menggenapi semua yang telah Allah rencanakan bagi Anda!

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul majalah: Hidup dalam Kristus, Vol.19, No.3
Judul asli artikel: Menjadi Orang Tua: Suatu Peran Penting
Penulis: Wendy Parrish
Penerbit: Yayasan Pusat Hidup Baru, Solo
Halaman: 36 -- 38


STOP PRESS: SITUS WANITA KRISTEN

Dapatkan berbagai bahan kekristenan bagi Wanita Kristen di situs Wanita Kristen Indonesia!

Situs Wanita Kristen Indonesia merupakan situs berbahasa Indonesia, yang menyediakan bahan-bahan seputar wanita, seperti Artikel, Tips, Renungan, Kesaksian, dan Tokoh, yang sangat berguna untuk para wanita Kristen. Selain mendapatkan bahan-bahan berbobot dan alkitabiah, Anda juga diajak untuk saling berbagi, yakni dengan mengirimkan tulisan dan komentar sehingga Anda pun dapat menjadi berkat bagi wanita lain.

Guna menambah kreativitas Anda, silakan nikmati fasilitas sajian ayat hari ini, kata bijak, pencarian ayat, dan RSS, yang akan sayang sekali untuk dilewatkan. Nah, jangan tunda lagi! Kunjungi dan berpartisipasilah di situs Wanita Kristen -- tempat yang tepat untuk para wanita Kristen saling menajamkan pikiran dan memperkuat iman.

==> http://wanita.sabda.org/


Kontak: wanita(at)sabda.org
Redaksi: S. Setyawati, N. Risanti, dan Novita Y.
Berlangganan: subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-wanita/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

TRS: (e-SH) 04 April -- Roma 12:9-21 - Injil sebagai dasar kasih

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Rab, 3 Apr 2013 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 04 April -- Roma 12:9-21 - Injil sebagai dasar kasih

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 4 April 2013
Ayat SH: Roma 12:9-21

Judul: Injil sebagai dasar kasih

Perintah untuk mengasihi cenderung membuat kita merasa kurang nyaman
karena menempatkan kita di pihak yang memberi, berkorban,
merendah, dan mengalah. Namun kekristenan bukan semata-mata soal
perintah mengasihi melainkan berinti pada berita Injil. Perintah
tanpa inti berita Injil membuat kita menjadi legalis dan apa yang
kita lakukan menjadi kewajiban semata.

Dalam Roma 1-11 Paulus memaparkan berita Injil tentang apa yang telah
Kristus lakukan bagi orang percaya. Lalu dalam pasal 12-15 Paulus
memaparkan respons orang percaya yang seharusnya. Perikop hari ini
memaparkan hal-hal praktis dalam kehidupan orang percaya sebagai
buah dari kuasa Injil yang mengubahkan. Sepintas terlihat bahwa
perintah-perintah ini tidak mempunyai kaitan satu sama lain,
tetapi sesungguhnya semua terikat dalam satu perintah utama, yaitu
perintah kasih (9-10). Merupakan hal yang normal jika umat tebusan
Kristus mengasihi karena Kristus sendiri telah menetapkan norma
itu: "sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu
harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu,
bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling
mengasihi" (Yoh. 13:34b-35). Berita Injil memang harus menjadi
dasar dari perintah mengasihi.

Kasih itu tidak boleh pura-pura (9; arti harfiah: memakai topeng).
Kasih yang tulus tampak dalam relasi orang percaya dengan
sesamanya (10, 13-21). Kasih itu aktif dan penuh inisiatif,
seperti mendahului memberi hormat, membantu orang yang kekurangan,
memberkati, bersukacita dan berdukacita bersama orang lain,
berdamai, dan berbuat baik.

Kasih juga mempunyai dimensi vertikal. Kasih mendorong orang untuk
rajin dan berkobar dalam melayani Tuhan (11), bersukacita dan
bersabar dalam kesesakan karena ada pengharapan kepada Allah (12).
Kasih mendorong kita untuk menghormati hak dan kedaulatan Allah
(19).

Mari wujudkan kasih Kristus dalam relasi kita dengan Allah dan sesama
karena kita telah menerima anugerah Injil yang begitu berharga.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+12:9-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+12:9-21

Roma 12:9-21

9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan
lakukanlah yang baik.
10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling
mendahului dalam memberi hormat.
11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu
menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan
bertekunlah dalam doa!
13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu
untuk selalu memberikan tumpangan!
14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan
mengutuk!
15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah
dengan orang yang menangis!
16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah
kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah
dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap
dirimu pandai!
17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang
baik bagi semua orang!
18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam
perdamaian dengan semua orang!
19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut
pembalasan, firman Tuhan.
20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus,
berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara
api di atas kepalanya.
21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah
kejahatan dengan kebaikan!


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4583583-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa061

(e-RH) April 04 -- KERINDUAN HATI ALLAH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 4 April 2013
Bacaan : 3 Yohanes 1:13-15
Setahun: 1 Samuel 12-14:23
Nats: Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan
muka. (3 Yohanes 1:14)

Judul:

KERINDUAN HATI ALLAH

Bagaimana Anda mengungkapkan kerinduan pada sahabat yang tinggal
berjauhan dari Anda? Saat ini Anda dapat menelepon, menulis email,
menggunakan Skype, atau berinteraksi melalui jejaring sosial di
internet. Relatif cepat dan mudah. Pada zaman Yohanes, ia
berkomunikasi melalui surat, yang memakan waktu lama untuk sampai ke
tujuan. Dalam situasi itu, tentunya surat berisi hal yang
benar-benar penting dan khusus.



Yohanes sang penatua menggunakan suratnya untuk mengungkapkan
kerinduan hatinya pada Gayus, saudara seiman yang dikasihinya. Ia
rindu dapat berbicara bukan hanya melalui surat, namun dapat bertemu
langsung dan bertatap muka dengannya. Ia ingin menguatkan Gayus,
saudaranya yang lebih muda dalam iman dan sedang berjuang
menggembalakan umat Allah di tempat yang jauh. Ia rindu dapat
menghibur, mendampingi, menasihati, dan membimbing saudaranya itu
untuk terus setia dalam pelayanan.



Kerinduan Yohanes terhadap Gayus mencerminkan kerinduan Allah kepada
kita, anak kesayangan-Nya, umat gembalaan-Nya. Allah juga ingin kita
bukan hanya membaca "surat"-Nya yang tertulis, namun bertemu dan
bersekutu secara pribadi dengan Dia. Roh Allah, yang berdiam di
dalam diri kita dan menyertai kita untuk selama-lamanya, ingin
mengungkapkan kehidupan-Nya di dalam dan melalui kehidupan kita
(Yoh. 14:16-17). Maukah kita menyambut kerinduan Allah itu?
Selanjutnya, seperti sikap Yohanes terhadap Gayus, maukah kita
mendorong dan menguatkan saudara-saudara seiman yang lain? --SYS

ALLAH YANG MERINDUKAN KITA BERDIAM DALAM DIRI KITA.
APAKAH KITA MENYAMBUT DAN MERAYAKAN KEHADIRAN-NYA?

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?3+Yohanes+1:13-14

3 Yohanes 1:13-15

13 Banyak hal yang harus kutuliskan kepadamu, tetapi aku tidak mau
menulis kepadamu dengan tinta dan pena.
14 Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan
muka.
15 Damai sejahtera menyertai engkau! Salam dari sahabat-sahabatmu.
Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat
satu per satu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+12-14:23
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Samuel+12-14:23


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Berita PESTA - 70/Maret 2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

Berita PESTA -- Edisi 70, Maret 2013

DAFTAR ISI
BERITA PESTA + POKOK DOA:
1. Info Kelas DAS 2013
2. Bergabunglah dalam Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) Facebook!
3. Pembukaan Kelas GSM Juli/Agustus 2013
ARTIKEL: KEBANGKITAN: SUATU PERENUNGAN MAKNA
STOP PRESS: PUBLIKASI E-PENULIS: REFERENSI BAGI PENULIS KRISTEN


Shalom,

Pertama-tama, kami segenap staf PESTA dan tim moderator ingin mengucapkan: Selamat Paskah 2013 kepada semua Pembaca Berita PESTA! Sehubungan dengan hal ini, kami juga ingin menyajikan artikel Paskah, yang berjudul "Kebangkitan: Suatu Perenungan Makna", yang kami harap dapat menjadi berkat pada minggu Paskah ini. Kiranya kemenangan-Nya atas maut membuat kita semakin yakin dan penuh kepastian dalam menjalani hidup ini. Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi Berita PESTA,
Ryan
< ryan(at)in-christ.net >
< http://pesta.org >


BERITA PESTA

1. Info Kelas DAS 2013

Bersyukur kepada Tuhan karena kelas diskusi DAS 2013 sudah selesai dengan baik. Peserta yang lulus di kelas diskusi DAS berjumlah 15 peserta, dari 20 peserta. Evaluasi yang diberikan oleh peserta yang mengikuti diskusi DAS adalah baik karena bahan cukup informatif dan peserta dapat belajar doktrin Allah lebih dalam. Secara keseluruhan, jalannya keaktifan diskusi sudah baik meski dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala teknis.

Pokok doa: Doakan agar melalui kelas DAS para peserta dapat semakin mengenal Allah, dan biarlah Tuhan memberkati kehidupan pribadi mereka agar terus bertumbuh dalam pengenalan yang benar.

2. Bergabunglah dalam Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) Facebook!

PESTA (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam) < http://pesta.org > akan membuka kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) melalui media Facebook. Menurut rencana, kelas diskusi ini akan berlangsung awal bulan Mei/Juni 2013. Kelas diskusi ini akan mempelajari seputar pokok-pokok penting iman Kristen, seperti Penciptaan, Manusia, Dosa, Keselamatan, dan Hidup Baru dalam Kristus.

Segera daftarkan diri Anda untuk mengikuti kelas diskusi online Facebook ini ke Admin PESTA < kusuma@in-christ.net >.

Jika Anda ingin mendapatkan modul DIK, silakan akses di:
===> < http://pesta.org/dik_sil >

Pokok doa: Doakan rencana pembukaan kelas perdana Facebook DIK agar Tuhan memakai kelas ini untuk membina jemaat Tuhan yang rindu mempelajari kebenaran iman Kristen.

3. Pembukaan Kelas GSM Juli/Agustus 2013

PESTA kembali membuka kelas diskusi Guru Sekolah Minggu (GSM). Kelas diskusi ini bertujuan untuk membekali guru-guru sekolah minggu agar mampu melayani anak-anak secara efektif. Kelas diskusi ini akan mempelajari tentang Visi dan Misi Sekolah Minggu, Kriteria Guru Sekolah Minggu, Pengenalan Anak-Anak, Hakikat Mengajar, Teknik Memimpin Ibadah Sekolah Minggu, dan Administrasi Sekolah Minggu. Kelas diskusi ini akan dimulai pada tanggal 15 Juli 2013 dan dibuka untuk umum.

Bagi Bapak/Ibu yang tertarik untuk mengambil kelas ini, silakan mendaftarkan diri ke staf PESTA < kusuma@in-christ.net >

Untuk melihat silabus dan materi GSM ini, atau kalau ingin mengunduhnya, silakan mengakses URL berikut ini:

==> http://pesta.org/gsm_sil

Pokok doa: Dukunglah dalam doa agar Tuhan menolong guru-guru sekolah minggu diperlengkapi dengan dasar-dasar alkitabiah tentang pelayanan Sekolah Minggu, sehingga mereka bisa melayani dengan baik di gereja masing-masing.


ARTIKEL: KEBANGKITAN: SUATU PERENUNGAN MAKNA

Kebangkitan Kristus erat hubungannya dengan orang percaya, baik di dunia maupun di dalam kekekalan. Bahkan, kepercayaan dan pemberitaan iman Kristen sangat bergantung pada kebangkitan Kristus. Dengan demikian, kebangkitan Kristus tidak boleh hanya berupa ajaran saja, tetapi harus suatu fakta, suatu realitas, dan suatu sejarah. Apabila Kristus tidak bangkit dari kematian, maka pemberitaan iman Kristen tidak punya makna apa pun. Paulus menegaskan, "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1 Korintus 15:14). Paulus tidak memberitakan "pemberitaanku", melainkan "kami", yang artinya pemberitaan tersebut meliputi berita dari semua rasul tanpa kecuali, di mana berita dari mereka diyakini sebagai firman Tuhan yang menjadi dasar orang Kristen. Pembahasan tentang makna kebangkitan Kristus dalam tulisan ini didasarkan pada peristiwa kebangkitan Kristus yang sungguh-sungguh ada dalam sejarah itu, di mana bila peristiwa tersebut tidak benar-benar terjadi, maka pembicaraan tentang kebangkitan adalah seperti yang dikatakan Paulus, "semuanya sia-sia" atau tanpa makna sehingga tidak perlu dibahas sama sekali. Ada beberapa makna penting dari peristiwa kebangkitan Kristus bagi orang percaya.

Aktivitas Allah

Dalam memberitakan Injil, para rasul memberikan penekanan pada aktivitas Allah dalam kebangkitan Kristus. Paulus menyatakan bahwa mati karena dosa kita sesuai dengan Alkitab (1 Korintus 15:3), tetapi segera menambahkan bahwa Ia bangkit kembali juga sesuai dengan Alkitab (ayat 4). Bagi Paulus, dua hal tersebut mempunyai hubungan yang dalam dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari tindakan penyelamatan yang progresif dari Allah dalam Yesus Kristus. Jadi, tanpa kebangkitan Kristus, hukuman karena dosa tetap berlaku biarpun ada kematian Kristus. Hal ini disebabkan karena dosa tetap berkuasa, yang diwujudkan dalam bentuk kematian yang tak terkalahkan. Dengan demikian, salib dan kebangkitan Kristus adalah dua peristiwa yang tidak dapat dipisahkan. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang tergantung pada kayu salib." (Galatia 3:13)

Pada saat yang sama, ia melihat bahwa kebangkitan Kristus merupakan kondisi yang mutlak dari keselamatan orang percaya. Tanpa itu, keselamatan adalah harapan kosong (1 Korintus 15:14,17). Melalui kesaksian para rasul, kita melihat dengan jelas bahwa kebangkitan Kristus bukanlah semata-mata suatu simbol dan evaluasi benar atau tidaknya arti salib dalam penyelesaian pekerjaan Kristus. Kebangkitan-Nya merupakan suatu kenyataan aktivitas Allah yang membuat kuasa Kristus yang tidak terukur itu menjadi nyata dalam mendamaikan, menyelamatkan, dan mempersekutukan kita dengan Allah (1 Korintus 15:12-28).

Kemenangan Kristus

Kebangkitan Kristus adalah kemenangan nyata atas kematian. Kebangkitan Kristus atas kematian bukan sekadar satu peristiwa spektakuler untuk meyakinkan dunia agar tidak menyangkal kebenaran ajaran kebangkitan, tetapi juga untuk menyatakan kuasa penyelamatan-Nya (Roma 1:14). Kebangkitan ini bukan merupakan suatu ilustrasi dari ide, bukan wahyu kebenaran umum, melainkan sejarah kemenangan Kristus yang nyata oleh kuasa Allah. Karena itu, kebangkitan juga merupakan realitas sejarah yang akan menjadi tanda kemenangan orang percaya yang mutlak atas kematian dalam rupa kebangkitan tubuh.

Buah Sulung

Paulus menghubungkan kebangkitan Kristus dengan kebangkitan orang percaya. Kristus adalah buah sulung yang akan diikuti oleh yang lain, "Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya." (1 Korintus 15:23) Kata "buah sulung" dalam Bahasa Yunani adalah "aparche", yang berarti "produk yang pertama dari bumi". Buah pertama dari suatu pohon akan menjadi jaminan bahwa buah-buah berikutnya akan muncul terus-menerus. Beginilah gambaran tentang masa depan orang percaya karena Kristus yang adalah buah buah sulung itu, bangkit dari antara orang mati, orang percaya juga akan bangkit kembali dari kematian. Jadi, kebangkitan Kristus bukan sekadar suatu peristiwa besar, tetapi suatu permulaan, dasar, jaminan, dan garansi kebangkitan kita dari antara kematian. Hal ini harus diberitakan untuk menjadi dasar pengharapan akan berkat dan kehidupan masa depan.

Memimpin kepada Kehidupan

Dalam Perjanjian Baru, muncul beberapa kali istilah "pemimpin" yang dikenakan kepada Kristus, sebagai Yesus yang ditinggikan, dalam Bahasa Yunani "arkhegon", yang artinya adalah yang pertama, yang berdiri sebagai kepala dan yang memimpin dengan contoh: seorang pionir. Jadi, Kristus adalah pemimpin yang membuka jalan bagi orang percaya untuk mengikut-Nya. Dia adalah Pionir, Penemu, Kepala, dan Pemimpin yang menetapkan zaman baru dan membawa umat masuk ke sana dan terus hadir bersama umat-Nya. Bahkan, dapat dikatakan Dia adalah prototipe dari keberadaan orang percaya. Keberadaan-Nya merupakan model bagi para pengikut-Nya. Dengan demikian, pencobaan yang Yesus alami adalah sebagai model dari kesulitan yang dihadapi orang percaya/murid-murid-Nya (Lukas 4:1-3; 22:39-46). Demikian pula kemenangan Kristus atas kematian akan menjadi model kemenangan orang Kristen atas kematian. Kenyataan ini menjadi pengharapan yang sangat besar bagi orang percaya. Sebab, bagian mereka ternyata bukan untuk binasa, melainkan untuk hidup yang penuh pengharapan, yaitu suatu bentuk kehidupan yang tidak dapat binasa (1 Petrus 1:3-5).

Kesimpulan

Fakta sejarah kebangkitan begitu penting sehingga andaikata tidak benar-benar terjadi, seluruh iman Kristiani adalah kosong dan sia-sia (1 Korintus 15:3,17). Kristus adalah Pemenang. Ia mematikan kuasa kematian, Ia adalah Tuhan yang hidup dan Gembala yang baik sekarang dan selamanya. William J. Gaither menciptakan sebuah lagu yang diberi judul "Sebab Dia Hidup" sebagai suatu penegasan tentang fakta kebangkitan Kristus dan implikasinya bagi orang percaya. Kebangkitan-Nya adalah garansi bagi orang Kristen akan adanya hari esok. Garansi dari iman Kristen yang mengklaim adanya kemenangan yang mutlak di dalam Kristus atas dunia serta kematian (1 Korintus 15:54-55; 2 Timotius 1:10), sebab memang kegelapan tidak dapat mengalahkan terang (Yohanes 1:5), di mana ada terang itu adalah Kristus.

Sumber:
Nama majalah: Cahaya Buana, Edisi 93/2003
Penulis: Pdt. Iskandar Santoso
Penerbit: Komisi Literatur GKT III, Malang 2003
Halaman: 7 -- 8

Diambil dari:
Nama situs: e-Misi
Alamat URL: http://misi.sabda.org/kebangkitan_suatu_perenungan_makna
Tanggal akses: 20 Maret 2013


STOP PRESS: PUBLIKASI E-PENULIS: REFERENSI BAGI PENULIS KRISTEN

Anda tertarik dengan dunia tulis-menulis? Anda memerlukan referensi berkualitas untuk mengembangkan kemampuan tulis-menulis Anda?

Bagi Anda penulis Kristen, Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > telah menyediakan Publikasi e-Penulis. Sejak tahun 2004, Publikasi e-Penulis < http://sabda.org/publikasi/e-penulis/ > telah melayani ribuan pelanggannya dengan bahan-bahan bermutu seputar pelayanan penulisan. Artikel tentang literatur Kristen maupun umum, kiat penulisan, kaidah penggunaan Bahasa Indonesia, tokoh penulis, serta ulasan situs-situs kepenulisan bisa Anda dapatkan secara GRATIS dalam e-Penulis!

Tunggu apa lagi? Segeralah berlangganan publikasi e-Penulis secara GRATIS dengan mengirimkan email kosong ke: < subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org > atau ke < penulis(at)sabda.org >

Kunjungi pula situs Pelitaku (Penulis Literatur Kristen dan Umum) di: < http://pelitaku.sabda.org/ >

Selamat menikmati pelayanan kami dan teruslah berkarya!


Kontak: beritapesta(at)sabda.org
Redaksi: Ryan, Sigit, dan Yulia
Berlangganan: subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

[i-kan-kisah] [KISAH] Edisi 321 -- Kesaksian Pribadi dan Panggilan Pelayanan

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KISAH -- Kesaksian Pribadi dan Panggilan Pelayanan
Edisi 321, 3 April 2013

Salam kasih,

".... Karena semua yang baik dalam hidupku, itulah karya-Mu. Kau beri kesempatan yang baru ...."

Penggalan lagu rohani berjudul "Mengenal-Mu" ini tampaknya tepat untuk menggambarkan kesaksian dalam edisi KISAH kali ini. Tuhan memang selalu berkarya untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang dikasihi-Nya, bahkan di tengah kegagalan atau kesulitan hidup sekalipun. Rancangan-Nya adalah rancangan kebaikan dan bukan rancangan kecelakaan.

Selamat membaca, selamat merasakan kebaikan-Nya dalam hidup ini!

Staf Redaksi KISAH,
N. Risanti
< http://kesaksian.sabda.org/ >


KESAKSIAN PRIBADI DAN PANGGILAN PELAYANAN

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)

Ayat di atas adalah ayat favorit saya sejak pertama kali mengenal Tuhan. Karena firman itu, saya menyadari bahwa segala sesuatu adalah dari Tuhan, oleh Tuhan, dan kepada Tuhan, dan hanya Tuhanlah yang layak terima kemuliaan sampai selama-lamanya! Saya lahir dari keluarga yang sederhana, saya anak kedua dari enam bersaudara. Saya lahir di Medan pada tanggal 23 Desember 1992 dan saya adalah orang Batak Toba asli. Saya sekolah di Medan dari kelas 1 -- 5 SD, kemudian saya pindah ke Kota Tangerang dan menyelesaikan SD dan SMP di kota itu. Setelah selesai SMP, saya melanjutkan studi di SMK. Untuk tahun pertama di SMK, saya masih di Tangerang, tetapi kemudian saya pindah lagi ke Medan dan menyelesaikan SMK jurusan akuntansi saya di sana. Saya pindah ke Tangerang untuk mengurangi beban orang tua dalam menyekolahkan saya karena perekonomian keluarga kami kurang baik. Di Tangerang, saya tinggal dan disekolahkan oleh paman (adik Bapak). Saat ini, orang tua saya bekerja di Danau Toba Wisata sebagai seorang sopir bis, dan mama seorang ibu rumah tangga. Saya terus melihat kalau Tuhan tidak pernah meninggalkan kami sekeluarga. Setelah lulus SMK, saya berniat untuk kuliah dan pada akhirnya Tuhan mengizinkan saya tes di Perguruan Tinggi Negeri. Pilihan pertama saya adalah Jurusan Akuntansi UNIMED dan pilihan kedua adalah Jurusan Etnomusikologi USU. Namun, saya menang di USU dan akhirnya saya masuk dan kuliah di Etnomusikologi USU angkatan 2010. Saya sempat mengikuti kuliah di USU selama 3 semester, namun prestasi saya tidak membanggakan karena saya tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik.

Pada suatu kali, kalau tidak salah bulan Oktober 2011, saya mengikuti pertemuan Dep. musik di Medan Plaza lantai 7. Saya mengisi angket minat musik, dan akhirnya mendapat kabar bahwa STT Pelita Kebenaran membuka program studi Musik gerejawi. Dengan nekat, saya mendaftarkan diri. Saya tidak pernah menyangka kalau akhirnya saya mendapat bantuan dana untuk kuliah dari pihak gereja, Puji Tuhan! Mungkin, inilah waktu-Nya untuk memperbaiki pendidikanku yang sempat gagal di Universitas Sumatera Utara. Saya sangat bersyukur untuk semua jalan yang Tuhan tunjukkan kepadaku.

Saya menjadi Kristen sejak lahir karena orang tua. Sejak kecil, saya sudah percaya pada Tuhan Yesus. Saya dan saudara-saudara bersekolah minggu dan beribadah di Gereja Bethel Indonesia cabang HDTI, sampai akhirnya kami pindah ke cabang Aksara (sekarang MMTC) karena cukup dekat dengan tempat tinggal kami. Dan, sampai saat ini, kami sekeluarga beribadah dan memiliki KKJ dari GBI Aksara/MMTC. Walaupun saya Kristen sejak lahir, itu tidak menjamin kehidupan saya sehari-hari berjalan sesuai dengan firman Tuhan karena banyak dosa dan pelanggaran yang selalu saya lakukan.

Suatu kali, ketika mama dan kakak saya bergabung sebagai pendoa, mereka mengajak saya pergi ke doa malam di Medan Plaza. Sebelumnya, saya tidak pernah mau ikut mereka ke pertemuan doa seperti ini. Namun, entah mengapa tiba-tiba malam itu hati saya tergerak untuk ikut. Dalam pertemuan doa itulah, saya berjumpa dengan hadirat Tuhan untuk pertama kali, dan itulah yang dinamakan kasih mula-mula. Saya tidak bisa berkata apa-apa ketika pujian dan penyembahan dinaikkan, saya hanya bisa menangis di sepanjang ibadah Doa Malam berlangsung, bahkan saat Pak Bambang berkhotbah pun saya tetap menangis. Saya ingat betul apa yang Bapak Gembala khotbahkan waktu itu, beliau berbicara tentang pemulihan Pondok Daud (Amos 9:11-15 dan Kisah Para Rasul 15:16-17). Sejak saat itu, saya berkomitmen untuk ikut Tuhan dan saya menyerahkan diri untuk dibaptis selam pada tanggal 29 Maret 2009.

Setelah itu, saya merasa sangat rindu melayani Tuhan, sampai akhirnya Tuhan berikan kesempatan untuk melayani. Pelayanan pertama saya waktu itu adalah mengangkat-angkat kursi dari setiap kelas di sekolah, untuk kemudian dikumpulkan di Aula sekolah untuk Ibadah PA yang diadakan setiap hari Jumat. Kemudian, Tuhan promosikan saya untuk bermain gitar di sekolah minggu, kemudian Tuhan angkat kembali untuk melayani di ibadah pemuda GBI MMTC, dan pada akhirnya saya melayani di ibadah raya GBI MMTC sebagai pemain musik sejak Mei 2010 sampai saat ini. Saya tidak pernah menyangka kalau saya bisa melayani Tuhan sebagai imam musik. Padahal, saya tidak pernah les musik. Tidak cukup hanya sebagai pemain musik saja, Tuhan kembali mempromosikan saya pada Februari 2010 sebagai ketua Pemuda GBI MMTC hanya dengan berbekal ketaatan dan kesetiaan. Saya percaya kalau Tuhan akan terus melakukan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan saya karena apa yang tidak pernah dilihat mata, yang tak pernah saya dengar, dan tidak pernah timbul dalam hati, itu semua disediakan Allah bagi orang-orang yang mengasihi Dia (1 Korintus 2:9).

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: nael-situmorang.blogspot.com
Alamat URL: http://nael-situmorang.blogspot.com/2012/06/kesaksian-pribadi-dan-panggilan.html
Penulis: Nathanael Situmorang
Tanggal akses: 20 Februari 2013


POKOK DOA

1. Bersyukurlah kepada Tuhan Yesus untuk semua karya dan kebaikan-Nya di tengah hidup, dan rencana-rencana yang kita jalani.

2. Berdoalah kepada Tuhan Yesus bagi setiap orang yang kita kenal, yang tengah mengalami pergumulan dalam hidupnya, baik dalam masalah studi, pekerjaan, pelayanan, atau rencana-rencana masa depannya.

3. Berdoa agar Tuhan senantiasa memberikan kesabaran dan ketekunan ketika kita menemui kegagalan atau kendala di dalam studi, karier, atau pekerjaan yang sedang kita jalani.


"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)
< http://alkitab.sabda.org/?Roma+8:28 >


Kontak: kisah(at)sabda.org
Redaksi: Sigit, Doni K., dan N. Risanti
Berlangganan: subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kisah/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo