Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, February 9, 2013

[i-kan-doa] Kalender Doa SABDA: 11 -- 17 Februari 2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 136 (11 -- 17 Februari 2013)

Shalom,

Tuhan menjawab doa kita dengan tiga cara yang berbeda: "ya", "tunggu", atau "tidak". Jawaban "ya" diberikan ketika kehendak kita sesuai dengan kehendak-Nya, dan kita memang sungguh-sungguh membutuhkan apa yang menjadi permintaan kita. Tuhan membuat kita harus "menunggu" ketika Ia melihat waktunya belum tepat bagi kita untuk menerimanya. Jawaban "tidak" diberikan ketika kehendak kita tidak sesuai dengan rencana-Nya, atau karena Ia melihat bahwa jawaban yang kita minta tidak akan membawa kebaikan, baik bagi pertumbuhan karakter maupun kehidupan kita. Ia memberi jawaban yang berbeda dari yang kita minta karena sesungguhnya, Ia lebih mengetahui apa yang terbaik dan yang menjadi kebutuhan kita.

Karena itu, teruslah berdoa. Bukan sekadar untuk berbicara dan menjejalkan segala keinginan kita. Berdoalah untuk mendengar dan melihat jawaban dari-Nya, sehingga kita mengetahui apa yang menjadi kehendak-Nya dalam hidup kita.

Selamat berdoa.

Redaksi Tamu KADOS,
N. Risanti
< http://doa.sabda.org >


11 Februari 2013 -- Pekerja Misi Indonesia yang Melayani di Negara Lain

Pelayanan misi merupakan pelayanan yang dilakukan untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. Oleh sebab itu, para pelayan misi harus selalu siap untuk diutus ke berbagai negara di seluruh dunia. Dalam pelayanan semacam ini, tentu tantangan yang harus dihadapi bervariasi, mulai dari yang ringan maupun yang paling berat, yaitu ketika mereka ditempatkan pada suatu negara yang sedang mengalami konflik, ataupun negara miskin yang sedang mengalami krisis pangan. Keadaan semacam ini menuntut para pelayan misi untuk bisa bertahan karena jaminan keamanan terhadap mereka tidak dapat di pastikan, dan bahan makanan pun sangat sulit didapatkan di negara-negara seperti ini. Oleh sebab itu, mari kita bersatu hati untuk menaikkan doa kita kepada Tuhan Yesus Kristus, supaya dengan kasih karunia-Nya, Ia akan mencukupi kebutuhan para pelayan misi yang diutus ke negara-negara konflik dan krisis pangan, sehingga mereka dapat bertahan hidup dan melakukan pelayanan dengan lancar.

12 Februari 2013 -- Aktivis Lingkungan

Aktivis lingkungan, dengan karya kepeduliannya yang berguna dalam memelihara kelestarian lingkungan, menjadi salah satu tonggak penting dalam pengelolaan isu-isu lingkungan, terutama yang terjadi di Indonesia. Mari kita doakan kepada Tuhan Yesus, agar kegiatan-kegiatan mereka selalu dapat menginspirasi masyarakat di sekitarnya untuk menyadari dan ikut berpartisipasi dalam melakukan aksi-aksi nyata, yang berpengaruh dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

13 Februari 2013 -- Anak-Anak Penderita Kanker

Kanker merupakan vonis yang menyakitkan dalam dunia kesehatan, terutama bila ini dialami oleh anak-anak. Mari berdoa bagi anak-anak yang menderita penyakit kanker, agar Tuhan Yesus senantiasa memberi mereka kekuatan, penghiburan, bahkan kesembuhan dalam penyakitnya. Doakan juga agar mereka tetap dapat bersukacita dalam melalui hari-harinya, dan agar Tuhan senantiasa menguatkan serta memberi pengharapan bagi orang tua dan keluarganya. Berdoalah bagi mereka yang mengalami kendala dalam segi pembiayaan untuk perawatan dan pengobatannya, agar Tuhan Yesus senantiasa memberi apa yang mereka butuhkan melalui donatur dan yayasan yang peduli.

14 Februari 2013 -- Bidan di Desa

Bidan merupakan salah satu profesi yang amat vital dan penting bagi kehidupan masyarakat desa, berkenaan dengan pertolongan dalam proses persalinan. Kita doakan para bidan ini, agar Tuhan Yesus selalu menuntun dan mendampingi mereka dalam melaksanakan tugas pelayanannya di desa, sehingga angka kematian ibu dan bayi di daerah terpencil semakin menurun di Indonesia.

15 Februari 2013 -- Pelaku Usaha Kecil dan Menengah

Para pelaku sektor usaha kecil dan menengah merupakan salah satu urat nadi perekonomian di negara kita. Keberadaan mereka sangat membantu pemerintah dalam menggerakkan roda-roda perekonomian pada masyarakat menengah ke bawah, sehingga "kue" kesejahteraan dapat ikut dinikmati oleh golongan ini. Mari kita doakan agar Tuhan senantiasa memberikan kreativitas, semangat, inovasi dalam pengembangan produk, serta daya juang kepada para pelaku usaha kecil dan menengah ini. Doakan juga agar Tuhan Yesus menggerakkan pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk selalu memberdayakan dan memberi insentif bagi pengembangan usaha mereka, sehingga pada akhirnya kesejahteraan dan perekonomian yang berkeadilan sosial dapat tercapai di negara ini.

16 Februari 2013 -- Guru di Sekolah Yayasan

Guru-guru di sekolah swasta adalah salah satu tonggak pendidikan di negeri ini. Namun, sering kali kesejahteraan mereka terabaikan karena masalah-masalah dana. Mari kita doakan kesejahteraan para guru-guru ini, agar Tuhan senantiasa mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Doakan juga agar Tuhan selalu memberi mereka hikmat dan kesetiaan, untuk menjadi teladan dalam menjalankan tugas mencerdaskan dan membentuk karakter para peserta didik di sekolah masing-masing.

17 Februari 2013 -- Para Hakim

Melalui berbagai media, kita sering kali mendengar berita hakim yang tersangkut kasus korupsi atau suap dalam kasus yang mereka tangani. Di tengah keprihatinan akan maraknya kasus korupsi di Indonesia, hakim yang melakukan korupsi dan mau menerima suap, tentu akan semakin mengecilkan harapan kita akan datangnya keadilan dan budaya bebas korupsi di Indonesia. Jika mereka tidak lagi bersih, kepada siapakah harapan itu akan disandarkan? Karena itu, marilah kita berdoa untuk para hakim di Indonesia, agar Tuhan Yesus memberi mereka hati yang jujur, etika yang baik, dan moral yang bersih, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan benar. Dengan demikian, hukum dapat ditegakkan pada tempatnya dan keadilan dapat terjadi di Indonesia.


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Yusak dan Novita Yuniarti
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Februari 10 -- RASA CUKUP

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 10 Februari 2013
Bacaan : 1 Timotius 6:6-16
Setahun: Imamat 24-25
Nats: Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan...
yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
(1 Timotius 6:9)

Judul:

RASA CUKUP

Ada bermacam cara untuk menjerat burung. Anda dapat menempatkan
jontrot atau burung pemikat di dalam kandang bertingkat dua dengan
pintu terbuka. Jontrot biasanya burung yang sudah jadi alias rajin
berkicau. Anda juga dapat memakai pulut (getah nangka) dan jontrot.
Cara lainnya dengan merentangkan jaring ikan di antara pepohonan.
Namanya burung, mereka tidak pernah sadar jika itu perangkap.


Dalam suratnya, Paulus menasihati kita agar memiliki dua rasa cukup.
Rasa cukup akan ibadah kita (ay. 6) dan rasa cukup atas kepenuhan
kebutuhan kita (ay. 8). Mereka yang tidak memiliki rasa cukup akan
mengejar dan menginginkan perkara lain untuk memuaskannya. Saat
itulah orang dapat jatuh dalam jerat pencobaan (ay. 9) dan berbuat
jahat (ay. 10). Jerat dalam bahasa aslinya berarti suatu perangkap
yang tidak diduga-duga. Pencobaan datang dengan sangat halus.
Menyamarkan keinginan sebagai kebutuhan -kebutuhan akan makan,
rumah, pakaian, kasih sayang -sehingga kita merasa sudah semestinya
mendapatkannya. Dan, seperti burung yang lengah, kita pun
terperangkap.


Untuk menangkalnya, ya kita perlu mengembangkan rasa cukup tadi.
Ibadah yang cukup adalah ibadah yang melegakan batin, menerangi
hidup, menolong kita untuk mengenali pencobaan, dan menjadikan kita
manusia Allah (ay. 11-12). Sehubungan dengan kebutuhan sehari-hari,
rasa cukup terwujud dalam rasa puas atas apa yang kita miliki, dan
berusaha mendayagunakannya dengan cara-cara yang selaras dengan
panggilan kita sebagai anak Tuhan. --MRT

DALAM RASA CUKUP KITA MENSYUKURI ANUGERAH
DAN JAMINAN PEMELIHARAAN-NYA SETIAP HARI

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Timotius+6:6-16

1 Timotius 6:6-16

6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan
besar.
7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun
tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke
dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan
yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam
keruntuhan dan kebinasaan.
10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh
memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan
menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah
keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah
hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah
engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan
di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang
benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela,
hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya
dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di
atas segala tuan.
16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam
dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat
Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah
hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+24-25
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+24-25


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-binaguru] Menabung Emosi Bahagia

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   



Menabung Emosi Bahagia
Oleh: Julianto Simanjuntak |
09 February 2013 | 11:49 WIB


Umumnya manusia ingin bahagia dan mengejarnya dengan banyak cara. Tapi tak semua orang tahu bagaimana berbahagia dengan benar. Misal, masih ada orang yang beranggapan bahwa bahagia itu identik dengan kekayaan dan popularitas. Lalu dia kerja keras dsb, lalu kaya. Namun akhirnya tetap tidak menemukan kebahagiaan. Itu keliru. Lihat saja tak sedikit konglomerat dan artis papan atas mati bunuh diri. Mereka hanya kaya nama dan harta tapi tetap miskin bahagia.

Bahagia adalah emosi positif, yang kita perlukan sepanjang kehidupan, terutama di saat sulit dan situasi yang buruk. Perasaan bahagia dibentuk sejak kecil. Ditumbuhkan oleh kasih sayang orang tua, relasi yang baik dengan sesama dan iman yang sehat.

Emosi bahagia tumbuh karena melewati pelbagai pengalaman baik dan buruk, situasi positif- negatif secara SEIMBANG. Ya, bahagia adalah  menikmati kesenangan dan penderitaan secara seimbang.

Itu sebabnya mereka yang TERLALU dimanja saat kecil bisa bermasalah secara emosi di masa dewasa. Demikian juga anak-anak yang lebih banyak menderita karena perlakuan kasar Ayah atau ibunya.

Hidup bagaikan roda. Kadang  di atas kadang di bawah. Begitulah ada waktunya kita senang, ada waktunya sedih. Ada waktu untuk untung, kadang malang. Ada waktu untuk mendapat, kadang kehilangan. Ya untuk segala sesuatu ada waktunya, kata Salomo.

Tak selamanya orang menyukai kita, terkadang kita dibenci. Hari ini dipuji ehh besok orang yang sama bisa mencaci  kita. Lebih menyakitkan lagi saat orang terdekat menghianati kita. Tubuh kita tak selalu sehat, sewaktu-waktu bisa sakit. Adapula teman yang menderita hingga bertahun-tahun lamanya seperti Ayah penulis yang pernah menderita sakit nyaris 2 tahun.

Begitulah. Hidup bagaikan cuaca, yang tak selalu panas terkadang ada musim hujan. Ringkasnya, bahagia adalah belajar menikmati kesenangan dan penderitaan secara seimbang. Orang bahagia itu di masa senang tidak lupa diri, dan di kondisi yang buruk tidak bersungut atau mengutuk.

Menabung emosi Bahagia

Jadi bagaimana caranya menabung emosi bahagia? Tetap tegar di masa sukar? Sebelum masa sulit, pengalaman pahit, atau sakit ini datang persiapkanlah diri. Seperti Nabi Jusuf yang bijak menyiapkan tujuh tahun masa kelaparan dengan menabung gandum di masa kelimpahan, kitapun perlu menabung emosi bahagia.

Seperti pepatah berkata, "sedia payung sebelum hujan". Atau anak-anak sejak kecil butuh imunisasi agar kebal saat penyakit menyerang. Maka kitapun perlu menabung emosi bahagia.mCaranya? Ingat dan catatlah semua pengalaman positif: pengorbanan Ortu, kasih sayang Guru, dan kebaikan sahabat.

Indahnya diterima dan dihargai orang yang mencintai Kita. Serta pengalaman lainnya yang membuat hati kita senang dan emosi kita positif. Menghitung setiap berkat Tuhan. Selain mencatat emosi bahagia kita di sebuah buku harian atau komputer, "catat" juga di loh hati Anda dengan senantiasa bersyukur pada sang Ilahi.

Setelah ditulis, bagikanlah kebahagiaan itu. Dengan cara menceritakannya sesering mungkin, selagi ada kesempatan. Inilah cara terbaik menabung emosi bahagia. Moto Pelikan Indonesia dimana saya bekerja adalah:

"bagikanlah penderitaanmu maka penderitaanmu akan berkurang, bagikanlah kebahagiaanmu maka kebahagiaanmu akan bertambah".

Bila suatu ketika datang masa yang sulit, atau sakit menyerang, kita bisa menggunakan memori tadi untuk menguatkan diri. Kita tetap kuat, tidak mengeluh atau bersungut. Saat kita sedih, Kita  mengambil "tabungan" emosi senang. Mengingat bahwa kita pernah senang dst. Mengingat banyak orang yang (sudah) menyenangkan kita.

Di saat kita malang, ditipu atau dirugikan orang, kita ambil "tabungan" keuntungan. Ya, kita pernah beruntung mendapat pemberian dan kebaikan orang yang sayang dengan kita. Bisnis kita pernah untung. Sesekali gagal atau rugi, wajarlah.

Bandul Hidup

Saya menganalogikan irama hidup kita di atas bagaikan "main ayunan" atau bandul. Siapa yang cakap mengayun ayunannya, akan bisa bergembira meski di saat susah.

Masalah sebagian klien kami di ruang konseling ternyata bukan pada besar atau beratnya masalah. Tapi karena mereka tidak siap menghadapi masalah dalam hidup. Tidak ready menghadapi kemungkinan terburuk.

Misalnya, pasangan yang akan menikah lebih banyak membayangkan indahnya pernikahan, tapi tak pernah belajar ketrampilan  menghadapi pelbagai masalah dalam perkawinan. Apakah itu penyakit, kekurangan ekonomi atau masalah anak dengan kebutuhan khusus.

Umumnya orangtua bahagia punya anak, tapi mereka tidak mempersiapkan skill dan mental jika anak mereka menghadapi masalah. Terkena adiksi narkoba misalnya. Sebagian orang malah sudah takut menghadapi masalah. Mereka menganggap kesulitan itu momok yang harus dihindari atau dijauhi. Padahal sikap terbaik, masalah itu dijalani atau dihadapi. Bukan dihindari atau lari dari masalah.

Dalam konseling kami membantu klien memahami fakta kehidupan adalah berjuang. Hidup adalah perjuangan. Kita harus berhenti dari sikap dan perilaku yang menyalahkan atau mengkambinghitamkan orang lain. Stop dari penyesalan diri atau menyalahkan diri sendiri. Lebih baik energi emosi dan pikiran dikerahkan untuk menghadapi masalah. Dengan pikiran jernih, kita mencari solusi bersama pasangan dan orang yang dipercaya.

Semua orang punya masalah. Kesulitan tidak menunjukkan kita lemah. Tidak. Kesulitan yang DIA izinkan  tidak bermaksud melemahkan, sebaliknya, mendewasakan. Membuat hidup seimbang dan lebih indah berwarna.

Semua  tantangan hidup adalah pencobaan yang biasa atau lazim, tidak melebihi kekuatan kita. Tuhan tahu apa yang terbaik dan apa  yang sanggup kita pikul.

Kadang kita saja yang cenderung membesar-besarkan masalah; atau suka menyimpan atau lari daripada menghadapinya. Respon keliru inilah yang menjadikan beban hidup kita terasa berat.

Kita juga perlu mengembangkan sikap optimis (beriman) dan berpengharapan, bahwa badai masalah pasti berlalu. Setiap masalah ada "wisuda"-nya. Bahkan bila Anda merasa "nasi sudah menjadi bubur", percayalah buburpun bisa dijadikan bubur ayam yang lezat. Bagi orang percaya, tragedi bisa menjadi "komedi" dan frustasi menjadi prestasi. 

Sikap terbaik seorang pemenang adalah selalu mengandalkan Tuhan.
Kehidupan seperti main ayunan. Ada sedih ada senang, kadang untun terkadang malang. Hidup seperti bandul yang sebentar ke kiri lalu bergerak ke kanan. 

Ayun saja, ikuti iramanya. Jangan fokus pada kesedihan. Ingat, kita pernah senang. Jangan fokus pada kelemahan pasangan, dia pun punya kelebihan. Ayun terus bandulmu, ya ayun saja agar berjalan seimbang. Anggap saja hidup ini seperti sebuah game yang asyik dan menarik, serta "bersenanglah". Belajar bersukacita dalam segala hal, dan ingat kita tidak sendiri.

Membawa Damai

Tabungan emosi bahagia bisa kita tingkatkan dengan mengembangkan jiwa pemaaf, alias cinta damai.

Perhatikan Nasihat kuno ini, "Berbahagialah kamu yang membawa damai" masih relevan bagi kita. Prinsip hidup ini memberitahu kita cara berbahagia. Kita diminta mendistribusikan damai pada sesama. Terutama  yang sedang tidak memiliki damai.

Seorang Pendamai memiliki jiwa pemaaf. Mereka cakap menjadi mediator bagi sesamanya yang sedang konflik. Tentu orang yang sedang tidak berdamai dengan dirinya sendiri tidak mungkin mampu mendistribusikan damai ini.

Sebaliknya ia berpotensi membuat orang lain merasa tidak damai alias kecewa. Mereka yang defisit rasa damai dan kasih, berpotensi menjadi pribadi yang rentan konflik. Meski TAU berdamai itu baik dan MAU berdamai dengan sesama tapi dia tak akan MAMPU melakukannya.

Hanya orang yang berdamai dengan Tuhan dan dirinya sendiri dapat membawa damai pada sesama. Buah membawa damai adalah kebahagiaan. Bahagia artinya menikmati kesenangan dan penderitaan secara seimbang.

Kebahagiaan membuat seseorang stabil, punya daya tahan dan daya juang.  Modal yang baik membangun karir dan keluarga.
Orang yang bahagia rela membayar harga demi kebahagiaan musuhnya. Sebaliknya, mereka  yang tidak bahagia senang melihat orang lain (musuhnya) gagal dan menderita. Miskin empati.

Orang yang tidak bahagia enggan melihat orang yang pernah melukainya bahagia. Ia (masih) menyimpan rasa iri dan marah. Sementara itu ada juga orang yang berpura-pura damai, bebas konflik. Mereka rela hidup MUNAFIK agar diterima sesamanya. Supaya dilihat  sebagai pemaaf. Rasa damai semu dan para pendamai palsu ini banyak disekitar kita. Orang bijak dapat membedakannya.

Berbahagialah kamu yang membawa damai. Ya, kebahagiaan dimulai dengan cinta damai. Bahagia dimulai dengan memberi maaf. Karena mengampuni itu PINTU perdamaian dan kebahagiaan. Tapi sayangnya, pintu itu kecil dan sempit tidak bisa dimasuki tanpa membungkuk alias rendah hati.


Salam konseling
Twitter @JuliantoPelikan
www.juliantosimanjuntak.com 

























*****************************
"Studi itu investasi mendahului promosi Ilahi" (Prof. T. Ndraha) - Info Studi Konseling berbasis keluarga ---> http://bit.ly/info-lengkap
---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Friday, February 8, 2013

(e-RH) Februari 09 -- KASIH YANG BENING

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 9 Februari 2013
Bacaan : Yohanes 8:2-11
Setahun: Imamat 22-23
Nats: Siapa saja di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang
pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. (Yohanes 8:7b)

Judul:

KASIH YANG BENING

Kadang muncul berita, masyarakat menangkap pasangan yang "kumpul
kebo". Sebagai hukuman, kedua orang ini ditelanjangi dan diarak
keliling kampung, lalu dikawinkan secara paksa. Wah! Begitu juga
dengan perempuan dalam perikop hari ini. Ia tertangkap basah sedang
berzinah. Anehnya, hanya dirinya -si perempuan -yang ditangkap. Mana
si lakilaki? Ah, tidak adil.


Ini kisah perjuangan melawan ketidakadilan dan penerapan hukum
Taurat secara beku. Orang Farisi dan ahli Taurat menggunakan kasus
itu untuk menjebak Yesus. Mereka mencobai-Nya dengan mengutip hukum
Taurat, yang isinya mempertaruhkan nyawa perempuan berdosa itu.
Yesus, sebaliknya, dengan tenang mengajak orang untuk menghayati
kebeningan hati dalam menilai keberdosaan orang lain. Dia mengundang
kita berintrospeksi sehingga tidak berlaku gegabah, tetapi bersikap
adil.


Dalam pernyataan-Nya kepada orang banyak (ay. 7), Yesus bukan
menyetujui perzinahan. Buktinya, Dia juga berpesan kepada perempuan
itu, "Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang" (ay. 11). Dengan
pernyataan tadi, Yesus menggugah orang yang suka menghakimi sesama
agar berkaca baik-baik sehingga dapat menimbang perkara dengan
bening. Dan, dengan sikap-Nya, Dia menunjukkan betapa rahmat dan
belas kasihan itu lebih luhur daripada hukum yang kaku.


Apakah kita belajar berlaku adil dengan bersedia melakukan koreksi
batin sebelum sibuk menuding orang lain? Ataukah kita bersikeras
mengukuhi hukum yang kaku, bukannya belajar mengulurkan rahmat dan
belas kasihan? --DKL

PEMIKIRAN HATI YANG BENING MEMBUKA PINTU
UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN DAN MENGULURKAN BELAS KASIHAN

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+8:2­11

Yohanes 8:2-11

2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat
datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya
seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata
kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia
sedang berbuat zinah.
5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari
perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang
hal itu?"
6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka
memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus
membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun
bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di
antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan
batu kepada perempuan itu."
8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka
seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya
tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di
tempatnya.
10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai
perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang
menghukum engkau?"
11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak
menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai
dari sekarang."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+22-23
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+22-23


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Thursday, February 7, 2013

[i-kan-humor] [e-Humor] 2160 Februari/2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2160, Februari 2013

Shalom,

Mendapatkan pekerjaan yang layak membutuhkan perjuangan. Kita wajib mempertahankan dengan baik pekerjaan kita itu. Apabila terpaksa tidak bisa melanjutkan, kita 'kan bisa mengundurkan diri. :) Saat kita masih bisa bekerja dengan baik, pakailah waktu untuk bekerja dan menghasilkan yang baik juga. Kalau kita tidak memakai waktu kerja kita dengan baik dan benar, akibatnya bisa jadi seperti yang dialami tokoh humor kita kali ini. Selamat menyimak, ya!

Tuhan memberkati.

Redaksi Tamu e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< http://humor.sabda.org/ >


2160. MENGAPA SAYA DIA DIPECAT?

Joni adalah staf baru di kantor Pak Ramlan. Awal masuk kerja ia rajin, tetapi lama-kelamaan ia mulai malas-malasan. Ketika teman-temannya sibuk bekerja, ia malah membaca majalah. "Mumpung Pak Bos tidak setiap hari di kantor, santai-santai dulu sajalah," pikirnya.

Setelah pulang dari luar negeri, Pak Ramlan melakukan pengecekan mendadak ke kantornya. Ia mendapat laporan mengenai cara kerja Joni dan melihat kebenarannya. Bos menuju tempat kerja Joni,

"Silakan ke ruangan saya. Saya akan menggaji Anda minggu ini. Anda dipecat."

Dengan kaget dan ketakutan, Joni bertanya, "Mengapa, Pak? Saya merasa tidak melakukan apa-apa?"

"Karena itulah, Anda dipecat ..." jawab Bos santai.

[Sumber kiriman dari: Redaksi]

Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. (Kolose 4:5) < http://alkitab.sabda.org/?Kolose+4:5 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 159: "Ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun, apakah yang menerangi perjalanan mereka pada waktu malam?"

- "Ariadi (KPC)" < Ariadi(at)xxx > = Tiang Api
- "Febe Fenyta" < febe.fenyta(at)xxx > = Tiang Api
- Kennedy Sirait < Kennedy.Sirait(at)xxx > = Tiang api (Keluaran 13.21)
- "TMI Hisar" < hisar(at)xxx > = Tiang api
- "frenky_guns@yahoo.com" < frenky_guns(at)xxx > = tiang api
- "Follow-Up Colombo" < erna.yuniati(at)xxx > = Tiang Api
- Hendrik Langelo < hendrik.langelo(at)xxx > = Tiang Api
- Herman Wibisono < herman.wbs(at)xxx > = tiang api . menerangi mlm hari
- Astri Kristiani < astrikristiani(at)xxx > = Tiang api
- Feri Anta < feri.hill(at)xxx > = tiang api
- Gibson Sitinjak < ressurection.gibson(at)xxx > = Tiang api
- Wardana Nengah < wardana_nengah(at)xxx > = hehehe Tiang Api..
- "Anny S" < godwithanny5ms(at)xxx > = Tiang API Kel 13:21, Bil 14:14
- Diana Nilawati < dnilawati01(at)xxx > = Tuhan Allah dalam bentuk tiang api

Jawaban e-Humor: Tiang Api (Keluaran 13:21)

Wow! Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Nah, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 160: "Siapakah nama sahabat Yesus yang dikuburkan dalam sebuah gua?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Amy G. dan Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Februari 08 -- KISAH TEBOW

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 8 Februari 2013
Bacaan : 1 Timotius 4:11-16
Setahun: Imamat 19-21
Nats: Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
Jadilah teladan bagi orangorang percaya... (1 Timotius 4:12)

Judul:

KISAH TEBOW

Pada 2011, Tim Tebow menjadi ikon fenomenal di dunia American
football, dengan banyak kemenangan gemilang bersama timnya, Denver
Broncos. Yang menarik, ia menjadi buah bibir bukan hanya karena
prestasinya, tetapi juga keberaniannya menyatakan iman kepada
Kristus. Ia selalu berdoa dengan berlutut di lapangan sebelum
bertanding. Ia juga sengaja mengecat wajah dengan sebuah alamat ayat
di bawah kedua mata, misalnya Yoh. 3:16 dan Ef. 2:8-10. Ini terekam
oleh liputan TV dan membuat banyak penonton penasaran akan isinya.


Pendidikan rohani yang kuat dari orangtuanya sejak kecil adalah
dasar kuat yang menolong Tim bertumbuh mencintai Yesus dan
pelayanan. Di luar lapangan, ia aktif dalam pelayanan mahasiswa dan
mendirikan Yayasan Tim Tebow sejak 2010. Yayasan ini menolong banyak
anak yang mengalami sakit berat dan sedang membangun sebuah rumah
sakit anak di Filipina. Tebow, yang baru berusia 25 tahun, berusaha
menjadi teladan bagi para penggemarnya. Termasuk dalam menjaga
kekudusan.


Sebagai pemimpin yang masih muda, Timotius dinasihati Paulus untuk
menjaga hidupnya agar tidak menjadi sandungan, sebaliknya menjadi
teladan. Caranya, dengan terus tekun mempelajari Kitab Suci (ay. 13)
dan mempergunakan karunia rohaninya (ay. 14). Tujuannya agar
Timotius semakin dewasa rohani (ay. 15) dan dapat menjadi teladan.
Tebow dan Timotius berhasil melaksanakan pesan ini selagi mereka
muda. Mari ikuti nasihat Paulus ini. Berapa pun usia kita sekarang,
Tuhan akan menolong kita melakukannya. --AW

DALAM SEGALA MUSIM HIDUP KITA
BIARLAH HIDUP KRISTUS NYATA DALAM HIDUP KITA

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Timotius+4:11-16

1 Timotius 4:11-16

11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu.
13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca
Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang
telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan
tangan sidang penatua.
15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya
kemajuanmu nyata kepada semua orang.
16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam
semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan
menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Imamat+19-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+19-21


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Re: [i-kan-binaguru] TOT 1 for 50

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
hehehe ... tanyanya ke yang kirim info aja deh :-)
Bu Vonny, bisa tolong dijelaskan yaaa ... thanks.


---------- Forwarded message ----------
From: vonny <vonnyjpab@cbn.net.id>



On Thu, Feb 7, 2013 at 7:54 AM, Pauluk <pauluk@fif.astra.co.id> wrote:
---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

bu Meilania

Saya mau tanya: apa itu TOT ?

 

Sdh lama tidak ikuti forum milist ini.

 

Pauluk



---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Wednesday, February 6, 2013

[e-Wanita] Edisi 101/Februari 2013 -- Kasih

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Kasih
Edisi 101/Februari 2013

Salam kasih,

Secara umum, bulan Februari diidentikkan dengan bulan kasih sayang atau bulan penuh cinta. Berbagai kalangan, khususnya anak-anak remaja dan pemuda, memanfaatkan momen ini untuk mengungkapkan/mengekspresikan isi hatinya kepada orang-orang yang disayangi. Ada yang memberikan satu buket bunga, sekotak cokelat, menyiapkan makan malam romantis, dan seterusnya. Meskipun demikian, ada juga beberapa kalangan yang kurang setuju dengan pemikiran dan praktik pengungkapan rasa sayang yang secara khusus dilakukan pada tanggal 14 Februari. Lantas, bagaimana kita seharusnya menunjukkan kasih yang Tuhan Yesus ajarkan dan berikan kepada kita? Tentu kita tidak hanya memberikannya pada satu hari tertentu saja, namun setiap saat, bukan? Tidak mengapa apabila kita pun memberikan sesuatu kepada seseorang yang kita sayangi pada bulan Februari, tetapi kasih kita tidak akan berhenti di sana. Allah adalah Kasih. Jadi, jika kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita, kasih Allah akan selalu terpancar melalui hidup kita setiap hari.

Simaklah seluruh sajian redaksi sehubungan dengan hari Kasih Sayang. Di dalamnya, Anda dapat membaca artikel yang berjudul "Ungkapan Kasih pada Hari Valentine" dan "Kasih Mengalahkan Maut". Selamat menyimak.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
S. Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


DUNIA WANITA 1: UNGKAPAN KASIH DI HARI VALENTINE

Bulan Februari merupakan bulan ketika banyak orang memikirkan tentang cinta. Kita melihat pernak-pernik kartu bernuansa cinta diperlihatkan secara mencolok di toko-toko. Belum lagi bunga, permen cokelat, dan berbagai hadiah yang sengaja disiapkan untuk diberikan kepada mereka yang dekat di hati. Semua itu seolah-olah mengajak kita untuk membeli dan memberikannya kepada orang yang kita cintai. Tetapi, dari mana datangnya gagasan mengungkapkan cinta pada hari-hari khusus ini?

Sesuai tradisi, gagasan ini berawal pada masa kekaisaran Roma, di bawah pemerintahan Claudius II, yang memerintah hanya selama 2 tahun (268 -- 270 SM). Claudius adalah seorang prajurit kerajaan yang keras dan tegas. Ia memerlukan sejumlah besar tentara untuk melindungi kerajaannya, tetapi sulit untuk merekrut prajurit. Legenda mengisahkan bahwa Claudius melarang orang untuk menikah, dengan pemikiran bahwa pria bujangan yang tidak terikat oleh istri dan anak akan lebih mudah direkrut menjadi prajurit.

Tentu dapat dibayangkan bagaimana reaksi penolakan rakyatnya terhadap kebijakan tersebut. Seorang Imam bernama Valentine melanggar peraturan kerajaan dan tetap menikahkan pasangan-pasangan muda. Ia ditangkap, dimasukkan ke penjara, dan dihukum mati. Selama dalam penjara, banyak sahabat mengungkapkan kasih mereka dan mendukung pendiriannya dengan cara melempar bunga ke dalam penjara untuk memberi semangat.

Anak perempuan sipir penjara adalah wanita yang buta, tetapi Allah membuat mukjizat melalui Valentine sehingga penglihatannya kembali pulih. Setelah itu, anak perempuan itu sering mengunjungi Valentine selama ia dipenjara. Malam sebelum Valentine dieksekusi (14 Februari 270 SM), ia menulis surat yang ia tanda tangani sendiri, "Cinta dari Valentinemu". Kata-kata ini tetap bergema hingga saat ini.

Tradisi mencoba memberi makna terhadap kebiasaan ini. Tradisi menyatakan kepada kita bahwa Valentine rela dipenjara dan mati untuk menegakkan kesucian perkawinan, memenuhi mandat Allah bagi pasangan yang saling mengasihi. Akan tetapi, itu tidak didasarkan pada sumber kebenaran yang sesungguhnya, yaitu Alkitab, yang berguna untuk mengembangkan iman kita (2 Timotius 3:16). Sementara itu, apa yang dilakukan Kristus lebih dari yang dilakukan Valentine. Ia bersedia mati untuk memulihkan kembali persekutuan antara manusia dan Allah (1 Yohanes 4:8; Yohanes 3:16).

Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memperlihatkan rasa hormat kita kepada Allah karena kasih karunia-Nya yang besar bagi kita. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Cara terbaik untuk menerima karunia keselamatan adalah dengan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat Anda. Dengan demikian, Anda dapat hidup dalam iman yang baru.

2. Bantulah orang yang kesepian atau kunjungilah orang-orang yang lebih tua. Contohnya, sekali-kali, ajaklah mereka pergi ketika Anda mengunjungi toko dan belikanlah beberapa barang yang mereka perlukan.

3. Sampaikan ucapan terima kasih kepada guru sekolah minggu anak Anda, dan jangan lupa menunjukkan penghargaan terhadap gembala jemaat dan istrinya.

4. Perhatikan mereka yang tersisih dari pergaulan di gereja, dan cobalah untuk lebih banyak berbincang-bincang dan mengenal mereka lebih jauh. Sesekali, undanglah mereka makan bersama.

5. Belilah hadiah kecil untuk pasangan dan anak Anda untuk mengatakan "Aku mencintaimu."

Kita masih dapat mendaftarkan lebih banyak lagi cara mengungkapkan kasih kepada sesama, sebagai ungkapan terima kasih kita kepada Tuhan. Cobalah pikirkan cara-cara lain dalam mengungkapkan kasih Allah pada hari Valentine.

Diambil dan disunting dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, Februari 2007
Penulis: Norays
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman: 8 -- 9


DUNIA WANITA 2: KASIH MENGALAHKAN MAUT

Dalam Yohanes 8:1-11, para Farisi dan ahli Taurat sengaja mengajak Yesus melakukan perdebatan, dengan menempatkan seorang wanita yang telah melakukan perzinaan. Kasus tersebut diangkat ke permukaan oleh para ahli Taurat dan Farisi dengan tujuan untuk menjebak Yesus, agar Ia melakukan suatu kesalahan dalam mempraktikkan hukum Taurat (Yohanes 8:6). Dari kisah ini, kita melihat betapa besar hikmat yang dimiliki oleh Yesus, sehingga masalah yang sangat rumit itu tidak sampai membuat-Nya melakukan suatu kesalahan, tetapi sebaliknya, menghasilkan suatu keputusan yang jelas bagaimana hukum kasih harus ditegakkan.

Praktik hukum Taurat yang kaku dan kejam, oleh Yesus diganti dengan praktik hukum kasih yang berdasarkan atas kasih dan karunia Allah. Yesus hendak memperlihatkan suatu lembaran hukum yang baru kepada para praktisi hukum Taurat. Itulah sebabnya, dalam rangkaian khotbah-Nya di bukit, Ia datang bukan untuk merombak hukum Taurat, melainkan menggenapinya (Matius 5:17). Menurut para ahli Taurat dan Farisi, hukuman yang pas dijatuhkan ke atas seorang wanita yang tertangkap basah melakukan zina, ialah dilempari dengan batu sampai mati. Dasar hukumnya jelas, hukum Taurat Musa.

Namun, pertanyaan yang mungkin muncul di sini adalah bagaimana dengan pria yang berzina dengan wanita itu? Mengapa Tuhan Yesus tidak menanyakan kepada para rohaniwan yang menangkap basah wanita itu, di mana pelaku prianya? Yang jelas, Yesus tidak memerhatikan kejanggalan fakta itu. Sebab, walaupun kedua pelaku ditempatkan di hadapan-Nya sekalipun, Yesus tidak akan mempraktikkan hukum Musa (Imamat 20:10; Ulangan 22:24).

Hukum Taurat biasanya hanya melihat hal-hal yang bersifat lahiriah. Artinya, seseorang dianggap bersih apabila tidak melakukan perzinaan. Tetapi, hukum kasih yang sedang Yesus tegakkan dan praktikkan melihat sampai ke dalam hati manusia. Walaupun dalam perbuatan nyata seseorang tidak melakukan perbuatan zina atau dosa lainnya, belum tentu di dalam hatinya ia bersih dari dosa zina (Matius 5:28).

Selain itu, hal menarik lainnya dari kisah ini adalah ketika wanita itu tertangkap basah melakukan perzinaan, berarti prianya juga tertangkap. Tetapi, mengapa hanya pelaku wanita yang "dipajang" di tengah-tengah orang banyak saat itu? Apakah pelaku pria telah melarikan diri, atau telah dilempari dengan batu sampai mati terlebih dulu oleh masyarakat yang main hakim sendiri, atau mungkin saja sengaja dilindungi dengan berbagai alasan?

Jika memang pelaku pria sengaja "diamankan" di belakang layar, berarti pelaku wanitalah yang menanggung rasa malu dua kali lipat: untuk dirinya dan untuk pelaku pria. Atau, mungkin ada kaitannya dengan perlakuan umum yang didasarkan pada budaya masa itu, bahwa kaum Hawa dianggap warga kelas dua. Jika dugaan itu benar, berarti wanita ini menjadi korban ketidakadilan dan praktik diskriminasi.

Tanpa memihak kaum Hawa, di mana pun di seluruh penjuru dunia ini, umumnya dalam kasus pelanggaran seksual, wanitalah yang lebih banyak menanggung akibatnya. Apabila terjadi perkosaan terhadap gadis berusia belasan tahun, gadis itulah yang menanggung akibat buruknya, baik secara fisik, sosial, dan psikologis. Contoh lain, apabila seorang gadis hamil sebelum menikah dan prianya tidak mau bertanggung jawab, maka gadis itulah yang menanggung akibatnya.

Itulah kenyataan pahit yang dialami oleh wanita pelaku zina, yang ditempatkan di hadapan umum untuk dijadikan bahan diskusi hukum. Yesus tahu persis betapa malunya wanita yang "dipajang" di hadapan banyak orang pada waktu itu. Namun, Yesus tidak menempatkan diri-Nya sebagai hakim yang akan menjatuhkan vonis ke atas wanita berdosa itu, melainkan Yesus lebih berperan sebagai hakim pembela, Ia tidak berkompromi dengan dosa.

Yesus tidak langsung berbicara untuk menanggapi para rohaniwan itu, yang bertindak sebagai polisi dan sekaligus jaksa penuntut umum, yang mendasarkan dakwaan dan tuntutan mereka terhadap tertuduh menurut hukum Musa, agar Yesus menjatuhkan vonis hukuman mati. Yesus pun tidak diam seribu bahasa. Sambil menulis di tanah dengan jari-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, "Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7) Mendengar jawaban itu, mereka semua terdiam dan akhirnya mundur seorang demi seorang.

Pertanyaannya, mengapa Yesus tidak mau melempari wanita itu dengan batu sampai mati, sesuai dengan ketentuan hukum Musa? Jawabannya adalah karena Yesus datang bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mencurahkan kasih-Nya kepada manusia berdosa. Yesus memandang wanita yang diperlakukan secara tidak etis dengan penuh kasih dan belas kasihan. Setelah berhadapan hanya empat mata dengan wanita itu, dengan kasih dan penuh perhatian, Yesus mulai memberikan bimbingan dan bertanya secara khusus kepadanya (Yohanes 8:10-11). Kasih benar-benar menang atas maut. Kasih bukan mengutamakan hukuman, melainkan mengharapkan pertobatan dan pembaruan hati. Kasih Kristus yang menginginkan adanya pertobatan dan pembaruan dari dalam (hati), disampaikan dengan suara yang lemah lembut.

Prinsip pertobatan yang sejati adalah apabila seseorang telah menyesal dan berpaling dari dosa ke jalan yang benar, si petobat harus memunyai komitmen untuk tidak lagi melakukan dosa yang sama. Yesus ingin agar si wanita berdosa, sejak hari itu menjalani lembaran hidup yang baru. Lembaran hidup baru itu bukan berada di bawah kekejaman hukum Taurat, melainkan berada di ruang lingkup kasih karunia Allah.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, Oktober 2007
Penulis: Soelaiman Sanda
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 2007
Halaman: 11 -- 15


STOP PRESS: IKUTILAH! KELAS DISKUSI DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK) PERIODE MEI/JUNI 2013

Apakah Anda rindu mempelajari pokok-pokok penting seputar iman Kristen bersama rekan-rekan seiman dari berbagai penjuru melalui dunia maya?

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) < http://ylsa.org > mengundang Anda untuk bergabung di kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen Mei/Juni 2013 yang diselenggarakan oleh Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) < http://pesta.org >. Dalam kelas ini setiap peserta akan belajar bersama secara khusus tentang penciptaan manusia, kejatuhan manusia dalam dosa, rencana keselamatan Allah melalui Yesus Kristus, dan hidup baru dalam Kristus. Pelajaran-pelajaran ini sangat berguna, baik orang Kristen lama maupun baru, untuk memiliki dasar-dasar iman kepercayaan yang teguh sesuai dengan kebenaran Alkitab.

Diskusi akan dilakukan melalui milis diskusi (email) dan berlangsung mulai 08 Mei - 18 Juni 2013. Pendaftaran dibuka mulai hari ini dan segera hubungi Admin PESTA di < kusuma(at)in-christ.net >. Secepatnya, kami akan mengirimkan bahan DIK untuk dikerjakan setiap peserta sebagai tugas tertulis.

Peserta kelas hanya dibatasi untuk 20 orang saja. Karena itu, daftarkanlah diri Anda sekarang juga!


Kontak: wanita(at)sabda.org
Redaksi: S. Setyawati, N. Risanti, dan Novita Y.
Berlangganan: subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-wanita/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

[PENULIS] Edisi 127/Februari/2013 -- Pengaruh Budaya Nusantara dalam Sastra Indonesia (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Pengaruh Budaya Nusantara dalam Sastra Indonesia (I)
Edisi 127/Februari/2013

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: BUDAYA: ABSTRAK SEKALIGUS NYATA DALAM SASTRA
ARTIKEL: PENGARUH BUDAYA NUSANTARA TERHADAP SASTRA
POJOK BAHASA: EFEK JERA DENGAN BAHASA GAMBLANG
STOP PRESS: IKUTILAH! KELAS DISKUSI DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK) PERIODE MEI/JUNI 2013

DARI REDAKSI: BUDAYA: ABSTRAK SEKALIGUS NYATA DALAM SASTRA

Shalom!

Setiap orang memiliki paling tidak satu faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk kehidupannya. Faktor-faktor itu bisa jadi pola pikirnya, kedua orang tuanya, lingkungannya, maupun masyarakat yang ada di sekitarnya. Tetapi, apa yang memengaruhi setiap faktor tersebut? Jawabannya adalah budaya.

Budaya merupakan ibu dari setiap ritual, kebiasaan, kesenian, dan adat, dalam masyarakat manusia. Sekalipun nyata, budaya merupakan sesuatu yang abstrak dan selalu berkembang, tidak terikat pada suatu masa, sekalipun selalu berkaitan dengan wilayah geografis. Sastra merupakan perwujudan budaya dalam bidang komunikasi. Sastra menyampaikan pokok pikiran seorang penulis/penggubah melalui bahasa (salah satu pembentuk budaya) secara tertulis maupun lisan. Di dalam sastra, budaya menjelma menjadi kitab-kitab, lagu-lagu, bahkan mantra-mantra. Lalu, bagaimana budaya memengaruhi sastra, dan sejauh mana sastra dipengaruhi budaya? Temukan jawabannya dalam artikel yang kami sajikan dalam edisi ini. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati!

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Yudo
< yudo(at)in-christ.net >
< http://pelitaku.sabda.org >


ARTIKEL: PENGARUH BUDAYA NUSANTARA TERHADAP SASTRA
Oleh: Santi T.

Budaya dan Bahasa

Ketika berbicara mengenai budaya, kita harus mau membuka pikiran untuk menerima banyak hal baru. Budaya bersifat kompleks, luas, dan abstrak. Budaya tidak terbatas pada seni yang sering kali dilihat dalam gedung kesenian atau tempat bersejarah, seperti museum. Tetapi, budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya memunyai banyak aspek yang turut menentukan perilaku komunikatif. Beberapa orang bisa mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Hal ini dikarenakan budaya memunyai keistimewaannya sendiri. Budaya masyarakat satu berbeda dengan budaya masyarakat yang lainnya, sehingga seseorang harus bisa menyesuaikan perbedaan-perbedaannya. Kebudayaan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Ada banyak unsur yang membentuk budaya, termasuk bahasa, adat istiadat, sistem agama dan politik, perkakas, pakaian, dan karya seni. Bahasa merupakan perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi, baik melalui tulisan, lisan, ataupun gerakan. Sebagai perwujudan budaya, bahasa dapat berperan dalam dua hal:

1. Sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, mengadakan integrasi, dan adaptasi sosial.

2. Sebagai alat untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengaruh Budaya Terhadap Sastra

Bahasa tidak hanya memunyai hubungan dengan budaya, tetapi juga sastra. Bahasa memunyai peranan yang penting dalam sastra karena bahasa punya andil besar dalam mewujudkan ide/keinginan penulisnya. Banyak hal yang bisa tertuang dalam sebuah sastra, baik itu puisi, novel, roman, bahkan drama. Setiap penulis karya sastra hidup dalam zaman yang berbeda, dan perbedaan zaman inilah yang turut ambil bagian dalam menentukan warna karya sastra mereka. Oleh karena itu, ada beberapa periode dalam penulisan karya sastra, seperti Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan 66, dan sebagainya. Setiap periode "mengangkat" latar belakang yang berbeda-beda sesuai zaman dan budaya saat itu.

Sebagai contoh, kesusastraan Indonesia. Kesusastraan Indonesia menjadi potret sosial budaya masyarakat Indonesia. Tidak jarang, kesusastraan Indonesia mencerminkan perjalanan sejarah Indonesia, "kegelisahan" kultural, dan manifestasi pemikiran Bangsa Indonesia. Misalnya, kesusatraan zaman Balai Pustaka (1920 -- 1933). Karya-karya sastra pada zaman itu menunjukkan problem kultural ketika Bangsa Indonesia dihadapkan pada budaya Barat. Karya sastra tersebut memunculkan tokoh-tokoh (fiksi) yang mewakili golongan tua (tradisional) dan golongan muda (modern). Selain itu, ada budaya "lama", seperti masalah adat perkawinan dan kedudukan perempuan yang mendominasi novel Indonesia pada zaman Balai Pustaka. Sekarang ini, novel Indonesia cenderung menyajikan konflik cinta, sains, kekeluargaan, dll..

Bagaimana pendapat Anda mengenai puisi zaman sekarang? Tentu saja ada perbedaan yang sangat kentara, baik dalam topik yang "diangkat" maupun bahasa yang digunakan. Sebagai contoh, kumpulan puisi Mbeling karya Remy Sylado, tahun 2005. Sebagian besar puisi Mbeling yang ia tulis mengangkat kehidupan politik pada saat itu, seperti korupsi, koruptor, individualisme, dll.. Secara penulisan, beberapa puisi karya Remy Sylado hanya terdiri 1 -- 2 kata saja dan disusun dengan tipografi yang unik. Misal, puisi berjudul "Individualisme dalam Kolektivisme". Puisi ini hanya terdiri dari kata "kita" dan "aku". Kedua kata ini disusun dengan pola membentuk persegi panjang, dengan kata "AKU" (kapital) pada titik diagonalnya. Jika dibandingkan dengan puisi pada zaman Muhammad Yamin, tentu mengalami perbedaan. Meskipun mengangkat tema yang sama, misalnya politik, tetapi konten penyajian puisi sangatlah berbeda. Puisi Muhammad Yamin lebih mengangkat sisi perumusan konsep kebangsaan, meskipun saat itu masih dalam lingkup Sumatera. Jelas sangat berbeda dengan puisi Remy Sylado, yang lebih condong menyajikan sisi kehidupan politik sebuah bangsa berkembang dengan kondisi pemerintahan yang kurang baik.

Perbedaan karya sastra setiap periode bukanlah semata-mata karena ide/gagasan dari penulisnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, dan budaya yang terjadi pada saat itu. Bahkan, jika kita mau merunut karya sastra dari awal sampai sekarang, dan meneliti lebih dalam mengenai latar belakang ideologi saat itu, kita bisa mendapati bagaimana proses perjalanan Bangsa Indonesia. Meskipun karya sastra di Indonesia bisa dibilang hampir pada posisi "tengah" -- tidak terlalu menonjol dan tidak terpuruk, namun perlu disadari bahwa budaya barat sedikit demi sedikit, dari waktu ke waktu, turut memengaruhi karya sastra Indonesia.

Pernahkah Anda mendengar karya sastra Indonesia modern? Gaya sastra asing (barat) dan pengaruh bentuk menjadi patokan untuk menyebut sastra Indonesia yang modern. Pada kenyataannya, ketika pengarang hidup dalam budayanya, ia mencoba untuk menerima tradisi estetis (gaya barat) dengan budayanya. Penerimaan tradisi estetis tersebut dituangkan dalam karyanya, dijadikan latar/setting pada tulisannya, sekadar memberi warna dalam proses kreatif yang ia lakukan. Akibatnya, sastra lama hanya akan menjadi sebuah artefak. Para peneliti sastra pun menjadi asing dengan tradisi yang dimiliki oleh sejarah panjang sastra di Indonesia, melalui karya-karya sastra yang ada.

Budaya dan sastra memunyai ketergantungan satu sama lain. Sastra sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam sastra. Masinambouw mengatakan bahwa sastra (bahasa) dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Jika kebudayaan adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, bahasa (sastra) adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya suatu interaksi.

Sumber bacaan:
1. Muhyidin, Asep, M.Pd.. "Artikel-Artikel Tentang Sastra Indonesia". Dalam http://sihombing92.blogspot.com/2012/05/artikel-sastra-indonesia.html
2. Sihombing, Bobby. "Artikel Sastra Indonesia". Dalam http://sihombing92.blogspot.com/2012/05/artikel-sastra-indonesia.html
3. ________________. "Hubungan Budaya dan Sastra". Dalam http://nindy91.wordpress.com/2010/10/28/hubungan-budaya-dan-sastra/


POJOK BAHASA: EFEK JERA DENGAN BAHASA GAMBLANG

"Sebagian besar balita di dusun itu menderita gizi buruk." Demikian kalimat yang dikutip dari sebuah berita di sebuah surat kabar. Sepertinya, tak ada yang salah dengan kalimatnya. Juga tak ada yang salah dengan penulis beritanya. Hanya ada istilah yang saat ini jadi sering digunakan, yaitu "gizi buruk". Maksudnya, busung lapar atau balita yang menderita sakit karena kurang makan, kurang gizi, kurang vitamin, pokoknya serba kuranglah. Maunya sih memperhalus bahasa, mungkin penulisnya ingin agar terlihat lebih terpelajar.

Jika kita melihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "gizi" adalah sebuah kata nomina (kelas kata yang tidak dapat digabung dengan kata "tidak") yang berarti zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. Sedangkan "buruk" memunyai banyak arti: (1) Rusak atau busuk karena sudah lama; (2) (kelakuan dsb.) Jahat; tidak menyenangkan; (3) (muka, rupa, dsb.) Tidak cantik; tidak elok; jelek. Jadi, gizi buruk artinya adalah zat makanan yang tidak baik atau yang jelek. Pertanyaannya adalah, mengapa harus memakai istilah "gizi buruk"?

Apa yang salah jika kita memakai kata-kata yang gamblang? "Sebagian besar balita di dusun itu menderita kurang gizi" atau "Sebagian besar balita di dusun itu menderita kelaparan!" tampaknya akan lebih menohok dibanding menggunakan istilah baru yang terlalu halus. Dengan begitu, jika di antara pembaca ada orang yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat, tentunya akan malu (meski zaman sekarang banyak yang 'nggak' punya malu), dan sudah seharusnya langsung bertindak memperbaiki kelalaiannya, agar balita yang kurang gizi tak terjadi lagi.

"Polisi menangkap tersangka illegal logging yang merupakan suami dari seorang bintang film terkenal." Mengapa tidak pakai istilah "maling kayu" saja? Biar pelakunya malu sekalian, atau bisa juga membuat calon pelaku lain mengurungkan niatnya, hanya karena tidak ingin disebut maling.

Istilah yang cukup baru dan sering digunakan adalah PSK, kepanjangan dari Pekerja Seks Komersial (meski banyak pekerja biro iklan yang juga mengaku sebagai PSK, alias Pekerja Seni Komersial. Hehehe ...). Padahal dulu sebelumnya kita mengenal istilah Wanita Tuna Susila (WTS) atau gigolo jika pelakunya pria, yang maksudnya juga untuk memperhalus, tetapi lama-kelamaan juga dianggap istilah kasar. Bukan tak mungkin istilah PSK semakin lama dianggap kasar juga? Jadi, mengapa tidak sekalian saja gunakan istilah aslinya pelacur. Dengan harapan, para pelakunya jadi malu, dan minimal punya niat untuk tidak melacur lagi.

Penggunaan bahasa gamblang memang belum tentu serta-merta dapat memberi efek jera pada para pelaku, atau yang bertanggung jawab terhadap objek kalimat. Namun, paling tidak dapat langsung memberi tahu masyarakat akan sebuah kenyataan buruk yang sudah bukan saatnya lagi untuk ditutup-tutupi, atau dimanipulasi seolah-olah "everything oke".

Jika para pemimpin bank yang membawa lari uang nasabahnya dan juga merugikan negara miliaran rupiah itu membaca, bahwa dirinya ternyata adalah seorang maling uang nasabah, dan bukan seorang penunggak utang BLBI, tentunya mereka akan malu menginjakkan kaki ke istana Presiden Republik Indonesia yang saat ini sudah dianggap sebagai antek kapitalis AS (bukan sekutu dekat AS). "Emang gua pikirin!" ujar salah seorang debitor dana BLBI, eh ... tukang 'tilep' dana BLBI, yang mungkin sedang membaca tulisan ini.

Diambil dari:
Nama Situs: Bahasa, please!
Alamat URL: http://benwal.blogdetik.com/2008/12/01/efek-jera-dengan-bahasa-gamblang/
Penulis: Bene Waluyo
Tanggal akses: 18 Januari 2013


STOP PRESS: IKUTILAH! KELAS DISKUSI DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK) PERIODE MEI/JUNI 2013

Apakah Anda rindu mempelajari pokok-pokok penting seputar iman Kristen bersama rekan-rekan seiman dari berbagai penjuru melalui dunia maya?

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) < http://ylsa.org > mengundang Anda untuk bergabung di kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen Mei/Juni 2013 yang diselenggarakan oleh Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) < http://pesta.org >. Dalam kelas ini setiap peserta akan belajar bersama secara khusus tentang penciptaan manusia, kejatuhan manusia dalam dosa, rencana keselamatan Allah melalui Yesus Kristus, dan hidup baru dalam Kristus. Pelajaran-pelajaran ini sangat berguna, baik orang Kristen lama maupun baru, untuk memiliki dasar-dasar iman kepercayaan yang teguh sesuai dengan kebenaran Alkitab.

Diskusi akan dilakukan melalui milis diskusi (email) dan berlangsung mulai 08 Mei - 18 Juni 2013. Pendaftaran dibuka mulai hari ini dan segera hubungi Admin PESTA di < kusuma(at)in-christ.net >. Secepatnya, kami akan mengirimkan bahan DIK untuk dikerjakan setiap peserta sebagai tugas tertulis.

Peserta kelas hanya dibatasi untuk 20 orang saja. Karena itu, daftarkanlah diri Anda sekarang juga!


Kontak: penulis(at)sabda.org
Redaksi: Yudo, Santi T., dan Berlin B.
Berlangganan: subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-penulis/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

[e-BinaSiswa] Edisi 09/Februari 2013 -- Pacaran (1)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaSiswa -- Pacaran (1)
Edisi 09/Februari 2013

DAFTAR ISI
ARTIKEL 1: PROSES PACARAN YANG BENAR
ARTIKEL 2: PANDANGAN KRISTEN DALAM MEMAKNAI HARI KASIH SAYANG
STOP PRESS: IKUTILAH! KELAS DISKUSI DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK) PERIODE MEI/JUNI 2013

Shalom,

Sudah bukan hal baru lagi bahwa di antara anak-anak remaja banyak yang menjalin hubungan dengan lawan jenis, yang biasa kita kenal dengan berpacaran. Meski secara psikologi mereka belum siap untuk mengerti arti hubungan lawan jenis dengan baik, perkembangan hormon seksual mendorong mereka untuk melakukan hal itu. Hal inilah yang sering kali membuat para orang tua dan pembina remaja di gereja merasa khawatir, kalau remaja mereka akan terjerumus ke dalam gaya berpacaran yang salah dalam pergaulan mereka.

Untuk mendampingi remaja binaan Anda, simaklah artikel tentang bagaimana mengarahkan remaja sehingga mereka dapat menjalani masa pacaran dengan baik. Kami juga mengajak Anda untuk menyimak artikel khusus tentang memaknai hari Valentine. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-BinaSiswa,
Doni K.
< doni(at)in-christ.net >
< http://remaja.sabda.org >


ARTIKEL 1: PROSES PACARAN YANG BENAR

Bagi kebanyakan remaja saat ini, pacaran telah dijadikan sebagai tujuan hidup atau semacam cita-cita. Memiliki pacar ataupun menjadi pacar seseorang dianggap sebagai sebuah status yang membanggakan, sehingga tidak sedikit remaja yang merasa malu apabila belum memiliki pacar. Padahal, yang dimaksud dengan berpacaran tidaklah sesederhana itu. Pacaran merupakan sebuah tahap di mana kita dan pasangan belajar untuk lebih saling mengenal, sebelum nantinya masuk ke tahap yang lebih jauh, yaitu pernikahan. Pacaran itu sendiri merupakan sebuah proses. Kurangnya pemahaman akan hal inilah yang menyebabkan pacaran kita kerap putus di tengah jalan. Seperti apa sih proses yang dimaksud?

Berikut adalah penjelasan dari Pdt. Yakub Susabda tentang proses pacaran yang benar, yang kami kutip dari buku beliau yang berjudul "Pastoral Konseling".

1. Pacaran Merupakan Proses Peralihan dari "Subjective Love" ke "Objective Love"

"Subjective love" sebenarnya tidak berbeda dari manipulative love, yaitu "kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulasi orang yang menerimanya". Pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi, dan tidak memperhitungkan akan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si penerima. Sesuai dengan "sinful nature"nya, setiap anak kecil telah belajar mengembangkan "subjective love". Dan, "subjective love" ini tidak dapat menjadi dasar pernikahan. Pacaran merupakan saat yang tepat untuk mematikan "sinful nature" tersebut dan mengubah kecenderungan "subjective love" menjadi "objective love", yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik yang betul-betul dibutuhkan si penerima.

2. Pacaran Merupakan Proses Peralihan dari "Envious Love" ke "Jealous Love"

"Envious" sering diterjemahkan sama dengan "jealous", yaitu cemburu. Padahal "envious" memunyai pengertian yang berbeda. "Envious" adalah rasa cemburu yang negatif, yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya. Sedangkan "jealous" adalah rasa cemburu yang positif, yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan kalau Alkitab sering menyaksikan Allah sebagai Allah yang "jealous", yang cemburu. Israel adalah milik-Nya, umat tebusan-Nya. Kalau Israel menyembah berhala atau lebih memercayai bangsa-bangsa kafir sebagai pelindungnya, Allah cemburu dan akan merebut Israel kembali kepada-Nya.

Begitu pula dengan pergaulan pemuda-pemudi. Pacaran pemuda-pemudi Kristen harus ditandai dengan "jealous love". Mereka tidak boleh menuntut "sesuatu" yang bukan atau belum menjadi haknya (seperti: hubungan seksual, wewenang mengatur kehidupannya, dan sebagainya). Tetapi, mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, seperti kesempatan untuk dialog, pelayanan ibadah pada Allah dalam Tuhan Yesus, dan sebagainya.

3. Pacaran Merupakan Proses Peralihan dari "Romantic Love" ke "Real Love"

"Romantic love" adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa "kehidupan ini manis semata-mata". Pemuda-pemudi yang berpacaran biasanya terjerat ke dalam "romantic love". Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa mencoba mempertanyakan realitasnya, misalnya mengajukan pertanyaan berikut ini:

- Apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?
- Apakah ia memang orang yang begitu sabar, "caring", penuh tanggung jawab seperti yang selama ini ditampilkan?
- Apakah realitas hidup akan seperti ini terus (penuh cumbu rayu, rekreasi, jalan-jalan, cari hiburan)?

Pacaran merupakan persiapan pernikahan. Oleh karena itu, pacaran Kristen tidak mengenal "dimabuk cinta". Pacaran Kristen boleh dinikmati, tetapi harus berpegang pada hal-hal yang realistis.

4. Pacaran Merupakan Proses Peralihan dari "Activity Center" ke "Dialog Center"

Pacaran orang-orang non-Kristen hampir selalu "activity center". Isi dan pusat dari pacaran tidak lain daripada aktivitas (nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat rekreasi, dan sebagainya), sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan dua pribadi yang tidak saling mengenal. Sedangkan pacaran orang-orang Kristen berbeda. Sekali lagi, orang-orang Kristen juga boleh berekreasi dan sebagainya, tetapi "center"nya (isi dan pusatnya) bukan pada rekreasi itu sendiri, tetapi pada dialog, yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh sehingga hasilnya suatu pengenalan yang benar dan mendalam.

5. Pacaran Merupakan Proses Peralihan dari "Sexual Oriented" ke "Personal Oriented"

Pacaran orang Kristen bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan seksual. Orientasi dari kedua insan tersebut bukanlah pada hal-hal seksual, melainkan, sekali lagi, pada pengenalan pribadi yang mendalam.

Jadi, masa pacaran tidak lain dari masa persiapan pernikahan. Oleh karena itu, pengenalan pribadi yang mendalam merupakan keharusan. Melalui dialog, kita akan mengenal beberapa hal yang sangat primer sebagai dasar pertimbangan apakah pacaran akan diteruskan atau putus sampai di sini. Beberapa hal yang primer tersebut, antara lain:

1. Imannya

Apakah sebagai orang Kristen ia betul-betul sudah dilahirkan kembali (Yohanes 3:3), memunyai rasa takut akan Tuhan (Amsal 1:7) lebih daripada ketakutannya pada manusia, sehingga di tempat-tempat yang tersembunyi dari mata manusia sekalipun ia tetap takut berbuat dosa. Apakah ia memunyai kehausan akan kebenaran Allah dan menjunjung tinggi hal-hal rohani?

2. Kematangan Pribadinya

Apakah ia dapat menyelesaikan konflik-konflik dalam hidupnya dengan cara yang baik? Dapat bergaul dan menghormati orang-orang tua? Apakah ia menghargai pendapat orang lain?

3. Temperamennya

Apakah ia dapat menerima dan memberi kasih secara sehat? Dapat menempatkan diri dalam lingkungan yang baru, bahkan sanggup membina komunikasi dengan mereka? Apakah emosinya cukup stabil?

4. Tanggung Jawabnya

Apakah ia secara konsisten dapat menunjukkan tanggung jawabnya, baik dalam studi, pekerjaan, uang, seks, dan sebagainya?

Kegagalan dialog akan menutup kemungkinan mengenali hal-hal yang primer di atas. Dan, pacaran 10 tahun sekalipun tidak akan mempersiapkan mereka memasuki pernikahan.

Kegagalan dalam dialog biasanya ditandai dengan pemikiran-pemikiran berikut ini:

1. Saya takut bertengkar dengan dia, takut menanyakan hal-hal yang tidak ia sukai.
2. Setiap kali bertemu, kami selalu mencari acara keluar atau kami ingin selalu bercumbuan saja.
3. Saya rasa "dia akan meninggalkan saya" kalau saya menuntut kebenaran yang saya yakini. Saya takut ditinggalkan.
4. Saya tidak keberatan atas kebiasaannya, wataknya, bahkan jalan pikirannya asalkan dia tetap mencintai saya, dan sebagainya. (RM)

Diambil dan disunting dari:
Judul buletin: Shining Star
Edisi buletin: Tahun ke-VII, No.78, 2006
Penulis: Pdt. Yakub Susabda
Penerbit: Komisi Remaja GKI Gunung Sahari, Jakarta 2006
Halaman: 12 -- 14


ARTIKEL 2: PANDANGAN KRISTEN DALAM MEMAKNAI HARI KASIH SAYANG
Diringkas oleh: Doni K.

Valentine's Day telah menjadi satu momen yang membudaya di Indonesia, meskipun bukan merupakan budaya asli bangsa. Jadi, mari kita menyelidiki sejarah dari valentine's day ini.

Salah satu versi mengatakan Valentine's Day berasal dari nama seorang Santo beragama Katolik Roma, yaitu Santo Valentine. Romawi pernah diperintah oleh Kaisar Claudius II, yang dalam masa kepemimpinannya pernah terjadi perang besar (tidak ada penjelasan mendetail tentang perang itu). Sementara itu, rakyatnya menentang terjadinya perang dan tidak secara sukarela mengikuti kebijakan pemerintah, yaitu wajib militer.

Alasan masyarakat yang paling logis pada saat itu adalah mereka sudah berkeluarga dan tidak mau hal buruk terjadi pada mereka di kemudian hari, sebagai akibat dari mengikuti perang tersebut. Ada juga yang beralasan karena dalam waktu dekat, mereka akan segera bertunangan ataupun menikah. Mendengar hal itu, Kaisar Claudius II menjadi murka. Akhirnya, ia mengeluarkan peraturan bahwa di seluruh kerajaan Roma DILARANG ADANYA PERTUNANGAN DAN/ATAU PERNIKAHAN, dan semua rakyatnya yang berjenis kelamin laki-laki harus mengikuti wajib militer.

Kebijakan Kaisar ini mengakibatkan banyak sekali kehancuran dan ketidaktenteraman bagi rakyatnya. Banyak keluarga yang kehilangan suami dan/atau anak laki-laki mereka karena kesewenang-wenangan Kaisar Claudius II pada saat itu.

Seorang Pastor dari biara kecil di daerah Roma, secara diam-diam memberikan pemberkatan pernikahan bagi pasangan-pasangan yang berniat untuk menikah dan menyembunyikan sertifikat mereka dengan baik. Hal ini berlangsung terus, sampai kemudian rahasia kecil ini terbongkar dan pastor tersebut ditangkap, lalu dijebloskan ke dalam penjara. Selama di penjara, pastor tersebut berkenalan dengan anak gadis dari kepala sipir penjara. Gadis itu secara rutin menemui pastor dan mereka saling bertukar cerita kesukaan juga kesedihan dari balik pintu penjara. Karena kebaikan hati dan pertolongan yang telah diberikan oleh pastor tersebut, masyarakat pada saat itu menuntut pembebasannya. Kaisar Claudius II akhirnya menjatuhkan hukuman mati, yaitu dipenggal kepalanya. Sehari sebelum hari kematiannya, pastor dengan nama Valentine itu membuat sebuah surat yang ditujukan kepada teman-temannya dan teristimewa untuk putri kepala sipir penjara yang dibubuhkan tulisan "from your Valentine".

Ironisnya, Kaisar Claudius menetapkan tanggal 14 Februari tahun 270 sebagai hari pelaksanaan hukuman mati bagi Pastor Valentine. Semenjak itu, masyarakat menyebut hari itu sebagai Valentine's Day dan keesokkannya merayakan Lupercalia.

Kurang lebih 800 tahun kemudian, golongan Gereja Katolik Roma yang menganut PAGANISM (tidak percaya pada hal-hal mistis) menolak adanya Perayaan Lupercalia untuk memberikan persembahan kepada Dewi Cinta ataupun Dewi Kesuburan Wanita. Mereka mengangkat Pastor Valentine menjadi seorang Santo dan mendeklarasikan bahwa setiap tanggal 14 Februari adalah St. Valentine's Day.

Secara garis besar, kita dapat menyimpulkan bahwa perayaan-perayaan tersebut awalnya merupakan wujud ungkapan syukur suatu bangsa.

Seorang pujangga bernama Eleanor Whitesides menulis: "To make a valentine God took two shafts of wood and on that wood in love and anguish placed His Son, who gave His Heart that mine might be made new." Secara bebas dapat diartikan: "Untuk menciptakan suatu valentine, Allah telah mengambil dua potong kayu dan di atas kayu itu, dengan kasih dan derita, Ia menempatkan Anak-Nya yang telah memberikan hati-Nya supaya hatiku dapat dijadikan baru."

Seharusnya, inilah yang menjadi makna dari Hari Kasih Sayang bagi umat kristiani di seluruh dunia. Bukan karena menghormati seorang Santo, yang adalah seratus persen manusia, melainkan memberikan penghargaan tertinggi kepada Allah yang 100 persen manusia dan 100 persen Allah. Bukti kasih Allah sangat nyata bagi manusia, yang adalah "pengantin-pengantin-Nya", seperti sudah tertulis dalam 2 Korintus 11:2. Rasul Paulus memberikan analogi, sehubungan dengan gencarnya perayaan Valentine's Day, tentang hubungan kasih antara Kristus dengan jemaat-Nya (Efesus 5:25). Jemaat Tuhan yang berkumpul menjadi satu untuk beribadah kepada Tuhan akan disebut sebagai gereja. Gereja adalah tubuh Kristus. Apabila hubungan suami istri dalam suatu keluarga retak, maka gereja akan retak dan tubuh Kristus akan retak.

Namun, ketika hubungan suami istri dalam membina keluarga kuat dan didasari oleh firman Tuhan, gereja pun akan kuat dan tubuh Kristus di dunia ini akan menjadi kuat. Makna Hari Kasih Sayang adalah memberikan ungkapan kasih yang tulus dan mendalam kepada setiap orang sebagai ucapan syukur atas anugerah keselamatan yang telah diberikan Yesus kepada seluruh umat manusia, tanpa kecuali.

Geliat budaya Valentine's Day ini mulai masuk ke Indonesia diperkirakan pada akhir abad 19. Anak-anak muda di Indonesia, khusus yang beragama Kristen, umumnya membatasi makna Valentine's Day pada penyataan kasih HANYA kepada orang yang saat itu sedang dekat dengan dirinya. Biasanya, penyataan-penyataan ini diungkapkan dengan memberikan bunga mawar, bingkisan cokelat, boneka, dan pernak-pernik lucu lainnya.

Rasul Yohanes menulis dalam 1 Yohanes 4:7-11 yang intinya berbunyi: "Marilah kita saling mengasihi, sebab KASIH ITU BERASAL DARI ALLAH; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari ALLAH dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, kita juga harus saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita."

Firman Tuhan sangat tegas mengatakan bahwa Kasih berasal dari Allah, dan mengasihi merupakan respons kita terhadap kasih yang sudah diberikan kepada kita. Dan, Tuhan tidak mengatakannya hanya pada satu momen atau hanya beberapa kali saja, tetapi selalu (saling) karena saat kita mengasihi, sosok Kristus terpancar dalam diri kita.

Selamat mengasihi saudara-saudara karena dari kehidupan kitalah setiap orang dapat melihat teladan Kristus yang ajaib.

Diringkas dari:
Nama situs: Tata Ibadah, Liturgi, dan Tulisan-tulisan Kristen
Alamat URL: http://stefycreative.blogspot.com/2010/02/pandangan-kristen-dalam-memaknai-hari.html
Penulis: Rev. Stefy H.V. Rompas
Tanggal akses: 16 Januari 2013


STOP PRESS: IKUTILAH! KELAS DISKUSI DASAR-DASAR IMAN KRISTEN (DIK) PERIODE MEI/JUNI 2013

Apakah Anda rindu mempelajari pokok-pokok penting seputar iman Kristen bersama rekan-rekan seiman dari berbagai penjuru melalui dunia maya?

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) < http://ylsa.org > mengundang Anda untuk bergabung di kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen Mei/Juni 2013 yang diselenggarakan oleh Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) < http://pesta.org >. Dalam kelas ini setiap peserta akan belajar bersama secara khusus tentang penciptaan manusia, kejatuhan manusia dalam dosa, rencana keselamatan Allah melalui Yesus Kristus, dan hidup baru dalam Kristus. Pelajaran-pelajaran ini sangat berguna, baik orang Kristen lama maupun baru, untuk memiliki dasar-dasar iman kepercayaan yang teguh sesuai dengan kebenaran Alkitab.

Diskusi akan dilakukan melalui milis diskusi (email) dan berlangsung mulai 08 Mei - 18 Juni 2013. Pendaftaran dibuka mulai hari ini dan segera hubungi Admin PESTA di < kusuma(at)in-christ.net >. Secepatnya, kami akan mengirimkan bahan DIK untuk dikerjakan setiap peserta sebagai tugas tertulis.

Peserta kelas hanya dibatasi untuk 20 orang saja. Karena itu, daftarkanlah diri Anda sekarang juga!


Kontak: binasiswa(at)sabda.org
Redaksi: Doni K. dan Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-binasiswa/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

Re: [i-kan-binaguru] Makassar 15-16 Feb 2013: "Love will never fail" & "Chemistry of love"

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Terimakasih udah di promo di Milis bu Mei...untuk acara remaja dan pemuda tgl 16 Feb ada ralat sedikit,berhubung info no tlp u pendaftaran Hpnya hilang maka teman-teman bisa daftar di no 0411-5325300(Yesda) atau 08989002888(Zefa).Terimakasih Gbu

Dikirim dari iPad saya

Pada Feb 7, 2013, at 2:36 AM, Meilania Chen <meilania.chen@gmail.com> menulis:

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
Dear all,
Untuk Valentine tahun ini, saya bakal ada di Makassar :-)
So .. teman2 yang ada di Makassar silakan datang dan ajak rekan2 yang lain hadir dalam seminar berikut ini (untuk ortu dan untuk remaja, pemuda).

GBU
Moderator (meilania).
-------------------------------

Seminar Parenting "Love Will Never Fail"

Jumat, 15 Feb 2013 / Pk. 19.00 - selesai
Sabtu, 16 Feb 2013 / Pk. 09.30 - selesai

Sentra Filadelfia, Komp. Azalea Golden Park

Tujuan:
- agar para orang tua dapat mengalami kasih yang sejati dalam kehidupan keluarganya, baik dengan pasangannya maupun dengan anak-anak
- membekali para orang tua untuk dapat lebih memahami akan kebutuhan pasangan dan anak-anaknya dengan lebih baik
- membantu para orang tua untuk dapat memulihkan keretakan hubungan keluarga yang disebabkan oleh "mengasihi dengan cara yang salah"

Info pendaftaran: 0812.1234.6543


Teens and Youth : "Chemistry of Love"

Sabtu, 16 Feb 2013 / Pk. 15.00 - selesai
Blessing Center Jl. G. Bambapuang 1/27

Tujuan:
- agar para remaja dan pemuda menyadari perubahan biologis dan psikologis selama masa "jatuh cinta" dan dapat membedakan antara "falling in love" (jatuh cinta) dengan "true love" (cinta sejati)
- membekali para remaja dan pemuda dengan tips kristiani mengenai etika pertemanan, persahabatan, dan pacaran
- membantu para pemuda untuk dapat memilih calon pasangan hidup dengan bertanggung jawab

Info pendaftaran: 0852.1234.5678


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

[i-kan-binaguru] peran sang Ayah

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Ada paradigma yg antagonis ttg para pria :

1.       Para pria sering dihina oleh para wanita karena gengsinya. Tetapi pria yg tidak punya gengsi, justru dihina 2-3 kali lebih parah oleh para wanita. Justru cukup byk wanita yg sangat gengsi, khususnya punya posisi di perusahaan, harus punya gengsi.

2.       Para pria sering dihina oleh para wanita karena keras kepalanya. Tetapi pria yg tidak punya pendirian, justru dihina 2-3 kali lebih parah oleh para wanita. Garis sangat tipis untuk ‘keras kepala’ dgn ‘punya prinsip hidup’.

3.       Bagi pria yg mengikuti ‘standard’ wanita, justru dihina oleh para wanita yg lainnya.

 

Para pria perlu mengikuti standar nya Alkitab, bukan standar wanita pada umumnya. Memang sejak kejauhan Adam dan Hawa, wanita dianggap hina oleh para wanita. Jaman sekarang justru jadi terbalik.

 

Alkitab sering menyebutkan tokoh2 pria, bukan untuk menghina atau menganggap remeh pada para wanita, melainkan Allah memang memilih para pria sebagai pemimpin, bukan para wanita.

Itu sebabnya perintah Allah untuk ‘tidak makan buah pengetahuan baik dan jahat’, diberikan langsung pada Adam aja, bukan pada Hawa.

Bagiku itu misteri, tetapi itu memang para pria dirancang dan dipersiapkan oleh Tuhan untuk sebagai pemimpin dalam banyak. Itulah sebabnya para ayah sangat dibutuhkan untuk mendidik para putranya untuk dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan.

 

Woman who respect her husband, will teach her children to respect God and Thy Truly Law.

But who don’t respect her husband, will destroy her family too.

 

Semoga membantu.

 

Shallom,

Pauluk




This e-mail and any files transmitted with it are confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this email by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorized use or dissemination of this e-mail in whole or in part is strictly prohibited. PT Federal International Finance, which has its seat at South of Jakarta, Indonesia, including its affiliated companies, shall not be liable for the improper or incomplete transmission of the information contained in this e-mail nor for any delay in its receipt or damage to your system. PT Federal International Finance (or its affiliated companies) does not guarantee that the integrity of this communication has been maintained nor that this communication is free of viruses, interceptions or interference.

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

RE: [i-kan-binaguru] TOT 1 for 50

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

bu Meilania

Saya mau tanya: apa itu TOT ?

 

Sdh lama tidak ikuti forum milist ini.

 

Pauluk

 

From: i-kan-binaguru@hub.xc.org [mailto:i-kan-binaguru@hub.xc.org] On Behalf Of Meilania Chen
Sent: Thursday, February 07, 2013 1:12 AM
To: Diskusi e-BinaGuru
Subject: [i-kan-binaguru] TOT 1 for 50

 

--------------------------------------------------------------------- 
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU   
--------------------------------------------------------------------- 


---------- Forwarded message ----------
From: vonny <vonnyjpab@cbn.net.id>

 

TOT 1for 50 Penjangkauan dan Pemuridan Anak Usia 4-14 dengan pengajar Kidzana Ministries USA jadwalnya sbb:

 

1.     26 Februari s/d 02 Maret 2013Ć  TOT di Surabaya

PIC: Bpk. Toni Nardi, HP: 08123253435; Email: toninardi@gmail.com

 

2.     04 s/d 08 Maret 2013Ć  TOT di Salatiga

PIC: Samuel Wasikin, HP: 081390999631/ 085726927313; Email: wasikins@yahoo.com

 

3.     12 sd 16 Maret 2013Ć  TOT di Jakarta

PIC: Baby C.Z.N. HP: 081298483265/ 0818677287; Email: babyjpab@cbn.net.id

 

Terima kasih. bu. Mohon bantuan untuk dimuat dan atas perkenannya sebelumnya kami sampaikan terima kasih. TUhan Yesus memberkati.

Blessings,

--------------------------------------------------------------------- 
 Bergabung kirim e-mail ke:      
 Berhenti kirim e-mail ke:     
 Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru 
--------------------------------------------------------------------- 



This e-mail and any files transmitted with it are confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this email by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message from your system. Any unauthorized use or dissemination of this e-mail in whole or in part is strictly prohibited. PT Federal International Finance, which has its seat at South of Jakarta, Indonesia, including its affiliated companies, shall not be liable for the improper or incomplete transmission of the information contained in this e-mail nor for any delay in its receipt or damage to your system. PT Federal International Finance (or its affiliated companies) does not guarantee that the integrity of this communication has been maintained nor that this communication is free of viruses, interceptions or interference.

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo