Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, February 11, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 13 -- 19 Februari 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 93 (13 -- 19 Februari 2012)

Shalom,

Kecenderungan manusia selalu mengandalkan dan mengedepankan dirinya sendiri dalam setiap pekerjaan dan segala sesuatu yang dilakukannya. Namun pada saat mengalami guncangan dalam hidup, manusia mulai mencari Tuhan. Tetap setia dalam mengandalkan dan mengutamakan Tuhan dalam setiap perkara, bawa dalam doa setiap pekerjaan dan rencana dalam hidup kita.

Selamat berdoa.

Redaksi KADOS,
Yonathan Sigit
< http://doa.sabda.org >


13 Februari 2012 -- KKR Siswa

Pada bulan Februari 2012, akan diadakan kembali KKR untuk siswa di beberapa tempat di wilayah Surakarta. KKR ini akan diikuti siswa-siswi dari jenjang TK sampai SMU. Doakan agar acara KKR dapat berlangsung dengan tertib dan damai. Doakan juga agar Tuhan melindungi dan memberi kesehatan setiap siswa, pembicara, dan panitia yang terlibat di dalamnya. Doakan juga agar melalui KKR ini, setiap siswa yang mengikuti mendapatkan pemulihan dan kekuatan yang baru di dalam Tuhan, untuk tetap setia mengikuti Dia.

14 Februari 2012 -- Seminar oleh STEMI

Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) akan menyelenggarakan Seminar Pembinaan Iman Kristen bagi Pemuda dan Seminar Guru dan Orang Tua Murid. Seminar ini akan diselenggarakan pada tanggal 16 dan 17 Februari 2012. Doakan agar acara seminar ini dapat berjalan dengan baik, tanpa ada gangguan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Doakan juga agar Tuhan memberi hikmat kepada pembicara, agar dapat menyampaikan materi seminar dengan baik, dan setiap peserta yang mengikuti seminar ini dapat mengerti dengan baik.

15 Februari 2012 -- Utusan Injil di Suku-Suku Terpencil

Jauh di pedalaman belantara Indonesia dan di lereng-lereng gunung, terdapat utusan Injil yang sedang menjalankan tugasnya untuk memberitakan Kabar Baik. Daerah terpencil tentunya menghasilkan beberapa tantangan tersendiri, seperti sulitnya akses dan kebudayaan yang cukup berbeda. Mari kita berdoa agar para utusan Injil di tempat terpencil tersebut, Tuhan berikan kekuatan dan ketekunan untuk menghadapi segala tantangan, sehingga Kabar Baik diberitakan dan jiwa dimenangkan bagi kemuliaan Tuhan.

16 Februari 2012 -- Pelayanan Pendidikan oleh Gereja

Banyak gereja terpanggil untuk membuka pelayanan sosial di bidang pendidikan. Gereja membangun sekolah, menyelenggarakan kursus-kursus, maupun mendirikan kampus untuk menjangkau masyarakat sekitar. Namun sayangnya, lambat laun beberapa instansi pendidikan yang dirintis dengan semangat kasih Kristus, cenderung berpaling mengutamakan sisi komersial dan meninggalkan visi semula. Doakan agar pelayanan pendidikan yang diselenggarakan gereja boleh menjadi berkat bagi masyarakat sekitar. Kiranya gereja diingatkan bahwa pelayanan tersebut harus dilandasi dengan prinsip-prinsip dasar kekristenan, bukan demi sasaran ketenaran dan keuntungan.

17 Februari 2012 -- Keinginan untuk Terus Belajar

Manusia cenderung ingin terus bertumbuh. Setiap saat manusia selalu ingin belajar dan belajar hal-hal baru. Apakah Anda juga salah satu di antaranya? Serahkanlah kepada Tuhan semua keinginan diri kita untuk terus belajar. Berdoalah agar Tuhan memberi Anda kemampuan dan ketekunan untuk senantiasa mengembangkan diri. Kiranya Tuhan memakai talenta kita masing-masing untuk memuliakan nama-Nya.

18 Februari 2012 -- Khotbah Hamba Tuhan

Salah satu cara para hamba Tuhan untuk menyampaikan firman Tuhan kepada jemaat adalah dengan khotbah. Sulit dimungkiri bahwa banyak jemaat yang kurang menyukai sesi khotbah dalam kebaktian di gereja. Mari kita berdoa agar para hamba Tuhan diberikan hikmat lebih lagi oleh Tuhan, sehingga khotbah yang disampaikan dapat membuat jemaat dibangun imannya.

19 Februari 2012 -- Keberanian untuk Menceritakan Kristus

Setiap orang percaya memunyai kewajiban untuk melakukan Amanat Agung. Orang yang belum percaya dapat menjadi percaya ketika bertemu dengan orang percaya yang membagikan kesaksian tentang Kristus. Karena itu, mari kita berdoa agar setiap anak-anak-Nya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberitakan tentang Kristus kepada setiap orang yang mereka temui. Doakan juga agar Tuhan memberi hikmat dan keberanian ketika menceritakan tentang Kristus kepada mereka yang belum percaya.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti, Yonathan Sigit, dan Mahardhika Dicky K.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) Februari 12 -- KOINONIA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 12 Februari 2012
Bacaan : Kisah Para Rasul 2:41-47
Setahun: Keluaran 39-40
Nats: Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam
persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan
berdoa (Kisah Para Rasul 2:42)

Judul:

KOINONIA

Persekutuan merupakan salah satu istilah yang sangat umum dalam
kekristenan. Sayang, istilah ini sering dimaknai secara dangkal.
Bagi keba nyak-an orang, kata ini sudah berarti sama dengan
pertemuan ibadah ("Datang ke persekutuan") atau suatu perkumpulan
rohani ("Menjadi pengurus persekutuan").

Kata persekutuan dalam kehidupan jemaat mula-mula diterjemahkan dari
kata Yunani koinonia (ayat 42), yang secara harfiah berarti
"memiliki atau berbagi suatu hal bersama". Perhatikan bacaan Alkitab
kita, dan kita dapat menemukan banyak hal yang dimiliki dan
dibagikan secara bersama di antara jemaat mula-mula, baik dalam
kehidupan rohani maupun keperluan jasmani. Itulah yang terjadi
ketika koinonia berfungsi sepenuhnya. Pertemuan raya di Bait Allah
dan perkumpulan di rumah-rumah menjadi penting karena melaluinya
jemaat mengalami koinonia (ayat 46). Perseku tuan yang berfungsi
sepenuhnya memikat hati banyak orang untuk datang dan beroleh
selamat (ayat 47).

Sekadar kehadiran atau bahkan kepengurusan pada sebuah persekutuan
tidak sama dengan hidup dalam koinonia. Persekutuan yang sejati
perlu memiliki koinonia dalam visi, komitmen, dan praktik hidup
sehari-hari. Kita hidup dalam zaman di mana ketidakpedulian pada
orang lain dan keberpusatan pada diri sendiri mejadi nilai-nilai
umum. Adakah dunia menemukan oasis yang memenuhkan dahaga mereka
akan koinonia di tengah persekutuan orang percaya? Bagaimana dengan
persekutuan di tempat Anda berada? --JOO

DENGAN DEMIKIAN SEMUA ORANG AKAN TAHU BAHWA KAMU
ADALAH MURID-MURID-KU, YAITU JIKALAU KAMU SALING MENGASIHI (YOHANES 13:35)

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-12
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+2:41-47

Kisah Para Rasul 2:41-47

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis
dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu
jiwa.
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam
persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti
dan berdoa.
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu
mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan
segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu
membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan
masing-masing.
46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap
hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah
masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan
gembira dan dengan tulus hati,
47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan
tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang
diselamatkan.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+39-40
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+39-40


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, February 10, 2012

(e-RH) Februari 11 -- MEMILIH NERAKA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 11 Februari 2012
Bacaan : Roma 1:18-32
Setahun: Keluaran 36-38
Nats: Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah,
yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut
dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi
mereka juga setuju dengan orang-orang yang melakukannya (Roma
1:32)

Judul:

MEMILIH NERAKA

Mungkinkah Tuhan Yang Mahakasih menjebloskan manusia ke neraka?
Pertanyaan ini pernah menggelisahkan batin saya cukup lama. Sampai
saya memahami kebenaran firman-Nya.

Dalam surat kepada jemaat di Roma, Paulus menjelaskan tentang kabar
baik keselamatan dari Tuhan. Namun sebelumnya, ia mulai dengan kabar
buruk kondisi rohani umat manusia. Tuhan menyatakan Diri supaya
manusia dapat mengenal-Nya dan memuliakan-Nya (ayat 19-20). Akan
tetapi, manusia mem belakangipenyataan-penyataan-Nya dan memberontak
melawan Pencipta-Nya (ayat 21-23). Manusia lebih suka meng ikuti
keinginan hatinya (ayat 24-25), hawa nafsunya (ayat 26-27),
pikiran-pikirannya (ayat 28-29), dan memilih untuk berkubang dalam
rupa-rupa kecemaran (ayat 30-31). Lebih celaka lagi, meski manusia
tahu konsekuensi hukumannya, mereka tidak sekadar terus melawan
Tuhan, tetapi juga bersukacita ketika orang lain ada dalam
pemberontakan yang sama (ayat 32).

Tuhan tidak menjebloskan manusia ke neraka. Para pembe¬rontak yang
akhirnya berada di neraka memilih untuk tinggal di sana. Tuhan
menghargai pilihan itu. Mengutip C.S. Lewis: "Pada akhirnya akan ada
dua macam orang: orang-orang yang berkata kepada Tuhan, 'Jadilah
kehendak-Mu, ' dan orang-orang yang kepadanya Tuhan berkata,
'Jadilah kehendakmu.'" Apakah kita sela¬ma ini menyambut anugerah
Tuhan dengan syukur dan penye rahan diri yang sungguh? Ataukah kita
lebih memilih mengikuti keingin¬an hati seraya menuduh Tuhan yang
tidak mengikuti kemauan kita sebagai Tuhan yang kurang kasih? --JOO

TUHAN YANG MAHAKASIH MENYEDIAKAN JALAN KESELAMATAN
APAKAH ANDA MENYAMBUTNYA, ATAU JUSTRU MENJAUH DARINYA?

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-11
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+1:18-32

Roma 1:18-32

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan
kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi
mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya
yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari
karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat
berdalih.
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan
Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya
pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh
menjadi gelap.
22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka
telah menjadi bodoh.
23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan
gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung,
binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang
menjalar.
24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka
akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan
memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang
harus dipuji selama-lamanya, amin.
26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang
memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan
yang wajar dengan yang tak wajar.
27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar
dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka
seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman,
laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam
diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka
Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk,
sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan
kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu
muslihat dan kefasikan.
30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar,
congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada
orang tua,
31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal
belas kasihan.
32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah,
yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut
dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi
mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+36-38
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+36-38


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Thursday, February 9, 2012

[i-kan-humor] [e-Humor] 2008 Februari/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2008, Februari 2012

Shalom,

Saat kita melakukan kesalahan dan kita tahu hal itu tidak baik bagi orang-orang di sekitar kita, seharusnya kita berusaha untuk memperbaikinya, bukan? Kalaupun hal yang tidak baik itu menguntungkan kita, janganlah kita melakukannya lagi dan lagi. Akibatnya, akan semakin sangat merugikan kita. Mau tahu contoh kasusnya? Yuk, simak humor edisi kali ini. Selamat membaca dan jangan ketinggalan jawab kuisnya ya! Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2008. KENA BATUNYA

Ita yang baru masuk SMU, masa-masa pubernya membuat dia centil dan suka menjahili orang. Kali ini, dia mendapat kata-kata baru.

Hari pertama, dia menelepon temannya: "Rin, gue sudah tahu semuanya!"

"Hah..." Suara di sana terdengar lemas.

"Ta, elu jangan bilang Indri kalau gue jalan sama cowoknya ya, Ta. Gue ada voucher makan di restoran terkenal, elu jangan bilang-bilang yah. Maaf gue cuma bisa memberi itu doang."

"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapat voucher makan gratis. Coba gue praktik lagi!"

Kali ini, Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan di dekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.

"Wa, gue sudah tahu semuanya. Ternyata gitu ya, Wa."

Dewa langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita. "Ta, lu boleh pakai mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang Papi kalau gue nge-gele yah!"

"Beres..." Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja.

"Pah," Ita mengejar Papinya yang cuek bebek "Pi, Ita mau omong."

"Ada apa sih, Ta? Papi capek nih."

"Ita sudah tahu semuanya Pi..."

Mendadak Papinya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang. "Ta, Credit Card kamu sudah Papi aktifkan lagi. Tapi jangan pernah bilang Mami soal si Ijah."

Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya, si Ijah. Ita langsung berlari tanpa sepatah kata pun.

Di luar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja di rumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tahu soal si Ijah, tapi bungkam selama ini, "Gue kerjain juga nih", pikirnya.

"Pak!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya, "Saya sudah tahu semuanya."

Pak Udi terbengong dan perlahan meneteskan air mata. Ita malah bingung.

"Ita, peluklah bapakmu ini, Sayang. Akhirnya kau tahu juga, Nak!"

[Sumber: Christian Story ==> http://www.ceritakristen.org/category/cerita-lucu]
Tanggal akses: 6 Januari 2012

"Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau." (Amsal 3:29)
< http://alkitab.sabda.org/?Amsal+3:29 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 109: "'Binatang' (bukan makna sebenarnya) apa yang kalau berjalan tidak bisa lurus?"

- Simbolon, Jimmy Pahala < jimmy.simbolon(at)xxx > = barongsai
- Anny S. < godwithanny5ms(at)xxx > = Otak udang

Jawaban e-Humor: "bebek" dikunci stang

Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu :) Nah, kuis berikutnya merupakan kuis istimewa. Kuis ini adalah kiriman dari pelanggan setia e-Humor yaitu Hari Prasetyo < hari_prasetio(at)xxx >. Bagi 5 penjawab tercepat dengan jawaban yang benar akan diundi oleh redaksi yang keputusannya tidak dapat diganggu gugat. Satu pelanggan yang beruntung akan mendapatkan sebuah buku berjudul "Family Discovery Way". Selamat menjawab :)

Kuis minggu ini 110: "Raja Salomo mempunya 700 istri dan 300 gundik, sekalipun demikian, dia mengeluh tentang istri-istrinya tersebut. Nah, di dalam kitab apa (hanya satu kitab) dan ayat berapa saja (ada beberapa ayat) keluhan itu dimuat, sebutkan pasal dan ayatnya saja."

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih, Amy Grace Y.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

(e-RH) Februari 10 -- TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 10 Februari 2012
Bacaan : Matius 13:24-30,36-43
Setahun: Keluaran 33-35
Nats: Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan
mengumpulkan dari dalam kerajaan-Nya segala sesuatu yang
menyebabkan orang berbuat dosa dan semua orang yang melakukan
kejahatan (Matius 13:41)

Judul:

TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?

Ketika mengikuti berita dan mengamati berbagai peristiwa tiap
hari, kita mendapati kehadiran dan daya rusak kejahatan begitu
merajalela. Kita bertanya, "Bagaimana mungkin Tuhan yang baik dan
berkuasa mem biarkan kejahatan?" Jika Tuhan Maha baik, Dia ingin
mengalahkan kejahat an. Jika Tuhan Mahakuasa, Dia dapat me nga
lahkan ke-jahatan. Tapi, kejahatan ma sih ada di mana-mana. Rabbi
Harold Kushner menyimpulkan dalam buku la risnya When Bad Things
Happen to Good People: Tuhan ingin agar manusia bahagia, tapi kadang
Dia tak cukup berkuasa mendatangkan hal-hal baik yang Dia inginkan.

Pandangan tentang Tuhan yang terbatas gagal memahami bahwa Tuhan
belum selesai bertindak terhadap kejahatan. Tuhan Yesus menjelaskan
kebenaran ini melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang lalang di
antara gandum (ayat 24-30). Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus
untuk menerangkan bagaimana kejahatan akan tetap ada sebelum akhir
zaman, namun akan tiba saatnya di mana segala kejahatan serta para
pelakunya mendapat hukuman yang setimpal (ayat 40-42). Kebenaran
Tuhan akan ditegakkan atas seluruh ciptaan.

Tuhan Mahabaik dan Mahakuasa. Fakta bahwa Tuhan belum melenyapkan
kejahatan saat ini tidak berarti Dia tidak akan melenyapkannya pada
masa yang akan datang. Dia dapat dan akan melakukannya, dalam waktu
dan hikmat-Nya (lihat juga 2 Petrus 3:7-12). Apa yang kita pikirkan
tentang Tuhan ketika melihat atau mengalami hal-hal yang buruk dalam
hidup? Mari memperbarui pengharapan, penghormatan, dan penundukan
diri kita kepada-Nya, Tuhan yang sungguh Mahabaik dan Mahakuasa.
--JOO

KEJAHATAN TAK MENGUBAH FAKTA TUHAN ITU MAHABAIK-MAHAKUASA
DIA AKAN MEMBERESKAN KEJAHATAN PADA WAKTU-NYA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-10
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+13:24-30,36-43

Matius 13:24-30,36-43

24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka,
kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan
benih yang baik di ladangnya.
25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya
menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu
pergi.
26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah
lalang itu.
27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan
berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang
tuan? Dari manakah lalang itu?
28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah
hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi
mencabut lalang itu?
29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut
tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada
waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah
dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar;
kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang.
Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah
kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah
Anak Manusia;
38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan
lalang anak-anak si jahat.
39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai
ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api,
demikian juga pada akhir zaman.
41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan
mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang
yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan
terdapat ratapan dan kertakan gigi.
43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti
matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah
ia mendengar!"

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+33-35
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+33-35


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Wednesday, February 8, 2012

BULETIN DOA - Edisi Februari 2012, Vol.04 No.48 -- Berdoa Bersama Orang Lain

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BULETIN DOA -- Berdoa Bersama Orang Lain
Edisi Februari 2012, Vol.04 No.48

DAFTAR ISI
RENUNGAN DOA: MENANTI SAMPAI JIWA KITA MATANG
ARTIKEL DOA: BERDOA BERSAMA ORANG LAIN
KESAKSIAN DOA: MENGAPA AKU DATANG
STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Shalom,

Yesus pernah mengajar para murid untuk memiliki waktu doa pribadi dan tersembunyi dari orang lain (Matius 6:6) tetapi tidak berhenti di situ, Tuhan juga mengajarkan kepada para murid untuk berdoa bersama-sama dengan orang lain yang memiliki seruan doa yang sama (Matius 18:19-20), sehingga mereka dapat saling mendukung dan memiliki kesatuan hati di dalam Bapa. Dalam edisi ini, kami mengajak Anda untuk menyimak apa saja yang perlu diperhatikan, ketika mengambil keputusan untuk berdoa bersama saudara seiman kita. Kiranya artikel ini menjadi berkat bagi Anda semua, untuk membangun kelompok doa yang berkenan di hadapan Bapa. Selamat membaca dan selamat berdoa. Tuhan Yesus memberkati!

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo
< http://doa.sabda.org >


RENUNGAN DOA: MENANTI SAMPAI JIWA KITA MATANG

Pandanglah ke atas dan lihatlah Allah yang besar di atas takhta. Dia adalah Kasih. Tiada henti dan tak terkatakan betapa Dia ingin menyatakan kebaikan dan berkat-Nya bagi semua ciptaan-Nya. Dia rindu dan selalu senang memberkati. Dia memunyai tujuan-tujuan yang mulia bagi setiap anak-Nya, yaitu untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya di dalam mereka, melalui kuasa Roh Kudus. Dia menunggu dengan kerinduan hati seorang Bapa. Dia menanti-nanti, agar dapat menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada Anda.

Setiap kali Anda datang untuk menanti-nantikan Dia, atau berusaha membangun kebiasaan untuk menanti-nantikan Allah dalam hidup sehari-hari, Anda dapat memandang ke atas dan melihat bahwa Dia siap berjumpa dengan Anda, sedang menunggu saat untuk menyatakan kemurahan hati kepada Anda. Ya, setiap saat yang Anda lalui dalam belajar untuk menanti-nantikan Allah, pandanglah dengan mata iman bahwa Allah juga sedang menanti Anda.

Jika Anda bertanya, "Bagaimana mungkin? Jika Dia menanti untuk menunjukkan kemurahan-Nya, mengapa saat aku sudah menghampiri dan menantikan Dia, Dia tidak memberikan pertolongan yang saya perlukan, malah mengulur-ulur waktu lebih lama lagi?" Maka jawabannya adalah bahwa Tuhan itu seperti petani bijak yang "menantikan hasil yang berharga dari tanahnya, dan menanti dengan sabar". (Yakobus 5:7) Dia tidak bisa menuai buah sebelum matang. Dia tahu kapan kita siap secara rohani, untuk menerima berkat yang menguntungkan kita dan memuliakan Dia. Menanti dalam sinar kasih-Nya, akan mematangkan jiwa kita dalam menerima berkat-Nya.

Diambil dari:
Judul asli buku: Quiet Times With Andrew Murray
Judul buku terjemahan: Waktu Teduh Bersama Andrew Murray
Penulis: Andrew Murray
Penerjemah: Leonard C. Epafras
Penerbit: Gloria Graffa, Yogyakarta 2004
Halaman: 10


ARTIKEL DOA: BERDOA BERSAMA ORANG LAIN

Memunyai rekan doa adalah suatu cara yang indah untuk bertumbuh di dalam Tuhan," demikian kesaksian seorang aktivis pelayanan mahasiswa. Kenyataan ini memang telah terbukti dalam pengalaman mereka yang mempraktikkannya. Jika dua atau tiga orang Kristen rindu dan rela meluangkan waktu untuk bersama-sama menghampiri Allah dalam doa, serta berjanji untuk setia hadir secara teratur, maka mereka dapat menjadi rekan doa dan memulai suatu persahabatan doa. Persekutuan dalam doa antara dua tiga orang ini merupakan suatu cara yang efektif untuk belajar tentang apa artinya saling mendukung, saling memberi dorongan, saling menanggung beban, saling melayani, dan bertumbuh di dalam Tuhan. Anda akan merasakan betapa besarnya kuasa doa itu untuk seluruh jemaat atau persekutuan Kristen Anda. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, agar persahabatan doa ini berhasil.

1. Komitmen

Rekan-rekan doa bukanlah "teman bermain", yang bertemu secara teratur untuk ambil bagian dalam suatu aktivitas bersama. Mereka adalah saudara-saudara dalam Kristus, yang rela memberikan dirinya maupun waktunya, dalam suatu persekutuan yang unik. Mengajak orang lain untuk memasuki kehidupan doa kita bukanlah hal yang gampang. Perlu ada kerelaan masing-masing untuk bersikap terbuka dan jujur satu sama lain. Keterbukaan yang tulus dan akrab ini mengandung risiko: kelemahan-kelemahan kita, yang biasanya kita tutup-tutupi, akan diketahui oleh rekan kita. Namun janganlah kecil hati. Risiko ini adalah sesuatu yang diperkenan oleh Tuhan, dan melalui keterbukaan itu, Ia bekerja menyempurnakan pribadi masing-masing. Rekan-rekan doa yang Tuhan berikan kepada Anda adalah pribadi yang istimewa. Oleh karena itu, dalam membina doa bersama, jangan habiskan waktu dengan mencoba mengubah mereka menjadi pribadi seperti yang Anda inginkan. Jadikan waktu doa bersama itu sebagai waktu singkat untuk menikmati bersama hadirat Tuhan.

2. Prioritas

Kesungguhan dalam komitmen kepada Allah dan kepada sesama rekan doa, sangat menentukan efektif tidaknya persahabatan doa itu. Yang pertama-tama diperlukan adalah kesungguhan untuk menyediakan waktu, memprioritaskan waktu yang telah disetujui bersama. Pengorbanan waktu yang kita berikan untuk berdoa bersama ini, merupakan bagian dari "memberikan nyawa" satu kepada yang lain (Yohanes 15:13).

3. Pertumbuhan

Pertumbuhan rohani akan terjadi secara perlahan tetapi pasti dan teratur dalam persahabatan doa ini. Nantikan pertumbuhan rohani ini, demikian pula satu bagian penting dari pertumbuhan yang akan Anda lalui, yakni penderitaan dan kesulitan. Sementara Anda dan rekan-rekan doa berjalan bersama, sambil "diubahkan menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Korintus 3:18), pasti akan ada "kerikil dan batu-batu menonjol" di sepanjang jalan itu. Kerelaan untuk menjalani masa-masa sukar bersama-sama, akan menjadi ukuran seberapa penting persekutuan itu bagi masing-masing dan seberapa kesungguhan komitmennya. Jangan putus asa bila persahabatan doa Anda tidak menjadi sempurna dalam waktu singkat. Sedikit sekali orang-orang yang memulai suatu persahabatan doa, dengan kejujuran dan saling percaya sepenuhnya. Sikap ini baru dapat dicapai setelah melalui suatu proses, yang memakan waktu.

4. Godaan Guna Mencegah Hal-Hal yang Tidak Diinginkan

Sebaiknya, persahabatan doa dibentuk antara sesama pria atau sesama wanita, atau antara calon suami-istri, dan antara suami-istri. Jangan keliru! Persahabatan doa bukan suatu bentuk baru dari "berpacaran secara Kristen". Persahabatan doa juga tidak boleh menggantikan persekutuan pribadi Anda dengan Tuhan. Masing-masing tetap perlu berjumpa dengan Tuhan secara pribadi dalam Waktu Teduh. "Masuklah ke dalam kamar, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapa yang ada di tempat tersembunyi." (Matius 6:6) Sering terjadi, dalam berjalan bersama-sama di dalam Roh, rekan-rekan doa perlu saling menopang dan mendukung, tetapi ini bukan berarti mereka lalu bisa saling membebani atau saling tergantung. Bersandarlah bersama-sama pada batu karang yang teguh, yaitu Yesus Kristus. Suatu persahabatan doa, dapat menjadi bagian yang efektif dari persekutuan pemuridan, seperti antara Paulus-Timotius dan di sini ada banyak kesempatan untuk bertumbuh bersama-sama. Tetapi waspadalah, agar jangan rekan Anda menjadi pengantara antara Anda dengan Tuhan.

Apa Yang Perlu Dilakukan dalam Suatu Persahabatan Doa?

1. Saling berbagi pengalaman (sharing), terutama hal-hal yang Tuhan sudah ajarkan kepada Anda, dan masa-masa ketika Tuhan sedang berusaha mengajarkan sesuatu kepada Anda.

2. Berbicaralah dengan tujuan yang jelas; hindari percakapan yang bersifat basa-basi dan tidak terarah.

3. Berdoalah secara khusus untuk kebutuhan masing-masing, untuk rencana masing-masing, dan hal-hal lain yang menjadi beban bersama. Jangan takut mendoakan, agar Tuhan menolong rekan Anda mengatasi kelemahan dan kekurangannya.

4. Berdoalah dengan tujuan yang jelas, dengan keyakinan bahwa Allah akan bekerja dalam hidup masing-masing, dan masing-masing rela dipakai Allah sebagai jawaban atas doa-doa yang dinaikkan.

5. Berdoalah secara teratur, dalam setiap situasi pandanglah kepada Allah terlebih dahulu, jangan datang kepada-Nya sebagai pelarian terakhir kalau semua jalan lain sudah buntu.

6. Saling mendoakan sepanjang minggu, dan bukan hanya pada waktu bertemu.

7. Carilah cara-cara yang mudah dan efektif untuk saling berbagi pengalaman, mungkin melalui surat atau telepon, apabila Anda tidak dapat bertemu.

8. Alaskanlah persahabatan doa Anda pada Yesus Kristus yang berkata, "Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebagaimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20)

Bagaimana Cara Memulai Program Doa Bersama?

1. Sepakati terlebih dahulu waktu berdoa.

Usahakan menyediakan waktu tanpa harus diingatkan lagi melalui telepon dan semacamnya. Hilangkan ketergantungan semacam itu. Jadi, tentukan suatu waktu dan buatlah tanda, agar mudah diingat. Misalnya, dengan memasang jam beker yang selalu akan berbunyi pada waktu yang ditentukan itu, atau dentingan jam dinding, atau setiap selesai makan malam, atau selesai acara TV, dll..

2. Bersikaplah wajar ketika berdoa bersama.

Duduk atau berdiri -- terserah mana yang Anda pilih. Melipat tangan atau bersama-sama menumpangkan tangan di atas buku -- jika itu membantu Anda mengekspresikan kebersamaan.

3. Ucapkan kata-kata damai.

Katakan kepada yang lain -- "Damai sejahtera Tuhan menyertai kamu" -- "Menyertai kamu juga."

4. Jangan merasa terikat kepada bentuk doa yang itu-itu saja.

Anda dapat menggunakan macam-macam bahan, asal disepakati bersama. Misalnya membaca satu pasal kitab Mazmur, mengucapkan Doa Bapa Kami bersama-sama sambil menghayatinya, menyanyikan lagu-lagu rohani, dll.. Buatlah sederhana dan pendek.

Sumber asli: HIS, monthly Inter-Varsity magazine, December 1980

Diambil dari:
Judul buletin: Surat Doa No. 3 Mei -- Juni 1988
Judul artikel: Berdoa Bersama Orang Lain
Penulis: Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit: Lembaga Reformed Injili Indonesia, Jakarta


KESAKSIAN DOA: MENGAPA AKU DATANG

Anne Askew, dipenjarakan dan disiksa dengan hebat karena imannya. Ditaruh pada papan penyiksaan yang kejam, sendi-sendi dan tulang-tulangnya ditarik keluar dari tempatnya. Ia pingsan karena rasa sakit, tetapi ketika ia mendapatkan kesadaran kembali, ia berkhotbah selama dua jam kepada penyiksanya.

Pada hari eksekusinya, ia dibawa ke tiang pancang dengan kursi karena tulang-tulangnya mengalami dislokasi dan ia tidak dapat berjalan. Di saat terakhir, ia ditawari pengampunan dari raja, jika ia mau menarik ucapannya kembali. Ia berkata: "Aku tidak datang kembali untuk menyangkal Tuhan dan Guruku." Ia meninggal sambil berdoa bagi pembunuh-pembunuhnya di tengah-tengah kobaran api.

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? ... Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang ... Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Roma 8:35, 37)

Diambil dari:
Judul buku: Jesus Freaks
Penyusun: Toby McKeehan dan Mark Heimermann
Penerbit: Cipta Olah Pustaka, 1995
Halaman: 88


STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Apakah Anda rindu mendengarkan firman Tuhan setiap hari? Dapatkan Alkitab MP3 Audio sekarang juga!

Alkitab MP3 Audio adalah rekaman teks Alkitab yang disuarakan/dibacakan dalam format MP3. Tersedia dalam 20+ versi bahasa Indonesia, bahasa-bahasa suku di Indonesia, dan bahasa-bahasa asing lain. Bisa didapatkan dengan "kualitas CD" (650 MB) atau "kualitas HP" yang lebih kecil (200 MB) dalam bentuk CD, DVD, USB, HP, atau online streaming/download -- GRATIS!

Alkitab MP3 Audio ini akan banyak menolong Anda dalam pelayanan dan terutama gereja Anda, khususnya untuk menolong para lanjut usia, penyandang tunanetra, yang sedang berbaring sakit atau yang masih buta huruf, sehingga mereka pun bisa dilawat oleh firman Tuhan. Bahkan Alkitab MP3 Audio ini juga bisa Anda gunakan ketika sedang melakukan perjalanan atau sambil mengerjakan tugas sehari-hari. Alkitab MP3 Audio mudah untuk dibawa/diputar/disimpan dalam semua alat komputer, laptop, PDA, CD/VCD/DVD/MP3 player, USB, Android, iPod/iPad, maupun HP Anda. Jika Anda memiliki pelayanan yang berhubungan dengan bahasa-bahasa tersebut, atau mengetahui ada pelayan Tuhan yang melayani dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut, silakan menghubungi kami.

Milikilah segera dan jadikan CD Alkitab Audio MP3 ini alat untuk menyebarkan firman Tuhan. Biarlah semakin banyak orang yang "percaya karena mendengar" -- "faith comes by hearing".

Kontak YLSA/SABDA: < audio(at)sabda.org >
Situs: < http://audio.sabda.org >


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

[e-Buku] Edisi 92/Februari 2012 -- Doktrin Alkitab (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Buku -- Doktrin Alkitab (I)
Edisi 92/Februari 2012

DAFTAR ISI
RESENSI 1: ALKITAB MENJAWAB PERTANYAAN TENTANG IMAN KRISTEN
RESENSI 2: MENGENAL ALKITAB ANDA
TIP: MEMBUAT TAMAN BACAAN YANG MENGASYIKKAN
STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Salam jumpa dalam Kristus,

Alkitab adalah buku penuntun bagi orang percaya. Di dalamnya ada banyak sekali kebenaran, yang lebih dalam dibandingkan dengan buku-buku sains yang ada di dunia. Bukan hanya pengetahuan dan sejarah kehidupan yang masih relevan dengan kehidupan zaman sekarang, Alkitab pun memberikan hikmat yang jauh lebih tinggi daripada pengetahuan yang ditawarkan dunia. Persoalannya, apakah masing-masing kita sudah menyadari seberapa sungguh iman kita didasarkan pada Alkitab, dan sudahkah kita mengenali Alkitab dengan baik. Buku-buku yang kami perkenalkan dalam kolom resensi pada edisi ini, kiranya mendorong Pelanggan untuk lebih intens dalam mempelajari Alkitab. Di bagian akhir edisi, Redaksi juga menyajikan sebuah tip untuk membuat taman bacaan yang mengasyikkan. Ayo, kita cerdaskan bangsa dengan membaca!

Pemimpin Redaksi e-Buku,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://gubuk.sabda.org/ >


"Seseorang yang menyukai buku tidak menginginkan teman yang setia, konselor yang arif, teman yang gembira, obat penenang yang manjur. Dengan belajar, membaca, dan berpikir, seseorang dapat mengalihkan perhatian tanpa salah dan dengan senang hati menghibur dirinya sendiri, setiap saat dan setiap waktu." (Barrow)


RESENSI 1: ALKITAB MENJAWAB PERTANYAAN TENTANG IMAN KRISTEN

Judul buku: Alkitab Menjawab Pertanyaan tentang Iman Kristen
Judul asli: Questions on the Christian Faith Answered from the Bible
Penulis/Penyusun: Derek Prime
Penerjemah: M. H. Simanungkalit
Editor: --
Penerbit: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta 1995
Ukuran buku: 14,5 x 21 cm
Tebal: 169 halaman
ISBN: --
Buku Online: --
Download: --

Alkitab memiliki banyak perbedaan dari buku-buku lainnya. Alkitab bukanlah sekadar buku yang menceritakan sejarah masa lalu atau buku panduan moral. Alkitab juga tidak sama dengan buku pelajaran, filsafat, novel, dan buku akademis lainnya. Alkitab adalah buku yang ditulis oleh orang-orang pilihan, yang dibimbing oleh Roh Kudus. Alkitab adalah kebenaran Allah, firman yang tertulis. Di dalam dan di atas Alkitab inilah iman Kristen berakar.

Sebagai orang percaya, kita seharusnya menggunakan Alkitab sebagai dasar iman Kita. Buku karangan Derek Prime, "Alkitab Menjawab Pertanyaan tentang Iman Kristen", dapat membantu Anda untuk lebih memahami isi Alkitab secara benar dan bertanggung jawab, serta membantu Anda untuk memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan seputar kekristenan, ketika ada seseorang yang bertanya kepada Anda.

Dalam buku ini Derek Prime tidak memberikan teori-teori panjang, namun ia memberikan daftar ayat Alkitab untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan iman Kristen. Pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam buku ini dibagi menjadi beberapa bagian dan subbagian yang diberi nomor, serta disusun menurut abjad. Dengan demikian, Anda dapat mempelajari buku ini dengan runtut dan mudah. Buku ini memiliki lima puluh topik utama, mulai dari Menerangkan Batasan Agama Kristen, Alkitab, Ilham Alkitab, Diri Allah, Allah Tritunggal, Dosa, Adanya Manusia, Kedatangan Kristus yang Pertama, Ke-Allah-an Kristus, Allah menjadi Manusia, Kayu Salib, Kebangkitan Yesus Kristus, Kenaikan Yesus ke Sorga, Roh Kudus, Kelahiran Kembali, Pertobatan, Iman, Baptisan Kudus, Gereja, Iblis, Kedatangan Kristus Kembali, Penghakiman Terakhir, Kebangkitan Orang Mati, Hidup Sesudah Mati, hingga Kerajaan Maut. Dalam bagian akhir buku, Derek Prime juga melampirkan beberapa istilah Alkitab dan pengertiannya. Bagian ini dapat menjadi panduan Anda, jika Anda tidak mengerti arti dari istilah yang Anda temukan dalam pembahasan sebelumnya. Satu lagi yang bagus dari buku ini, di bagian awal buku, ada penjelasan tentang singkatan nama Kitab/surat dalam Alkitab.

Buku ini sangat tepat digunakan untuk pemuridan atau katekisasi dalam gereja. Buku ini juga sangat bermanfaat untuk membimbing anak-anak sekolah minggu dan jemaat umum dalam persekutuan Pemahaman Alkitab (PA). Mari kita kenali Alkitab lebih baik lagi, sehingga kita pun mampu mengenal Dia, Sang Firman yang Hidup.

Peresensi: Sri Setyawati


RESENSI 2: MENGENAL ALKITAB ANDA

Judul buku: Mengenal Alkitab Anda
Judul asli: --
Penulis/Penyusun: Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D.
Penerjemah: --
Editor: Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D.
Penerbit: Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 2001
Ukuran buku: 13,5 x 21 cm
Tebal: 178 halaman
ISBN: 979-463-372-0
Buku Online: --
Download: --

Bagi orang Kristen, Alkitab tentu bukanlah buku yang asing. Pertanyaannya, apakah kita sudah mengenal Alkitab kita dengan baik? Untuk dapat mengenal Alkitab dengan baik, kita harus membaca dan mempelajari Alkitab dengan cara yang benar. Untuk itu, kita membutuhkan Alkitab dengan berbagai versi, buku-buku tafsiran, serta buku-buku penunjang lainnya. Salah satu buku yang dapat Anda gunakan adalah buku "Mengenal Alkitab Anda", yang disusun oleh Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D.

Meskipun buku ini tidak setebal buku-buku diktat para teolog, namun isinya cukup lengkap. Buku ini menguraikan tentang sejarah penulisan Alkitab, kanonisasi Alkitab, penerjemahan Alkitab, sejarah penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Melayu/Indonesia, penerjemahan ke dalam bahasa-bahasa daerah, eksegesis, penerjemahan istilah Teologi dalam bahasa sehari-hari, lembaga Alkitab yang berbahasa Melayu/Indonesia, serta mengapa dan bagaimana membaca Alkitab. Selain uraian yang cukup detail, dalam buku ini Anda juga dapat melihat salinan terjemahan Alkitab kuno dan berbagai bagan yang memperlihatkan proses penerjemahan Alkitab maupun daftar beberapa terjemahan Alkitab ke dalam bahasa suku. Di bagian akhir buku ini, Anda dapat membaca lampiran, bagan sejarah dalam Alkitab, dan referensi buku-buku pendukung. Dengan membaca buku ini, Anda seolah masuk ke perguruan tinggi teologia.

Buku ini sangat penting dibaca oleh semua umat Kristen, baik yang menjadi mahasiswa teologi maupun orang Kristen awam. Bacalah buku ini untuk mengetahui lebih jauh tentang Alkitab Anda, sehingga Anda semakin mengasihi Allah dan firman-Nya.

Peresensi: Yonathan Sigit


TIP: MEMBUAT TAMAN BACAAN YANG MENGASYIKKAN
Ditulis oleh: Sri Setyawati

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa membaca adalah suatu kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan bagi pelakunya. Bahkan, dengan membaca kualitas pendidikan pun bisa meningkat. Orang yang banyak membaca buku biasanya memiliki wawasan yang lebih luas, ketimbang mereka yang tidak pernah atau jarang membaca buku.

Meski banyak orang yang telah mengetahui pentingnya kegiatan membaca, masih banyak anak Indonesia yang tidak bersekolah dan tidak dapat membaca. Tragisnya lagi, bukan hanya anak-anak, banyak pula orang-orang tua dan muda yang sama sekali tidak bisa membaca dan menulis. Melihat kenyataan ini, sudah sewajarnya bila kita tergerak untuk ambil bagian dalam mengentaskan kebodohan bangsa, salah satunya dengan mendirikan taman bacaan. Untuk mendirikannya, kita perlu mengumpulkan sumber daya yang ada: buku dan petugas taman bacaan, serta menyusun perencanaan yang matang dan strategi yang tepat untuk mengelolanya.

Kita tahu bahwa menarik orang atau anak-anak untuk membaca tidaklah mudah. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih senang menonton televisi, mengobrol, dan berjalan-jalan di mal daripada membaca buku. Untuk itu, kita harus memiliki ide kreatif agar kita bisa mengajak dan mendorong masyarakat untuk membaca buku. Beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan untuk menciptakan taman bacaan yang mengasyikkan adalah sebagai berikut.

1. Kegiatan yang Variatif dan Kreatif

Kita dapat menarik perhatian anak-anak/masyarakat dengan banyak cara. Selain mengajak mereka untuk membaca buku, mengadakan kegiatan-kegiatan pendukung seperti menonton film bersama, membuat koran kampung, mengadakan bedah buku, pembagian buku gratis, dst. juga bisa menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke taman bacaan.

Dengan menonton film, kita bisa mengajak anak berpikir kritis dan berimajinasi. Setelah menonton film, kita bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang mereka untuk berpikir. Jika mereka tidak dapat menjawab, ambillah sebuah buku untuk mereka baca. Selain itu, desain tampilan tempat juga perlu dipertimbangkan. Cobalah untuk menghiasi dan melengkapi taman bacaan dengan gambar-gambar yang menarik dan peralatan untuk melakukan aktivitas, misalnya alat tulis, puzzle, dan malam (lilin mainan).

2. Komitmen dan Konsisten

Mempertahankan lebih sulit dibandingkan dengan membangun/mendapatkan. Hal ini juga berlaku dalam menciptakan taman bacaan. Untuk mengelola taman bacaan yang mengasyikkan dan banyak dikunjungi pembaca, kita harus memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi untuk terlibat di dalam melayani pengunjung, menyediakan buku-buku berkualitas, dan mengembangkan taman bacaan.

3. Promosi

Untuk memperkenalkan taman bacaan, jangan ragu melibatkan pengurus RT/RW setempat, melalui arisan atau perkumpulan warga, dan kegiatan warga lainnya. Setelah itu, adakanlah kegiatan yang disenangi warga untuk menarik minat mereka. Kemudian, buatlah jadwal acara rutin yang akan dilaksanakan taman bacaan untuk menarik mereka datang.

4. Penjadwalan

Untuk mengembangkan taman bacaan, kita pun harus memiliki manajemen waktu yang baik. Apabila Anda dan petugas taman bacaan yang lain tidak sanggup membuka taman bacaan setiap hari, tetapkanlah jadwal pasti kapan taman bacaan biasa buka, misalnya hari Jumat pukul tiga sore. Setelah semua terorganisasi dengan baik, Anda dapat membuka taman bacaan setiap hari.

5. Pendataan

Tidak berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, buku-buku dalam taman bacaan pun kemungkinan bisa hilang. Untuk mencegahnya, buatlah daftar buku secara rinci dan aturlah buku-buku ke dalam rak dengan rapi. Dengan begitu, Anda dapat melacak keberadaan buku dengan mudah. Usahakan untuk tidak memungut biaya apa pun untuk peminjaman buku. Sedangkan untuk mendisiplinkan peminjam buku dalam mengembalikan buku, pemberian denda bisa dilakukan bila perlu. Hal ini dapat menanamkan rasa tanggung jawab bagi anggota dalam memanfaatkan sumber daya (buku) yang disediakan untuk kepentingan bersama.

6. Perluas Mitra

Pada tahap awal, kita tidak harus memiliki banyak buku untuk membuka taman bacaan. Dua puluh lima buku pun sudah cukup. Jika taman bacaan itu menjadi milik bersama dengan warga setempat, libatkan warga agar mereka juga merasa memiliki taman bacaan tersebut. Setelah itu, ajaklah teman-teman dan relasi Anda yang lain untuk mengambil bagian dalam mengembangkannya. Berikan kesempatan kepada warga maupun orang-orang dari daerah lain untuk menyumbangkan buku-buku atau fasilitas-fasilitas lain yang mendukung. Dengan memperluas kemitraan, taman bacaan bisa semakin maju, berfasilitas lengkap, dan mengasyikkan.

Sudah siap membuat taman bacaan yang mengasyikkan? Selamat mencoba!

Sumber bacaan:
Bibit Raharjo. "Membuat Taman Bacaan Yang Mengasyikkan." Dalam http://wisatabaca.wordpress.com/2008/02/06/membuat-taman-bacaan-yang-mengasyikkan/#comment-143


STOP PRESS: GRATIS! ALKITAB MP3 AUDIO

Apakah Anda rindu mendengarkan firman Tuhan setiap hari? Dapatkan Alkitab MP3 Audio sekarang juga!

Alkitab MP3 Audio adalah rekaman teks Alkitab yang disuarakan/dibacakan dalam format MP3. Tersedia dalam 20+ versi bahasa Indonesia, bahasa-bahasa suku di Indonesia, dan bahasa-bahasa asing lain. Bisa didapatkan dengan "kualitas CD" (650 MB) atau "kualitas HP" yang lebih kecil (200 MB) dalam bentuk CD, DVD, USB, HP, atau online streaming/download -- GRATIS!

Alkitab MP3 Audio ini akan banyak menolong Anda dalam pelayanan dan terutama gereja Anda, khususnya untuk menolong para lanjut usia, penyandang tunanetra, yang sedang berbaring sakit atau yang masih buta huruf, sehingga mereka pun bisa dilawat oleh firman Tuhan. Bahkan Alkitab MP3 Audio ini juga bisa Anda gunakan ketika sedang melakukan perjalanan atau sambil mengerjakan tugas sehari-hari. Alkitab MP3 Audio mudah untuk dibawa/diputar/disimpan dalam semua alat komputer, laptop, PDA, CD/VCD/DVD/MP3 player, USB, Android, iPod/iPad, maupun HP Anda. Jika Anda memiliki pelayanan yang berhubungan dengan bahasa-bahasa tersebut, atau mengetahui ada pelayan Tuhan yang melayani dengan menggunakan bahasa-bahasa tersebut, silakan menghubungi kami.

Milikilah segera dan jadikan CD Alkitab Audio MP3 ini alat untuk menyebarkan firman Tuhan. Biarlah semakin banyak orang yang "percaya karena mendengar" -- "faith comes by hearing".

Kontak YLSA/SABDA: < audio(at)sabda.org >
Situs: < http://audio.sabda.org >


Kontak: < buku(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Ami Grace Y., dan Yonathan Sigit P.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/buku >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org >

(e-RH) Februari 09 -- SIAP MENJAWAB

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 9 Februari 2012
Bacaan : 1 Petrus 3:13-17
Setahun: Keluaran 30-32
Nats: Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan
siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban
kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu
tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan
lemah lembut dan hormat ... (1 Petrus 3:15)

Judul:

SIAP MENJAWAB

Kata apologetika berasal dari bahasa Yunani apologia, yang berarti
menjawab atau mempertahankan. Apologetika berarti memberikan
penjelasan rasional atas iman kita. Sebelum dapat membagikan berita
Injil, seringkali kita perlu menjawab keberatan dan menying kirkan
hambatan yang membu at orang belum mau menerima Kristus.

Istilah ini salah satunya dapat ditemukan dalam 1 Petrus 3:15, "siap
sedialah pada sega la waktu untuk memberi per tang gung jawaban
(apologia) kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban
dari kamu tentang pengha rap an yang ada padamu." Petrus mendorong
orang-orang percaya yang tersebar di berbagai lokasi (1:1) untuk
siap sedia menjelaskan kepada orang-orang yang belum percaya jika me
reka ingin tahu apa yang menggerakkan umat kristiani rajin berbuat
baik (ayat 13) dan rela menderita dalam mengikut Kristus (ayat
14-17). Hal yang indah di sini adalah Petrus mendorong jemaat bukan
saja untuk hidup sesuai kebenaran, melainkan juga untuk siap
menyampaikan kebenaran yang menjadi pengharapan mereka.

Bayangkan ada anggota keluarga, rekan kerja, atau tetangga Anda yang
tiba-tiba bertanya tentang apa yang menjadi iman dan pengharapan
yang Anda miliki di dalam Kristus. Apakah kesempatan itu akan
berlalu begitu saja atau akan menjadi momen kebenaran yang
berpengaruh bagi masa depan kekalnya? Bagaimana jika skenario ini
bukan sekadar imajinasi, tetapi kenyataan yang sungguh-sungguh akan
Anda alami? Apa yang perlu dilakukan supaya Anda siap sedia pada
segala waktu? --JOO

ORANG TERTARIK KEPADA KRISTUS DENGAN MELIHAT PERILAKU KITA
ORANG MENGENAL KRISTUS DENGAN MENDENGAR PENJELASAN KITA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-09
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Petrus+3:13-17

1 Petrus 3:13-17

13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu
rajin berbuat baik?
14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran,
kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang
mereka takuti dan janganlah gentar.
15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan
siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan
jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab
dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah
dengan lemah lembut dan hormat,
16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah
kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu
karena fitnahan mereka itu.
17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu
dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+30-32
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+30-32


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, February 7, 2012

[i-kan-humor] [e-Humor] 2007 Februari/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2007, Februari 2012

Shalom,

Sebagai seorang anak, tentunya sudah kewajiban kita untuk mematuhi peraturan orang tua. Termasuk dengan peraturan "jam malamnya". Namun bagaimana ya, bila suatu kali kita terlambat pulang ke rumah karena sesuatu yang tidak disengaja? Orang tua masih memaklumi, atau malah tidak mau mengakui kita sebagai anak? Jika Anda pernah mengalami kejadian serupa, pasti mengerti benar perasaan tokoh di humor berikut!

Staf Redaksi e-Humor,
Amy Grace Y.
< http://humor.sabda.org/ >


2007. KALAU MAMA MARAH

Sabtu larut malam. Dering telepon membangunkan seorang ibu. Dengan suara jengkel karena masih mengantuk, ia menjawab, "Halo?"

Penelepon di seberang sana tidak segera menyahut. Tidak lama kemudian, terdengar suara berbicara dengan terburu-buru.

"Ma, ini Santi. Maaf, Ma, bangunin Mama malam-malam. Mau kasih tahu, Santi pulangnya telat. Ban mobilnya bocor. Bukan salahku, lho, Ma. Baru beberapa menit keluar dari bioskop, bannya mendadak bocor. Jangan marah ya, Ma?"

Karena tidak memiliki anak perempuan, ibu itu langsung tahu kalau Santi salah nomor. "Maaf, Nak," jawabnya. "Kau menekan nomor yang salah. Saya tidak punya anak bernama Santi. Bahkan, saya tidak punya anak sama sekali."

Penelepon di seberang kembali terdiam beberapa saat.

"Aduh, Ma!" terdengar suara bergetar. "Masa sampai segitunya sih marahnya?"

[Sumber: Senyum itu Dosa Ketawa Masuk Surga, 53-54]

"Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh." (1 Timotius 2:11) < http://alkitab.sabda.org/?1Timotius+2:11 >


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih, Amy Grace Y.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

[i-kan-kisah] [KISAH] Edisi 262 -- Suku Bangsa Gedeo di Ethiopia

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KISAH -- Suku Bangsa Gedeo di Ethiopia
Edisi 262, 8 Februari 2012

Shalom,

Ketika kita menanti janji Tuhan, sering kali banyak cobaan yang terkadang membuat iman kita mulai memudar. Kita mulai undur dan tidak memercayai janji Tuhan lagi. Namun, hal yang perlu kita perhatikan bahwa "Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah ingkar janji". Tuhan sudah memiliki rencana dalam hidup kita untuk kemuliaan-Nya. Seperti halnya kesaksian di bawah ini, setelah sekian lama akhirnya Tuhan menjawab penantian Warrasa Wange.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Yonathan Sigit
< sigit(at)in-christ.net >
< http://kesaksian.sabda.org/ >


SUKU BANGSA GEDEO DI ETHIOPIA

Jauh di pedalaman suatu daerah berbukit di Ethiopia Tengah sebelah selatan, tinggallah beberapa juta orang petani kopi, yang meskipun terbagi dalam suku-suku bangsa yang sangat berbeda, namun memunyai kepercayaan yang sama, yaitu percaya kepada suatu eksistensi (keberadaan) yang penuh kebaikan bernama Magano -- Pencipta segala yang ada dan yang hadir di mana-mana. Salah satu dari suku-suku bangsa itu disebut dengan Darassa, atau lebih tepat lagi, suku Gedeo. Sekalipun jumlah suku Gedeo ada setengah juta jiwa, namun hanya sedikit yang benar-benar berdoa kepada Magano. Malahan, seorang pengamat melihat orang-orang Gedeo lebih aktif berusaha menyenangkan hati suatu eksistensi yang jahat, yang disebut setan.

Pada suatu hari Albert Brant bertanya kepada sekumpulan orang Gedeo, "Kalian sangat menghormati Magano, tetapi mengapa kalian mempersembahkan korban kepada setan itu?" Inilah jawaban yang diterimanya: "Kami mempersembahkan korban-korban kepada setan bukan karena kami mencintainya, tetapi karena hubungan kami dengan Magano tidak begitu akrab, sehingga kami tak berani melepaskan diri dari setan!"

Namun ada satu orang Gedeo yang berusaha mendapat jawaban pribadi dari Magano. Nama orang itu adalah Warrasa Wange. Ia adalah anggota "keluarga raja" suku bangsa Gedeo, yang tinggal di sebuah kota bernama Dilla, yang terletak di daerah paling ujung dari tanah suku Gedeo. Cara pendekatannya kepada Magano adalah dengan menaikkan doa sederhana, supaya Magano berkenan menyatakan diri-Nya kepada suku Gedeo!

Warrasa Wange dengan cepat mendapat jawaban. Penglihatan-penglihatan yang mengejutkan menguasai seluruh pikirannya secara dahsyat. Dilihatnya dua orang asing berkulit putih. Warrasa melihat kedua orang putih itu mendirikan tempat berlindung yang tipis dan halus di bawah naungan pohon sycamore yang besar dekat Dilla, kampung halaman Warrasa. Tak lama kemudian mereka menegakkan bangunan-bangunan yang lebih permanen dengan atap yang berkilau-kilauan. Akhirnya bangunan-bangunan itu nampak di mana-mana, di seluruh bukit itu! Seumur hidupnya, belum pernah si pemimpi itu melihat bangunan-bangunan yang mirip dengan tempat berlindung yang tipis itu, maupun bangunan permanen yang atapnya berkilauan itu. Semua tempat tinggal di Tanah Gedeo beratapkan rumput. Kemudian Warrasa mendengar suara yang mengatakan, "Orang-orang ini akan menyampaikan kepadamu pesan dari Magano, Allah yang kau cari itu. Tunggulah kedatangan mereka."

Pada bagian terakhir dari penglihatannya itu, Warrasa melihat dirinya mengangkat tiang tengah dari rumahnya sendiri. Dalam simbolisme Gedeo, tiang tengah rumah orang berarti hidupnya sendiri. Kemudian dibawanya tiang itu ke luar kota, dan ditanamkannya di tanah di samping salah satu bangunan beratap kemilau milik orang-orang asing.

Warrasa mengerti maknanya -- kelak hidupnya harus memiliki hubungan dengan orang-orang asing itu, dan dengan pesan yang mereka bawa dari Magano. Maka menunggulah Warrasa. Delapan tahun berlalu. Selama delapan tahun itu, banyak ahli nujum di antara suku bangsa Gedeo yang meramalkan bahwa tak lama lagi akan datang orang-orang asing membawa pesan dari Magano.

Pada suatu hari yang sangat panas pada bulan Desember 1948, Albert Brant, seorang Kanada bermata biru, bersama rekannya Glen Cain, tiba-tiba nampak di garis langit, mengendarai sebuah truk yang sudah tua. Tugas mereka -- memulai pelayanan Injil bagi kemuliaan Allah di antara suku Gedeo. Padahal sebenarnya mereka berharap mendapat izin dari pembesar-pembesar Ethiopia untuk memulai misi di pusat wilayah Gedeo, tetapi para pembesar Ethiopia mengatakan kepada mereka bahwa permohonan itu pasti ditolak karena iklim politik saat itu.

"Mintalah saja supaya diizinkan pergi ke Dilla, kota yang paling jauh dari pusat kota," nasihat orang-orang itu sambil mengedipkan mata. "Kota itu jauh sekali dari pusat wilayah suku Gedeo. Tapi bukan hanya itu saja, orang-orang percaya bahwa suku Gedeo yang tinggal jauh terpencil itu juga tidak mungkin bisa dipengaruhi."

"Nah, kita sudah sampai," kata Brant kepada Cain. "Memang, ini tempat yang paling ujung dari wilayah Gedeo, tetapi kita harus puas dengan ini."

Sambil bernapas panjang, dibelokkannya truknya yang tua itu ke arah Dilla. Glen Cain menghapus keringat dari dahinya. "Wah, kota ini sungguh panas, Albert," katanya. "Mudah-mudahan kita dapat menemukan tempat yang teduh untuk tenda-tenda kita!"

"Coba, lihat pohon sycamore besar di sana itu!" jawaban Albert. "Tepat seperti yang kuinginkan!"

Brant mulai menjalankan truknya menaiki lereng bukit. Dari kejauhan, Warrasa mendengar bunyi mesin mobil yang bising itu. Dia menengok ke arahnya dan tepat pada saat itu, truk yang tua tadi berhenti di bawah cabang-cabang pohon sycamore yang terbentang luas. Dengan perlahan-lahan Warrasa berjalan mendekati truk itu, dan hatinya bertanya-tanya.

Tiga puluh tahun kemudian, Warrasa (yang sekarang dengan penuh sukacita sudah menjadi pengikut Yesus Kristus, Putra Magano) bersama dengan Albert Brant dan orang-orang lainnya adalah anggota gereja-gereja yang masing-masing jumlahnya lebih dari 200 jemaat! Dengan bantuan Warrasa dan penduduk Dilla lainnya, hampir seluruh suku Gedeo telah dijamah oleh Injil -- walaupun Dilla letaknya sangat jauh dan terpencil dan orang-orangnya sulit dipengaruhi, kuasa Tuhan sanggup menjamahnya!

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: gkjnehemia.or.id
Alamat URL: http://gkjnehemia.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=219:gedeo&catid=46:kesaksian&Itemid=70
Penulis: Don Richardson
Tanggal akses: 17 Oktober 2011


POKOK DOA

1. Doakan untuk mereka yang melayani di suku Gedeo, agar melalui pelayanan mereka semakin banyak jiwa dimenangkan bagi Tuhan.

2. Doakan untuk orang percaya di suku Gedeo, agar Tuhan memberikan semangat dalam memberitakan Kabar Baik di antara orang-orang Gedeo yang belum percaya.

3. Doakan kondisi politik di Ethiopia, agar terjadi kedamaian di negara tersebut.

"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2) < http://alkitab.sabda.org/?ayub+42:2 >


Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Redaksi: Yonatan Sigit
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/kisah >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >

[i-kan-binaanak] [e-BinaAnak] Edisi 571/Februari 2012 -- Kemurahan Hati (II)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaAnak -- Kemurahan Hati (II)
571/Februari/II/2012

DAFTAR ISI
BAHAN MENGAJAR: PERMAINAN MENGASIHI DENGAN MEMBERI
SUA PELAYANAN ANAK: CARA MENGAJARKAN SIKAP MURAH HATI KEPADA ANAK

Shalom,

Bermurah hati dapat dilakukan dengan banyak cara, termasuk peduli pada orang lain yang paling hina. Seperti yang terdapat dalam Matius 25:40, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." Ayat ini akan menjadi tantangan bagi setiap orang percaya, termasuk anak-anak, untuk mengasihi dan bermurah hati kepada siapa saja tanpa pilih kasih. Simaklah sajian e-BinaAnak kali ini dan dapatkan pelajaran berharga untuk lebih mengasihi dan bermurah hati, kepada Tuhan dan sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-BinaAnak,
Santi Titik Lestari
< http://pepak.sabda.org/ >


BAHAN MENGAJAR: PERMAINAN MENGASIHI DENGAN MEMBERI

Jumlah orang: 8 - 15 orang

Cara permainan: Semua anggota berdiri membentuk lingkaran. Masing-masing tempat anggota berdiri, diberi tanda (dengan kapur atau bisa menggunakan tas/buku) untuk menandakan tempat/rumah dari orang tersebut.

Satu orang berdiri di tengah. Satu orang ini tidak punya rumah, dan orang di tengah ini yang akan memulai permainan. Caranya adalah orang yang di tengah akan mendatangi salah satu dari temannya, kemudian menanyakan "Apakah kamu mengasihiku?"

Temannya yang ditanya ini bisa menjawab "Iya" atau "Tidak".

Bila jawabannya "Iya", maka semua anggota harus berpindah tempat/rumah ke tempat yang lainnya. Begitu juga yang di tengah harus segera mencari rumah/tempat yang kosong untuk ditempati. Hingga nanti akan ada satu orang yang tidak mendapatkan rumah/tempat, dan orang ini yang akan melanjutkan permainan lagi dengan mencari teman yang lain dan menanyakan "Apakah kamu mengasihiku?"

Bila jawabannya "Tidak", maka orang yang di tengah harus mengajukan pertanyaan lagi "Lalu siapa orang yang kamu kasihi?"

Kemudian orang yang ditanya ini harus menjawab dengan ciri-ciri orang yang dikasihinya. Misal, "Aku mengasihi orang yang pakai kacamata." Maka semua orang yang menggunakan kacamata harus pindah rumah (yang tidak pakai kacamata tetap diam di rumahnya masing-masing). Begitu juga orang yang di tengah harus segera menempati, begitu ada rumah yang kosong. Sampai akhirnya, akan ada satu orang yang tidak kebagian rumah, dan orang ini akan memulai permainan lagi.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: binaimananak.com
Alamat URL: http://www.binaimananak.com/games-kelas-detail.php?id=3
Judul asli artikel: Aku Mengasihimu
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 6 Januari 2012


SUA PELAYANAN ANAK: CARA MENGAJARKAN SIKAP MURAH HATI KEPADA ANAK

e-BinaAnak, 18 Desember 2011: Bagaimana cara mengajarkan sikap "murah hati" kepada anak? Share yukkk.

1. Erna Manurung
Dengan membiasakan diri anak bergabung pada semua anak sebayanya, serta membiasakan ramah dan ringan tangan dapat membuat anak menjadi murah hati.

2. Theresia Erni
Mengajak berbagi... dengan cara... saat makan bersama (nasi atau kue) berbagi dengan teman-teman, buat kegiatan yang dilakukan bersama, dll. yang tujuannya mengajarkan menjadi anak yang murah hati.

3. Shmily Tilestian
Mengajak mereka melihat ke luar (dunia luar), dan mengajari mereka untuk memerhatikan dan berbagi dengan mereka.

4. Mahardhika Dicky Kurniawan
Dengan berbagi bekal kepada teman di sekolah atau mengantarkan masakan untuk "icip-icip" tetangga, menyumbang untuk korban bencana atau berpartisipasi di aksi sosial Natal/Paskah.

e-BinaAnak: Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengajarkan sikap murah hati kepada anak. Cara yang paling mudah ialah dengan mempraktikkan sikap murah hati kepada orang-orang yang ada di sekitar kita.

Sumber: http://www.facebook.com/sabdabinaanak/posts/10150431698886629


Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Davida Welni Dana, Santi Titik Lestari, dan Melina Martha
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

(e-RH) Februari 08 -- ROH PENGENALAN AKAN TUHAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 8 Februari 2012
Bacaan : Efesus 1:15-23
Setahun: Keluaran 28-29
Nats: "...supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk
mengenal Dia dengan benar" (Efesus 1:17)

Judul:

ROH PENGENALAN AKAN TUHAN

Dalam sebuah konferensi Alkitab, Prof. Ludwig Kopfwissen dari
Universitas Wissenheim menyampaikan ma kalah "Doktrin Paulus tentang
Pembenaran oleh Iman". Ia menjelaskan dok trin ini dengan sangat
baik. Di akhir kuliahnya, semua pendengar memberikan tepuk tangan
yang meriah kare na mereka begitu kagum. Namun, sebelum kembali ke
tempat duduknya, ia meng ucapkan komentar yang amat mengejutkan,
"Tetapi, semuanya hanyalah omong kosong!" Sang pakar Alkitab
ternyata bukanlah seorang yang beriman. Bagaimana bisa seseorang
yang meneliti dan menguasai firman Tuhan, tetapi tidak percaya pada
Tuhan?

Hal ini sangatlah mungkin karena firman Tuhan tak pernah berdiri
sendiri untuk menjamah dan mengubah hati orang. Kuasa firman Tuhan
berasal dari pekerjaan Roh Kudus dalam hati seseorang. Demikianlah
keyakinan Paulus. Sebab itu, ia ber doa supaya Roh Kudus senantiasa
menolong orang percaya un tuk me ngenal Tuhan (ayat 17). Roh
Kuduslah yang dapat mene rangi hati kita untuk memahami pengharapan,
kemuliaan, kuasa, dan karya Bapa melalui Kristus untuk menebus dunia
ini (ayat 18-21).

Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan mengalami kuasa transformasi dari
firman-Nya dalam kehidupan ini. John Owen, teolog dari abad ke-17,
memperingatkan kita, "Jika Roh Kudus tidak bekerja bersama
firman-Nya maka Alkitab hanyalah kumpulan huruf mati." Adakah kita
senantiasa bergantung pada Roh Kudus saat mem- baca dan mendengarkan
firman-Nya? Berdoalah selalu agar Roh Kudus membuka hati kita setiap
kali berhadapan dengan firman-Nya. --JIM

DALAM SEKOLAH KEHIDUPAN
ROH KUDUS ADALAH GURU DAN ALKITAB ADALAH BUKU WAJIBNYA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-02-08
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+1:15-23

Efesus 1:15-23

15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan
Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku
selalu mengingat kamu dalam doaku,
17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa
yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan
wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti
pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa
kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang
kudus,
19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan
kekuatan kuasa-Nya,
20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia
dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya
di sorga,
21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan
kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut,
bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan
datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus
dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari
segala yang ada.
23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi
semua dan segala sesuatu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+28-29
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+28-29


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[i-kan-misi] [e-JEMMi] Edisi 06/Februari/2012 -- Konsep Misi 1

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-JEMMi -- Konsep Misi 1
No.06, Vol.15, Februari 2012

SEKILAS ISI
ARTIKEL MISI: KONSEP MISI DALAM INJIL DAN KISAH PARA RASUL 1
DOA BAGI MISI DUNIA: FILIPINA
DOA BAGI INDONESIA: PENUTUPAN GEREJA

Shalom,

Konsep misi dalam keempat kitab Injil dan Kisah Para Rasul adalah hal yang penting dan sangat menarik untuk dikupas. Untuk itu, dalam dua edisi berturut-turut kami akan menyajikan topik tersebut ke hadapan Anda. Kami berharap artikel yang kami sajikan dapat memberi wawasan yang mendalam tentang konsep misi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-JEMMi,
Yosua Setyo Yudo
< http://misi.sabda.org/ >


ARTIKEL MISI: KONSEP MISI DALAM INJIL DAN KISAH PARA RASUL 1

Rentang waktu antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Selama berabad-abad, antara nabi terakhir Perjanjian Lama dan kelahiran Yesus, posisi orang Israel dalam memegang prinsip tidaklah berubah. Prinsip pemisahan masih dipegang dengan teguh. Israel diwajibkan untuk mempertahankan keberadaan mereka di tengah-tengah bangsa lain. Meskipun demikian, kondisi riil lingkungan di mana bangsa Israel tinggal mengubah pemisahan itu dan dengan demikian siap untuk berbagai karya misi. Kita seharusnya menaruh cukup perhatian untuk fenomena ini, jika kita ingin memahami Perjanjian Baru.

Perubahan dalam lingkungan yang sedang kita bicarakan, terutama ketika bangsa Israel baru saja tiba dari penawanan di Babel. Orang Yahudi menemukan diri mereka sekali lagi berada di tanah air mereka sendiri sebagai suatu umat perjanjian. Di bawah kepemimpinan Ezra dan Nehemia, mereka memurnikan diri mereka dari berbagai hal yang bersifat berhala, dan menemukan kembali hukum sebagai sebuah tanda perkenanan Tuhan atas umat-Nya. Namun, sejumlah besar orang Yahudi tertinggal di Persia.

Menurut Ezra 2:64 dan Nehemia 7:66, hanya empat puluh dua ribu orang Yahudi yang kembali dari penawanan. Jumlah mereka yang tertinggal, tanpa diragukan lagi pastilah sangat besar. Sebuah diaspora orang Yahudi pun terjadi, sebuah kumpulan jemaat Yahudi yang tersebar. Seiring dengan penyebaran para saudagar Yahudi, diaspora ini semakin meningkat di Barat, seperti yang terjadi di Timur. Kumpulan-kumpulan jemaat Yahudi ditemukan di seluruh Asia Kecil dan Makedonia, di Aikea dan Italia, di Mesir, dan bahkan di Gaul (sekarang bagian dari Perancis).

Diaspora di Barat secara umum dianggap remeh oleh para pemimpin di Yerusalem daripada di Timur. Diaspora di Barat harus menjalani sebuah pergumulan yang lebih pahit melawan faktor-faktor yang tidak sulit diperhitungkan seperti semangat Hellenistik, dengan kecenderungannya pada spekulasi filosofis, sinkretisme, dan kosmopolitanisme. Untuk alasan inilah, diaspora di Barat berada dalam bahaya yang terus mengancam akan penyimpangan pada tradisi suci yang telah diterimanya. (dalam Kisah Para Rasul 6:1 diaspora Barat dianggap sebagai kaum yang berbicara bahasa Yunani dan menganut Hellenisme)

Diaspora menjelaskan kenyataan bahwa sebuah bagian dari bangsa Israel, dengan sukarela hidup di tengah-tengah bangsa lain, bukan sebagai orang terasing dan terkadang bahkan hidup dengan keadaan kaya raya. Orang-orang Yahudi ini secara alami menggunakan bermacam-macam pengaruh dunia Yunani, beberapa pengaruh yang dapat diringkas seperti berikut ini:

a. Penghinaan dan Kesalahpahaman

Orang Yunani tidak mengerti orang Yahudi. Beberapa di antaranya berpikir bahwa orang Yahudi menyembah bintang-bintang dan mempersembahkan korban berupa manusia; yang lain berpikir bahwa orang Yahudi belajar dari kebijaksanaan orang India; dan yang lain berpikir bahwa orang Yahudi lebih rendah daripada sekumpulan penderita kusta yang keluar dari Mesir, dan bahwa Orang Yahudi menyembah sebuah kepala keledai emas di kuil-kuil mereka.

b. Penghormatan

Ada juga bukti bahwa agama Yahudi menimbulkan sebuah kesan mendalam untuk bangsa-bangsa lain. Beberapa di antaranya kagum dengan ketaatan orang Yahudi pada hari Sabat dan banyak hal yang lain, namun monoteisme yang kuat pada orang Yahudi, iman orang Yahudi akan Tuhan yang tidak terlihat, dan tingkat moral mereka yang relatif tinggi menimbulkan rasa hormat. Sejumlah orang dari bangsa-bangsa lain secara spontan memeluk kepercayaan Yahudi, demikian juga di mana pun diaspora ada muncul sekumpulan penganut baru yang dalam hal terpenting, tidak mau disunat namun memegang teguh hukum Yahudi dan mengirim persembahan mereka ke Yerusalem.

Dalam Kisah Para Rasul, hal seperti itu disebut sebagai para penyembah Tuhan (sebomenoi, phoboumenoi, lihat Kisah Para Rasul 13:43). Orang-orang dari bangsa lain yang menyunatkan dirinya dianggap oleh rekan sebangsanya sebagai orang Yahudi. Sejarahwan Romawi, Tacitus, mengkritik para penganut baru ini karena meninggalkan tanah air dan keluarga mereka, dan membiarkan diri mereka tinggal di antara orang asing.

c. Tiadanya Karya Misi

Yang patut dicatat, penerimaan para pemeluk baru ini bukanlah hasil kegiatan misi yang disengaja. Yang ada, bagaimanapun juga, sebuah propaganda dalam bentuk tertentu. Dalam suatu waktu tertentu, kemudian terdapat sekumpulan orang Yahudi yang sangat sibuk sebagai utusan Injil (Matius 23:15). Pada awalnya, gelombang para pemeluk baru lebih sebagai akibat dari menariknya agama orang Israel. Dalam perkawinan campuran, biasanya disyaratkan pria dari kalangan bangsa-bangsa lain untuk mengizinkan dirinya disunat atau paling tidak anak-anak mereka disunat. Menurut Josephus, orang Yahudi sering berupaya untuk memancing orang Yunani datang ke kebaktian mereka dalam rangka memenangkan mereka untuk memeluk kepercayaan mereka.

d. Agama Filosofis

Pada sebuah dunia intelektual yang sudah lelah dengan mitos-mitos kuno para penyair Yunani, tidak mengejutkan bahwa agama Yahudi dihargai karena konsep kerohaniannya akan Tuhan. Orang Yahudi sendiri menggunakan secara luas penghargaan ini, dan tidak malu-malu untuk membicarakan penyembahan mereka sebagai sebuah "agama filosofis". Mereka mencoba mendemonstrasikan bahwa mereka orang-orang yang berbudaya, dan bahwa Plato dan Aristoteles berhutang budi karena ide-ide mereka yang agung. Pemikir Yahudi, Aristobulus, menulis sebuah karangan mengenai hukum yang ditujukan pada raja Ptolomeus Philometor (170-145 SM), yang sekarang hanya sedikit bagian yang berhasil diselamatkan. Salah satu dari beberapa bagian itu berpendapat bahwa Plato dan Pythagoras telah meminjam banyak pengajaran mereka dari terjemahan kuno hukum Musa. Sering ditegaskan bahwa pengajaran yang mendalam dan agung dari Perjanjian Lama, seluruhnya sesuai dengan pemikiran-pemikiran terhebat para pemikir Yunani.

e. Yahweh -- Zeus

Pemikiran seperti itu mengarah pada penyamarataan konsep filosofis Dewa Yunani dengan Yahweh, tanpa mempertimbangkan perbedaan besar di antara keduanya. Dalam sebuah surat dari Aristeas untuk Raja Ptolomeus II yang membahas penerjemahan Perjanjian Lama ke Bahasa Yunani, dinyatakan mengenai "keagungan penulis hukum tersebut dengan pemerintahan Ptolomeus; Dia adalah Zeus yang maha mengetahui dan menciptakan". Di sini Tuhan orang Israel disamakan seluruhnya dengan konsep monotheistik filosofis tentang Zeus dari dunia Helenistik. Lebih lagi, pemikir Yahudi pada masa itu merasakan adanya sebuah hubungan etis dengan para filsuf Stoic, sejak bagian-bagian terakhirnya mengkhotbahkan tentang sebuah hidup yang tenang dan penuh penyangkalan diri.

f. Septuaginta

Semua usaha tersebut sangat erat terhubung dengan penerjemahan Perjanjian Lama ke dalam Bahasa Yunani, sebuah penerjemahan Tujuh puluh (septuaginta). Septuaginta mempersiapkan jalan dengan penuh penghormatan untuk membuka mata dunia Yunani akan keindahan Perjanjian Lama, dan dengan mengadaptasi banyak konsep dan ide Perjanjian Lama pada pemikiran-pemikiran Yunani.

g. Kuatnya Daya Pikat

Suatu cara yang jauh lebih kuat tentang propaganda daripada pendekatan melalui filsafat Yunani adalah "eksklusivitas" dan "kohesivitas" komunitas orang Yahudi. Dalam sebuah studi yang berjudul "Die Jüdische Propaganda als Vorläuferin der Urchristlichen Mission", Axenfeld mengatakan, "sebagai sebuah agama filosofis, Yudaisme benar-benar menjangkau orang yang terdidik secara tertutup. Namun, sebagai sebuah perkumpulan religius dan sosial dengan sebuah cara hidup yang unik, hal itu menarik sejumlah besar orang." Dengan masuk ke komunitas Yahudi, seorang pemeluk baru dibawa ke dalam penyatuan dengan sebuah dunia perkumpulan, dan karenanya dia menikmati semua jenis keistimewaan politis dan sosial.

Yudaisme adalah sebuah agama yang dilegitimasi pada zaman kekaisaran Romawi. Seorang Yahudi menikmati banyak keuntungan sebagai warga negara. Orang-orang Yahudi yang tinggal di kota-kota memiliki semacam pemerintahan mereka sendiri, dan karenanya merupakan negara di dalam negara. Untuk taraf tertentu, mereka bahkan memiliki pengurusan hukum mereka sendiri, sehingga menjadi bagian dari komunitas seperti itu sangat diinginkan oleh banyak orang. Mulai dari orang biasa dan sekumpulan orang yang tanpa berpikir panjang, tidak bisa memikirkan sebuah agama tanpa dewa-dewi, sehingga mereka mungkin mengatakan bahwa orang Yahudi itu atheis. Namun, mereka yang masuk ke sebuah pengertian yang lebih mendalam mengenai penyembahan Yahudi, hanyalah salah satu dari banyak cara yang ada, menjadi terpengaruh karenanya.

Ketika kita mengingat kembali masa ini, sangat jelas bahwa hal itu mengambil sebuah tempat penting dalam bimbingan jalan Tuhan. Pemisahan orang Israel, isolasi yang kuat masih berlanjut. Tembok pemisah yang memisahkan orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain masih ada (Efesus 2:14). Dari titik tolak teologis, posisi orang Israel tidak berubah. Namun faktor-faktor politik dan budaya, yang terhubung erat dengan isolasi orang Israel telah jauh berubah. Israel bukan lagi sebuah daerah kecil yang terasing pada sebuah sisi dunia yang terlupakan. Israel sekarang telah menjadi sebuah provinsi dari Kekaisaran Romawi yang besar, dan dalam cara yang khusus berhubungan dengan budaya yang memerintah dunia.

Sekarang Israel memasukkan pengaruhnya dan menjadi subjek untuk pengaruh budaya yang lain. Situasi seperti itu, tanpa diragukan lagi membawa sebuah bahaya besar dan godaan yang tetap untuk Israel, sebuah perubahan yang dihadang dengan kuat dengan cara mempraktikkan hukum menurut cara-cara orang Farisi. Kerumitan yang terjadi kemudian terbukti dengan kenyataan ancaman yang semakin meluas untuk Israel. Pintu-pintu secara bertahap mulai terbuka, hampir tanpa terlihat; pemisahan penuh dan menyeluruh Israel mulai melemah. Hal itu paling terlihat dalam peninjauan kembali untuk kemudian menyadari bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sebuah periode baru, di mana gereja-Nya akan mengajarkan Injil keselamatan dalam Kristus, dari Yerusalem untuk kemudian menuju seluruh penjuru dunia.

Rahasia Injil

Semua hal tersebut secara mendasar berubah dengan kedatangan Yesus Kristus. Siapa pun yang mempelajari kehidupan Yesus yang bertentangan dengan dengan latar belakang pengharapan Perjanjian Lama akan keselamatan, segera terkena masalah-masalah besar yang dengan cepat muncul. Para Nabi Perjanjian Lama, tanpa ragu menyatakan dalam berbagai kesempatan mengenai seorang Mesias yang menderita (sebagai contoh Yesaya 53), namun sebagai sebuah kebiasaan, datangnya Mesias digambarkan oleh mereka sebagai sebuah transformasi radikal pemerintahan dunia, yang ditandai pada setiap sisinya dengan berubahnya konsep pikir mengenai keselamatan. Sekolah-sekolah teologi pada masa Yesus begitu menekankan aspek tertentu dari nubuatan tentang Mesias, sehingga pada sebuah pertimbangan yang lebih mendalam, mereka salah menggambarkan gambaran Perjanjian Lama. Kondisi seperti itulah yang menegakkan dasar rahasia, yang ditampilkan dalam Injil.

Dari masa pertama pengajaran Yesus, nampaknya seolah-olah Yesus mengharapkan pendekatan yang sesegera mungkin mengenai keselamatan besar. Markus memberi tahu kita bahwa beban khotbah Yesus adalah "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat" (Markus 1:15). Maksud "waktu" yang "telah genap" hanya dapat merujuk pada masa terdahulu pada datangnya keselamatan untuk seluruh dunia. Dalam Matius 10 Yesus berkata pada murid-muridNya, "Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang" (Matius 10:23).

Kesan yang sama diberikan di Matius 16:28: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." Dalam Markus, kata-kata yang terakhir berbunyi "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa" (Markus 9:1); bandingkan juga Lukas 9:27. Dalam semua bagian ini, seolah-olah pada bagian paling awal dari pelayanan-Nya, Yesus mengharapkan datangnya keselamatan dengan cepat. Kemudian Dia tidak lagi membicarakan hal ini dengan kata-kata yang keras, namun lebih sering dengan merujuk pada penderitaan dan kematian-Nya yang semakin mendekat. (t\Rinto)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: An Introduction to the Science of Mission
Judul asli artikel: The Concept of Mission in The Gospel and the Acts of the Apostles
Penulis: J. H. Bavinck
Penerbit: Presbyterian and Reformed Publishing Co., Phillipsburg, New Jersey
Halaman: 25 -- 30


DOA BAGI MISI DUNIA: FILIPINA
Diringkas oleh: Novita Yuniarti

Terakhir kali N melihat saudara laki-lakinya ketika mereka bertemu pada makan malam pada 5 Mei 2009. Tiga hari kemudian, saudara laki-lakinya ditemukan tewas. Dia dibunuh oleh sekelompok garis keras, yang marah karena ia telah melewati daerah mereka -- Mindanao. Para penyerang mengikat tangan dan kakinya, memukulinya, sebelum akhirnya sebutir peluru menembus kepalanya. N dan orang Kristen lainnya yang tinggal di Mindanao, diteror setiap hari oleh kelompok garis keras. Pulau ini mendidih dalam perang saudara antara tentara pemerintah dan kelompok garis keras, yang berperang untuk memperoleh kemerdekaan. Orang-orang Kristen tidak hanya terjebak di tengah-tengah; mereka juga secara khusus menjadi target oleh kelompok garis keras, yang percaya bahwa orang Kristen adalah mata-mata yang tinggal di Mindanao dan bekerja untuk pemerintah.

Sumber: KDP, Edisi Januari-Februari 2012, Hal. 10 -- 11

Pokok doa:

1. Berdoa untuk umat Kristen di Mindanao, agar Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan di tengah teror dan aniaya yang kerap kali dialami oleh anak-anak-Nya.

2. Doakan agar N dan keluarganya diberi kekuatan oleh Tuhan, untuk tetap setia dalam mengikut Dia dan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

3. Berdoa untuk para pemimpin gereja dan organisasi Kristen yang melayani di Mindanao, agar Tuhan memberi perlindungan selama mereka melayani di ladang-Nya. Doakan juga agar melalui pelayanan mereka, setiap orang -- baik umat percaya maupun yang belum percaya dapat merasakan kasih Kristus.


DOA BAGI INDONESIA: PENUTUPAN GEREJA
Diringkas oleh: Novita Yuniarti

Sebuah gereja -- R, yang terletak di salah satu Kabupaten di Jawa Barat telah ditutup paksa oleh massa. Gereja yang mulai dirintis sejak 1987 itu, dimulai dengan melayani 4 jemaat saja. Pada tahun 2002, jumlah jemaat bertambah menjadi 300 jemaat. Oleh kerena itu, gembala di gereja tersebut, berkeinginan mengurus perizinan gereja melalui sekretaris desa. Dua tahun berlalu, namun izin belum juga keluar. Pada tahun 2010, jumlah jemaat yang digembalakan meningkat menjadi 500 jemaat. Karena jumlah jemaat semakin banyak, pada awal tahun 2011, bapak gembala ini dipanggil oleh Polsek, Dandim, dan Camat, agar segera mengurus izin gereja.

Pada suatu hari Minggu, saat sedang berlangsung ibadah Pemuda/Remaja, yang dihadiri sekitar 70 anak muda, tiba-tiba dihentikan secara paksa oleh sekelompok massa. Sekelompok massa ini datang dengan membawa senjata tajam. Pada September 2011, Satpol PP mengeluarkan beberapa peralatan musik, kursi-kursi, lalu mengunci dan menyegel gedung gereja.

Pada Oktober 2011, salah satu penyidik, mengajukan bapak gembala ke persidangan, dan hakim menyatakan bahwa gembala bersalah atas tuduhan penyalahgunaan rumah yang dijadikan tempat ibadah tanpa dilengkapi IMB, atau melanggar Perda No. 4, Thn 2000. Hakim memvonis dengan denda Rp. 25.000.000 yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 tahun, atau diganti dengan hukuman penjara selama 3 bulan.

Saat ini, jemaat gereja tersebut banyak yang tercerai-berai di gereja lain, karena gedung gereja tidak dapat lagi digunakan untuk kegiatan ibadah.

Sumber: KDP, Edisi Januari-Februari 2012, Hal. 3

Pokok doa:

1. Dukung dalam doa perjuangan jemaat gereja ini untuk memperoleh izin melakukan kegiatan ibadah.

2. Doakan untuk bapak gembala, agar Tuhan memberi hikmat dan kesabaran dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi gereja yang digembalakannya ini.

3. Doakan juga agar iman setiap jemaat gereja ini dapat tetap terpelihara, meskipun saat ini mereka tidak beribadah di tempat yang sama. Doakan agar Tuhan melindungi dan memelihara hidup mereka.

4. Doakan untuk pemerintah setempat, agar mereka melakukan tugasnya dengan Tuhan akan Tuhan sehingga dengan setia menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran.


"WHEN YOU CAN'T FIND A WAY OUT, LOOK UP!"


Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti, Yosua Setyo Yudo
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >

Monday, February 6, 2012

[e-Konsel] Edisi 279/Februari 2012 -- Kasih Kristiani

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Konsel -- Kasih Kristiani
Edisi 279/Februari 2012

DAFTAR ISI
CAKRAWALA: KASIH TANPA SYARAT
ULASAN SITUS: IPEKA COUNSELING CENTER (ICC)

Shalom,

"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13) Kasih itu kekal dan memiliki kekuatan yang luar biasa. Kasih itu mengampuni, menerima apa adanya, menutupi semua kesalahan, dan bertahan sampai akhir.

Pada bulan Februari, e-Konsel mengangkat tema tentang kasih. Dalam edisi pertama bulan ini, kami menyajikan artikel yang berjudul "Kasih tanpa Syarat" dan ulasan situs konseling yang dikelola oleh Yayasan IPEKA. Selamat menyimak sajian kami, dan tetaplah konsisten untuk hidup di dalam kasih kristiani yang selalu membagi. Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Konsel,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://c3i.sabda.org/ >


CAKRAWALA: KASIH TANPA SYARAT
Diringkas oleh: Sri Setyawati

G.K. Chesterson, seorang penulis dan jurnalis, mengatakan bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah mempelajari sesuatu, melainkan belajar meninggalkan sesuatu. Kita perlu belajar melupakan segala anggapan kita dulu mengenai cinta, agar kita dapat memahami kasih kristiani yang sebenarnya.

Dalam sebuah upacara perkawinan, ada pasangan yang mengucapkan ikrar perkawinan seperti ini, "Saya berjanji akan mencintaimu selama saya bisa tetap jujur pada diri saya sebagai manusia, saya berjanji akan mencintaimu selama kita mampu saling membantu mengembangkan potensi masing-masing semaksimal mungkin, saya berjanji akan mencintaimu selama cinta kita tak berubah." Janji tersebut mengungkap suatu ketetapan niat yang bersyarat. Janji itu berlaku selama syarat-syarat itu dipenuhi.

Hal ini berbeda dengan kasih kristiani yang tak bersyarat. Dalam mengasihi, kita harus meninggalkan syarat-syarat kasih seperti berikut.

Kasih yang Memilih

Secara alamiah kita cenderung hanya mengasihi orang-orang yang seperti kita; memiliki persamaan suku, minat, hal kejiwaan, pekerjaan, atau ekonomi. Pilihan-pilihan ini menambahkan sebuah syarat pada cinta. "Saya akan mencintai dirimu selama...."

Banyak pria dan wanita modern yang amat pemilih dalam menentukan siapa yang akan mereka kasihi. Pola khas pergaulan semacam ini ialah memilih dua atau tiga orang teman dekat, dan boleh dikatakan mengabaikan yang lain. Bila jumlah teman dekat yang mereka pilih itu menurun, syarat-syarat pun bertambah. Seseorang terpilih sebagai teman, sebab dia seimbang dengan seseorang yang memilihnya. Karenanya, sumber-sumber perselisihan yang mungkin ada diperkecil, agar dapat memperoleh manfaat sebanyak mungkin dari persahabatan itu.

Inilah pola yang saya ikuti sebelum saya menjadi orang Kristen. Saya memunyai dua teman akrab saja. Hubungan kami membentuk suatu lingkungan yang akrab dengan beberapa aspek yang baik, namun tertutup. Hubungan kami menjadi hubungan yang sangat mengikat diri dan terbatas pada kelompok kecil saja.

Akhirnya, kami bertiga menjadi Kristen (menerima Kristus sebagai Juru Selamat) dan menjadi anggota jemaat yang sama. Kami masih tetap berhubungan erat. Dalam banyak hal, ikatan kami semakin kuat, karena ikrar kami sebagai orang Kristen. Namun kini, kami masing-masing juga dekat dengan sejumlah anggota lain dari kelompok yang lain. Dan kami merasa terikat juga pada banyak orang yang sama sekali berbeda dengan diri kami.

Kasih yang Menguntungkan

"Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu... kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." (Lukas 6:27-28, 32-35)

Kasih kristiani tidak mengharapkan balas budi dari kasih yang mereka berikan. Sebenarnya, kita cenderung mengasihi orang-orang yang mampu membalas kasih kita saja, atau orang-orang yang menghargai kita. Akan tetapi, hal itu membatasi kasih kristiani. Ketika Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi musuh-musuh kita, Ia menentukan batas yang lebih tinggi dalam kasih.

Tentu, selalu ada orang-orang yang sukar untuk kita kasihi. Ini normal. Mungkin beberapa orang tadi adalah musuh kita, yakni orang-orang yang hendak menyakiti kita, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang yang hanya menjengkelkan kita, orang-orang yang kepribadiannya bertolak belakang dengan kepribadian kita. Namun demikian, mengasihi orang-orang seperti ini ada juga keuntungannya bagi kita. Mereka itu seperti kertas ampelas yang menimbulkan pergesekan. Manfaatnya timbul apabila sifat-sifat mereka yang menjengkelkan itu menghasilkan sesuatu yang kita butuhkan, seperti kesabaran yang lebih besar, toleransi, keluwesan, dsb.. Ini semacam pemolesan rohani. Walaupun kita memperoleh manfaat dari pemolesan ini, tetapi ini bukan alasan utama untuk mengasihi orang lain, dengan tidak mempersoalkan apakah kita akan mendapat keuntungan atau tidak bila kita mengasihi mereka.

Adakalanya, orang-orang yang sukar kita cintai ini akan menghargai usaha kita. Tetapi walaupun mereka tak menghargai usaha kita, kita harus mengasihi mereka dan melayani mereka, seperti yang dilakukan Yesus (Lukas 17:11-18).

Walaupun Yesus tidak menyetujui sikap tak tahu berterima kasih, bahkan Ia mengecamnya, namun kasih-Nya tidak bergantung pada ucapan terima kasih yang diberikan, sebagai alasan atas kasih-Nya. Bila kita mendapati diri kita melayani orang-orang yang lupa menyatakan terima kasih mereka, kita tidak boleh menanggapi sikap mereka itu dengan mengatakan, "Itulah kali terakhir saya membantu mereka." Akan tetapi, sebagaimana Tuhan kita, Yesus, kita hendaknya mengasihi dan melayani orang-orang yang tak tahu berterima kasih. Pelayanan ini tak dapat dilakukan dengan kasih yang bergantung pada keuntungan.

Kadang kala, kasih itu menguntungkan. Kasih itu menular. Orang-orang yang kita kasihi cenderung membalas kasih kita. Tetapi keuntungan perseorangan bukanlah urusan kita. Kita harus mengasihi tanpa memedulikan apakah itu menguntungkan atau tidak.

Kasih yang Berhati-Hati

"Kasih itu penuh risiko. Apa yang terjadi bila orang yang Anda kasihi itu berpaling dan mengkhianati Anda? Apakah yang akan terjadi bila orang yang Anda kasihi itu meninggal dunia, atau menemui kemalangan? Bukankah kasih hanya akan membuat hati Anda terluka?" Kasih yang berhati-hati berusaha melindungi diri dari dukacita. Hal menjauhi dukacita, kesulitan, dan cobaan akan menjadi syarat-syarat kasih. Cara semacam ini menjadi semakin umum dalam hubungan kita, dan orang mudah berubah karena mereka mendasarkan kasih pada perasaan.

Tentu saja tidak bisa dijamin, bahwa kasih kristiani tidak akan membawa dukacita. Orang Kristen masih bisa berbuat dosa dan masih dapat saling menyakiti hati. Rasul Yakobus mengatakan bahwa kasih "menutupi banyak dosa." Maksudnya, ada banyak dosa yang dapat ditutupi. Hubungan yang langgeng hanya dimungkinkan dengan menahan kesedihan melalui kasih yang mengikat diri, bukan dengan cara menghindari kesedihan.

Daripada mencari-cari cara melindungi diri agar hati tidak terluka dalam pergaulan kita dengan sesama, lebih baik orang Kristen melakukan pendekatan lain dalam menangani hal tersebut. Dalam pelajaran bela diri, salah satu pelajaran pertama yang diberikan adalah cara menjatuhkan diri yang tepat. Para pelatih bela diri memang realistis. Mereka menganggap bahwa anak-anak asuhan mereka nantinya harus menahan tendangan-tendangan yang tangguh. Maka dari itu, mengetahui cara menjatuhkan diri yang baik, serta cara mengatasi pukulan-pukulan yang datang adalah ketangkasan yang penting.

Orang Kristen juga dapat belajar cara menahan sakit hati dalam hubungan antar pribadi, yakni melalui pengampunan, kesabaran, langsung menangani perselisihan, dst., tanpa membuat semakin tegang ataupun menjaga jarak.

Kasih demi Pemuasan Diri

"Saya butuh hubungan yang penuh kasih, supaya hidup saya memuaskan." Siapakah akan memungkiri fakta yang tersirat di dalam pernyataan itu? Kita semua butuh hubungan penuh kasih agar hidup kita memuaskan. Masalahnya bukanlah pemuasan diri, tetapi menganggap pemuasan diri sebagai tujuan hidup kita.

Bila pemuasan diri adalah tujuan akhir, maka akan ada kecenderungan untuk memandang hubungan kasih sebagai alat untuk mencapai tujuan itu. Sering kali pendekatan ini menuntun kita untuk memusatkan perhatian pada kebutuhan pribadi akan kasih sayang atau pemuasan diri sendiri melalui cinta. Kasih yang tadinya merupakan pelengkap dari pemuasan diri, kini menjadi syarat lain yang harus dipenuhi.

Tujuan hidup orang Kristen bukanlah pemuasan diri, melainkan kasih akan Allah dan sesama manusia. Ajaran-ajaran Alkitab mendorong kita untuk memusatkan diri pada sesama, dan bukan memikirkan diri sendiri. Kita mengasihi, bukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi sebagai tanggapan kasih Allah, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1 Yohanes 4:19) Kasih bukanlah upaya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu pemuasan diri, kebahagiaan, ataupun kepuasan pribadi; kasih itulah tujuannya.

Kasih sebagai Ganjaran atau Hukuman

Para ahli ilmu jiwa menyatakan bahwa teknik ganjaran dan hukuman sangat efektif untuk mengubah tingkah laku. Sebagai contoh adalah tikus, ia dapat dilatih untuk melakukan latihan-latihan yang cukup sulit.

Karena kasih itu sangat kuat, kita cenderung memakainya sebagai suatu ganjaran, atau menariknya kembali sebagai hukuman. Tetapi kasih semacam itu adalah kasih yang bersyarat. Kasih kristiani tidaklah untuk diamalkan dengan cara seperti itu. Kita tidak boleh menarik kembali ikatan janji kita untuk mengasihi orang lain, sebagai hukuman bagi orang tersebut bila ia bersalah; kita juga tidak boleh mengancam akan menarik kembali kasih kita, agar ia terdorong untuk mengubah dirinya. Dengan perkataan lain, mengasihi atau janji untuk lebih mengasihi hendaknya tidak dimanfaatkan sebagai alat pemikat.

Saya tidak mau memberi kesan bahwa kita berlaku tidak konsekuen jika kita mengasihi orang lain, dan bersamaan dengan itu pula, kita mencoba mengubah mereka. Kita bisa saja menerima dan mengasihi orang lain, dan pada saat yang sama, berusaha mengubah tingkah laku mereka. Cara Tuhan menerima dan mengasihi kita adalah contoh yang baik, yang dapat kita terapkan dalam hubungan kita dengan sesama.

Dalam kebaktian penginjilan yang dilakukan Billy Graham, sebuah lagu dinyanyikan, "Sebagaimana adaku, kudatang pada-Mu, Yesus." Kata-kata lagu pujian itu menyatakan suatu kebenaran yang penting: Allah mengundang kita untuk datang kepada Yesus dan menerima keselamatan, walau bagaimanapun keadaan kita. Warta suci Kristus bukanlah "berubah dahulu, baru datang", tetapi "datanglah, sebagaimana ada." Meskipun demikian, perubahan merupakan bagian berita keselamatan. "Datanglah sebagaimana adanya, tetapi jangan tetap dalam keadaan itu; berubahlah supaya serupa dengan Kristus."

Maksud kasih yang mengubah tingkah laku ialah bahwa kasih yang kita berikan itu tidak tergantung pada tingkah laku orang, bukan berarti kita tak boleh berusaha mengubah kelakuan orang. Sebenarnya, adakalanya kita wajib mencoba memperbaiki tindak-tanduk seseorang. Misalnya, apabila tingkah laku seorang anak tidak pantas, maka orang tua wajib berusaha agar kelakuan anak mereka berubah. Kita tidak boleh mengabaikan tanggung jawab kita untuk membantu maupun mendorong orang yang kita cintai untuk mengubah kelakuannya, jika memang harus melakukannya. Namun, kita hendaknya jangan mengancam bahwa kita akan berhenti mengasihi mereka, jika mereka tidak mengubah kelakuan mereka.

Kasih yang Harus Setimpal

Keseimbangan dalam kasih itu bertalian dengan menjaga agar semua setimpal. Namun, mencari keseimbangan itu sama seperti hendak menjangkau bintang yang jauh sekali dari kita.

Dalam Efesus 5:25, Paulus mengatakan, "... kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat...." Nasihatnya membatalkan usaha untuk memelihara keseimbangan dalam kasih. Saya tidak dapat membayangkan bahwa Tuhan mengasihi umat-Nya seperti itu. Puji Tuhan, Ia tidak pernah menerapkan prinsip keseimbangan kasih semacam itu kepada saya.

Hanya kasih tanpa syarat -- kasih yang tidak ambil pusing dengan ketidakseimbangan dalam pernyataan kasih -- yang dapat mengakhiri prinsip kasih yang setimpal. Seperti Yohanes menuliskan, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita," bukan "kita mengasihi agar semua itu setimpal."

Dalam bentuk apa pun kasih itu muncul, kasih yang bersyarat bukanlah kasih kristiani. Kasih kristiani berdasarkan kasih Tuhan yang tidak bersyarat kepada umat-Nya, yakni kasih yang diulurkan-Nya kepada kita, walaupun kita memusuhi Dia (Kolose 1:21-22).

Ringkasan

Kasih yang diamalkan oleh orang Kristen hendaklah kasih tanpa syarat. Kasih yang memilih, mendorong kita untuk hanya mengasihi orang-orang yang serupa dengan kita. Kasih yang menguntungkan, mendorong kita untuk mengasihi sesama bila kita melihat bahwa kasih yang kita tanamkan itu membuahkan hasil/balasan. Kasih yang berhati-hati, berusaha melindungi kita dari sesuatu yang menyakiti hati kita atau dari kekecewaan. Kasih demi pemuasan diri, hanya mengutamakan kebutuhan kita akan pemuasan diri. Kasih yang dipakai sebagai sarana untuk mengubah kelakuan orang yang kita kasihi, berarti menggunakan kasih sebagai ganjaran atau hukuman. Kasih yang harus seimbang, berusaha agar segala sesuatu seimbang, tidak pernah memberikan lebih banyak atau lebih sedikit kepada orang yang kita kasihi. Semua ini adalah bentuk kasih yang menyimpang dari kasih kristiani. Kasih kristiani, sama seperti kasih Tuhan, adalah kasih tanpa syarat.

Diringkas dari:
Judul asli buku: Decision to Love
Judul buku: Apakah Kasih Kristiani Itu?
Judul asli artikel: Tanpa Syarat
Penulis: Ken Wilson
Penerjemah: Tidak dicantumkan
Penerbit: Penerbit Gandum Mas, Malang
Halaman: 42 -- 57

Catatan: Jika Anda ingin membaca artikel ini seutuhnya, Anda bisa mengaksesnya melalui situs Christian Counseling Center Indonesia di alamat: http://c3i.sabda.org/kasih_tanpa_syarat


ULASAN SITUS: IPEKA COUNSELING CENTER (ICC)

IPEKA adalah singkatan dari Iman, Pengharapan, dan Kasih. Yayasan Kristen ini berkiprah di bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah Kristen di beberapa kota besar di Indonesia. Selain melayani melalui pendidikan, yayasan ini juga memiliki pelayanan konseling yang diwadahi oleh IPEKA Counseling Center (Pusat Konseling IPEKA) di Jakarta. Dengan semboyan "Pemulihan dan Pengharapan dalam Kristus", ICC melayani konseling dan konsultasi bagi semua kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa. Selain melayani permintaan konseling via surel, para konseli juga bisa datang langsung (tentu saja dengan membuat jadwal terlebih dahulu dengan konselornya).

ICC juga melayani berbagai psikotes yang terkait dengan dunia pendidikan dan karier, pelatihan psikologi, dan seminar/lokakarya untuk peserta dalam jumlah banyak. Situs ini juga menyediakan artikel-artikel menarik dalam kategori belajar, keluarga, masalah perilaku, dll.. Silakan kunjungi alamat URL-nya untuk mengetahui pelayanan konseling ICC selengkapnya. (MDK)

Tanggal akses: 23 September 2011

==> < http://www.ipeka.org >


Kontak: < konsel(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Tatik Wahyuningsih, dan Mahardhika Dicky K.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/konsel >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >

Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo