Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, June 14, 2014

Kalender Doa SABDA: 16 -- 22 Juni 2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

KADOS -- Edisi 206 (16 -- 22 Juni 2014)

Salam damai Yesus Kristus,

Apakah selama ini Anda bisa menikmati hidup Anda? Pertanyaan ini bisa menjadi pertanyaan refleksi untuk menyadarkan kita bagaimana kita menjalani hidup selama ini. Kita bisa menikmati hidup atau tidak bergantung pada bagaimana kita memaknai setiap peristiwa yang kita alami setiap hari. Satu hal yang menjadi kunci keberhasilan kita dalam menjalani hidup ini adalah kita ada karena Tuhan dan untuk Tuhan, itulah yang harus kita ingat setiap waktu. Jadi, apa pun yang kita lakukan dan apa pun yang terjadi dalam hidup kita, semuanya itu adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Milikilah hati yang fokus kepada Tuhan dan kaki yang berlutut setiap waktu untuk berdoa kepada-Nya. Selamat berdoa.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Santi T.
< santi(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


16 Juni 2014 -- Kesetiaan Keluarga Kristen

Keluarga menjadi lingkungan pertama yang berperan dalam menumbuhkan iman seseorang. Sebuah keluarga Kristen harus bisa menjadi lingkungan yang sehat demi pertumbuhan iman yang sehat pula. Tuhan sangat menghendaki setiap keluarga Kristen hidup bertumbuh di dalam Dia dan tetap setia mengerjakan panggilannya. Untuk itu, marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar setiap keluarga Kristen dapat memberi teladan yang baik dalam iman dan perbuatan. Berdoalah pula agar setiap keluarga Kristen tetap setia dalam melakukan perannya sehingga nama Tuhan semakin ditinggikan, baik melalui keluarga maupun anggotanya.

17 Juni 2014 -- Pelayanan Rumah Sakit terhadap Pasien Miskin

Rumah sakit sebagai tempat pengobatan dan pemulihan pasien sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik bagi semua pasiennya, baik mereka yang tergolong kaya maupun kurang mampu. Terlebih lagi pada saat ini, adanya bantuan dari pemerintah bagi masyarakat kurang mampu, seharusnya tidak menjadi tolok ukur bagi pihak rumah sakit dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasiennya. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar setiap rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, dapat secara maksimal melayani masyarakat tanpa membedakan status dan golongan. Berdoalah pula agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai dengan kebutuhan mereka.

18 Juni 2014 -- Guru-Guru PAK

Tanggung jawab guru PAK dalam melakukan tugas sangat besar. Selain memberikan pengetahuan tentang agama Kristen, para guru PAK juga berperan dalam membimbing dan mengarahkan murid-muridnya kepada Tuhan Yesus Kristus dan kebenaran firman-Nya. Secara tidak langsung, para guru PAK berperan dalam pertumbuhan rohani para muridnya. Untuk itu, marilah kita berdoa untuk semua guru PAK agar Tuhan senantiasa menolong mereka untuk hidup dalam Tuhan sehingga bukan hanya ilmu/pengetahuan agama saja yang diberikan, melainkan juga teladan hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Berdoalah pula agar semua murid bisa bekerja sama dengan guru PAK sehingga proses belajar dapat lancar dan iman mereka semakin bertumbuh di dalam Tuhan.

19 Juni 2014 -- Bayi yang Dibuang oleh Ibunya

Anak adalah anugerah Tuhan. Namun, tidak semua ibu menyadari hal ini. Peristiwa ibu menelantarkan bayinya kerap terdengar, baik dalam pemberitaan di radio maupun televisi. Bayi yang baru lahir sering kali ditinggal di tempat-tempat yang kurang layak, dititipkan kepada orang lain dan tidak diambil lagi, bahkan ada yang sampai dihilangkan nyawanya. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus untuk setiap ibu agar mereka memiliki hati yang takut akan Tuhan dan mau merawat bayinya dengan penuh ucapan syukur. Berdoalah pula agar bayi yang kini masih hidup dan dirawat oleh orang yang menemukannya, beroleh kesehatan dan boleh melanjutkan kehidupan dalam kasih karunia Tuhan.

20 Juni 2014 -- Karakter Anak Kristen

Kemajuan zaman dan perkembangan berbagai aspek kehidupan saat ini mempunyai potensi besar dalam memengaruhi cara anak Kristen berperilaku dan berpikir. Sebagai orang dewasa, kita harus lebih giat lagi memperhatikan dan menjaga anak-anak kita agar tidak terjerumus atau mengikuti pola hidup yang tidak sesuai dengan ajaran firman Tuhan. Kita harus mempunyai dasar yang kuat, yaitu pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya sehingga kita bisa mengarahkan anak-anak kita ke jalan yang benar. Marilah kita berdoa agar semua anak Kristen bisa menyikapi semua kemajuan dan perkembangan zaman ini dengan bijaksana. Kiranya kasih dan pimpinan Roh Kudus senantiasa menaungi mereka, baik dalam berpikir maupun bertindak.

21 Juni 2014 -- Pemuda/Pemudi yang Sedang Bimbang dalam Menentukan Pasangan Hidup

Beberapa orang berpendapat bahwa menentukan pasangan hidup sama pentingnya dengan menentukan keyakinan/kepercayaan iman. Tidak dimungkiri bahwa menentukan pasangan hidup menjadi tahap yang penting dalam hidup seseorang karena pilihan mereka akan menentukan bagaimana kehidupan mereka di masa yang akan datang. Untuk itu, pemuda/pemudi harus bijaksana dalam mengambil keputusan, dan yang lebih penting adalah harus melibatkan Tuhan dalam proses ini. Marilah kita berdoa, khususnya untuk pemuda/pemudi Kristen yang sedang bimbang dalam menentukan pasangan hidup, kiranya Tuhan menolong mereka sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang benar. Berdoalah pula agar mereka bisa tetap setia beriman kepada Kristus dan mengutamakan terang firman Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan.

22 Juni 2014 -- Komunitas Pendalaman Alkitab di Internet

Komunitas pendalaman Alkitab tidak hanya ada dalam dunia nyata saja, tetapi dalam dunia maya/internet pun sudah mulai berkembang. Salah satu jejaring sosial, yaitu Facebook, juga sudah dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan ini. Meskipun dilakukan di internet, kegiatan pendalaman Alkitab ini berjalan lancar dan sangat efektif menjangkau banyak orang dari berbagai tempat. Sebagai contoh, komunitas pendalaman Alkitab e-Santapan Harian dan e-Renungan Harian yang diselenggarakan di Facebook Grup. Melalui komunitas ini, banyak orang boleh merenungkan firman Tuhan dan berdiskusi untuk mengenal firman Tuhan lebih dalam. Marilah kita berdoa agar semua komunitas pendalaman Alkitab di internet dapat menjadi berkat bagi banyak orang, dan keberadaannya bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan firman Tuhan.

e-SH < https://www.facebook.com/groups/santapan.harian >
e-RH < https://www.facebook.com/groups/renungan.harian >


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Santi T.
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 15 -- KEMBALI KEPADA BAPA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 15 Juni 2014
Bacaan : Lukas 15:11-32
Setahun: Ayub 1-4
Nats: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang melimpah-limpah
makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (Lukas 15:17)

Judul:

KEMBALI KEPADA BAPA

Saat berangkat sekolah, Luo Gang yang baru berumur 5 tahun diculik
dan dibawa kabur ke kota lain, yang jauhnya 1.500 km dari kampungnya
di Sichuan. Selama 23 tahun ia berjuang mencari tahu kampung
halamannya. Akhirnya, berkat Googlemaps, ia berhasil menemukan
orangtua yang sangat ia rindukan. Dalam suasana haru, ibunya
berkata: "Selama bertahun-tahun, setiap hari aku selalu menangis
memikirkanmu. Aku khawatir kamu sedang kelaparan, atau kedinginan."



Kristus mengumpamakan semua orang di dunia ini sebagai anak yang
hilang. Mereka "terhilang" karena meninggalkan Allah Bapa yang penuh
kasih, yakni dengan hidup berpesta pora, mengejar kepuasan jasmani.
Namun sesungguhnya, setiap jiwa yang terhilang itu ada dalam keadaan
miskin, kering, dan lapar secara rohani. Bisa jadi mereka sibuk
dengan kegiatan keagamaan, tetapi sesungguhnya mereka tidak mendapat
makna apa-apa. Seperti yang pernah dikatakan St. Agustinus, "Jiwa
manusia tidak akan pernah puas sebelum ia kembali kepada Allah".



Lalu bagaimana caranya kembali kepada Allah? Alkitab, seperti
Googlemaps, memandu kita untuk bertemu Kristus. Sebab, Dialah jalan,
kebenaran, dan hidup. Tanpa Kristus, tak seorang pun dapat sampai
kepada Bapa yang sanggup memuaskan dahaga jiwa. Saat ini, apakah
Anda merasa penat, lelah, dan mengalami kekosongan hidup? Walau Anda
sudah sangat sibuk beramal dan berkegiatan rohani, tetaplah datang
kepada Kristus. Bukalah hati dan terimalah keselamatan yang
tersedia. Hampirilah pintu hati Bapa di surga. --Susanto /Renungan
Harian

BAGAI RUSA BERTERIAK MENCARI SUMBER AIR SEJUK,
DEMIKIANLAH JIWAKU MENJERIT KEPADA-MU, YA ALLAHKU.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-32

Lukas 15:11-32

11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku
bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya
membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya
itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta
miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di
dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan
babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang
upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di
sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku
sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih
jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh
belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu
merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga
dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke
mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan
kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah
kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah
hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang
dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian
tari-tarian.
26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa
arti semuanya itu.
27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah
menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali
dengan sehat.
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu
ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku
melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa,
tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta
kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa
menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama
dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati
dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ayub+1-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+1-4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, June 13, 2014

(e-RH) Juni 14 -- "DIPUKUL" TEMAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 14 Juni 2014
Bacaan : Amsal 27:1-20
Setahun: Ester 8-10
Nats: Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan
mencium secara berlimpah-limpah. (Amsal 27:6)

Judul:

"DIPUKUL" TEMAN

"Kita turun di sini sekarang!" Siang itu, dalam angkot yang sesak
dan gerah, teman saya yang biasanya pendiam dan kalem berbicara
dengan nada galak. Ada apa ini? Saya bingung. Angkot yang kami
tumpangi untuk pulang baru saja jalan, masih jauh daerah rumah kami.
Dalam kondisi belum paham betul akan maksudnya, saya turun
mengikutinya. Ternyata tadi ia melihat komplotan copet mengincar tas
saya! Satu orang mengalihkan perhatian, sedangkan yang lain mencoba
menyelubungi tas saya dengan ransel.


Pengalaman yang luar biasa ini mengingatkan saya akan satu perkataan
Raja Salomo dalam nas hari ini: lebih baik kita "dipukul" oleh teman
sendiri daripada "dicium" oleh musuh. Pada dasarnya, seorang teman
sejati akan menjaga kita. Masalahnya, saat seorang teman menegur
atau mengkritik kita, refleks awal yang sering terjadi adalah kita
balik memusuhinya, tanpa mempertimbangkan maksud baik yang mungkin
ada di baliknya.


Dengarkanlah teguran dari sahabat Anda baik-baik. Salomo dalam
segala kebijaksanaannya pun meletakkan persahabatan sebagai salah
satu prioritas penting. Kitab Amsal memunculkan tak kurang dari 15
ayat tentang pertemanan. Marilah kita mengingat para sahabat di
sekitar kita, yang mungkin kehadirannya kita anggap biasa-biasa saja
atau bahkan merepotkan. Perhatikan lebih baik maksud di balik sikap
mereka yang terkesan menjengkelkan tersebut, dan kita pun akan dapat
bersyukur karena Tuhan menempatkan mereka dalam hidup kita. --Olivia
Elena /Renungan Harian

TIDAK JARANG TUHAN MENGGUNAKAN TEMAN-TEMAN DALAM HIDUP KITA
UNTUK MENYATAKAN PERLINDUNGAN DAN PEMELIHARAAN-NYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Amsal+27:1-20

Amsal 27:1-20

1 Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu
apa yang akan terjadi hari itu.
2 Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang
tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.
3 Batu adalah berat dan pasirpun ada beratnya, tetapi lebih berat
dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.
4 Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan
terhadap cemburu?
5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang
tersembunyi.
6 Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan
mencium secara berlimpah-limpah.
7 Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang
lapar segala yang pahit dirasakan manis.
8 Seperti burung yang lari dari sarangnya demikianlah orang yang
lari dari kediamannya.
9 Minyak dan wangi-wangian menyukakan hati, tetapi penderitaan
merobek jiwa.
10 Jangan kautinggalkan temanmu dan teman ayahmu. Jangan datang di
rumah saudaramu pada waktu engkau malang. Lebih baik tetangga
yang dekat dari pada saudara yang jauh.
11 Anakku, hendaklah engkau bijak, sukakanlah hatiku, supaya aku
dapat menjawab orang yang mencela aku.
12 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi
orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.
13 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain, dan tahanlah
dia sebagai sandera ganti orang asing.
14 Siapa pagi-pagi sekali memberi selamat dengan suara nyaring, hal
itu akan dianggap sebagai kutuk baginya.
15 Seorang isteri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang
tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan.
16 Siapa menahannya menahan angin, dan tangan kanannya menggenggam
minyak.
17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
18 Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa
menjaga tuannya akan dihormati.
19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia
mencerminkan manusia itu.
20 Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata
manusia tak akan puas.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ester+8-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ester+8-10


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Thursday, June 12, 2014

[i-kan-humor] [e-Humor] ALKITABNYA BEDA -- 2345 Juni/2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Humor
2345, Juni 2014

Shalom,

Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini? Alkitab adalah firman Allah yang merupakan dasar hidup orang Kristen. Kisah hari ini diharapkan dapat mengingatkan kita kembali untuk rajin membaca Alkitab setiap hari demi pertumbuhan rohani yang sehat.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Yegar
< http://humor.sabda.org/ >


2345. ALKITABNYA BEDA

Seorang anak kecil mendatangi ayahnya yang sedang bersantai sepulang kerja.

Anak: Ayah, apakah isi Alkitab yang biasa dibaca ibu sama dengan Alkitab yang ayah punya?

Ayah: Ya, tentu saja sama.

Anak: Ohh, aku kira punya ibu isinya lebih menarik dibanding punya ayah.

Ayah: Kenapa kamu berpikir begitu?

Anak: Karena Alkitab ibu lebih sering dibaca dibanding punya Ayah.

[Sumber: The Last of The Good Clean Joke Books, halaman 14]

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mazmur 1:1-2) < http://alkitab.sabda.org/?mazmur+1:1-2 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 225: Siapakah raja Israel yang membunuh 120.000 orang Yehuda dalam sehari karena mereka telah meninggalkan TUHAN?

Jawaban dari pelanggan Publikasi e-Humor:
Hendrik Langelo <hendrik.xxx>: "Pekah bin Remalya" (2 Tawarikh 28:6).

Jawaban e-Humor: Pekah (2 Tawarikh 28:6)

Kami mengucapkan terima kasih banyak untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Nah, sekarang, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 226: Siapakah yang mendapat penglihatan tentang seekor singa yang mempunyai sayap burung rajawali?

Jawaban beserta nama Anda akan dicantumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal lima hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Yegar, Tika, dan Lusia
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 13 -- SIKAP DOA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 13 Juni 2014
Bacaan : Efesus 3:14-21
Setahun: Ester 4-7
Nats: Bagi Dia, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang
kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang
bekerja di dalam kita. (Efesus 3:20)

Judul:

SIKAP DOA

Pada umumnya kecenderungan orang dalam berdoa adalah memohon agar
segala keinginan atau kerinduannya dikabulkan Tuhan. Kehendak
dirinya lebih mengemuka di sini. Namun, Paulus mendorong kita
memiliki sikap doa yang berbeda, yaitu menjadikan kehendak Allah
sebagai landasannya.


Paulus berdoa agar jemaat Efesus dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh
Allah berdasarkan kekayaan kemuliaan-Nya. Inilah kebutuhan mendasar
orang beriman, yaitu kehadiran kuasa Allah di dalam hidupnya. Paulus
juga berdoa agar orang Kristen nonYahudi, sebagai bagian dari
keluarga Allah, memahami kasih Kristus yang multidimensi. Umat yang
telah mengalami kasih Kristus niscaya akan memahami kasih itu serta
mau hidup dan berakar serta berdasar di dalamnya. Tujuannya, agar
jemaat Efesus dipenuhi oleh kepenuhan Allah. Doksologi (nyanyian
pujian) pada akhir doa Paulus memperlihatkan keyakinan Paulus akan
kebesaran Allah. Dia sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada
yang kita doakan atau kita pikirkan.


Doa Paulus ini menggarisbawahi kebutuhan utama umat Tuhan. Jemaat
akan mengalami hidup yang dinamis ketika mereka menyadari kehadiran
Kristus di dalam hati mereka. Hidup mereka akan efektif karena
memiliki kualitas yang lahir dari kuasa Roh Kudus, pemahaman akan
kasih Kristus, serta dipenuhi oleh kepenuhan Allah. Inilah yang akan
menolong jemaat dalam ber doa. Mereka akan mempercayakan hidupnya
pada kuasa dan kehendak-Nya. "Bukan kehendakku, tapi kehendak-Mulah
yang jadi." --Eddy Nugroho /Renungan Harian

DOA BUKANLAH MENUNTUT KEHENDAK KITA DIKABULKAN,
MELAINKAN BERSERAH AGAR KEHENDAK-NYA TERJADI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+3:14-21

Efesus 3:14-21

14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,
15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas
bumi menerima namanya.
16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan
dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu
berakar serta berdasar di dalam kasih.
18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus
dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan
dalamnya kasih Kristus,
19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala
pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh
kepenuhan Allah.
20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada
yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa
yang bekerja di dalam kita,
21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus
turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ester+4-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ester+4-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Wednesday, June 11, 2014

BULETIN DOA - Hambatan dalam Berdoa -- Edisi Juni 2014, Vol. 06 No. 100

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

BULETIN DOA -- Hambatan dalam Berdoa
Edisi Juni 2014, Vol. 06 No. 100

Salam kasih,

Kita selalu berdoa, tetapi sering kali merasa doa-doa kita tidak dijawab. Rasanya, kita sudah menjalankan bagian kita untuk berdoa, tetapi kemudian Tuhanlah yang tidak menjalankan peran-Nya untuk mendengar dan menjawab permohonan kita. Sampai di sini, Tuhan kita jadikan kausa prima, penyebab utama, dari tidak terkabulnya doa-doa kita. Benarkah?

Tidak. Tuhan selalu mendengar doa-doa kita. Ia bahkan selalu menjawab seluruh permohonan kita, walau jawaban itu belum tentu sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Ada doa-doa yang tidak dijawab sesuai keinginan atau kebutuhan kita karena ada masalah dalam latar belakang dan tujuan doa, yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Artikel dalam publikasi e-Doa edisi 100 ini akan membahas mengenai hambatan dalam doa. Ada enam penghalang doa yang akan dibahas dalam artikel publikasi e-Doa kali ini, yang kami harap dapat menjadi masukan yang berguna bagi kehidupan doa pembaca e-Doa semua.

Sesungguhnya, Allah selalu mendengar dan peduli, dan bagian kita hanyalah untuk menjadi lebih peka pada kehendak-Nya. Karena itu, mari berdoa dan menjadi lebih peka!

Pemimpin Redaksi e-Doa,
N. Risanti
< okti(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


ARTIKEL: PENGHALANG DOA

Kita telah belajar tentang bagaimana agar doa dijawab. Kita telah melihat beberapa hal tentang doa, yaitu semua hal yang harus dilakukan untuk hasil yang tepat.

Sama seperti kue yang harus dibuat dengan urutan yang tepat, demikian juga doa harus dilakukan dengan benar untuk mengetahui dengan yakin bahwa doa-doa Anda akan dijawab.

Kita telah melihat alasan doa dan mengetahui bahwa:
1. Tujuan doa adalah persekutuan dan hubungan.
2. Doa merupakan jalan untuk menerima dari Allah.
3. Cara Kerajaan Allah diwujudkan di bumi adalah melalui doa.

Kita telah mengetahui bahwa kita harus berdoa di dalam otoritas Yesus atau dalam nama Yesus.

Kita juga telah belajar untuk tidak menyerah dalam doa atau bertekun dalam doa. Ada berbagai jenis doa, sebagaimana ada berbagai jenis olahraga, dan semua harus didoakan dan dilakukan dengan mengikuti aturan yang tepat.

Melihat ke dalam firman Allah, kita menemukan bahwa mungkin ada penundaan dalam jawaban doa dan alasan untuk penundaan itu.

Kita mengetahui bahwa doa dengan iman adalah cara untuk mendapatkan sesuatu, juga bahwa hanya orang yang menginginkan hal-hal tersebut yang dapat menaikkan doa dengan iman. Doa dengan iman harus didasarkan pada firman Tuhan dan percaya bahwa kita menerima sebelum kita melihat.

Saat ini, kita akan melihat penyebab penghalang doa.

Matius 7:7-11, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Ini pastinya merupakan serangkaian ayat Kitab Suci yang menarik bagi semua orang. Dikatakan di ayat 8, "Karena setiap orang yang meminta, menerima; dan setiap orang yang mencari, mendapat; dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." Dikatakan setiap orang, bukan hanya orang yang sempurna atau semua orang benar, tetapi kepada setiap orang yang meminta akan menerima.

Saya bisa terus berkhotbah selama berjam-jam tentang jaminan dari doa yang dijawab, tetapi kita hidup di dunia nyata, dan kita tahu bahwa ada saatnya di mana doa kadang-kadang tidak dijawab semudah itu.

Ada Beberapa Penghalang Doa

Saya akan membicarakan enam penghalang.

1. Putus Asa

Jawaban doa selalu membutuhkan waktu. Banyak yang putus asa sebelum jawaban datang. Banyak kali, doa kita tertunda mungkin karena Iblis telah menunda jawaban Anda. Sementara kita menunggu, kita kemudian menjadi berkecil hati dan menyerah.

Yesus berkata, "Jangan menyerah!" Dalam Lukas 18: 1, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Ketika kita berdoa, itu mencapai dunia roh dan Iblis siap untuk menghentikan hal yang baik untuk dapat tercapai. Allah menjawab dengan segera ketika kita berdoa, tetapi mungkin diperlukan waktu agar jawabannya terlihat sampai ke dunia.

Daniel berdoa meminta jawaban, dan dibutuhkan 21 hari sebelum ia mendapatkannya.

Daniel 10:12-13, "Lalu katanya kepadaku: 'Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.'"

Allah mendengar di hari dia berdoa, dan hanya dibutuhkan beberapa saat sebelum jawaban itu muncul. Daniel menerima jawaban di hari ia berdoa. Hanya saja itu tidak terlihat.

Kita harus "Berjalan dengan iman dan bukan dengan penglihatan". Kita berdoa untuk anak-anak kita, kerabat kita, dan tampaknya Tuhan tidak menjawab. Tetapi, Dia mendengar Anda dan menjawab di hari Anda mendoakannya, hanya saja dibutuhkan beberapa saat untuk melihat jawabannya.

Mulailah bersyukur kepada Tuhan sekarang. Jangan menyerah, jangan putus asa, jangan mengalah.

Penghalang doa yang terbesar adalah orang-orang yang putus asa.

2. Serangan Iblis, Tidak Memahami Peperangan

Dua Korintus 2:11, "Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya."

Kita menjalani hidup yang diberkati dan kudus, tetapi Iblis tidak ingin Anda memiliki hidup yang berkelimpahan, yang diberikan oleh Yesus kepada kita.

Itulah sebabnya, Paulus mengatakan kepada kita tentang Perlengkapan Senjata Allah dan memulainya dengan mengatakan Tipu Muslihat Iblis. Efesus 6:11, "Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis." Dia melanjutkan dengan berkata, "Berdoalah."

Yakobus 4:7, "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" Kita tidak perlu melihat setan di bawah setiap semak, tetapi kita tidak boleh tidak menyadari bahwa Iblis adalah penipu dan jika kita tidak menyadari muslihatnya, kita akan dimanfaatkan. Kita memiliki kemenangan atas Setan dan kita memiliki kekuatan untuk mengikat dan melepaskan ketika doa terhalang.

3. Tidak Mengampuni

Markus 11:24-25, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Tidak mengampuni dalam hati Anda akan menghalangi doa-doa Anda. Tidak mengampuni menawan Anda. Bebaskan, lepaskan. Anda juga pernah melakukan hal-hal buruk.

Mungkin, Anda tidak menyadari bahwa Anda memendam "tidak mau mengampuni" di dalam hati Anda. Itulah sebabnya, terkadang kita berpuasa dan berdoa. Jawaban-jawaban lambat atau mungkin tidak datang, itulah alasan untuk berdoa dan berpuasa.

Puasa menghasilkan fokus pada Allah dan mematikan keadaan-keadaan. Puasa mendisiplin kedagingan Anda untuk fokus pada Allah. Itulah saatnya Dia bisa berbicara kepada Anda dan menunjukkan kepada Anda di mana Anda berada bersama-Nya. Jika Anda memendam hal-hal di dalam hati, Anda menyakiti diri sendiri.

Jangan biarkan orang lain menghentikan doa Anda untuk dijawab. Lepaskan, bebaskan. Hal itu menghentikan doa-doa Anda.

4. Keraguan

Yakobus 1:5-7, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."

Di sinilah, banyak yang kehilangan jawaban atas doa-doa mereka.

Saya berdoa dan 5 menit kemudian, saya mendengar di kepala saya, "Anda tidak pantas mendapatkannya", dan saya cenderung setuju dengan suara itu jika saya tidak hati-hati. Itulah sebabnya, kita harus terus berdoa agar kita bisa tetap fokus dan tidak bimbang dengan apa yang kita doakan.

Saya bisa yakin bahwa Allah itu baik, Dia mengasihi saya, Dia selalu bersama saya, Dia baik dan menginginkan hal-hal yang baik bagi saya. Itu sebabnya, saya tahu bahwa Allah menginginkannya bagi saya. Saya mengusir pikiran saya yang bodoh dan berpikir menurut firman Allah.

Itulah sebabnya, kita perlu mengatakan sesuai dengan apa yang saya doakan. Saya harus berhati-hati untuk tidak membunuh doa saya dengan mulut saya.

5. Motif Egois

Yakobus 4:1-3, "Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu."

Ini adalah ayat yang memberi tahu kita bahwa kita ingin memiliki hal-hal, tetapi kita tidak mau mendapatkannya sesuai dengan cara Tuhan.

Kita mungkin menginginkan pekerjaan orang lain, uang orang lain, hubungan orang lain dengan Allah, atau hal-hal lainnya. Kita tidak membunuh orang secara fisik, tetapi kita membunuh reputasi. Alkitab menyatakan bahwa kita tidak boleh berpikir untuk berdoa tentang hal itu.

Tidak ada formula gaib untuk doa.

Ketika kita berpikir untuk berdoa, motif kita tidak murni. Allah akan memberkati Anda untuk menjadi berkat. Kedagingan kita ingin mendapatkan hal-hal dan membuat kita merasa nyaman. Tuhan ingin memberkati Anda, tetapi Tuhan ingin agar motif Anda murni.

Ujian yang baik adalah apakah Anda memiliki hal, atau hal-hal yang memiliki Anda.

Dapatkah Anda memberikan apa pun yang Anda miliki sekarang jika Allah meminta Anda untuk melakukannya? Abraham diminta untuk menyerahkan anak yang dijanjikan dan ia bersedia melakukannya. Itulah sebabnya, mengapa Abraham sangat diberkati dalam setiap bidang kehidupan.

Tuhan dapat membenarkan motif Anda.

6. Perselisihan

Satu Petrus 3:7-10, "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 'Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu."

Ribut dan berkelahi akan menghentikan doa Anda dijawab. Ribut dan berkelahi dengan pasangan Anda akan menghalangi doa-doa Anda. Berbicara dengan tidak sopan kepada pasangan Anda juga akan menyebabkan masalah dalam menerima jawaban doa.

Yakobus 3:16, "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." Di mana hal semacam itu ada, akan terjadi kekacauan dan semua jenis perbuatan jahat. Tidak heran ada begitu banyak gereja yang hanya menjadikan doa sebagai sebuah formalitas.

Ada terlalu banyak orang yang ribut, berkelahi, dan mencari kesalahan orang lain, dan itu akan menyebabkan kekacauan. Di mana ada kekacauan, di situ tidak ada Allah. (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dan sunting dari:
Nama situs: Sermon Central
Alamat URL: http://www.sermoncentral.com/sermons/hindrances-to-prayer-charles-cockroft-sermon-on-prayer-adoration-117739.asp?Page=1
Judul asli artikel: Charles Cockroft
Penulis artikel: Hindrances to Prayer
Tanggal akses: 30 Oktober 2013


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: N. Risanti dan Amidya
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-doa/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 12 -- CACAT

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 12 Juni 2014
Bacaan : 2 Samuel 14:25-30
Setahun: Ester 1-3
Nats: Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji
kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung
kepalanya tidak ada cacat padanya. (2 Samuel 14:25)

Judul:

CACAT

Hirotada Ototake, pemuda Jepang yang lahir tanpa kaki dan tangan.
Berbudi luhur. Bertekad baja. Dengan perjuangan keras, ia mampu
hidup mandiri di atas kursi rodanya. Ia bekerja sebagai guru Sekolah
Dasar yang kreatif dan disukai para murid. Kehidupannya diangkat ke
dalam novel dan film. Salah satu prinsip hidupnya, "Kecacatan itu
lumrah, seperti suatu kekurangan; semua orang memilikinya, hanya
yang satu terlihat lebih mencolok daripada yang lain."


Alkitab mencatat seorang pemuda yang secara jasmani tampak begitu
sempurna. Itulah Absalom, salah seorang putra raja Daud. Bila
ditakar penampilannya secara fisik, tak ada kekurangan padanya.
Tetapi, kitab Samuel mengisahkan karakternya yang buruk dan
kehidupannya yang tragis. Membunuh saudaranya. Pandai memanipulasi
orang. Mengkhianati ayahnya. Melaksanakan kudeta yang gagal. Mati
dalam kondisi leher tersangkut di dahan pohon lalu dadanya tertikam
tiga bilah lembing. Ia punya kecacatan karakter yang serius. Hanya
masalahnya: tak terlihat.


Kita dapat melihat banyak orang yang menderita cacat tubuh, kondisi
jasmani mereka sudah tidak dapat diperbaiki, namun berprestasi
menonjol dan berbudi luhur, mungkin malah lebih unggul dari "orang
normal". Orang seperti itu tentu patut kita dukung. Sebaliknya, kita
perlu waspada terhadap "cacat rohani". Syukurlah, cacat ini dapat
diperbaiki-dengan beriman pada Kristus dan menyambut penebusan-Nya.
Maukah kita merendahkan diri untuk memperoleh pemulihan-Nya? --Pipi
A /Renungan Harian

KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI GARAM DENGAN HIDUP BERSAMA MASYARAKAT
UNTUK MENUNJUKKAN KESAKSIAN YANG BAIK.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+14:25-30

2 Samuel 14:25-30

25 Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji
kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung
kepalanya tidak ada cacat padanya.
26 Apabila ia mencukur rambutnya--pada akhir tiap-tiap tahun ia
mencukurnya karena menjadi terlalu berat baginya--maka
ditimbangnya rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya, menurut
batu timbangan raja.
27 Bagi Absalom lahir tiga orang anak laki-laki dan seorang anak
perempuan, yang bernama Tamar. Ia seorang perempuan yang cantik.
28 Setelah Absalom diam di Yerusalem genap dua tahun lamanya,
dengan tidak datang ke hadapan raja,
29 maka Absalom menyuruh memanggil Yoab untuk diutus kepada raja.
Tetapi ia tidak mau datang kepadanya. Kemudian disuruhnya
memanggil dia lagi, untuk kedua kalinya, tetapi ia tidak mau
datang.
30 Lalu berkatalah ia kepada hamba-hambanya: "Lihat, ladang Yoab
ada di sisi ladangku dan di sana ada jelainya. Pergilah,
bakarlah itu." Maka hamba-hamba Absalom membakar ladang itu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ester+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ester+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tuesday, June 10, 2014

[i-kan-binaanak] [e-BinaAnak] Aku dan Keluargaku (I) -- Edisi 679/Juni 2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-BinaAnak -- Aku dan Keluargaku (I)
679/Juni/I/2014

Salam kasih Kristus,

Keluarga menjadi bagian penting dalam hidup kita. Melalui keluarga, kita bertumbuh dalam pengenalan akan anggota keluarga dan Kristus. Dalam hal ini, kebersamaan dalam keluarga menjadi hal penting yang harus terus diperjuangkan. Jangan sampai karena kesibukan atau rutinitas lainnya, kita tidak mempunyai waktu untuk keluarga. Meskipun kebersamaan antaranggota keluarga penting, hubungan keluarga dengan Kristus haruslah menjadi prioritas utama dalam keluarga. Kristus harus menjadi pusat dalam keluarga supaya keluarga dapat menjadi cermin kasih Kristus dan memberkati keluarga yang lainnya.

Selama bulan Juni ini, e-BinaAnak akan mengajak para pelayan anak dan orang tua untuk menyadari betapa pentingnya keluarga, baik dalam pertumbuhan rohani maupun kedekatan antaranggota keluarga. Selamat membaca sajian e-BinaAnak edisi pertama bulan ini, kiranya ini menjadi berkat bagi Anda semua. Tuhan memberkati.

Staf Redaksi e-BinaAnak,
Santi T.
< http://pepak.sabda.org/>


Kebersamaan dalam keluarga adalah harta berharga yang tidak bisa diganti dengan kesenangan barang-barang termahal di dunia ini. (Tilestian)


ARTIKEL: AKU DAN KELUARGAKU

Ada dua macam keluarga yang dimiliki orang Kristen. Pertama, keluarga secara fisik dan yang kedua, keluarga secara rohani. Kali ini, kita akan membahas beberapa hal tentang pengertian keluarga.

Keluarga Secara Fisik

Kalau kita menyebut keluarga, biasanya yang dimaksud adalah keluarga secara fisik, yaitu papa, mama, kakak, adik, dan kita sendiri. Dan, biasanya kita tinggal bersama dengan mereka.

Di dalam Alkitab, banyak kisah tentang keluarga. Bisakah kamu menyebutkan contohnya? Kejadian apa yang terjadi dalam keluarga itu yang paling kamu ingat? Mari kita lihat beberapa contohnya.

Keluarga Adam

Keluarga Adam adalah keluarga pertama yang ada di bumi ini. Tentu saja karena kita tahu Adam adalah manusia pertama yang Allah ciptakan. Apa yang terjadi dalam keluarga ini? Kain, putra pertama Adam, benci pada adiknya, Habel. Begitu bencinya, sampai Kain membunuh adiknya itu (Kejadian 4:8). Wah, di dalam keluarga pertama saja sudah terjadi pembunuhan. Ini sungguh menakutkan.

Keluarga Ishak

Ishak dan Ribka memiliki anak laki-laki kembar, yaitu Esau dan Yakub. Ishak lebih sayang kepada Esau, sedangkan Ribka lebih sayang kepada Yakub (Kejadian 25:28). Rupanya, orang tua yang pilih kasih sudah terjadi sejak dahulu kala. Apa yang terjadi dalam keluarga ini? Yakub menipu kakaknya. Dia juga bersekongkol dengan ibunya untuk menipu ayahnya (Kejadian 27:35-36).

Keluarga Yakub

Yakub (nama lainnya Israel) memiliki 12 anak laki-laki. Tetapi, Yakub lebih menyayangi Yusuf dibandingkan yang lain (Kejadian 37:3). Sama seperti ayahnya, Yakub ternyata juga pilih kasih.

Apa akibatnya? Alkitab mencatat, Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya. Mereka tidak mau bersikap ramah kepada Yusuf (Kejadian 37:4). Tampaknya, mereka suka berbuat kasar kepadanya. Dibenci oleh kakak-kakak sendiri tentu sangat tidak menyenangkan.

Mengapa ditulis?

Mengapa Alkitab mencatat kisah-kisah seperti itu? Supaya kita bisa mengerti akibat yang ditimbulkan dosa: membenci, membunuh, pilih kasih, menipu (bahkan bersekongkol), iri hati, kasar, dan lain-lain.

Alkitab menulis apa adanya. Alkitab tidak dibuat-buat dan tidak memberi laporan palsu. Akan tetapi, Alkitab juga menuliskan bahwa dosa-dosa seperti itu dibenci oleh Allah. Allah tahu kelemahan manusia. Ia mengasihi manusia, tetapi membenci dosa mereka.

Allah mengasihi manusia pada waktu masih berdosa, tetapi Ia tidak mau manusia terus-menerus berbuat dosa. Dosa memecah belah. Dosa membuat keluarga saling membenci, iri hati, bersikap kasar satu dengan yang lain. Allah ingin kita membuang dosa dan saling mengasihi sebagai saudara.

Di Perjanjian Baru, kata "saudara" sering disebut. Kata "saudara" ini sebenarnya lebih diartikan sebagai sesama saudara di dalam keluarga Allah.

Keluarga Rohani

Keluarga rohani adalah keluarga yang terdiri dari orang-orang yang sama-sama mengasihi Tuhan Yesus. Alkitab menyebutnya keluarga Allah (Efesus 2:19b).

Mereka mengasihi Tuhan Yesus, Juru Selamat mereka, dengan cara taat pada perintah-perintah-Nya. Keluarga Allah bersifat kekal. Kekal karena setiap anggota sudah menerima hidup kekal dari Tuhan Yesus.

Kalau papa, mama, kakak, adik, dan kamu sendiri mengasihi Tuhan Yesus, selain berkeluarga secara fisik, kalian juga menjadi bagian dari keluarga Allah.

Semua Orang Kristen Bersaudara

Keluarga Allah adalah keluarga yang benar-benar besar. Mengapa? Karena, keluarga ini meliputi seluruh dunia. Ya, seluruh dunia, bukan hanya di gerejamu atau di kota tempat kamu tinggal. Mari kita perjelas. Semua orang Kristen yang mengasihi Tuhan Yesus adalah bersaudara, di mana pun mereka berada, di Jakarta, di Medan, di Indonesia, ataupun di Afrika.

Kita mungkin tidak kenal dengan orang Kristen di Afrika, tetapi di dalam Tuhan, kita sudah diikat menjadi keluarga. Apakah ini terdengar ganjil bagimu? Akan tetapi, ini benar. Jadi, kakakmu yang Kristen, tetanggamu yang Kristen, orang yang tidak kamu kenal tetapi Kristen, semua bersaudara di dalam Tuhan dan menjadi keluarga Allah. Dan, kita harus saling mengasihi satu dengan yang lain.

Manusia Baru

Di dalam Tuhan Yesus, kita menjadi manusia baru. Tuhan Yesus membuat kita menjadi baru. Allah juga memberikan kepada kita hati dan pikiran yang baru. Karena itu, Allah ingin kita menjalani hidup menurut cara-Nya.

Efesus 4:17-32 membimbing kita agar melakukan yang benar dan menghindari yang salah. Inilah antara lain yang harus kita lakukan:

- mengatakan hal-hal yang benar, bukan dusta,
- kalau marah tidak boleh berlarut-larut, kemarahan harus secepatnya dimatikan,
- rajin bekerja, dan tidak boleh mencuri,
- tidak mengatakan hal-hal kotor dan jorok -- tidak memfitnah, dan
- harus ramah, menunjukkan kasih mesra dan saling mengampuni.

Kita memang tidak sempurna, tetapi ada hal-hal yang Allah tuntut dari kita. Dan, karena Dia sudah menjadikan kita baru, Roh Kudus akan selalu menolong kita bila kita benar-benar ingin taat kepada-Nya.

Keluarga kita adalah keluarga secara fisik dan keluarga rohani. Kita harus menerima anggota keluarga lainnya dengan ikhlas karena kita juga ingin diterima oleh keluarga kita.

Diambil dan disunting dari:
Nama majalah: Kita (Kristus Ialah Tuhan Anak-Anak), Tahun XXI
Judul asli artikel: Aku dan Keluargaku
Penulis: Selma K.
Penerbit: Lembaga Reformed Injili Indonesia
Halaman: 5 -- 6


BAHAN MENGAJAR: AYAH, IBU, AJARI AKU FIRMAN TUHAN
Ditulis oleh: Santi T.

Alat dan bahan:
1. Alkitab: satu Alkitab untuk 2 orang.
2. Kertas kosong: satu kelompok mendapat 1 kertas kosong.
3. Bolpoin warna hitam, merah, atau warna lainnya. Masing-masing kelompok mendapatkan 1 buah bolpoin.

Tujuan aktivitas:
1. Keluarga dapat belajar bersama tentang firman Tuhan.
2. Setiap anggota keluarga bisa menentukan poin penting firman Tuhan.
3. Menumbuhkan rasa cinta keluarga pada firman Tuhan.
4. Menjalin kebersamaan dengan anggota keluarga.

Cara bermain:
1. Bagilah kelompok sesuai dengan jumlah anggota. Satu kelompok terdiri dari 2 orang. Misalnya: ayah dengan ibu, kakak dengan adik. Atau, ayah dengan adik, ibu dengan kakak.
2. Berilah masing-masing kelompok sebuah Alkitab, selembar kertas kosong, dan bolpoin.
3. Setiap kelompok harus menentukan nama kelompoknya berdasarkan nama tokoh di Alkitab, misalnya: Petrus, Yohanes, Zakheus, dll..
4. Masing-masing kelompok harus bersuten (suit) untuk menentukan kelompok yang akan bermain dahulu.
5. Kelompok yang menang bersuten (sebut saja kelompok I) membuka Alkitab (sesuai keinginan kelompok) dan mengambil 1 kata kunci dalam ayat yang mereka pilih.
Misalnya: Yohanes 15:1, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya."
Kata kunci yang dipilih: Pokok anggur.
6. Kelompok I membuat gambar pokok anggur. Setelah itu, perlihatkan gambar itu kepada kelompok II dan seterusnya, dengan memberitahukan alamat ayat Alkitab yang sudah dipilih.
7. Kelompok lain harus menebak gambar apa tersebut dan apa maksudnya.
8. Diskusikan kata kunci yang telah dipilih tadi sesuai dengan konteks yang ada dalam Alkitab.
9. Lakukan aktivitas ini secara bergilir sehingga semua kelompok mendapat kesempatan untuk memilih ayat dan menggambarkan kata kunci ayat tersebut, lalu diskusikan bersama.

Selamat mencoba!


SUA PELAYAN ANAK: MENINGKATKAN KEBERSAMAAN DALAM KELUARGA

e-BinaAnak: Bagaimana cara meningkatkan kebersamaan dalam keluarga? Mari kita berbagi ... (29 Januari 2014)

Ningrum Setiawati: Dengan menjadikan & mengadakan doa bersama dan menggunakan rumah menjadi mezbah doa dalam keluarga untuk menopang dan mendukung dalam doa.

e-BinaAnak: @Ningrum Setiawati: Salah satu hal terpenting yang harus dilakukan di keluarga adalah berdoa bersama. Dengan berdoa bersama, kesatuan hati dan kebersamaan akan bisa dibina dengan baik. Kita percaya bahwa menomorsatukan Tuhan dalam keluarga akan menjadikan keluarga itu selalu diberkati Tuhan. :)

Labuhan Sitorus: Mulai lagi membudayakan sarapan dan makan bersama dan nonton bersama.

e-BinaAnak: @Labuhan Sitorus: Benar, Pak. Membudayakan kebiasaan yang baik dalam keluarga bisa membuat keluarga semakin dekat dan akrab. Selain sarapan dan nonton bersama, bisa juga berdoa bersama dan saling berbagi cerita dengan anak-anak.

Tere Boru Sirait: Sering berkumpul bersama, saling berbagi cerita aktivitas yang dilewati, melakukan kegiatan bersama, seperti masak, bersih2, ibadah, dll..

e-BinaAnak: @Tere Boru Sirait: Ya, melakukan aktivitas bersama anggota keluarga bisa menjadi cara mendekatkan relasi antaranggota keluarga. Selain itu, kegiatan bersama juga bisa menumbuhkan rasa peduli dan tolong-menolong dalam keluarga.

Shmily Tilestian: Menyediakan waktu untuk berkumpul bersama di rumah dan melakukan aktivitas bersama: berdoa, makan, bepergian/piknik, dan berbagi cerita.

e-BinaAnak: Saat ini, banyak sekali rutinitas yang secara tidak langsung mengurangi kuantitas anggota keluarga untuk bisa berkumpul bersama. Jadi, menyediakan waktu untuk keluarga menjadi hal berharga yang harus terus diperjuangkan agar orang tua bisa tetap dekat dengan anak, begitu juga sebaliknya.

Sumber: https://www.facebook.com/sabdabinaanak/posts/10151899007566629


STOP PRESS: SITUS SEJARAH ALKITAB INDONESIA

Tahukah Anda bahwa hingga saat ini sudah ada paling sedikit 22 Alkitab yang pernah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Melayu-Indonesia? Tahukah pihak-pihak yang telah menerjemahkan Alkitab yang selama ini kita miliki? Bagaimana kisah-kisah di balik penerjemahan Alkitab?

Situs Sejarah Alkitab Indonesia < http://sejarah.sabda.org/ > hadir untuk memberikan Anda informasi paling lengkap tentang seluk-beluk penerjemahan Akitab di Indonesia, mulai dari sejarah, bagan data, dan berbagai artikel menarik yang perlu untuk diketahui.

Segeralah berkunjung ke situs Sejarah Alkitab Indonesia < http://sejarah.sabda.org/ > dan perkaya pengetahuan dan wawasan Anda tentang Alkitab Anda selama ini!


Kontak: binaanak(at)sabda.org
Redaksi: Davida, Santi T., dan Elly
Berlangganan: subscribe-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 11 -- MENGGARAMI LAUT

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 11 Juni 2014
Bacaan : Lukas 5:27-32
Setahun: Nehemia 13
Nats: Lalu jawab Yesus kepada mereka, "Bukan orang sehat yang
memerlukan tabib, tetapi orang sakit." (Lukas 5:31)

Judul:

MENGGARAMI LAUT

Lewi adalah seorang Yahudi yang diangkat pemerintah Roma sebagai
pemungut cukai. Untuk menjadi pemungut cukai, ia harus menyetor
sejumlah uang kepada pemerintah Roma. Ia kemudian memungut pajak
dari penduduk maupun pedagang yang lewat di kota kekuasaannya. Dari
situ mereka memperoleh komisi. Posisi ini membuat mereka sangat
dibenci kaum sebangsa mereka. Selain dianggap suka menipu, mereka
juga dipandang sebagai kaki tangan penjajah.


Situasi inilah yang memicu kemarahan orang Farisi ketika menyaksikan
Yesus duduk makan dan berada di rumah pemungut cukai bersama Lewi
serta sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain. Orang
Farisi menganggap perbuatan Yesus yang bergaul dengan para pemungut
cukai itu sebagai tindakan yang tidak pantas. Mereka lebih
memperhatikan citra mereka sebagai orang suci daripada kepedulian
terhadap sesama, kritikan daripada dorongan, kehormatan dari luar
daripada bantuan praktis. Kecaman mereka pun ditanggapi enteng oleh
Yesus dengan perkataan, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,
tetapi orang sakit" (ay. 31).


"Menggarami laut" menggambarkan sesuatu yang sia-sia dan tidak
berguna. Kita, sebagai garam dunia, bukankah seharusnya berada di
tempat yang tepat agar hidup kita dapat memberikan dampak yang baik?
Jika kita terus berkutat nyaman dalam gereja dan enggan hidup
bersama masyarakat di luar gereja, adakah gunanya? Saatnya kita
meneladani hidup Yesus: ada waktu untuk keluar dari gereja dan
menjadi kesaksian bagi sesama. --Samuel Yudi Susanto /Renungan
Harian

KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI GARAM DENGAN HIDUP BERSAMA MASYARAKAT
UNTUK MENUNJUKKAN KESAKSIAN YANG BAIK.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+5:27-32

Lukas 5:27-32

27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang
pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai.
Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu
mengikut Dia.
29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya
dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut
makan bersama-sama dengan Dia.
30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada
murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum
bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat
yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang
berdosa, supaya mereka bertobat."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Nehemia+13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+13


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Monday, June 9, 2014

[e-Konsel] Pelayanan kepada Ibu Rumah Tangga -- Edisi 361/Juni 2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Konsel -- Pelayanan kepada Ibu Rumah Tangga
Edisi 361/Juni 2014

Salam konseling,

Setiap orang memerlukan penguatan, dukungan, dan bimbingan, tidak terkecuali para ibu rumah tangga. Mereka yang sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk merawat dan mengurus rumah tangga tentu sering mengalami kepenatan dan kejenuhan. Mungkin, sebagian dari kita pernah didatangi oleh ibu-ibu rumah tangga yang menceritakan keluh kesahnya mengurus rumah dan mengasuh anak-anak. Barangkali, ada juga ibu-ibu yang mengeluhkan betapa beratnya menjadi ibu rumah tangga kepada Anda. Apa yang harus kita sampaikan kepada ibu-ibu rumah tangga yang frustrasi dan penat dengan kehidupan mengurus rumah tangga? Dukungan apa yang seharusnya kita berikan kepada mereka? Tentu saja kita bisa memberikan penguatan, perhatian, dan pujian kepada mereka. Kita dapat memberi semangat kepada mereka bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah kehormatan yang dianugerahkan oleh Tuhan. Untuk melengkapi keterampilan Anda dalam menolong para ibu rumah tangga yang Anda layani, kami menghadirkan tip tentang pelayanan untuk ibu rumah tangga dan pembahasan mengenai apa kata Alkitab mengenai ibu Kristen, yang kami sajikan dalam kolom Tanya Jawab. Kami berharap apa yang kami siapkan ini semakin membekali kita semua untuk menjadi berkat bagi sesama.

Pemimpin Redaksi e-Konsel,
S. Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://c3i.sabda.org/ >


TIP: MENGUATKAN HATI IBU RUMAH TANGGA
Ditulis oleh: S. Setyawati

Di tengah masyarakat yang semakin maju dan memiliki kesempatan yang semakin besar untuk mengembangkan diri, tidak mengherankan bila semakin banyak wanita yang tetap bekerja setelah menikah. Di sisi lain, kita tetap dapat menemukan banyak wanita yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan kariernya.

Ibu yang berkarier ataupun ibu rumah tangga, keduanya menghadapi persoalan-persoalan, baik dengan dirinya sendiri maupun dengan suami atau anak-anaknya. Namun, bagi beberapa orang, menjadi ibu rumah tangga merupakan pilihan yang "berat". Pasalnya, dengan fokus menjadi ibu rumah tangga, bisa jadi seorang wanita mengesampingkan mimpi dan hasratnya demi berkarier atau mengejar cita-citanya. Dengan menjadi ibu rumah tangga, seorang ibu harus fokus dan berkomitmen untuk mendedikasikan hidupnya pada urusan-urusan rumah tangga, mulai yang terkecil sampai yang terbesar.

Sama seperti seorang wanita karier dalam pekerjaannya, seorang ibu rumah tangga juga bisa mengalami kejenuhan atau kepenatan dengan rutinitasnya di rumah. Tidak jarang, mereka menjadi uring-uringan dan merasa putus asa. Namun, di tengah segala tantangan dan kesulitan sebagai ibu rumah tangga, wanita yang sudah berkomitmen untuk fokus mengurus rumah tanggannya sepenuh waktu, memiliki alasan kuat untuk bisa menikmati perannya itu dan menganggap sudah sepantasnya ia melayani keluarga sebaik yang dapat ia berikan. Untuk menolong para ibu rumah tangga, baik yang masih bergumul dengan kepenatan yang dirasakan maupun ibu rumah tangga yang menikmati perannya, tip-tip di bawah ini kiranya dapat menolong Anda untuk menguatkan mereka.

1. Menjadi ibu rumah tangga merupakan pelayanan yang terhormat. Yakinkan ibu-ibu rumah tangga bahwa melayani sebagai istri dan ibu rumah tangga merupakan pelayanan mulia. Pengabdian diri seorang istri dalam melayani suami dan mengasuh anak-anak merupakan suatu tindakan yang sesuai dengan firman Tuhan (Amsal 31:10-29; Titus 2:4-5; 1 Timotius 5:14; Efesus 5:22, 24; dan Kolose 3:18). Dengan melayani anggota keluarga, ibu rumah tangga dapat menjadi teladan kasih Kristus yang nyata. Dukunglah para ibu rumah tangga untuk terus meningkatkan kemampuan dalam membesarkan dan mengasuh anak, menolong suami, serta mengerjakan tugas-tugas lain di rumah.

2. Miliki komunitas Kristen yang sehat. Seorang ibu rumah tangga dapat mengalami kepenatan dan kejenuhan dalam menjalankan perannya karena banyak faktor. Dengan memiliki komunitas Kristen yang sehat, ia dapat berbagi cerita dan mendapatkan penguatan atau pelajaran dari ibu-ibu Kristen yang lain. Firman Tuhan juga mendorong kita untuk saling memperhatikan, mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik, serta mencari nasihat dari orang lain (Ibrani 10:24; bdg. Amsal 12:15). Untuk itu, doronglah ibu-ibu rumah tangga untuk bergabung dengan Komisi Wanita di gereja atau persekutuan.

3. Allah adalah kunci utama untuk mendapatkan kelegaan. Untuk menolong para ibu rumah tangga yang jenuh dengan kehidupan dan tugas-tugas rutin di rumah, doronglah mereka untuk datang kepada Tuhan Allah sehingga mereka mendapatkan kelegaan (Matius 11:28). Dengan membangun hubungan yang intim dengan Allah, niscaya setiap kepenatan dan kejenuhan dalam mengurus rumah akan digantikan dengan hati yang terus bersyukur dan bersukacita untuk melayani Tuhan di tengah-tengah rumah tangga. Selain itu, dengan mengikuti aturan main Allah, ibu rumah tangga dapat menghasilkan lebih banyak berkat bagi keluarga dan orang lain.

4. Bersantai dan berlibur itu perlu. Berikan usulan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menikmati hari bersama keluarga dengan berekreasi ke taman atau tempat wisata. Mengalokasikan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga sangat perlu untuk mengurangi kepenatan ibu rumah tangga. Setelah itu, semoga mereka dapat bersemangat kembali melayani Tuhan di tengah keluarga.

Setiap pergumulan yang dialami ibu rumah tangga tentu berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu, sebagai konselor, kita pun harus meneliti lebih dalam apa yang menjadi dasar kebutuhan ibu rumah tangga. Cobalah menolong mereka agar mereka tetap berperan sebagai ibu rumah tangga yang penuh sukacita dan memiliki pengabdian diri yang tulus.

Sumber bacaan:
1. Tim Penulis Eunike. 2006. "How to Enjoy Your Parenting Time". Edisi Pertama. Yogyakarta: Gloria Graffa. Hlm. 38 -- 40
2. __________. "3 Ways to Parent the Way God Has Called Us to Parent". Dalam http://www.thechristianhousewife.com/2012/05/3-ways-to-parent-the-way-god-has-called-us-to-parent/
3. __________. "Role of the Wife in the Bible". Dalam http://www.bible.ca/marriage/wives.htm


TANYA JAWAB: APA KATA ALKITAB MENGENAI IBU KRISTEN?

Tanya:
Apa kata Alkitab mengenai ibu Kristen?

Jawab:
Menjadi ibu adalah peranan yang sangat penting yang Tuhan berikan kepada banyak perempuan. Dalam Titus 2:4-5 tertulis, "Dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang." Para ibu diminta untuk mencintai anak-anak mereka. Dalam Yesaya 49:15a, Alkitab menulis, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?" Kapankah fungsi keibuan dimulai?

Anak adalah hadiah dari Tuhan (Mazmur 127:3-5). Dalam Titus 2:4 muncul kata bahasa Yunani "phileoteknos". Kata ini mewakili jenis khusus dari "kasih ibu". Ide yang mengalir keluar dari kata ini adalah lebih menyukai anak-anak kita, memperhatikan mereka, membesarkan mereka, memeluk mereka dengan kasih sayang, mencukupi kebutuhan mereka, dan berteman dengan lemah lembut. Setiap anak adalah pribadi yang unik, yang berasal dari tangan Tuhan. Melalui Alkitab, kita diperintahkan untuk melihat "kasih ibu" sebagai tanggung jawab kita. Baik para ibu maupun para ayah diperintahkan firman Tuhan untuk melakukan beberapa hal:
- Selalu ada, baik pagi, siang, maupun malam (Ulangan 6:6-7).
- Berinteraksi, berdiskusi, memikirkan, dan memproses kehidupan bersama-sama (Efesus 6:4).
- Mengajarkan Alkitab dan pandangan dunia yang alkitabiah (Mazmur 78:5-6; Ulangan 4:10; Efesus 6:4).
- Mendidik dan menolong anak mengembangkan keterampilan dan menemukan kekuatannya (Amsal 22:6).
- Mendisiplin dan mengajarkan anak untuk takut akan Tuhan, menentukan batas secara konsisten, penuh kasih, dan ketegasan (Efesus 6:4; Ibrani 12:5-11; Amsal 13:24, 19:18, 22:15, 23:13-14, 29:15-17)
- Membesarkan dan menyediakan lingkungan di mana terdapat dukungan secara lisan yang konstan, penguatan, penerimaan, kemesraan, dan kasih yang tanpa syarat (Titus 2:4; 2 Timotius 1:7; Efesus 4:29-32, 5:1-2; Galatia 5:22; 1 Petrus 3:8-9).
- Memberi teladan dengan integritas, hidup sesuai dengan apa yang diajarkan, menjadi teladan yang dapat dipelajari oleh anak dengan "menangkap" esensi dari kehidupan yang saleh (Ulangan 4:9, 15, 23; Amsal 10:9, 11:3; Mazmur 37:18, 37)

Alkitab tidak pernah memerintahkan setiap perempuan untuk menjadi ibu. Namun demikian, Alkitab mengatakan bahwa mereka yang diberkati Tuhan untuk menjadi ibu harus menerima tanggung jawab itu dengan serius. Para ibu memiliki peranan yang unik dan krusial dalam hidup anak-anak mereka. Menjadi ibu bukanlah tugas atau pekerjaan yang tidak menyenangkan. Sebagaimana ibu mengandung dan memberi makan serta memperhatikan anak pada masa bayi, para ibu memiliki peranan yang berkelanjutan dalam hidup anak-anak mereka, yang terus berkembang menjadi remaja, pemuda, dan bahkan dewasa. Sekalipun peranan ibu harus berubah dan berkembang, kasih, perhatian, perawatan, dan dorongan yang diberikan seorang ibu tidak pernah akan berakhir.

Diambil dan disunting dari:
Nama situs: Got.Question
Alamat URL: http://www.gotquestions.org/Indonesia/ibu-Kristen.html
Judul asli artikel: Apa kata Alkitab mengenai ibu Kristen?
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 5 September 2013


STOP PRESS: DAPATKAN PUBLIKASI 40 HARI DOA, "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"!

Sebagai orang percaya, kita tentu rindu melihat semakin banyak orang mengenal Injil dan beroleh jalan kepada Kristus dalam kehidupan mereka. Doa merupakan salah satu upaya yang dapat kita lakukan agar kuasa Tuhan bekerja demi tujuan tersebut. Untuk itu, kami mengajak Anda bersatu hati dalam doa bagi saudara-saudara kita, khususnya bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah puasa bulan Juni-Juli mendatang.

Anda rindu untuk mengambil bagian berdoa bagi bangsa-bangsa? Silakan kirimkan e-mail ke:
==> < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org > dan kami akan mengirimkan pokok-pokok doa dalam versi e-mail untuk Anda.

Silakan ajak teman-teman Anda juga untuk bergabung dengan kita. Anda cukup mengirimkan alamat e-mail mereka ke Redaksi e-Doa di: < doa(at)sabda.org >

Mari kita berpuasa dan berdoa bersama-sama untuk Indonesia agar semakin banyak orang mendapat jamahan dari Tuhan, dan Indonesia penuh kemuliaan-Nya. Mari kita menjadi pendoa-pendoa yang mengasihi bangsa-bangsa, khususnya bangsa Indonesia.


Kontak: konsel(at)sabda.org
Redaksi: S. Setyawati, Santi T., dan Adiana
Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-konsel/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 10 -- TAK TERHAMBAT KETERBATASAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 10 Juni 2014
Bacaan : Lukas 21:1-4
Setahun: Nehemia 11-12
Nats: Mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi
janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang
dimilikinya. (Lukas 21:4)

Judul:

TAK TERHAMBAT KETERBATASAN

Dalam liputan sebuah stasiun televisi, ditampilkan kehidupan
keluarga pasangan difabel yang tinggal di Pati, Jawa Tengah.
Meskipun mengalami keterbatasan secara fisik, mereka tidak
memanfaatkan hal itu untuk meminta belas kasih orang lain dengan
mengemis. Keduanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga
dan pendidikan dua anak mereka. Bukan hanya itu, mereka mengangkat
dua anak asuh.


Berbagi mungkin bukan masalah besar bagi yang berkelimpahan. Tetapi,
bagaimana jika pemberian itu bersumber dari keterbatasan? Bukankah
nilainya lebih berharga dari yang pertama? Yesus pun mengakui hal
ini. Dua peser persembahan janda miskin, di mata Yesus, merupakan
persembahan yang paling berharga. Jumlahnya memang tidak besar,
tetapi, bagi sang janda, jumlah itu mewakili seluruh nafkah. Itulah
harta berharga kepunyaannya. Perlu kerelaan hati untuk
menyerahkannya.


Tuhan tidak melihat persembahan yang kita berikan berdasarkan
ukuran, pengaruh, atau keberhasilannya. Tuhan lebih melihat kadar
pengabdian, pengurbanan, iman, dan ketulusan pribadi yang
menyertainya. Keterbatasan fisik atau finansial, dengan demikian,
bukan alasan untuk membatasi persembahan kita. Kita bisa memberikan
waktu, tenaga, dana, kemampuan, dan apa pun yang kita miliki sebagai
persembahan yang kudus dan berkenan bagi-Nya. Seperti dikatakan
Paulus, kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup
sebagai ungkapan syukur atas kemurahan-Nya (Rm. 12:1). --Endang B
/Renungan Harian

SAAT KITA KEHILANGAN ARAH, MINTALAH PIMPINAN ROH KUDUS.
IKUTI PETUNJUK-NYA, IA AKAN MENUNJUKKAN ARAH YANG TEPAT!

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+21:1-4

Lukas 21:1-4

1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya
memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke
dalam peti itu.
3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda
miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya,
tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi
seluruh nafkahnya."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Nehemia+11-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+11-12


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sunday, June 8, 2014

[i-kan-humor] [e-Humor] BELAJAR MENYELAM -- 2344 Juni/2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Humor
2344, Juni 2014

Shalom,

Kesuksesan yang kita alami bukanlah murni hasil jerih payah kita. Di dalamnya terdapat andil atau kontribusi dari banyak pihak: keluarga, teman, sahabat, kekasih, bahkan orang yang benci atau memusuhi kita. Ketika seseorang membenci atau iri kepada Anda, jangan jauhi dia. Tetaplah berteman dengannya karena orang yang jahat kepada Anda pun bisa dipakai untuk menolong Anda.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Yegar
< http://humor.sabda.org/ >


2344. BELAJAR MENYELAM

Seorang anak berusia lima tahun pulang ke rumah dengan penuh semangat setelah mengikuti pelajaran berenang di sekolahnya.

"Mama, akhirnya hari ini aku bisa menyelam ke dalam air!" katanya dengan bangga kepada mamanya.

"Hebat sekali Sayang, tetapi bukannya minggu lalu kamu juga sudah bisa menyelam ke dalam air?" tanya sang ibu.

"Iya benar, tetapi minggu lalu 'kan karena aku diceburin temanku."

[Sumber: The Last Official Smart Kids Joke Book. halaman 76]

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44) < http://alkitab.sabda.org/?matius+5:44 >


STOP PRESS: AYO BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS BLOGGER REMAJA, SABDA SPACE TEENS!

Kamu remaja? Hobi menulis? Berbagilah berkat melalui tulisanmu dengan bergabung di SABDA Space Teens (SS Teens)! SABDA Space Teens (SS Teens) < http://teens.sabdaspace.org > adalah komunitas bagi para remaja Kristen untuk berkarya secara positif dan kreatif melalui tulisan. Kamu dapat membagikan tulisan-tulisanmu baik berupa opini, artikel, esai, puisi, cerpen, dan lain sebagainya.

Jika kamu mengaku sebagai remaja Kristen yang rindu menjadi teladan dan memengaruhi remaja-remaja lainnya, bergabunglah dengan SS Teens! Mari menulis, menjadi berkat satu sama lain, dan jangkau jiwa-jiwa bagi Kristus!

--> < http://teens.sabdaspace.org >


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Rostika, Yegar, dan Lusia
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 09 -- KELUAR LINTASAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 9 Juni 2014
Bacaan : Filipi 4:10-20
Setahun: Nehemia 9-10
Nats: Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku. (Filipi 4:13)

Judul:

KELUAR LINTASAN

Vanderlei de Lima pelari maraton berbadan kecil dari Brasil. Pada
Olimpiade Athena 2004, ia meraih medali perunggu, padahal mestinya
dapat menyabet medali emas. Ia memimpin perlombaan sampai 5 km
menjelang garis akhir ketika seorang penonton menabraknya jatuh. Ia
sempat pingsan, lalu lari terhuyung-huyung, dan akhirnya
menyelesaikan perlombaan di tempat ketiga.



Kita masing-masing seperti pelari dalam lintasan kehidupan ini.
Sebagai pelari kita tak akan dapat menduga adanya rintangan yang
menghambat atau malah melemparkan kita keluar dari lintasan. Wujud
rintangan itu bermacam-macam, salah satu yang terberat adalah
kematian tiba-tiba orang yang kita kasihi. Kematian seperti ini
bagaikan tabrakan tak terduga yang mendorong kita keluar dari jalur
lintasan, dan bahkan merobohkan kita. Hal ini memperhadapkan kita
pada pilihan: tetap terjerembab atau bangkit dan, meskipun
terhuyung-huyung, menyelesaikan perlombaan.



Rasul Paulus sudah kenyang dengan berbagai macam hal yang
berkali-kali mendorongnya keluar dari lintasan. Namun, ia bangkit
dan meneruskan perlombaan; ia percaya pada penjagaan Allah atas
hidup-Nya (ay. 13). Ia tidak tahu mengapa hal buruk terjadi, tetapi
ia tahu dan percaya siapa yang memelihara hidupnya. Tidaklah mudah
menemukan dan merasakan pemeliharaan Allah dalam peristiwa duka, dan
tidaklah mudah untuk tetap melangkah setelah keluar dari lintasan,
tetapi Allah selalu punya cara untuk memberi kita kekuatan. Dia
tidak membiarkan kita seorang diri. --Yohana Defrita R /Renungan
Harian

SAAT KITA KEHILANGAN ARAH, MINTALAH PIMPINAN ROH KUDUS.
IKUTI PETUNJUK-NYA, IA AKAN MENUNJUKKAN ARAH YANG TEPAT!

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Filipi+4:10-20

Filipi 4:10-20

10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan
perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada
perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah
belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan.
Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang
merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam
hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal
kekurangan.
13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi
kekuatan kepadaku.
14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian
dalam kesusahanku.
15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku
baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari
Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan
hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan
bantuan kepadaku.
17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan
buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan
lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah
menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang
harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan
kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Nehemia+9-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Nehemia+9-10


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo