Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, December 8, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 10 -- 16 Desember 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 129 (10 -- 16 Desember 2012)

Shalom,

Sebentar lagi, seluruh umat percaya di dunia akan merayakan Natal. Pada kesempatan ini, kami mengajak Anda untuk berdoa bersama untuk segala hal yang berhubungan dengan Natal, agar Natal tahun ini membawa kasih dan sukacita di hati anak-anak-Nya. Selamat berdoa.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


10 Desember 2012 -- Persiapan Natal

Bukan hanya panitia Natal yang bekerja di belakang layar, para pengisi acara dan petugas kebaktian pun semakin sibuk dalam mempersiapkan Natal. Petugas pujian, musik, paduan suara, dan pemain drama harus berlatih dengan lebih intensif, untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta mereka. Doakan untuk persiapan Natal supaya para pelayan kebaktian menjaga kemurnian hati mereka. Doakan juga supaya Tuhan Yesus memberkati kesehatan mereka dan memberi hikmat, agar dapat membagi waktu dengan baik.

11 Desember 2012 -- Kesatuan Hati Panitia Natal

Kadang, seiring mendekatnya penyelenggaraan acara Natal, ada ketegangan yang dialami oleh mereka yang menjadi panitia acara Natal. Wajar jika ada perbedaan pendapat di antara panitia karena semua ingin acara bisa berjalan sebaik mungkin. Namun, jika tidak membentengi diri dengan pertolongan Tuhan, hal ini bisa menjadi celah bagi Iblis untuk mengobarkan konflik yang lebih besar. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus agar setiap rekan yang menjadi panitia Natal, memiliki kesatuan hati untuk melayani dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam kepanitiaan.

12 Desember 2012 -- Fokus Natal

Sinterklas, pohon terang, tukar kado, pesta diskon, dan sederet kemeriahan Natal lainnya, berpotensi membelokkan fokus kita pada makna Natal. Begitu juga dengan kesibukan rapat, latihan, dan persiapan Natal yang terkadang melelahkan. Mari berdoa agar Tuhan Yesus menolong kita untuk tetap fokus pada Dia. Kelahiran-Nya di dunia menjadi awal penggenapan janji Allah kepada umat manusia, mari bersyukur atas hal itu.

13 Desember 2012 -- Remisi Natal bagi Narapidana

Setiap hari besar keagamaan, pemerintah RI secara rutin memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman bagi para narapidana yang berkelakuan baik. Tak terkecuali pada Natal tahun ini, para narapidana yang beragama Kristen/Katolik menerima remisi hari raya, bahkan beberapa orang akan mengalami kebebasan. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus agar setiap narapidana yang mendapatkan remisi hukuman, mengucap syukur kepada Tuhan. Kiranya, mereka dapat melanjutkan hidup yang lebih baik dan meninggalkan hidup lama mereka. Doakan juga agar Tuhan menolong mereka menangkap makna Natal, yaitu bahwa Allah turun ke dunia untuk menggantikan tempat kita, yang seharusnya menerima hukuman dosa.

14 Desember 2012 -- Toleransi Selama Misa/Ibadah Natal

Setiap bulan Desember, kita sering mendengar berita tentang rekan-rekan dari ormas keagamaan lain yang rutin menawarkan diri, untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas selama pelaksanaan misa/ibadah Natal di kota-kota besar. Sementara itu di daerah lain, walaupun tidak terekspos media, tetangga dekat dan masyarakat sekitar gereja juga menunjukkan sikap toleransi kepada jemaat yang merayakan Natal. Mengucap syukurlah atas toleransi dari umat beragama lain yang kita alami dalam kehidupan bergereja di Indonesia.

15 Desember 2012 -- Tema Natal

Walaupun panitia Natal nasional telah menetapkan tema untuk tahun ini, beberapa gereja/persekutuan memilih untuk menetapkan tema sendiri. Biasanya, tema itu menjadi tema setahun bagi anggota gereja/persekutuan tersebut. Doakan agar Tuhan Yesus campur tangan dalam penentuan tema Natal sehingga melalui tema itu, Tuhan menyatakan kehendak-Nya secara khusus bagi setiap gereja/persekutuan. Kiranya tema itu bukan sekadar pajangan, melainkan benar-benar menjadi pedoman yang harus diterapkan dengan iman.

16 Desember 2012 -- Natal Staf YLSA

Yayasan Lembaga SABDA akan mengadakan Natal bagi seluruh staf. Panitia sudah dibentuk dan segala persiapan sedang dilakukan. Kami mohon dukungan doa dari seluruh Sahabat dan Rekan YLSA, agar perayaan Natal YLSA kali ini berjalan dengan lancar. Doakan juga kiranya Natal ini semakin mempererat jalinan persekutuan di antara staf, dan semakin mengingatkan betapa besar kasih penyertaan Tuhan yang telah dinyatakan dalam pelayanan YLSA.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yonathan Sigit
Kontributor: Mahardhika Dicky Kurniawan
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) Desember 09 -- YESUS ANAK MANUSIA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 9 Desember 2012
Bacaan : Lukas 18:31-34
Setahun: Roma 8-10
Nats: Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa lain,
diolok-olokkan, dihina dan diludahi. (Lukas 18:32)

Judul:

YESUS ANAK MANUSIA

Tahukah Anda sebutan favorit Yesus untuk diri-Nya sendiri? Anak
Manusia! Sebutan ini diulang 29 kali dalam Injil Matius, 16 kali
dalam Injil Markus, 25 kali dalam Injil Lukas, dan 12 kali dalam
Injil Yohanes. Kalau sebutan Anak Allah diberikan oleh orang lain
kepada-Nya, sebutan Anak Manusia hampir selalu diucapkan oleh Yesus
sendiri.


Sebutan ini mengingatkan kita betapa Yesus benar-benar ikut
merasakan apa yang dialami manusia. Dia lahir dari seorang perempuan
muda, memiliki keluarga dan teman-teman, lengkap dengan berbagai
dinamika dalam hubungan dengan mereka. Dia tahu rasanya lapar dan
haus, Dia pernah marah, lelah, dan sedih. Dia membiarkan diri-Nya
diperlakukan tidak adil, dijadikan bahan ejekan, direndahkan
sedemikian rupa, bahkan diludahi! Allah yang datang dalam rupa
manusia bukankah seharusnya disambut, dihormati, dilayani? Namun,
Yesus memberi diri sesuai gambaran yang dinubuatkan oleh para nabi,
seorang hamba yang menderita (lihat Yesaya 52-53). Dia menanggung
apa yang tidak bisa ditanggung oleh manusia. Dia mengalami semua
cobaan yang dialami manusia, hanya Dia tidak berbuat dosa (lihat
Ibrani 4:15).


Memiliki seseorang yang bisa turut merasakan apa yang kita rasakan,
betapa menguatkan! Bukankah itu yang dikomunikasikan Yesus dengan
menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia? Dia sungguh mengerti apa
yang saya dan Anda lalui setiap hari: penat, terluka, hendak
menyerah? Pandanglah pada Yesus. Dia telah melalui perjalanan yang
sama, dan mengakhirinya dengan penuh kemenangan. Dia menyediakan
kekuatan yang dibutuhkan bagi tiap orang yang mau datang kepada-Nya,
dan mengikut Dia. --HAN

YESUS SEBAGAI ANAK MANUSIA MEMBUAT KITA MENGERTI
BAHWA ALLAH PEDULI DAN MEMAHAMI APA YANG KITA ALAMI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/12/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+18:31-34

Lukas 18:31-34

31 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada
mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu
yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
32 Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak
mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
33 dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia
akan bangkit."
34 Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti
perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa
yang dimaksudkan.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Roma+8-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+8-10


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, December 7, 2012

(e-RH) Desember 08 -- YESUS, ANAK ALLAH?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 8 Desember 2012
Bacaan : Lukas 1:26-38
Setahun: Roma 4-7
Nats: Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu dan
kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak
yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas
1:35)

Judul:

YESUS, ANAK ALLAH?

Sebagian orang merasa sulit menerima Yesus karena sebutan-Nya
sebagai Anak Allah. Mana mungkin Allah punya anak? Bukankah itu
berarti merendahkan Allah, memercayai bahwa Dia berhubungan fisik
dengan manusia dan membuahkan seorang anak? Menyamakan Sang Pencipta
dengan ciptaan-Nya? Penolakan ini bukan baru muncul belakangan.
Sebagian orang pada zaman Yesus pun sulit menerimanya (lihat Yohanes
10:36).


Tak heran Lukas berusaha dengan saksama menjelaskan dalam
tulisannya, agar pembacanya mengetahui kebenaran tentang Yesus
(pasal 1:3-4). Tampaknya ia telah mengusut asal-usul Yesus dengan
teliti sehingga ia bisa menuliskan kronologis kejadiannya secara
detail. "Anak" adalah sebutan yang wajar diberikan bagi Yesus karena
Dia memang datang dalam wujud seorang bayi, anak yang lahir dari
kandungan Maria (ayat 31). Bukan sembarang anak, Yesus akan secara
khusus disebut sebagai Anak Allah, karena Dia lahir oleh kuasa Roh
Kudus, kuasa Allah Yang Mahatinggi, bukan oleh hubungan Maria dengan
seorang laki-laki (ayat 35). Jadi sebutan Anak Allah sederhananya
menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia (anak) yang berasal dari
Allah sendiri.


Kesulitan menerima sebutan ini tampaknya menunjukkan keraguan bahwa
Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Secara akal sehat, tidak
mungkin Allah yang besar dan tak terbatas datang melalui tubuh
manusia. Keraguan ini juga pernah menghinggapi Maria (ayat 34),
tetapi disanggah oleh malaikat (ayat 37). Allah menggenapi janji-Nya
bahwa Mesias akan lahir dari keturunan Daud. Tidak ada yang mustahil
bagi-Nya. --HAN

MENYEBUT YESUS SEBAGAI ANAK ALLAH ADALAH PENGAKUAN
ATAS ALLAH YANG MAHAKUASA DAN MENEPATI JANJI-NYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/12/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+1:26-38

Lukas 1:26-38

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke
sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama
Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam,
hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam
hatinya, apakah arti salam itu.
30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab
engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang
anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang
Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta
Daud, bapa leluhur-Nya,
33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai
selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin
terjadi, karena aku belum bersuami?"
35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan
kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak
yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung
seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang
keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah
padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan
dia.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Roma+4-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+4-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[i-kan-humor] [e-Humor] 2137 Desember/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2137, Desember 2012

Shalom,

Kebiasaan tidak baik yang sering terjadi pada anak tunggal adalah manja. Tidak hanya itu, anak tunggal sering diperlakukan seperti bos. Akibatnya, dia kurang menghargai apa yang orang lain lakukan, dan dia menganggap semua orang seperti "pembantu" yang harus menuruti kemauannya. Contohnya ada pada tokoh humor kita kali ini. Selamat menyimak, ya! Jangan ketinggalan menjawab kuis, yang setiap hari Jumat hadir dalam pada kolom Kuis Humor.

Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2137. BILANG APA?

Doni adalah anak Bu Rahma. Ia berusia 5 tahun. Ia adalah seorang anak tunggal dan terbiasa dimanja oleh orang tuanya. Apa pun yang dia butuhkan selalu disediakan oleh pembantunya. Suatu ketika, teman Bu Rahma berkunjung.

Tante: Halo, Doni manis.... Ini ada mangga manis buat kamu....
Bu Rahma: Doni, bilang apa kalau diberi mangga sama tante?
Doni: Tante....
Tante: Ya, Nak? (Berharap mendapat ucapan terima kasih dan kecupan.)
Doni: Kupasin, dong....

[Sumber diambil dan disunting dari: http://ngupingjakarta.blogspot.com/2008/11/otoriter-bagus-kamu-calon-pemimpin.html]

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:4) < http://alkitab.sabda.org/?Matius+6:4 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 152: "Seperti apa bentuk dan rasa Manna?"

- Erik Kristovel < erikkristovel(at)xxx > = Bentuknya seperti Damar Bedolah (Bil. 11:7), Seperti Sisik, Halus seperti embun beku di bumi (Kel. 16:14), Warnahnya putih seperti ketumbar (Kel. 16:31). Rasanya seperti: Seperti rasa penganan yang digoreng (Bil. 11:8), Seperti kue madu (Kel. 16:31).
- gibson sitinjak < ressurection.gibson(at)xxx > = manna: warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
- Hendrik Langelo < hendrik.langelo(at)xxx > = "..,manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu." (Keluaran 16:31).
- ida magdalena < idajanti_lh(at)xxx > = Keluaran 16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
- Kennedy Sirait < Kennedy.Sirait(at)xxx > = warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu (keluaran 16.31)

Jawaban e-Humor: Warnanya putih seperti ketumbar, dan rasanya seperti kue madu (Keluaran 16:31).

Wow! Terima kasih untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Silakan jawab kuis selanjutnya. :)

Kuis minggu ini 153: "Siapakah nama guru Paulus?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

[i-kan-binaguru] lagu kunaikkan syukur padaMu YESUS

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

shalom....
kalau ada yg punya mp3 lagu kunaikkan syukur padaMu YESUS yang penyanyinya wanita tolong kirimkan ke saya ya...
makasih, Gbu

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Thursday, December 6, 2012

(e-RH) Desember 07 -- KATA YESUS TENTANG DIRI-NYA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 7 Desember 2012
Bacaan : Yohanes 14:1-13
Setahun: Roma 1-3
Nats: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang
datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Judul:

KATA YESUS TENTANG DIRI-NYA

Siapakah Yesus? Jika Anda adalah seorang kristiani mungkin
pertanyaan ini terdengar bodoh. Tentu saja Dia adalah Tuhan dan Juru
Selamat umat manusia. Namun, faktanya, seringkali status ini terlalu
sering disebutkan dengan muatan makna yang beragam. Bagi sebagian
orang, kedua gelar itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Seorang yang
secara istimewa dipilih Tuhan untuk menunjukkan jalan hidup yang
benar bagi umat manusia. Yang lain menganggapnya sebagai Sang
Pembuat mukjizat, teladan moral teragung, guru dengan hikmat yang
luar biasa, dan pendiri agama besar yang patut dihormati.


Namun, pernyataan-pernyataan Yesus tentang siapa diri-Nya jauh dari
gambaran itu. Yesus menyatakan diri-Nya bukan salah satu jalan,
bukan seorang penunjuk jalan tetapi Dia sendirilah jalan kepada
Allah (ayat 6). Dia bahkan menyatakan bahwa diri-Nya adalah
perwujudan dari Allah yang tidak bisa dilihat oleh manusia (ayat 7,
9-11). Ingin tahu seperti apa Allah itu? Lihatlah Yesus! Sebuah
pernyataan yang super radikal, yang bahkan sulit diterima orang pada
masa-Nya, sehingga mereka akhirnya menyeret-Nya ke kayu salib (lihat
pasal 19:7).


Pikirkanlah sekali lagi ketika Anda berkata bahwa Anda memercayai
Yesus. Dia menyatakan diri-Nya sebagai Allah sendiri. Bukan sekadar
Tokoh Agung dalam sejarah yang patut dipelajari dan diteladani
hidup-Nya, melainkan Tuhan yang memegang kendali penuh atas hidup
dan mati. Semua perkataan-Nya dapat dipercaya dan harus ditaati. Di
luar Dia, orang tidak mungkin diperdamaikan dengan Allah. Apakah
hidup kita sungguh mencerminkan bahwa kita memercayai Yesus sesuai
dengan apa yang Dia nyatakan? --HAN

YESUS BUKAN HANYA PRIBADI YANG PATUT DITELADANI,
MELAINKAN JUGA ALLAH YANG BERKUASA ATAS HIDUP DAN MATI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/12/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+14:1-13

Yohanes 14:1-13

1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah
juga kepada-Ku.
2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk
menyediakan tempat bagimu.
3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau
pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami, itu sudah cukup bagi kami."
9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,
Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah
melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata:
Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari
diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah
yang melakukan pekerjaan-Nya.
11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam
Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku
lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada
itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Roma+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[i-kan-binaguru] Pengakuan seorang anak

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Shalom,
Saya memberanikan menulis kisahku  kepada para pembaca,dan semoga bermanfaat bagi teman-temanku yang mengalami hal yang sama dengan diriku. Aku tidak mengenal ayahku ,malah asal kebangsaanku juga tidak jelas.Ayah biologisku adalah pemerkosa. Masyarakat disekitarku menertawakanku. Mereka berkata:"Anak selalu diinginkan dan direncanakan,sedang dirimu adalah kesalahan!" Tapi aku tetap manusia dan punya nilai. Nilai hidupku  tak kurang sedikitpun dari kalian karena caraku dikandung ibuku. Aku tidak layak dihukum mati karena kejahatan ayahku. Aku protes penilaian kalian semua,Aku tak percaya apapun penilaian kalian tentang diri saya.Demikianlah saya berargumen,bila teman-teman sebayaku maupun para orangtua melecehkanku.

Aku percaya setiap anak diinginkan oleh seseorang dan Tuhan mengasihinya. Aku percaya,Tuhan mempunyai rencana untukku. Dia mampu mengambil rasa sakitku yang paling parah. Aku belum bertemu ibu kandungku.Kuharap suatu waktu nanti kami bisa bertemu. Jika tidak bisa bertemu dibumi,mungkin disorga kelak. Itu doaku sejak umur 5 tahun. Jika kami nanti bertemu, aku akan memeluknya dan menggenggam tangannya dan aku akan berkata:"Betapa aku sangat mencintai ibuku karena dia mencintaiku. Dia cukup mencintaiku dengan memberiku hidup. Itu adalah hadiah yang tak ternilai bagiku yang diberikan ibuku.

Aku tidak tahu jadi apa diriku ini,jika ibuku mengambil keputusan untuk mengugurkanku. Berkat yang terbesar diberikan ayah-ibuku adalah "hidup" Hidup itu lebih penting dari makanan,pakaian. Hidup itu lebih penting dari fasilitas hidup,kegagalan hidup,kebanggaan hidup,keberhasilan hidup. Aku berdoa dan bersyukur kepada untuk ibu yang pernah mengandung dan melahirkanku.Meskipun ayah-ibuku pernah menolak kehadiranku,aku sudah memaafkan mereka.
Aku juga berpikir,toh orangtuaku tak sengaja melakukannya.Mereka tidak pernah belajar menjadi ayah dan ibu.

Aku bersyukur dan tak pernah menyesal lahir dari kedua orangtuaku. Mereka ikut memberi warna dan melukis kepribadianku. Aku percaya Tuhan melihat semua pengalamanku ini dan meraciknya untuk kebaikanku. Ia sanggup membuat segala sesuatu indah pada waktunya,sekalipun awalnya saya banyak mendapatkan hinaan dan perlakuan yang menyakitkan.

Saya berharap bagi saudara-saudara semua yang membaca pernyataanku ini dapat mensyukuri semua hal yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Tuhan akan membuatnya menjadi sukacita ,apabila kita melibatkanNya dalam hidup kita.

Hidup ini harus diaduk menjadi satu kesatuan(pengalaman pahit dan pengalaman bahagia) baru kita dapat merasakan nikmatnya hidup ini. Ibarat makanan,kalau kita makan nasi tok saja,rasanya tidak enak.tetapi kalau kita campur dengan sayur,ikan,sop rasanya pasti enak.Biarkankan Tuhan membuat makanan yang enak,dan kita boleh menikmatinya.

salam hangat

Walz

NB:Ini adalah kisah seorang anak yang tidak dikehendaki orangtuanya.

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Wednesday, December 5, 2012

[e-BinaSiswa] Edisi 05/Desember 2012 -- Remaja dan Natal (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaSiswa -- Remaja dan Natal (I)
Edisi 05/Desember 2012

DAFTAR ISI
ARTIKEL: MENGGALI KEMBALI HARTA KARUN NATAL
RENUNGAN: NATAL PAK KUIN
INFO: VIDEO KISAH NATAL

Shalom,

Sebentar lagi kita akan merayakan hari Natal, hari kelahiran Tuhan Yesus di dunia ini. Itu adalah hari ketika misi penyelamatan manusia dimulai. Namun, semangat hari Natal sekarang ini lebih didominasi dengan perayaan, pohon natal dan pernak-perniknya, hadiah natal, dan lain sebagainya. Apakah itu makna Natal yang sesungguhnya? Kiranya dengan meluangkan waktu untuk tenang, berdoa, dan merenungkan firman Tuhan, kita dapat menggali kembali harta karun Natal. Simak juga renungan singkat yang akan mengajak Anda untuk berbagi kasih serta info menarik seputar Natal. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-BinaSiswa,
Yusak Charisma Nugraha
< http://remaja.sabda.org >


ARTIKEL: MENGGALI KEMBALI HARTA KARUN NATAL

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: ...." (Matius 1:18)

Untuk kesekian kalinya, umat Kristiani memperingati dan merayakan Natal -- peristiwa kelahiran Yesus, Pribadi yang Maha Agung. Tuhan dan Juru Selamat dunia. Terjadinya sendiri pada masa ketika Kaisar Agustus mengeluarkan ketetapan agar "di seluruh dunia", maksudnya di seluruh wilayah Imperium Romawi, diselenggarakan sensus kependudukan (Lukas 2:1). Yaitu "sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria" (ayat 2). Itu berarti sekitar tahun 4 sM.

Natal, peristiwa yang satu ini pastilah kaya makna, terutama bagi umat Kristiani. Karena itu, gereja memperingati dan merayakannya setiap tahun, supaya kekayaan maknanya terus-menerus memaknai kehidupan kita.

Sebenarnya, kapan pertama kali umat Kristiani memperingati dan merayakan Natal? Jawabannya, tergantung umat Kristiani yang mana. Umat Kristiani di Mesir, misalnya, konon mulai merayakan Natal pada abad ke-3, tanggalnya 6 Januari, bertepatan dengan suatu hari raya umum. Namun, Gereja Roma Katolik sendiri mulai memperingati Natal pada akhir abad ke-4, tanggalnya 25 Desember. Tanggal itu sengaja dipilih supaya peringatan Natal "meng-anti-kan" perayaan kafir natalis solis invicti -- "lahirnya Sang Matahari yang tak tertaklukkan". Selanjutnya, tanggal itu pun diikuti oleh gereja-gereja di tempat-tempat lain sampai dengan sekarang. Jadi, dihitung-hitung, tradisi memperingati dan merayakan Natal sudah cukup tua usianya. Sudah lebih dari enam belas abad!

Yang menjadi pertanyaan, setelah lebih dari enam belas abad diperingati dan dirayakan, masihkah kekayaan makna Natal yang semula dimiliki oleh umat Kristiani pada abad ke-21 ini? Saya menyangsikannya. Dewasa ini, Natal sudah begitu dikomersialkan. Dijadikan bisnis. Sorotan Natal tidak lagi pada Pribadi yang kelahiran-Nya dirayakan, tetapi sudah beralih pada pernak-pernik Natal -- pohon Natal, hiasan Natal, lagu Natal, kado Natal, dsb. -- dan pelbagai aktivitas yang menjadikan malam Natal tidak lagi "... kudus, sunyi senyap", tapi hedonis dan ingar-bingar!

Bagaimana kita sebagai generasi Kristen yang kesekian -- sudah jauh sekali dengan generasi Kristen yang pertama kali merayakan Natal -- bisa mengerti, menghayati, dan menghidupi kembali kekayaan makna Natal yang semula? Caranya, bisa dengan mempelajari sejarah gereja, khususnya tentang asal-usul peringatan Natal yang pertama kali di akhir abad ke-4. Namun, saya juga menyangsikan adanya catatan historis yang orisinil, lengkap, dan akurat tentang itu. Kalau begitu, bagaimana? Cara yang lebih utama dan tepat adalah dengan menggali kembali harta karun Natal, yang tersimpan dengan baik di dalam Alkitab. Kitab ilahi ini menuturkan jalan cerita peristiwa yang mahaagung tersebut: "Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: ...."

Tulisan dalam Alkitab berisi untaian paparan inspiratif tentang Natal. Setiap paparan lahir dari perenungan yang dalam dan personal dari setiap penulisnya, dalam ziarah rohaninya menemukan kembali dan menjiwai kekayaan makna Natal yang semula. Kiranya melalui tulisan ini kekayaan makna Natal semakin memaknai kehidupan Saudara. Dan, harapan ini hanya bisa terealisasi jika Saudara bersedia membaca kisah Natal yang tercatat dalam Injil, memerhatikan setiap paparan yang ada di dalamnya, dengan semangat yang dipesankan Rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius: "Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu" (2 Timotius 2:7).

Akhirnya, selamat membaca. Selamat berziarah bersama para 'pemapar'. Selamat menggali kembali harta karun Natal. "Get inspired!"

Diambil dari:
Judul buku: Harta Karun Natal: Kumpulan Paparan Inspiratif Alkitabiah tentang Natal
Judul artikel: Menggali Kembali Harta Karun Natal
Penulis: Erick Sudharma
Penerbit: Literatur Perkantas Jawa Barat, Bandung 2005
Halaman: 9 -- 12


RENUNGAN: NATAL PAK KUIN

Hari ini Hari Natal. Tetapi bagi Pak Kuin, Hari Natal atau bukan, sama saja. Tidak ada bedanya dengan hari-hari lain. Di rumah petaknya yang beratap seng dan berdinding tripleks, tidak ada aksesori Natal. Jangankan memikirkan pernak-pernik Natal, untuk hidup sehari-hari saja susah.

Lagi pula, toh ia tetap harus bekerja; bergaul dengan debu dan terik matahari atau hujan. Apalagi Cantel, 14 tahun, anak bungsunya, sedang dirawat di rumah sakit; sakit maag akut. Mana bisa dia berleha-leha?!

"Memangnya, uang bisa jatuh dari langit?!" sahutnya sambil tertawa kecil, ketika saya menanyakan mengapa tetap bekerja saat anak sedang sakit.

Kalau dia bekerja -- di perempatan Kelapa Gading, Jakarta; mengelap mobil-mobil yang antre saat lampu merah dengan kemoceng -- sehari, setidaknya ia bisa dapat 10 ribu atau 15 ribu rupiah. Lumayan. Apalagi kalau ada yang berbaik hati dengan memberinya lembaran "gopekan" atau "secengan", bukan recehan "cepekan".

Satu-satunya hal yang membuat Hari Natal terasa agak berbeda baginya; sekitar seminggu lalu -- katanya dalam rangka Natal -- beberapa pemuda gereja menghampiri dan mengajaknya berbincang sebentar, dan memberinya bungkusan kado. Isinya, seperangkat alat mandi, setengah dus mie instan, dua kilogram beras, selembar kain sarung, dan kaos oblong.

"Bapak senang?" tanya saya. "Bukan senang lagi, Om," jawabnya -- walau usianya hampir sebaya dengan ayah saya, Pak Kuin memanggil saya Om -- "Senangnya mungkin seperti para gembala ketika mendapat kabar dari Malaikat bahwa Bayi Yesus telah lahir," sambungnya seraya tertawa ringan.

Pak Kuin bukan seorang Kristen, tetapi ia cukup akrab dengan cerita-cerita Natal di Alkitab. Dulu, katanya, semasa kecil sampai remaja -- sebelum ia hijrah ke Jakarta -- di daerah asalnya -- sekitar Kopeng, Salatiga -- ia suka ikut-ikutan Natalan dengan tetangganya yang Kristen.

"Di daerah saya dulu, Om, orang kalau Natalan ikut Natalan, kalau Lebaran ikut Lebaran. Akur. Nggak ada itu berantem-beranteman."

"Bapak tidak ingin ikutan Natalan juga sekarang di gereja?"

"Wah, malulah, Om, di Jakarta gereja besar-besar. Orangnya keren-keren, pakai mobil. Bukan untuk orang macam saya."

"Tetapi ya, saya sudah sangat senanglah ada dari gereja para pemuda yang mendatangi saya, memberi hadiah Natal." Ada binar cerah di wajah Pak Kuin ketika mengatakan demikian.

Andai saja Natal tidak hanya jadi kosmetik, atau sekadar ramai-ramai perayaan tanpa makna. Andai Natal betul-betul menjadi sebuah momen untuk peduli dan berbagi, terutama dengan mereka yang kurang beruntung dan terpinggirkan -- sebagaimana Natal pertama dalam Alkitab -- betapa akan lebih banyak lagi binar cerah seperti di wajah Pak Kuin. Maka, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: adakah binar cerah yang telah kita bawa di wajah seseorang pada Natal Tahun ini?

Diambil dan disunting dari:
Judul buletin: Shining Star
Edisi buletin: Tahun ke-IV, No.43/Desember 2002
Penulis: Pdt. Ayub Yahya
Halaman: 15 -- 16


INFO: VIDEO KISAH NATAL

Kita telah membaca kisah Natal dalam kitab Injil berkali-kali, misalnya dalam Kitab Matius atau Lukas. Namun, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), melalui situs Natal, membagikan sesuatu yang berbeda. YLSA membuat kreasi video Natal yang diambil dari Kitab Matius dan Lukas. Melalui video ini, kita bisa mendengar dan menyimak firman Tuhan tentang kisah Natal. Video yang menggabungkan antara Alkitab Audio dan teks Alkitab ini, menolong kita untuk menghayati makna Natal secara lebih mendalam, dan tersedia dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

Selain video Kisah Natal dari Matius dan Lukas, masih terdapat banyak video Natal lainnya dalam situs Natal ini. Ada video Natal untuk anak dan ada juga kisah Natal yang mengadopsi latar belakang zaman modern, di mana kisah Natal diceritakan melalui teknologi digital, media jejaring sosial, dan internet. Anda penasaran? Silakan kunjungi Situs Natal SABDA. (GYP)

==> http://natal.sabda.org/category/jenis_bahan/video_natal

Ulasan ini pernah dipublikasikan di ICW Edisi 1205/November 2012 Vol. 14


Kontak: < binasiswa(at)sabda.org >
Redaksi: Doni Kukuh Mandiri, Novita Yuniarti, dan Yusak C. Nugraha
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binasiswa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org >

[e-Wanita] Edisi 97/Desember -- Natal

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Natal
Edisi 97/Desember 2012

MENU SAJI
RENUNGAN WANITA: IMAN, PENGHARAPAN, DAN KASIH
DUNIA WANITA: RAJA YANG JAHAT

Shalom,

Umat Kristiani pasti sudah familier dengan nama Herodes. Apa yang kita ketahui tentang sosoknya? Alkitab menjelaskan bahwa Herodes adalah raja yang memerintahkan para pengawalnya untuk membunuh semua bayi yang berusia di bawah 2 tahun, pada masa kelahiran Kristus. Namun, tanggal kematiannya pun sangatlah penting karena menjadi penentu tanggal kelahiran Yesus. Artikel yang kami siapkan berikut ini akan menambah wawasan Anda mengenai fakta-fakta seputar Herodes yang tidak diceritakan dalam Alkitab. Semoga sajian ini dapat memperlengkapi Anda dalam menyambut Natal. Tuhan Yesus memberkati.

Redaksi Tamu e-Wanita,
Amy Grace
< http://wanita.sabda.org/ >


RENUNGAN WANITA: IMAN, PENGHARAPAN, DAN KASIH

"Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu." (Mazmur 33:22)

Kekuatan rohani kita ditemukan dalam ketritunggalan iman, pengharapan, dan kasih. Tuhan kita menunjukkan bagaimana kita harus bersikap kepada orang lain dengan mempraktikkan secara aktif ketiga kebaikan ini, melalui perbuatan-Nya yang tanpa salah.

Jika kita mendekat kepada-Nya melalui firman-Nya, kehidupan sehari-hari kita seharusnya menjadi penyataan akan janji-janji-Nya kepada kita; dan hubungan kita dengan orang lain seharusnya menjadi gambaran yang energik dan vital dari Allah yang dapat dipercaya, mengasihi, dan murah hati. Hal ini benar-benar semudah menghitung satu, dua, tiga: iman, pengharapan, dan kasih. Kita harus mengusahakan iman, pengharapan, dan kasih jika kita ingin menyenangkan Allah sepenuhnya.

"Tuhan, aku ingin membangun kehidupanku di atas prinsip iman, pengharapan, dan kasih. Tuntunlah aku karena aku mengikuti teladan-Mu dan berilah aku keteguhan hati untuk tidak pernah menyimpang dari jalan itu."

"Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!" (Mazmur 31:24) (t\Berlin)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: Psalms for Women: God's Gifts of Inner Beauty, Peace, and Happiness
Judul asli artikel: Faith, Hope, and Love
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Honor Books, Tulsa, Oklahoma 2000
Halaman: -


DUNIA WANITA: RAJA YANG JAHAT

Ketika para Majus dari Persia berjalan menuju ke istana Herodes, merupakan hal yang menarik jika kita berspekulasi tentang apa yang mungkin ada di dalam benak mereka.

Mungkin para Majus ini bersemangat terhadap kemungkinan untuk menggabungkan pengetahuan mereka dengan para penasihat Herodes, di dalam usaha bersama untuk menemukan Mesias. Atau, mungkin mereka heran dengan perhatian khusus yang diberikan Herodes yang Agung kepada mereka. Bagaimanapun juga, raja Yudea dan negeri-negeri di sekitarnya yang ternama ini, telah menerima dukungan istimewa dari penakluk Romawi, Anthony dan Octavian.

Yang lebih mungkin, mereka merasa ketakutan. Orang-orang Majus pasti mengetahui reputasi Herodes sebagai seorang penguasa yang paranoid, kejam, dan mungkin gila. Kabar bahwa dia adalah seseorang yang tidak terduga mungkin membuat para majus gemetar ketakutan.

Sebenarnya, Herodes yang Agung, dalam banyak hal, sama saja dengan pejabat Romawi yang picik lainnya. Dia sedikit lebih jahat daripada sebagian besar pejabat setingkatnya, namun dia adalah orang penting, bukan karena pemerintahannya yang kejam, melainkan karena tanggal kematiannya sangatlah penting, baik di dalam menentukan tanggal kelahiran Yesus maupun dalam menyingkapkan penemuan-penemuan yang lebih jauh tentang Bintang Betlehem. Menurut catatan Matius, kedua peristiwa itu pastilah terjadi sebelum Herodes meninggal. Jadi, persiapkanlah diri Anda untuk sebuah perkenalan yang lebih akrab dengan salah seorang penjahat terbesar sepanjang zaman.

Herodes lahir pada tahun 73 sM dan menjadi gubernur provinsi Galilea ketika ia baru berusia 25 tahun. Ia setengah Yahudi dengan keturunan Edom, dan ayahnya, Antipater, adalah seorang pemimpin militer dan pejabat negara yang sukses di bawah Julius Caesar. Marc Antony begitu terkesan dengan Herodes, sehingga dia mempromosikannya menjadi "tetrarch" pada tahun 42 sM. Senat Romawi, atas desakan Antony dan Octavian (yang nantinya disebut Augustus Caesar), akhirnya memproklamasikan Herodes sebagai "Raja Yahudi".

Tetapi sebutan yang agung itu tampaknya tidak lebih dari kenyataannya karena meskipun Herodes memiliki gelar, tetapi ia tidak memiliki kerajaan. Para atasannya di jenjang pemerintahan Romawi benar-benar mengetahui bahwa pasukan Kekaisaran Persia telah menyerbu Suriah dan Palestina, serta menempatkan Antigonus dari keluarga Hasmonean sebagai Raja Yudea pada tahun 40 sM. Herodes muda yang ambisius tampaknya adalah calon yang tepat untuk memukul mundur orang-orang Persia dari wilayah itu, sehingga Senat Romawi memberi dia gelar raja dan seolah-olah berkata, "Sekarang, Herodes, raihlah hakmu itu!"

Herodes benar-benar menaklukkan kerajaan bagi dirinya. Akhirnya, ia merebut Yerusalem pada tahun 37 sM. Namun, itu hanyalah awal dari persoalannya. Dia memutuskan untuk mengukuhkan posisinya di Yudea dengan menikahi Mariamne, anggota dari keluarga Hasmonean yang telah digulingkannya. Herodes adalah seseorang yang bercuriga. Beberapa orang menghubungkan paranoia yang dimilikinya dengan pengerasan pembuluh nadi yang bertahap -– sebuah proses yang memengaruhi otaknya. Di sisi lain, memang ada ancaman yang nyata terhadap kekuasaannya, yang dapat dijadikan sebagai pembenaran bagi ketakutan dan ketidakpastiannya. Cleopatra, misalnya, selalu menginginkan Yudea dan baru berhenti ketika dia kalah dalam Pertempuran Actium.

Apa pun realita yang membahayakan kekuasaannya, Herodes berusaha memusnahkan tanda keberadaan musuhnya itu dengan cara yang keji. Dia membunuh istrinya, Mariamne, ibunya, Alexandra, membunuh putra tertuanya, Antipater, beserta kedua putranya yang lain, Alexander dan Aristobulus. Reputasi Herodes tentang permusuhan atas keluarganya menjadi begitu luas diketahui, sehingga Augustus sendiri pernah mengatakan bahwa lebih baik baginya untuk menjadi babi peliharaan Herodes daripada menjadi putranya -– sebuah kiasan terhadap keengganan orang Yahudi untuk memakan daging babi dan keselamatan babi yang relatif aman di kediaman Herodes.

Kekejaman Herodes tidak terbatas pada keluarganya saja. Sejarawan Romawi-Yahudi, Josephus, melaporkan bahwa ketika Herodes akan meninggal, ia memutuskan untuk memiliki beberapa teman ketika meninggalkan dunia ini. Maka, ia memerintahkan supaya satu orang dari setiap keluarga dalam kerajaannya dibunuh atas kematiannya. Untungnya, perintah ini tidak dijalankan.

Kebrutalan Herodes yang sedemikian itu, membuat kita lebih mudah untuk memahami Kitab Injil yang mencatat perintah Herodes bahwa semua anak laki-laki di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah harus dibunuh. Para ahli seperti Alfred Edersheim dan F.W. Farrar memperkirakan bahwa karena Betlehem adalah kota kecil, jumlah bayi yang dibunuh kemungkinan antara 10 sampai 25 anak, angka yang lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya tentang pembunuhan massal sejumlah ribuan.

Dengan latar belakang ini di dalam pikiran kita, maka para Majus mungkin sudah merasa tidak nyaman ketika mereka memasuki istana untuk menghadap Herodes yang Agung. Jika mereka merasa takut mengenai sesuatu pada saat itu, mungkin itu adalah untuk keselamatan mereka saja. Tidak ada indikasi dari catatan Matius bahwa mereka mengetahui rencana Herodes terhadap nyawa Mesias yang baru lahir itu. Namun demikian, Herodes telah mengumpulkan para imam kepala dan guru-guru Taurat, sehingga dia bisa mengingat tentang nubuat-nubuat Kitab Suci tentang Mesias. Para penasihat itu mengutip bagian Perjanjian Lama mengenai nubuatan nabi Mikha yang berkenaan dengan kelahiran Juru Selamat di Betlehem, dan informasi ini memberi Herodes pengetahuan yang diperlukannya untuk seolah-olah mendukung para Majus dalam menemukan bayi Mesias.

Motif Herodes jelas: Dia ingin tahu di mana Mesias yang diakui itu berada dan membunuh-Nya. Tetapi, dia tahu bahwa dia tidak akan berhasil dengan rencana ini jika orang-orang bijaksana itu mengetahui tujuannya. Maka, dia berkomunikasi dengan mereka secara diam-diam -- mungkin dia menyadari bahwa penduduk Yerusalem akan memperingatkan orang-orang asing ini tentang kekejamannya dan menakut-nakuti mereka, jauh sebelum dia memiliki kesempatan untuk berbicara dengan mereka.

Ini terbukti dari catatan singkat Matius tentang percakapan mereka bahwa mereka saling memberi dan menerima. Herodes bertanya kepada mereka tentang Bintang yang mereka lihat -- fenomena ilahi yang tidak pernah ia atau para penasihatnya saksikan. Lalu, dia memberi tahu mereka tentang nubuatan mengenai Betlehem dan mengutus mereka ke kota dengan perintah, "Pergi dan lakukanlah pencarian yang teliti atas anak itu. Begitu kalian menemukannya, beritahukanlah kepadaku karena aku juga mau pergi dan menyembah Dia."

Herodes adalah seseorang yang berbelit-belit. Orang-orang Majus yang tidak curiga mungkin dengan sukarela mengatakan apa yang mereka ketahui tentang Bintang itu, tanpa meminta balasan apa pun darinya. Namun, sifat Herodes yang kental dengan prinsip pamrih, tidak pernah membuat dirinya tidak mengharapkan apa-apa dari orang lain setelah ia membantu mereka. Lagi pula, mungkin dia menyadari bahwa para pendeta asing yang mencari Juru Selamat, hanya akan menimbulkan sedikit kecurigaan daripada orang-orang suruhannya atau tentaranya.

Ketika para Majus meninggalkan Herodes dan pergi menuju kota Betlehem, Bintang misterius itu muncul lagi di hadapan mereka dan menuntun mereka dengan cara yang tidak dapat dijelaskan ke tempat yang ditinggali Yesus bersama Maria dan Yusuf. Mereka menyembah Dia di sana dan mempersembahkan pemberian mereka yaitu emas, kemenyan, dan mur. Namun, ketika mereka diperingatkan di dalam mimpi untuk tidak kembali ke Herodes, mereka kembali pulang ke negeri mereka melewati jalan yang lain.

Herodes tentu saja amat marah ketika ia mengetahui bahwa orang-orang Majus telah mengetahui rencananya untuk membunuh anak itu. Dia memerintahkan semua anak laki-laki di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah dibunuh, namun Yesus bersama orang tuanya telah melarikan diri ke Mesir setelah diperingatkan melalui sebuah mimpi. Mereka tinggal di Mesir sampai Herodes meninggal dan melanjutkan perjalanan ke Nazaret.

Kapan tepatnya Herodes meninggal? Ini adalah pertanyaan penting karena tanggal kematiannya merupakan faktor utama dalam menentukan apa yang sedang terjadi di langit pada masa itu, dan apakah kejadian-kejadian astronomis memiliki pesan yang jelas bagi kita, mengenai identitas Bintang Betlehem. Misalnya, jika sebuah supernova atau komet yang dramatis bersinar menerangi langit beberapa tahun setelah kematian Herodes, fakta itu mungkin sesuatu yang menarik bagi para astronom namun sedikit relevansinya dengan pencarian kita akan Bintang tersebut. Apa pun yang terjadi di langit, haruslah terjadi sebelum Herodes meninggal karena satu-satunya catatan tentang pengamatan para Majus tentang Bintang itu, terjadi ketika dia masih hidup.

Sejarawan kuno, Josephus mengatakan bahwa Herodes memerintah selama 37 tahun setelah diberi gelar sebagai Raja Yudea pada tahun 40 sM. Itu berarti tahun 4 sM adalah waktu kematiannya dan banyak sejarawan masa kini yang sependapat dengan kesimpulan ini. Terdapat juga beberapa bukti lain yang mendukung tahun ini sebagai waktu kematiannya: Sumber-sumber kuno mengatakan bahwa gerhana bulan terjadi dalam tahun kematian Herodes; dan tidak lama setelah kematiannya, ibadah Paskah Yahudi ditunda oleh anak dan penggantinya, Arkhelaus, menjadi peringatan perkabungan. Baik gerhana bulan maupun Paskah yang tertunda itu, terjadi pada tahun 4 sM dan hal itu menjelaskan masalah ini.

Bukti tersebut menunjukkan waktu yang lebih khusus mengenai kematian Herodes yaitu pada musim semi, di akhir bulan Maret tahun 4 sM. Namun, penyelidikan tentang tanggal munculnya Bintang itu menunggu penentuan waktu kapan Yesus dilahirkan, dan akhirnya kapan orang-orang Majus datang menyembah Dia.

Ada beberapa teori tentang waktu kelahiran Yesus, namun hanya satu yang tampaknya paling mendekati yaitu pada sekitar bulan Desember tahun 5 sM atau Januari di 4 sM. Penanggalan tradisional 25 Desember untuk hari Natal tidak terlalu memengaruhi keputusan itu. Ada beberapa alasan kuat dan baik untuk penanggalan kelahiran Kristus di musim dingin, setelah mengesampingkan semua perasaan yang berlebihan.

Pertama-tama, pastilah ada cukup waktu antara saat kelahiran Yesus dan saat kematian Herodes, untuk Yesus dapat dibawa ke Yerusalem dalam rangka menjalankan tradisi ritual penyucian di hari ke-40 setelah kelahiran-Nya; bagi Maria dan Yusuf untuk pindah dari palungan ke sebuah rumah di Betlehem; bagi orang-orang Majus untuk berkunjung; dan bagi Yusuf untuk melarikan diri bersama keluarganya ke Mesir. Peristiwa-peristiwa di Alkitab ini pastilah membutuhkan setidaknya 2 bulan, atau mungkin sedikit lebih lama. Jadi, menghitung mundur dari kematian Herodes di akhir Maret tahun 4 sM, berakhir di Januari atau akhir Desember pada kelahiran Yesus, maka Bintang itu mungkin muncul di hadapan orang-orang Majus pada tahun 5 sM, atau di awal tahun 4 sM, sebelum Herodes mati.

Tentu saja, tak satu pun dari usaha penanggalan ini bisa sangat akurat karena beberapa sumber kuno yang kita percayai, seperti Josephus, mungkin saja sedikit melenceng. Dan, Alkitab sendiri tidak menyebutkan tanggal yang jelas. Misalnya, ada kemungkinan bahwa kelahiran Kristus terjadi pada awal tahun 8 atau 7 sM karena sensus Kirenius yang disebutkan dalam Lukas 2:1-6, mungkin terjadi pada masa-masa itu. Walaupun terdapat berbagai argumen bertentangan mengenai kapan Kirenius menjadi penguasa atas Palestina, Suriah, dan bagian lain di Timur Tengah, namun penemuan terakhir menunjukkan bahwa dia menjalankan kendali yang cukup baik di wilayah-wilayah ini dari awal tahun 12 sM sampai akhir tahun 16 M. Di bawah kekuasaannya, tercatat sensus yang diadakan pada tahun 6 M dan tidak ada satu sensus pun yang dilaksanakan sebelum kematian Herodes, namun kebiasaan pada zaman itu sensus dilaksanakan secara terus-menerus, biasanya setiap 14 tahun, dengan pendaftaran awal yang khusus dan prosedur pendahuluan yang lain. Inilah hal-hal yang mungkin benar-benar terjadi di sekitar tahun 8 atau 7 sM, dan yang dicatat Lukas sebagaimana adanya tepat sebelum kelahiran Yesus.

Asumsikan awal tahun 8 atau 7 sM ini, atau yang lebih mendekati yaitu tahun 4 sM, sebagai kelahiran Kristus. Hal ini memberikan rentang waktu yang lebih masuk akal untuk menggali apa yang sebenarnya terjadi di langit Betlehem.

Sekarang, para tokoh dalam drama singkat kita hampir lengkap. Kita mengetahui sesuatu tentang natur para Majus dan Raja Herodes yang jahat, dan kita juga mengetahui dengan baik kapan Yesus lahir dalam wujud manusia. Namun, penting untuk mengatakan "hampir lengkap" karena aktor utama dalam peristiwa yang terjadi sekitar 2000 tahun yang lalu ini, masih terselubung misteri. Kuantitas yang tidak diketahui adalah Bintang itu sendiri karena cahaya di langit ini, merupakan kekuatan yang independen yang memiliki kepribadiannya sendiri. Apa pun itu, cahaya tersebut telah menjadi sebuah mercusuar yang menolong mengubah jalannya sejarah. Dan jika teori-teori tertentu mengenai Bintang itu benar, kita mungkin tidak akan pernah melihat akhirnya.

Namun, sebelum kita masuk ke dalam pembahasan lebih jauh tentang identitas Bintang Betlehem ini, marilah kita pastikan terlebih dulu, di mana kita berdiri bersama bukti naskah yang akan kita gunakan. Jika Anda seorang Kristen dan percaya bahwa catatan mengenai Bintang itu dalam Injil Matius adalah sesuatu yang berkuasa dan akurat, maka seharusnya Anda tidak bermasalah untuk mengikuti pemaparan argumen di sepanjang artikel ini. Namun jika Anda tidak percaya dengan Alkitab -- jika Anda mengira bahwa kisah Matius tentang orang-orang Majus hanyalah sebuah mitos atau fantasi --, ini merupakan saat yang baik untuk memperkenalkan Anda pada dua kunci menuju misteri kuno yang mungkin akan mengubah pikiran Anda. (t\Jing Jing)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: The Return of the Star of Bethlehem
Judul asli artikel: The Evil King
Penulis: Ken Boa dan William Proctor
Penerbit: Zondervan, Michigan 1980
Halaman: 27 -- 33


Kontak: < wanita(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/wanita >
Berlangganan:< subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >

[e-Penulis] Edisi 123/Desember/2012 -- Liburan Bagi Penulis? (I)

[PENULIS] Edisi 123/Desember/2012 -- Liburan Bagi Penulis? (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Liburan Bagi Penulis? (I)
Edisi 123/Desember/2012

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: MASA LIBURAN, MASA BERKARYA
ARTIKEL: AGENDA LIBURAN AKHIR TAHUN PENULIS
POJOK BAHASA: BEBERAPA CIRI BAHASA INDONESIA BAKU

DARI REDAKSI: MASA LIBURAN, MASA BERKARYA

Shalom!

Natal dan Tahun Baru tinggal beberapa minggu lagi, apa rencana Sahabat e-Penulis untuk mengisinya? Membuat rencana untuk mengisi liburan mungkin terdengar agak aneh, sepele, dan mungkin tidak perlu. Tetapi sebenarnya, membuat rencana untuk mengisi liburan adalah hal yang sangat berguna karena kita bisa memperkirakan apa saja yang dapat kita lakukan di waktu yang cukup singkat itu. Membuat rencana juga dapat menolong kita untuk tetap produktif menulis dan dengan demikian akan meningkatkan keterampilan kita.

Dalam edisi kali ini, e-Penulis memuat sebuah artikel tentang bagaimana seorang Sahabat e-Penulis dapat mengisi liburan dengan lebih bermanfaat. Di Pojok Bahasa, kami menyajikan artikel tentang Bahasa Indonesia baku yang dapat menjadi pedoman bagi Sahabat ketika menulis. Akhir kata, selamat menikmati sajian kami di edisi kali ini!

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Yosua Setyo Yudo
< yudo(at)in-christ.net >
http://pelitaku.sabda.org
http://fb.sabda.org/penulis


ARTIKEL: AGENDA LIBURAN AKHIR TAHUN PENULIS
Oleh: Yosua Setyo Yudo

Liburan Natal dan Tahun Baru sudah menanti di ambang pintu. Sudah terbayang saat-saat berkumpul dengan keluarga besar, sanak saudara, dan teman-teman yang lama tak bersua. Terbayang pula kehangatan di sekitar meja makan dengan orang-orang terkasih, pergi ke gereja bersama keluarga besar, menyanyikan kidung-kidung Natal yang indah, dan menikmati renyahnya seruan "Selamat Natal dan Tahun Baru!" yang meluncur dari bibir rekan-rekan yang ditemui. Lebih dari itu, kelap-kelip lampu hias di pohon Natal, langit yang selalu mendung, embusan angin dingin, dan aroma tanah yang basah oleh hujan juga menambah syahdunya Hari Raya dan perayaan tahun baru ini. Bagi sebagian besar orang, ini adalah saat beristirahat, saat untuk menikmati waktu dengan bersantai dan bercengkerama dengan keluarga maupun para sahabat. Memang benar, liburan memang sangat dibutuhkan oleh setiap orang, bahkan oleh seorang penulis sekalipun. Tetapi, seorang penulis memiliki agenda liburan yang sedikit berbeda....

Eugène Ionesco, seorang penggubah drama berkebangsaan Rumania dan Perancis, pernah berkata, "Seorang penulis tidak pernah berlibur, sebab kehidupan seorang penulis hanya diisi dengan menulis dan berpikir tentang menulis." Coba Anda renungkan kalimat beliau! Bagi saya, itu berarti bahwa seorang penulis tidak hanya melihat liburan dengan cara yang berbeda, tetapi juga menikmatinya dengan cara yang berbeda! Beberapa orang akan menikmati liburan mereka hanya dengan sambil lalu, beberapa dari mereka mungkin akan mengambil kamera dan akan merekam beberapa peristiwa menarik, lalu mengunggahnya ke jejaring sosial agar teman-temannya mengetahui apa yang dilakukannya sepanjang liburan itu. Tetapi, kebanyakan hanya sampai di situ. Namun Anda, seorang penulis (atau seperti saya, seseorang yang masih belajar untuk menjadi seorang penulis), tidak hanya akan menikmati liburan akhir tahun Anda dengan melakukan semua hal itu. Kita memilih untuk menjadi lebih peka.

Selain benar-benar menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga dan para sahabat, Anda mungkin juga akan mengambil beberapa foto dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Tetapi lebih daripada itu, Anda pasti akan tergugah untuk mengolah emosi, informasi, dan imajinasi yang muncul dari pengalaman-pengalaman itu dan menuangkannya ke dalam tulisan yang bisa mewakili emosi dan imajinasi Anda. Dengan demikian, Anda merekam liburan Anda dengan lebih baik, dan tentu saja membuatnya lebih bermakna. Jika demikian, jelaslah apa yang dimaksud oleh Ionesco dalam kalimatnya tersebut; seorang penulis tetap menulis di masa liburannya karena ia tidak menganggap menulis sebagai suatu pekerjaan, tetapi karena ia memilih untuk menjadikan menulis sebagai bagian hidupnya yang tak terpisahkan.

Menurut kutipan dari Ionesco, kehidupan seorang penulis akan selalu diisi dengan menulis dan berpikir tentang menulis. Dengan kata lain, seorang penulis selalu siap untuk menulis. Dan, agar selalu siap menulis, seorang penulis harus memiliki bahan atau ide yang dapat dikembangkan dalam tulisannya. Itu berarti seorang penulis adalah seseorang yang memilih untuk peka terhadap ide-ide yang ada di sekitarnya.

Omong-omong tentang kepekaan terhadap ide, syarat utama untuk dapat menangkap ide-ide yang segar adalah kesadaran bahwa ide-ide itu bisa muncul dalam situasi apa pun dan dari mana pun. Karena itu, bukalah mata dan telinga Anda lebar-lebar karena ide dapat muncul ketika Anda sedang berbelanja untuk keperluan Natal, membaca buku, bercakap-cakap dengan seorang sahabat, membuat kue kering bersama anak Anda, menyimak khotbah Natal, menikmati operet Natal anak-anak, dan bahkan ketika Anda sedang menyantap sup nikmat buatan ibu atau istri Anda, sambil menanti pergantian tahun.

Untuk mengantisipasi ide-ide yang dapat datang sewaktu-waktu itu, Anda dapat menyiapkan alat-alat yang bisa membantu Anda memerangkap ide-ide tersebut. Bolpoin, pensil, buku catatan kecil, telepon genggam, dan alat perekam adalah alat-alat bantu yang umumnya dipakai para penulis untuk menangkap ide yang muncul. Hal ini mungkin kelihatan sepele, tetapi sangat penting karena jarang ada manusia yang dapat menyimpan ide dalam jumlah yang banyak untuk jangka waktu yang lama (apalagi ketika ia harus terlibat dengan banyak kegiatan perayaan Natal di gerejanya). Lagi pula, dengan mencatat ide-ide itu di buku atau merekamnya di telepon genggam (atau alat perekam yang lain), Anda bisa mengaksesnya kembali saat Anda berada di waktu dan tempat yang nyaman untuk mengembangkan ide itu ke dalam tulisan.

Liburan akhir tahun umumnya juga menjadi momen untuk merenungkan hidup yang telah Anda jalani selama 1 tahun terakhir. Dari perenungan itu, ide-ide untuk menulis juga pasti akan muncul ke permukaan. Tetapi, jangan hanya merenung! Pada momen seperti ini, Anda juga harus mengevaluasi diri Anda sebagai seorang penulis. Apa yang telah Anda hasilkan selama satu tahun belakangan? Seperti apa kualitas tulisan Anda? Usaha-usaha apa yang sudah Anda lakukan untuk mengangkat kualitas itu? Jujurlah pada diri Anda, jangan terlalu lunak ataupun terlalu keras saat menilai diri Anda sendiri. Jika perlu, mintalah orang lain untuk menilai diri Anda dan karya-karya yang sudah Anda hasilkan secara objektif, agar Anda dapat mengukur sejauh apa pencapaian Anda sebagai seorang penulis.

Setelah mengevaluasi diri dan karya-karya yang telah Anda hasilkan, Anda bisa melihat letak kelemahan-kelemahan Anda sendiri, sekaligus melihat perkembangan Anda dan kekuatan serta gaya tulisan Anda. Hal ini sangat baik, terutama agar Anda bisa merencanakan apa saja yang harus Anda lakukan untuk memperbaiki kelemahan Anda dan meningkatkan kelebihan yang Anda miliki. Dari evaluasi ini pula, Anda bisa mengenali jenis tulisan seperti apakah yang akan menjadi keunikan Anda, atau merencanakan untuk lebih banyak bereksperimen dengan jenis tulisan yang belum pernah Anda hasilkan sebelumnya. Intinya, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk membuat resolusi tahun baru Anda dalam hal kepenulisan (yang tentunya akan sangat baik jika Anda catat dan atur sedemikian rupa, agar Anda dapat memodifikasi target-target tidak realistis yang mungkin Anda temukan di kemudian hari).

Selamat berlibur, penulis! Selamat menikmati waktu yang penuh dengan kehangatan dan ide-ide yang gemerlapan!

Bahan bacaan:
1. Smith, Heather. 2012. "A Writer's Vacation". Dalam http://blog.bookmasters.com/2012/07/30/a-writers-vacation/
2. Ross, J. Thomas. 2012. "To Write, Or Not To Write...On Vacation". Dalam http://authorchronicles.wordpress.com/2012/07/24/to-write-or-not-to-write-on-vacation/
3. Bunting, Joe. 2012. "Three Reasons to Write During the Holidays". Dalam http://thewritepractice.com/three-reasons-to-write-during-the-holidays/


POJOK BAHASA: BEBERAPA CIRI BAHASA INDONESIA BAKU

Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun memunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semuanya memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya, kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda, walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.

Di samping ragam yang berdasar wilayah penuturnya, ada beberapa ragam lain dengan dasar yang berbeda, dengan demikian kita mengenal bermacam ragam bahasa Indonesia (ragam formal, tulis, lisan, bidang, dan sebagainya); selain itu ada pula ragam bidang yang lazim disebut sebagai laras bahasa. Yang menjadi pusat perhatian kita dalam menulis di media masa adalah "bahasa Indonesia ragam baku", atau disingkat "bahasa Indonesia baku". Namun demikian, tidaklah sederhana memerikan apa yang disebut "ragam baku".

Bahasa Indonesia ragam baku dapat dikenali dari beberapa sifatnya. Seperti halnya dengan bahasa-bahasa lain di dunia, bahasa Indonesia menggunakan bahasa orang yang berpendidikan sebagai tolok ukurnya. Ragam ini digunakan sebagai tolok ukur karena kaidah-kaidahnya paling lengkap diperikan. Pengembangan ragam bahasa baku memiliki tiga ciri atau arah, yaitu:

1. Memiliki kemantapan dinamis yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Di sini, baku atau standar berarti tidak dapat berubah setiap saat.
2. Bersifat kecendekiaan. Sifat ini diwujudkan dalam paragraf, kalimat, dan satuan-satuan bahasa lain yang mengungkapkan penalaran dan pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal.
3. Keseragaman. Di sini, istilah "baku" dimaknai sebagai memiliki kaidah yang seragam. Proses penyeragaman bertujuan menyeragamkan kaidah, bukan menyeragamkan ragam bahasa, laras bahasa, atau variasi bahasa.

Pemerintah, melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Depdiknas), menghimpun ciri-ciri kaidah bahasa Indonesia baku dalam buku berjudul "Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia", di samping "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dalam kedua naskah tersebut terdapat banyak kaidah yang merupakan pewujudan ciri bahasa Indonesia baku.

Mengapa Harus Baku?

Banyak orang kurang menyetujui pemakaian bahasa "baku" karena mereka kurang memahami makna istilah itu. Mereka mengira bahasa yang baku selalu bersifat kaku, tidak lazim digunakan sehari-hari, atau bahasa yang hanya terdapat di buku. Mereka berpendirian bahwa kita cukup menggunakan bahasa yang komunikatif, maksudnya mudah dipahami. Mereka beranggapan bahwa penggunaan ragam baku mengakibatkan bahasa yang kurang komunikatif dan sulit dipahami. Pemahaman semacam ini harus diluruskan. Keterpautan bahasa baku dengan materi di media massa ialah bahwa ragam ini yang paling tepat digunakan, supaya bahasa Indonesia berkembang dan dapat menjadi bahasa iptek, bahasa sosial, ataupun bahasa pergaulan yang modern. Bahasa yang baku tidak akan menimbulkan ketaksaan pada pemahaman pembacanya. Ragam bahasa baku akan menuntun pembacanya ke arah cara berpikir yang bernalar, jernih, dan masuk akal. Bahasa Inggris, dan bahasa-bahasa lain di Eropa, bisa menjadi bahasa dunia dan bahasa komunikasi dalam ilmu pengetahuan karena tingginya sifat kebakuan bahasa-bahasa tersebut.

Di samping itu, bahasa baku dapat menuntun baik pembaca maupun penulisnya ke arah penggunaan bahasa yang efisien dan efektif. Bahasa yang efisien ialah bahasa yang mengikuti kaidah yang dibakukan atau yang dianggap baku, dengan mempertimbangkan kehematan kata dan ungkapan. Bahasa yang efektif ialah bahasa yang mencapai sasaran yang dimaksudkan (Moeliono, 2002).

Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan kebakuan kalimat, antara lain:

1. Pelesapan imbuhan, misalnya "Kita harus hati-hati dalam menentukan sampel penelitian ini" (seharusnya "berhati-hati").
2. Pemborosan kata yang menyebabkan kerancuan atau bahkan kesalahan struktur kalimat, misalnya "Dalam rapat pimpinan kemarin memutuskan susunan pengurus baru" (kata "dalam" dapat dibuang).
3. Penggunaan kata yang tidak baku, termasuk penggunaan kosakata bahasa daerah yang belum dibakukan. Contoh, "Percobaan yang dilakukan cuma menemukan sedikit temuan" ( kata "cuma" seharusnya diganti dengan "hanya").
4. Penggunaan kata hubung yang tidak tepat, termasuk konjungsi ganda, misalnya "Meskipun beberapa ruang sedang diperbaiki, tetapi kegiatan sekolah berjalan terus." (Konjungsi "tetapi" sebaiknya dihilangkan karena sudah ada konjungsi "meskipun").
5. Kesalahan ejaan, termasuk penggunaan tanda baca.
6. Pelesapan salah satu unsur kalimat, misalnya "Setelah dibahas secara mendalam, peserta rapat menerima usul tersebut" (subjek anak kalimat "usul tersebut" tidak boleh dilesapkan).

Buku Sabarianto (2001) dalam daftar pustaka di bawah ini memuat beberapa contoh tentang penggunaan bahasa Indonesia baku.

Pustaka Pilihan:

1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Perum Balai Pustaka.
2. Moeliono, Anton M. 2002. "Bahasa yang Efisien dan Efektif dalam Bidang Iptek", makalah lepas.
3. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1979. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka.
4. Sabarianto, Dirgo. 2001. Kebakuan dan Ketidakbakuan Kalimat dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Mitra Gama Widya.
5. Sakri, Adjat. 2002. Diktat Perlatihan. Jakarta: Dikti Diknas, Proyek Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: blog.bahtera.org
Alamat URL: http://blog.bahtera.org/2010/01/beberapa-ciri-bahasa-indonesia-baku/
Penyusun: Setyadi Setyapranata
Tanggal akses: 16 Oktober 2012


Kontak: < penulis(at)sabda.org >
Redaksi: Yosua Setyo Yudo dan Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/penulis >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >

Re: [i-kan-binaguru] Golden Age

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Setuju
Sent from BlackBerry® on 3

From: walsinur silalahi <walsinur.silalahi@yahoo.com>
Sender: i-kan-binaguru@hub.xc.org
Date: Wed, 5 Dec 2012 21:06:10 +0800 (SGT)
To: Diskusi e-BinaGuru<i-kan-binaguru@hub.xc.org>
ReplyTo: "Diskusi e-BinaGuru" <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
Subject: [i-kan-binaguru] Golden Age

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
 
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.
 
Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo