Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Thursday, October 11, 2012

[i-kan-binaguru] Reach for Your Dream [3]

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Saya percaya setiap orang punya DREAM. Hanya saja, dengan berjalannya waktu dan berbagai pengalaman hidup yang dialami, yang namanya DREAM (dan dream itu selalu indah pada awalnya) bisa saja mulai sirna cahayanya, mulai pudar dan redup, dan akhirnya mati. Tetapi DREAM itu tidak bisa dimatikan oleh SIAPA pun atau oleh keadaan APA pun. Satu-satunya orang yang bisa mematikan DREAM adalah diri sendiri!


Dan saya kuatir, para orang tua yang saat ini kesulitan untuk bisa menerima DREAM anak-anaknya (apapun itu alasannya, entahkah dianggap terlalu berbahaya, dianggap tidak pantas buat anaknya, dianggap aneh dan tidak masuk akal, dsb) adalah orang-orang yang dulunya waktu masih muda memiliki DREAM, namun telah mematikannya sendiri. Dengan dalih sekarang hidupnya lebih REALISTIS, orang-orang ini mulai kehilangan kepercayaan dan keyakinan mereka akan pentingnya DREAM. Orang-orang tipe ini menganggap bahwa DREAM hanyalah untuk anak-anak kecil yang masih naif, atau untuk orang-orang tertentu yang beruntung, tapi bukan untuk mereka dan anak-anak mereka. Jadi, mereka memutuskan untuk BERHENTI bermimpi, dan akibatnya, mereka pun menghalangi orang lain (termasuk anak mereka) untuk bermimpi.


Ada ungkapan "hurt people, hurt people" – orang-orang yang "sakit" cenderung untuk "menyakiti" orang lain, mengapa? Karena dirinya sendiri memang sedang "sakit". Orang-orang yang ENERGInya negative akan menularkan energy yang negative pula kepada orang lain. Kata "energy" juga bisa digantikan dengan kata "emosi" – tapi saya lebih suka pakai kata "energy".


Itulah sebabnya saat kita mendengar tentang Kisah Sukes orang-orang tertentu, kita jadi ikut "terbakar" dengan semangatnya – karena mereka menebarkan energy yang positif. Sebaliknya, berbicara dengan orang-orang yang skeptic juga akan membuat kita merasakan energy yang negative, bukan?


Nah .. dalam seminar tsb, saya menunjukkan kepada setiap peserta bahwa sebenarnya, sejak mereka masih kecil (bahkan kalau kita teliti lebih lanjut dalam Alkitab, sejak sebelum kita dilahirkan) Tuhan telah menitipkan DREAM (bahasa rohaninya: calling – untuk melakukan pekerjaan baik yang dikehendakiNYA). Caranya sangat sederhana.


Begini … silakan rekan-rekan mengikuti dan mencoba untuk jujur dengan diri sendiri yah. Nanti yang butuh bantuan boleh kontak saya via jalur pribadi.


Apa cita2 Anda sewaktu masih balita? Sebutkan. Meskipun kedengarannya sekarang itu tidak masuk akal, tidak mungkin terjadi, atau sekarang sudah tidak minat lagi, tidak masalah! Sebutkan saja apa adanya! Dan jujurlah terhadap diri sendiri. Kalau Anda sewaktu masih kecil punya banyak cita-cita, atau berubah-ubah terus, tidak apa, sebutkan SEMUA! Kalau Anda tidak punya cita-cita yang "spesifik" karena mungkin keinginan Anda tidak bisa dijelaskan dengan sebutan / nama sebuah profesi, juga tidak masalah. Silakan deskripsikan apa yang ingin Anda capai, atau Anda ingin jadi seperti apa.


Sudah?                                                                                                       


Nah, berikutnya adalah, saya minta sekarang Anda meletakkan PROFESI tsb. Dan mulai menemukan apa yang ada di balik sebutan / nama profesi yang menjadi cita-cita Anda tsb. Contoh: ada orang yang waktu masih kecil ingin menjadi dokter. Ternyata bukan profesi dokter tsb yang ingin dijalaninya (belum tentu dia suka biologi, belum tentu dia berani menghadapi pasien yang berlimpah darah, dsb). Karena itu, saya ingin mengetahui APA YANG SEBENARNYA MENJADI DAYA TARIK Anda terhadap profesi yang Anda cita-citakan tsb.


Dalam berbagai seminar, banyak sekali saya menemukan cerita-cerita yang unik dan sangat menginspirasi. Saya bagikan beberapa di antaranya yah …


Ada yang ingin jadi dokter karena sebenarnya dia tertarik dengan figure dokter yang selalu hadir saat dibutuhkan orang lain. Nah! Itu! Tangkap APA yang ada di balik dokter, letakkan profesi dokternya. Itulah "calling" yang sesungguhnya, ingin hadir saat dibutuhkan oleh orang lain! Pegang itu! Dan jalanilah hidup menjadi pribadi yang seperti itu! Profesinya apa pun engga masalah! Tapi ESENSI nya itu yang lebih penting.


Ada yang ingin jadi tour guide. Dan memang, baru-baru ini teman saya yang ingin jadi tour guide ini membuka usaha ticketing. Tapi selama bertahun-tahun, dia dikenal di kalangan teman-temannya sebagai tour leader INFORMAL untuk berbagai acara, baik itu acara anak, acara orang tua, dan macam-macam acara lainnya. Bahkan dialah yang mengkoordinir sesama orang tua dari sebuah pre-school untuk datang ke seminar saya. Anda lihat? Teman saya ini sudah menjalani hidupnya sesuai dengan DREAM nya – menjadi tour guide, meskipun tour guide yang informal.


Ada yang ingin jadi badut. Hah? Badut? Sepertinya ini kekanak-kanakan sekali, bukan? Tetapi sekali lagi, yang jauh lebih penting adalah APA yang membuat dia tertarik dengan figure badut tsb? Nah, teman saya tsb menceritakan bahwa menurut dia, badut itu selalu bisa membuat orang tersenyum dan tertawa. Meskipun mungkin tadinya datang dengan muka muram dan memiliki banyak masalah, tapi saat ia melihat badut, ia akan tertawa. Nah, dia ingin menjadi orang yang bisa membuat orang lain tersenyum dan tertawa. Anda tahu apa yang diceritakannya ke saya lebih lanjut tentang DREAMnya sekarang? Dia ingin bisa membantu orang-orang miskin untuk mengatasi masalah mereka. Tapi dia merasa dirinya tidak perlu dikenal, biarlah lewat bantuannya tsb orang-orang miskin yang sedang membutuhkan itu, menyadari bahwa TUHANlah yang mengirimkan bantuannya tsb. Wow !! Dia benar-benar seorang badut yang "tersembunyi" di balik make up dan riasannya, bukan? Inilah "calling"nya! Orang ini sama sekali tidak lucu tampangnya, dan bukan tipe orang yang cocok jadi badut, setidaknya, itulah pandangan saya, he3x .. tapi sekali lagi, ini bukan soal profesi badutnya, tapi soal APA yang ada di balik profesi tsb yang membuat seseorang tertarik dan ingin menjadi seperti itu.


Ada yang ingin jadi SUPERMAN …. Hahahaha … semua peserta tertawa. Tetapi memang itulah kenyataannya. Teman saya yang ingin jadi super man ini memang punya banyak keahlian, kreatif, dan seorang problem solver yang handal. Dia tidak takut menghadapi masalah dan berani untuk memulai sebuah perubahan. Jadi, memang "calling"nya adalah menjadi Superman!


Nah, semoga dengan pertanyaan sederhana ini, saya bisa membantu banyak orang untuk kembali menemukan DREAM / "calling" mereka, seperti yang Tuhan titipkan sejak semula. Langkah selanjutnya adalah, jangan takut untuk melangkah. Setelah kita menyadari DREAM / "calling" kita, tidak peduli berapa pun usia Anda saat ini, tidak pernah ada kata terlambat untuk menjalani hidup seperti yang Tuhan inginkan.


... (bersambung) ...


Moderator (meilania).


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo