Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, April 26, 2014

Kalender Doa SABDA: 28 April -- 4 Mei 2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

KADOS -- Edisi 199 (28 April -- 4 Mei 2014)

Salam damai Yesus Kristus,

Firman Tuhan mengajarkan agar kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa. Karena di dalam doa, kita akan semakin dikuatkan oleh Roh Kudus untuk menghadapi pergumulan hidup kita. Dengan berdoa dan menjaga persekutuan pribadi kita dengan Tuhan, kehidupan rohani kita akan terus bertumbuh dan kita akan menjadi orang yang berkemenangan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jadi, mari kita senantiasa menjaga dan memelihara jam doa kita agar kita dapat terus berjaga-jaga dan waspada terhadap serangan-serangan Iblis yang akan menghancurkan kita. Teruslah semangat di dalam Tuhan Yesus Kristus! Amin.

Staf Redaksi KADOS,
Sigit
< http://doa.sabda.org >


28 April 2014 -- Orang Kristen yang Bekerja di Pemerintahan

Bersyukur kepada Tuhan karena orang Kristen masih diberi kesempatan untuk "duduk" dalam pemerintahan. Kesempatan ini menjadi sangat berharga karena mereka yang "duduk" dalam pemerintahan bisa menjadi berkat dan terang bagi rekan sekerja dan masyarakat di Indonesia. Untuk itu, sebagai orang percaya, janganlah kita lalai terhadap tugas dan panggilan kita yang utama, yaitu memberitakan Kabar Baik bagi banyak orang. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar Ia senantiasa menolong setiap orang Kristen yang bekerja di pemerintahan. Kiranya mereka tetap setia kepada Tuhan dan mampu bekerja dengan baik, serta menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

29 April 2014 -- Keamanan Negara Indonesia

Negara Indonesia, yang terdiri atas banyak pulau, memerlukan pengawasan ketat supaya semua daerah bisa terjaga keamanannya. Ketika ada suatu daerah yang mengalami kekacauan, keributan, atau serangan dari pihak lain, hal ini secara langsung akan mengganggu stabilitas nasional. Memang, tidak mudah dalam menjaga keamanan negara Indonesia, tetapi sedapat mungkin aparat keamanan dan pihak-pihak terkait dapat bekerja dengan maksimal. Mari kita berdoa untuk keamanan negara Indonesia agar dari Sabang sampai Merauke tidak terjadi guncangan/gesekan yang dapat mengakibatkan keamanan di Indonesia terganggu.

30 April 2014 -- Komunitas Kristen di Indonesia

Keberadaan komunitas Kristen di Indonesia bisa menjadi wadah yang sangat berguna untuk menumbuhkan kerohanian anggotanya. Komunitas Kristen, baik di masyarakat, kampus, sekolah, maupun tempat kerja, diharapkan dapat menolong dan menguatkan setiap anggota dalam melakukan firman Tuhan dan hidup benar sesuai prinsip kekristenan. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar setiap komunitas Kristen dapat menolong anggotanya bertumbuh di dalam Tuhan. Berdoalah pula agar setiap anggota bisa ikut ambil bagian dalam memberitakan Kabar Baik dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

1 Mei 2014 -- Hari Buruh Nasional

Hari ini, kita memperingati hari Buruh Nasional. Di Indonesia, profesi buruh memang banyak ditekuni oleh sebagian besar masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah. Keberadaan buruh memang sangat membantu, khususnya bagi perusahaan/pabrik, karena tenaga mereka sangat dibutuhkan dalam bidang produksi barang. Namun, tidak sedikit perusahaan yang kurang memperhatikan kesejahteraan para buruh. Marilah kita berdoa untuk para buruh di Indonesia agar mereka tetap bekerja dengan rajin dan bertanggung jawab. Berdoalah pula agar perusahaan/pabrik lebih memperhatikan para buruh dengan mengutamakan kesejahteraan mereka.

2 Mei 2014 -- Hari Pendidikan Nasional

Tidak diragukan lagi bahwa pendidikan memegang peranan penting untuk kemajuan bangsa Indonesia. Melalui pendidikan, masyarakat tidak hanya diberi ilmu pengetahuan, tetapi juga pembinaan karakter. Untuk itu, pada hari ini, yaitu hari Pendidikan Nasional, marilah kita bersama-sama berdoa untuk para pendidik, murid, sukarelawan pengajar, dan pihak pemerintah agar mereka bisa melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar kondisi pendidikan di Indonesia semakin berkembang dan menghasilkan anak-anak bangsa yang berkualitas, baik secara intelektual maupun karakter.

3 Mei 2014 -- Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

Anak-anak berkebutuhan khusus sangat memerlukan bantuan orang lain. Untuk itu, ada beberapa sekolah yang khusus menangani anak-anak seperti ini. Para pengajar di sekolah ini membutuhkan kesabaran, cinta, dan ketekunan ekstra dalam mendidik mereka. Sebagai orang percaya, marilah kita mulai peduli kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan cara membantu dan mendoakan mereka. Marilah kita berdoa untuk semua anak berkebutuhan khusus agar mereka tetap bersemangat dalam belajar dan menjalani hari-hari mereka. Berdoalah pula agar para pengajar, pendamping, dan orang-orang yang ada di sekitar mereka dapat menolong dan mendukung anak-anak ini untuk terus maju dan berkembang menjadi anak yang berkualitas.

4 Mei 2014 -- Situs Alkitab SABDA

Situs Alkitab SABDA menjadi salah satu situs favorit untuk mempelajari firman Tuhan. Situs ini tidak hanya berisi Alkitab dalam berbagai versi, tetapi juga bahan-bahan yang dapat menolong setiap pengunjungnya untuk belajar firman Tuhan. Melalui situs Alkitab SABDA, kita akan semakin dibukakan bahwa situs bisa dipakai untuk belajar dan mengenalkan firman Tuhan kepada semua orang. Marilah kita membuka hati dan berdoa kepada Tuhan Yesus agar situs Alkitab SABDA dapat menuntun orang-orang untuk lebih mengenal firman Tuhan dan menjadi berkat bagi masyarakat Kristen Indonesia.

--> http://alkitab.sabda.org


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Santi T. dan Sigit
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) April 27 -- MELAMPAUI AKAL

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 27 April 2014
Bacaan : Roma 1:1-7
Setahun: 1 Raja-Raja 14-15
Nats: ... menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari
antara orang mati bahwa Dialah Anak Allah yang berkuasa, Yesus
Kristus Tuhan kita. (Roma 1:4)

Judul:

MELAMPAUI AKAL

Ketuhanan Yesus Kristus masih digugat dari abad pertama sampai
sekarang. Kedudukannya sebagai Kristus atau Mesias terus
diperkarakan. Begitu juga, kebangkitan-Nya dipergunjingkan sebagai
perkara yang tidak masuk akal.


Paulus menanggapi isu ini secara jitu. Kebangkitan Yesus penting
karena menyatakan pembelaan Allah, menegaskan bahwa Yesus adalah
Anak-Nya, Yesus adalah Kristus (Mesias) dan Tuhan (Kurios).
Kebangkitan memang tidak masuk akal, namun bukan bertentangan dengan
akal sehat, melainkan melampaui akal--akal kita tidak cukup untuk
memahaminya. Kebangkitan adalah peristiwa yang melampaui daya
tampung pikiran kita. Akal tidak mampu mencernanya karena akal itu
sendiri penuh keterbatasan. Lawatan Allah pada manusia melalui
kebangkitan Yesus hanya dapat diterima jika kita bersedia mengakui
keterbatasan akal tersebut dan menyambut Misteri Iman.


Sikap paling tepat terhadap kasih karunia, dengan demikian, bukanlah
mengerahkan daya rasio untuk memahaminya. Sebaliknya, dengan rendah
hati kita membuka hati untuk menerima, menjaga, dan mempersilakan
kasih karunia itu mengubah cara pandang. Perubahan perspektif ini
nantinya memotivasi kita untuk bergerak dalam hidup yang baru.
Itulah makna kebangkitan Yesus. Manusia yang menerima Misteri Iman
dalam kebangkitan Yesus hidupnya menjadi berarti, utuh, penuh oleh
sukacita tiada terkira serta cinta pada Allah dan sesama. Sudahkah
kita menyambut kasih karunia-Nya ini? --Daniel K Listijabudi
/Renungan Harian

UNTUK MENGENAL ALLAH DENGAN AKAL YANG TERBATAS,
PERLU RUANG UNTUK MENYAMBUT MISTERI IMAN YANG MELAMPAUI AKAL.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+1:1-7

Roma 1:1-7

1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul
dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan
nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari
keturunan Daud,
4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari
antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa,
Yesus Kristus Tuhan kita.
5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan
rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan
taat kepada nama-Nya.
6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil
menjadi milik Kristus.
7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah,
yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia
menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan
dari Tuhan Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+14-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+14-15


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, April 25, 2014

(e-RH) April 26 -- TIDAK MENGENAL LIBUR

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 26 April 2014
Bacaan : Lukas 13:10-17
Setahun: 1 Raja-Raja 12-13
Nats: Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah
satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.
(Lukas 13:14)

Judul:

TIDAK MENGENAL LIBUR

Hari Sabat adalah hari yang sakral bagi orang Yahudi. Namun,
mereka mengartikan kesakralan Sabat itu secara berlebihan sehingga
tidak seorang pun diperbolehkan melakukan suatu kegiatan pada hari
itu sekalipun untuk menyembuhkan orang sakit. Bisa dibayangkan kalau
hal ini dianut oleh dokter atau perawat sehingga mereka tidak mau
menolong pasien yang sakit parah karena saat itu hari Sabat.


Yesus memberikan wawasan berbeda tentang hari Sabat. Pada hari itu,
Dia menyembuhkan perempuan yang bungkuk punggungnya karena dirasuki
roh jahat selama delapan belas tahun. Kepala rumah ibadat kemudian
melontarkan protes. Yesus menjawab kepala rumah ibadat itu dengan
menekankan masalah "melepaskan" dan "dilepaskan". Artinya, hari
Sabat ada untuk melepaskan dan memerdekakan, bukan untuk mengikat
dan membelenggu. Ya, Sabat justru hari yang tepat untuk melepaskan
perempuan itu dari ikatan Iblis dan, dengan demikian, menyatakan
kehadiran Kerajaan Allah yang penuh kuasa. Jika ternak saja bisa
tetap diperhatikan pada hari Sabat, apalagi sesama manusia, bukan?


Perbuatan baik tidak mengenal libur. Peraturan semestinya dibuat
untuk mempermudah pelayanan, bukan untuk menghambat atau
membatasinya. Mari kita mengikuti jejak keteladanan Tuhan Yesus. Dia
mementingkan menolong orang lain daripada mematuhi peraturan yang
membelenggu. Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menghentikan
karya Kerajaan Allah. Biarlah melalui perbuatan baik kita Tuhan
dipermuliakan dan Kerajaan-Nya dinyatakan. --Eddy Nugroho /Renungan
Harian

PERBUATAN BAIK SELAYAKNYA TIDAK DIHAMBAT DAN DIBATASI,
MELAINKAN DIDUKUNG DAN DITUMBUHKEMBANGKAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+13:10-17

Lukas 13:10-17

10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah
ibadat pada hari Sabat.
11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun
dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan
tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata
kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika
itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang
pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam
hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari
itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik,
bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau
keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke
tempat minuman?
16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat
oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia
adalah keturunan Abraham?"
17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan
semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang
telah dilakukan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+12-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+12-13


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Thursday, April 24, 2014

[i-kan-humor] [e-Humor] JAWABAN JEMAAT -- 2331 April/2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Humor
2331, April 2014

Shalom,

Respons balik merupakan salah satu hal penting agar sebuah komunikasi dapat terjalin baik. Respons tersebut dapat diperoleh secara perorangan maupun kelompok. Edisi e-Humor kita kali ini mengisahkan tentang respons dari jemaat dalam khotbah yang disampaikan pendetanya. Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak ceritanya.

Staf Redaksi e-Humor,
Tika
< http://humor.sabda.org/ >


2331. JAWABAN JEMAAT

Dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani di gereja, seorang pendeta berkhotbah dengan penuh semangat, "Bila gereja kita mau menjadi lebih baik, ia harus bangun dari tidurnya dan berjalan." Jemaat menjawab, "Amin. Harus bangun dan berjalan!"

Pendeta itu melanjutkan. "Bila gereja kita mau menjadi lebih baik, ia harus menyingkirkan penghalang-penghalangnya dan berlari!" Jemaat menjawab, "Amin. Harus berlari!"

Pendeta melanjutkan kembali, "Bila gereja kita mau lebih baik, ia harus memasang sayapnya dan terbang!" Jemaat menjawab, "Amin. Harus terbang!"

Suara pendeta makin menggelegar, "Bila gereja kita mau terbang tinggi, itu memerlukan biaya!" Jemaat menjawab, "Amin. Tidak usah terbang."

[Sumber: Senam Mulut Bikin Imut, halaman 91]

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)
< http://alkitab.sabda.org/?2Korintus+9:7 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 218: Di manakah murid-murid pertama kali disebut orang Kristen?

Jawaban dari pelanggan Publikasi e-Humor:
- Fitry.Sitorus <fitry.sitorus@xxx>: Di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:26b).
- Anny S <godwithanny5ms@xxx> Di Antiokia ( Kis. 11: 26).
- <jnabubois@xxx>: Di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:26).
- <tingkatberutu@xxx>: Antiokia.

Jawaban dari Fan Page Facebook e-Humor:
- Tatar Rimalati: Anthiokia.
- Fricilia Christin Opur: Anthiokia.
- Andreas Tanimbar: Anthiokia.

Jawaban e-Humor: di Antiokhia (Kis. 11:26)

Wow! Terima kasih ya untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Sekarang, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 219: Siapakah nama saudara perempuan Laban, yang sudah lama mandul, tetapi kemudian melahirkan anak kembar?

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal lima hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Tika dan Lusia
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) April 25 -- GARAM YANG MENYEHATKAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 25 April 2014
Bacaan : 2 Raja-Raja 2:19-22
Setahun: 1 Raja-Raja 9-11
Nats: Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam
itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman Tuhan: Telah
Kusehatkan air ini..." (2 Raja-Raja 2:21)

Judul:

GARAM YANG MENYEHATKAN

Seorang ibu paruh baya di gereja kami, Bu Tami, dikenal sebagai
seorang yang murah hati. Kepeduliannya kepada sesama begitu besar
sampai-sampai ia rela menanggung seluruh biaya perawatan seorang ibu
lanjut usia, tetangganya, dengan uang hasil kerjanya sebagai tukang
cuci pakaian. "Pak, saya menitipkan ibu ini ke panti Bapak.
Keluarganya sudah tidak ada yang merawat, jadi tolong dirawat, saya
akan membayar biayanya setiap bulan, " kata Bu Tami kepada salah
seorang pengurus Panti Jompo di kampungnya. Kehadiran dan kepedulian
Bu Tami kepada sesama ibarat garam yang "menyehatkan" lingkungannya.
Apakah yang terjadi seandainya tidak ada garam? Kita menyantap
masakan yang hambar, bahan-bahan makanan cepat membusuk, kita
kehilangan bahan obat yang mujarab, dan sebagainya.


Suatu kejadian di kota Yerikho menunjukkan manfaat garam. Meski
letaknya strategis, tapi kota itu kondisinya tidak baik. Airnya
buruk dan banyak perempuan mengalami keguguran. Untuk memperbaiki
kondisi itu, Tuhan memerintahkan kepada Nabi Elisa untuk melemparkan
garam ke mata air kota tersebut. Melalui garam tersebut, Tuhan
menyehatkan air di kota Yerikho.


Kita adalah garam dunia! Demikianlah Yesus memanggil kita, para
pengikut-Nya (Mat 5:13). Sudahkah kita memenuhi harapan Tuhan agar
kita menjadi garam yang "menyehatkan" di mana pun kita berada?
Kasih, kepedulian, dan perbuatan baik kita kepada sesama adalah
kesaksian yang dapat membawa setiap orang memuliakan Bapa di surga.
--Samuel Yudi Susanto /Renungan Harian

TUHAN MEMANGGIL KITA UNTUK MENJADI GARAM.
JADILAH GARAM YANG MENYEHATKAN DI MANA PUN KITA BERADA!

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Raja-Raja+2:19-22

2 Raja-Raja 2:19-22

19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat!
Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya
tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."
20 Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah
garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya.
21 Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam
itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah
Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya
kematian atau keguguran bayi."
22 Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan
firman yang telah disampaikan Elisa.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+9-11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+9-11


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Wednesday, April 23, 2014

[i-kan-untuk-reformed] Pikullah Salibmu dan Ikutlah Aku -- Edisi 151/April 2014

______________________Milis Publikasi e-Reformed______________________
Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Reformed -- Pikullah Salibmu dan Ikutlah Aku
Edisi 151/April 2014

DAFTAR ISI:
ARTIKEL: PIKULLAH SALIBMU DAN IKUTLAH AKU

Dear e-Reformed Netters,

Pertama-tama, kami segenap redaksi e-Reformed mengucapkan SELAMAT
PASKAH! Semoga Paskah tahun ini mempunyai makna rohani yang berkesan
bagi kita masing-masing.

Artikel e-Reformed untuk bulan April ini diambil dari buku karya John
Piper berjudul "Apa yang Yesus Tuntut dari Dunia". Salah satu
tuntutan orang Kristen adalah memikul salib. Memikul salib berarti
rela menanggung segala penderitaan sebagai konsekuensi dari mengikut
Kristus. Memikul salib berarti rela putus hubungan dengan hal-hal
yang kita cintai demi mengikut Kristus. Sebagaimana yang dikatakan
Paulus bahwa penderitaan adalah sebuah anugerah, seharusnya kita
boleh berbangga dan bersukacita jika suatu saat kita menghadapi
penderitaan karena Kristus. Memang hal ini tidak mudah, tetapi itulah
yang menjadi identitas seorang pengikut Kristus, seperti yang telah
dialami para pendahulu kita yang telah berhasil memperjuangkan dan
mempertahankan iman sampai akhir.

Biarlah mengikut Kristus dengan segala konsekuensinya menjadi
kerinduan bagi setiap kita. Kiranya Allah Roh Kudus dengan segala
kasih karunia-Nya terus menyertai dan memampukan kita untuk menjadi
pengikut Kristus yang sejati. Soli Deo Gloria!

Pemimpin Redaksi e-Reformed,
Teddy Wirawan
< teddy(at)in-christ.net >
< http://reformed.sabda.org >


ARTIKEL: PIKULLAH SALIBMU DAN IKUTLAH AKU

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya dan mengikut aku. Karena barangsiapa mau
menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi
barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya."
(Matius 16:24-25)

"Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Markus 1:17)

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan
berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
(Yohanes 8:12)

"Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang
mati mereka." (Matius 8:22)

"Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan
berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh
harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21)

Yesus sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah (Yohanes 1:1, 14). Ia
bukan Allah dalam bungkus manusia, seperti kostum. Ia nyata, manusia
dengan darah daging, seorang anak tukang kayu (Markus 6:3). Karena
itu, ketika Ia berkata kepada para penangkap ikan dan pemungut cukai,
"Ikutlah Aku," ketaatan mereka adalah konkret, perbuatan fisik yang
menjejakkan kaki mereka ke tanah dan berjalan di belakang Yesus dan
menjadi bagian dari tim perjalanan Yesus.

Mengikut Yesus Ketika Ia Tidak Lagi di Sini

Yesus tahu bahwa Ia tidak akan selalu berada di bumi bersama
pengikut-pengikut-Nya dalam pengertian fisik. "... tetapi sekarang
Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, ... Namun benar yang
Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku
pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang
kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."
(Yohanes 16:5,7) Yesus sadar sepenuhnya bahwa gerakan yang telah
dimulai-Nya akan berlanjut setelah ia kembali kepada Bapa-Nya di
surga. Ini adalah rencana-Nya.

Oleh sebab itu, tuntutan-Nya supaya kita mengikut Dia adalah relevan,
bukan hanya pada masa Ia hidup secara fisik di dunia, melainkan juga
sepanjang waktu. Ia dengan jelas menyatakan ini pada akhir
pelayanan-Nya di bumi. Ia telah bangkit dari kematian dan akan
kembali kepada Bapa-Nya. Ia mengatakan kepada Petrus bahwa suatu
hari, ia akan mengalami mati syahid setelah Yesus naik ke surga.
Petrus bertanya-tanya apakah ia orang satu-satunya sehingga ia
bertanya kepada Yesus apa yang akan terjadi dengan rekan rasul yang
lain, yaitu Yohanes. Yesus menjawab, "Jikalau Aku menghendaki, supaya
ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi
engkau: Ikutlah Aku." (Yohanes 21:22)

Implikasi tentang mengikut Yesus ini terjadi setelah Yesus naik ke
surga. Sampai Yesus datang kembali, Ia berharap murid-murid-Nya di
dunia tetap mengikut Dia. Jadi, mengikut Yesus tidak dibatasi dengan
berjalan secara fisik di sekitar Palestina di belakang Yesus. Yesus
menuntut hal ini pada setiap orang, di setiap negara, di setiap zaman.

Mengikut Yesus Berarti Melakukan Seperti yang Yesus Lakukan

Ketika Yesus berkata kepada Petrus dan Andreas, yang pekerjaannya
adalah menangkap ikan, "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan
penjala manusia" (Markus 1:17), Ia menggunakan perumpamaan yang
berhubungan langsung dengan mereka, untuk sesuatu yang dapat
diaplikasikan kepada setiap orang yang mengikut Yesus. Tuntutan untuk
mengikut Yesus berarti bahwa setiap orang harus bersama Dia,
melakukan apa yang Ia lakukan. Dan, berkali-kali Ia mengatakan apa
yang Ia maksudkan. "Anak Manusia datang ... untuk memberikan
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45) "Anak
Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas
19:10) "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang
berdosa, supaya mereka bertobat." (Lukas 5:32) "Aku datang supaya
mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."
(Yohanes 10:10) "Apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku
dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat
ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!" (Yohanes 12:27-28)

Kesimpulannya, Ia datang untuk "mati bagi bangsa (Israel), dan bukan
hanya untuk bangsa Israel, namun juga untuk menyatukan anak-anak
Allah yang tercerai-berai di luar (Yohanes 11:51-52). Ia datang untuk
mengumpulkan suatu umat, khususnya untuk mengumpulkan suatu umat yang
setia kepada-Nya untuk kemuliaan Bapa-Nya, dengan mati untuk
menyelamatkan mereka dari dosa dan memberi mereka hidup kekal dan
suatu etika kasih yang baru seperti diri-Nya (Yohanes 13:34-35). Oleh
sebab itu, ketika Ia menuntut agar kita mengikut Dia, yang Ia
maksudkan ialah kita ikut bersama-Nya dalam tugas mengumpulkan.
"Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." (Lukas
11:23) Tidak ada pengikut netral; kalau kita tidak mengumpulkan, kita
mencerai-beraikan. Mengikut Yesus berarti melanjutkan pekerjaan-Nya,
yang untuk itulah Ia datang -- mengumpulkan umat yang setia
kepada-Nya untuk kemuliaan Bapa-Nya.

Mengikut Yesus dalam Penderitaan

Mengajak kita untuk turut melanjutkan pekerjaan-Nya, termasuk
menderita bersama-Nya, merupakan tujuan kedatangan Yesus. Mengikut
Yesus berarti kita ikut dalam penderitaan-Nya. Ketika Yesus memanggil
kita untuk mengikut Dia, dalam hal inilah Ia menekankan, Ia tahu
bahwa Ia menuju ke salib dan Ia menuntut kita melakukan hal yang
sama. Ia menata seluruh kehidupan dan pelayanan-Nya untuk pergi ke
Yerusalem dan dibunuh. "Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus
meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi
dibunuh kalau tidak di Yerusalem." (Lukas 13:33)

Maka, "Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem." (Lukas
9:51) Dan, Ia tahu secara tepat apa yang akan terjadi di sana.
Semuanya itu telah direncanakan Bapa-Nya ketika Bapa mengutus-Nya ke
dalam dunia. "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan
diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka
akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia
kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan
diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari
Ia akan bangkit." (Markus 10:33-34) Itulah rencana-Nya-sampai
detail-detail ketika Ia diludahi.

Itulah rancangan kehidupan-Nya. Dan, Ia tahu bahwa penderitaan-Nya
juga akan menimpa mereka yang mengikuti Dia. "Jikalau mereka telah
menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu." (Yohanes 15:20)
Maka, fokus yang pantang mundur dari tuntutan-Nya ialah bahwa kita
mengikut Dia dalam penderitaan. "Setiap orang yang mau mengikut Aku,
ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."
(Matius 16:24) Yesus menekankan pada kata menyangkal diri dan memikul salib.

Menderita demi Yesus dengan Sukacita Menunjukkan Nilai Tertinggi Yesus

Yesus tidak mati untuk menjadikan kehidupan kita mudah dan makmur. Ia
mati untuk menyingkirkan setiap halangan yang merintangi sukacita
kekal yang akan kita peroleh dari-Nya. Dan, Ia memanggil kita untuk
mengikut Dia dalam penderitaan-Nya karena penderitaan dan sukacita
ini adalah demi Yesus (Matius 5:12). Ini menunjukkan bahwa Ia lebih
berharga daripada segala pahala yang ditawarkan dunia (Matius 13:44;
6:19-20). Jika Anda mengikut Yesus hanya karena Ia membuat kehidupan
Anda mudah saat ini, itu akan memperlihatkan kepada dunia bahwa Anda
mencintai apa yang mereka cintai, dan Yesus kebetulan menyediakan itu
bagi Anda. Akan tetapi, jika Anda menderita bersama Yesus di jalan
kasih karena Ia adalah harta yang tak ternilai bagi Anda, akan
menjadi nyata kepada dunia bahwa hati Anda diarahkan kepada harta
yang berbeda dari mereka. Itulah sebabnya, Yesus menuntut agar kita
menyangkal diri dan memikul salib kita dan mengikut Dia.

Menderita Sementara untuk Yesus; Bersukacita di dalam Yesus itu Kekal

Tentu saja, penderitaan itu sementara. Tuhan tidak memanggil kita
untuk penderitaan yang kekal. Ia menyelamatkan kita dari penderitaan.
"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi
barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan
memeliharanya untuk hidup yang kekal." (Yohanes 12:25) "Barangsiapa
kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, Ia akan
menyelamatkannya." (Markus 8:35) Menderita bagi Yesus adalah
sementara. Sukacita di dalam Yesus adalah kekal. Ketika Petrus
berkata (mungkin dengan sedikit nada mengasihani diri), "Kami ini
telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau, ...." Yesus
menjawab tanpa memanjakan rasa mengasihani diri Petrus, "Dan setiap
orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki
atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau
ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan
memperoleh hidup yang kekal." (Matius 19:27,29) Dengan kata lain,
tidak ada pengorbanan yang paling tinggi dalam mengikut Yesus. "...
engkau akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan orang-orang
benar." (Lukas 14:14) "... upahmu besar di sorga ..." (Matius 5:12)

Bahkan, sebelum surga, sukacita sudah berkelimpahan di sepanjang
jalan yang keras dan memimpin kita melalui kematian menuju
kebangkitan. Tidak ada yang dapat dibandingkan dengan sukacita
berjalan di dalam terang bersama Yesus, sebagai lawan dari berjalan
di dalam kegelapan tanpa Dia. Yesus berkata, "Akulah terang dunia;
barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12). Mengikut
Yesus memang dapat membawa kita mengalami penderitaan dan kematian.
Namun, jalan-Nya menuju kepada terang, kehidupan, dan kebenaran.
Yesus berjanji, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman." (Matius 28:20) Dan, di mana Yesus hadir, di situ ada
sukacita, sukacita di dalam penderitaan sekarang, namun tetap adalah
sukacita. "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di
dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." (Yohanes 15:11)

Terputusnya Relasi dengan Sesama

Inilah sebabnya, terputusnya relasi sebagai konsekuensi dari mengikut
Yesus tidak menghancurkan hidup kita, meskipun sangat mungkin terjadi
putus relasi dengan orang lain, harta milik, atau dengan pekerjaan.
Yesus mempunyai cara yang mengejutkan untuk menjelaskan harga
mengikut Dia di dalam relasi dengan orang. "Ikutlah Aku dan biarlah
orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka." (Matius 8:22)
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya,
ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau
perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."
(Lukas 14:26) Dengan kata lain, mengikut Yesus begitu pentingnya
sehingga Ia menuntut perilaku yang terkadang terlihat seperti
membenci dunia. Saya melihat pilihan yang menyakitkan ini telah
dihayati oleh para misionaris ketika mereka membawa anak-anak mereka
yang masih kecil ke tempat-tempat yang berbahaya dan meninggalkan
orang tua mereka yang telah lanjut usia, tak memelihara mereka, dan
mungkin tidak akan melihat mereka lagi di dunia. Sebagian orang
menyebutnya "tanpa kasih". Namun, Yesus melihat pada bangsa-bangsa
dan apa yang dituntut oleh kasih demi bangsa-bangsa tersebut.

Putus Relasi dengan Harta Milik

Mengikut Yesus juga membuat kita putus relasi dengan harta milik.
Suatu kali, ada seorang pemuda kaya yang sangat mencintai harta
miliknya. Maka, Yesus memutus berhala dalam hatinya dengan tuntutan,
"Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan
berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh
harta di sorga, kemudian datanglah kemari, dan ikutlah Aku." (Matius
19:21) Jikalau ada sesuatu yang menghalangi jalan kita untuk mengikut
Yesus, kita harus menyingkirkannya.

Hal ini bukan khusus untuk orang kaya tersebut, namun berlaku untuk
kita semua. "Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang
tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi
murid-Ku." (Lukas 14:33) Melepaskan diri dari apa yang Anda miliki
tidak selalu berarti menjual semua milik Anda. Yesus memuji Zakheus
yang memberikan separuh dari harta miliknya untuk orang-orang miskin
(Lukas 19:8-9). Akan tetapi, menjual semua berarti semua yang kita
miliki tersedia sepenuhnya bagi Yesus untuk tujuan-tujuan yang
menyenangkan Dia, dan bahwa harta itu tidak menghalangi ketaatan yang
radikal terhadap perintah untuk mengasihi.

Putus Relasi dengan Pekerjaan

Juga ada putus relasi saat kita mengikut Yesus, yang berkenaan dengan
pekerjaan kita. Ketika Yesus memanggil kedua belas murid untuk
mengikut Dia, tidak seorang pun yang secara penuh menjadi pengikut
Yesus. Mereka adalah penangkap-penangkap ikan, pemungut cukai, dan
sebagainya. Mereka mempunyai pekerjaan. Yang luar biasa adalah
terjadi hal seperti ini: "Kemudian ketika Ia (Yesus) lewat di situ,
Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata
kepadanya: 'Ikutlah Aku!' Maka berdirilah Lewi lalu mengikut Dia."
(Markus 2:14) Itu yang terjadi (sejauh yang kita ketahui). Bagi
kebanyakan kita, tentu tidak sesederhana itu. Namun, bisa terjadi demikian.

Mungkin hal ini terjadi pada Anda. Tidak setiap orang harus
meninggalkan pekerjaannya dan mengikut Yesus. Ketika seseorang mau
meninggalkan kampung halamannya dan mengikut Yesus, Yesus berkata,
"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan
beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh
Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau."
(Markus.5:19) Kebanyakan dari kita tetap tinggal pada posisi dan
relasi sekarang. Namun, tidak semuanya. Untuk sebagian orang, mungkin
Anda (ketika Anda membaca ini), mengikut Yesus bisa berarti putus
relasi yang riskan dengan pekerjaan Anda. Janganlah takut untuk
mengikut Dia dan menjauh dari keadaan yang tidak asing bagi Anda.

Mengikut Yesus itu Mahal dan Berharga

Yesus tidak ingin menjebak Anda dengan semacam umpan atau tombol
untuk mengikut Dia. Ia sangat jelas tentang harga yang harus dibayar.
Sebenarnya, Ia mendesak Anda untuk menghitung harganya. "Sebab
siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak
duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya
untuk menyelesaikan pekerjaan itu? ... Atau, raja manakah yang kalau
mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk
mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup
menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?"
(Lukas 14:28,31) Biarlah panggilan untuk mengikut Yesus menjadi jelas
dan tulus. "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi
kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yohanes 16:33)
Sangat mahal dan sangat berharga.

Diambil dan disunting dari:
Judul asli buku: What Jesus Demands From The Lord
Judul buku terjemahan: Apa yang Yesus Tuntut dari Dunia
Judul bab: Pikullah Salibmu dan Ikutlah Aku
Penulis: John Piper
Penerjemah: Miriam Santoso
Penyunting: Chilianha Jusuf
Penerbit: SAAT, Malang 2012
Halaman: 69 - 75


Kontak: reformed(at)sabda.org
Redaksi: Teddy Wirawan, Yulia Oeniyati, dan Ryan
Berlangganan: subscribe-i-kan-untuk-Reformed(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-untuk-Reformed(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-reformed/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >


---
This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.
http://www.avast.com


______________________________e-Reformed______________________________

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com
Kontak Redaksi: < reformed(a t)sabda.org >
Untuk mendaftar: < subscribe-i-kan-untuk-Reformed(a t)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-untuk-Reformed(a t)hub.xc.org >
Arsip e-Reformed: < http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed >
SOTeRI: < http://soteri.sabda.org/ >
Situs YLSA: < http://www.ylsa.org/ >
Situs SABDA Katalog: < http://katalog.sabda.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

(e-RH) April 24 -- BERKAT GANDA PENEBUSAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 24 April 2014
Bacaan : Kolose 1:1-14
Setahun: 1 Raja-Raja 8
Nats: Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan
kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih. (Kolose 1:13)

Judul:

BERKAT GANDA PENEBUSAN

Bayangkanlah diri Anda perempuan pelacur di negeri yang menganggap
pelacuran sebagai kejahatan yang layak diganjar dengan hukuman mati.
Suatu hari Raja menyatakan pengampunan penuh pada semua pelacur.
Anda tentu menyambutnya sebagai kabar baik, bukan? Anda tidak perlu
lagi bersembunyi ketakutan dari kejaran polisi kerajaan. Anda tidak
lagi dianggap sebagai penjahat. Namun, apakah pengampunan itu
memotivasi Anda untuk berubah? Bisa jadi tidak. Tekanan hidup
mungkin memaksa Anda tetap melacur.


Sekarang, bayangkanlah Raja tidak berhenti di situ. Selain
mengampuni, ia secara khusus juga meminang Anda menjadi
permaisurinya. Anda diangkat menjadi ratu! Hidup Anda sontak
berubah! Nah, apakah Anda akan terus melacur?


Paulus mengucap syukur atas perubahan hidup yang dialami jemaat
Kolose setelah mereka percaya pada berita Injil. Perubahan hidup itu
terjadi oleh berkat ganda penebusan. Pertama, mereka dimerdekakan
dari kuasa kegelapan. Oleh pencurahan darah Kristus, dosa mereka
--yang membelenggu mereka dalam kegelapan-diampuni. Tidak berhenti
di situ, Allah juga memindahkan mereka ke dalam Kerajaan Anak-Nya,
menjadikan mereka anak-anak Kerajaan. Mereka mendapatkan kehidupan
yang baru sepenuhnya.


Jika Anda belum percaya pada berita Injil, sambutlah berkat ganda
itu sekarang juga. Jika Anda sudah percaya, teruslah hidup dalam
berkat penebusan ini: bahwa dosa Anda sudah diampuni dan bahwa Anda
sekarang adalah anak Allah. --Arie Saptaji /Renungan Harian

ALLAH BUKAN HANYA MENGAMPUNI DOSA KITA,
MELAINKAN JUGA MENGANGKAT KITA SEBAGAI ANAK-NYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kolose+1:1-14

Kolose 1:1-14

1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan
Timotius saudara kita,
2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus
di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa
kita, menyertai kamu.
3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus
Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus
dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga.
Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam
firman kebenaran, yaitu Injil,
6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang
di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu
mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang
kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada
berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu
menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk
mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya
dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan
yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang
Allah,
11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya
untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan
kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk
orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan
kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan
dosa.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+8
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+8


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tuesday, April 22, 2014

Bls: [i-kan-binaguru] INFO: JPA - Lokakarya Kepenulisan Anak

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Shalom Pelayanan Anak
Mohon informasi, pendaftaran kepada siapa ya untuk acara lokakarya kepenulisan anak?
Terima kasih, Tuhan memberkati.
Pdm. Joshua Ali Sidharta

Pada Senin, 14 April 2014 15:14, Meilania Chen <meilania.chen@gmail.com> menulis:
---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
From: Jaringan Pelayanan Anak <jpa_indonesia@yahoo.com>

Shalom.

Mitra JPA terkasih, bersama dengan lembaga mitra yang fokus pada bidang pelayanan kepenulisan dan penerbitan, Jaringan Pelayanan Anak kembali akan menyelenggarakan kegiatan kebersamaan. Adapun kegiatan tersebut dalam bentuk LOKAKARYA KEPENULISAN ANAK. Lokakarya ini kami adakan sebagai bentuk kepedulian JPA terhadap langkanya penulis anak dan masih kurangnya minat terhadap dunia kepenulisan anak. Kami berharap dengan adanya lokakarya tersebut, para penggiat anak dapat mengembangkan talentanya dalam bidang kepenulisan serta dapat menumbuhkan bibit-bibit penulis Kristen dalam bidang anak yang akan melayankan Firman Tuhan dalam bidang kepenulisan.

Lokakarya akan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2014 pkl. 08.30 - 16.00 WIB di Pusat Pengembangan Pendidikan Ursulin (P3U) Santa Maria, Jl. Ir. H. Juanda No. 29 Jakarta Pusat (Belakang Halte Santa Maria). Biaya pendaftaran Rp. 100.000 sampai dengan 30 April dan Rp. 150.000 mulai 1 - 12 Mei 2014. Acara ini dalam bentuk pleno dan terdiri dari enam Kapita Selekta. Info lebih lanjut berkaitan dengan lokakarya tersebut, kami lampirkan dalam poster dan brosur berikut ini.

Besar harapan kami, mitra JPA berkenan membantu penyebarluasan kegiatan kebersamaan kita. Atas bantuan yang diberikan, kami mengucapkan banyak terima kasih. Mari bekerja sama memajukan pelayanan anak di Indonesia.


Salam Berjejaring,

Yeni Krismawati
---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   



---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

(e-RH) April 23 -- TERLUKA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 23 April 2014
Bacaan : Yohanes 20:19-23
Setahun: 1 Raja-Raja 5-7
Nats: Sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan
lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika
mereka melihat Tuhan. (Yohanes 20:20)

Judul:

TERLUKA

Kulit kita tidak mulus. Entah kecil entah besar, setiap orang
punya bekas luka di tubuhnya. Ada yang terlihat jelas, ada yang
tidak kentara. Sekadar goresan kecil atau bekas jahitan operasi. Ada
yang tersembunyi di balik busana, ada yang terlihat oleh siapa saja.
Begitulah kehidupan nyata ini, selalu menghadirkan risiko terluka.


Ketika Tuhan kita bangkit, Dia memilih menjumpai para murid dengan
bekas luka pada tubuh-Nya. Bukankah hal itu hanya mengingatkan
mereka akan kekejian penyaliban sekaligus menguak luka mereka
sendiri? Kala itu mereka takut, sedih, marah, kecewa, malu, merasa
bersalah, putus asa-semuanya itu menorehkan luka dalam di hati
masing-masing. Yang ditutupi rapat-rapat. Namun, Tuhan yang bangkit
malah menunjukkan luka-Nya. Luka di Jumat Agung menampakkan bekasnya
di fajar Paskah. Kenapa? Dia ingin para murid tahu, kasih-Nya tetap
kendati mereka terluka. Tak perlu menyembunyikan luka, sebab Tuhan
tidak berubah karena mereka terluka. Dia Tuhan yang terluka dan tahu
persis bagaimana menyapa orang yang terluka. Tak heran para murid
bersukacita melihat Tuhan dengan bekas luka-Nya.


Terlalu sering kita menelan saja pengertian: orang kristiani harus
"sehat", "tegar", "suci"-tak punya luka. Akibatnya, tak sedikit
orang kristiani yang menekan perasaan atau berpura-pura. Padahal,
terluka adalah bagian dari kehidupan. Tak perlu ditutupi. Ungkapkan
dan perlihatkan pada Yesus. Dia tahu bagaimana menangani luka-luka
kita. --Pipi A Dhali /Renungan Harian

JIKA TUHAN YESUS MENUNJUKKAN LUKA-NYA, MENGAPA KITA
HARUS MENYEMBUNYIKANNYA ATAU BERPURA-PURA TAK PUNYA LUKA?

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+20:19-23

Yohanes 20:19-23

19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu
berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan
pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang
Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di
tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan
lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika
mereka melihat Tuhan.
21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama
seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus
kamu."
22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata:
"Terimalah Roh Kudus.
23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan
jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap
ada."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+5-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+5-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Monday, April 21, 2014

[i-kan-misi] [e-JEMMi] Kerajaan Menyerang Balik (II) -- Edisi 04/April/2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-JEMMi -- Kerajaan Menyerang Balik (II)
No. 04, Vol. 17, April 2014

Shalom,

Peperangan yang dikobarkan Allah terhadap penguasa dunia ini terus berlanjut. Dari hari ke hari, di seluruh tempat di muka bumi ini, Allah sedang merebut benteng-benteng si Jahat dengan menggerakkan laskar-laskar-Nya yang setia. Dalam edisi kali ini, redaksi ingin mengajak Pembaca sekalian untuk menyaksikan karya Allah melalui kehidupan dua hamba-Nya yang hidup di dua zaman, dua negeri yang berbeda, tetapi menghadapi kuasa jahat yang sama: komunisme. Kiranya kesaksian dan kisah hidup kedua hamba Tuhan ini semakin menguatkan iman kita dan menyadari bahwa sampai hari ini, Tuhan bekerja di dunia ini, bahkan di tempat-tempat yang menolak kehadiran-Nya sekalipun.

Selamat membaca, Tuhan Yesus menguatkan kita sekalian. Amin!

Pemimpin Redaksi e-JEMMi,
Yudo
< yudo(at)in-christ.net >
< http://misi.sabda.org/ >


KESAKSIAN MISI: DIBEBASKAN OLEH KEMURAHAN

Seorang gadis kecil bernama Alani merasakan sakit yang luar biasa di sekitar perutnya, sampai-sampai ia tidak dapat makan. Awalnya, orang tuanya membawa gadis ini ke RS dan di sana, mereka menghabiskan banyak uang untuk melakukan tes kesehatan terhadapnya, tetapi dokter di sana tidak dapat menemukan penyakit pada tubuh gadis ini.

Sesudah itu, orang tua Alani percaya bahwa anak mereka pasti diganggu oleh roh jahat sehingga mereka membawanya berobat ke banyak dukun, menghabiskan lebih banyak uang lagi, tetapi tetap saja tidak ada yang dapat menolong mereka. Akhirnya, mereka membawa gadis kecil ini kepada dukun yang paling kuat dari semua dukun yang pernah mereka datangi. Dukun ini pun meminta sejumlah uang yang banyak, bahkan sebelum ia melihat gadis itu; maka, orang tua Alani menghabiskan semua uang mereka untuk membayar dukun itu karena mereka merasa bahwa ini adalah usaha terakhir mereka.

Sementara dukun itu berusaha mengobati Alani, ia melihat seekor ular yang merayap di belakang anak itu dan menjadi sangat ketakutan! Kemudian, dukun itu mengatakan kepada orang tua Alani bahwa ia tidak sanggup mengatasi roh jenis ini dan menyarankan mereka untuk meminta tolong kepada Tuhan orang Kristen.

Maka, orang tua Alani membawa gadis ini kepada seorang pendeta yang tinggal di desa terdekat karena mereka mendengar bahwa pendeta ini mengenal Tuhan yang dimaksud oleh dukun itu. Kedua orang tua Alani merasa sangat terkejut karena pendeta itu tidak meminta uang kepada mereka. Pendeta itu juga menceritakan kepada Alani dan kedua orang tuanya tentang Kristus Yesus dan kuasa-Nya yang sanggup mengusir roh jahat dan menyembuhkan orang sakit. Kemudian, pendeta itu juga mengatakan kepada mereka bahwa Yesus juga ingin agar mereka diselamatkan dan memiliki hidup yang kekal. Orang tua Alani menolak untuk menerima Kristus karena mereka takut terhadap orang-orang di desa mereka, tetapi mereka mengizinkan Alani untuk menerima-Nya sebab mereka ingin menolong Alani dengan cara apa pun.

Maka, keluarga itu tinggal bersama sang pendeta selama empat hari berikutnya, bahkan sejumlah jemaat yang dipimpin pendeta itu juga datang ke sana dan berdoa bagi Alani. Pada hari keempat, Alani benar-benar dilepaskan dari roh jahat itu dan disembuhkan dari rasa sakit di perutnya.

Setelah pulang, para anggota partai komunis Laos di desanya melarang Alani dan orang tuanya untuk kembali ke gereja yang dipimpin pendeta itu, tetapi Alani tetap menyerahkan kepercayaannya kepada Tuhan yang telah membebaskan dan menyembuhkannya tanpa meminta sepeser pun darinya.

Kesaksian yang baru saja terjadi ini adalah sebuah pengingat bagi kita. Mungkin kita tidak sedang didera oleh roh jahat atau tergoda untuk meminta tolong kepada dukun. Namun, seberapa sering kita tergoda untuk mencari pertolongan kepada kuasa-kuasa lain di luar Kristus? Seperti orang tua Alani, lebih mudah bagi kita untuk meminta pertolongan dari orang-orang atau hal-hal lain di sekitar kita, tetapi ingatlah bahwa Yesus selalu tersedia bagi kita. Ia membuka tangan-Nya dan meminta kita untuk meletakkan setiap beban kita; ketakutan, kekhawatiran, dan pergumulan-pergumulan kita -- tanpa meminta apa pun dari kita karena Ia sudah membayar harganya.

Ingatlah Alani dan bawalah dia dalam doa Anda, mintalah kepada Tuhan agar imannya semakin dikuatkan. Doakan juga agar kedua orang tuanya dapat beroleh keselamatan, dan desa mereka dapat terbuka bagi Injil. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: http://www.persecutionblog.com/
Alamat URL: www.persecutionblog.com/2014/02/jesus-is-cheaper-than-the-witch-doctor.html
Judul asli artikel: Jesus is Cheaper Than the Witch Doctor
Penulis artikel: Grace Taylor
Tanggal akses: 13 Februari 2014


TOKOH MISI: RICHARD DAN SABINA WURMBRAND

Richard Wurmbrand (24 Maret 1909 -- 17 Februari 2001)
Sabina (Oster) Wurmbrand (10 Juli 1913 -- 11 Agustus 2000)

Banyak orang menyebut pria ini sebagai "Suara dari Gereja-Gereja Bawah Tanah" atau "Rasul Paulus bagi Negeri Tirai Besi". Pria rendah hati yang juga menjadi penggagas pelayanan The Voice of Martyrs ini adalah Pendeta Richard Wurmbrand. Hidup Pendeta Wurmbrand berjalan beriringan dengan Sabina, seorang perempuan mengagumkan yang dinikahinya pada 26 Oktober 1936.

Richard Wurmbrand adalah anak bungsu dari empat bersaudara yang lahir dari sebuah keluarga Yahudi pada 24 Maret 1909 di Bucharest, Rumania. Richard adalah pria yang sangat cerdas, ia fasih menggunakan sembilan bahasa asing, aktif dalam gerakan politik sayap kiri, dan bekerja sebagai pialang.

Setelah pernikahan mereka, pada tahun 1938, Richard dan Sabina bertobat dan menjadi Kristen. Mereka mengambil keputusan itu sebagian besar karena pengaruh seorang tukang kayu bernama Christian Wölfkes. Maka, keduanya pun segera bergabung dengan Pelayanan Misi Gereja Anglikan yang melayani orang-orang Yahudi di Bucharest. Setelah itu, Richard ditahbiskan, awalnya sebagai seorang Anglikan, tetapi kemudian sebagai pengerja aliran Lutheran.

Selama Perang Dunia II, Richard dan Sabina melihat adanya kesempatan untuk menginjili para tentara Jerman yang saat itu menginvasi negara mereka. Mereka pun memberitakan Injil di tempat-tempat perlindungan dan menyelamatkan banyak anak-anak Yahudi dari tempat kumuh. Karena kegiatan itu, keduanya kerap kali ditangkap dan dipukuli, bahkan hampir dihukum mati. Pada masa itu, Sabina kehilangan keluarganya di kamp konsentrasi Nazi.

Pada tahun 1945, rezim komunis Rumania merebut pemerintahan dan jutaan pasukan Rusia pun "diundang" untuk masuk ke dalam negara ini. Saat itu, Pendeta Wurmbrand terus melayani orang-orang sebangsanya yang tertindas, dan dengan berani juga melayani para serdadu Rusia.

Pada tahun yang sama, Richard dan Sabina Wurmbrand mengikuti Kongres Kultus (Congress of Cults) yang diadakan oleh pemerintah komunis Rumania. Dalam kongres itu, banyak pemimpin agama yang maju ke depan untuk memberi pujian kepada komunisme dan bersumpah setia terhadap rezim yang baru ini. Melihat hal itu, Sabina berkata kepada Richard, "Richard, berdirilah dan hapuskan kehinaan ini dari wajah Kristus." Mendengarnya, Richard menjawab, "Jika aku melakukannya, kamu akan kehilangan suamimu."

"Aku tidak pernah menginginkan seorang suami yang pengecut," jawab istrinya. Jadi, Richard pun berdiri dan membuat pernyataan di hadapan empat ribu delegasi itu bahwa tugas mereka hanyalah satu, yaitu memuliakan Allah dan Kristus saja.

Selama tahun 1945 -- 1947, Richard membagikan kira-kira satu juta Injil kepada pasukan Rusia, bahkan sering kali disamarkan menyerupai buku-buku propaganda komunis. Tidak berhenti sampai di situ, Richard juga menyelundupkan Injil ke negara Rusia. Pada 30 Desember 1947, pendirian Republik Rakyat Rumania (People's Republic of Romania) diproklamasikan.

Penculikan Richard Wurmbrand

Pada 29 Februari 1948, polisi rahasia menahan Richard ketika ia sedang dalam perjalanan menuju gerejanya dan membawanya ke markas mereka. Di sana, ia ditahan di sel isolasi dan diberi label "Tahanan Nomor 1".

Pada tahun 1950, Sabina juga ditangkap dan dipenjara, ia juga mengalami kerja paksa untuk menyelesaikan proyek Kanal Danube. Peristiwa ini membuat Mihai, anak mereka yang baru berusia 9 tahun menjadi terlantar. Setelah pembebasannya pada tahun 1953, pemerintah Rumania memberitahukan kepadanya bahwa Richard telah meninggal di penjara.

Akan tetapi, seorang dokter Kristen yang menyamar sebagai anggota Partai Komunis menemukan bahwa Richard masih hidup di dalam penjara. Menurut amnesti umum, Richard dibebaskan pada tahun 1956 setelah dipenjara selama 8 setengah tahun. Ia diberi peringatan untuk tidak berkhotbah lagi. Selama di penjara, Richard mengalami penyiksaan brutal yang dilakukan oleh para polisi rahasia. Akan tetapi, meskipun pernah diperlakukan sedemikian rupa, Richard tetap mengerjakan kembali pelayanannya melalui "gereja-gereja bawah tanah".

Karena pelayanannya itu, Richard ditangkap kembali pada tahun 1959, ia dikhianati oleh orang yang bekerja bersamanya dan didakwa 25 tahun penjara. Tuduhannya adalah kegiatan menyebarkan doktrin yang melawan doktrin komunisme. Pada tahun 1964, Richard dibebaskan kembali melalui amnesti karena adanya tekanan negara-negara Barat terhadap Rumania.

Pada Desember 1965, badan Pelayanan Misi Norwegia untuk Masyarakat Yahudi dan Aliansi Ibrani Kristen membayar uang sebesar $ 10.000 kepada pemerintah komunis Rumania untuk mengizinkan keluarga Wurmbrand meninggalkan Rumania. Meskipun enggan meninggalkan tanah kelahirannya, Richard akhirnya setuju untuk pergi dari Rumania setelah diyakinkan oleh para pemimpin gereja bawah tanah lainnya bahwa ia harus menjadi "suara" yang menyampaikan keadaan gereja bawah tanah kepada dunia. Maka, Richard, Sabina, dan Mihai pun meninggalkan Rumania. Pertama-tama ke Norwegia, kemudian ke Inggris.

Lahirnya Sebuah Pelayanan yang Unik

Di Inggris, Richard memulai pelayanannya sebagai suara bagi orang-orang Kristen yang teraniaya bersama Pendeta Stuart Harris. Pada saat itulah, ia juga mulai menulis kesaksiannya yang berjudul "Tortured for Christ" [Menderita bagi Kristus], sebuah buku tentang masa-masa ketika ia mengalami penganiayaan. Kemudian, ia pindah ke Amerika. Di negara itulah, pada tahun 1966, ia berdiri di hadapan Sub Komite Senat Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan membuka kemejanya untuk menunjukkan 18 bekas luka yang dalam pada tubuhnya. Kisahnya menyebar dengan cepat sehingga semakin banyak orang yang mengundangnya untuk berbicara.

Pada tahun 1967, keluarga Wurmbrand secara resmi memulai sebuah pelayanan yang dikhususkan untuk melayani gereja-gereja yang teraniaya. Semula, pelayanan itu bernama Jesus to the Communist World (Yesus bagi Negara-Negara Komunis), tetapi kemudian diubah menjadi The Voice of Martyrs. Di tahun yang sama, Richard menerbitkan buku "Tortured for Christ".

Pada bulan Oktober 1967, edisi pertama dari laporan bulanan yang diterbitkan The Voice of Martyrs diterbitkan di Amerika Serikat. Pada pertengahan tahun 1980-an, pelayanan ini telah berdiri di 80 negara yang melarang Injil dengan kantor-kantor perwakilan yang tersebar di 30 negara.

Pada tahun 1990, setelah tumbangnya rezim Nicolae Ceausescu pada Desember 1989, Richard dan Sabina kembali ke Rumania setelah 25 tahun dalam pengasingan. Di sana, mereka diterima dengan hangat. Sebuah percetakan dan toko buku dibuka di kota Bucharest, dan para pejabat kota tersebut menawarkan kepada Richard untuk menyimpan berbagai literatur Kristen di sebuah ruangan tepat di bawah istana Ceausescu, tempat yang dahulu menjadi sel isolasi bagi Richard.

Richard berhenti dari jabatannya di The Voice of Martyrs pada tahun 1992, tetapi ia terus melayani sebagai konsultan dan dewan direktur bagi lembaga ini. Ia terus memupuk kecintaannya terhadap pelayanan tersebut sampai ia meninggal pada tahun 2001.

Selama masa pelayanannya, Richard telah menulis 18 buku dalam bahasa Inggris dan Rumania. Beberapa dari buku-buku itu telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing, tetapi bukunya yang paling terkenal adalah "Tortured for Christ". Ia menerima banyak penghargaan dan pujian selama hidupnya atas pekerjaan dan pelayanannya.

Richard tetap dikenang sebagai orang yang sangat mengasihi Tuhan, berkobar-kobar dalam pekerjaan demi Kristus, berkuasa dalam pelayanan penginjilan, dan seorang yang tekun dalam menderita demi Yesus yang sangat dicintainya. Sabina meninggal pada 11 Agustus 2000. Wanita ini dikenang sebagai seorang wanita yang memiliki integritas yang mengagumkan, seorang murid Kitab Suci, seorang pejuang iman yang perkasa, dan seorang penolong sejati bagi suaminya. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Persecution.com
Alamat URL: http://www.persecution.com/public/ourfounders.aspx
Judul asli artikel: Richard and Sabina Wurmbrand
Penulis artikel: tidak dicantumkan.
Tanggal akses: 26 November 2013


STOP PRESS: PEMBUKAAN KELAS PEMBINAAN IMAN REMAJA (PIR)

Pelayanan remaja merupakan pelayanan yang perlu mendapat perhatian khusus dari gereja. Ada beberapa gereja yang makin lama makin kehilangan remajanya. Salah satu faktornya adalah pentingnya peranan pembimbing atau pembina remaja. Mereka dituntut bukan hanya untuk dewasa secara rohani, melainkan juga harus kreatif dengan ide-ide baru dalam membina remaja. Berangkat dari pemikiran ini, PESTA menghadirkan modul pelayanan remaja yang disebut Pembinaan Iman Remaja (PIR). Selain modul tersebut, PESTA juga membuka kelas diskusi untuk para pembina remaja yang dapat menjadi tempat untuk berbagi dalam menggeluti pelayanan remaja. Kelas diskusi ini akan dimulai pada 8 Mei 2014. Bagi Bapak/Ibu yang ingin bergabung, silakan mengirimkan permohonan ke Kusuma < kusuma(at)in-christ.net >.


Kontak: jemmi(at)sabda.org
Redaksi: Yudo, Amidya, dan Yulia
Berlangganan: subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/misi/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) April 22 -- PERGULATAN GETSEMANI

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 22 April 2014
Bacaan : Lukas 22:39-46
Setahun: 1 Raja-Raja 2:26-4
Nats: Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari
hadapan-Ku; tetapi jangan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah
yang jadi. (Lukas 22:42)

Judul:

PERGULATAN GETSEMANI

Apa yang dilakukan remaja untuk mendapatkan gadget canggih yang
diincarnya? Seorang pelajar 17 tahun di Batam nekat merampok
temannya sendiri bermodalkan pistol korek api untuk memuaskan
keinginannya itu.


Kita mungkin mengelus dada membaca berita itu. Namun, bukankah kita
kerap bersikap seperti itu kepada Allah? Kita berdoa supaya Allah
mengabulkan permohonan kita, melepaskan beban yang berat, dengan
cara kita. Kita mengancam akan meninggalkan pelayanan atau tidak
lagi ke gereja jika Tuhan tidak mau mengabulkan permohonan tersebut.
Doa menjadi "todongan pistol" kepada Allah agar mengikuti kemauan
kita.


Di Taman Getsemani, di tengah pergulatan berat menjelang sengsara di
kayu salib (ay. 44), Yesus meneladankan hakikat doa yang
sesungguhnya. Jika kita mencermatinya, di dalam doa-Nya terasa
adanya ketegangan antara kehendak-Nya dan kehendak Bapa. Ada saat
ketika Yesus ingin sekali melepaskan cawan yang pahit itu (ay. 42a).
Namun, kalimat yang mengiringinya, "tetapi bukanlah kehendak-Ku,
melainkan kehendak-Mulah yang terjadi" (ay. 42b) mengajarkan bahwa
kita perlu bersikap penuh kerelaan untuk tetap taat kepada kehendak
Bapa.


Apakah Anda tengah bergulat antara mengikuti keinginan diri sendiri
dan patuh pada kehendak Tuhan? Doa Yesus di Taman Getsemani
memberikan teladan yang sempurna bagi kita. Dia ingin kita belajar
berserah pada kehendak Bapa. Percayalah, menyerahkan diri secara
total kepada Tuhan akan memberi kekuatan dan kesiapan dalam
menghadapi semua tantangan. --Dewi Kurnianingsih /Renungan Harian

INTI DARI DOA ADALAH MENGEKSPRESIKAN HATI,
TETAPI TETAP TUNDUK PADA KEHENDAK BAPA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:39-46

Lukas 22:39-46

39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju
Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar
batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari
pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah
yang terjadi."
43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya
untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.
Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke
tanah.
45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya,
tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan
berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+2:26-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+2:26-4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sunday, April 20, 2014

[i-kan-humor] [e-Humor] EDIT FOTO -- 2330 April/2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Humor
2330, April 2014

Shalom,

Mengedit foto bisa menjadi pekerjaan yang sulit. Untuk itulah dibuat berbagai peranti lunak yang canggih bin ajaib untuk membantu proses pengerjaan "editing" foto. Saat ini, peranti lunak yang ada sudah demikian canggihnya hingga bisa mengelabui mata awam yang melihat sebuah foto hasil "editan". Oke, cukup membahas tentang teknologi foto zaman sekarang, saatnya membaca humor hari ini. Selamat tersenyum ....

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Yegar
< yegar(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2330. EDIT FOTO

Sudah dua tahun yang lalu, suami Ibu Agus wafat.

Pada suatu hari, Ibu Agus akan memperbesar potret almarhum suaminya. Ia pergi ke sebuah foto studio dan berkata, "Mas, saya ingin memperbesar foto suamiku ini, tetapi saya tidak menyukai topi yang ia kenakan di kepalanya. Bisa diedit tidak supaya dalam foto tersebut suami saya tidak tampak mengenakan topi?"

"Oh, bisa Bu," kata ahli grafis di foto studio itu, "tetapi rambut suami Ibu dulu belahan sisirannya bagaimana?"

"Wah, saya sudah agak lupa, Mas," jawab Ibu Agus. "Begini saja Mas, coba Mas edit dulu sampai topinya lepas, nanti Mas akan bisa melihatnya langsung."

Sumber: http://www.ketawa.com/2013/10/9457-mengubah-gambar-foto-almarhum-suami.html#ixzz2r7CUu3Dc

Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. (Pengkhotbah 9:5) < http://alkitab.sabda.org?Pengkhotbah+9:5 >


STOP PRESS: SITUS E-LEARNING: PUSAT BAHAN PELAJARAN KRISTEN DAN PENDIDIKAN ELEKTRONIK

Anda orang awam yang rindu belajar lebih dalam mengenai teologi dan topik-topik kekristenan lainnya? Kunjungilah situs e-Learning < http://learning.sabda.org/ > yang menyediakan bahan-bahan pelajaran Kristen dan pendidikan elektronik mulai dari topik sistematika dasar, biblika, praktika, historika, dan seri-seri lainnya yang menolong Anda semakin memahami kekristenan.

Semua bahan dapat diunduh dengan GRATIS ataupun dibaca secara online! Selamat belajar dan selamat bertumbuh!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Yegar dan Lusia
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) April 21 -- SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 21 April 2014
Bacaan : Hakim-hakim 5
Setahun: 1 Raja-Raja 1-2:25
Nats: ... Debora, bangkit sebagai ibu di Israel ... Diberkatilah Yael,
isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain
... (Hakim-hakim 5:7, 24)

Judul:

SAATNYA PEREMPUAN BERPERAN

Tiga pria berjalan sampai di tepi sungai deras. Bagaimana mereka
menyeberang? Pria pertama berdoa, "Tuhan, beri aku kekuatan untuk
menyeberang." Maka, Tuhan memberinya tangan dan kaki yang kuat; ia
bisa menyeberang dalam waktu dua jam. Pria kedua berdoa, "Tuhan,
beri aku kekuatan dan kemampuan untuk menyeberang." Maka, Tuhan
memberinya perahu; ia bisa menyeberang dalam waktu satu jam. Pria
ketiga pun berdoa, "Tuhan, beri aku kekuatan, kemampuan, dan
kecerdasan untuk menyeberangi sungai ini." Sungguh mengejutkan,
Tuhan mengubahnya menjadi perempuan! Dengan tenang si perempuan
mengambil peta, lalu menyeberang lewat jembatan!


Humor di atas bukan untuk merendahkan kaum pria, tetapi untuk
meneguhkan perempuan bahwa Tuhan juga memberi hikmat bagi mereka.
Bahwa perempuan bukan golongan nomor dua, melainkan kaum yang
dicipta Allah secara istimewa. Tuhan memberi perempuan kekuatan
unik, lewat kepekaan dan kerajinannya. Tuhan memberi perempuan
kelebihan spesial, lewat sikap keibuan dan keteguhannya. Semuanya
Tuhan karuniakan, agar perempuan siap menjalani peran yang Tuhan
sediakan baginya.


Debora dan Yael adalah para perempuan yang menjalankan peran dengan
baik saat Tuhan melibatkan mereka dalam rencana-Nya. Debora dengan
sikap keibuannya, menjadi pengayom bagi Israel. Yael, dengan
kesempatan yang datang padanya, menggunakan hikmat Tuhan untuk
menaklukkan Sisera. Keduanya perempuan, keduanya menggunakan hikmat,
keduanya menjadi pelaku rencana Allah. --Agustina Wijayani /Renungan
Harian

PEREMPUAN, TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BERPERAN!

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/04/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+5

Hakim-hakim 5

1 Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak bin Abinoam,
demikian:
2 Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa
itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!
3 Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka!
Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur bagi TUHAN,
Allah Israel.
4 TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah
maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit,
juga awan tiris airnya;
5 gunung-gunung--yakni Sinai--bergoyang di hadapan TUHAN, di
hadapan TUHAN, Allah Israel.
6 Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada
lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh
jalan yang berbelit-belit.
7 Penduduk pedusunan diam-diam saja di Israel, ya mereka
diam-diam, sampai engkau bangkit, Debora, bangkit sebagai ibu di
Israel.
8 Ketika orang memilih allah baru, maka terjadilah perang di pintu
gerbang. Sesungguhnya, perisai ataupun tombak tidak terlihat di
antara empat puluh ribu orang di Israel.
9 Hatiku tertuju kepada para panglima Israel, kepada mereka yang
menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa itu. Pujilah
TUHAN!
10 Kamu, yang menunggang keledai betina putih, kamu, yang duduk di
atas permadani, kamu, yang berjalan di jalan, ceriterakanlah hal
itu!
11 Di tempat-tempat penimbaan air, menurut suara orang-orang yang
berdendang, di sanalah orang menyanyikan perbuatan TUHAN yang
adil, perbuatan-Nya yang adil terhadap orang-orang-Nya di
pedusunan di Israel. Pada waktu itu turunlah umat TUHAN ke pintu
gerbang.
12 Bangunlah, bangunlah, Debora! Bangunlah, bangunlah, nyanyikanlah
suatu nyanyian! Bangkitlah, Barak! dan giringlah tawananmu, hai
anak Abinoam!
13 Lalu turunlah para bangsawan yang terluput, umat TUHAN turun
bagi-Nya sebagai pahlawan.
14 Dari suku Efraim mereka datang ke lembah, mengikuti engkau, ya
suku Benyamin, dengan laskarmu; dari suku Makhir turunlah para
panglima dan dari suku Zebulon orang-orang pembawa tongkat
pengerah.
15 Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti
Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul
dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku
Ruben ada banyak pertimbangan.
16 Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil
mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak
pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!
17 Orang Gilead tinggal diam di seberang sungai Yordan; dan suku
Dan, mengapa mereka tinggal dekat kapal-kapal? Suku Asyer duduk
di tepi pantai laut, tinggal diam di teluk-teluknya.
18 Tetapi suku Zebulon ialah bangsa yang berani mempertaruhkan
nyawanya, demikian juga suku Naftali, di tempat-tempat tinggi di
padang.
19 Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja Kanaan
berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi perak
sebagai rampasan tidak diperoleh mereka.
20 Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya mereka
memerangi Sisera.
21 Sungai Kison menghanyutkan musuh, Kison, sungai yang terkenal
dari dahulu kala itu. --Majulah sekuat tenaga, hai jiwaku! --
22 Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari
kuda-kudanya.
23 "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah
habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu
TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."
24 Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi
perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi
perempuan-perempuan yang di dalam kemah.
25 Air diminta orang itu, tetapi susu diberikannya; dalam cawan
yang indah disuguhkannya dadih.
26 Tangannya diulurkannya mengambil patok, tangan kanannya
mengambil tukul tukang, ditukulnya Sisera, dihancurkannya
kepalanya, diremukkan dan ditembusnya pelipisnya.
27 Dekat kakinya orang itu rebah, tewas tergeletak, dekat kakinya
orang itu rebah dan tewas, di tempat ia rebah, di sanalah orang
itu tewas, digagahi.
28 Dari jendela ibu Sisera menjenguk dan berseru dari tingkap:
"Mengapa keretanya tak kunjung datang? Mengapa kereta-keretanya
belum kedengaran?"
29 Yang paling bijak di antara dayang-dayangnya menjawabnya, dan ia
sendiri juga membalas perkataannya itu:
30 "Bukankah mereka mendapat jarahan dan membagi-baginya, gadis
seorang dua untuk setiap orang jarahan kain berwarna sehelai dua
untuk Sisera, jarahan kain sulaman aneka warna sehelai dua untuk
leherku?"
31 Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang
yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya.
Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-Raja+1-2:25
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Raja-Raja+1-2:25


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo