Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, June 23, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 25 Juni -- 1 Juli 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 112 (25 Juni -- 1 Juli 2012)

Shalom,

Doa adalah "alat" yang paling ampuh untuk memajukan pekerjaan Allah. Hanya hati dan tangan yang berdoa, yang dapat mengerjakan pekerjaan Allah. Inilah yang sedang kita lakukan, menjangkau Indonesia melalui doa-doa kita. Mari tetap tekun mendoakan bangsa kita -- Indonesia. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


25 Juni 2012 -- Jatuhnya Pesawat Fokker 27

Berita kecelakaan pesawat terbang kembali terjadi. Sebuah pesawat jenis Fokker 27 jatuh di daerah perumahan Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, 21 Juni 2012, pukul 14.30 WIB. Kejadian ini memakan korban jiwa sebanyak 10 orang dan beberapa orang menjalani perawatan di rumah sakit. Tidak hanya itu saja, sejumlah rumah juga hancur akibat kejadian ini. Musibah ini, selain merupakan duka bagi bangsa kita, juga menjadi pekerjaan rumah bagi Angkatan Udara Indonesia dan pemerintah. Doakan agar pihak terkait dapat segera menelusuri penyebab kecelakaan, sehingga dapat dilakukan pembenahan dan perbaikan teknis maupun nonteknis agar peristiwa ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Doakan korban luka-luka yang saat ini sedang dirawat, agar mereka segera pulih dari luka fisik maupun psikis. Doakan pula keluarga korban, kiranya mendapat penghiburan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

26 Juni 2012 -- Penghijauan Kembali

Hutan adalah paru-paru dunia. Perlu upaya untuk melestarikan keberadaan hutan di Indonesia yang kondisinya memprihatinkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan penghijauan kembali (reboisasi). Mari berdoa bagi rencana dan pelaksanaan reboisasi dan pelestarian hutan di Indonesia. Kiranya, upaya ini dapat mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya. Doakan pula pemerintah, masyarakat sekitar hutan, perusahaan pemegang HPH, dan LSM-LSM lingkungan hidup untuk terus menjaga kelestarian hutan.

27 Juni 2012 -- Sekolah Alkitab Liburan (SAL)

Pada musim liburan sekolah ini, beberapa gereja mengadakan kegiatan Sekolah Alkitab Liburan yang diikuti oleh anak-anak dan remaja. Tujuannya adalah untuk mengisi waktu liburan anak dengan hal-hal yang bermanfaat untuk pertumbuhan rohani mereka. Doakan agar pelaksanaan acara SAL di setiap gereja yang mengadakan berlangsung dengan baik. Kiranya, guru-guru yang melayani mengajarkan kebenaran firman Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus, sehingga setiap anak yang mengikutinya semakin mengenal lagi pekerjaan Tuhan dalam hidup mereka.

28 Juni 2012 -- Semangat Belajar Umat Tuhan

Tidak semua anak Tuhan memiliki kerinduan untuk melakukan studi Alkitab secara mendalam, baik itu melalui perenungan pribadi maupun dengan membaca buku-buku rohani atau literatur Kristen yang bermutu. Kesadaran membaca dan belajar di kalangan umat Kristen perlu ditingkatkan guna memperlengkapi pelayanan mereka, sehingga mereka bisa lebih efektif dalam pelayanan. Mari berdoa agar setiap anak Tuhan memiliki semangat untuk melakukan studi Alkitab dan memperlengkapi pelayanan mereka dengan bahan-bahan kekristenan yang alkitabiah. Kiranya, kemudahan untuk mengakses bahan-bahan alkitabiah yang diperlukan oleh setiap gereja maupun anak Tuhan juga semakin terbuka.

29 Juni 2012 -- Kekerasan Terhadap Anak-anak

Pelaku kekerasan terhadap anak-anak sering kali adalah orang-orang terdekat mereka -- orang tua, saudara, atau tetangga. Mereka yang seharusnya melindungi dan menyayangi anak-anak tersebut, malah menyiksa dan melakukan tindak kekerasan lainnya. Sering kali, proses hukum tidak menyelesaikan masalah, namun malah mengakibatkan trauma yang semakin mendalam karena si anak harus menyaksikan orang yang ia kasihi menjalani hukuman. Mari doakan anak-anak korban kekerasan yang menjalani keadaan yang sukar, supaya mereka ditolong oleh Tuhan untuk kuat dan tetap tegar menjalaninya.

30 Juni 2012 -- Rehabilitasi Penderita Narkoba

Bahaya narkoba bukan hanya kematian, melainkan juga kerusakan fungsi otak. Mengonsumsi narkoba pada tingkat tertentu, akan mengakibatkan otak berelaksasi atau berhenti bekerja sementara. Bila kondisi semacam ini terus berlanjut, maka dapat mengakibatkan rusaknya fungsi otak. Mari berdoa bagi mereka yang saat ini sedang menjalani proses rehabilitasi, sehingga mereka bisa pulih dari ketergantungan narkoba. Doakan pula pusat-pusat rehabilitasi narkoba, kiranya dapat dipakai Tuhan untuk memutuskan ketergantungan narkoba dan menyelamatkan jiwa mereka yang terikat narkoba.

1 Juli 2012 -- Pertumbuhan Iman Jemaat

Umat Tuhan di daerah terpencil banyak yang tidak memiliki hamba Tuhan, yang bersedia tinggal bersama mereka. Selain itu, keterbatasan transportasi dan jauhnya tempat tinggal membuat mereka sulit untuk dilayani. Mari kita berdoa bagi umat Tuhan di daerah terpencil. Kiranya, keterbatasan dan minimnya fasilitas pendukung tidak memengaruhi iman mereka untuk bertumbuh semakin dekat dengan Tuhan. Doakan kemandirian mereka dalam pertumbuhan iman dan pelayanan, sehingga mereka tidak bergantung pada hamba Tuhan dan mampu melayani secara mandiri di antara jemaat.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yonathan Sigit
Kontributor: Is Ardiansah dan Gunung Yudi Pamungkas
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) Juni 24 -- MENJADI CERMIN BAPA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 24 Juni 2012
Bacaan : Efesus 6:1-4
Setahun: 1 Raja-raja 15; 2 Tawarikh 13-1
Nats: ... Bapak-bapak, janganlah bangkitkan kemarahan di dalam hati
anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat
Tuhan. (Efesus 6:4)

Judul:

MENJADI CERMIN BAPA

Kita diciptakan oleh Tuhan Yang Agung dan Besar agar kita hidup
untuk kemuliaan-Nya. Inilah salah satu pengajaran yang melekat kuat
di benak John Piper melalui kehidupan bapaknya. Saat ibunya
meninggal karena kecelakaan, John menemani sang bapak yang luka
parah di ambulans. Di sela tangis menahan rasa sakit, ia berbicara
tentang Roma 8:28 dan mengajar John bahwa Tuhan memegang kendali
atas segala situasi. Tak malu dengan tubuhnya yang pendek, sang
bapak juga mengajar John mensyukuri dan tidak menyia-nyiakan
rancangan Tuhan atas dirinya.



Sesuai Efesus 6:1, John memberi penghormatan publik kepada bapaknya
dengan menceritakan teladan-teladan imannya di tengah jemaat yang ia
gembalakan. Melalui hal itu ia menginspirasi banyak bapak untuk
menjalani hidup yang layak dihormati oleh anak-anaknya, dan mengajak
orang untuk memandang Pribadi Tuhan sebagai Bapak yang sempurna. Ya,
menjadi bapak adalah sebuah panggilan yang indah, karena status
tersebut mencerminkan Pribadi Tuhan sebagai Bapak di surga. Itu
sebabnya setiap bapak diminta mendidik anak-anaknya "di dalam ajaran
dan nasihat Tuhan" (ayat 4), bukan ajaran dan nasihatnya sendiri.



Memperingati Hari Ayah, marilah kembali bersyukur kepada Tuhan yang
berkenan menjadi Bapak kita. Bapak-bapak di dunia barangkali
mengecewakan, tetapi tidak dengan Bapa di surga. Dia menerima dan
mengasihi kita sepenuhnya, ajaran dan nasihat-Nya sempurna. Mari
mendoakan para bapak yang kita kenal, agar dapat mendidik
keluarganya dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Dan, mari memberikan
penghormatan kepada mereka yang telah memberkati kita dengan hidup
sebagai cerminan Bapa di surga. --ELS

GENERASI YANG MENGASIHI DAN MENGHORMATI TUHAN
DIBENTUK OLEH PARA ORANGTUA YANG MENCERMINKAN-NYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-06-24
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/06/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/06/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+6:1-4

Efesus 6:1-4

1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena
haruslah demikian.
2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang
penting, seperti yang nyata dari janji ini:
3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati
anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat
Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+15
http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+13-1


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, June 22, 2012

(e-RH) Juni 23 -- HAMBA TANPA NAMA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 23 Juni 2012
Bacaan : 2 Raja-raja 5:1-19a
Setahun: 2 Tawarikh 10-12
Nats: Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan
seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan
pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya:
"Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka
tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya" (2
Raja-raja 5:2-3)

Judul:

HAMBA TANPA NAMA

Ia seorang kepala bagian rumah tangga di gereja. Setiap Sabtu dan
Minggu, ia bertugas menjaga agar semua peralatan elektronik dan
perabot tetap rapi dan berfungsi dengan baik. Selain itu, ia juga
harus mengatur kebersihan gedung, toilet, dan keteraturan tempat
parkir. Ketika ada jemaat yang kurang sabar karena kesulitan parkir,
ia dicari untuk dicaci. Hampir tak ada orang menghargai
sumbangsihnya, meskipun ibadah nyaris selalu berjalan baik dan
lancar. Terlepas dari perlakuan jemaat, ia tetap setia dan sabar
melaksanakan tugasnya.



Alkitab juga menyisipkan kisah tentang orang-orang yang tidak
dipandang oleh manusia. Inilah keunikan Tuhan yang kerap kali
memilih orang kecil dan kurang berarti untuk melaksanakan
kehendak-Nya (lihat 1 Korintus 1:27). Di balik mukjizat penyembuhan
Tuhan atas diri Naaman, ada jasa seorang gadis kecil yang tak
dikenal namanya. Ia hanyalah tawanan yang diperhamba oleh orang
Aram, musuh bangsanya. Namun, iman dan kasihnya menggerakkan Naaman
yang sakit kusta untuk mencari kesembuhan lewat nabi Tuhan, Elisa.
Naaman bahkan kemudian bertekad untuk menyembah hanya kepada Allah
Israel (ayat 17).



Semua orang, mulai dari yang paling sederhana dapat dipakai untuk
melakukan pekerjaan Tuhan. Yang dituntut dari kita adalah ketaatan
dan kerendahan hati. Ketaatan kita dapat menjadi sarana di tangan
Tuhan untuk menggenapi kehendak-Nya. Tidak penting siapa yang
memperoleh penghargaan. Yang penting Tuhan dikenal dan dimuliakan.
--HEM

TUHAN TIDAK PERNAH MEREMEHKAN YANG KECIL DAN KURANG BERARTI,
ASALKAN KITA MELAYANI-NYA DENGAN HATI TULUS DAN BERSUNGGUH HATI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-06-23
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/06/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/06/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Raja-raja+5:1-19a

2 Raja-raja 5:1-19a

1 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan
tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah
memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu,
seorang pahlawan tentara, sakit kusta.
2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan
seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan
pada isteri Naaman.
3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku
menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan
menyembuhkan dia dari penyakitnya."
4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya:
"Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel
itu."
5 Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim
surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa
sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal
emas dan sepuluh potong pakaian.
6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi:
"Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku
menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan
dia dari penyakit kustanya."
7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah
pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan
dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku,
supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi
sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara
terhadap aku."
8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel
mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja,
bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia
datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di
Israel."
9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu
berhenti di depan pintu rumah Elisa.
10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah
mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih
kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka
bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil
nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas
tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit
kustaku!
12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik
dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana
dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan
panas hati.
13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata
kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang
sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi
sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan
menjadi tahir."
14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai
Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah
tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi
tahir.
15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi
Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan
berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada
Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu
pemberian dari hambamu ini!"
16 Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di
hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan
menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya
menerima sesuatu, ia tetap menolak.
17 Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan
kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab
hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau
korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN.
18 Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang
berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud
menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku
harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN
mengampuni hambamu ini dalam hal itu."
19 Maka berkatalah Elisa kepadanya: "Pergilah dengan selamat!"
Setelah Naaman berjalan tidak berapa jauh dari padanya,

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+10-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Tawarikh+10-12


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Thursday, June 21, 2012

[i-kan-humor] [e-Humor] 2065 Juni/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2065, Juni 2012

Shalom,

Memiliki akal yang cerdik adalah hal yang menguntungkan. Tapi awas, kecerdikan itu jangan dipakai untuk hal-hal yang merugikan orang lain. Contohnya ada pada humor kali ini, silakan disimak.

Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2065. SEKRETARIS DIBAJAK

Seorang pengusaha sukses ditanya kawannya, "Apa kamu tidak khawatir, memercayakan berbagai data informasi tentang perusahaan kepada sekretarismu?"

"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"

"Bagaimana kalau sekretaris itu 'dibajak' oleh pengusaha sainganmu?"

Dengan santai pengusaha itu menjawab, "Dia memang sudah saya persiapkan untuk 'dibajak'. Oleh karena itu, berbagai data penting selama ini sengaja saya kacaukan sehingga menyesatkan."

[Sumber diambil dan diedit seperlunya dari: Majalah Humor tahun 1991]

"Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan." (Amsal 13:16) < http://alkitab.sabda.org/?Amsal+13:16 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 128: "Lubang apa yang kembar, terdapat pada anggota badan manusia?"

- Tuti Karolina < tutik(at)xxx > = Lobang Telinga
- Titih Wira < titihprawira(at)xxx > = Lobang Hidung dan Lobang Telinga
- Agnes Melissa Rianata < amr(at)xxx > = Lobang Hidung ;p
- Fitry Sitorus < fitry.sitorus(at)xxx > = Lobang hidung
- TMI Hisar < hisar(at)xxx > = Lobang Hidung, Lobang Telinga
- Candragunawan51 < candragunawan51(at)xxx > = Hidung :-)
- Dwi Krismawan < dwi_krismawan(at)xxx > = Hidung
- Wardana Nengah < wardana_nengah(at)xxx > = Lubang Hidung
- Wardien Ningsih < wardien.ningsih(at)xxx > = Lubang Hidung dan Lobang Telinga
- Theos Macdin purba < theosmacdinpurba(at)xxx > = Lobang Hidung
- Ion Genesis Situmorang < ion_genst(at)xxx > = Lobang Hidung
- Vera < binamandiri(at)xxx > = Lubang Hidung

Jawaban e-Humor: Lubang Hidung dan Lubang Telinga

Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Silakan menjawab lagi kuis minggu ini.

Kuis minggu ini 129: "Ada berapa Kitab perjanjian lama?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

Re:[i-kan-binaguru] 1

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------


...Key strategy of earning a lot of money http://misosofos.com/blog.twitter.php?itype=27ik2

---------------------------------------------------------------------
Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
---------------------------------------------------------------------

(e-RH) Juni 22 -- BENDA MATI YANG SOMBONG

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 22 Juni 2012
Bacaan : Yesaya 10:5-19
Setahun: 1 Raja-raja 12-14
Nats: Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya,
atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang
mempergunakannya? (Yesaya 10:15)

Judul:

BENDA MATI YANG SOMBONG

Sepanjang sejarah, Tuhan memakai manusia sebagai alat untuk
menggenapi rencana-Nya. Tuhan dapat memakai siapa pun, baik orang
yang percaya maupun orang yang tidak percaya. Raja Asyur contohnya.
Ia "dipakai" Tuhan untuk mendidik umat Israel. Sang penguasa ini
tengah ada di puncak kejayaannya, meraih kemenangan demi kemenangan,
termasuk merebut Israel Utara dan mengangkut segenap penduduknya
sebagai tawanan (lihat 2 Raja-raja 17:7-23).



Catatan Alkitab memberitahu kita bahwa kemenangan Asyur bukanlah
karena kehebatannya, melainkan karena Tuhan berkenan memakai mereka
untuk menghajar umat-Nya yang murtad (ayat 6). Sayangnya, niat hati
mereka jahat. Mereka justru membanggakan dan menyombongkan
kekuatannya (ayat 7-11). Yesaya mengibaratkan raja Asyur seperti
kapak, gergaji, gada, dan tongkat (ayat 15). Benda-benda yang tidak
bernyawa dan hanya dapat berguna apabila ada yang menggerakkannya.
Ironisnya, benda-benda mati itu sombong, menyangka mereka sendirilah
yang hebat. Tuhan murka terhadap kesombongan Asyur. Ketika genap
masanya Tuhan memulihkan Israel, segala kemegahan Asyur akan
dibinasakan (ayat 12, 16-19).



Apakah kita menyadari bahwa diri kita juga merupakan alat di tangan
Tuhan benda-benda mati yang tak berdaya sampai Tuhan berkenan
menggunakannya bagi tujuan-tujuan-Nya yang mulia? Mari membangun
sikap hati yang benar sebagai "benda-benda mati" yang tak semestinya
sombong. Ketika diberi kesempatan melayani, kita mengerjakannya
dengan segenap hati. Ketika dikaruniai keberhasilan, kita bersyukur
dan menghormati Tuhan yang telah berkenan memakai kita. --LCM

TUHAN, TIAP KESEMPATAN DAN KEBERHASILAN ADALAH KARYA-MU.
JAGAI HATIKU AGAR SELALU KAGUM HANYA PADA-MU.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-06-22
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/06/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/06/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+10:5-19

Yesaya 10:5-19

5 Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi
tongkat amarah-Ku!
6 Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan
memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku, untuk melakukan
perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka
seperti lumpur di jalan.
7 Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian
rancangan hatinya, melainkan niat hatinya ialah hendak
memunahkan dan hendak melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa.
8 Sebab ia berkata: "Bukankah panglima-panglimaku itu raja-raja
semua?
9 Bukankah Kalno sama halnya seperti Karkemis, atau bukankah Hamat
seperti Arpad, atau Samaria seperti Damsyik?
10 Seperti tanganku telah menyergap kerajaan-kerajaan para berhala,
padahal patung-patung mereka melebihi yang di Yerusalem dan yang
di Samaria,
11 masakan tidak akan kulakukan kepada Yerusalem dan patung-patung
berhalanya, seperti yang telah kulakukan kepada Samaria dan
berhala-berhalanya?
12 Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di
gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan
ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong.
13 Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah
melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi;
aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah
merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah
menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta.
14 Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah
menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang
meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku
telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan
sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap."
15 Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya,
atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang
mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang
mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang
bukan kayu!
16 Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya
yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan
dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.
17 Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang
Mahakudus, akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan
habis puteri malu dan rumputnya pada satu hari juga.
18 Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya akan
dihabiskan-Nya, dari batangnya sampai rantingnya, sehingga akan
menjadi seperti seorang sakit yang merana sampai mati;
19 dan sisa pohon-pohon hutannya akan dapat dihitung banyaknya,
sehingga seorang anak dapat mencatatnya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+12-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-raja+12-14


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Wednesday, June 20, 2012

[e-Wanita] Edisi 86/Juni -- Tanggung Jawab dalam Keuangan

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Tanggung Jawab dalam Keuangan
Edisi 86/Juni 2012

MENU SAJI
DUNIA WANITA 1: KEBEBASAN DARI MASALAH KEUANGAN
DUNIA WANITA 2: HIDUP YANG BERKELIMPAHAN

Shalom,

Bagaimanakah tanggung jawab orang Kristen terhadap berkat keuangan yang dipercayakan Tuhan kepadanya? Apakah hanya digunakan untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari? Temukan jawabannya dengan menyimak artikel yang telah kami persiapkan berikut. Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


DUNIA WANITA 1: KEBEBASAN DARI MASALAH KEUANGAN

Berkat: Bukan Hanya Berkat Materi

2 Korintus 9:8 mengatakan bahwa "Allah sanggup untuk melimpahkan segala kasih karunia..." Allah sanggup melakukannya dalam hidup Anda. Satu hal yang harus Anda mengerti ialah bahwa Allah tidak dibatasi oleh apa yang membatasi manusia. Apabila Allah mengatakan "Aku akan memenuhi segala keperluanmu", Ia tidak memenuhi keperluanmu sesuai dengan apa yang Anda simpan di Bank sebagai "checking account". Ayat itu mengatakan "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu." Menurut apa? "Menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Banyak hal seperti kasih, kedamaian, kesukaan, dan kepuasan tidak dapat Anda beli dengan uang. Kita suka menempatkan uang itu di tempat yang penting, namun ada hal-hal yang kita tidak bisa beli dengan uang. Bisa saja Anda menderita penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan, sedangkan Anda adalah seorang yang paling kaya di muka bumi ini. Anda memiliki banyak uang dan dapat membeli seluruh pengobatan yang terbaik yang Anda dapat peroleh, namun uang itu tidak dapat menyembuhkan Anda.

Bergantung pada Bapa

Ahli ekonomi mengatakan bahwa uang adalah suatu bahan pokok yang penting. Firman Allah mengatakan hal ini dalam Kitab Pengkhotbah. Namun, kita perlu melihat masalah ini dari segi yang lain dan mengerti bahwa seseorang tidak harus memunyai uang. Mungkin saja Anda hidup tanpa pernah punya uang, namun keperluan Anda selalu terpenuhi. Sesungguhnya, selama lima tahun pertama dari hidup Anda, Anda berada di bumi tanpa uang. Bukankah untuk memperoleh kebutuhannya, seorang bayi menggantungkan dirinya kepada orang lain? Bayangkan, jika Anda memunyai anak, lalu anak Anda yang berumur enam tahun itu datang kepada Anda dan berkata, "Pa, Tidak ada makanan di lemari." Anak itu tidak mengatakan bahwa ia akan mencari pekerjaan supaya bisa membeli makanan. Dia menyerahkan masalah itu kepada Anda dan Anda harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang ayah.

Allah Tahu Kebutuhan Kita

Anda perlu mengerti bahwa bila Anda berbicara dengan Allah mengenai kebutuhan Anda, Allah tidak terkejut lalu mengatakan, "Wah, Saya tidak tahu itu!" Yesus berkata bahwa Ia tahu apa yang Anda butuhkan, bahkan sebelum Anda memintanya. Jadi di sinilah kuncinya, jika hal itu adalah kebutuhan yang sesungguhnya, maka Yesus pasti mengetahui hal itu dan kebutuhan Anda yang sesungguhnya tidak mengagetkan Allah. Kewajiban kita adalah datang kepada Allah dengan sikap "Ya Allah, saya memuji Engkau karena Engkau tahu apa kebutuhan itu." Kita harus mengandalkan Allah dan percaya kepada-Nya. Satu hal yang nampaknya gagal kita lakukan sebagai orang beriman adalah bahwa kita percaya apa yang orang katakan kepada kita, tetapi sering sekali kita menemui kesulitan untuk percaya pada apa yang Allah katakan kepada kita.

Kebutuhan vs Keinginan

Tahukah Anda bahwa Anda membutuhkan hal-hal tertentu saja? Firman Allah mengatakan: "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33) Hal ini berbicara mengenai kebutuhan yang terpenuhi. Allah akan menuangkan kelimpahan-Nya ke dalam kehidupan Anda, supaya Anda dapat dipakai sebagai saluran untuk memberkati orang lain.

Dalam kehidupan kita, hanya ada kebutuhan tertentu dan selebihnya dari kebutuhan tertentu yang terpenuhi itu merupakan hal mementingkan diri sendiri. Kita perlu berhati-hati untuk tidak mengambil sesuatu atas dorongan kepentingan diri sendiri. Waktu ketiga anak kami masih tinggal serumah dengan kami, kami memiliki rumah yang besar dari rumah yang kami miliki sekarang. Waktu mereka pindah rumah, kami menjual rumah kami yang besar itu, lalu pindah ke rumah yang lebih kecil dan selisih dari harga jual beli rumah itu kami tanamkan dalam kerajaan Allah. Kami tidak membutuhkan sebuah rumah dengan lima kamar mandi. Saya tahu bahwa saya tidak bisa mandi di 5 kamar mandi pada saat yang bersamaan.

Dua Macam Benih

"Ia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipat gandakannya..." (2 Korintus 9:10) Setelah panen, petani biasanya menyisihkan sebagian hasil panen untuk dipakai sebagai benih, tidak dijual ataupun dimakan. Ayat di atas menyatakan bahwa ada benih untuk ditabur dan roti untuk dimakan. Lebih jauh ayat ini mengatakan, bahwa Ia akan menyediakan benih untuk ditabur dan melipatgandakannya. Jadi, benih yang dilipatgandakan adalah benih yang disisihkan untuk ditabur.

Ada satu kejadian yang dialami oleh wakil saya dengan istrinya. Suatu ketika mereka menghadapi masalah keuangan. Lalu mereka menyadari bahwa ternyata mereka tidak pernah memberi perpuluhan. Allah telah memberikan kepada mereka "benih untuk ditabur" dan "benih untuk dijadikan roti untuk dimakan", tetapi mereka mengacaukan kedua jenis benih ini lalu mereka memakan semua benih, baik yang untuk ditabur maupun yang untuk dijadikan roti.

Kita perlu berhati-hati mengenai hal ini. Banyak orang beriman membuat kesalahan ini. Kita harus benar-benar tahu bahwa kita tidak makan benih yang Allah maksudkan untuk ditabur di dalam Kerajaan-Nya, supaya kita tidak perlu masuk dalam macam-macam kesulitan dan persoalan.

Tidak salah kalau Anda memakan roti yang Allah berikan kepada Anda dan tentunya roti itu melambangkan kebutuhan hidup kita. Tetapi Allah ingin kita melihat sesuatu yang lain, yaitu menabur. Allah mengatakan bahwa Dia memberikan benih kepada penabur. Ada asas-asas yang dipakai Allah apabila Dia bekerja dan bilamana kita bergerak mengikuti aliran asas-asas itu, maka kita bekerja di dalam berkat Allah.

Namun perlu diperhatikan bahwa kita tidak bisa membayar Allah, memakai Allah semau kita, atau mendesak Allah untuk menyuruh Allah berbuat sesuatu. Tetapi, jika motivasi hati benar dan kita menempatkan diri kita sesuai dengan dorongan hati itu, maka Allah menuangkan kelimpahan di dalam kehidupan kita. Allah mau memberkati kita, sehingga Ia dapat menjadikan kita sebagai saluran berkat untuk memajukan Injil Tuhan Yesus Kristus.

Peringatan Allah dalam Perpuluhan

Dalam hidup ini, ada banyak hal yang perlu kita beri perhatian. Apabila Anda masuk satu hotel, di dalam kamar mandinya ada alat pengering rambut dengan tenaga sebesar 1200 watt, yang dapat dihidupkan dengan suatu tombol. Sering kali, pada alat ini ada tulisan yang mengatakan, "Janganlah masukkan alat ini ke dalam air, selagi Anda menggunakannya." Contoh lain, jika Anda memegang sebuah botol yang bertuliskan kata "Racun" dengan gambar tengkorak dan tulang bersilang, Anda akan sangat berhati-hati sekali untuk tidak meminum isi botol itu, karena peringatan yang ada pada botol itu. Inilah peringatan-peringatan yang biasanya kita beri perhatian. Peringatan-peringatan yang biasanya kita tidak beri perhatian adalah peringatan yang ada dalam firman Allah.

Bayangkan majikan Anda membayar Anda 100 dollar untuk pekerjaan Anda. Bagaimana kalau pada cek bayaran Anda tertera peringatan yang mengatakan bahwa sebagian dari cek ini mudah menguap, mudah terbakar, mudah meledak, dan Anda perlu memegangnya dengan sangat hati-hati. Cek ini sangat berbahaya dan dapat meledak kalau Anda memasukkannya ke dalam simpanan Anda di Bank. Pasti Anda tidak berani memasukkan cek itu ke dalam simpanan Anda.

Sepuluh persen dari uang penghasilan Anda itu ditandai dengan peringatan mudah menguap, berbahaya, mudah meledak. Allah melakukan sesuatu atas perpuluhan itu, yaitu menandainya dengan apa yang dinamakan "kutuk". Banyak orang tidak percaya dan tidak mengerti hal ini. Mereka membaca, namun mereka tidak mengerti maknanya. Perpuluhan adalah milik Allah dan Anda tidak bisa menabur (menanam sebagai modal) perpuluhan Anda. Apabila Anda membawa perpuluhan Anda ke gereja, Anda tidak memberikan apa-apa kepada Allah. Anda hanya menyerahkan kepada Allah -- pemilik-Nya. Bukan berarti bahwa sepersepuluh adalah milik Allah dan sisanya adalah milik saya, tetapi semua yang kita miliki adalah milik Allah. Namun, pada bagian yang sepersepuluh itu, Allah telah membubuhkan peringatan khusus.

Banyak orang berkata pada saya, bahwa jika seseorang mengajar mengenai perpuluhan, maka mereka selalu mengajar dari Perjanjian Lama. Sebenarnya, pengajaran mengenai perpuluhan lebih banyak dibicarakan dalam Perjanjian Baru daripada dalam Perjanjian Lama. Dalam Kitab Ibrani pasal 6 dan 7 dikatakan bahwa Yesus Kristus, Imam Besar kita, duduk di sebelah kanan Bapa dan di sana hidup abadi menerima perpuluhan kita.

"Apakah seorang pencuri tidak akan dihina apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan." (Amsal 6:30-31) Ayat ini mengatakan bila kita kecurian, maka kita dapat percaya kepada Allah dan mengharapkan pengembalian sebanyak tujuh kali lipat. Namun, ayat ini juga mengandung arti bahwa sang pencuri diharuskan mengembalikan barang yang ia curi tujuh kali lipat banyaknya. Jikalau Anda tidak membawa perpuluhan Anda kepada Allah, maka Anda adalah pencuri (Maleakhi 3:8). Seorang pencuri harus mengembalikan tujuh kali lipat.

Perpuluhan adalah "Hukum Alam"

Alam ini ada hukum-hukumnya dan di antaranya ada hukum gaya berat (gravitasi) -- benda yang naik pasti akan turun. Biasanya benda itu lebih cepat turun daripada naik. Misalnya, kalau saya naik ke tingkat yang paling tinggi dari hotel di mana kami menginap, lalu saya meloncat dari tingkat itu, maka saya akan membayar harganya saat saya menyentuh lapisan semen di tanah. Hukum gaya berat itu tidak pilih kasih.

Allah telah membuat pernyataan mengenai perpuluhan dan pernyataan itu mengatakan bahwa perpuluhan adalah milik Tuhan. Pernyataan ini menjadi hukum alam. Pada perpuluhan itu Allah telah menyertakan suatu "kutuk". Dalam Yosua 6:26, Yosua mengutuk orang yang berusaha membangun kembali kota Yerikho. Dikatakan orang tersebut akan membayar dengan nyawa anaknya. Kata "kutuk" dalam ayat ini, dalam bahasa aslinya sama dengan kata "kutuk" yang digunakan di Maleakhi 3:9. 500 tahun setelah "kutuk" itu diucapkan, Hiel dari Betel membangun kembali tembok Yerikho (1 Raja-Raja 16:33-34) dan ia kehilangan kedua anaknya sesuai dengan firman Tuhan. Allah telah meletakkan suatu "kutuk" di atas perpuluhan itu. Kalau Anda gunakan perpuluhan Anda, maka Anda mengaktifkan "kutuk" itu. Hukum alam tidak bisa dilanggar.

Tidak Memberi Perpuluhan Tapi Diberkati?

Di gereja ada orang-orang yang tidak mengembalikan perpuluhan. Di Amerika, dari seluruh orang Kristen, hanya 28 sampai 32 persen yang membayar perpuluhan. Sisanya tidak membayar perpuluhan, lalu mereka berkata, "Lihatlah, saya diberkati." Kita memang berada di bawah anugerah Allah. Tetapi jika kita terus-menerus mencuri milik Allah, hari anugerah itu akan berakhir. Mungkin juga ada orang bertanya, "Saya kira saya berada di bawah anugerah?" Itulah sebabnya, Anda belum mati!

Firman Allah mengatakan bahwa Allah sanggup. Firman Allah tidak mengatakan bahwa Allah kadang-kadang akan melakukannya. Firman Allah mengatakan bahwa Ia akan melakukannya selalu. Kalau Anda bekerja berdasarkan asas-asas firman Allah, maka Anda akan mengerti bahwa Allah sanggup. Firman Allah mengatakan: "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35) Ada sukacita dalam memberi. Namun, banyak orang tidak mengerti hal ini karena mereka tidak melakukannya.

Diterjemahkan dan disunting dari: Financial Freedom Seminar di IFGF Claremont oleh Pastor Bob Seymour -- gembala dari Royal City Christian Center di Vancouver, Canada.

Diambil dari:
Judul majalah: HARVESTER, Edisi Maret/April, Tahun 1994
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Indonesian Harvest Outreach
Halaman: 6 -- 8


DUNIA WANITA 2: HIDUP YANG BERKELIMPAHAN

"Aku datang supaya mereka memunyai hidup dan memunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b)

Kelimpahan, kata yang digemari banyak orang -- Kristen atau bukan. Kata ini biasanya dikonotasikan kepada kehidupan yang berlimpah dengan materi maupun fasilitas. Apakah demikian maksud Yohanes 10:10 itu?

Pada zaman ini, ayat di atas mudah sekali ditafsirkan lain. Orang yang kurang dalam hal materi maupun fasilitas, secara frontal maupun halus, sering dicap sebagai orang yang tidak diberkati atau tidak mengimani janji Yesus. Bahkan, jika kita jauh dari kecukupan materi ataupun sangat terbatas dalam fasilitas, kita merasa jauh dari kelimpahan yang Yesus maksudkan.

Kelimpahan berasal dari kata limpah, yang secara sederhana berarti luber atau tumpah. Dalam KBBI, kelimpahan berarti tumpah banyak. Konsekuensinya, orang yang hidup berkelimpahan haruslah orang yang kehidupannya tertumpah banyak, meluber ke mana-mana, merasuk ke kehidupan orang lain.

Tujuan kedatangan Yesus supaya kita memunyai hidup dan memunyainya dalam segala kelimpahan, tidak pandang bulu -- kaya maupun miskin, muda maupun tua, laki-laki maupun perempuan. Kita semua berhak menikmati kehidupan yang berkelimpahan, yaitu kehidupan yang memberi, meluber, dan tertumpah kepada orang lain, sehingga orang lain pun dapat menikmati hidup yang berkelimpahan, yang bersumber dalam pribadi Yesus.

Tiga Tipe Kehidupan

Tiga tipe kehidupan orang percaya dari kacamata hidup yang berkelimpahan.

1. Orang yang Merasa Tidak Cukup

Tipe ini merasa dirinya selalu kurang, merasa harus diperhatikan, minta untuk dibelaskasihani. Kata memberi, menumpahkan, meluberkan kehidupan untuk orang lain merupakan hal yang asing dan momok baginya.

2. Orang yang Merasa Cukup dengan Dirinya Sendiri

Tipe ini merasa cukup dengan dirinya, sehingga tidak memerlukan orang lain. Tipe ini cuek, acuh tak acuh, tidak peka, karena mottonya "Jangan mengganggu aku, karena aku pun tidak mengganggu kamu; Jangan minta tolong apa pun kepadaku, karena aku juga tidak minta tolong kepadamu". Tipe ini alergi dengan kata memberi, menumpahkan, meluberkan dirinya bagi orang lain karena akan mengganggu kemapanan, kenyamanan, maupun kehidupan pribadinya.

3. Orang yang Berkelimpahan

Tipe ini menjadikan dirinya sebagai saluran dan Yesus adalah sumbernya (Yohanes 4:14). Orang ini berusaha untuk memancarkan, meluberkan berkat-berkat, karunia-karunia, dan hidupnya sendiri bagi orang lain. Orang ini menghidupi kehidupan yang memberi, meluberkan, melimpahkan kepada orang lain apa yang diterimanya, sementara ia sendiri terus bergantung pada sumber yang tidak pernah habis, yaitu Yesus Kristus.

Kehidupan yang bagaimanakah yang sedang kita hidupi?

Halangan Hidup Berkelimpahan

Salah satu halangan untuk menikmati hidup yang berkelimpahan adalah masa lalu:
1. yang minim dengan materi dan fasilitas dapat membuatnya selalu merasa kekurangan,
2. yang datang dari keluarga mampu dan mapan dapat membuatnya merasa cukup dengan dirinya, bahkan sering kali dipenuhi kekhawatiran untuk mempertahankan kemapanan dan kecukupan materi yang dinikmatinya, sehingga tidak dapat menikmati kehidupan berkelimpahan yang sesungguhnya,
3. yang diliputi dengan kepahitan dapat menghambat sukacita maupun pengampunan,
4. yang dicekam kemarahan dapat menghalangi ucapan syukur dan kesabaran, atau
5. yang hidupnya selalu menuntut keadilan dan berusaha membalas setiap respons terhadap dirinya, dapat menyumbat kasih.

Masih banyak hal yang dapat menjadi penyumbat, penghambat, dan penghalang bagi kita untuk menikmati hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus, sehingga kita tidak dapat menikmati kelimpahan kasih karunia-Nya, pemeliharan-Nya, sukacita-Nya, oleh karena kita belum menyelesaikan dan berdamai dengan masa lalu kita.

Diambil dari:
Judul Jurnal: Navigator, Volume 7, No. 2 - April 1996
Penulis: Drs. Hari Widodo
Penerbit: Navigator, Bandung 1996
Halaman: 1


Kontak: < wanita(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/wanita >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >

[e-Penulis] Edisi 112/Juni/2012 -- Menulis Literatur Kristen untuk Anak (II)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Menulis Literatur Kristen untuk Anak (II)
Edisi 112/Juni/2012

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: MENOLONG ANAK BERTUMBUH MELALUI TULISAN
TIP MENULIS: MENULIS RENUNGAN ALKITAB SEHARI-HARI BAGI ANAK
TOKOH PENULIS: SIMONETTA CARR
PENA MAYA: TULISAN UNTUK ANAK DAN KELUARGA KRISTEN
STOP PRESS: 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA


DARI REDAKSI: MENOLONG ANAK BERTUMBUH MELALUI TULISAN

Shalom,

Salah satu jenis tulisan untuk anak Kristen adalah renungan Alkitab sehari-hari. Melalui renungan-renungan tersebut, penulis dapat menyampaikan kebenaran Alkitab yang dapat dicerna dengan mudah oleh anak. Dengan itu diharapkan anak dapat bertumbuh secara rohani dan mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Namun, tidak semua penulis tahu bagaimana cara untuk mulai menulis renungan Alkitab sehari-hari untuk anak. Untuk memulainya, kami mengajak Sahabat Penulis menyimak kolom Tip Menulis dalam e-Penulis 112 ini. Dapatkan wawasan baru yang dapat memberikan ide kepada Anda tentang bagaimana menulis renungan Alkitab untuk anak.

Jangan lewatkan pula informasi mengenai tokoh Simonetta Carr dan situs Christianchildrensauthor.com, yang dapat memberikan inspirasi ketika melayani Tuhan dalam bidang menulis. Selamat menyimak.

Redaksi Tamu e-Penulis,
Davida Welni Dana
< http://pelitaku.sabda.org >


"Ajarlah seorang anak cara hidup yang patut baginya, maka sampai masa tuanya ia akan hidup demikian." (Amsal 22:6 BIS)


TIP MENULIS: MENULIS RENUNGAN ALKITAB SEHARI-HARI BAGI ANAK

Menulis bacaan renungan bagi anak semudah belajar A-B-C: "Aim" (Tujuan), "Begin" (Mulai), dan "Compile" (Susun).

Sebagai makanan sehari-hari bagi jiwa anak-anak, sebuah bacaan renungan Kristen merupakan sebentuk karya literatur, yang memuat anekdot-anekdot serta pengajaran Alkitab yang dirancang untuk dibaca anak setiap hari. Renungan merupakan alat belajar anak untuk mempelajari berbagai prinsip relevan yang diambil dari prinsip-prinsip Alkitab. Sebuah bacaan renungan untuk anak mendorong latihan kemampuan membaca, menanamkan kebajikan demi kepentingan pribadi dan psikososial, serta mengembangkan disiplin pribadi.

Untuk menulis renungan Alkitab bagi anak-anak, penulis hanya perlu mengikuti tiga langkah pengingat "A-B-C" yang sederhana:

1. Menetapkan Hasil Pembelajaran sebagai Tujuan dari Tulisan Renungan Anda ("Aim")

"Tujuan" adalah sebuah kata yang sederhana. Usaha menulis ini perlu dimulai dengan satu tujuan yang sangat sederhana. Seorang penulis harus memulai tugasnya dengan menetapkan kesederhanaan ketika ia menulis untuk anak-anak. Para penulis kadang kesulitan menulis untuk anak karena berbagai tujuan atau alasan yang sangat rumit. Pada bagian ini, seharusnya seorang penulis cukup menanyakan satu pertanyaan ini segera setelah ia siap menulis: sasaran apa yang ingin dicapai? Mendorong atau mencegah? Jika Anda memilih untuk "mendorong", Anda akan menulis tentang kebajikan atau tindakan untuk mendorong anak melakukan kebajikan itu. Memilih "mencegah" berarti Anda ingin mengoreksi perilaku, persepsi, atau kebiasaan yang salah. Ini menjadi bagian pertama dari tujuan mengajar. Bagian ini murni bersifat konseptual dan perlu diperluas ke dalam bentuk tindakan. Jangan tenggelamkan tujuan yang ingin dicapai dengan berbagai konsep yang berat.

Sebagai contoh, seorang penulis mungkin memilih mendorong anak untuk "berterima kasih" atau mencegah mereka melakukan "sikap yang tidak sopan". Kedua hal itu masih merupakan konsep yang membutuhkan tindakan. Seorang penulis harus mampu membedakan antara konsep dan tindakan. Konsep adalah gagasan yang tak berwujud. Tindakan adalah peristiwa yang berwujud. Tujuan pengajaran haruslah berupa sebuah tindakan yang diambil dari sebuah konsep. Dari contoh di atas, "berterima kasih kepada orang tua" adalah konsep yang perlu memiliki tindakan. Suatu tujuan yang lengkap akan tampak seperti berikut ini.

Konsep: Menyampaikan terima kasih pada orang tua.
Tindakan: Mengucapkan terima kasih kepada orang tua setelah mengucapkan selamat malam.

Konsep: mencegah sikap yang tidak menghormati orang tua.
Tindakan: Mengatakan "tolong" saat meminta sesuatu dari orang tua.

2. Mulailah dengan Sebuah Kerangka Tulisan dalam Pikiran Anda, Saat Menulis Renungan untuk Anak-Anak ("Begin")

Bagian isi renungan terdiri dari elemen-elemen berikut: sebuah ayat Alkitab singkat, anekdot, dorongan, dan contoh tindakan.

a. Cara Menggunakan Ayat Alkitab

Sebuah ayat Alkitab mengendalikan ide dari sebuah renungan. Ayat Alkitab biasanya diletakkan di atas dan memiliki dua bagian: Isi dari ayat yang dibahas; referensi ayat tersebut. Cara terbaik untuk menolong anak-anak mengingat sebuah ayat adalah dengan mengapit isi ayat dengan referensi ayat yang ditulis identik. Misalnya: 1 Tesalonika 5:18 -- "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." -- 1 Tesalonika 5:18

b. Cara Menggunakan Anekdot

Sebuah anekdot mengikuti ayat yang dibahas. Kelebihan anekdot ialah dapat dengan segera menempatkan prinsip yang ingin disampaikan ke dalam wilayah yang relevan. Sebuah anekdot biasanya berupa cerita singkat yang memperkenalkan tujuan dari renungan tersebut. Jika si penulis sedang menulis renungan bagi anak-anak dengan "dorongan" yang disebutkan di atas dan 1 Tesalonika 5:18 adalah ayatnya, maka anekdotnya mungkin akan seperti ini:

Sementara menunggu ibunya menjemput di sekolah, seorang anak kelas satu bernama Johnny mendengar kabar dari satpam sekolah bahwa ibunya mengalami pusing saat mengemudi dan harus berhenti. "Nak," kata satpam itu, "itulah sebabnya ibumu terlambat menjemput." Semua orang dewasa di sekolah telah pulang, bahkan para guru juga sudah pulang. Sebenarnya, belum semuanya pulang. Masih ada si satpam dan penjaga gedung. Fred, si penjaga gedung, mengendarai sepeda motornya dan menemui ibunya Jhonny untuk menolongnya. Beberapa menit kemudian, mobil ibunya sudah parkir di depan sekolah untuk menjemput Jhonny. Ibu Jhonny bersandar di jok belakang dalam keadaan baik-baik saja dan Fred yang mengemudikan mobil itu. Ibu Jhonny memberi tahu Johnny bahwa Fred akan mengantar mereka pulang dan bahwa dia baik-baik saja. Sesampainya di rumah, Ibu Johnny tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Fred. Itulah pertama kalinya Johnny mengerti apa yang dimaksud dengan berterima kasih.

c. Cara Menggunakan Dorongan

Dorongan mengikuti sebuah anekdot. Dorongan adalah pemberian nasihat atau semangat yang tulus, yang dikembangkan dari anekdot di atas. Dari anekdot tadi, penulis mungkin ingin mendorong para pembaca bahwa mereka harus berterima kasih kepada seseorang yang menolong mereka, sehingga seseorang akan merasa nyaman dengan apa yang dilakukannya.

d. Cara Menggunakan Contoh Tindakan

Setelah memberikan dorongan, penulis harus menciptakan contoh tindakan. Suatu contoh tindakan merupakan sebuah tindakan kasat mata yang diambil dari konsep sebelumnya. Karena contoh tindakan itu sudah dimasukkan ke dalam tujuan, maka sesi ini seharusnya tidak akan kacau. Kadang-kadang, menjelaskan seluk-beluk contoh tindakan untuk membantu pembaca adalah baik.

3. Menyusun Seluruh Tulisan Renungan untuk Anak ("Compile")

Sistem penyimpanan tulisan renungan yang baik akan menutup seluruh proses penulisan. Beberapa penulis memasang tulisan renungan mereka di blog, sementara beberapa berkas tulisan mereka tetap disimpan di komputer. Beberapa penulis lain mungkin akan menuliskan renungan mereka dalam jurnal. Singkatnya, metode apa pun yang digunakan, seorang penulis harus memastikan bahwa ia akan dapat mengakses berkas tulisannya dengan mudah.

Menciptakan Sistem Menulis Renungan untuk Anak

Akan lebih baik jika pada saat menulis untuk anak, kita dibimbing oleh suatu sistem tertentu -- khususnya ketika menulis sesuatu yang memiliki nilai rohani bagi mereka. Seorang anak dapat dengan mudah terbebani oleh begitu banyak data dan konsep. Panduan sederhana ini memberi penulis sistem tiga poin yang membantu (penyusunan) komposisi renungan untuk anak. (t\Berlin)

Diterjemahkan dan disunting dari:
Nama situs: Protestantism @Suite101
Alamat URL: http://suite101.com/article/paris-hilton-as-emperor-a187001
Judul asli artikel: Writing Christian Devotionals for Kids -- Composing and Compiling Daily Bible Meditations for Children
Penulis: John Phillip Pesebre
Tanggal akses: 25 Mei 2012


TOKOH PENULIS: SIMONETTA CARR
Ditulis oleh: Yosua S. Yudo

Biografi adalah sebuah tulisan yang mengulas perjalanan hidup seorang tokoh penting; dari hari kelahirannya, karya-karyanya bagi masyarakat, hingga akhir hayat sang tokoh. Hari ini banyak kita jumpai buku-buku semacam itu, yang tidak hanya ditujukan kepada pembaca dewasa, tetapi juga kepada anak-anak. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat mengenal dan mengambil pelajaran dari kisah hidup tokoh penting tersebut. Pertanyaannya, dari semua buku biografi untuk anak yang beredar saat ini (bahkan yang diterbitkan penerbit Kristen sekalipun), berapa banyak yang memperkenalkan tokoh-tokoh gereja kepada anak-anak?

Salah seorang penulis yang mengerti betul betapa pentingnya pengenalan anak-anak terhadap tokoh-tokoh gereja adalah Simonetta Carr. Ia lahir dan dibesarkan di Italia dalam keluarga Katolik Roma. Sejak kecil, ia memiliki kerinduan untuk hidup saleh. Tidak hanya itu, ia bahkan bercita-cita menjadi orang suci (saint)! Dalam sebuah wawancara, ia menceritakan bahwa ia bahkan membeli buku-buku untuk mencari tahu bagaimana untuk menjadi orang suci. Tetapi, setelah ia membaca sebuah buku tentang orang-orang suci, ia mempelajari bahwa kebanyakan wanita yang diangkat oleh gereja menjadi orang suci adalah mereka yang mengalami penderitaan (diperkosa atau dibunuh), dan hal itu membuatnya kehilangan keinginan tersebut. Sejak kecil, Simonetta Carr juga mendisiplin dirinya untuk mengingat, bahkan mencatat setiap dosa yang dilakukannya, agar ia tidak lupa pada saat pengakuan dosa. Kedisiplinan itu didorong oleh ketakutannya terhadap neraka.

Ketika berumur 18 tahun, ia bertemu dengan seorang penginjil wanita dari Amerika, yang mengajarnya mengenai keselamatan di dalam Kristus dan juga memberinya Injil Yohanes. Meskipun penginjil wanita tersebut menjelaskan tentang keselamatan di dalam Kristus, tetapi ia tidak mengarahkan Simonetta untuk bergereja di gereja tertentu, sehingga untuk beberapa tahun ia terombang-ambing dalam kebingungan mengenai hal-hal rohani. Pada tahun 1999, pada saat itu Simonetta merasakan pentingnya keanggotaan dalam sebuah gereja dan beribadah setiap minggunya di gereja yang menekankan pemaparan firman Allah dan mengadakan sakramen pada tiap minggunya. Atas anugerah Allah, ia akhirnya bergereja di "Reformed confessional". Kebingungan yang dihadapinya mengenai hal-hal rohani ketika remaja, menumbuhkan hasrat Simonetta untuk mengajarkan teologi ortodoks yang benar kepada anak-anak.

Kejadian yang mendorongnya untuk menulis biografi tokoh-tokoh gereja untuk anak-anak adalah ketika ia merasa kesulitan dalam menemukan bahan-bahan tentang biografi serta sejarah gereja untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran sejarah anak-anaknya (ia sendiri mengajar kedelapan anaknya di rumah). Simonetta menyadari bahwa sementara begitu banyak buku biografi untuk anak yang membahas kehidupan tokoh-tokoh terkenal seperti presiden, atlet, musisi, dan ilmuwan terkenal, hanya sedikit buku-buku biografi mengenai tokoh-tokoh gereja. Berbekal kesadaran tersebut serta kerinduan untuk menulis sebuah buku yang informatif, menekankan pemeliharaan Tuhan terhadap gereja serta doktrin-doktrin mengenai diri-Nya selama berabad-abad, sekaligus dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang merangsang imajinasi dan foto-foto untuk menolong anak-anak dalam menyadari fakta dalam biografi itu, Simonetta mulai melangkah.

Hal pertama yang dilakukannya untuk mewujudkan kerinduannya itu adalah menghubungi seorang pemuda di gerejanya, seorang lulusan bidang sejarah gereja, dan memintanya untuk bergabung. Namun orang tersebut tidak memberi tanggapan yang baik, sekalipun Simonetta telah membuat contoh buku dari idenya. Namun demikian, Simonetta tidak patah arang atas tanggapan negatif tersebut. Seorang sahabatnya bahkan memberinya semangat dan berkata kepadanya bahwa ia bisa mewujudkan impiannya itu tanpa bantuan pemuda itu.

Tokoh gereja yang pertama kali dibahasnya dalam seri "Christian Biographies for Young Readers"-nya adalah John Calvin. Tokoh itu dipilihnya karena saat itu adalah saat-saat menjelang peringatan ulang tahun John Calvin yang ke-500. Alasan kedua adalah karena ia ingin menyajikan biografi tokoh-tokoh itu dalam suatu urutan waktu, dari perkembangan gereja di abad ke-2 dan selanjutnya, sehingga ia bisa menunjukkan pula tantangan-tantangan yang dihadapi oleh setiap tokoh dalam zaman mereka masing-masing. Ia ingin agar anak-anak tidak hanya mengetahui fakta-fakta saja, melainkan terlibat dalam emosi yang disajikan dalam buku-bukunya itu. Tokoh-tokoh berikutnya yang dibahas dalam seri itu adalah Agustinus dari Hippo, John Owen, dan Athanasius.

Dalam mengerjakan buku-bukunya, Simonetta tidak bekerja sendirian. Di bukunya yang pertama, "John Calvin", ia mengakui bahwa anak-anaknya memiliki peran yang sangat besar. Mereka memberinya banyak masukan yang berharga, koreksi-koreksi, mereka bahkan membantunya dalam merencanakan ilustrasi dan foto-foto yang mendukung buku tersebut. Karena itulah, Simonetta menganggap bahwa buku itu tidak ditulis oleh dirinya sendiri, melainkan bersama-sama dengan kedelapan anaknya. Simonetta juga bekerja sama dengan ilustrator-ilustrator andal untuk menangani ilustrasi dalam buku-bukunya seperti Emanuele Taglieti, Wes Lowe, dan yang terakhir Matt Abraxas.

Kini Simonetta Carr telah menghasilkan lima buku biografi tokoh gereja untuk anak-anak, tiga di antaranya bahkan sudah diterjemahkan serta diterbitkan di Indonesia. Ia kini sedang menggarap bukunya yang terbaru. Simonetta Carr berharap bahwa buku-buku ini tidak hanya menjadi bacaan semata, melainkan juga menjadi alat untuk memperkenalkan tokoh-tokoh gereja Tuhan kepada anak-anak sejak masa muda mereka.

Sumber bacaan:
1. "An Interview with Christian Biographer and Author, Simonetta Carr PLUS a Special Book Giveaway!" Dalam http://www.christinalangella.com
2. "Interview with Simonetta Carr on her series Christian Biographies for Young Readers". Dalam http://heritagebooktalk.org
3. "Interview with Simonetta Carr on John Calvin". Dalam http://heritagebooktalk.org
4. "Interview with Simonetta Carr". Dalam http://www.christianbooknotes.com
5. "Simonetta Carr". Dalam http://www.linkedin.com


PENA MAYA: TULISAN UNTUK ANAK DAN KELUARGA KRISTEN

Saatnya Anda menambah wawasan seputar penulis Kristen manca, khususnya mereka yang berfokus pada anak. Situs Christianchildrensauthor.com akan sangat menolong Anda untuk melihat lebih jelas kebutuhan anak, khususnya untuk pertumbuhan kerohanian mereka. Situs yang memunyai semboyan "Reaching children and their families with God's love" (Menjangkau anak dan keluarga mereka dengan Kasih Tuhan) ini, menyediakan tulisan-tulisan berkualitas yang terbagi dalam beberapa kategori, di antaranya "Bible", "Devotions", "Just For Kids", "Parenting", dll..

Ada dua belas penulis Kristen anak yang terlibat dalam pelayanan di situs berbahasa Inggris ini. Para penulis tersebut adalah Ava Pennington, Beth Bence R., Carol Wedeven, Cheryl Malandrinos, Crystal Bowman, Dawn Aldrich, Diane Stortz, Holly Skelton, Janice D. Green, Linda McQuinn C., Lindsay Bonilla, dan Melissa Staehli. Masing-masing penulis memberikan karya tulisan mereka, yang disusun berdasarkan jadwal dan kategori yang sudah ditentukan. Jadi jangan khawatir, situs ini akan selalu diupdate dan memunyai tulisan-tulisan terbaru setiap hari. Penasaran? Kunjungi saja link di bawah ini dan bersiaplah untuk mendapatkan tulisan-tulisan menarik yang memberkati anak dan keluarga Anda! (STL)

==> http://christianchildrensauthors.com/
Tanggal akses: 28 Mei 2012


STOP PRESS: 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA

Apakah Anda terbeban untuk menanam lutut Anda bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus? Kami mengajak Anda meluangkan waktu sejenak untuk berdoa bagi saudara-saudara kita, khususnya mereka yang akan melaksanakan ibadah puasa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2012 ini kita akan kembali bersatu hati berdoa selama bulan puasa. Jika Anda rindu untuk turut ambil bagian berdoa bagi bangsa, kami akan mengirimkan pokok-pokok doa dalam versi e-mail untuk menjadi pokok doa kita bersama. Untuk berlangganan, silakan kirimkan e-mail ke: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

Bagi Anda yang ingin agar teman-teman Anda pun bisa ikut berdoa dengan memakai bahan pokok doa ini, silakan kirimkan alamat e-mail mereka ke alamat e-mail redaksi di: < doa(at)sabda.org >

Marilah kita bersama berpuasa dan berdoa untuk Indonesia, agar tangan Tuhan yang penuh kuasa menolong dan menggugah hati nurani para pemimpin bangsa ini untuk bertekad dan bersatu mengeluarkan bangsa ini dari kemelut berbagai masalah yang berkepanjangan. Selamat menjadi "penggerak doa" di mana pun Anda berada dan biarlah karya Tuhan terjadi di antara umat-Nya, khususnya bangsa Indonesia. Selamat berdoa.


Kontak: < penulis(at)sabda.org >
Redaksi: Yosua Setyo Yudo dan Novita Yuniarti
Kontributor: Santi Titik Lestari dan Davida Welni Dana
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/penulis >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >

(e-RH) Juni 21 -- MENJADI BERGUNA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 21 Juni 2012
Bacaan : Filemon 1-25
Setahun: Amsal 30-31
Nats: Aku, Paulus, ... mengajukan permintaan kepadamu [Filemon]
mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni
Onesimus. Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi
sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. (Filemon
9-11)

Judul:

MENJADI BERGUNA

Saya mau punya gerobak yang lebih besar, " kata seorang anak
pemulung ketika ditanya apa cita-citanya. Tampaknya tidak berguna.
Namun, ada orang yang memandang anak-anak ini penuh potensi. Penuh
harapan, mereka mendirikan sekolah gratis, pusat pelatihan
keterampilan kerja, dan rumah baca. Berusaha melebarkan wawasan,
meluaskan cita-cita, membuat anak-anak ini jadi lebih berguna.



Onesimus, yang dibicarakan dalam surat Paulus pernah menjadi seorang
yang tak berguna, bahkan pikirannya yang sempit membuat ia mengambil
jalan pintas yang merugikan sang tuan, dan akhirnya ia meringkuk di
penjara (ayat 10, 11, 18). Namun, Tuhan mempertemukannya dengan
Paulus. Onesimus ditolong mengenal kebenaran dan menjadi orang yang
berguna bagi pekerjaan-Nya (ayat 11, 13). Perhatikan bagaimana
Paulus memandang dan menyebut Onesimus: anakku, berguna, buah
hatiku, saudara yang kekasih (ayat 10-12, 16). Menurut catatan
sejarah, kemungkinan Onesimus membina jemaat Efesus. Bersama
Polikarpus, ia dipakai Tuhan mengumpulkan tulisan-tulisan yang kini
dikenal sebagai Perjanjian Baru. Sesuatu yang tak terbayangkan oleh
Onesimus sebelumnya!



Entah apa yang terlintas di pikiran kita saat melihat orang yang
terbatas cita-cita dan kemampuannya, atau berantakan hidupnya.
Adakah kita melihat mereka sebagai sesama manusia yang diciptakan
menurut gambar Tuhan? Hidup mereka seharusnya mencerminkan kemuliaan
Sang Pencipta. Adakah yang dapat kita lakukan untuk menolong mereka
mewujudkannya? Mungkin Anda sendiri yang merasa tidak berguna. Tuhan
dapat saja memakai Anda sebagai Onesimus berikutnya. --ELS

HIDUP YANG BERGUNA:
HIDUP YANG MENCERMINKAN KEMULIAAN SANG PENCIPTA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-06-21
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/06/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/06/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Filemon+1-25

Filemon 1-25

1 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari
Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman
sekerja kami
2 dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus,
teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:
3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari
Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
4 Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat
engkau dalam doaku,
5 karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus
dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.
6 Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut
mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk
Kristus.
7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan,
sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.
8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan
penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau
lakukan,
9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari
padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang
dipenjarakan karena Kristus Yesus,
10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat
selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus
11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat
berguna baik bagimu maupun bagiku.
12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--.
13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk
melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu,
supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan
paksa, melainkan dengan sukarela.
15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu,
supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu
sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi
bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.
17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia
seperti aku sendiri.
18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu,
tanggungkanlah semuanya itu kepadaku--
19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku
akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah
semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu
dirimu sendiri.
20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan:
Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!
21 Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku
tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.
22 Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku,
karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.
23 Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus
Yesus,
24 dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman
sekerjaku.
25 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Amsal+30-31
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Amsal+30-31


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, June 19, 2012

[i-kan-misi] [e-JEMMi] Edisi 25/Juni/2012 -- Samuel Zwemer

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-JEMMi -- Samuel Zwemer
No.25, Vol.15, Juni 2012

SEKILAS ISI
TOKOH MISI: SAMUEL ZWEMER
SUMBER MISI: RAVI ZACHARIAS INTERNATIONAL MINISTRIES (RZIM)

Shalom,

Bekerja di ladang Tuhan adalah panggilan untuk semua orang percaya. Namun perlu diingat bahwa panggilan Tuhan bukan hanya untuk "ladang-ladang" subur saja, melainkan juga untuk "daerah-daerah" tandus, seperti "dunia sepupu": ladang yang paling sering dihindari anak-anak Tuhan karena berbagai alasan. Samuel Zwemer adalah pemuda yang dipanggil Allah ke "ladang" paling tandus tersebut dan dia memenuhi panggilan ini. Salah satu kisahnya diangkat dalam sajian e-JEMMi minggu ini. Semoga menginspirasi Anda untuk mulai bekerja di "ladang-ladang" tandus di sekitar Anda. Selamat membaca!

Redaksi Tamu e-JEMMi,
Berlian Sri Marmadi
< http://misi.sabda.org/ >


TOKOH MISI: SAMUEL ZWEMER

Kekuatan yang menjadi ciri khas para sukarelawan mahasiswa, yang menyebar ke seluruh dunia pada akhir abad ke-19, adalah kualitas yang menjadi ujung tombak dalam usaha pelayanan misi ke "dunia sepupu", sebuah tempat yang menolak kekristenan dengan begitu keras. Pelayanan misi pertama ke "dunia sepupu" dilakukan oleh Raymond Lull pada abad ke-13. Pada saat itu, ia hampir dapat dikatakan seorang diri menginjili "orang sepupu" daripada memerangi mereka. Pada abad berikutnya, menurut Stephen Neill, "tanah sepupu" sangat tidak diperhatikan oleh pelayanan misi Kristen, dibandingkan dengan ladang lain yang lebih produktif. Keadaan tersebut berubah pada akhir abad ke-19, sebuah masa yang ditandai dengan dimulainya pertemuan yang lebih nyata antara iman kepada Yesus Kristus dan iman kepada "nabi sepupu". Gereja Anglikan memasuki "wilayah sepupu" pada tahun 1860-an, dan denominasi lain perlahan-lahan mengikutinya. Tetapi Samuel Zwemerlah, seorang mahasiswa yang menjadi sukarelawan dan tanpa dukungan denominasi mana pun, yang mengoordinasi usaha pelayanan misi kepada "orang-orang sepupu", serta menarik perhatian dunia kepada "masyarakat sepupu" dan kebutuhan mereka akan Kristus. Banyak sukarelawan mahasiswa yang lain, termasuk W.H. Temple Gairdner, Dr. Paul Harrison, dan William Borden, yang juga menyerahkan hidup mereka untuk bekerja keras dalam pelayanan misi yang paling sulit dan hampir tanpa penghargaan ini.

Samuel Zwemer, rasul kepada "orang-orang sepupu", lahir di dekat Holland, Michigan, pada tahun 1867, sebagai anak ke-13 dari 15 bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendeta Gereja Reformed, sehingga sangat wajar jika setelah Samuel dewasa, ia pun memasuki ladang pelayanan. Empat dari lima saudara laki-lakinya yang masih hidup juga melayani, sedangkan saudarinya, Nelie Zwemer menyerahkan 40 tahun hidupnya untuk melayani Tuhan sebagai utusan Injil ke Tiongkok. Ketika ia menjadi mahasiswa di Hope College, Zwemer baru merasakan pentingnya pelayanan misi luar negeri. Tahun-tahunnya di universitas dipengaruhi oleh khotbah Robert Wilder (seorang pendukung utusan Injil yang juga memberikan pengaruh kepada John R. Mott dan Mount Hermon Hundred). Ia dan lima dari tujuh teman sekelasnya menjadi sukarelawan untuk pelayanan misi di luar negeri.

Setelah mengikuti pendidikan di seminari dan menjalani pelatihan medis, Zwemer dan seorang mahasiswa di seminari itu, James Cantine, mengajukan diri mereka kepada Reformed Board untuk melayani di dunia Arab; namun mereka ditolak karena anggapan pada masa itu, bahwa pelayanan misi semacam ini adalah sesuatu "yang tidak berguna". Tanpa kenal takut, kedua pemuda ini membentuk tim misi mereka sendiri bernama "American Arabian Mission" dan mulai menggalang dukungan. Zwemer melakukan perjalanan kira-kira sejauh 5.200 kilometer dan mengunjungi hampir setiap gereja di Ohio bagian Barat, sementara Cantine melakukan perjalanan ke Timur. Metode perwakilan mereka cukup unik, mereka tidak meminta dukungan untuk diri mereka sendiri, tetapi Zwemer meminta dukungan untuk Cantine, dan Cantine meminta dukungan untuk Zwemer. Ketidaktertarikan para pendeta terhadap misi ini merupakan sesuatu kemunduran, tetapi ada pula gangguan-gangguan kecil, "Hari Sabat yang lalu, saya berkhotbah tentang misi di sebuah kebaktian sore -- walaupun saya tidak dapat menggantung bagan yang saya bawa! Ternyata di gereja itu selalu diadakan latihan olah vokal untuk pemuda setelah kebaktian -- tetapi dengan pertolongan Allah, saya dapat berbicara tanpa bagan itu -- dan saya berhasil."

Pada tahun 1889, perjalanan Cantine berakhir dan ia berlayar menuju tanah Arab, dan Zwemer yang menyusulnya pada tahun 1890. Keteguhan hati dan pengabdian mereka akhirnya mendapat perhatian para pemimpin gereja, sebab pada tahun 1894 badan misi yang baru ini mendapat undangan untuk bermitra dengan Reformed Church of America. Kemajuan yang lambat dan penolakan selama tahun-tahun pertama pelayanan mereka di Teluk Persia tidak melemahkan semangat mereka, kesulitan itu hanya membuktikan apa yang sudah mereka perhitungkan. Awalnya, Zwemer dan Cantine tinggal dengan dua utusan Injil Anglikan, tetapi ketika pasangan utusan Injil Anglikan itu dipindahtugaskan, maka mereka sendirian dan hanya tinggal bersama dengan seorang petobat baru dari Suriah yang datang untuk bekerja dengan mereka. Kematian mendadak pemuda Suriah itu, hanya 6 bulan setelah kedatangan Zwemer, merupakan kemunduran yang menyakitkan bagi pelayanan itu.

Pada tahun 1895, setelah 5 tahun dalam kesendirian sebagai seorang utusan Injil tunggal, Zwemer jatuh hati pada Amy Wilkes, seorang utusan Injil perawat dari Inggris, yang disponsori oleh Church Missionary Society of the Anglican Church. Meskipun ia adalah seorang penginjil, tetapi masa perkenalan dan pernikahannya dengan Amy bukanlah tanpa halangan. Untuk mengelak dari "peraturan yang sangat ketat mengenai utusan Injil perempuan dalam memiliki teman laki-laki", yang dibuat oleh Church Missionary Society merupakan kesulitan tersendiri. Pernikahan berarti menghadapi tantangan yang lebih berat lagi, terutama bagi utusan Injil muda yang terbatas dalam hal keuangan. Penulis biografi Zwemer menulis, "Church Missionary Society tidak melepaskan harga mereka tanpa sebuah perjuangan, sebab sama seperti budaya dalam perkumpulan yang lain, bahwa sebagian biaya transportasi harus dibayarkan kepada mereka jika seorang anggota baru tidak bertahan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan di lapangan. Peraturan ini harus dipenuhi. Jadi, Samuel Zwemer membeli istrinya seperti dalam adat oriental."

Setelah berlayar ke Amerika Serikat untuk cuti pada tahun 1897, keluarga Zwemer kembali ke Teluk Persia untuk melayani di antara "orang-orang sepupu" di Pulau Bahrain. Pasangan ini menyalurkan bahan literatur dan mengadakan penginjilan di jalan-jalan yang ramai maupun di rumah-rumah, tetapi mereka jarang mendapat tanggapan yang positif. Keadaan hidup mempersulit usaha mereka untuk mengerjakan pelayanan misi yang sukses. Pada zaman sebelum ada pendingin ruangan, temperatur di tempat itu hampir tak dapat tertahankan -- mencapai 107 derajat Fahrenheit (41,5 derajat Celcius) di tempat terdingin, di beranda. Dukacita pun terjadi di tengah-tengah pelayanannya, dua putri kecil keluarga ini, masing-masing berumur 4 dan 7 tahun, meninggal dalam jarak waktu 8 hari. Meskipun mengalami kesulitan dan dukacita, Zwemer mengerjakan pelayanannya dengan sukacita. Ia bahkan dapat melihat hari-hari itu, suatu hari 50 tahun kemudian, sambil berkata, "Sukacita semata yang dialami pada hari-hari itu seakan kembali, dan dengan senang hati aku akan mengulangi masa itu lagi...."

Setelah tahun 1905, perjalanan misi Arab yang dikerjakan oleh Zwemer berhasil mendirikan empat pos pelayanan. Walaupun mereka kekurangan sumber daya manusia, para petobat baru itu menunjukkan keberanian yang sangat luar biasa dalam iman mereka yang baru. Pada tahun itu pula, keluarga Zwemer kembali ke Amerika Serikat, meskipun mereka belum mengetahui, itulah peristiwa yang menandai usaha perintisan pelayanan mereka di tengah-tengah "orang sepupu". Di Amerika, Zwemer berbicara atas nama pelayanan misi kepada "orang-orang sepupu". Dengan penuh semangat ia menggalang dana, menyingkirkan segala bentuk filosofi Hudson Taylor yang mengatakan bahwa segala kebutuhan dana tidak perlu diketahui oleh orang lain. Kemudian pada tahun 1906, beliau menjabat sebagai ketua konferensi besar pertama para utusan Injil yang melayani di "dunia sepupu" yang diadakan di Kairo.

Selama di Amerika Serikat, Zwemer menerima sebuah panggilan penting untuk menjadi sekretaris bagi "Volunteer Movement", sebuah jabatan yang benar-benar tepat untuknya. Pada saat yang sama, Zwemer juga menjabat sebagai sekretaris lapangan bagi "Reformed Board of Foreign Missions", sehingga waktunya dihabiskan untuk bepergian dan membawakan ceramah. Tidak seperti pelayanannya di "dunia sepupu", pelayanan yang dikerjakannya kali ini memperoleh banyak tanggapan yang antusias, dan banyak mahasiswa yang mendengar ceramahnya memenuhi panggilan untuk pelayanan misi luar negeri. Kendati demikian, Zwemer tidak sabar untuk kembali ke pos pelayanannya di Arab Saudi; dan pada tahun 1910, menyusul Edinburgh Missionary Conference dan perjalanan kembali ke Amerika, Zwemer kembali berlayar ke Bahrain untuk melanjutkan pelayanannya.

Istri dan kedua anaknya yang termuda menemaninya saat kembali ke wilayah Teluk, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Rencana hidup kedua anaknya yang tertua di Amerika tidak seperti yang diharapkan, begitu pula dengan tidak tersedianya pendidikan bagi kedua anaknya yang termuda ini di ladang misi. Karena itulah, Amy kembali ke Amerika Serikat untuk mengurus masalah keluarga ini, sebuah situasi yang membuat keluarga ini seperti yang diutarakan Zwemer, "berada di ujung tiga tanduk dilema" -- sebuah masalah tanpa pemecahan yang nyata. "Jika istrinya pulang bersama dengan anak-anak, hal itu akan menunjukkan bahwa Zwemer seolah-olah tidak mencintai istrinya karena membiarkan istrinya pergi seperti sendirian. Jika anak-anaknya ditinggal di Amerika, maka anak-anaknya dianggap telah ditelantarkan oleh orang tua mereka. Jika suami-istri ini menghabiskan banyak waktu untuk mengambil cuti, maka orang akan menuduh mereka tidak bertanggung jawab dalam pelayanan mereka di ladang misi."

Kembali ke ladang misi, Zwemer merasa sulit untuk menyesuaikan dirinya dengan pelayanan yang ada. Kemampuannya dalam hal memimpin sangat dibutuhkan, namun rencana konferensi serta jadwalnya sebagai pembicara sering membuatnya jauh dari pos pelayanannya. Pada tahun 1912, ia menerima panggilan dari United Presbyterian Mission di Mesir, yang diikuti oleh Church Missionary Society, yang juga berlokasi di sana untuk memintanya pindah ke Kairo, dan berkoordinasi dengan pelayanan misi untuk seluruh "dunia sepupu". Nile Mission Press yang terkenal karena penyaluran bahan-bahan literatur kepada "orang-orang sepupu", juga turut ambil bagian dalam proyek tersebut, begitu pula YMCA dan American University of Cairo, sehingga membuat Zwemer tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan permintaan itu.

Di Kairo, Zwemer menemukan masyarakat yang lebih terbuka, di mana para pemuda yang terpelajar sangat ingin mendengarkan utusan Injil yang cerdas dan mengesankan dari Barat ini. Zwemer menghabiskan waktu berjam-jam setiap minggunya untuk mengunjungi kampus-kampus, dan menurut Sherwood Eddy, Zwemer bahkan mendapat akses kepada para pemimpin Universitas Al Ahzar yang bergengsi dan berpengaruh itu. Terkadang Zwemer mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh dua ribu "orang sepupu," tetapi pertobatan yang sebenarnya jarang terjadi, sebaliknya pertentangan terhadapnya tetap tinggi. Pada suatu waktu, ia sempat dipaksa untuk meninggalkan Kairo atas tuduhan telah menyebarkan traktat-traktat secara ilegal kepada para mahasiswa, tetapi insiden itu terbayar oleh pertobatan salah seorang mahasiswa tersebut. Seorang profesor di kampus itu dengan geram merobek salah satu traktat yang disebarkan oleh Zwemer di depan kelas yang dipimpinnya; seorang mahasiswanya yang penasaran mengapa selebaran kecil semacam itu dapat menimbulkan kemarahan yang begitu besar, memungut sobekan-sobekan traktat tersebut dan menyatukannya kembali, dan kemudian bertobat dan memeluk kekristenan.

Selama tahun pertamanya di Kairo, Zwemer ditemani oleh William Borden, seorang sukarelawan mahasiswa dari Yale yang telah menandatangani "Princeton Pledge" (ikrar yang berisi tekad untuk menjadi utusan Injil ke luar negeri oleh pendengar khotbah misi di Princeton University, Red) sebagai hasil dari khotbah yang dibawakan oleh Zwemer. Kerendahan hati Borden dan hasratnya dalam membagi-bagikan traktat sembari menyusuri jalanan Kairo yang panas itu dengan sepedanya, menyangkali fakta bahwa sebenarnya ia terlahir sebagai orang kaya dan adalah ahli waris dari harta keluarga Borden yang melimpah. Sebelum berjuang di ladang misi, Borden telah mempersembahkan ratusan ribu dollar kepada berbagai organisasi Kristen, dan pada saat yang sama ia menolak godaan untuk membeli mobil bagi dirinya sendiri, karena menganggap hal itu sebagai "kemewahan yang tak dapat dibenarkan". Tujuan yang ada dalam benaknya hanya satu, yaitu menjalani hidupnya untuk melayani sebagai utusan Injil. Itulah yang dilakukannya, walau hanya dalam waktu yang singkat. Empat bulan sejak kedatangannya di Kairo, Borden meninggal setelah serangan penyakit meningitis tulang belakang.

Selama 17 tahun, Zwemer menjadikan Kairo sebagai markasnya. Dari sanalah, ia melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia, ikut serta dalam konferensi-konferensi, menggalang dana, dan mendirikan pelayanan bagi "orang-orang sepupu" di India, Cina, Indochina, dan Afrika Selatan. Metode penginjilan Zwemer adalah gabungan antara penginjilan tradisional dengan konsep "berbagi" yang lebih kontemporer, yang menjadi karakteristik sukarelawan mahasiswa. Ia memperlakukan "orang-orang sepupu" sejajar dengan dirinya -- ia membagikan imannya kepada mereka (sebuah teologi yang konservatif) sembari berusaha untuk memahami iman mereka, dengan demikian ia selalu menunjukkan rasa hormat yang sungguh-sungguh kepada "orang-orang sepupu". Walaupun orang-orang yang bertobat lewat pelayanannya sangatlah sedikit -- mungkin hanya setengah lusin selama empat puluh tahun pelayanannya -- Zwemer telah membuat kemajuan dalam membangkitkan perhatian orang-orang Kristen terhadap kebutuhan penginjilan di antara "orang-orang sepupu".

Pada tahun 1918, Zwemer mendapat tawaran yang menggoda untuk bergabung dengan sebuah fakultas di Princeton Theological Seminary, namun kepentingan yang mendesak akan pelayanannya di Kairo begitu besar, sehingga ia menolak tawaran tersebut. Pada tahun 1929, pelayanannya di Kairo telah berkembang dan ketika itu tawaran dari universitas tersebut datang kembali, kali ini ia dapat pergi dengan keputusan yang bijaksana untuk memulai karier yang baru sebagai pemimpin fakultas Sejarah Agama dan Misi Kristen.

Selain pengajarannya, peninggalan Zwemer yang lain adalah ceramah-ceramah dan tulisan-tulisannya. Selama 40 tahun, ia menjadi editor untuk "Moslem World" (jurnal paling bergengsi dalam lingkupnya di negara-negara berbahasa Inggris di dunia, menurut J. Herbert Kane), dan ia juga menulis ratusan traktat dan hampir lima puluh buku. Zwemer adalah seorang yang dipenuhi oleh "energi gugup" dan aktivitas mental yang tak pernah berhenti. Seorang teman seperjalanannya pada suatu waktu dengan segan menceritakan pengalamannya ketika menginap bersama Zwemer, "... ia tidak dapat diam di tempat tidur untuk setengah jam saja ... karena ia akan segera menyalakan lampu, bangkit dari tempat tidurnya, mengambil secarik kertas dan pensil, menulis beberapa kalimat, dan kemudian kembali lagi ke tempat tidur. Ketika kelopak mata saya mulai berat, Zwemer mulai terbangun lagi, menyalakan lampu, dan sekali lagi membuat beberapa catatan ... kemudian kembali lagi ke tempat tidur."

Sepanjang hidupnya, Zwemer menghadapi tragedi dan kesulitan. Ia meratapi kematian kedua putrinya, teman dekatnya, dan 2 orang istrinya (yang pertama pada tahun 1937 dan yang kedua pada tahun 1950). Namun demikian, ia tetap bersukacita dan optimis, ia juga selalu memiliki waktu untuk bersenang-senang dan berkelakar. Di suatu kesempatan di sebuah restoran di Grand Rapids, Michigan, kelakarnya menjadi begitu "riuh dan liar", sehingga kepala pelayan harus turun tangan untuk menertibkan keadaan. Zwemer betul-betul menghargai sisi terang dalam kehidupan, dan dalam banyak hal, kepribadiannya secara unik cocok dengan tahun-tahun yang penuh kerja keras di tanah yang tandus di "dunia sepupu". (t\Yudo)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: From Jerusalem To Irian Jaya
Penulis: Ruth A. Tucker
Penerbit: Zondervan Corporation, Grand Rapids, Michigan
Halaman: 276 -- 280


SUMBER MISI: RAVI ZACHARIAS INTERNATIONAL MINISTRIES (RZIM)

Situs ini adalah situs resmi dari lembaga pelayanan Ravi Zacharias International Ministries (RZIM). Di dalamnya Anda dapat menemukan bahan-bahan apologetika berkualitas, tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga audio dan video. Tersedia pula informasi mengenai acara-acara yang diadakan oleh RZIM berdasarkan region (Asia-Pasifik, Kanada, Eropa, Hong Kong, India, dan Amerika Serikat).

Bahan-bahan apologetika berbentuk teks yang dapat disimak adalah bahan-bahan pengajaran Ravi Zacharias untuk program siaran radio yang berjudul "Just Thinking", yang ditulis ulang dalam format artikel. Bahan-bahan ini ada yang ditulis sendiri oleh Ravi Zacharias dan ada juga yang ditulis oleh timnya, seperti Jill Carattini, Margie Zacharias, dan John Njoroge. Karena artikel ini selalu di "update", maka RZIM.org juga menyediakan halaman arsip, yang dapat Anda diakses. Selain artikel, situs ini juga menyediakan bahan-bahan renungan dengan nama "A Slice of Infinity". Bahan renungan ini terintegrasi dengan Facebook, sehingga Anda bisa membaca renungan "A Slice of Infinity" di dinding Anda.

Di situs ini Anda juga bisa mendengarkan siaran radio bertajuk "Just Thinking" dan "Let My People Think", serta menonton video-video acara diskusi Ravi Zacharias di universitas-universitas di Amerika. Singkatnya, situs ini benar-benar dapat memberi informasi yang dibutuhkan oleh orang-orang Kristen, yang ingin lebih dalam mempelajari apologetika. Jika Anda rindu mendalami dan mendapatkan bahan-bahan apologetika berkualitas, segera kunjungi situsnya. (YSY)

==> www.rzim.org
==> http://rzim.christianbook.com


"WHEN WE PUT OFF TODAY'S TASKS WE ADD TO TOMORROW'S BURDENS"


Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yosua Setyo Yudo
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >

[i-kan-kisah] [KISAH] Edisi 281 -- Disembuhkan dari Sakit

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KISAH -- Disembuhkan dari Sakit
Edisi 281, 20 Juni 2012

Shalom,

Ada kalanya sakit yang berlarut-larut membuat orang putus asa dan merasa kecewa dengan kehidupannya. Selanjutnya, kekecewaan hidup ini bisa berubah menjadi kekecewaan kepada Tuhan. Oleh karenanya, jangan biarkan hati kita terisi oleh kekecewaan hidup yang berlarut-larut, namun belajarlah memahami maksud Tuhan dalam setiap masalah dan derita yang kita alami. KISAH edisi 281 menyajikan sebuah kesaksian tentang kesembuhan ilahi yang dialami oleh seorang wanita yang hidupnya berharap kepada Tuhan. Seperti apa kisahnya? Temukan jawabannya dengan membaca kesaksian yang telah kami persiapkan di bawah ini. Tuhan Yesus memberkati.

Redaksi Tamu KISAH,
Is Ardiansah
< http://kesaksian.sabda.org/ >


DISEMBUHKAN DARI SAKIT

"Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32)

Saya berasal dari kalangan Metodis dan jarang sekali mendengar tentang Allah menyembuhkan orang dalam zaman ini. Ketika saya mendengar Anda berkata-kata tentang memuji Allah dalam keadaan sakit, saya berpikir tidak mungkin saya dapat melakukan hal semacam itu.

Selama bertahun-tahun, saya tidak merasa khawatir kalau merasa sakit pada tulang-tulang saya. Tetapi beberapa bulan yang lalu, saya menderita sakit pada tulang belakang saya yang tidak kunjung hilang, malah menjadi bertambah sakit. Saya sangat menderita dalam melakukan pekerjaan saya. Terkadang saya terbangun pada tengah malam dan terkadang saya juga sukar sekali bangun dari tempat tidur di waktu pagi hari, karena merasakan sakit pada tulang saya. Saya telah mengunjungi berbagai dokter untuk pengobatan penyakit saya. Saya harus mengakui bahwa pada waktu-waktu tertentu, saya sangat ketakutan ketika saya berpikir tentang kemungkinan terburuk dari penyakit saya -- lumpuh.

Pada suatu pagi ketika saya bangun dari tidur, saya merasa sangat sakit, lebih sakit dari sebelumnya. Tiba-tiba saya teringat bahwa selama ini, saya belum pernah berterima kasih kepada Allah untuk pengalaman ini, atau saya pernah mencoba untuk percaya bahwa Ia dapat mengajarkan sesuatu kepada saya melalui pengalaman ini. Maka saya mulai mengucap syukur serta memuji Allah, dan mengucapkan terima kasih untuk perasaan sakit jasmani yang sedang saya derita. Hal itu tidak menolong sedikit pun. Saya masih saja sukar untuk bangun dari tempat tidur. Saya berusaha bergerak sebentar, lalu merasa bahwa saya perlu duduk.

Sementara duduk pada sebuah kursi, saya mulai merenungkan tentang mengucapkan terima kasih dan memuji Allah. Rupanya, saya sedang dipenuhi dengan suatu pengertian yang mendalam tentang memuji Allah. Saya merasa ingin memuji Allah yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya merasa sukacita memenuhi hati saya. Ketika saya menyadari bahwa sudah tiba waktunya untuk bangkit dan melakukan sesuatu, saya berpikir: "Saya percaya bahwa Allah akan memberkati dan menolong saya sepanjang hari, serta mengajarkan saya tentang apa yang hendak Ia ajarkan."

Ketika bangkit berdiri dari kursi dan mulai berjalan, tiba-tiba saya menyadari bahwa perasaan sakit itu sudah hilang. Saya dapat menggerakkan tangan dan kaki saya dengan bebas. Penyakit itu sudah lenyap. Saya belum pernah melihat suatu mukjizat terjadi dalam hidup ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah karena Ia berkenan menunjukkan kuasa-Nya yang ajaib. Mungkin pada waktu mendatang, saya dapat menderita sakit, tetapi sekarang dengan pasti saya yakin bahwa Allah memakai setiap hal dan memberkati kita, asal kita percaya kepada-Nya.

Tidak setiap orang telah dibebaskan dari perasaan sakit dengan begitu penuh, dan dengan cara yang begitu dramatis seperti yang dialami oleh wanita ini. Tetapi Allah memunyai rencana yang sempurna untuk tiap-tiap diri kita. (Wanita ini kini giat bersaksi kepada orang-orang dalam kelompoknya tentang sukacita yang telah terjadi di dalam hidupnya. Mereka yang pernah mengenal wanita ini bertahun-tahun lamanya, belum pernah melihat suatu mukjizat. Kini, mereka menaruh minat untuk belajar sendiri tentang apa yang Allah dapat perbuat untuk mereka. Setiap diri kita memunyai peranan kecil dalam rencana Allah yang mulia itu untuk menyatakan kasih-Nya kepada semua orang.)

Diambil dan disunting dari:
Judul asli buku: Answer To Praise
Judul buku: Jawaban Atas Pengucapan Syukur
Penulis: Merlin R. Carothers
Penerjemah: Pdt. Nehemiah Mimery
Penerbit: Mimery Press, 1979
Halaman: 141 -- 142


POKOK DOA

1. Berdoa agar setiap anak Tuhan mendapatkan pemahaman yang benar tentang maksud dan rencana Tuhan dalam setiap tahapan kehidupannya, sehingga imannya tidak mudah goyah ketika menghadapi masalah hidupnya.

2. Berdoa untuk setiap anak Tuhan yang saat ini mengalami kelemahan tubuh, biarlah mereka senantiasa berharap hanya pada Tuhan dan Tuhan memberikan kesembuhan kepada mereka.

3. Berdoa supaya setiap anak Tuhan memiliki kesatuan hati, sehingga bisa saling menguatkan dan menolong yang lemah. Dengan kesatuan hati pula, kita bisa saling mengingatkan dan membawa kembali mereka yang tersesat.

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) < http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+29:11 >


Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Redaksi: Yonathan Sigit
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/kisah >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo