Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, February 18, 2012

(e-RH) Februari 19 -- INVESTASI KATA-KATA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 19 Februari 2012
Bacaan : 1 Samuel 25:1-42
Setahun: Imamat 19-21
Nats: Terpujilah Tuhan ... engkau pada hari ini menahan aku daripada
bertindak sendiri dalam mencari keadilan. (1 Samuel 25:32-33)

Judul:

INVESTASI KATA-KATA

Istilah investasi uang dan investasi waktu mungkin kerap kita
dengar. Tujuannya: mendapatkan keuntung an atas investasi atau modal
yang ditanam tersebut. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah
investasi kata-kata?

Bacaan hari ini menggugah saya un tuk merenungkan mengenai
inves-tasi kata-kata dari Nabal, Abigail, dan pelayan Abigail.
Kisahnya, Nabal, seorang yang kaya sedang mengadakan perayaan
pengguntingan bulu domba. Dengan kekayaannya, Nabal bisa dengan
mudah memberi makan Daud dan orang-orangnya. Apalagi, mereka sudah
membantu menjaga ternaknya (ayat 7, 15-17). Namun, saat utusan Daud
datang, Nabal malah melontarkan hinaan (ayat 10-11). Kata-kata yang
tidak tepat dan penuh kesombongan membuat ia pun menuai ajal. Lain
halnya dengan pelayan Abigail yang memakai kata-katanya untuk
menyampaikan fakta dan memberi saran kepada orang yang tepat (ayat
14-18). Sedangkan, Abigail memakai kata-katanya untuk meminta maaf
atas kekasaran suaminya, dan mengingatkan Daud agar tidak bertindak
sendiri dalam mencari keadilan (ayat 24-31). Kata-kata yang tepat
bukan saja menyelamatkan nyawa seisi rumahnya, tetapi juga menolong
Daud kembali mengutamakan Tuhan, bukan egonya sendiri.

Menurut para ahli, wanita bicara sekitar 20.000 kata/hari; pria
5.000-7.000 kata/hari. Itulah investasi kita hari ini. Perkataan
seperti apa yang kita pilih dalam berbicara dengan pasangan, anak,
orangtua, rekan kerja? Mari meminta pertolongan Tuhan agar dapat
memilih dan menginvestasikan kata-kata yang tepat dalam setiap
bidang kehidupan kita. --GS

PERKATAAN YANG BENAR DAN DISAMPAIKAN DENGAN TEPAT
MERUPAKAN INVESTASI YANG BERBUNGA BAGI KEMULIAAN TUHAN

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-19
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Samuel+25:1-42

1 Samuel 25:1-42

1 Dan matilah Samuel; seluruh orang Israel berkumpul meratapi dia
dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu
pergi ke padang gurun Paran.
2 Ketika itu ada seorang laki-laki di Maon, yang mempunyai
perusahaan di Karmel. Orang itu sangat kaya: ia mempunyai tiga
ribu ekor domba dan seribu ekor kambing. Ia ada di Karmel pada
pengguntingan bulu domba-dombanya.
3 Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu
bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat
kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.
4 Ketika didengar Daud di padang gurun, bahwa Nabal sedang
menggunting bulu domba-dombanya,
5 maka Daud menyuruh sepuluh orang dan kepada orang-orang itu Daud
berkata: "Pergilah ke Karmel dan temuilah Nabal. Tanyakanlah
keselamatannya atas namaku
6 dan sampaikanlah salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah
engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada
padamu.
7 Baru-baru ini aku mendengar bahwa engkau mengadakan
pengguntingan bulu domba. Adapun gembala-gembalamu yang ada
dengan kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang
dari pada mereka selama mereka ada di Karmel.
8 Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan
memberitahukan kepadamu. Sebab itu biarlah orang-orang ini
mendapat belas kasihanmu; bukankah kami ini datang pada hari
raya? Berikanlah kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu Daud
apa yang ada padamu."
9 Ketika orang-orang Daud sampai ke sana, berkatalah mereka kepada
Nabal atas nama Daud tepat seperti yang dikatakan kepada mereka,
kemudian mereka menanti.
10 Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: "Siapakah
Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak
hamba-hamba yang lari dari tuannya.
11 Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian
yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya
kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?"
12 Lalu orang-orang Daud itu berbalik pulang dan setelah sampai,
mereka memberitahukan kepadanya tepat seperti yang dikatakan
kepada mereka.
13 Kemudian berkatalah Daud kepada orang-orangnya: "Kamu
masing-masing, sandanglah pedang!" Lalu mereka masing-masing
menyandang pedangnya; Daud sendiripun menyandang pedangnya.
Sesudah itu kira-kira empat ratus orang maju mengikuti Daud,
sedang dua ratus orang tinggal menjaga barang-barang.
14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh
salah seorang bujangnya, katanya: "Ketahuilah, Daud menyuruh
orang dari padang gurun untuk memberi salam kepada tuan kita,
tetapi ia memaki-maki mereka.
15 Padahal orang-orang itu sangat baik kepada kami; mereka tidak
mengganggu kami dan kami tidak kehilangan apa-apa selama kami
lalu-lalang di dekat mereka, ketika kami ada di ladang.
16 Mereka seperti pagar tembok sekeliling kami siang malam, selama
kami menggembalakan domba-domba di dekat mereka.
17 Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus
kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan
kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang
dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia."
18 Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung
anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum,
seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah
semuanya ke atas keledai,
19 lalu berkata kepada bujang-bujangnya: "Berjalanlah mendahului
aku; aku segera menyusul kamu." Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah
diberitahunya.
20 Ketika perempuan itu dengan menunggang keledainya, turun dengan
terlindung oleh gunung, tampaklah Daud dan orang-orangnya turun
ke arahnya, dan perempuan itu bertemu dengan mereka.
21 Daud tadinya telah berkata: "Sia-sialah aku melindungi segala
kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada
sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas
kebaikanku dengan kejahatan.
22 Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi dari
pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang laki-laki
sajapun dari semua yang ada padanya."
23 Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas
keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya
sampai ke tanah.
24 Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku,
yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara
kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
25 Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila
itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan
bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat
orang-orang yang tuanku suruh.
26 Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu
yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari
pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi
sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat
terhadap tuanku!
27 Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh budakmu
ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku.
28 Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN
akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku
ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat
padamu selama hidupmu.
29 Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin
mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam
bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi
nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.
30 Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala
kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau
menjadi raja atas Israel,
31 maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena
menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak
sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik
kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini."
32 Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah
Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini;
33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa
engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang
darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku
dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak
segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang
laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing."
35 Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya untuk
dia, dan berkata kepadanya: "Pulanglah dengan selamat ke
rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima
permintaanmu dengan baik."
36 Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan
perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang
gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan
perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar
menyingsing.
37 Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu,
diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu.
Lalu terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu.
38 Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal,
sehingga ia mati.
39 Ketika didengar Daud, bahwa Nabal telah mati, berkatalah ia:
"Terpujilah TUHAN, yang membela aku dalam perkara penghinaan
Nabal terhadap aku dan yang mencegah hamba-Nya dari pada berbuat
jahat. TUHAN telah membalikkan kejahatan Nabal ke atas kepalanya
sendiri." Kemudian Daud menyuruh orang untuk berbicara dengan
Abigail tentang mengambil dia menjadi isterinya.
40 Para hamba Daud datang kepada Abigail di Karmel dan berkata
kepadanya, demikian: "Daud menyuruh kami kepadamu untuk
mengambil engkau menjadi isterinya."
41 Lalu bangkitlah perempuan itu berdiri, sujudlah ia menyembah
dengan mukanya ke tanah sambil berkata: "Sesungguhnya, hambamu
ini ingin menjadi budak yang membasuh kaki para hamba tuanku
itu."
42 Kemudian berkemaslah Abigail dengan segera; ia menunggang
keledainya, dengan diiringi lima orang pelayan perempuan. Ia
mengikuti suruhan Daud itu dan menjadi isteri Daud.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+19-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+19-21


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, February 17, 2012

(e-RH) Februari 18 -- LAHIR DARI HATI

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 18 Februari 2012
Bacaan : Lukas 11:37-44
Setahun: Imamat 16-18
Nats: Tetapi Tuhan berkata kepadanya, "Hai orang-orang Farisi, kamu
membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian
dalammu penuh rampasan dan kejahatan (Lukas 11:39)

Judul:

LAHIR DARI HATI

Seorang pemuda yang mengendarai motor diberhentikan oleh polisi
karena melanggar lampu merah. Sang polisi bertanya, "Apa kah Saudara
tidak melihat lampu sudah berganti merah?" Si pemuda dengan santai
menjawab, "Saya melihat, Pak." "Lalu kenapa Anda tetap
menerobosnya?" tanya polisi dengan heran. Si pemuda menjawab ringan,
"Masalahnya, saya tidak melihat Pak Polisi berdiri di situ." Alamak!
Si pemuda itu taat hanya jika ada petugas.

Kesalehan orang Farisi juga hanya di depan orang. Ibadah mereka
lebih mengutamakan hal lahiriah, agar dilihat baik dan terpuji.
Bagai membersihkan cawan dari luarnya saja sementara dalamnya tetap
kotor (ayat 39). Yesus menegur mereka dengan keras, "Celakalah
kamu!" kata-Nya seraya membeberkan kejahatan mereka (ayat 42-44).
Bagi orang Farisi, manusia disucikan oleh perbuatannya, sementara
bagi Yesus, kesucian lahir dari hati yang diubahkan, dan mewujud di
dalam tindakan (ayat 41). Hati yang bersih akan melahirkan perbuatan
yang bersih. Sebaliknya, perbuatan yang bersih belum tentu menjamin
hati yang bersih.

Bahaya mengutamakan penampakan luar daripada perubahan hati bisa
juga terjadi pada kita. Keinginan untuk dipandang baik dapat membuat
kita bersikap baik di depan orang. Namun, bagaimana jika tak ada
orang lain? Biarlah peringatan Yesus membuat kita tersungkur dalam
kegentaran di hadapan Tuhan Yang Mahatahu. Ya, Dia mengenal isi hati
tiap orang. Perilaku manis kita tak dapat mengelabuinya. Hanya dari
hati yang murni dapat lahir perbuatan-perbuatan yang memperkenankan
Tuhan. Selamat men jaga hati! --ENO

BERAWAL DARI HATI YANG BERSIH
LAHIR TINDAKAN-TINDAKAN YANG MEMULIAKAN TUHAN

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-18
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+11:37-44

Lukas 11:37-44

37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia
untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu
duduk makan.
38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus
tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu
membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian
dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar,
Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
41 Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya
semuanya akan menjadi bersih bagimu.
42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu
membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis
sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang
satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
43 Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di
tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan
di pasar.
44 Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai
tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak
mengetahuinya."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+16-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+16-18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Thursday, February 16, 2012

[i-kan-humor] [e-Humor] 2011 Februari/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2011, Februari 2012

Shalom,

Apa kabar pelanggan e-Humor di Jumat ini? Sehat kan? Atau ada di antara Anda yang sedang sakit? Semoga kehadiran e-Humor dapat terus mencerahkan hari Anda ya :). Nah, humor kali ini tentang dua anak kecil yang sombong. Sesombong apa sih mereka? Langsung simak ya biar tidak penasaran! :)

Staf Redaksi e-Humor,
Amy Grace Y.
< http://humor.sabda.org/ >


2011. LAUT JAWA

Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.

Usrok: "Ayahku super kaya, sebentar lagi dia mau beli Laut Jawa!"

Cuplis: "Oya? Kalau begitu aku akan bilang ke ayahku supaya Laut Jawa jangan jadi dijual!"

[Sumber diambil dan disunting dari: Pusat Humor Indonesia < http://www.facebook.com/Pusat.Humor.Indonesia/posts/263662700365501 >]

"Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Matius 23:12) < http://alkitab.sabda.org/?Matius+23:12 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 110: "Raja Salomo mempunyai 700 istri dan 300 gundik, sekalipun demikian, dia mengeluh tentang istri-istrinya tersebut. Nah, di dalam kitab apa (hanya satu kitab) dan ayat berapa saja (ada beberapa ayat) keluhan itu dimuat, sebutkan pasal dan ayatnya saja."

- Simbolon, Jimmy Pahala < jimmy.simbolon(at)xxx > = Kitab pengkotbah 7:26 dan 7:29
- Yuddy Hartono < yh_7189(at)xxx > = 1. (Pengkhotbah 2:8-11 TB) Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik... Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.
2. (Pengkhotbah 7:26 TB) Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.
- Natania Yovela < natania.yovela(at)xxx > = 1 Raja-Raja 11:3-4
- Aminadab Tefbana < tefbanaaminadab(at)xxx > = Pengkhotbah 7:27-28
- Berlin Siahaan < gelora_siahaan(at)xxx > = Pengkhotbah 2:11-14

Jawaban e-Humor: Amsal Sulaiman 21:09; 21:19; 25:24; 27:15

Wahai Bapak-Bapak, punya 1 istri saja bisa pusing, apalagi sampai 1.000 seperti Sulaiman :)

Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu :) Walaupun jawaban yang sudah masuk ke meja Redaksi masih kurang tepat, Redaksi tetap akan memberikan hadiah berupa buku "Family Discovery Way". Berdasarkan keputusan dari Redaksi yang tidak dapat di ganggu gugat, penjawab yang beruntung adalah Simbolon, Jimmy Pahala < jimmy.simbolon(at)xxx >. Selamat ya :) Silakan kirim alamat lengkap Anda supaya Redaksi dapat mengirimkan hadiahnya. Bagi yang belum beruntung jangan bersedih hati ya, akan ada kesempatan lain :) Tuhan memberkati.

Kuis minggu ini 111: "Disebut kembang tapi tidak ada daunnya. Kembang apa itu?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih, Amy Grace Y.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

(e-RH) Februari 17 -- ULAT JADI KUPU-KUPU

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 17 Februari 2012
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Setahun: Imamat 14-15
Nats: Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi
Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan ... (Kejadian
50:20)

Judul:

ULAT JADI KUPU-KUPU

Seorang kawan mengirimi saya SMS menggelitik, "Aku meminta dari
Tuhan setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus jelek dan berduri.
Aku meminta kupu-kupu, Dia memberiku ulat. Aku kecewa dan sedih!
Namun, beberapa hari kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali dan
ulat itu menjelma menjadi kupu-kupu yang amat cantik. Itulah jalan
Tuhan: selalu indah pada waktu-Nya."

Jalan Tuhan memang kerap kali sukar dipahami dengan pikiran manusia
yang terbatas. Kisah Yusuf adalah contohnya. Sebagai anak kesayangan
bapaknya, Yusuf kecil yang penuh percaya diri tentu tak pernah
menduga akan dijual saudara-saudaranya sendiri (lihat Kejadian 37).
Tiga belas tahun yang sulit dilalui, sebelum akhirnya Yusuf
dipercaya sebagai wakil raja (lihat Kejadian 39-41). Ia mungkin
bertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkan semua itu terjadi. Hanya
setelah menyelamatkan bangsanya dari kelaparan, barulah ia paham
bagaimana Tuhan berdaulat mendatangkan kebaikan melalui berbagai
kesulitan yang ia alami (ayat 20). Bukan hanya itu, Yusuf pun
dibentuk agar dapat menerima tanggung jawab yang besar dan mengasihi
mereka yang dulu menyakitinya.

Mungkin Anda mengalami salah satu atau beberapa masalah seperti
Yusuf. Anda tidak paham mengapa Tuhan memberikan "ulat" dan bukannya
"kupu-kupu". Ingatlah bagaimana Tuhan berkarya melalui hidup Yusuf,
mendatangkan kebaikan yang jauh melampaui pikirannya. Setiap keadaan
dapat dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan, bahkan bila orang
lain semula berniat untuk menjahati kita. Maukah kita tetap percaya
dan taat pada-Nya? --ARS

TUHAN MENGIZINKAN PROSES MENYAKITKAN DALAM KEPOMPONG
UNTUK MEMBENTUK ULAT MENJADI KUPU-KUPU NAN ELOK

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-17
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+50:15-21

Kejadian 50:15-21

15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah
mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita
dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang
telah kita lakukan kepadanya."
16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf:
"Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya
kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah
berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya
kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu
menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya
serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku
inikah pengganti Allah?
20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi
Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud
melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara
hidup suatu bangsa yang besar.
21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan
anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan
menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+14-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+14-15


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Wednesday, February 15, 2012

[e-Penulis] Edisi 104/Februari 2012 -- Mengenal Jenis Tulisan (II)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Mengenal Jenis Tulisan (II)
Edisi 104/Februari/2012

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: MENULIS ITU TIDAK MUDAH, TETAPI LAYAK DICOBA
TIP MENULIS: MULAI DENGAN LANGKAH PERTAMA
TOKOH PENULIS: MADELEINE L'ENGLE
PENA MAYA: MENULIS BUKU
STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO


DARI REDAKSI: MENULIS ITU TIDAK MUDAH, TETAPI LAYAK DICOBA

Teori tulis-menulis yang unggul dan ide-ide yang baik tapi tidak pernah dituangkan dalam sebuah karya tulis adalah sebuah penyia-nyiaan, sebab tinggal menunggu waktu saja sebelum pengetahuan itu pudar dan ide itu menguap. Dalam edisi e-Penulis kali ini, kami menyajikan kepada Anda, tips yang kami harap semakin mendorong Anda menggunakan pengetahuan yang Anda miliki untuk membuat sebuah karya tulis yang berkualitas. Tidak mudah, tetapi layak dicoba. Selamat membaca dan berkarya bagi Tuhan!

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Yosua Setyo Yudo
< yudo(at)in-christ.net >
< http://pelitaku.sabda.org >


TIP MENULIS: MULAI DENGAN LANGKAH PERTAMA

Kapan saat yang tepat untuk menulis? Kemarin! Maksudnya adalah kita harus segera menulis jika hasrat untuk menulis sudah ada. Pepatah China mengatakan, "perjalanan 1000 mil harus dimulai dengan langkah pertama."

PERSIAPAN AWAL: Ajukan pertanyaan kepada diri Anda: Di mana Anda dapat menulis dengan baik? Mungkin di kamar, di kantor, atau di tempat sepi. Kapan? Mungkin pagi, siang, sore, malam, atau tengah malam. Namun, bagaimana jika Anda merasa tidak memunyai waktu untuk menulis? Sue Grafton, dalam artikel yang ditulisnya memberikan tujuh cara, yaitu: tidur satu jam lebih larut; bangun satu jam lebih awal; menulis di perjalanan; menggunakan sisa jam makan siang; menyisihkan waktu dalam seminggu; ketika anak-anak atau pasangan pergi ke luar rumah; memperbaiki dan memberdayakan waktu santai Anda.[1]

SUMBER TULISAN: Ada dua hal yang harus dilakukan dalam mencari sumber tulisan: (1) Buat daftar topik yang sedang hangat, pengalaman-pengalaman Anda, dan masalah-masalah di sekitar Anda. (2) Baca, dengarkan, dan perhatikan. Lingkungan Anda banyak memberikan ilham terhadap artikel Anda. Pekalah dan tanyalah diri Anda: Mengapa orang-orang berlaku begini dan tidak begitu? Bagaimana saya membantu mereka memecahkan masalah? Artikel jenis apa yang cocok untuk melakukannya? Jika masih kesulitan mencari ide, Curtis Casewit memberikan kuncinya, yaitu dengan membaca; mendengarkan orang; memakai pengalaman hidup, bahkan yang menyakitkan; menjadi marah pada seseorang atau sesuatu dan memutuskan untuk bertindak; bicara kepada editor; membaca cepat materi publikasi; menonton televisi atau mendengarkan radio. [Curtis Casewitt, Freelance Writing: Advice From the Pros (New York: Collier Books, 1974), hlm. 65. Terjemahan langsung]

MENGUJI GAGASAN: Setelah memperoleh gagasan, pikirkanlah, apakah gagasan itu dapat dikembangkan menjadi artikel yang baik? Georgiana Walker[2], mengajukan lima pertanyaan yang penting untuk setiap penulis artikel: (1) Apakah gagasan itu penting bagi sejumlah besar orang? Siapa yang memedulikannya? Jika gagasan Anda tidak menjawab sebuah pertanyaan sejumlah besar orang dan tidak relevan dengan minat atau masalah pembaca yang spesifik, kemungkinan besar gagasan itu tidak akan menjadi artikel yang baik. (2) Dapatkah gagasan ini dipersempit? Berbicara tentang gagasan, sama dengan membahas fokus. Fokus memberikan sudut spesifik yang membuat gagasan itu penting bagi sejumlah orang. Fokus memberi pegangan yang kukuh bagi penulis untuk menyetir gagasan itu menuju arah yang diinginkannya. (3) Apakah gagasan itu terikat waktu? (4) Apakah gagasan itu segar dan memiliki pendekatan yang unik? (5) Apakah gagasan itu akan lolos dari saringan penerbit? Tanamkan pertanyaan itu di dalam pikiran Anda, maka Anda akan berusaha sebaik mungkin untuk menulis artikel Anda.

MENGUMPULKAN BAHAN: Ada empat cara praktis untuk mengumpulkan bahan: manfaatkan perpustakaan pribadi, gunakan sumber informasi, kunjungi pakar, teknik riset praktis: tulis apa yang ada dalam benak Anda tentang artikel yang hendak Anda kerjakan, tulis sasaran utama yang hendak dicapai, buat outline sementara, buat daftar informasi dari outline tersebut, dan kumpulkan semua bahan dalam satu map dilengkapi keterangan singkat atas masing-masing informasi. Jangan terlalu ambisius dan idealis. Batasi diri Anda. Orang yang tidak dapat membatasi diri, kata Nicolas Boileau-Despereaux (penyair dan kritikus Perancis), tidak pernah dapat menulis. [3]

MULAI MENULIS: Seperti kutipan di atas, jangan terlalu lama berkutat di riset, minat Anda bisa redup dan tidak jadi menulis. Agar memacu Anda, buatlah judul yang menarik.

MEMILIH JUDUL: Judul adalah bagian yang pertama dan utama sebuah artikel. Tidak ada artikel tanpa judul. Tapi, mana yang lebih dulu? Pilih salah satu yang Anda anggap lebih baik. Jika membuat judul dulu, tulisan Anda tidak melenceng karena dipandu oleh judulnya. Kelemahannya, judulnya belum tentu baik. Jika Anda memilih menulis artikel dulu, Anda bisa merangkai judul yang baik, tetapi Anda mungkin tersesat dalam proses penulisan karena tidak memiliki panduan. Untuk membuat judul yang baik, Norma Youngberg menulis enam syarat yaitu: memotivasi pembaca, langsung menarik perhatian, orisinal dan independen, memberi gambaran tentang isi, tidak panjang (maksimum 5 kata), dan tidak menyimpang dari pokok masalah.[4]

SENTUHAN AWAL: Kalimat yang indah, paragraf yang jelas, contoh yang menarik, dan kesimpulan yang berdampak besar tidak akan dibaca editor, apalagi diterbitkan, jika pembukaannya jelek. Untuk membuat pembukaan yang menarik, ada tiga hal yang perlu diperhatikan: pembukaan harus menangkap perhatian pembaca, menunjukkan ide pokok, dan secara tidak langsung menyatakan metode yang Anda gunakan. Tidak mudah menangkap perhatian pembaca, tetapi ada kiatnya. Chip Ricks dan Marilyn Marsh dalam buku karangan mereka [5] memberikan tujuh cara untuk menangkap perhatian pembaca: kalimat langsung, satu atau sederetan pertanyaan, satu kalimat menarik, setumpuk rincian masalah, anekdot, analogi, dialog, atau kutipan. Begitu baris pertama dan alinea pertama selesai, kalimat berikutnya akan membanjir dengan sendirinya. Redaktur Pelaksana McCalls Don McKinney mengatakan, "Cerita yang baik akan berkisah sendiri. Tugas penulis adalah memilih mana yang penting, menggabungkan fakta-fakta ke dalam struktur yang masuk akal, dan membiarkan fakta-fakta itu memimpin kisahnya maju." Teruslah menulis. Jika dapat, jangan berhenti sampai selesai. Jika tidak bisa, jangan putus asa. Tidak seorang pun mengerjakan sesuatu dengan tepat untuk pertama kalinya. Jam terbang dan pengalaman akan menolong Anda.

KALAU OTAK MACET: Jika otak Anda macet, santailah. Gantilah aktivitas Anda. Jalan-jalan sejenak bisa mendinginkan kepala, bahkan bisa memunculkan ide baru. Setelah itu tulis lagi. Menulis memang tidak mudah, tetapi Anda harus membuatnya seperti mudah, karena Anda telah menyiapkan segala sesuatunya dan Anda telah memilih waktu yang tepat. Wilson Nadeak, menamai otak yang macet sebagai "sumur yang kering". Penulis produktif ini memberikan lima solusi untuk mengatasinya:[6] (1) Bacalah buku-buku. Buatlah jadwal untuk membaca buku, apakah Anda akan menyelesaikan buku itu dalam satu bulan, seminggu, atau kapan pun. Yang jelas Anda harus membaca! Tidak terbatas pada buku tertentu, buku apa saja untuk mencari ide-ide baru, cara-cara pendekatan yang baru, menambah perbendaharaan kata dan pokok-pokok pembahasan yang penting. Jangan malu-malu membaca buku, dan tentu saja Anda harus bijaksana, karena Anda tidak akan menemukan ide baru di dalam sampah. (2) Baca Kitab Suci. Di dalam Kitab Suci banyak ditemukan cerita dan perumpamaan. Dengan cara-cara yang digunakan dalam Kitab Suci itu, baik perbendaharaan kata dan ide, Anda akan dapat menjalin cerita yang tiada taranya. (3) Baca kamus. Benar, plot lemah. Oleh karena itu, petiklah kata-kata baru kira-kira lima sampai sepuluh buah tiap minggu. Pelajari apa yang dikandung kata-kata baru itu dan cobalah berusaha menggunakannya dalam kalimat dan tulisan. Anda akan melihat betapa berfaedah dan betapa ajaibnya perbaikan yang Anda peroleh dalam kemampuan menerangkan sesuatu dengan cara yang baru, bukan saja dengan menarik sekali melainkan juga penerapannya lebih mengena. (4) Bacalah terbitan berkala. Ketahuilah apa yang terjadi di dunia lain. Pelajari dengan saksama bagaimana penyajian cerita. Tidak ada salahnya Anda juga menggunakan cara yang digunakannya, menerapkannya dengan situasi Anda. (5) Menentukan prioritas. Mana yang lebih penting, menghabiskan waktu dengan santai atau menajamkan kemampuan menulis Anda? Bermain atau menggunakan waktu itu untuk memperbaiki keterampilan Anda berkomunikasi? Memang diperlukan pengorbanan, tetapi usaha yang demikian sangat berharga.

MELAKUKAN PENULISAN ULANG: Penulis pemula sering buru-buru mengirimkan artikelnya, padahal jika diteliti, mungkin banyak kekurangan yang bisa diperbaiki. Karena itu, rajinlah membaca dan menulis ulang artikel Anda. Untuk mempermudah mengoreksi artikel Anda, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab: Apakah kalimat pembukanya menarik? Dapatkah pembaca memahami ide Anda? Apakah pembukaan Anda menyediakan informasi yang cukup. Untuk tubuh, apakah kalimat pendukung sudah mendukung pembukaan? Apakah masing-masing kalimat berhubungan dengan ide pokok? Apakah paragraf-paragrafnya berurutan secara logis? Apakah kesimpulannya cukup kuat? Apakah kesimpulan ini mencakup semua ide tulisan? Apa reaksi Anda terhadap kata-kata dalam bagian kesimpulan? Apakah Anda yakin pembaca akan memiliki reaksi yang sama? Jika Anda menjawab "tidak" bagi setiap pertanyaan di atas, Anda perlu merevisi artikel itu dengan menambah, mengganti, menyisipi, menghapus, dan menulis ulang bagian yang salah. Untuk revisi menyeluruh, Gary Provost, di dalam bukunya[7], memberi tujuh petunjuk: membaca untuk mengatasi kekeliruan, memotong kata-kata yang tidak perlu, memikirkan yang Anda tulis, bertanya pada diri Anda sendiri, menyesuaikan dengan judul, menyiapkan naskah yang sempurna, menggunakan perasaan/paham yang umum. Para penulis besar biasanya rajin melakukan penulisan ulang. Contoh, Ernest Hemingway menulis ulang novelnya yang berjudul "Farewell to Arms" sebanyak 39 kali. Hayes B. Jacobs lebih gila lagi. Dia menulis sebanyak 277 kali baru dimuat!

Keterangan:
[1] Sue Grafton, "Promise" dalam The Writers Handbook. peny., Sylvia K. Burack, (Boston: The Writer, Inc., 1990), hlm. 34-35. Terjemahan langsung.
[2] Georgina Walker, "Writing the Inspirational Article" dalam Writing to Inspire, peny. William Gentz, (East Sussex, Highland Book, 1982), hlm. 123-124. Terjemahan langsung.
[3] Pardamean Ronitua Harahap, Menulis yang Dibutuhkan dan Disukai Pembaca (Jakarta: Iron Damwin, 1980), hlm. 58.
[4] Wilson Nadeak, Bagaimana Menjadi Penulis Artikel Kristiani yang Sukses (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1989), hlm. 40.
[5] Chip Ricks dan Marilyn Marsh, How to Write for Christian Magazines (Nashville, Broadman Press, 1985), hlm. 65-67. Terjemahan langsung.
[6] Wilson Nadeak, Bagaimana Menjadi Penulis yang Sukses (Bandung: Yayasan Pustaka Wina, 1994), hlm. 74-75.
[7] Gary Provost, 100 Cara untuk Peningkatan Penulisan Anda, pen., t.p. (Semarang: Dahara Prize, 1989), hlm. 119.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Menulis dengan Cinta
Judul artikel: Mulai dengan Langkah Pertama
Penulis: Xavier Quentin Pranata
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2002
Halaman: 122 -- 131


TOKOH PENULIS: MADELEINE L'ENGEL

Madeleine lahir pada 29 November 1918 dan menghabiskan masa kanak-kanaknya di New York City. Ia suka menulis cerita, puisi, dan buku harian yang tercermin dalam nilai-nilainya (bukan yang terbaik). Namun, dia tidak berkecil hati. Pada usia 12, ia pindah ke Pegunungan Alpen Prancis dengan orang tuanya dan bersekolah di sebuah sekolah asrama Inggris. Di tempat itu gairah menulisnya terus bertumbuh. Ia berkembang pesat selama tahun-tahun SMA-nya di Amerika Serikat, di SMA Ashley Hall, Charleston, Carolina Selatan.

Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Smith College dan belajar bahasa Inggris dengan beberapa dosen yang sangat luar biasa, sembari membaca karya-karya klasik dan terus membuat tulisan kreatifnya sendiri. Dari sekolah tinggi itu, ia lulus dengan pujian dan pindah ke sebuah apartemen Greenwich Village di New York dan bekerja di sebuah teater. Bayaran dari Equity Union (serikat aktor, manajer panggung, dan pekerja seni peran, Red.) dan jadwal yang fleksibel memberinya waktu untuk menulis. Ia menerbitkan dua novel pertamanya yang berjudul "A Small Rain" dan "Ilsa" pada tahun-tahun tersebut, sebelum bertemu Hugh Franklin, calon suaminya, ketika Madeleine menjadi pemain pengganti dalam drama "The Cherry Orchard" karya Anton Chekov, dan kemudian mereka menikah ketika "The Joyous Season" dipentaskan.

Dari pernikahannya itu, ia melahirkan seorang bayi perempuan dan akhirnya pindah ke Connecticut untuk mengurus keluarganya sambil terus menulis. Mereka membeli sebuah toko yang terbengkalai, dan membuatnya aktif kembali selama 9 tahun. Mereka kembali ke kota dengan tiga orang anak, dan Hugh menggiatkan kembali karier akting profesionalnya.

Seiring berlalunya waktu dan bertumbuhnya anak-anak mereka, Madeleine terus menulis, sementara Hugh berakting. Mereka menikmati kehidupan dan satu sama lain. Madeleine mulai bergabung dengan Gereja Katedral St. John the Divine dan menjadi pustakawan, serta mengurus kantor selama lebih dari 30 tahun. Setelah kematian Hugh pada tahun 1986, menulis dan mengajarlah yang membuat Madeleine terus bertahan. Dia hidup melewati abad ke-20 dan masuk ke dalam abad ke-21, serta menulis lebih dari 60 judul buku. Dia menikmati saat-saat bersama teman-teman, anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicitnya. (t\yudo)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Madeleine L'Engle
Alamat URL: http://www.madeleinelengle.com/madeleine-lengle/
Judul artikel asli: About Madeleine L'Engle
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 7 Desember 2011


PENA MAYA: MENULIS BUKU

Menulis Buku adalah blog yang memuat berbagai tulisan dari para penulis Kristen dengan pembahasan firman Tuhan dan Teologi, penulis yang memasang tulisannya di blog ini berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya Daniel Livius, Romy R Matulessy, Aditya Putra, Marsel J. Tumbelaka, Mozart Pardede S.T, dll.. Setiap tulisan yang dipasang dalam blog ini berjenis artikel dan tugas makalah.

Hingga ulasan ini dibuat, terdapat sekitar 28 tulisan dalam blog ini. Blog ini sudah lama tidak diupdate, tapi tulisan yang ada di dalamnya bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin belajar mengenai teologi. Beberapa tulisan dalam blog ini, antara lain "Teologia dan Iman Kristen" oleh Rhein S., "Pengantar Pastoral" ditulis oleh Klaudia, "Teologi Paulus" oleh Paulus, dan beberapa artikel lainnya. Jika Anda ingin mendapatkan referensi dan artikel-artikel seputar teologi, silakan mengunjungi situs ini. (STL)

==> http://menulisbuku.blogspot.com/
Tanggal akses: 13 Oktober 2011


STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Apakah Anda rindu mendengarkan firman Tuhan setiap hari? Dapatkan Alkitab MP3 Audio sekarang juga!

Alkitab MP3 Audio adalah rekaman teks Alkitab yang disuarakan/dibacakan dalam format MP3. Tersedia dalam 20+ versi bahasa Indonesia, bahasa-bahasa suku di Indonesia, dan bahasa-bahasa asing lain. Bisa didapatkan dengan "kualitas CD" (650 MB) atau "kualitas HP" yang lebih kecil (200 MB) dalam bentuk CD, DVD, USB, HP, atau online streaming/download -- GRATIS!

Alkitab MP3 Audio ini akan banyak menolong Anda dalam pelayanan dan terutama gereja Anda, khususnya untuk menolong para lanjut usia, penyandang tunanetra, yang sedang berbaring sakit atau yang masih buta huruf, sehingga mereka pun bisa dilawat oleh firman Tuhan. Bahkan Alkitab MP3 Audio ini juga bisa Anda gunakan ketika sedang melakukan perjalanan atau sambil mengerjakan tugas sehari-hari. Alkitab MP3 Audio mudah untuk dibawa/diputar/disimpan dalam semua alat komputer, laptop, PDA, CD/VCD/DVD/MP3 player, USB, Android, iPod/iPad, maupun HP Anda. Jika Anda memiliki pelayanan yang berhubungan dengan bahasa-bahasa tersebut, atau mengetahui ada pelayan Tuhan yang melayani dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut, silakan menghubungi kami.

Milikilah segera dan jadikan CD Alkitab Audio MP3 ini alat untuk menyebarkan firman Tuhan. Biarlah semakin banyak orang yang "percaya karena mendengar" -- "faith comes by hearing".

Kontak YLSA/SABDA: < audio(at)sabda.org >
Situs: < http://audio.sabda.org >


Kontak: < penulis(at)sabda.org >
Redaksi: Yosua Setyo Yudo, Santi Titik L.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/penulis >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >

[i-kan-misi] [e-JEMMi] Edisi 07/Februari/2012 -- Konsep Misi 2

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-JEMMi -- Konsep Misi 2
No.07, Vol.15, Februari 2012

SEKILAS ISI
ARTIKEL MISI: KONSEP MISI DALAM INJIL DAN KISAH PARA RASUL 2
DOA BAGI MISI DUNIA: AFGANISTAN
DOA BAGI INDONESIA: KKR SISWA

Shalom,

Sebagai lanjutan dari artikel minggu lalu, maka e-JEMMi edisi 07 akan melanjutkan pembahasan dengan menyajikan konsep misi dalam Injil dan Kisah Para Rasul. Kiranya Artikel yang kami sajikan ini memberkati Anda. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-JEMMi,
Yosua Setyo Yudo
< http://misi.sabda.org/ >


ARTIKEL MISI: KONSEP MISI DALAM INJIL DAN KISAH PARA RASUL 2

Pesan-pesan Injil yang sulit mengarahkan Albert Schweitzer pada kesimpulan bahwa pada awal pelayanan Yesus, Ia percaya pada dekatnya masa parousia, keselamatan besar Israel dan dunia, dan kemudian, ketika Dia amat kecewa pada pengharapan-Nya, Dia bersiap untuk penderitaan besarnya, yang pada suatu tingkat terus menanjak dan dianggap tak terhindarkan. Ini bukanlah tempat untuk masuk dalam pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Kita merujuk pada studi penting yang dilakukan H.N. Ridderbos, "The Coming of the Kingdom". Ridderbos menunjuk bahwa ada dua arah yang harus dibedakan dalam nubuatan Yesus, yang satu bermuara pada parousia dan yang lain pada penderitaan dan kematian-Nya. Awalnya, para murid-Nya tidak memahami hal ini, dan mulanya Yesus juga tidak menolong kesulitan mereka untuk memahaminya. Yesus sering menyatakan dengan gamblang, bahwa kedatangan-Nya menandai terjadinya hal-hal yang terakhir, bahwa berbagai nubuatan mulai digenapi, namun secara bertahap Yesus mulai membuka mata murid-murid-Nya pada kenyataan yang sangat besar dan bahwa hal-hal yang mengerikan harus terjadi terlebih dahulu. Kerajaan Allah tentu saja berada di tangan Yesus Kristus; dalam Yesus Kristus, Kerajaan Allah telah turun ke dalam dunia dan tanda-tandanya telah nyata di mana-mana. Namun, kerajaan ini tidak dapat datang dalam perwujudannya yang penuh, karena kenyataan yang membuat tawar hati tentang penderitaan dan kematian-Nya yang semakin dekat haruslah terjadi lebih dulu.

Untuk alasan itulah perumpamaan-perumpamaan berikutnya menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang masa antara, masa yang harus terjadi sebelum kepenuhan kerajaan itu dinyatakan.

Begitu pula perumpamaan tentang perjamuan besar yang digambarkan dalam Lukas 14:15-24. Dalam perumpamaan itu Yesus menceritakan tentang seseorang yang menyiapkan sebuah pesta dan telah mengirimkan undangannya, "sebab segala sesuatu sudah siap." Dalam Matius 22:8 kita baca, "Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia." Secara objektif, dengan kata lain, semua hal yang diperlukan telah terpenuhi. Penderitaan telah lengkap, pendamaian telah diadakan, dari pihak Tuhan tidak ada lagi yang harus dilakukan. Semuanya telah "siap". Namun pestanya tidak dapat dimulai. Mereka yang diundang tidak dapat hadir karena suatu alasan (Lukas), atau mereka hanya tidak akan datang (Matius). Tuan rumah akhirnya mengirim para pelayannya ke jalan-jalan dan ke persimpangan-persimpangan untuk mengundang para pengemis, orang-orang cacat, dan orang-orang buta. Dan semuanya ini terjadi untuk sebuah penundaan besar. "Pesta pernikahan telah siap, namun mereka yang diundang tidak siap." Dengan pengertian bahwa "mereka yang diundang" tidak lain berarti orang-orang yang menjabat sebagai pemimpin bangsa Israel. Rujukan yang sangat jelas ditujukan kepada masa yang terjadi di antara peristiwa itu, masa antara. Semuanya telah siap, namun rumah harus terlebih dahulu penuh oleh tamu sebelum pesta dapat dimulai.

Penundaan yang sama bahkan tampak lebih jelas lagi daripada sebelumnya dalam perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur yang jahat (Matius 21:33-34). Pemilik sebuah kebun anggur terlebih dahulu mengirimkan budak-budaknya dan kemudian putranya sendiri untuk mengambil hasil dari kebun anggur itu. Namun, para penggarap tersebut membunuh para pelayan itu dan kemudian putra pemilik kebun itu. Di akhir perumpamaan, Yesus mengucapkan kata-kata yang mengerikan, "Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu" (ay. 43). Istilah "kamu" hanya dapat merujuk pada Israel dalam kapasitasnya yang resmi, pada para pemimpinnya. Penghakiman yang mengerikan ini diucapkan atas Israel. Israel yang dalam istilah tertentu berarti "anak-anak kerajaan" (Matius 8:12), di sini dilemparkan keluar dan kerajaan itu diberikan kepada orang baru. Sekali lagi, masa antara yang diperlukan untuk memperlihatkan kedatangan kerajaan secara nyata terbukti dalam perumpamaan ini.

Perumpamaan tentang mina dalam Lukas 19:11-27 (di Matius 25:14-30 tentang talenta) sekali lagi menunjukkan masa antara dengan sangat jelas. Seorang bangsawan tertentu pergi ke suatu negara asing untuk menerima sebuah kerajaan, dan memberikan tanggung jawab kepada hamba-hambanya untuk mengurus segala miliknya sampai dia kembali. Yang dimaksud di sini adalah kerajaan itu sudah siap, dalam maksud tertentu telah matang dan siap dipetik, namun harus datang terlebih dahulu sebuah masa di mana para hamba sang bangsawan harus mengerjakan talenta yang dititipkan tuannya. Masa antara ditandai dengan pekerjaan para hamba itu. Karena itu, mereka harus bekerja dengan pemberian tuannya selama masa ini, tidak peduli berapa lama masa ini akan berlangsung. Menurut perumpamaan ini, pekerjaan yang dilakukan para hamba tersebut termasuk pergi ke jalan-jalan dan ke persimpangan-persimpangan untuk mengundang semua orang datang ke pesta perkawinan sang Raja. Seseorang mungkin mengatakan bahwa masa seperti itu lebih banyak diisi dengan perintah misi, dan perintah misilah yang memberi arti untuk waktu seperti itu.

Adolf von Harnack dengan tegas menyatakan, bahwa Yesus mengarahkan misi-Nya hanya untuk orang Yahudi saja, dan bahwa sebuah misi formal untuk bangsa-bangsa lain benar-benar di luar perspektif Yesus. Namun demikian, dari yang kita bahas sebelumnya, posisi Harnack mengenai hal ini tidaklah benar karena seluruh Injil dipenuhi dengan kata-kata dimaksudkan untuk seluruh dunia. Agar singkat, kita hanya akan membahas bagian-bagian Injil yang berkaitan dengan hal itu saja.

Dalam nyanyian pujian Simeon yang sangat terkenal, Yesus disebut sebagai "terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain" (Lukas 2:32). Kedatangan orang majus dari Timur adalah sebuah petunjuk bahwa para nabi Perjanjian Lama telah berulang kali menyampaikan bahwa nubuatan mulai digenapi -- bahwa bangsa-bangsa lain harus segera datang pada seorang Israel yang dimuliakan oleh Tuhan (Matius 2:1-12).

Berbagai macam perkataan Yesus cukup universal yaitu, "Kamu adalah garam dunia;" "Kamu adalah terang dunia" (Matius 5:13-14); "begitu besar kasih Allah akan dunia ini" (Yohanes 3:16). Ketika Yesus bertemu dengan perwira Romawi di Kapernaum, Dia teringat nubuatan Perjanjian Lama dan mengatakan, "Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak, dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga" (Matius 8:11). Ketika masa pelayanan Yesus hampir berakhir, beberapa orang Yunani ingin menemuinya, permintaan ini mengingatkan Yesus akan kenaikan Anak Manusia (Yohanes 12:23). Kedatangan berbagai bangsa selalu dianggap sebagai tanda-tanda yang umum akan kedatangan Mesias! Karenanya, seluruh bukti-bukti di sepanjang Injil menunjukkan Yesus selalu melihat hidup-Nya dalam konteks yang luas dari nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama mengenai keselamatan, dan salah satu elemen dalam nubuatan tentang keselamatan ini adalah mendekatnya orang-orang dari daerah dan bangsa lain.

Namun demikian, benarlah bahwa kita dihadapkan dengan ungkapan-ungkapan tertentu Yesus yang sepertinya terwujud dalam sebuah kecenderungan untuk lebih mementingkan sebuah kelompok. Kepada seorang perempuan Samaria Yesus mengatakan bahwa keselamatan hanya untuk Bangsa Yahudi (Yohanes 4:22); dan kepada seorang wanita Kanaan Yesus mengatakan bahwa Ia hanya diutus kepada domba yang hilang dari umat Israel" (Matius 15:24). Bagaimanapun juga, kedua teks tersebut menunjukkan bahwa waktu untuk menyebarkan Injil kepada seluruh dunia belumlah tiba. Untuk alasan yang sama, para Rasul dilarang dalam misi pertama mereka untuk pergi kepada bangsa-bangsa lain atau desa-desa orang Samaria (Matius 10:5). Waktu untuk itu belum tiba. Pada waktu-waktu berikutnya, Yesus berbicara dalam istilah-istilah yang lebih universal. Ketika Maria dari Betania mengurapi-Nya, Tuhan menyatakan "Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." (Matius 26:13) Di sini seluruh dunia mulai dibahas. Dan lebih kuat lagi diungkapkan dalam hal-hal besar, yang menyangkut hal-hal di masa depan ketika Tuhan berkata, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14) Kegiatan misi di sini berkaitan dengan hal-hal terakhir dan juga dalam hal nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama.

Pertimbangan-pertimbangan semacam itu menunjukkan dengan jelas bahwa pesan misi tidak tampak dengan jelas pada awal-awal kisah Injil, karena pada waktu itu hidup Yesus diselubungi misteri. Akankah pada akhirnya nanti Yesus mengatakannya; akankah Dia mengungkapkan hal-hal yang terakhir; ataukah hidup-Nya akan berakhir dengan kekalahan? Dan dalam fase pelayanan-Nya ini, Yesus tidak mengungkapkan secara penuh kepada murid-murid-Nya arah hidup yang harus dijalaninya. Ketika masa depan menjadi semakin jelas, ketika penderitaan Yesus semakin mendekat, terbukti bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan mula-mula para murid dan orang banyak. Pada saat itulah masa antara mulai tiba, dan dengannya pelayanan misi. Misi dan masa antara tidak dapat terpisahkan. Dan sekarang Injil penuh dengan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang membuatnya jelas bahwa, Yesus melihat pekerjaan-Nya sebagai sebuah pekerjaan yang memiliki maksud universal; Dia adalah terang, bukan hanya atas Israel, namun juga atas dunia.

Apa yang telah kami ungkapkan terjadi pada masa sebelum penderitaan dan kematian Yesus. Baik masa antara dan amanat misi dapat dikatakan lebih terbuka setelah kebangkitan. Selama empat puluh hari ketika Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid-Nya, berkali-kali ia menanamkan tentang betapa pentingnya pelayanan misi ke dalam hati mereka. Pada hari Paskah itu sendiri, ketika Dia menampakkan diri pada sebelas murid, Yesus menyatakan bahwa, "dalam Nama-Nya, diberitakan pertobatan dan penghapusan dosa kepada segala bangsa, dengan mulai dari Yerusalem." (Lukas 24:47, MILT) Yesus mengajarkan bahwa perintah-Nya terhubung dengan Kitab Suci. Kitab Suci memang membangun penekanan pada kedatangan bangsa-bangsa lain secara sukarela, namun yang terakhir lebih cenderung melibatkan aktivitas gereja.

Injil Matius memberi amanat misi suatu landasan terutama dari kuasa dan otoritas yang diberikan kepada Yesus karena pelayanan perantaraan-Nya yang sudah selesai. Kuasa yang menyelamatkan ini harus dinyatakan dan semua orang harus tunduk di hadapannya: "pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku." Injil mengandung sesuatu tentang kemuliaan perintah seorang raja. Karena itu, hal tersebut harus berakhir dengan panggilan untuk menyatakan kekuasaan Yesus sebagai raja atas dunia.

Amanat misioner itu secara intrinsik terhubung dengan Injil Yohanes melalui kedatangan Yesus ke dalam dunia: "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21) Sebuah anugerah dan kasih yang berlimpah-limpah, yang berasal dari Tuhan dalam Yesus Kristus memenuhi mereka yang diutus Kristus.

Sekali lagi Kristus menjelaskan hal-hal ini kepada para murid-Nya pada perjalanan menuju gunung, di mana Dia akan naik ke Sorga. Para murid berpikir bahwa tugas mereka hanyalah menunggu sampai Kristus memulihkan kerajaan untuk Israel. Mereka melihat masa depan secara Israel-sentris dan menganggap peran mereka hanya bersifat pasif. Kristus mengoreksi kesalahpahaman ini, mula-mula dengan memberi tahu para murid-Nya bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan pada masa "yang ditetapkan Bapa dengan kuasa-Nya". Kemudian dia menunjukkan bahwa peran mereka bukanlah menjadi para pengamat yang pasif, namun menjadi para saksi yang aktif "sampai akhir zaman". Akhirnya, Yesus menghapus semua kekecewaan dengan menjanjikan pada mereka kuasa dari Roh Kudus (Kisah para Rasul 1:6-8).

Kita dapat menunjukkan kesimpulan pandangan Injil mengenai misi bahwa ide paling mendasar tentang misi dalam pengajaran Yesus adalah pengajaran yang ditarik dengan perlahan dan hati-hati dari pengharapan keselamatan Mesianik. Nubuatan Perjanjian Lama menganggap keselamatan Mesianik meliputi baik pembaruan spiritual maupun pemulihan kejayaan Israel, dan juga kedatangan bangsa lain secara sukarela dan transformasi secara radikal tatanan dunia. Keselamatan Mesianik ini telah tiba secara prinsip dalam kedatangan Yesus Kristus. Dalam sebuah Sinagoge di Nazareth, Yesus tidak ragu-ragu untuk mengatakan sebuah nubuatan Mesianik pada Perjanjian Lama, "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Lukas 4:21)

Era baru telah dimulai, parousia ada di sini, Kerajaan Allah telah datang. Dalam pembukaan atau penyingkapannya, bagaimanapun juga, berbagai macam elemen yang lain mulai tampak. Mukjizat yang dilakukan Yesus secara mendalam adalah tanda-tanda kuasa keselamatan yang agung, namun hal-hal tersebut tidak segera menjadi keajaiban Mesianik yang besar, transformasi tatanan dunia, sehingga serigala dapat berbaring bersama domba. Pembaruan spiritual Israel mungkin telah tiba, namun tidak segera terwujud sebagai kekuasaan. Alih-alih melanjutkan pemuliaan, Yesus mengumumkan berbagai penderitaan besar. Bahkan setelah kebangkitan, keselamatan besar tidak segera terwujud secara penuh. Semuanya telah disiapkan, namun tamu-tamu yang diundang tidaklah siap. Kerajaan Allah kemudian diambil dari pemimpin bangsa Israel dan diberikan kepada orang lain. Terdapat sebuah penundaan yang misterius. Keselamatan hadir dalam bentuk prinsip, namun dalam penyingkapannya tidak segera dapat digenapi seluruhnya. Berbagai misi kemudian berkembang dari keselamatan Mesianik besar yang dinubuatkan oleh para Nabi, sebagai elemen yang akan menandai penundaan. Penundaan diperlukan karena kerajaan akan diberikan kepada orang lain. Ketika hal itu hampir terjadi, ketika Injil Kerajaan telah diberitakan di seluruh dunia, lalu tibalah kesudahannya. Berbagai misi harus menempati sebuah posisi yang semakin penting dalam pengajaran Injil. Perwujudan penuh dari keselamatan besar menunggu, saat di mana tugas misi telah selesai seluruhnya. (t\Rinto)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: An Introduction to the Science of Mission
Judul asli artikel: The Concept of Mission in The Gospel and the Acts of the Apostles
Penulis: J. H. Bavinck
Penerbit: Presbyterian and Reformed Publishing Co., Phillipsburg, New Jersey
Halaman: 30 -- 36


DOA BAGI DUNIA: AFGANISTAN
Diringkas oleh: Novita Yuniarti

Sekitar 30 ribu orang Kristen Afganistan meninggalkan negara ini tahun lalu, setelah sebuah siaran berita televisi Afganistan memicu suatu gelombang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Dalam siaran itu ditunjukkan sebuah video aktivitas ibadah Kristen, yang di dalamnya termasuk acara baptisan orang-orang berlatar agama lain. Orang-orang Kristen yang tidak meninggalkan daerah ini ditangkap. Di tengah ancaman, beberapa orang percaya Afganistan dengan berani menyatakan iman mereka kepada orang lain. SM dan SA, orang percaya dari latar belakang agama lain, merupakan contoh dari orang-orang percaya yang ditangkap dan dipenjarakan. Walaupun mereka secara resmi tidak dijatuhi dakwaan, mereka kemungkinan menghadapi hukuman mati karena dianggap telah menjadi murtad. Puji Tuhan, pada bulan Februari 2011, SM dibebaskan setelah sembilan bulan dipenjara, dan SA juga dibebaskan beberapa minggu setelah SM.

Sumber: KDP, Edisi Januari-Februari 2012, Hal. 10

Pokok doa:

1. Mengucap syukur untuk pembebasan SM dan SA. Doakan agar iman mereka tetap teguh dalam mengikut Tuhan.

2. Doakan untuk umat percaya lainnya yang masih ada di penjara, agar Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan, sehingga mereka kuat menanggung penderitaan.

3. Berdoa untuk organisasi/Yayasan Kristen yang melayani di Afganistan, agar Tuhan melindungi mereka dan memampukan mereka untuk bisa melayani umat Kristen di Afganistan di tengah keadaan yang sulit.

4. Doakan untuk pemerintah Afganistan, agar Tuhan melembutkan hati mereka dan mereka memberikan kebebasan dan perlindungan terhadap umat percaya di sana.


DOA BAGI INDONESIA: KKR SISWA

Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI), kembali mengadakan KKR Regional Siswa di beberapa tempat di wilayah Surakarta dan sekitarnya, dari jenjang TK sampai SMU. Biarlah Roh Tuhan mengurapi setiap kebaktian kebangunan rohani yang diadakan.

Pokok Doa:

1. Doakan agar acara KKR dapat berlangsung dengan tertib dan damai. Doakan juga agar Tuhan menolong semua siswa untuk bisa konsentrasi mendengarkan firman Tuhan.

2. Doakan agar Tuhan mengurapi setiap pembicara dengan kebenaran firman Tuhan, biarlah semua panitia bisa bekerja sama dengan baik.

3. Doakan agar melalui KKR ini, setiap siswa yang mengikuti mendapatkan berkat rohani dan pemulihan bagi jiwa mereka.

4. Doakan agar Tuhan mengatur cuaca sehingga tidak menjadi halangan bagi firman Tuhan diberitakan. Doakan juga agar setiap perlengkapan yang dipakai supaya bermanfaat untuk melancarkan pelaksanaan KKR.


"TO GAMBLE WITH LIFE IS ALWAYS A BAD BET"


Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti, Yosua Setyo Yudo
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >

[e-Wanita] Edisi 78/Februari -- Kasih Allah

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Kasih Allah
Edisi 78/Februari 2012

MENU SAJI
DUNIA WANITA 1: PELAYANAN KASIH (AGAPE)
DUNIA WANITA 2: BETAPA BESAR KASIH-NYA
WAWASAN WANITA: MEMBUAT HIDUP LEBIH BERMAKNA

Shalom,

Sahabat yang terkasih, kita semua bisa hidup sampai sekarang ini merupakan anugerah kasih Allah yang besar. Untuk membuktikan perlindungan dan kasih-Nya, Allah telah mengawali pelayanan-Nya kepada manusia. Perihal tentang kasih Allah dapat Anda simak dalam sajian kami kali ini. Anda juga dapat menyimak artikel tentang membuat hidup lebih bermakna.

Staf Redaksi e-Wanita,
Fitri Nurhana
< http://wanita.sabda.org/ >


DUNIA WANITA 1: PELAYANAN KASIH (AGAPE)

Kata melayani di dalam kehidupan orang Kristen, merupakan kata dasar yang tidak boleh terpisahkan dari rencana Allah terhadap dunia dan manusia di dalamnya.

Ketika Allah menciptakan manusia, Dia sudah terlebih dahulu melayani ciptaan-Nya -- Adam dan Hawa dengan memberikan dan memenuhi segala kebutuhan mereka untuk hidup tanpa kekurangan apa pun. Bumi, langit, air, matahari, bulan, binatang di darat, di udara, dan segala tumbuh-tumbuhan hijau diberikan untuk manusia. Dia, Allah yang melayani! Secara gampang, melayani dapat didefinisikan sebagai: memenuhi kebutuhan orang lain dengan sebaik-baiknya. Tentu saja, ada pelayan tanpa pamrih atau dengan pamrih (balas jasa, uang, gaji, dll.). Tidak demikian dalam kerajaan Allah! Segala usaha melayani gereja dan sesamanya harus dilakukan tanpa pamrih, bahkan tidak jarang harus disertai dengan curahan tenaga, pikiran, perjuangan, dan sumbangan keuangan yang tidak kecil. Mengapa demikian? Karena motivasi kekristenan dalam melayani bersumber pada Allah yang telah melakukan segala-Nya bagi kita, bagi setiap orang yang percaya sungguh-sungguh terhadap Tuhan Yesus yang mati bagi dosa dan pelanggaran kita. Jadi, masih adakah alasan bagi kita untuk tidak melayani Tuhan dan sesamanya? Seharusnya tidak ada! Selain itu, ingatlah bahwa urutan melayani bagi anak-anak Tuhan harus benar. Pertama-tama, mengikuti Tuhan Yesus dan melayani Dia. Kedua baru melayani sesamanya.

Allah kita memunyai sifat dan karakter "exodus", keluar atau mengarah keluar. Sedangkan manusia, semenjak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, semua kehidupan sampai detik ini, memunyai sifat "egocentris" (ke dalam). Ketika Adam dan Hawa memakan buah pohon kehidupan itu, mereka menjadi "sadar" bahwa diri mereka telanjang. Kata sadar di sini menunjukkan bahwa mereka menjadi melihat ke dalam (keadaan) diri mereka. Sedangkan, Adam dan Hawa diciptakan untuk keluar, untuk melihat segala ciptaan Allah, untuk menguasainya, memeliharanya, dan mengerjakan itu semua. Karena itu, hanya orang-orang kepunyaan Allah yang sanggup kembali kepada konsep ciptaan Allah di dalam Adam dan Hawa, seperti pada waktu Allah berkata: "Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita." Melayani adalah salah satu gambar dan rupa Allah kita! Sifat Allah! Itu kemuliaan yang hilang sejak Adam dan Hawa memakan buah terlarang! Hanya berdamai dengan Allah melalui kelahiran kembali dan pertobatan di dalam Yesus Kristus, maka setiap anak-anak Allah diperlengkapi untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik bagi Allah dan bagi sesama. Rasul Paulus di dalam 2 Korintus 8:5 mengatakan, "Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami."

Memberikan diri kita kepada Allah berarti didamaikan, ditebus dosa-dosanya, dan menjadi ciptaan baru. Ciptaan baru berarti memulai proses untuk memiliki gambar dan rupa Allah yang hilang di dalam kehidupan manusia, yaitu manusia yang peduli sesamanya. Kebanyakan orang, termasuk orang Kristen, cenderung memikirkan dirinya sendiri, kebutuhannya, kemauannya, kepentingannya, bahkan kelemahannya dan kekurangannya. Semuanya ke dalam, ke dirinya sendiri, itulah egocentris (ego: aku, centris: pusat). Pusat perhatian dan kehidupannya, pertama-tama ke "aku" nya, baru orang lain.

Lalu bagaimana dengan orang Kristen? Bagi kita berlaku hal demikian: pusat perhatian dan kehidupan kita, pertama-tama adalah Allah kemudian barulah orang lain. Jadi, di mana tempat kebutuhan diri kita sendiri? Jawabannya yaitu di dalam dan dari Allah! Seperti tertera pada Matius 6:31-34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok memunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Semuanya itu akan ditambahkan. Semuanya berarti segala kebutuhan kita akan dipenuhi Allah tanpa kita perlu memusingkannya! Karena itu, carilah Dia, carilah kebenaran-Nya, beribadahlah dengan sungguh, berdoalah senantiasa, bacalah, renungkan, dan simpanlah firman-Nya di dalam diri kita, carilah Tuhan sementara Dia masih bisa dicari, maka semua kebutuhan kita pasti dipenuhi. Kata "ditambahkan ke padamu" memunyai pengertian "membangun". Allah hanya memberikan segala sesuatu yang membangun (hidup) kita! Yang merusak, yang jelek, dan negatif datangnya bukan dari Allah. Allah tidak memberi itu. Baru setelah kita memberikan hidup kita kepada Dia, kita sanggup untuk memikirkan orang lain, memikirkan kebutuhan dan kepentingan orang lain. Itulah yang hilang di dalam diri kita apabila kita tidak didamaikan dengan Allah. Banyak orang bertahan sebentar saja untuk melayani sesamanya, karena belum hidup benar di dalam Tuhan. Ketika mereka melihat kebutuhan hidupnya yang belum terpenuhi, mereka menjadi khawatir dan cemas. Akhirnya mereka tidak peduli (lagi) dengan orang lain dan berhenti melayani orang lain. Tentu saja kita tetap boleh memikirkan kehidupan kita, agar layak dan berkenan terhadap Tuhan dan manusia, namun jangan memusingkannya!

Roma 14:17-18, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia." Ini kuncinya kita melayani orang lain, yaitu melayani Kristus dengan cara yang benar. Untuk melayani Dia, kita perlu menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, dan menerima Dia sebagai Kepala dari tubuh-Nya, yaitu jemaat (gereja-Nya) dan berfungsi dalam pelbagai pelayanan yang dikerjakan satu Roh.

2 Korintus 8:4, "Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus." Melayani Kristus adalah melayani tubuh-Nya -- jemaat atau gereja Tuhan yaitu melayani orang-orang kudus atau Kristen, setelah melayani keluar: keluarga, teman, kota, negara, dan dunia. Ingatlah 1 Korintus 12:5 "Ada bermacam-macam pekerjaan untuk melayani Tuhan, tetapi Tuhan yang dilayani itu, Tuhan yang satu juga!"

Selamat melayani Tuhan dan sesama kita!

Diambil dari:
Nama majalah: Curahan Hati, Edisi 5, Juli 2007
Penulis: Pdt.Ir.Emil Danuhyarso (Boen) MSc.
Penerbit: Yayasan Curahan Hati
Halaman: 21 dan 25


DUNIA WANITA 2: BETAPA BESAR KASIH-NYA

Hukum entropi dalam Termodinamika II menyimpulkan bahwa terjadi penyusutan zat. Semua benda dalam dunia ini mengalami penyusutan bobot. Kita sedang mengalami penyusutan bobot. Rasul Paulus mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 2:23) Jelas sekali bahwa di hadapan Allah, manusia sedang menyusut. Ya, tidak dapat dimungkiri kita semua sedang menyusut. Masa muda kita kelihatan tidak ada masalah, tetapi ketika masa senja tiba, kita berurusan dengan macam-macam kelainan dan penyakit. Kita tidak bisa menghindari tenaga yang berkurang, mata kabur, kulit wajah mengkerut, dll.. Kemuliaan Allah telah sirna dari manusia, yang membuat manusia selalu menyimpang dari ketetapan Allah dan tak berdaya di alam semesta ini.

Salah satu dampaknya ialah kita cenderung lupa, karena memang daya ingat dan fisik kita sedang menyusut. Kita bisa saja tidak ingat lagi akan teman-teman lama dan juga nama-nama mereka. Kalau kita berlalu lalang di sebuah kota yang padat penduduknya, mungkin tidak ada di antara mereka yang kita jumpai, yang kita kenal. Semua wajah yang tampak terasa asing, karena kita belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Kemampuan daya ingat kita terbatas.

Pemazmur mengatakan bahwa Tuhan Allah mengetahui tata letak dan nama-nama semua bintang yang bertaburan di angkasa (Mazmur 147:4,5,11 -- "Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga ... TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.") Semua benda angkasa dapat dilacak keberadaan dan identitasnya oleh Sang Pencipta. Sungguh sangat ajaib Dia!

Pengenalan Allah yang akurat itu berlaku bagi manusia. Ia mengenal pribadi kita dengan sangat jelas, sehingga tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Allah mengenal kita dengan tepat sekali, lebih dari diri kita mengenal diri kita sendiri. Bahkan, nama-nama kita didaftarkan-Nya dalam Kitab Kehidupan. Sang Pencipta mengenal semua orang di dunia ini dengan amat jelas; tua-muda, besar-kecil, pria-wanita. Ia tahu di mana kita duduk atau berdiri, berjalan atau berbaring. Ia tahu semua yang ada dalam pikiran atau hati kita. Semakin kita menyembunyikan sesuatu di hadapan-Nya, justru hal itu semakin transparan bagi-Nya.

Kalau kita merenungkan sifat Allah kita, semakin kita dibawa pada suatu pemahaman tentang kasih Allah terhadap diri kita. Luar biasa kasih-Nya kepada kita. Ia mengenal manusia apa adanya dengan tujuan untuk bergaul erat dengannya. Musa adalah seorang manusia biasa yang lemah dan memiliki banyak kekurangan, tetapi Allah berkenan menampakkan diri-Nya untuk bergaul dengan Musa. Tuhan Allah yang tinggi luhur itu datang ke tengah-tengah manusia dan berdiam di antara mereka.

Pengalaman yang unik dinikmati oleh Natanael. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia telah melihatnya duduk di bawah pohon ara. Padahal, menurut Natanael mereka baru saja bertemu dan bertatap muka, "Bagaimana mungkin Engkau mengenal aku?" Pengetahuan manusia memang amat terbatas. Itu menunjukkan bahwa Kristus Mahatahu. Ia mengenal Natanael lebih daripada manusia mengenalnya.

Hebat, bukan? Hal yang sama terjadi dengan kita. Kasih-Nya sangat besar terhadap umat manusia, sehingga Ia datang untuk mencari yang terhilang dan yang tersesat. Kasih-Nya lebih besar daripada kasih kita kepada-Nya.

Diambil dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, No.708. Februari 2005
Penulis artikel: Sos
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup
Halaman: 36 -- 37


WAWASAN WANITA: MEMBUAT HIDUP LEBIH BERMAKNA

Perubahan merupakan tanda adanya kehidupan dan pertumbuhan. Berikut ini, "jembatan" untuk membantu Anda mengalami transformasi pribadi.

1. Temukan Siapa Anda dan Apa Tujuan Allah atas Hidup Anda

"Siapakah saya?" merupakan pertanyaan mendasar bagi proses perkembangan pribadi. Menurut John Mason, pengenalan diri adalah pengetahuan yang menunjukkan siapakah diri kita dan harus menjadi seperti apa kita. Tujuannya supaya kita dapat hidup dengan tenteram dan berguna kini dan kelak. Kita adalah anak-anak Allah yang sangat berharga dengan kualitas unik (Yesaya 43:4). Karakteristik fisik, latar belakang, kemampuan mental, dan kepribadian memberikan mosaik dengan kemungkinan tak terbatas. Temukan panggilan Anda melalui talenta (bakat), minat, karunia-karunia, dan pengalaman yang Anda miliki.

2. Realistis

Ini berarti menerima diri Anda sebagaimana Allah menciptakan Anda, dan tidak berusaha menjadi pribadi yang lain. Citra diri yang realistis dan akurat penting untuk mengembangkan bakat-bakat Anda dan menggunakannya bagi kemuliaan-Nya. Pemahaman yang realistis tentang diri kita memberikan titik penting untuk berubah, sehingga dapat mengarahkan perhatian kita pada tujuan menjadi semakin serupa dengan Kristus, baik dalam diri sendiri maupun dalam hubungan dengan orang lain.

3. Arah yang Jelas

Sasaran dan tujuan yang terarah, penting dalam menghadapi perubahan dan pertumbuhan pribadi untuk menentukan kualitas pribadi yang kita kembangkan. Arah memberikan pemahaman mengenai cara membuat profil pertumbuhan pribadi yang efektif, memberikan semangat hidup, serta motivasi batiniah untuk mencapai tujuan.

3. Nantikan Tuhan

Ada kalanya kita mengalami kelesuan atau keletihan. Itulah saatnya kita mengambil waktu teduh dan menantikan kuasa-Nya berkarya dalam hidup kita. Dengan menantikan Tuhan berarti kita sedang mengembangkan kedalaman karakter kita dan mendapat kekuatan baru (Yesaya 40:31).

4. Fokus pada Tujuan

Untuk mendapatkan hasil atau tiba di tempat tujuan, kita harus fokus pada target sasaran atau tujuan. Seperti ketika Yosua hendak masuk ke Tanah Perjanjian, Tuhan mengingatkan, "Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi" (Yosua 1:7-8).

5. Optimalkan Potensi

Potensi berarti apa yang masih bisa Anda perbuat. Wayne Cordeiro menyebutkan bahwa masing-masing kita menyimpan harta terpendam di dalam bejana tanah liat kita. Tuhan merancang kekayaan ini agar ditemukan dan ditampilkan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Potensi itu meliputi: impian yang belum diwujudkan, karunia yang belum disingkapkan, dan bakat yang belum dikembangkan. Jangan meremehkan yang tampak sepele saat ini. Dari dalam diri bocah yang dianggap bodoh, tersingkap Thomas Alfa Edison. Melalui seorang penjaja sepatu, tampil penginjil agung D.L. Moody. Dari dalam diri Anda, munculkan potensi optimal Anda dan jadilah pribadi sesuai desain Tuhan.

6. Rintangan, Refleksi, dan Re-interpretasi

Ada kalanya Tuhan memproses hidup Anda melalui rintangan bahkan kegagalan. Rintangan memberi kita jeda untuk berpikir dan mencari solusi. Sebelum melangkah lebih jauh, sediakan waktu untuk melakukan refleksi atas langkah-langkah yang telah Anda tempuh. Mungkin kita harus melakukan re-interpretasi terhadap strategi atau bahkan tujuan kita.

7. Menabur Benih

Pengkhotbah 11:6 mengingatkan agar kita menaburkan benih pagi-pagi, artinya jangan menunggu atau menunda-nunda. Taburlah benih yang bermanfaat bagi kehidupan bersama. Mulailah melakukan dari hal-hal kecil, jangan menunggu segala sesuatu menjadi ideal seperti yang Anda harapkan. Tuhan berjanji mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai (Mazmur 126:5-6).

8. Antusias

Lakukanlah segala sesuatu dengan antusias seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23). Kembangkan kualitas-kualitas berharga yang telah Allah berikan kepada Anda dengan penuh semangat. Tanpa antusiasme semangat kita akan mudah padam.

9. Syukur dan Setia

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah..." (1 Tesalonika 5:18) Tidak ada karakter sejati tanpa pengucapan syukur. Memiliki rasa syukur adalah salah satu tanda dari karakter yang kukuh. Dengan mengucap syukur Anda memberi bahan bakar terhadap iman dan pengharapan Anda (Filipi 4:6). Untuk mencapai tujuan Anda perlu setia (Matius 25:21-23; Wahyu 2:10).

10. Inklusif dan Impact

Hidup yang mengalami transformasi tampak dari sikap hidup inklusif memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi semua orang (Kisah Para Rasul 2:42-47). Bunda Teresa, Paus Yohanes Paulus II, dll. dikenang dan dihormati banyak kalangan karena teladan hidup dan kasihnya melampaui batas-batas budaya, politik, sosial, ekonomi, agama, dsb..

Selamat berjuang menjadi pribadi yang diperbarui dan memberi dampak bagi dunia.

Diambil dari:
Judul majalah: Bahana, Edisi Mei 2005, Volume 169
Penulis: Ugie
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2005
Halaman: 39


Kontak: < wanita(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Fitri Nurhana
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/wanita >
Berlangganan:< subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >

(e-RH) Februari 16 -- DATANGLAH KERAJAAN-MU

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 16 Februari 2012
Bacaan : Matius 6:9-13
Setahun: Imamat 11-13
Nats: datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di
surga (Matius 6:10)

Judul:

DATANGLAH KERAJAAN-MU

Di dalam pergaulan sesehari, jawaban standar atas pertanyaan "apa
kabar" adalah: "baik-baik saja" Jawaban ini sering muncul tanpa
dipikir dan belum tentu menggambarkan ke adaan yang sebenarnya. Ini
sudah menjadi basa-basi yang sangat umum sehingga artinya sudah
tidak lagi dipedulikan. Demikian juga pada waktu ki- ta mengucapkan
Doa Bapa Kami. Sejauh mana kita memahami setiap kata yang ada di
sana? Apakah kita menyadari setiap implikasi dari kata-kata
tersebut? Kata "datanglah Kerajaan-Mu" misalnya.

Kerajaan Allah berbeda dengan kerajaan atau pemerintahan ala dunia.
Kerajaan Allah tidak bisa dibatasi teritori tertentu. Ia menembus
batas negara, ras, dan budaya. Pertambahan penduduk nya bukan karena
penaklukan melainkan karena pertobatan dan pembenaran. Perluasannya
juga bukan karena kekuatan dan kekerasan prajurit melainkan karena
kasih dan kedamaian yang dipancarkan warga nya. Ini adalah kerajaan
yang senantiasa peduli de ngan perubah an hidup warganya. Kehidupan
yang diwarnai de ngan ketunduk an kepada Sang Raja. Salah satu
bentuk pengakuan akan ke-Raja- an Allah adalah mengizinkan
kehendak-Nya berla ku atas kita (ayat 10).

Kalau kita adalah warga Kerajaan Allah yang sejati, maka seharusnya
itulah kerinduan kita yang terdalam. Kita rindu melihat kehadiran
dan pemerintahan Tuhan makin terwujud dalam lingkungan keluarga,
komunitas, kota, bangsa, dan juga dalam hidup kita. Apa yang sudah
kita perbuat untuk mewujudkannya? Mulailah dengan sujud berdoa:
"Datanglah Kerajaan-Mu, " lalu bangkit dan menjadi sarana perwujudan
atas apa yang kita doakan. --PBS

SEBAGAI WARGA KERAJAAN TUHAN
MARI DOAKAN APA YANG RINDU KITA WUJUDKAN DAN WUJUDKAN APA YANG TELAH
KITA DOAKAN

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-16
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+6:9-13

Matius 6:9-13

9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di
sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga
mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi
lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang
empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.
Amin.)

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+11-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+11-13


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, February 14, 2012

[i-kan-humor] [e-Humor] 2010 Februari/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2010, Februari 2012

Shalom,

Pernahkah Anda mengalami salah paham? Pastinya, sebuah kesalahpahaman dapat menimbulkan masalah. Seperti yang dialami oleh dua tokoh humor kita hari ini. Daripada berlama-lama, yuk, langsung saja simak kisah lucu mereka :>

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2010. KESATRIA DAN NAGA

Dari menara istananya, sang raja melihat seorang kesatria di kejauhan. Kesatria itu berderap menunggang kuda, dan dengan sangat gagah, memanggul seekor naga di pundaknya.

"Dasar bodoh!" teriak sang raja. "Tugasmu itu membunuh naga dan membawa pulang sang putri!"

[Sumber: Senyum itu Dosa Ketawa Masuk Surga, 43]

"Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah." (Amsal 19:2) < http://alkitab.sabda.org/?Amsal+19:2 >


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih, Amy Grace Y.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

[i-kan-kisah] [KISAH] Edisi 263 -- Perkara-Nya Sungguh Luar Biasa

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KISAH -- Perkara-Nya Sungguh Luar Biasa
Edisi 263, 15 Februari 2012

Shalom,

Pernahkan Anda mengalami mukjizat Tuhan dalam perjalanan hidup Anda? Dan apakah sudah Anda saksikan kepada orang lain? Dalam kesaksian minggu ini, Anda akan menyimak kisah seorang ibu mengenai kebaikan Tuhan yang bekerja dan melindungi dia dan saudaranya, dalam peristiwa kecelakaan maut yang dialaminya. Kami berharap kesaksian ini dapat memberkati Anda semua. Selamat membaca.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Yonathan Sigit
< sigit(at)in-christ.net >
< http://kesaksian.sabda.org/ >


PERKARA-NYA SUNGGUH LUAR BIASA

Pada tanggal 12 November 2000, saya (MS) dan adik laki-laki saya pulang ke Cilacap, kota kelahiran saya, untuk menghadiri acara pernikahan salah satu pendeta muda Gereja Yesus Sejati. Keesokan harinya, kami kembali ke Jakarta dengan mobil. Dalam perjalanan kami singgah ke rumah sanak keluarga di daerah Majenang. Saya merasa sangat lelah dan mengantuk, Karena kelelahan, sehingga saya tertidur pulas di dalam mobil.

Sebelum memasuki kota Tasikmalaya, tepatnya di daerah Ciamis, kira-kira pukul 13.00 WIB, mobil kami menabrak mobil angkutan umum di depan kami yang berhenti dengan mendadak. Saat itu, mobil kami sedang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga benturan yang terjadi sangat keras.

Adik saya sudah berusaha menginjak rem, tetapi mobil tetap tidak dapat berhenti, sehingga tabrakan itu tidak dapat dielakkan. Akibat benturan yang amat keras itu, saya terpental dan kepala saya membentur kaca. Puji Tuhan, saat itu saya sedang tidur pulas, sehingga saya tidak mengetahui apa yang terjadi, juga tidak merasakan sakit. Baru setelah adik saya berseru, "Aduh!", saya terbangun. Sambil membuka mata saya bertanya, "Ada apa?" Dan dia menjawab, "Tabrakan!" Saya melihat kaca mobil hancur berkeping-keping. Lalu adik saya dengan panik mengambil tisu untuk membersihkan wajah saya dari serpihan kaca dan darah yang mengalir. Ia menyuruh saya memegang wajah saya, dan setelah saya pegang, saya lihat tangan saya penuh darah. Pada saat itu banyak orang di luar berteriak-teriak, agar kami segera turun dari mobil.

Tetapi kami tidak berani keluar dan tetap diam saja di dalam mobil. Akhirnya, setelah orang-orang tersebut berteriak lagi, "Ayo cepat kita bawa ke rumah sakit!" Kami pun keluar. Banyak orang menghampiri kami dan menolong mengangkat saya, tapi saya bilang tidak perlu karena saya merasa masih kuat berjalan sendiri. Sambil dituntun, kami menuju rumah penduduk.

Sungguh ajaib cara Tuhan menolong anak-anak-Nya. Saat itu ada orang yang mau menolong mengantar saya ke rumah sakit umum Ciamis. Sesampainya di rumah sakit, saya dibaringkan di ruang gawat darurat karena dokternya tengah melakukan operasi. Saat itu saya berdoa, "Ya Tuhan, tolonglah anak-Mu ini supaya cepat dirawat, dan kiranya Engkau juga memberi kekuatan kepada hamba-Mu ini untuk dapat menghibur adik saya yang sedang kalut dan menangis melihat keadaan saya."

Setelah berdoa, saya berkata kepada adik saya agar tidak mengkhawatirkan keadaan saya, dan memintanya untuk menghubungi Gereja Yesus Sejati Jakarta, untuk memberi tahu suami saya dan mengingatkan dia untuk mengurus mobilnya. Tiba-tiba saya merasa kepala saya berputar-putar, sehingga saya tidak berani membuka mata. Waktu itu saya benar-benar merasa takut. Adik saya keluar menemui seorang mantri untuk minta segera dicarikan dokter. Akhirnya, saya dibawa ke ruang operasi. Sebelum memasuki ruang operasi saya kembali berseru kepada Tuhan, "Ya Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini, supaya jangan ada luka yang membahayakan dan kiranya Engkau berkenan memberikan pertolongan yang terbaik untuk saya."

Di ruang operasi, saat luka-luka di wajah saya dibersihkan, saya merasakan sakit akibat beberapa serpihan kaca yang menusuk wajah saya. Setelah selesai, saya meminta agar dokter memeriksa bagian belakang kepala saya. Ternyata ada luka sedikit, kemudian luka itu dijahit.

Bersyukur pada Tuhan, adik saya tidak mengalami luka apa-apa dan luka yang saya derita tidak membahayakan, sehingga keesokan harinya saya diperbolehkan keluar dari rumah sakit untuk meneruskan perjalanan pulang ke Jakarta. Sebelum ke Jakarta, saya dan suami mengantar adik saya ke kantor polisi untuk mengurus mobilnya. Saat tiba di sana, saya benar-benar terkejut melihat mobil yang saya tumpangi kemarin rusak berat. Kap depan sebelah kiri (di depan tempat saya duduk) melesak sampai ke dalam cukup parah. Saya juga melihat foto mobil angkutan umum yang tertabrak, juga rusak berat. Saya benar-benar berterima kasih kepada Tuhan Yesus, karena saya masih diberi kesempatan untuk merasakan kasih Tuhan yang luar biasa, menyelamatkan tubuh dan jasmani saya dari kecelakaan.

Diambil dari:
Judul majalah: Warta Sejati edisi 37, Juli - Agustus 2003
Penulis: MS
Penerbit: Departemen Literature Gereja Yesus Sejati Indonesia, Jakarta
Halaman: 27 -- 28


POKOK DOA

1. Bersyukur karena Tuhan sudah menolong Ibu MS dan adiknya pada peristiwa kecelakaan maut yang dialaminya.

2. Berdoa buat setiap anak-anak Tuhan, agar memiliki hubungan yang lebih intim dengan Tuhan, dan senantiasa meminta perlindungan dalam setiap perjalanan yang dilakukan.

3. Berdoa buat saudara-saudara kita yang sedang melakukan perjalanan, agar diberi keselamatan dan dijauhkan dari peristiwa kecelakaan.

"Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu." (Mazmur 5:12) < http://alkitab.sabda.org/?Mzm+5:11 >


Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Redaksi: Yonathan Sigit
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/kisah >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >

[i-kan-binaanak] [e-BinaAnak] Edisi 572/Februari 2012 -- Kemurahan Hati (III)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaAnak -- Kemurahan Hati (III)
572/Februari/III/2012

DAFTAR ISI
TIP: MENGAJARKAN KEMURAHAN HATI KEPADA ANAK
STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Shalom,

Setiap orang tua maupun pelayan anak tentu memiliki kerinduan agar anak-anak memunyai karakter yang baik dan berkenan bagi Tuhan. Bagaimana cara kita membimbingnya? Salah satunya dengan melatih anak bersikap murah hati saat mereka masih kecil. Sikap ini akan terus melekat dalam hatinya dan akan menjadi salah satu karakter dalam dirinya. Adapun beberapa saran/tip untuk mengajarkan kemurahan hati kepada anak, dapat Anda temukan dalam sajian kali ini. Kiranya sajian edisi menjadi berkat bagi Anda.

Staf redaksi e-BinaAnak,
Santi Titik Lestari
< http://pepak.sabda.org/ >


TIP: MENGAJARKAN KEMURAHAN HATI KEPADA ANAK

Anak-anak di usia prasekolah lebih mudah untuk diajarkan hidup bersosialisasi. Persahabatan memegang peranan penting, dan kegiatan yang dilakukan secara berkelompok merupakan saat yang paling mereka gemari. Pada saat inilah Anda dapat mengajarkan sifat murah hati pada si kecil, seperti misalnya berbagi makanan atau bergantian bermain ayunan.

Tentu saja kita tidak dapat mengharapkan sikap yang konsisten dari anak seusia ini. Itu hal wajar. Anak-anak usia prasekolah lebih memikirkan dirinya sendiri. Mereka juga sangat menjaga milik pribadinya sedemikian rupa, sehingga tidaklah mudah bagi mereka untuk berbagi begitu saja. Mungkin bagi kita orang dewasa, apalah artinya boneka atau mobil-mobilan, namun bagi anak-anak benda-benda tersebut sangat berarti, dan mereka akan menjaga dan mempertahankannya sedemikian rupa karena barang-barang tersebut merupakan "harta berharga" mereka.

Yang jelas, ada saat-saat di mana mereka bisa bersikap murah hati. Nah, saat itulah kesempatan baik bagi Anda untuk memuji dan memberi dukungan atas kebaikan hati yang mereka lakukan terhadap sesama temannya. Sikap murah hati adalah salah satu dari buah Roh yang tercatat dalam Galatia 5:22. Mengajarkan sikap ini, akan membentuk mereka untuk memahami apa yang diinginkan Tuhan dalam perubahan karakter anak. Jika sejak kecil seorang anak diajarkan dan terbiasa bersikap murah hati, maka kelak nanti ia akan tetap melakukannya sebagai salah satu karakternya. Bagaimana caranya? Beberapa saran di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Agar anak dengan mudah meresapi arti kemurahan hati, tunjukkan kemurahan dan kebaikan hati Anda pada orang lain. Ajarkan anak dengan cara memberi contoh nyata, karena hal ini merupakan cara yang paling efektif. Misalnya, saat makan siang tanyakan padanya apakah dia mau roti yang sedang Anda makan dan katakan padanya bila dia mau Anda akan membaginya separuh. Melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama-sama juga merupakan salah satu cara yang baik. Misalnya, mencuci mobil atau menyiram tanaman.

2. Ajarkan ia mengenal kebutuhan orang lain. Misalnya, saat dia mengatakan ingin cokelat, Anda dapat memintanya untuk berpikir, kira-kira menurut dia apa yang Anda inginkan. Hal ini akan membuat anak terbiasa memikirkan bahwa orang lain pun memunyai keinginan dan keperluan. Dengan cara demikian, secara tidak langsung Anda mengajarkan anak untuk tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri, dan peka akan kebutuhan orang lain.

3. Ingatkan pula, kita tidak harus selalu berbagi. Memang, ada saat di mana kita perlu berbagi, tetapi ada juga saat tidak perlu berbagi. Sebagai contoh, temannya hanya dapat meminjam mainannya tetapi tidak berarti dapat membawa mainannya ke rumahnya.

4. Perlihatkan bahwa Anda tak menyukai sikap egois. Teguran yang tegas, konsisten, namun tidak kasar, akan mengajarkan pada anak bahwa di dalam keluarga diterapkan sifat murah hati. Anda dapat mengatakan padanya, Anda tidak senang melihat dia tidak mengizinkan adiknya ikut memainkan boneka atau mobil-mobilan miliknya. Katakan, di dalam keluarga harus dibiasakan memiliki sifat berbagi. Jadi, dia harus memberi kesempatan kepada adik untuk ikut bermain. Tapi ingat, hindari memberi hukuman, karena hal tersebut hanya akan membuat dia semakin membangkang.

5. Jangan lupa beri pujian. Pada saat anak mau berbagi, ungkapkan rasa senang dan bangga Anda atas sikap si kecil. Sikapnya yang manis itu pantas diberi pujian, dan dengan demikian secara perlahan-lahan sikap baik hati dan murah hati akan melekat pada dirinya.

6. Memang bukan hal mudah untuk berbagi apa yang kita miliki dengan orang lain. Anda pun tidak akan mengizinkan mobil baru Anda dikendarai oleh tetangga, bukan? Demikian juga halnya dengan si kecil. Pasti ada mainan-mainan tertentu yang paling digemarinya. Apalagi kalau mainan tersebut baru saja dibeli. Dalam hal ini, Anda dapat mengatakan pada si kecil untuk menyimpannya bila ada temannya yang akan bermain ke rumah dan katakan padanya, dia tidak harus selalu berbagi semua mainan dengan temannya. Ia bisa memilih mainan yang lain untuk dapat dimainkan bersama-sama.

7. Salah satu cara lain yang juga efektif adalah belajar dari teman seusia. Usahakan agar Anda tidak selalu melibatkan diri pada saat mereka berebut mainan. Percayalah, pada akhirnya, dengan sendirinya, anak-anak belajar cara berkompromi karena mereka akan menyadari bahwa bila mereka egois, maka teman-teman tidak akan mau bermain dengannya.

8. Bila si kecil bersikeras tidak mau berbagi dan hal ini merupakan hambatan utama baginya, selidiki penyebabnya. Apakah Anda baru saja pindah rumah? Apakah dia baru saja mulai masuk sekolah (taman bermain)? Atau apakah binatang peliharaan kesayangannya baru saja mati? Pada masa transisi, sikap posesif anak-anak akan lebih menonjol. Hal ini disebabkan oleh rasa kehilangan karena baru saja dia memperoleh sesuatu yang dia sayangi, tiba-tiba dia harus kehilangan. Beri dukungan dan bersama-sama cari jalan keluar mengatasi masalah yang mengganggunya.

Diambil dari:
Nama situs: terangdunia.com
Alamat URL: http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=734:mengajarkan-kemurahan-hati-pada-anak&catid=65:keluarga&Itemid=103
Judul artikel: Mengajarkan Kemurahan Hati Pada Anak
Penulis: Nova
Tanggal akses: 12 Desember 2011


STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Apakah Anda rindu mendengarkan firman Tuhan setiap hari? Dapatkan Alkitab MP3 Audio sekarang juga!

Alkitab MP3 Audio adalah rekaman teks Alkitab yang disuarakan/dibacakan dalam format MP3. Tersedia dalam 20+ versi bahasa Indonesia, bahasa-bahasa suku di Indonesia, dan bahasa-bahasa asing lain. Bisa didapatkan dengan "kualitas CD" (650 MB) atau "kualitas HP" yang lebih kecil (200 MB) dalam bentuk CD, DVD, USB, HP, atau online streaming/download -- GRATIS!

Alkitab MP3 Audio ini akan banyak menolong Anda dalam pelayanan dan terutama gereja Anda, khususnya untuk menolong para lanjut usia, penyandang tunanetra, yang sedang berbaring sakit atau yang masih buta huruf, sehingga mereka pun bisa dilawat oleh firman Tuhan. Bahkan Alkitab MP3 Audio ini juga bisa Anda gunakan ketika sedang melakukan perjalanan atau sambil mengerjakan tugas sehari-hari. Alkitab MP3 Audio mudah untuk dibawa/diputar/disimpan dalam semua alat komputer, laptop, PDA, CD/VCD/DVD/MP3 player, USB, Android, iPod/iPad, maupun HP Anda. Jika Anda memiliki pelayanan yang berhubungan dengan bahasa-bahasa tersebut, atau mengetahui ada pelayan Tuhan yang melayani dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut, silakan menghubungi kami.

Milikilah segera dan jadikan CD Alkitab Audio MP3 ini alat untuk menyebarkan firman Tuhan. Biarlah semakin banyak orang yang "percaya karena mendengar" -- "faith comes by hearing".

Kontak YLSA/SABDA: < audio(at)sabda.org >
Situs: < http://audio.sabda.org >


Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Davida Welni Dana, Santi Titik Lestari, dan Melina Martha
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo