Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, September 15, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 17 -- 23 September 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 117 (17 -- 23 September 2012)

Shalom,

Kita semua sering disibukkan dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk atau dengan banyaknya aktivitas yang harus kita jalani setiap hari. Sampai-sampai, kita tidak memunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan di dalam doa. Padahal, doa merupakan napas hidup orang percaya. Sebagai contoh, bisa dibayangkan jika seorang perenang terus menggerakkan tangan dan kakinya tanpa mengambil napas, bisa jadi ia akan lemas atau pingsan karena kekurangan oksigen. Demikian juga, jika kita terus-menerus sibuk dengan pekerjaan, sehingga kita tidak memunyai waktu untuk berdoa, maka roh kita akan lemah dan akan mudah diserang iblis. Semakin kita sibuk dan seolah tidak memunyai waktu untuk berdoa, kita harus semakin berusaha untuk berdoa. Karena, dari doa itulah roh kita mendapatkan kekuatan.

Redaksi Tamu KADOS,
Yusak Charisma Nugraha
< http://doa.sabda.org >


17 September 2012 -- Kebutuhan Staf Yayasan Lembaga SABDA

Yayasan Lembaga SABDA bersyukur kepada Tuhan karena menjelang 18 tahun pelayanannya, Tuhan terus membuka kesempatan pelayanan yang semakin luas. Seiring dengan perkembangan pelayanan YLSA, semakin banyak pula proyek yang perlu digarap dan semakin dibutuhkan banyak staf yang kompeten di bidangnya. Mohon dukung dalam doa agar Tuhan Yesus membuka jalan bagi setiap orang yang akan dipakai-Nya untuk melayani di YLSA. Kiranya Tuhan mengirimkan mereka yang penuh beban melayani Tuhan dalam dunia teknologi informasi, secara khusus untuk mewujudkan "IT 4 GOD" di Indonesia.

Informasi lowongan YLSA: http://ylsa.org/lowongan

18 September 2012 -- Stasiun Radio Kristen di Indonesia

Menjamurnya stasiun radio Kristen di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa gerakan pelayanan rohani di Indonesia terus bertumbuh. Banyak program siaran radio Kristen yang telah memberkati para pendengarnya, bahkan pendengar yang belum mengenal Tuhan. Mari kita berdoa bersama kepada Tuhan Yesus bagi kemajuan dan perkembangan stasiun radio Kristen di Indonesia, supaya Tuhan mencukupkan semua fasilitas yang diperlukan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik.

19 September 2012 -- Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar

Para pengedar narkoba cukup meresahkan masyarakat karena mereka mulai nekat dan menjadikan anak-anak sekolah sebagai korbannya. Di lain pihak, terutama di perkotaan, banyak anak sekolah menjerumuskan dirinya dalam pergaulan yang buruk. Akibatnya, saat ini banyak anak usia sekolah kehilangan masa depannya karena menjadi pecandu narkoba. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus bagi anak-anak usia sekolah, agar mereka dapat menjaga diri dari pergaulan yang tidak baik. Kiranya Tuhan menolong dan menjaga anak-anak ini sehingga tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba.

20 September 2012 -- Pilgub Putaran II di DKI Jakarta

Hari ini, penduduk DKI Jakarta yang sudah terdaftar akan melaksanakan Pemilihan Gubernur Putaran Kedua. Jakarta adalah pusat kegiatan untuk hampir semua aspek kehidupan bangsa kita. Sebagai warga negara Indonesia di mana pun berada, alangkah baiknya jika kita turut mendoakan pesta demokrasi di ibukota negara kita tercinta. Mari kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yesus, agar Pilgub II di DKI Jakarta hari ini berjalan dengan lancar, damai, aman, dan tertib. Biarlah setiap penduduk yang sudah terdaftar menggunakan hak pilih mereka dengan bijaksana.

21 September 2012 -- Pendidikan bagi Anak Utusan Injil

Jasa para utusan Injil dalam ladang pelayanan memang patut diacungi jempol. Para pelayan Tuhan ini telah mengurbankan banyak hal demi mengabarkan keselamatan kepada orang yang bahkan tidak pernah dikenalnya. Di balik semuanya itu, kita juga menyadari bahwa mereka memiliki keluarga yang harus ditinggalkan, termasuk anak-anak. Kita tentu tidak menginginkan bahwa pendidikan anak-anak para utusan Injil terhambat oleh karena kesibukan pelayanan mereka. Karena kenyataan yang kita lihat adalah bahwa mereka tidak bisa mengambil peran yang cukup, untuk mengasuh dan membiayai anak-anak. Kita pasti berharap supaya kondisi keluarga mereka akan baik-baik saja. Oleh karena itu, kami mengajak saudara-saudara berdoa kepada Tuhan Yesus bagi anak-anak para utusan Injil. Kita berdoa terkhusus untuk pendidikan mereka, biarlah mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak mengalami kekurangan apa pun dalam hal biaya pendidikan.

22 September 2012 -- Kesaksian Hidup dan Keluarga Hamba Tuhan

Mengemban tugas pelayanan sebagai hamba Tuhan merupakan hal yang cukup berat karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidak heran apabila hanya sedikit orang yang bersedia dan mampu menjalankan tugas tersebut. Saat ini, kami mengajak Anda untuk berdoa kepada Tuhan, terkhusus bagi hamba-hamba Tuhan di mana pun mereka berada. Kita berdoa supaya Tuhan Yesus memberkati kebutuhan hidup mereka serta keluarganya. Kiranya mereka semakin dikuatkan dalam menjalankan pelayanan dan kehidupan mereka dapat menjadi berkat untuk memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan.

23 September 2012 -- Kriminalitas di Indonesia

Tidak dapat dimungkiri, ada aparat keamanan yang berada di balik tindak kejahatan yang terjadi di Indonesia. Keterlibatan mereka tentunya semakin menyulitkan pengungkapan kasus ini dan sering memengaruhi proses hukum yang berjalan. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus supaya aparat keamanan dan alat negara tidak terlibat dalam jaringan kejahatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yonathan Sigit
Kontributor: Is Ardiansah dan Doni Kukuh Mandiri
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) September 16 -- KASIH YANG SEMPURNA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 16 September 2012
Bacaan : Matius 5:38-48
Setahun: Ezra 1-3
Nats: Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di
surga sempurna. (Matius 5:48)

Judul:

KASIH YANG SEMPURNA

Araham Staines bersama keluarganya meninggalkan Australia untuk
hidup sebagai misionaris di India. Mereka melayani penderita
penyakit kusta di daerah terpencil. Namun, peristiwa tragis
menimpanya setelah 35 tahun ia melayani. Pada 1999, ia dan kedua
putranya dibakar hidup-hidup dalam mobil mereka oleh sekelompok
orang yang menentang pelayanannya. Istrinya berkata, "Saya kadang
bertanya-tanya mengapa Graham tewas dan pembunuhnya bertindak begitu
brutal.... Saya tidak berniat menghukum mereka.... Saya ingin dan
berharap mereka bertobat dan berubah."


Ucapan istri Graham melukiskan dengan indah konsep kasih baru yang
diajarkan Yesus. Jika hukum Taurat memastikan orang jahat menerima
ganjaran setimpal (ayat 38, 43b); Yesus mengajarkan bahwa yang jahat
juga perlu dikasihi dan didoakan (ayat 39-44). Sikap ini
mencerminkan karakter Bapa yang mengasihi semua orang (ayat 45).
Kesempurnaan kasih Bapa merupakan tolok ukur kasih anak-anak-Nya
(ayat 48). Kata "sempurna" di sini diterjemahkan dari kata Yunani
teleios. Artinya bukan keadaan tanpa cela, melainkan kematangan
rohani. Mengasihi semua orang, termasuk musuh sekalipun merupakan
salah satu tanda kedewasaan rohani.


Bagaimana dengan kasih kita? Tidak jarang kita berpikir kita sudah
cukup mengasihi sesama. Tetapi, sebenarnya itu terbatas pada mereka
yang baik terhadap kita. Bagaimana sikap kita ketika disakiti,
difitnah, atau diperlakukan sewenang-wenang oleh orang lain? Mari
mohon agar melalui situasi tersebut Allah menolong kita belajar
mengasihi sama seperti Bapa mengasihi. --YBP

MEMBALAS KEBENCIAN DENGAN KASIH ADALAH BUKTI KEDEWASAAN ROHANI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-09-16
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+5:38-48

Matius 5:38-48

38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti
gigi.
39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang
berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi
kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini
bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak
orang yang mau meminjam dari padamu.
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan
bencilah musuhmu.
44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah
bagi mereka yang menganiaya kamu.
45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di
sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang
yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang
yang tidak benar.
46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?
Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu
saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah
orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di
sorga adalah sempurna."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ezra+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ezra+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, September 14, 2012

TRS: (e-SH) 15 September -- Yosua 15:1-12,20-63 - Batas Wilayah dan Tanggung Jawab

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Jum, 14 Sep 2012 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 15 September -- Yosua 15:1-12,20-63 - Batas Wilayah dan Tanggung Jawab

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 15 September 2012
Ayat SH: Yosua 15:1-12,20-63

Judul: Batas wilayah dan tanggung jawab

Jika kita memiliki tanah ataupun properti lainnya tentu kita
mengetahui batas-batas kepemilikan kita, mana bagian yang
merupakan kepunyaan dan tanggung jawab kita dan mana yang bukan.
Demikian juga dengan bangsa Israel kala itu, tiap suku memiliki
bagiannya sendiri. Tanah yang mereka miliki merupakan tanah
perjanjian berdasarkan anugerah Tuhan. Tanah itu berfungsi sebagai
petunjuk identitas umat Allah. Dengan batas wilayah yang jelas,
masing-masing suku Israel tidak akan saling menguasai tanah milik
suku Israel lainnya. Tiap suku juga harus menjaga, mempertahankan
dan mengusahakan tanah tersebut dan tidak diizinkan
diperjualbelikan (Im. 25:23-28).

Suku Yehuda mendapatkan milik pusaka dari Tuhan dengan batas-batas
wilayah di bagian selatan, timur, utara, dan barat (2-12) beserta
kota-kota dan desa-desa di dalamnya (20-63), yang meliputi dua
belas wilayah dengan pegunungan, bukit, lembah, padang gurun dan
rumput, mata air, sungai dan lautnya. Walaupun demikian, belum
semua wilayah itu dapat mereka kuasai. Penduduk asli Yerusalem
yaitu orang Yebus, belum dapat mereka taklukkan, maka suku Yehuda
harus tetap berjuang untuk dapat menguasai bagian pusakanya.
Mereka mempunyai tanggung jawab supaya memiliki tanah warisannya
secara penuh. Di samping itu, Tuhan dengan keras melarang umat-Nya
untuk mengikat perjanjian dengan bangsa Kanaan agar perilaku
bangsa Kanaan tidak menjadi jerat bagi mereka. Terlebih-lebih
dalam dosa penyembahan berhala dan amoralitas.

Kisah di atas memberikan pelajaran agar kita menghargai pemberian
Tuhan serta tidak menjadi orang yang serakah dengan menguasai atau
mengambil harta milik orang lain. Hal ini tidak berkenan kepada
Tuhan. Ia ingin agar kita memelihara, mengelola dan
bertanggungjawab dengan bagian yang diberikan pada kita. Toh,
semua yang Tuhan berikan itu sebenarnya cukup. Daripada mengingini
punya orang lain lebih baik mengembangkan dan mengasihi yang Tuhan
sudah berikan. Itulah bentuk penghargaan dan ucapan syukur kita
kepada-Nya.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2012/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yosua+15:20-63
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+15:20-63

Yosua 15:1-12,20-63

1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum
mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun
Zin ke selatan, di ujung selatan.
2 Batas selatan bagi mereka mulai dari ujung Laut Asin, dari teluk
yang menghadap ke selatan;
3 lalu keluar pada sebelah selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin,
naik ke sebelah selatan Kadesh-Barnea, terus ke Hezron, naik ke
Adar, membelok ke Karka,
4 terus ke Azmon dan keluar pada sungai tanah Mesir, sehingga batas
itu berakhir ke laut. Itulah bagi kamu batas selatan.
5 Batas timur ialah Laut Asin sampai ke muara sungai Yordan. Batas
pada sisi utara mulai dari teluk di muara sungai Yordan itu:
6 batas itu naik ke Bet-Hogla, melalui sebelah utara Bet-Araba,
kemudian batas itu naik ke batu Bohan bin Ruben;
7 lalu dari lembah Akhor batas itu naik ke Debir, dan menuju ke
utara ke Gilgal di seberang pendakian Adumim, yang di sebelah
selatan sungai. Kemudian batas itu terus ke mata air En-Semes dan
keluar ke En-Rogel.
8 Kemudian batas itu naik ke lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan
sepanjang lereng gunung Yebus, itulah Yerusalem; kemudian batas
itu naik ke puncak gunung yang di seberang lembah Hinom, di
sebelah barat, di ujung utara lembah orang Refaim.
9 Kemudian batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air
Me-Neftoah, lalu keluar ke kota-kota pegunungan Efron; selanjutnya
batas itu melengkung ke Baala, itulah Kiryat-Yearim.
10 Kemudian batas itu membelok dari Baala ke barat ke pegunungan
Seir, terus ke utara ke lereng gunung Yearim, itulah Kesalon,
turun ke Bet-Semes dan terus ke Timna.
11 Kemudian batas itu keluar ke utara ke lereng gunung Ekron;
kemudian batas itu melengkung ke Sikron, terus ke gunung Baala dan
keluar dekat Yabneel, sehingga batas itu berakhir di laut.
12 Batas barat ialah Laut Besar dan pantainya. Itulah, ke segala
penjuru, batas-batas daerah bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.
20 Inilah milik pusaka suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.
21 Kota-kota suku bani Yehuda yang paling ujung, dekat batas tanah
Edom di Tanah Negeb, ialah Kabzeel, Eder, Yagur,
22 Kina, Dimona, Adada,
23 Kedesh, Hazor, Yitnan,
24 Zif, Telem, Bealot,
25 Hazor-Hadata, Keriot-Hezron, itulah Hazor;
26 Amam, Sema, Molada,
27 Hazar-Gada, Hesmon, Bet-Pelet,
28 Hazar-Sual, Bersyeba dan segala anak kotanya,
29 Baala, Iyim, Ezem,
30 Eltolad, Kesil, Horma,
31 Ziklag, Madmana, Sansana,
32 Lebaot, Silhim, Ain dan Rimon; seluruhnya dua puluh sembilan kota
dengan desa-desanya.
33 Di Daerah Bukit: Esytaol, Zora, Asna,
34 Zanoah, En-Ganim, Tapuah, Enam,
35 Yarmut, Adulam, Sokho, Azeka,
36 Saaraim, Aditaim, Gedera dan Gederotaim; empat belas kota dengan
desa-desanya.
37 Zenan, Hadasa, Migdal-Gad,
38 Dilean, Mizpa, Yokteel,
39 Lakhis, Bozkat, Eglon,
40 Kabon, Lahmas, Kitlis,
41 Gederot, Bet-Dagon, Naama dan Makeda; enam belas kota dengan
desa-desanya.
42 Libna, Eter, Asan,
43 Yiftah, Asna, Nezib,
44 Kehila, Akhzib dan Maresa; sembilan kota dengan desa-desanya.
45 Ekron dengan segala anak kota dan desanya.
46 Mulai dari Ekron sampai ke laut, segala yang di sisi Asdod dan
desa-desanya,
47 Asdod dengan segala anak kota dan desa-desanya, Gaza dengan segala
anak kota dan desa-desanya, sampai ke sungai tanah Mesir, Laut
Besar dan pantainya.
48 Lagi di Pegunungan: Samir, Yatir, Sokho,
49 Dana, Kiryat-Sana, itulah Debir;
50 Anab, Estemo, Anim,
51 Gosyen, Holon dan Gilo; sebelas kota dengan desa-desanya;
52 Arab, Duma, Esan,
53 Yanum, Bet-Tapuah, Afeka,
54 Humta, Kiryat-Arba, itulah Hebron, dan Zior; sembilan kota dengan
desa-desanya.
55 Maon, Karmel, Zif, Yuta,
56 Yizreel, Yokdeam, Zanoah,
57 Kain, Gibea dan Timna; sepuluh kota dengan desa-desanya.
58 Halhul, Bet-Zur, Gedor,
59 Maarat, Bet-Anot dan Eltekon; enam kota dengan desa-desanya.
60 Kiryat-Baal, itulah Kiryat-Yearim, dan Raba; dua kota dengan
desa-desanya.
61 Di padang gurun: Bet-Araba, Midin, Sekhakha,
62 Nibsan, Kota Garam dan En-Gedi; enam kota dengan desa-desanya.
63 Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dapat dihalau
oleh bani Yehuda. Jadi orang Yebus itu masih tetap diam
bersama-sama dengan bani Yehuda di Yerusalem sampai sekarang.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4411192-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa0610@hub.xc.org

TRS: (e-SH) 15 September -- Yosua 15:1-12,20-63 - Batas Wilayah dan Tanggung Jawab

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Jum, 14 Sep 2012 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 15 September -- Yosua 15:1-12,20-63 - Batas Wilayah dan Tanggung Jawab

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 15 September 2012
Ayat SH: Yosua 15:1-12,20-63

Judul: Batas wilayah dan tanggung jawab

Jika kita memiliki tanah ataupun properti lainnya tentu kita
mengetahui batas-batas kepemilikan kita, mana bagian yang
merupakan kepunyaan dan tanggung jawab kita dan mana yang bukan.
Demikian juga dengan bangsa Israel kala itu, tiap suku memiliki
bagiannya sendiri. Tanah yang mereka miliki merupakan tanah
perjanjian berdasarkan anugerah Tuhan. Tanah itu berfungsi sebagai
petunjuk identitas umat Allah. Dengan batas wilayah yang jelas,
masing-masing suku Israel tidak akan saling menguasai tanah milik
suku Israel lainnya. Tiap suku juga harus menjaga, mempertahankan
dan mengusahakan tanah tersebut dan tidak diizinkan
diperjualbelikan (Im. 25:23-28).

Suku Yehuda mendapatkan milik pusaka dari Tuhan dengan batas-batas
wilayah di bagian selatan, timur, utara, dan barat (2-12) beserta
kota-kota dan desa-desa di dalamnya (20-63), yang meliputi dua
belas wilayah dengan pegunungan, bukit, lembah, padang gurun dan
rumput, mata air, sungai dan lautnya. Walaupun demikian, belum
semua wilayah itu dapat mereka kuasai. Penduduk asli Yerusalem
yaitu orang Yebus, belum dapat mereka taklukkan, maka suku Yehuda
harus tetap berjuang untuk dapat menguasai bagian pusakanya.
Mereka mempunyai tanggung jawab supaya memiliki tanah warisannya
secara penuh. Di samping itu, Tuhan dengan keras melarang umat-Nya
untuk mengikat perjanjian dengan bangsa Kanaan agar perilaku
bangsa Kanaan tidak menjadi jerat bagi mereka. Terlebih-lebih
dalam dosa penyembahan berhala dan amoralitas.

Kisah di atas memberikan pelajaran agar kita menghargai pemberian
Tuhan serta tidak menjadi orang yang serakah dengan menguasai atau
mengambil harta milik orang lain. Hal ini tidak berkenan kepada
Tuhan. Ia ingin agar kita memelihara, mengelola dan
bertanggungjawab dengan bagian yang diberikan pada kita. Toh,
semua yang Tuhan berikan itu sebenarnya cukup. Daripada mengingini
punya orang lain lebih baik mengembangkan dan mengasihi yang Tuhan
sudah berikan. Itulah bentuk penghargaan dan ucapan syukur kita
kepada-Nya.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2012/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yosua+15:20-63
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+15:20-63

Yosua 15:1-12,20-63

1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum
mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun
Zin ke selatan, di ujung selatan.
2 Batas selatan bagi mereka mulai dari ujung Laut Asin, dari teluk
yang menghadap ke selatan;
3 lalu keluar pada sebelah selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin,
naik ke sebelah selatan Kadesh-Barnea, terus ke Hezron, naik ke
Adar, membelok ke Karka,
4 terus ke Azmon dan keluar pada sungai tanah Mesir, sehingga batas
itu berakhir ke laut. Itulah bagi kamu batas selatan.
5 Batas timur ialah Laut Asin sampai ke muara sungai Yordan. Batas
pada sisi utara mulai dari teluk di muara sungai Yordan itu:
6 batas itu naik ke Bet-Hogla, melalui sebelah utara Bet-Araba,
kemudian batas itu naik ke batu Bohan bin Ruben;
7 lalu dari lembah Akhor batas itu naik ke Debir, dan menuju ke
utara ke Gilgal di seberang pendakian Adumim, yang di sebelah
selatan sungai. Kemudian batas itu terus ke mata air En-Semes dan
keluar ke En-Rogel.
8 Kemudian batas itu naik ke lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan
sepanjang lereng gunung Yebus, itulah Yerusalem; kemudian batas
itu naik ke puncak gunung yang di seberang lembah Hinom, di
sebelah barat, di ujung utara lembah orang Refaim.
9 Kemudian batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air
Me-Neftoah, lalu keluar ke kota-kota pegunungan Efron; selanjutnya
batas itu melengkung ke Baala, itulah Kiryat-Yearim.
10 Kemudian batas itu membelok dari Baala ke barat ke pegunungan
Seir, terus ke utara ke lereng gunung Yearim, itulah Kesalon,
turun ke Bet-Semes dan terus ke Timna.
11 Kemudian batas itu keluar ke utara ke lereng gunung Ekron;
kemudian batas itu melengkung ke Sikron, terus ke gunung Baala dan
keluar dekat Yabneel, sehingga batas itu berakhir di laut.
12 Batas barat ialah Laut Besar dan pantainya. Itulah, ke segala
penjuru, batas-batas daerah bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.
20 Inilah milik pusaka suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.
21 Kota-kota suku bani Yehuda yang paling ujung, dekat batas tanah
Edom di Tanah Negeb, ialah Kabzeel, Eder, Yagur,
22 Kina, Dimona, Adada,
23 Kedesh, Hazor, Yitnan,
24 Zif, Telem, Bealot,
25 Hazor-Hadata, Keriot-Hezron, itulah Hazor;
26 Amam, Sema, Molada,
27 Hazar-Gada, Hesmon, Bet-Pelet,
28 Hazar-Sual, Bersyeba dan segala anak kotanya,
29 Baala, Iyim, Ezem,
30 Eltolad, Kesil, Horma,
31 Ziklag, Madmana, Sansana,
32 Lebaot, Silhim, Ain dan Rimon; seluruhnya dua puluh sembilan kota
dengan desa-desanya.
33 Di Daerah Bukit: Esytaol, Zora, Asna,
34 Zanoah, En-Ganim, Tapuah, Enam,
35 Yarmut, Adulam, Sokho, Azeka,
36 Saaraim, Aditaim, Gedera dan Gederotaim; empat belas kota dengan
desa-desanya.
37 Zenan, Hadasa, Migdal-Gad,
38 Dilean, Mizpa, Yokteel,
39 Lakhis, Bozkat, Eglon,
40 Kabon, Lahmas, Kitlis,
41 Gederot, Bet-Dagon, Naama dan Makeda; enam belas kota dengan
desa-desanya.
42 Libna, Eter, Asan,
43 Yiftah, Asna, Nezib,
44 Kehila, Akhzib dan Maresa; sembilan kota dengan desa-desanya.
45 Ekron dengan segala anak kota dan desanya.
46 Mulai dari Ekron sampai ke laut, segala yang di sisi Asdod dan
desa-desanya,
47 Asdod dengan segala anak kota dan desa-desanya, Gaza dengan segala
anak kota dan desa-desanya, sampai ke sungai tanah Mesir, Laut
Besar dan pantainya.
48 Lagi di Pegunungan: Samir, Yatir, Sokho,
49 Dana, Kiryat-Sana, itulah Debir;
50 Anab, Estemo, Anim,
51 Gosyen, Holon dan Gilo; sebelas kota dengan desa-desanya;
52 Arab, Duma, Esan,
53 Yanum, Bet-Tapuah, Afeka,
54 Humta, Kiryat-Arba, itulah Hebron, dan Zior; sembilan kota dengan
desa-desanya.
55 Maon, Karmel, Zif, Yuta,
56 Yizreel, Yokdeam, Zanoah,
57 Kain, Gibea dan Timna; sepuluh kota dengan desa-desanya.
58 Halhul, Bet-Zur, Gedor,
59 Maarat, Bet-Anot dan Eltekon; enam kota dengan desa-desanya.
60 Kiryat-Baal, itulah Kiryat-Yearim, dan Raba; dua kota dengan
desa-desanya.
61 Di padang gurun: Bet-Araba, Midin, Sekhakha,
62 Nibsan, Kota Garam dan En-Gedi; enam kota dengan desa-desanya.
63 Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dapat dihalau
oleh bani Yehuda. Jadi orang Yebus itu masih tetap diam
bersama-sama dengan bani Yehuda di Yerusalem sampai sekarang.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4411192-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa0610@hub.xc.org

(e-RH) September 15 -- HIDUP PENUH SYUKUR

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 15 September 2012
Bacaan : Efesus 5:18-21
Setahun: Daniel 10-12
Nats: Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan
kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. (Efesus 5:20)

Judul:

HIDUP PENUH SYUKUR

Fanny Crosby menulis lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun buta
sejak usia 6 minggu, ia tidak mempersalahkan Tuhan atas hal itu.
Suatu kali seorang hamba Tuhan berkata kepadanya, "Sayang sekali ya,
Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Dia memberikan
banyak sekali karunia lain pada Anda." Fanny menjawab, "Tahukah
Anda, seandainya pada saat lahir saya bisa mengajukan permohonan,
saya akan meminta agar dilahirkan buta?" Hamba Tuhan itu terkejut.
"Mengapa?" tanyanya. "Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah
pertama yang akan saya lihat adalah wajah Sang Juru Selamat!"
Sungguh sebuah hati yang berlimpah dengan rasa syukur.


Paulus mendorong jemaat di Efesus agar hidup sebagai anak Tuhan,
antara lain dengan mengucap syukur atas segala sesuatu (ayat 20).
Mengucap syukur "atas segala sesuatu" bukan nasihat yang mudah
mengingat kesesakan yang sedang dialami sendiri oleh Paulus saat
menulis surat ini (lihat pasal 3:13). Bagi Paulus, mengucap syukur
merupakan bagian proses pertumbuhan anak-anak Tuhan untuk menjadi
makin serupa dengan Kristus. Mengucap syukur tidak hanya menunjukkan
seseorang mengalami berkat Allah, tetapi juga menunjukkan
kepercayaan yang penuh kepada Allah, yakin bahwa Dia tahu yang
terbaik.


Bagaimana dengan ucapan syukur dalam hidup kita? Mengucap syukur
atas segala sesuatu berarti lebih dari sekadar ungkapan sukacita,
ucapan syukur kita menjadi ungkapan iman bahwa di dalam segala
keadaan Allah senantiasa bekerja, berkarya, dan memberikan yang
terbaik. --BER

SALAH SATU TOLOK UKUR PERTUMBUHAN ROHANI ADALAH HIDUP
YANG BERSYUKUR DALAM SEGALA SITUASI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-09-15
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+5:18-21

Efesus 5:18-21

18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan
hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur,
kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan
bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan
kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut
akan Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Daniel+10-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+10-12


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[BERITA YLSA] Edisi 78/Agustus/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BERITA YLSA
Edisi 78/Agustus/2012

DARI YLSA

Kami sungguh bersyukur karena Yayasan Lembaga SABDA dipakai Tuhan semakin luas untuk melayani jemaat-Nya. Doa kami, kiranya Tuhan terus menjaga dan memelihara hati kami supaya senantiasa memandang hanya kepada Tuhan saja. Tugas kami yang terutama adalah taat melakukan tugas pelayanan yang telah Tuhan percayakan kepada kami dan setia hidup dekat dengan Tuhan.

Tak henti-hentinya kami mengucap syukur kepada Tuhan karena YLSA tidak sendiri dalam pelayanan ini. Banyak mitra pelayanan YLSA, terutama Sahabat dan Pendukung YLSA yang setia mendampingi kami dalam pelayanan. Biarlah Tuhan yang terus mengulurkan berkat-Nya, sehingga kita bersama senantiasa dimampukan untuk bekerja bagi Dia.

In Christ,
Yulia Oeniyati
Pemimpin YLSA
< yulia(at)in-christ.net >
< http://blog.sabda.org >


BLOG YLSA
1. Sekelumit Kehidupan Magangku di YLSA (Oleh: Raymond)
2. DVD Library SABDA Anak 1.2 (Oleh: Anik)
3. Roadshow Software SABDA di Sragen (Oleh: Doni)
4. Menggali Inspirasi dari Serial "White Collar" (Oleh: Berlin)

1. Sekelumit Kehidupan Magangku di YLSA (Oleh: Raymond)

... Selama 2 bulan ini, saya belajar banyak hal. Selain belajar PHP, saya juga belajar bersosialisasi dengan teman-teman melalui sharing dalam persekutuan yang dilakukan setiap hari, dan juga dari setiap interaksi yang dilakukan. Secara pribadi, saya belajar untuk mengatur semua aspek kehidupan saya mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Ibu Yulia juga mengajarkan banyak hal: dari hal-hal yang kecil sampai hal yang kompleks. Ibu Yulia juga selalu mengajarkan setiap staf untuk bisa menarik pelajaran dari hal-hal yang dialami setiap hari. Saya juga mendapatkan banyak pengalaman yang membuat saya sedikit mengenal atmosfer dunia kerja seperti meeting, sistem kerja, dan lain-lain. ...

Baca selengkapnya tulisan Raymond: http://blog.sabda.org/2012/08/14/sekelumit-kehidupan-magangku-di-ylsa/

2. DVD Library SABDA Anak 1.2 (Oleh: Anik)

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) sudah mencetak DVD Library SABDA Anak 1.2 sejak Februari 2012 dengan jumlah awal 5000 keping. DVD ini dicetak sebagai komitmen YLSA untuk ambil bagian dalam acara NCWC (National Children Workers Conference), 4 -- 6 Februari 2012 di Jakarta. Sebanyak 1200 keping DVD dibagikan kepada peserta NCWC dan 800 keping diberikan kepada mitra YLSA, yaitu Jaringan Pelayanan Anak Indonesia (JPA). Ibu Yeni Krismawati, pengurus JPA, telah menuliskan kesaksiannya tentang bagaimana 800 keping DVD tersebut mereka sebarkan kepada para pelayan anak di Indonesia. Selain dibagikan di NCWC dan JPA, pada setiap roadshow SABDA, DVD Library SABDA Anak ini juga dibagikan melalui Paket SABDA_Care. Selain itu, kami juga mempromosikan DVD ini di beberapa publikasi Kristen, sehingga permintaan terhadap DVD ini dari seluruh penjuru Nusantara pun meningkat. Menanggapi peningkatan jumlah peminat DVD ini, maka pada 30 Mei 2012 kami mencetak ulang DVD tersebut sebanyak 1000 keping. ...

Baca selengkapnya tulisan Anik: http://blog.sabda.org/2012/08/22/dvd-library-sabda-anak-1-2/

3. Roadshow Software SABDA di Sragen (Oleh: Doni)

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil saya bergabung dalam dunia pelayanan. Hal itulah yang kemudian membawa saya kepada Yayasan Lembaga SABDA yang lebih akrab disebut YLSA. Nama saya Doni, saya mulai bergabung menjadi tim pelayanan YLSA penuh waktu sejak pertengahan Juli 2012. Saya sangat senang dengan pelayanan ini, terlebih lagi saya diberi kesempatan untuk bergabung dalam tim Roadshow SABDA. Kali ini yang menjadi tujuan roadshow SABDA adalah kota Sragen, tepatnya di GKJ Tanon, kelurahan Tanon, Sragen. Pada kesempatan ini, YLSA melatih para hamba Tuhan untuk menggunakan Software SABDA, mengenalkan produk-produk YLSA, dan memberi penjelasan isi DVD Library SABDA Anak 1.2. Acara tersebut terselenggara pada tanggal 24 Juli 2012. Selain pimpinan YLSA, Ibu Yulia, staf SABDA yang ikut dalam pelatihan adalah Yochan, Billy, Ryan, Sigit, Setya, Tika, dan saya sendiri. ...

Baca selengkapnya tulisan Doni: http://blog.sabda.org/2012/08/27/roadshow-software-sabda-di-sragen/

4. Menggali Inspirasi dari Serial "White Collar" (Oleh: Berlin)

Pada pertengahan Juli 2012 lalu, staf YLSA kembali 'nonton bareng' drama seri TV "White Collar". 'Nobar' adalah salah satu kegiatan training berkala di YLSA yang diharapkan dapat memberi inspirasi atau menambah ide-ide baru, baik dalam membangun semangat kerja maupun mengembangkan keterampilan staf. Karena jadwal kerja kami sudah cukup sibuk, maka kami harus pandai-pandai mencari waktu di sela-sela jam kerja untuk bisa 'nobar'. Waktu-waktu training seperti ini sering menjadi waktu 'break' yang sangat kami nikmati, khususnya kalau mulai jenuh dengan pekerjaan. ...

Baca selengkapnya tulisan Berlin: http://blog.sabda.org/2012/08/31/menggali-inspirasi-dari-serial-white-collar/


MENGENAL YLSA: BAGAIMANA MISI ONLINE MEMENGARUHI MISI OFFLINE?

Pengantar:
Berikut ini adalah kesaksian yang disampaikan oleh Michael, yang saat itu sedang magang di Global Media Outreach. Menurut rekan-rekannya, Michael adalah salah seorang yang paling berani dalam kelompok mereka. Dia bersedia meninggalkan "daerah nyaman"nya untuk pergi menolong orang lain. Ketika ditanya apakah yang bisa dicapai dengan misi online, inilah jawaban Michael.

"Setelah menjadi seorang misionaris online, pandangan saya tentang misi menjadi semakin meluas. Dulu, saya berpikir bahwa untuk dapat memberi 'dampak global', saya harus bekerja di sebuah organisasi misi nirlaba dengan mengepak makanan/pakaian dan mengirimkannya ke negara lain. Saya dulu berpikir bahwa saya harus memberi bantuan kepada misionaris yang berkeliling, atau menjadi seorang misionaris yang pergi ke berbagai belahan dunia. Namun dengan perkembangan dunia informatika, pandangan saya tentang dunia misi sudah tidak lagi demikian."

"Saya benar-benar merasa menjadi seorang misionaris, setiap kali saya menulis email dan mengeklik 'kirim' ke seseorang yang ada di negara yang berbeda. Ini telah memperluas pandangan saya tentang siapa yang bisa menjadi misionaris. Tampaknya hampir tidak ada penghalang lagi untuk berada di pelayanan misi, kecuali ketidakmauan diri kita sendiri. Menurut saya, misi online adalah cara yang luar biasa bagi siapa pun, untuk bisa ambil bagian dalam memenuhi Amanat Agung di tempat mereka berada. Saya tidak harus membeli tiket pesawat ke Afrika untuk mengabarkan Injil kepada mereka, karena jutaan orang pergi ke internet untuk mencari jawaban tentang Tuhan. Internet benar-benar telah menjadi berkat bagi individu-individu yang sedang mencari kebenaran, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka bertumbuh dalam iman, membimbing mereka dalam melakukan komitmen ulang kepada Kristus, dan memimpin mereka melalui pemuridan. Semua ini bisa dilakukan dari kursi dan meja kerja saya!"

"Misi online memungkinkan saya untuk memilih waktu saya sendiri, mengatakan dengan tepat apa yang ingin saya katakan, dan saya dapat dengan lebih jelas menjawab pertanyaan mereka. Saya punya waktu untuk mencari ayat lebih dahulu atau kutipan John Piper yang tidak bisa saya ingat di luar kepala. Hal ini memungkinkan kita untuk dapat berkomunikasi berdasarkan waktu yang kita miliki. Meskipun jauh lebih lambat dibandingkan dengan misi tatap muka langsung, Allah masih menggunakannya untuk berkarya di dalam hati setiap manusia. Sangat mirip dalam misi tatap muka karena di akhir sebagian besar e-mail yang saya kirimkan, saya bisa menuliskan doa untuk mereka, sehingga kita bisa mendoakan mereka. Makanan rohani pun bisa mereka dapatkan. Bahkan menurut saya, mereka bisa mendapatkan makanan rohani yang lebih baik karena saya memiliki beragam sumber bahan yang tersedia, seperti Panduan Pemuridan 30 Hari <http://www.godlife.com/series/30-day-guide/>, Alkitab online <http://www.youversion.com/bible/john.1.kjv> yang bisa saya pakai untuk membimbing mereka jika mereka tidak memilikinya. Bahan-bahan tersebut juga bisa saya pakai menjadi acuan yang membantu jika saya sedang mengalami kebuntuan dalam apa yang saya tulis."

"Misi online memberi saya rasa percaya diri yang lebih atas iman saya karena saya bisa memakai setiap e-mail, untuk mengabarkan Injil dengan cara yang berbeda-beda kepada orang yang berbeda. Setiap orang memiliki cerita mereka sendiri dan permintaan doa mereka sendiri, sehingga setiap kali saya menanggapi dan berdoa bagi mereka, saya mulai menceritakan Yesus dan bagaimana DIA adalah jawaban atas masalah-masalah mereka. Saya menghafal ayat Alkitab lebih banyak dalam 1 bulan terakhir, daripada semua ayat yang saya hafal dalam 6 bulan terakhir karena saya sering sekali memasukkan ayat-ayat Alkitab dalam email saya. Saya juga merasa lebih percaya diri ketika menceritakan tentang Yesus di dunia nyata. Saya tak tahu bagaimana hal itu terjadi, tetapi itu telah memberi saya dorongan keyakinan bahwa ini bukanlah tentang saya atau apa yang saya katakan, saya hanya harus memberi tahu kepada mereka tentang Yesus dan membiarkan Tuhan melakukan selebihnya."

"Misi Online telah membantu saya menyaksikan iman saya secara pribadi sedikitnya seminggu sekali. Setiap kali seseorang bertanya tentang apa yang saya kerjakan di Global Media Outreach, itu merupakan kesempatan bagus untuk mengabarkan Injil kepada mereka. Saya mengabarkan Injil kepada dua wanita di dua penerbangan pesawat yang berbeda dalam perjalanan pelayanan. Mereka bertanya apa pekerjaan saya dan saya berkata, 'Saya menjawab pertanyaan orang-orang tentang Tuhan.' Kemudian saya bertanya apakah mereka orang percaya atau bukan. Karena saya bekerja untuk sebuah organisasi misi online, hal ini membuat saya menyadari betapa mudahnya mengalihkan pembicaraan kepada Injil." (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Global Media Outreach
Alamat URL: http://www.globalmediaoutreach.com/gmo-blog/221/how-does-online-missions-affect-offline-missions
Judul asli artikel: How does Online Missions Affect Offline Missions?
Penulis: Global Media Outreach
Tanggal akses: 12 Agustus 2012


BERITA & DOA YLSA
1. Penyelesaian Proyek Digital Media Library (DML)
2. Proyek Android
3. Pembukaan Kelas Diskusi PESTA
4. Publikasi Baru untuk Pelayanan Remaja dan Pemuda
5. Moderator Renungan e-SH dan e-RH
6. YLSA Membutuhkan Staf Baru
7. Para Sahabat YLSA

1. Penyelesaian Proyek Digital Media Library (DML)
Tim ITS masih terus berjuang menyelesaikan proyek DML, yang sudah kami mulai 6 bulan yang lalu. Tahap pertama yang masih harus diselesaikan dalam proyek ini adalah penyempurnaan sistem Solr dan update.

Pokok doa:
Doakan agar Tuhan memberikan hikmat kepada tim ITS, sehingga tahap pertama dari proyek DML ini bisa diselesaikan sebaik mungkin.

2. Proyek Android
Awal bulan September ini, Yuku -- salah seorang mitra YLSA, akan bergabung melayani di YLSA selama 2 bulan. Bersama staf ITS, Yuku akan membuat beberapa Aplikasi Android untuk Alkitab dan bahan-bahan kekristenan lainnya.

Pokok doa:
Doakan supaya Tuhan memberkati kerja sama ini, sehingga dapat menghasilkan aplikasi-aplikasi yang berguna bagi kemajuan pelayanan mobile di Indonesia.

3. Pembukaan Kelas Diskusi PESTA
Pembukaan kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) dan kelas Pernikahan Kristen Sejati (PKS) akan dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Kiranya setiap peserta dapat mengikuti diskusi dengan aktif dan moderator dapat memandu diskusi dengan baik.

Pokok doa:
Biarlah melalui kelas diskusi DIK dan PKS, Tuhan menolong peserta mengenal prinsip-prinsip firman Tuhan, sehingga mereka dapat hidup menyenangkan hati Tuhan.

4. Publikasi Baru untuk Pelayanan Remaja dan Pemuda
Tim Publikasi YLSA sedang mempersiapkan publikasi baru yang ditujukan bagi para pembina remaja dan pemuda Kristen. Rencananya, publikasi ini akan terbit mulai bulan Oktober 2012.

Pokok doa:
Berdoa untuk tim redaksi publikasi untuk pelayanan remaja dan pemuda Kristen ini. Kiranya Tuhan menolong mereka menyiapkan semua perangkat dan edisi sebaik mungkin. Biarlah Tuhan berkenan memakai publikasi ini untuk memperlengkapi para pelayan remaja di Indonesia.

5. Moderator Renungan e-SH dan e-RH
Setiap hari, anggota Facebook Grup e-Santapan Harian dan e-Renungan Harian melakukan renungan bersama secara online dengan dipandu oleh seorang moderator, baik dari staf YLSA maupun sukarelawan yang terbeban dengan pelayanan ini.

Pokok doa:
Doakan agar melalui melakukan renungan firman Tuhan bersama ini, Tuhan memberkati setiap anggota e-SH dan e-RH untuk semakin dekat dengan Tuhan.

6. YLSA Membutuhkan Staf Baru
YLSA membutuhkan beberapa programmer, penerjemah, editor, dan public relation (PR). Apabila Anda rindu atau ada rekan Anda yang tertarik untuk melayani Tuhan dalam bidang IT dan literatur, silakan menghubungi kami dengan mengirimkan email ke < cv@sabda.org >.

Pokok doa:
Doakan agar Tuhan mengirim lebih banyak pekerja-Nya untuk melayani di YLSA. Kami sangat membutuhkan tambahan staf karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, terutama untuk mengembangkan pelayanan elektronik di tahun 2013.

7. Para Sahabat YLSA
Perkembangan pelayanan YLSA tak lepas dari campur tangan Tuhan dan para Sahabat YLSA yang telah menolong, baik dalam hal doa, daya, dan dana. Bersyukur kepada Tuhan karena pertolongan yang telah diberikan-Nya melalui para Sahabat dan Pendukung YLSA.

Pokok doa:
Biarlah Tuhan memberkati para Sahabat dan Pendukung YLSA, yang dengan setia bersama-sama melayani bersama kami, baik melalui pelayanan doa, daya, dan dana. Terima kasih untuk kesetiaan Anda melayani Tuhan di YLSA.


SURAT UNTUK YLSA
1. Rikky Lesmana < riki_homepage@xxxxxx >
"Saya sangat bersyukur bisa menemukan web ini, yang sangat mendukung dan memperlengkapi pelayan Tuhan dan murid Kristus, untuk menjadi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Saya mengetahui pertama kali web ini adalah dari sisipan RENUNGAN HARIAN tentang Jendela 4/14, di mana saya sangat terkejut dan sekaligus bersyukur bahwa SABDA juga turut ambil bagian dalam pelayanan anak-anak, khususnya ASM (Anak Sekolah Minggu) yang berusia sangat muda. Salam Kasih dari GKI Ngupasan Yogyakarta. Tuhan Yesus memberkati pelayanan SABDA. :)"

Redaksi: Terima kasih untuk kiriman suratnya. Doakan agar Tuhan memakai pelayanan Yayasan Lembaga SABDA untuk menjadi berkat dan menolong setiap anak-anak Tuhan semakin bertumbuh di dalam Kristus.

2. Paimin Zakharia < paiminzakaria@xxxxxx >
"Saya bersyukur bisa menemukan situs ini. Dengan situs SABDA ini, begitu banyak anak Tuhan mendapatkan berkat dan kekuatan dalam melayani Tuhan. Doakan pelayanan kami agar memiliki gereja/tempat ibadah, selama ini kami kontrak. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati. Amin."

Redaksi: Puji Tuhan. Mari kita doakan agar pelayanan kita masing-masing diberkati Tuhan dengan berkat yang dari surga.

3. John M Situmorang < johnmarudutsitumorang@xxxxxx >
"Saya mengucap syukur kepada Yayasan Lembaga SABDA yang telah menyiapkan website ini, sehingga saya dapat memiliki lagu-lagu gereja secara elektronik. Terima kasih Tuhan memberkati pelayanan Yayasan Lembaga SABDA."

Redaksi: Terpujilah nama Tuhan!


LAPORAN KEUANGAN YLSA -- JULI 2012

SUMBANGAN
Tg Nama Nominal (Rp)
02 Bambang W. 50.000
02 NN (Jakarta) 2.000.000
02 Jacob T. 100.000
02 Sugiyono (Solo) 20.000
03 Liauw B.K. 1.000.000
03 Chandra W. 1.000.000
04 Lukas H. 2.500.000
05 Thomas E.M. 3.000.000
05 Mauliate M. 200.000
06 Erwandi 300.000
06 TELAGA 500.000
06 Anton P. 200.000
06 Ugahary R. 200.000
09 Sandy H. 2.000.000
09 Persembahan 195.000
Peserta IPH
09 Susi (Surabaya) 1.000.000
09 IPH 1.000.000
09 1 USB Tommie 55.000
09 Harjanto 200.000
09 Hana A.M. 100.000
10 5 USB IPH 275.000
11 Budiharto S. 100.001
11 2 USB Daniel & 105.000
Christianto
11 Donna Jean E. 50.000
12 Andrias H. 1.000.000
13 1 USB Wijarta 55.000
16 Christine T. 300.000
16 ProInt (Tjahjadi)10.000.000
16 Suharyanto 200.000
17 Desilawati D. 100.000
17 Margiman 1.000.000
18 Donny E. 150.000
18 GBI Rock (Sby) 1.105.000
18 Persembahan Peserta
STT Bethany 1.221.000
18 36 USB STT Bhetany1.980.000
18 Persembahan 630.000
STT Bhetany
18 10 Parakaleo 227.000
STT Bethany
19 Persembahan 1.200.000
STT Bethany
24 Maria T. 100.000
24 Olly S.A.(Jember) 400.000
25 Lie D.G. 1.000.000
25 Persembahan 395.000
Roadshow Sragen
25 34 USB Sragen 1.870.000
25 Hawa M. 500.000
26 Maria S. 1.000.000
26 Yayasan Gloria 1.000.000
26 Jeny R. 100.000
30 Wilis T.G.(STAR) 150.000
30 Ulbrits S. 300.000
30 Paulina V. 1.000.000
30 Daniel L. 100.000
30 Stefanus T. 100.000
31 Nataliana 50.000
31 Anni B. 200.000
31 Alda S. 100.000
Sumbangan lain 184.200
Bunga bank 16.539
------------------------------
Total Sumbangan 43.883.740

PENGELUARAN
Beban Admin 984.500
Kas Kecil 298.200
Telp, listrik, dll. 2.435.900
Pembelian USB 5.100.000
Skype 94.000
Buku Perpustakaan 256.000
Cetak CD Alkitab PL 4.816.200
& DVD Library SABDA Anak
Kirim pos, paket 500.600
Cetak amplop & 1.490.000
kartu nama
Kepegawaian 26.995.000
Konsumsi Staf 2.040.900
Roadshow Surabaya & 902.000
Sragen
Biaya balik nama 4.750.000
Gedung SABDA
Domain .co 7.000.000
Admin Bank 12.803
------------------------------
Total Pengeluaran 57.676.103

Ucapan Terima Kasih

Persembahan kasih dari Anda untuk pelayanan Yayasan Lembaga SABDA sangat kami hargai. Setiap rupiah yang diterima, kami persembahkan bagi semua kebutuhan pelayanan YLSA. Kami berdoa kiranya Tuhan melipatgandakannya bagi kemuliaan nama Tuhan.

Bagi pembaca lain yang tergerak untuk terlibat dalam pelayanan YLSA dengan memberikan sumbangan dana, silakan mengirimkannya ke:

YAYASAN LEMBAGA SABDA
a.n. Yulia Oeniyati
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo
No. Rekening: 0790266579


Kontak: < beritaylsa(at)sabda.org >
Redaksi: Santi, Yulia, dan Elly
Tim Editor: Davida Welni Dana dan Novita Yuniarti
(c) Berita YLSA 2012
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/ylsa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-berita-ylsa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-berita-ylsa(at)hub.xc.org>

Thursday, September 13, 2012

[i-kan-binaguru] [INFO Domba Kecil] (reminder) Paket Natal - Malam Ajaib

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------

http://www.dombakecil.org/PN2012.jpg
http://www.facebook.com/events/139425926199828

______________________________________________________________________
PAKET NATAL - MALAM AJAIB %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Malam Natal adalah Malam Ajaib dan luaaar biasaaa... penuh kedamaian.
Rayakan Natal tahun ini bersama anak-anak dengan merasakan keajaiban
kasih Allah pada manusia.

Kami mengundang guru-guru sekolah, sekolah minggu, dan para pelayan
anak untuk mengikuti seminar yang akan diselenggarakan pada:

Sabtu, 22 September 2012, 11:30-15:30
di Plaza The Way
Jl. Tanjung Duren Barat 1 Blok G No. 1 D-L
Jakarta Barat

TOPIK
• Drama Musikal
• Panggung Boneka Natal
• Lagu Natal
• Cerita Natal
• Aktivitas Natal
• Ide-ide Alat Peraga Natal
• Ide-ide Souvenir Natal

BONUS
• Peserta grup 3 orang dari 1 gereja akan mendapat pola Alat Peraga
Cerita Natal.
• Peserta grup 7 orang dari 1 gereja akan mendapat sebuah Paket Natal
berisi Makalah lengkap dan CD Pentas Drama Musikal & Cerita Boneka
Natal.
• Door prize alat peraga

CATATAN
Alat-alat Peraga dan Paket Natal lengkap dapat diperoleh pada saat
seminar dengan harga khusus.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran:
• Bina Latih Pelayanan Anak Tel. (021) 560-2630, 566-8931
Yayasan Domba Kecil Fax. (021) 566-8962
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 SMS. (021) 9298-3255
Jakarta Barat 11470 info@dombakecil.org
INDONESIA BCA Kepa 198-3-10236-4
«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-

---------------------------------------------------------------------
Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
---------------------------------------------------------------------

[i-kan-binaguru] Bandung, 20 sept 2012 "reach for your dream"

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
Shallom teman2,

Buat yang tinggal di Bandung - ato yang mau maen ke Bandung :-)

Saya akan pimpin seminar "Reach for Your Dream" - buat para ortu.
Tentunya "dream" di sini bukan dream nya ortu yah he3x .. tapi "dream" nya anak2.
Seringkali yang terjadi adalah, para ortu cenderung "memaksakan" ato setidaknya "mengharapkan" mimpinya terwujud dalam diri anak2 mereka. Padahal, anak2 punya "dream"nya sendiri. Nah, bagaimana kita sebagai ortu bisa membantu anak menggapai "dream"nya tsb.

Seminar ini diadakan dalam rangka Open House Sekolah Bintang Mulia.
*gratis*

Kamis, 20 September 2012
Pk. 08.30 - 10.30
Sekolah Bintang Mulia
Jl. Mekar Kencana 1
Kompleks Mekar Wangi
Bandung

GBU all,
Moderator (meilania).

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

[i-kan-humor] [e-Humor] 2101 September/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2101, September 2012

Shalom,

Anda punya binatang peliharaan kesayangan? Tokoh humor kita kali ini sangat menyayangi anjingnya. Saking sayangnya, dia ingin supaya anjingnya nyaman dan tidak mengganggu orang lain. Simak kisahnya, yuk! Simak juga jawaban kuis dari pelanggan minggu lalu, dan kuis selanjutnya :).

Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2101. TIDAK BOLEH MENAIKI KURSI

Saat hujan deras, seorang wanita membawa anjingnya untuk naik bis. Anjingnya memiliki tubuh besar dan kaki yang sangat kotor. Wanita itu berkata kepada kondektur, "Pak, saya akan membayar tempat untuk anjing saya agar bisa duduk di kursi penumpang."

Kondektur menatap anjing itu, kemudian ia menjawab, "Tentu saja, ia boleh duduk di kursi seperti penumpang lain. Tetapi seperti penumpang lain juga, ia tidak boleh menempatkan kakinya di atas kursi."

[Sumber diterjemahkan dan disunting dari: http://lib.ru/ANEKDOTY/englhum.txt]

"Apabila engkau melihat keledai saudaramu atau lembunya rebah di jalan, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; engkau harus benar-benar menolong membangunkannya bersama-sama dengan saudaramu itu." (Ulangan 22:4) < http://alkitab.sabda.org/?Ulangan+22:4 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 140: "Apakah pekerjaan Kain?"

- Tuti Karolina < tutik(at)xxx > = Petani
- Budi < buditri(at)xxx > = Pekerjaan kain adalah seorang petani dan pembunuh
- Anny S < godwithanny5ms(at)xxx > = Petani (Kejadian 4:2)
- Agreice Hady < agreiceh(at)xxx > = Petani
- Candragunawan51 < candragunawan51(at)xxx > = Berkebun
- Andre Tan < antan82(at)xxx > = Kain menjadi petani (Kejadian 4:2)
- Vera < binamandiri(at)xxx > = Pekerjaan Kain adalah Petani

Jawaban e-Humor: Petani (Kejadian 4:2)

Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Silakan menjawab kuis selanjutnya, ya!

Kuis minggu ini 141: "Besar kecilnya aku tidak jadi masalah, aku tetap bisa melindungi. Aku selalu berada di bagian paling atas dari tubuh manusia. Siapakah aku?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

TRS: (e-SH) 14 September -- Yosua 14:6-15 - Tetap sama, tidak berubah

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Kam, 13 Sep 2012 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 14 September -- Yosua 14:6-15 - Tetap sama, tidak berubah

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 14 September 2012
Ayat SH: Yosua 14:6-15

Judul: Tetap sama, tidak berubah

Banyak tokoh pemimpin, termasuk tokoh Alkitab, yang mengawali karier
dan iman mereka dengan baik, tetapi mengakhiri dengan kegagalan
dan kehancuran. Bacaan hari ini memaparkan tokoh Alkitab yang
tetap setia beriman kepada Allah dan berkarakter baik meskipun
sudah berusia lanjut, yaitu Kaleb.

Melalui perkataan Kaleb kepada Yosua dan klaimnya terhadap janji
Tuhan, kita bisa meneladani Kaleb dalam tiga hal. Pertama,
berkaitan dengan Tuhan. Kaleb selalu beriman dan setia mengikut
Tuhan sepenuh hati (8, 9, 14), meskipun sudah berlalu empat puluh
lima tahun dan saat itu ia berusia delapan puluh lima tahun. Ini
terjadi karena Tuhan memelihara dan menopang hidupnya.

Kedua, berkaitan dengan diri sendiri. Kaleb adalah seorang yang
bertanggung jawab dalam menjaga kesehatannya. Ia tetap kuat dan
bersemangat untuk menaklukkan musuh, sekalipun ia sudah berusia
lanjut.

Ketiga, berkaitan dengan orang lain. Ini terlihat ketika ia menagih
apa yang Tuhan janjikan kepadanya melalui Yosua. Mungkin saja
Yosua melupakan janji itu, tetapi dengan sikap lemah lembut Kaleb
datang untuk mengingatkan Yosua supaya Kaleb dan keturunannya
mendapatkan tanah warisan. Itu memang layak, karena Kaleb telah
berjuang menghadapi musuh bangsanya dengan tidak takut dan gentar
(15), padahal musuhnya adalah orang Enak, yang adalah raksasa
(Bil. 13:3). Dalam kesemuanya itu, Kaleb menyadari bahwa Tuhan
menyertai dia.

Dari Kaleb, kita belajar untuk taat dan beriman kepada Allah dengan
setia di sepanjang hidupnya. Pertambahan usia tidak melemahkan
imannya kepada Tuhan, juga tidak melemahkan semangatnya untuk
menjalankan perintah Tuhan sehingga janji Tuhan digenapi didalam
hidupnya. Adakah semangat kita tetap menyala-nyala dalam
perjalanan hidup kita mengiring Tuhan? Adakah kita tetap berhasrat
untuk maju di dalam iman meski kita tahu bahwa jalan di depan kita
terjal dan berbatu-batu? Kiranya kita belajar untuk memelihara
kesetiaan dan semangat kita untuk hidup bagi Tuhan.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2012/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yosua+14:6-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+14:6-15

Yosua 14:6-15

6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu
berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau
tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu,
tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.
7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba
TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku
pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.
8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan
aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN,
Allahku, dengan sepenuh hati.
9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang
diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan
anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti
TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku,
seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun
lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama
itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah
berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh
Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku
sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan
TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu
itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan
berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau
mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron
kepadanya menjadi milik pusakanya.
14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune,
orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti
TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.
15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling
besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti
berperang.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4410477-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa0610@hub.xc.org

(e-RH) September 14 -- SABAT UNTUK MANUSIA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 14 September 2012
Bacaan : Markus 2:23-28
Setahun: Daniel 7-9
Nats: Lalu kata Yesus kepada mereka, "Hari Sabat diadakan untuk
manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat." (Markus 2:27)

Judul:

SABAT UNTUK MANUSIA

Meski memahami bahwa Sabat dirancang Tuhan sebagai hari
perhentian, bagi banyak orang kristiani yang aktif di gereja, Sabat
justru hari yang melelahkan. Ada banyak pelayanan atau acara gereja
yang dilangsungkan pada hari itu. Akibatnya, bukan berkat Tuhan yang
dirasakan, tetapi setumpuk kepenatan.


Masalah ini bukan masalah baru. Sibuk di hari Sabat sudah biasa bagi
para imam di zaman Perjanjian Lama. Hal ini dikutip Yesus untuk
menegur orang Farisi yang menghakimi para murid-Nya (ayat 23-24).
Orang Farisi sibuk dengan berbagai larangan, namun mengabaikan
maksud Tuhan sendiri atas hari Sabat. Jelas menurut Yesus, Tuhan
merancang Sabat bukan sebagai aturan yang memberatkan (ayat 27).
Sabat ditetapkan Tuhan untuk kebaikan manusia, sehingga dapat
beristirahat dan menikmati berkat Tuhan secara khusus (bdk. Kejadian
2:1-3, Keluaran 20:8-11). Tindakan orang Farisi menyempitkan makna
Sabat pada ritual dengan banyak aturan, padahal Sabat menunjukkan
hati Tuhan yang begitu mengasihi ciptaan-Nya, termasuk para murid
yang sedang butuh makanan.



Apakah Sabat menjadi beban atau sukacita bagi Anda? Apakah yang
menjadi fokus Sabat Anda: Kristus atau ritual ibadah dan pelayanan?
Jika hari Minggu adalah hari yang "sibuk" bagi Anda, pikirkanlah
satu hari perhentian lainnya sebagai hari di mana Anda benar-benar
dapat beristirahat dan menikmati Tuhan secara khusus. Alkitab
menyebutkan satu dari enam hari haruslah dikuduskan sebagai hari
Sabat. Entah itu hari Sabtu, Minggu, Senin, atau hari lainnya, yang
terutama adalah Tuhan menjadi pusat dan sumber sukacita kita, bukan
yang lain. --MEL

SABAT ADALAH PERINGATAN AKAN KASIH TUHAN YANG MENYELAMATKAN
DAN MEMBAWA SUKACITA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-09-14
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Markus+2:23-28

Markus 2:23-28

23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang
gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir
gandum.
24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka
berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
25 Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang
dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya
kekurangan dan kelaparan,
26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat
sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu--yang tidak boleh
dimakan kecuali oleh imam-imam--dan memberinya juga kepada
pengikut-pengikutnya?"
27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk
manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Daniel+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+7-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Wednesday, September 12, 2012

BULETIN DOA - Edisi September 2012, Vol.04 No.62 -- Doa Adalah Perjuangan Iman (1)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BULETIN DOA -- Doa Adalah Perjuangan Iman (1)
Edisi September 2012, Vol.04 No.62

DAFTAR ISI
RENUNGAN DOA: BERDAMAI DENGAN TUHAN
ARTIKEL DOA: DOA ADALAH PERJUANGAN IMAN 1

Shalom,

Bagi beberapa orang, berdoa adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban dalam beragama. Ketika doa tidak kunjung dijawab, mereka pun cepat putus asa dan berpaling dari Allah. Dalam edisi ini, kami akan membagikan artikel yang membahas doa sebagai perjuangan iman. Karena artikel ini cukup panjang, maka kami membaginya menjadi dua edisi -- 62 dan 63, sehingga Anda lebih mudah untuk menyimak dan menarik nilai-nilai, serta prinsip yang dapat membangun kehidupan doa Anda. Kiranya artikel yang kami sajikan dapat meneguhkan kehidupan doa Anda. Selamat menyimak, selamat bertumbuh dalam iman. Tuhan Yesus memberkati!

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo
< http://doa.sabda.org >


RENUNGAN DOA: BERDAMAI DENGAN TUHAN

Tuhan akan mendengarkan doa semua orang yang meminta belas kasihan-Nya melalui perantaraan Tuhan Yesus. Dia tidak pernah memandang rendah jeritan orang yang menyesal karena dosa. Dia adalah Allah yang siap mendengar semua orang yang ingin berdamai dengan-Nya. Namun, dalam beberapa hal Allah memang tidak mendengar doa dan mengabulkan permintaan orang-orang berdosa karena mereka masih berkubang di dalam dosa. Bila Dia memaklumi perbuatan mereka, berarti Dia menyetujui perbuatan dosa mereka. Namun, bila mereka bertobat dan berseru kepada Yesus Kristus, Dia akan mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka. Tetapi, jika mereka tidak berdamai terlebih dulu dengan Dia, maka doa-doa mereka akan berlalu seperti angin.

Kunci emas untuk membuka pintu surga tidak mungkin digantungkan di pinggang seorang pemberontak. Dan lagi, Allah tidak mendengar perkataan semua anak-Nya dengan cara yang sama, atau selalu sama setiap waktu karena tidak setiap orang percaya kuat dalam doa. Bacalah Mazmur 99 dan Anda akan menemukan perkataan seperti ini: "Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan dan Ia menjawab mereka." Ya, Dia menjawab mereka -- Musa, Harun, Samuel. Dia menjawab doa mereka karena kehidupan mereka tetap memuliakan Dia.

Ketika anak-anak Allah mengetahui doa-doa mereka tidak dikabulkan, sebaiknya mereka menyelidiki dan mencari tahu mengapa doa mereka terhalang.

Diambil dari:
Judul buku: Waktu Teduh Bersama Charles Spurgeon
Judul asli buku: Quiet Times with Charles Spurgeon
Penulis: Charles Spurgeon
Penerjemah: Haniel Eko N.
Penerbit: Gloria Graffa, Yogyakarta 2004
Halaman: 70


ARTIKEL DOA: DOA ADALAH PERJUANGAN IMAN 1

"Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: 'Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Berapa waktu lamanya hakim itu menolak tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.' Kata Tuhan: 'Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia akan mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang adakah Ia mendapati iman di bumi?'" (Lukas 18:1-8)

Melalui perumpamaan yang dikemukakan-Nya kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus mengingatkan bahwa doa merupakan pergumulan yang menuntut keuletan dan ketangguhan. Melalui perumpamaan ini, ada beberapa hal yang perlu direnungankan. Sebagai orang percaya, kita tahu apa yang harus kita perbuat saat bergumul dan berdoa kepada Allah. Pertama, Tuhan Yesus mengawali perumpamaan-Nya dengan kalimat pembuka yang menegaskan, agar kita selalu berdoa dan berjaga-jaga dengan tidak jemu-jemu. Bilamana doa hanya merupakan kewajiban atau tanggung jawab kekristenan saja, atau dapat pula di katakan hanya merupakan bagian dari tata keagamaan belaka, maka doa akan menjadi suatu beban berat dan sulit untuk dilakukan.

Bagi banyak orang, doa merupakan pekerjaan yang membosankan; apalagi jika orang itu tengah bergumul dan mengharapkan pertolongan dari Tuhan. Setelah sekian lama ia bergumul dan tidak ada tanda-tanda akan datangnya pertolongan, rasa jemu, kesal, dan kecewa biasanya mulai menjangkiti hatinya. Saat jiwa dalam kondisi tidak stabil seperti ini, kekecewaan terhadap Tuhan akan semakin bertambah-tambah. Kekecewaan seseorang terhadap Tuhan karena doanya tidak terwujud seperti yang ia inginkan terjadi karena orang tersebut tidak mengerti dengan benar arti atau presepsi doa yang sesungguhnya. Kalau saja ia mengerti, kekecewaan itu tidak perlu terjadi karena kekecewaan terhadap Tuhan hanya akan memperuncing persoalan.

Melalui perumpamaan tentang seorang janda yang datang kepada hakim yang lalim ini, kita dapat belajar banyak hal. Perhatikan bagaimana kegigihan janda itu dalam berjuang dan memohon kepada si hakim lalim, agar ia bersedia memenangkan perkaranya. Meskipun sudah berulang kali datang dan ditolak, janda ini tidak menyerah begitu saja. Sebaliknya, ia tetap maju dan berusaha untuk meluluhkan hati si hakim. Janda ini tidak memedulikan harga diri atau perasaan kecewa karena ditolak dan tidak dihargai. Sekalipun berulang kali ditolak, penolakan bukanlah benteng terakhir yang tidak mungkin dapat diterobos. Bagi sang janda, setiap penolakan merupakan keberhasilan yang tertunda, bukan akhir dari segala usahanya. Sekalipun ia hanya seorang janda, tidak ada suami yang dapat membantunya memperjuangkan perkara, bahkan tanpa dukungan dari siapa pun, ia masih memiliki dukungan dari dirinya sendiri yaitu tekad dan kemauan keras untuk menang dan berhasil! Olehnya, segala perasaan yang dapat meracuni semangat dan kegigihan hatinya, ia tepis jauh-jauh. Ia tahu persis kegigihannya pasti membuahkan hasil.

Sang janda itu tidak peduli seberapa lalim hakim yang harus dihadapinya. Entah hakim lalim itu masih memunyai rasa belas kasihan atau tidak, ia tidak peduli. Bagi si janda, yang penting saat ini adalah berusaha dan berjuang dengan gigih untuk memenangkan perkaranya karena hanya itulah harapan yang tersisa di dalam hidupnya. Sebagai orang beriman, kita juga harus memahami makna kegigihan dalam iman Kristen, sebagaimana digambarkan oleh si janda ini dalam perumpamaan yang dikisahkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan mengingatkan kita bahwa doa adalah perjuangan iman. Di dalam perjuangan, kita harus memiliki modal yang bernama tekad dan kemauan keras serta siap menghadapi berbagai risiko.

Di dalam Alkitab, banyak diberikan contoh tentang tokoh pejuang iman yang dengan gigih berdoa kepada Tuhan. Sekalipun telah berseru-seru kepada Allah dan seolah-olah tidak memperoleh hasil dari jeritan dan seruannya, mereka tidak menyerah begitu saja. Sebaliknya, mereka tetap maju, bertelut di hadapan Allah, dan berseru memanggil nama-Nya dengan pengharapan agar tangan-Nya terulur menolongnya. Seperti yang dilakukan Daud tatkala ia berdoa kepada Tuhan, "Berapa lama lagi TUHAN, Kau lupakan aku terus menerus? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?" (Mazmur 13:2-3)

Melalui seruan dalam ayat tersebut, kita dapat mengetahui betapa hebat ketakutan dan kesulitan yang tengah dialami oleh sang pendoa -- Daud. Empat kali ia berseru dan bertanya kepada Allah, dengan kalimat pembuka pertanyaan yang menyatakan kesabarannya dalam penantian yang seolah tanpa kepastian. "Berapa lama lagi, TUHAN, Kau lupakan aku terus menerus?" Setelah sekian lama berdoa dan seolah-olah tidak mendapat tanggapan apa-apa dari Tuhan, ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran mulai merayapi hati Daud. Ia bertanya-tanya di dalam hati, apakah benar Tuhan telah melupakannya sehingga Ia tidak lagi sudi mendengarkan dan memedulikan hamba yang diurapi-Nya?

Tidak biasanya Tuhan berbuat demikian kepada Daud. Tetapi mengapa kini Ia seolah-olah telah mencampakkannya dan melupakannya? Mengapa seolah Tuhan tidak memedulikan permohonannya lagi? Benarkah Allah telah melupakannya? Seandainya benar demikian, bagi Daud masih ada kesempatan untuk memohon kepada-Nya. Oleh sebab itu, setelah satu kali memohon dan seolah telah dilupakan Allah, dengan bermodalkan iman dan keyakinan bahwa kasih setia Allah kekal selamanya, Daud berkata, "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:5) Daud tidak menyerah begitu saja.

Saat ia masih menjadi seorang gembala domba milik keluarganya, Allah dengan kasih setia-Nya telah memanggilnya dan mengurapinya serta mengangkatnya menjadi raja atas umat-Nya. TUHAN juga yang telah membuat tangannya terampil dan selalu memenangkan peperangan, sehingga Goliat dan pasukannya dikalahkan oleh pertolongan Allah. Bagi Daud, tidak ada alasan untuk tidak tetap bersandar kepada pertolongan dan kasih setia Allah. Terlalu banyak hal yang ajaib yang telah Allah perbuat bagi dirinya. Berbekalkan pengharapan itulah, untuk kedua kalinya, ia datang kembali kepada Allah dan memohon belas kasih-Nya, "Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajahMu terhadap aku?" Atau dengan kata lain, Daud ingin bertanya sampai kapan ia harus menanti tanpa kepastian? Mungkinkah Tuhan sudah bosan atau jemu melihat wajah Daud yang setiap kali berseru dan memanggil Dia, sehingga Allah menyembunyikan wajah-Nya dan tidak berkenan memandang Daud? Sampai kapankah Tuhan akan tetap bersikap tidak peduli kepadanya?

Bilamana Tuhan sudah menyembunyikan wajah-Nya dan tidak lagi mau peduli, kepada siapa lagi Daud harus berseru? Kenyataan seperti yang sedang dialami Daud memang sangat menyakitkan. Dalam kondisi yang sangat kritis seperti ini, hanya Tuhanlah satu-satunya pertolongan. Namun, kini Ia tidak berkenan ditemui, bahkan menyembunyikan wajah-Nya. Walaupun demikian, Daud tidak menyerah. Ia tidak ingin terperangkap oleh perasaan hatinya. Ia tidak ingin memunyai praduga yang salah terhadap Allah. Sebab itu, ia berseru dan bertanya kembali, "Berapa lama lagi aku harus menaruh kekhawatiran dalam diriku dan bersedih hati sepanjang hari?" Sampai kapan harus terombang-ambing dalam penantian yang tiada berujung pangkal ini? Sampai kapan kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan, beramai-ramai berkecamuk dan menggerogoti jiwa? Sampai kapan kenyataan pahit ini akan berlalu dan bilakah tangan Allah akan terulur untuk menolong?

Tenggorokan serasa telah kering dan air mata pun turut mengering. Entah sampai kapan kenyataan pahit seperti ini akan berlangsung. Jeritan dan seruan yang telah ditujukan kepada Tuhan, seolah membentur pada tembok bisu yang tidak mampu memberi tanggapan apa-apa, sementara musuh semakin mendekat dan kegarangannya semakin menjadikan hati ini hancur tanpa pengharapan. Sekalipun tak satu pun dari jerit dan permohonan Daud yang mendapat tanggapan dari Allah, namun benarkah Allah telah meninggalkan dan tidak peduli lagi kepada Daud, orang yang dipilih dan diurapi-Nya sendiri itu? Walaupun demikian Daud tidak menyerah begitu saja. Ia masih berharap dan bersandar kepada Allah karena ia tahu dan sadar dengan segenap hati bahwa Tuhan tetaplah satu-satunya pertolongan yang dapat diandalkan.

Untuk keempat kalinya, ia bertanya kepada Allah, "Berapa Lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?" Ketika jiwanya mulai tertekan, Daud masih memiliki penghiburan lain. Dengan cara mengingat-ingat perbuatan baik yang dilakukan TUHAN di masa lalu, ia memperoleh kekuatan baru untuk berharap kepada Allah. Sama seperti yang tengah dialami oleh Bani Korah, tatkala mereka tengah ketakutan di padang belantara nan gersang, di mana musuh mengepung sambil mengolok-olok dan mengejek, bahwa seolah-olah Allah Israel tidak mampu lagi berbuat apa-apa untuk umat-Nya: "Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: 'Di mana Allahmu?' Mengapa engkau tertekan hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya. Penolongku dan Allahku! Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon dan gunung Mizar." (Mazmur 42:3-4, 6-7)

Orang-orang beriman senantiasa tetap akan memiliki pengharapan kepada Allah, sekalipun seolah-olah Tuhan tidak memberi tanggapan terhadap doa dan seruan umat-Nya. Itu tidak berarti bahwa tidak ada pengharapan untuk memperoleh pertolongan dari Allah. Melalui sikap dan kegigihan Daud di dalam doanya, kita memperoleh suatu pelajaran berharga. Doa bukanlah sekadar sarana untuk memaksa tangan Allah supaya terulur untuk mengatasi persoalan yang tengah kita hadapi. Doa juga bukan merupakan sarana untuk menuntut atau menyudutkan Allah karena janji-janji-Nya kepada kita. Memang benar bahwa orang beriman hidup dari iman, yaitu bersandar kepada janji-janji Allah. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa janji Allah bukanlah alat yang dapat kita gunakan untuk memaksa Allah menjawab dan memenuhi keinginan kita.

Oleh karena itu, kita harus mengerti dengan benar akan presepsi doa yang sesungguhnya. Doa adalah perjuangan iman, di mana orang yang tengah berdoa harus memotivasi dirinya dengan tekad dan kegigihan untuk tetap berharap dan bersandar kepada Allah. Sekalipun seolah Allah tidak memberi tanggapan, tidak berarti bahwa pendoa harus menyerah begitu saja. Oleh sebab itu, sekalipun sudah empat kali ia berseru dan tidak memperoleh jawaban, Daud masih tetap memiliki keyakinan, iman, dan pengharapan kepada Allah: "Pandanglah kiranya, jawablah aku, Ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, supaya musuhku jangan berkata: 'Aku telah mengalahkan dia,' dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah." (Mazmur 13:4)

Dalam Mazmur 13:4-5, dengan tegas Daud menunjukkan sikapnya yang konsisten dan imannya yang stabil. Ia pun berseru dan memproklamasikan bahwa Tuhan tetap sebagai Allahnya. Tidak ada Allah lain yang dapat menggantikan kedudukan Allah. Sekalipun segala sesuatunya tampak suram tanpa pengharapan, "Sekalipun Engkau belum datang untuk menolong aku, Engkau, TUHAN, tetaplah Allahku. Allahku bukanlah kekuatanku sendiri. Allahku bukanlah hartaku. Allahku bukanlah kekuasaanku. Allahku satu-satunya tetaplah Engkau, TUHAN! Bagaimanapun keadaanku, Engkau tetaplah Allahku! Tempatku untuk mengadu dan berseru meminta pertolongan! Demikianlah pengakuan Daud, baginya Allah adalah segala-galanya.

Kerinduan untuk menyaksikan perbuatan tangan-Nya yang dahsyat dan campur tangan Allah di dalam mengatasi kesulitan yang tengah di hadapinya tetaplah membara. Meski telah sekian lama menanti tanpa kepastian, Daud tetap menanti dengan sabar serta tetap miliki pengharapan kepada-Nya. Dengan segenap hati ia menyadari bahwa waktu Tuhan bukan waktunya, dan cara-Nya untuk bertindak tidak dapat diatur oleh kebutuhan atau kehendak Daud. "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:8-9)

Diambil dan disunting dari:
Judul majalah: Pukat, Edisi Mei - Juni 1997
Penulis: Pdp. Itnawanto
Penerbit: GBI Mawar Sharon, Jakarta 1997
Halaman: 51 -- 54


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

[e-Buku] Edisi 106/September 2012 -- Keuangan (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Buku -- Keuangan (I)
Edisi 106/September 2012

DAFTAR ISI
RESENSI: MENGATUR KEUANGAN DENGAN BIJAK
TIP: BAGAIMANA MEMILIH BUKU YANG BAIK UNTUK ANAK?
REFERENSI: BUKU-BUKU KEUANGAN DI SITUS GUBUK ONLINE

Salam kasih,

Keuangan merupakan topik pembicaraan yang cukup menarik. Uang menjadi sesuatu yang tidak bisa dijauhkan dari manusia, lebih-lebih pada masa segala sesuatu harus dibayar dengan uang. Semakin banyak pemasukan yang kita terima pun akan diikuti dengan bertambahnya kebutuhan yang harus kita penuhi. Oleh sebab itu, perlu hikmat bijaksana untuk mengaturnya, agar kita tidak jatuh dalam ikatan utang. Bulan ini, e-Buku hadir dengan tema Keuangan. Untuk edisi pertama bulan ini, Anda dapat menyimak resensi buku karangan Larry Burkett tentang mengatur keuangan. Selain itu, e-Buku juga menyajikan tip bagaimana memilih buku yang baik untuk anak, sebagai upaya untuk membudayakan kegiatan membaca pada anak-anak Anda. Apakah Anda ingin mencari buku-buku keuangan yang lain? Anda dapat menemukan jawabannya di kolom Referensi. Selamat membaca!

Pemimpin Redaksi e-Buku,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://gubuk.sabda.org/ >


"Negara ini tidak akan menjadi negara beradab kecuali kita mau mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli buku daripada untuk membeli permen karet." (Elbert Hubbard)


RESENSI: MENGATUR KEUANGAN DENGAN BIJAK

Judul buku: Mengatur Keuangan dengan Bijak
Judul asli: Using Your Money Wisely
Penulis/Penyusun: Larry Burkett
Penerjemah: C. Th. Enni Sasanti, S.P.
Editor: Margaret D. Gunawan
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Ukuran buku: 14,5 x 21 cm
Tebal: 316 halaman
ISBN: --
Buku Online: --
Download: --

Berkat Tuhan yang diberikan kepada manusia sangat banyak. Salah satu berkat yang diberikan Tuhan adalah uang. Namun demikian, kita harus bijaksana dalam mengelolanya dan tidak menggantungkan hidup kita kepada berkatnya -- uang. Firman-Nya selalu mengingatkan bahwa cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Untuk itu, kitalah yang seharusnya menguasai uang dan memakainya, untuk memenuhi kebutuhan dan melayani Tuhan; bukan sebaliknya, membiarkan diri kita diperbudak olehnya.

Larry Burkett, seorang penulis yang produktif, menulis sebuah buku yang dapat menolong Anda untuk mengelola uang dengan bijak. Melalui bukunya yang diterbitkan Moody Press pada tahun 1985 ini, Larry Burkett mengingatkan untuk menggunakan uang, pemberian Tuhan, untuk hal-hal yang benar. Mulai dari bagaimana bersikap dengan uang, bagaimana gereja bisa menjadi saluran berkat bagi jemaat, pandangan tentang asuransi dan investasi, hal pinjam-meminjam, pandangan tentang bisnis, keuangan dalam keluarga, hingga seperti apakah pelayanan pendanaan ditinjau dari segi Alkitab. Semuanya dipaparkan secara sistematis. Enam bagian besar tersebut dibagi-bagi ke dalam 59 bab. Larry Burkett sangat jeli dalam mengobservasi hal-hal yang terjadi di masyarakat dan menggunakannya sebagai bagian dari penjelasannya. Dengan demikian, setiap bab dalam buku ini sangat relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Bahkan, meskipun buku ini sudah diterbitkan 27 tahun yang lalu, isinya tetap cocok dengan kehidupan saat ini. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat dan gereja saat ini, dapat diatasi dengan pedoman-pedoman yang disampaikan dari buku ini. Gaya penulisan buku ini termasuk istimewa karena isinya dibagi menjadi dua kolom seperti koran. Hal ini cukup efektif untuk membuat pembaca tidak merasa lelah menyimak buku yang cukup tebal ini dengan pembahasannya yang panjang. Sebagai buku terjemahan, bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami.

Selain dipakai sebagai referensi, buku ini juga bisa digunakan dalam pemahaman Alkitab secara pribadi maupun kelompok, khususnya mengenai topik seputar keuangan. Apakah sampai saat ini Anda masih kesulitan dalam menggunakan dan mengatur uang Anda? Baca saja buku ini dan mulailah membuat perubahan!

Peresensi: Sri Setyawati


TIP: BAGAIMANA MEMILIH BUKU YANG BAIK UNTUK ANAK?

Salah satu cara untuk mengetahui apakah buku yang kita pilih baik untuk anak-anak kita adalah dengan membaca buku itu lebih dulu. Jika kita menyukainya karena pengajaran atau bobot moral yang terkandung di dalamnya serta penyajiannya yang menarik, maka buku itu cukup baik untuk anak-anak kita.

Ada orang yang beranggapan bahwa menulis buku untuk anak-anak lebih mudah dibandingkan dengan menulis buku untuk orang-orang dewasa. Tentu saja anggapan ini tidak benar. Jauh lebih sulit menulis buku untuk anak-anak daripada untuk orang-orang dewasa.

Seorang anak bukanlah orang dewasa yang lebih kecil fisik dan jiwanya. Ia merupakan manusia yang lengkap, memunyai keinginan-keinginan khusus yang sangat berbeda dengan keinginan-keinginan orang dewasa. Karena itu, penting sekali kita mempertimbangkan hal-hal ini pada waktu kita hendak memilih buku untuk anak-anak kita.

Dewasa ini, anak-anak lebih tertarik kepada cerita-cerita realistis yang menyangkut situasi keluarga atau petualangan. Mereka menuntut adanya langkah-langkah yang cepat, penggambaran yang sangat ringkas, dan tokoh-tokoh yang meyakinkan. Mereka ingin membayangkan bahwa mereka ikut ambil bagian dalam cerita. Mereka ingin cerita itu dapat dipercaya dan kejadian-kejadian maupun tindakan-tindakannya logis serta meyakinkan.

Bagi seorang anak, buku yang baik dapat berfungsi sebagai seorang teman. Biasanya, ia akan membacanya berulang-ulang. Anak perlu mengetahui bahwa ia sama dengan anak-anak yang lain, bahwa ia tidak terpisah dan sendirian.

Buku dapat memberikan dampak yang mendalam dan abadi pada anak-anak. Buku dapat menolong mereka bertumbuh ke arah yang positif dan membangun.

Banyak negara yang kini menyadari pentingnya buku-buku cerita untuk anak-anak. Di Indonesia sendiri, selain buku-buku cerita untuk anak yang ditulis oleh penulis-penulis dalam negeri (salah satunya Arswendo Atmowiloto), kita juga melihat banyak buku cerita anak yang diterjemahkan dari bahasa asing (seperti "Lima Sekawan", yang ditulis oleh Enid Blyton, dll.).

Karena buku dapat memberikan dampak yang mendalam dan abadi pada anak-anak, kita hendaknya berhati-hati dalam memilih buku untuk mereka. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan buku yang baik dan cocok untuk anak-anak.

1. Mudah dibaca.

Jika kita hendak memilih buku-buku cerita yang baik untuk anak-anak, perhatikanlah apakah bahasa yang digunakan sederhana dan dapat diterima untuk anak-anak seusia mereka? Jika buku itu banyak menggunakan istilah-istilah atau kata-kata asing bagi mereka, ada baiknya, kita tidak memberikannya. Pilihlah buku yang kata-katanya mudah dimengerti.

2. Ceritanya menarik dan mendidik.

Cerita hendaknya dijalin dengan gaya tutur yang menarik serta memikat, sehingga anak benar-benar merasa senang dan bersemangat membacanya. Mereka dapat belajar tentang kebenaran, tanpa merasa digurui. Melalui cerita yang disampaikan, mereka dapat melihat atau meniru contoh-contoh perilaku yang baik. Mereka akan mendapat dorongan, keberanian, rasa aman, dan pengetahuan dari buku tersebut. Mereka akan tahu mana yang benar dan mana yang salah; mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

3. Banyak gambar dengan situasinya yang akrab. Misalnya, cerita-cerita tentang kehidupan anak-anak atau binatang.

4. Hurufnya agak besar dengan kalimat-kalimat yang singkat supaya anak-anak tidak cepat bosan.

5. Isinya berirama.

Anak-anak juga menyukai buku-buku yang berirama, bersajak, dan banyak pengulangan. Dalam menentukan buku yang baik untuk anak, kita harus teliti, jangan sampai salah pilih. Tetapi kita juga tidak boleh memaksa anak-anak, untuk membaca buku-buku yang menurut selera kita baik bagi mereka.

Beberapa contoh buku yang baik untuk dibaca oleh anak-anak adalah sebagai berikut.
1. Cerita-Cerita Alkitab Bergambar.
2. Cerita Bergambar Dokter Rimba.
3. The Chronicles of Narnia (C.S. Lewis).

Membaca merupakan pengalaman yang menyenangkan. Karena itu, hendaklah kita memupuknya sejak dini pada anak-anak kita dengan memilihkan buku-buku yang berbobot bagi mereka, yang menumbuhkan iman dan kasih mereka kepada Tuhan dan sesamanya, dan mendidik mereka dalam kebenaran.

Sumber:
1. Madeleine L'Engle, Choosing Children's Books dalam "Parents & Children", ed. Jay Kesler et. al., (Wheaton: Victor Books, 1987).
2. Marion van Horne, Tulislah Apa yang Kau Lihat. PT BPK Gunung Mulia, 1985, hal. 64-68.
3. Marion van Horne, The Word at Work, The Publishing Center, David C. Cook. Foundation, Elgin, Illinois, USA, 1993.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, No.620, September 1995, Tahun ke-65
Penulis: Bestiana Simanjuntak
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1995
Halaman: 27 -- 28


REFERENSI: BUKU-BUKU KEUANGAN DI SITUS GUBUK ONLINE

Dalam mengelola keuangan, kita perlu membuat rencana dan anggaran yang tepat untuk mengatur pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan. Selain buku-buku yang kami perkenalkan dalam edisi ini dan edisi sebelumnya, Anda dapat membaca referensi lainnya di situs GUBUK Online dengan judul sebagai berikut.

1. Hidup Bebas dari Belenggu Utang
==> http://gubuk.sabda.org/hidup_bebas_dari_belenggu_utang

2. Cerdas Mengelola Keuangan dalam Pernikahan
==> http://gubuk.sabda.org/cerdas_mengelola_keuangan_dalam_pernikahan

3. Bebas dari Kekurangan Uang
==> http://gubuk.sabda.org/bebas_dari_kekurangan_uang

4. Rencana Allah untuk Uang Anda
==> http://gubuk.sabda.org/rencana_allah_untuk_uang_anda

5. Terobosan Finansial - Sudut Pandang Alkitabiah tentang Keuangan
==> http://gubuk.sabda.org/terobosan_finansial_sudut_pandang_alkitabiah_tentang_keuangan


Kontak: < buku(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Ami Grace Y., dan Yonathan Sigit P.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/buku >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo