Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, February 23, 2013

Keep her pleased every night

http://alliedmedicalsolutions.com/huge.html Continual moments of intimate
joy

(e-RH) Februari 24 -- SIAPA YANG TERPENTING?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 24 Februari 2013
Bacaan : 1 Korintus 12:14-26
Setahun: Bilangan 26-27
Nats: Jadi, mata tidak dapat berkata kepada tangan, "Aku tidak
membutuhkan engkau." Demikian pula kepala tidak dapat berkata
kepada kaki, "Aku tidak membutuhkan engkau." (1 Korintus 12:21)

Judul:

SIAPA YANG TERPENTING?

Suatu kali, tangan dan mulut iri hati terhadap perut. Mereka
berpikir, perut tidak berbuat apa-apa selain hanya menerima apa yang
dikerjakan oleh tangan dan dikunyah oleh mulut. Kedua organ tubuh
ini pun memutuskan untuk berhenti makan. Mereka ingin menghukum
perut! Setelah dua hari makanan tidak masuk ke dalam perut, tubuh
menjadi lemas dan tidak berdaya, tangan pun menjadi berat untuk
digerakkan, mulut pun enggan untuk berkata-kata. Tangan dan mulut
tobat, mereka mengerti bahwa ternyata perut sangat berguna. Mogok
makan pun dihentikan.


Tentu tidak bijaksana jika kita memperbandingkan nilai penting
anggota-anggota tubuh kita. Masing-masing anggota memiliki kekhasan,
keunikan, dan fungsi yang khusus. Tak ada satu pun anggota tubuh
bisa berdiri sendiri, semuanya saling membutuhkan. Dapatkah Anda
membayangkan satu tubuh yang hanya terdiri dari mata semuanya?
Bagaimana bentuk dan untuk apa tubuh seperti itu? Tubuh yang tidak
memiliki mata juga tidak sempurna.


Kita adalah anggota tubuh Kristus, masing-masing memiliki peran dan
fungsi yang khusus. Perbedaan fungsi di antara kita ini bukan
merupakan alasan untuk menonjolkan diri lebih dari yang lain.
Sebaliknya, perbedaan itu menunjukkan bahwa kita tidak dapat
mengerjakan segala sesuatu seorang diri. Kita memerlukan anggota
lain untuk memperlengkapi dan mendukung kita. Keunggulan mereka
menunjang kekurangan kita, dan sebaliknya. Karena itu, sudah
sepatutnya kita saling menghormati dan bekerja sama sebagai satu
tubuh. --TS

TUBUH KRISTUS BERTUMBUH DENGAN SEHAT SAAT SETIAP ANGGOTA
TIDAK SALING MENONJOLKAN DIRI, TETAPI SALING MENGHORMATI

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+12:14-26

1 Korintus 12:14-26

14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas
banyak anggota.
15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak
termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak
termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran?
Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing
secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang
dikehendaki-Nya.
19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak
membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki:
"Aku tidak membutuhkan engkau."
22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling
lemah, yang paling dibutuhkan.
23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita
kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap
anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian
khusus.
24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok.
Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada
anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya
anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut
menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut
bersukacita.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+26-27
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+26-27


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Re: [i-kan-binaguru] Bingung

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Ibu anda sudah menikmati semua kesenangan tiada tara di sorga, semua air matanya telah dihapuskan Tuhan, dengan menjadi ahli hukum anda sudah memenuhi visi ibunda anda dan dengan menyekolahkan adik-adik itu adalah kado tiada tara bagi ibu anda.

Stop melihat ke belakang dan terus berlari pada tujuan yang sudah Tuhan sediakan di sorga.

Tugas anda adalah mempersiapkan generasi di bawah anda untuk tetap mengikut Tuhan seperti yang dicontohkan oleh iman ibu saudara.

Saat kerinduan tak terbendung pada ibunda, isi itu dengan kasih Roh Kudus yang akan menghibur anda.

Suatu saat nanti anda akan reuni dengan Ibu di sorga apabila anda hidup dalam jalan-jalan Tuhan. Amin.

GBU


From: walsinur silalahi <walsinur.silalahi@yahoo.com>
To: Diskusi e-BinaGuru <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
Sent: Wednesday, February 20, 2013 3:32 PM
Subject: [i-kan-binaguru] Bingung

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Shalom,

Setiap aku mengenang ibunda,saat itu juga penyesalan dan kesedihan selalu menyelemutiku.
Aku adalah anak yang sulung dari enam bersaudara.Saat kami masih kecil,ayah telah pergi meninggalkan kami,dan ibu yang berperan membesarkan kami hingga kami semua anak-anaknya dapat bersekolah.Kegiatan ibu sehari-hari sepeninggal ayah,adalah berdagang kain bekas. Dia sangat dekat dengan pedagang kakilima yang ada disekitar rumah kami.
Suatu ketika ada kejadian petugas menertibkan para pedagang dan memerintahkan agar membongkar kios yang bertebaran di sepanjang jalan.Para petugas melempar barang dagangan dengan kasar. Ibuku kemudian dengan berani menghadap kepala petugas dan berkata:"Bapak boleh membongkar kios ini,tapi jangan merusak dagangan mereka.Karena mereka hidup dari barang dagangan itu."Dia sangat gigih membela hak pedagang.

Melihat ketidak adilan sering terjadi bagi masyarakat kecil,maka saat bincang-bincang,ibu berpesan kepadaku:"nak,nanti kalau kamu sudah tamat SMU,ambil saja jurusan hukum".
dan bekerja di kejaksaan atau pengadilan. Itulah motivasiku untuk giat belajar.Puji Tuhan,saya berhasil menyelesaikan pendidikanku dan saat ini bekerja di lembaga peradilan di Bekasi.
Sebagai anak sulung dari semua saudaraku,saya terbeban membantu pendidikan adik-adikku. Sungguh besar anugerah Tuhan bagi kami,kami semua dapat menyelesaikan study sarjana.Saya tidak tahu bagaimana ibu membelanjai pendidikan kami sejak kecil.
Ibu sendiri heran:"kok bisa kami sekolah semua?". Menyadari kebesaran Tuhan yang menopang dan memampukan ibuku agar tetap tegar sejak ayah meninggal adalah tekun berdoa dan aktif dalam komunitas wanita di gereja. Inilah modal utama ibu mendidik kami anak-anaknya.

Saya ingin membalas kebaikan ibu kepada saya,tetapi hingga ibu tutup usia ,belum pernah saya lakukan. Inilah penyesalan saya hingga saat ini.Pada saat aku ingat semua itu,air mata tidak terbendung keluar dari mata ini.Padahal,saya sebagai ibu rumah tangga sudah aktif melayani di gereja,tetapi kesedihan itu tidak dapat hilang dari saya.Apakah seorang wanita susah melupakan penyesalan/kesedihan? Aku bingung.Ini kesaksian teman seorang ibu rumah tangga.

Wals


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   



---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Give your wife pleasance

http://nfishmedia.com/primitive.html Do you desire to satisfy your gf this
night?

Bls: Re: [i-kan-binaguru] Mohon info: pembicara di Jakarta tentang anak kebutuhan khusus

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------




Bias hubungi IBU lingkan mangundap,beliau pengajar Dan konselor utk abk didaerah muara karang nama training centernya hope. Dia Kristen jug,klu perlu hpnya bias hubungi japri





------------------------------
Pada Kam, 10 Jan 2013 22:34 Waktu Baku Timur melinda_purba@yahoo.com menulis:

>---------------------------------------------------------------------
>e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
>---------------------------------------------------------------------
>
>Buat kak Lukas, kira2 Sabtu tgl berapa pembicara ABK itu akan datang dan tempat dan jam berapa? Terima kasih.
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>-----Original Message-----
>From: ksdnovita@yahoo.com
>Sender: i-kan-binaguru@hub.xc.org
>Date: Wed, 9 Jan 2013 03:28:11
>To: Diskusi e-BinaGuru<i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Reply-To: "Diskusi e-BinaGuru" <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Subject: Re: [i-kan-binaguru] Mohon info: pembicara di Jakarta tentang anak kebutuhan khusus
>
>---------------------------------------------------------------------
>e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
>---------------------------------------------------------------------
>
>Mauu yang kristen ato tidak? Saya ada, beliau malah anaknya ABK jadi lebih berpengalaman, beliau juga pendiri Yayasan Autis Indonesia, namanya Dyah Puspitasari, Psi.
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>-----Original Message-----
>From: Lucas Widianto <lukas_widianto@yahoo.com>
>Sender: i-kan-binaguru@hub.xc.org
>Date: Tue, 8 Jan 2013 19:22:07
>To: Diskusi e-BinaGuru<i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Reply-To: "Diskusi e-BinaGuru" <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Subject: Re: [i-kan-binaguru] Mohon info: pembicara di Jakarta tentang anak kebutuhan khusus
>
>---------------------------------------------------------------------
>e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
>---------------------------------------------------------------------
>
>Melengkapi tentang Ibu Dame Sitompul<
>
>Beliau bukan dari latar belakang psikologi tetapi dari Fak Kedokteran program rehabilitasi medik/ fisioterapi dgn sertifikat Children Development dari Pennsilvania.
>Beliau mengelola klinik sosial Hiri Ottapa untuk ABK dan ada Extraordinary Children komunitas ortu kristen yg punya anak special.
>
>Sabtu ini beliau menjadi pembicara di GKPS se dejabotabek tentang ABK
>bisa email langsung saja.
>
>salam
>Lukas
>
>
>
>
>________________________________
> From: Nathanael Herry Kristian <charity_herry@yahoo.com>
>To: Diskusi e-BinaGuru <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Sent: Wednesday, January 9, 2013 9:57 AM
>Subject: Re: [i-kan-binaguru] Mohon info: pembicara di Jakarta tentang anak kebutuhan khusus
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
>---------------------------------------------------------------------
>Coba saja anda cari dari perkantas yang ada di Jakarta. Saya hanya mengenal pembicara dari perkantas surabaya saja
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>________________________________
>
>From: siagian.esther@gmail.com
>Sender: i-kan-binaguru@hub.xc.org
>Date: Wed, 9 Jan 2013 02:53:42 +0000
>To: Diskusi e-BinaGuru<i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>ReplyTo: "Diskusi e-BinaGuru" <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Subject: Re: [i-kan-binaguru] Mohon info: pembicara di Jakarta tentang anak kebutuhan khusus
>
>---------------------------------------------------------------------
>e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
>---------------------------------------------------------------------
>Dameria Sitompul
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
>________________________________
>
>From: Meilania Chen <meilania.chen@gmail.com>
>Sender: i-kan-binaguru@hub.xc.org
>Date: Wed, 9 Jan 2013 09:36:02 +0700
>To: Diskusi e-BinaGuru<i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>ReplyTo: "Diskusi e-BinaGuru" <i-kan-binaguru@hub.xc.org>
>Subject: [i-kan-binaguru] Mohon info: pembicara di Jakarta tentang anak kebutuhan khusus
>
>---------------------------------------------------------------------
>e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
>---------------------------------------------------------------------
>Dear friends ...
>
>Adakah yang bisa memberi masukan nama2 pembicara di Jakarta (kristen) yang paham tentang bagaimana menangani anak-anak berkebutuhan khusus (seperti: autis, down syndrome, ADHD, dsb)
>
>Thanks. GBU all
>Moderator (meilania).
>
>
>--------------------------------------------------------------------- Bergabung kirim e-mail ke: Berhenti kirim e-mail ke: Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
>---------------------------------------------------------------------
>
>--------------------------------------------------------------------- Bergabung kirim e-mail ke: Berhenti kirim e-mail ke: Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
>---------------------------------------------------------------------
>
>--------------------------------------------------------------------- Bergabung kirim e-mail ke: Berhenti kirim e-mail ke: Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
>---------------------------------------------------------------------
>---------------------------------------------------------------------
> Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
> Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
> Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>---------------------------------------------------------------------
> Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
> Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
> Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>---------------------------------------------------------------------
> Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
> Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
> Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
>---------------------------------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------
Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
---------------------------------------------------------------------

Friday, February 22, 2013

[PENULIS] Edisi 128/Februari/2013 -- Pengaruh Budaya Nusantara dalam Sastra Indonesia (II)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Pengaruh Budaya Nusantara dalam Sastra Indonesia (II)
Edisi 128/Februari/2013

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: KRITIK BUDAYA LEWAT TULISAN
TIP MENULIS: MENGAMATI BUDAYA
TOKOH PENULIS: LAURA INGALLS WILDER
PENA MAYA: TAUFIQISMAIL.COM

DARI REDAKSI: KRITIK BUDAYA LEWAT TULISAN

Shalom!

Budaya dan kebiasaan masyarakat di sekitar kita sering kali kurang mendapat perhatian karena banyak orang menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak perlu dipikirkan secara serius. Padahal, jika kita tidak menganggap suatu budaya atau kebiasaan sebagai sesuatu yang penting, kita tentu tidak dapat memberi masukan atau kritik terhadapnya. Jika demikian, masyarakat pemilik budaya itu tentu tidak akan bertumbuh dan terus melakukan hal yang sama dalam beberapa generasi berikutnya.

Banyak sastrawan besar Indonesia yang tidak hanya menerima budaya dan kebiasaan pada zamannya secara mentah-mentah. Sastrawan seperti Pramoedya Ananta Toer, Taufiq Ismail, dan Sutan Takdir Alisjahbana misalnya; mereka peka terhadap suatu kecenderungan yang terjadi pada masyarakat, lalu menyuarakan pandangan mereka supaya orang lain juga bisa memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Suara mereka yang terangkum dalam tinta dan kertas mendapat tanggapan dari banyak pihak, ada yang setuju, ada yang tidak, ada yang memberi penghargaan, ada pula yang dengan keras menentang hingga berusaha membungkam suara-suara mereka. Meski demikian, mereka sudah melakukan bagiannya, bagaimana dengan kita?

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Yudo
< yudo(at)in-christ.net >
< http://penulis.sabda.org >


TIP MENULIS: MENGAMATI BUDAYA
Ditulis oleh: Yudo

Dalam artikel pada edisi yang lalu, kita sudah membahas tentang bagaimana budaya memengaruhi kesusastraan suatu daerah. Namun, jika kita menyelisik lebih dalam, yang mendapat pengaruh langsung dari budaya bukanlah karya sastra itu sendiri, melainkan para penulisnya. Jika kita mengamati para sastrawan besar Indonesia, kita bisa melihat bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak hanya terbuka terhadap budaya pada zamannya, tetapi juga dengan aktif merekam budaya itu dalam tulisan-tulisan mereka. Sekali lagi, budaya yang kita maksud dalam hal ini bukan hanya hal-hal yang bersifat tradisional saja, melainkan kebiasaan-kebiasaan yang bisa dikategorikan dalam kebiasaan modern atau kontemporer.

Jadi, apa yang sebenarnya kita butuhkan untuk dapat merekam budaya yang ada di sekitar kita? Di bawah ini ada beberapa tip sederhana yang dapat membantu kita untuk semakin peka terhadap budaya di sekitar kita dan merekamnya:

1. Membuka diri terhadap keadaan sosial-budaya sekitar kita.
Membuka diri berarti aktif mencari tahu tentang kondisi lingkungan kita. Tidak perlu yang muluk-muluk, dengan mengamati kondisi sosial yang ada di lingkungan tempat tinggal kita saja, kita sudah bisa mendapatkan banyak hal yang berkaitan dengan budaya atau kebiasaan, baik yang positif maupun yang negatif. Kita bisa mengamati pola kebiasaan masyarakat ketika diperhadapkan pada suatu kondisi seperti pernikahan, kematian, hari-hari raya, hari-hari khusus yang ditetapkan pemerintah, ataupun kebiasaan umum lainnya yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar kita.

2. Mencari sumber-sumber literatur yang membahas suatu budaya atau kebiasaan.
Ada banyak buku dan sumber lainnya yang bisa membantu kita memahami keadaan sosial-budaya di sekitar kita. Bahan-bahan ini tidak hanya akan membuka pemahaman kita mengenai asal usul budaya yang kita amati, tetapi juga akan membawa kita kepada sumber-sumber yang lain, sehingga pemahaman kita mengenai budaya itu akan semakin dalam. Selain itu, dengan membaca banyak referensi, kita juga bisa melihat suatu budaya dari berbagai sudut pandang.

3. Bersikap kritis terhadap budaya yang diamati dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah diterima.
Jangan takut bersikap kritis terhadap budaya yang kita amati. Jangan hanya mencermati asal usulnya, tetapi amatilah juga sisi positif dan negatifnya, apa manfaat dan akibatnya, bagaimana budaya itu membentuk generasi selanjutnya. Dengan demikian, kita bisa menolong orang lain untuk melihat suatu budaya atau kebiasaan secara objektif. Perlu diingat bahwa hasil pengamatan atau pandangan kritis kita terhadap budaya tidak melulu berupa esai atau tulisan yang bersifat serius. Kita bisa mengemasnya dalam bentuk narasi atau puisi sehingga bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Ingatlah bahwa selalu akan ada pihak lain yang mungkin tidak setuju dengan hasil pengamatan kita, akan tetapi jangan berkecil hati. Dari ketidaksetujuan itulah, justru muncul diskusi-diskusi lanjutan yang pada akhirnya juga akan tetap memberi kontribusi kepada masyarakat kita. Tetaplah semangat dalam berkarya!

Sumber bacaan:
1. Sesario Putra Pradana . 2011. "Masyarakat dan Kebudayaan" dalam http://kakikolongmeja.blogspot.com/2011/04/masyarakat-dan-kebudayaan.html
2. _______________. 2012. "Apresiasi Budaya GodeanBukti Kepedulian Masyarakat" dalam http://oase.kompas.com/read/2012/11/07/23441368/Apresiasi.Budaya.Godean.Bukti.Kepedulian.Masyarakat
3. ________________. 2012. "Kultur Budaya" dalam http://disporbudpar.cirebonkota.go.id/index.php/Kesenian/kultur-budaya.html

TOKOH PENULIS: LAURA INGALLS WILDER

Laura Ingalls Wilder adalah nama di belakang buku seri yang paling disukai anak-anak, "Little House" (Rumah Kecil). Novel-novel yang ditulisnya banyak mendapat inspirasi dari pengalaman masa kecilnya selama tahun 1800-an di daerah Barat yang masih liar. Anak Laura, Rose, adalah orang yang mendorongnya untuk menulis pengalamannya tersebut. Buku-bukunya semakin terkenal setelah dijadikan serial televisi pada tahun 1974 -- 1983.

Laura Elizabeth Ingalls Wilder lahir di sebuah desa di Pepin, Wisconsin, pada 7 Februari 1867. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Philip Ingalls dan Caroline Lake Quiner. Semua saudarinya, Marry, Carrie, dan Grace, juga pernah muncul dalam novel yang ditulisnya. Ketika masih kecil, kepindahan Laura dan keluarganya dari satu tempat ke tempat lainnya benar-benar membangun pengalaman yang kaya dan kisah-kisah yang menarik dalam ingatannya. Tempat-tempat yang pernah ditinggali oleh keluarganya termasuk wilayah Minnesota, Iowa, Missouri, Kansas, Perbatasan Indian, dan Perbatasan Dakota. Keluarga ini akhirnya menetap di De Smet, Dakota Selatan; di sanalah mereka mengalami musim dingin kedua yang amat buruk. Musim dingin yang disebut-sebut sebagai salah satu musim dingin terburuk yang pernah dialami kawasan itu, kemudian ditulisnya dalam salah satu buku berjudul, "The Long Winter" ("Musim Dingin yang Panjang". Dalam buku itu, Laura mengingat pengalaman masa remajanya dalam bertahan di temperatur yang dingin dan serba kekurangan.

Karena seringnya berpindah, Laura tidak dapat mengikuti pendidikan secara rutin, tetapi keadaan itu berubah setelah mereka tinggal di De Smet. Laura juga pernah mengerjakan beberapa pekerjaan sebelum mendapat sertifikat mengajar pada tahun 1882. Saat itu, ia baru berusia 15 tahun. Selama tiga tahun, Laura mengajar di sebuah sekolah di desa kecil sembari melanjutkan pendidikannya. Meski tidak terlalu suka mengajar, Laura tetap melakukannya demi menyokong keuangan keluarganya. Pendidikan dan karier mengajarnya berakhir ketika ia menikahi Almanzo Wilder yang berusia 10 tahun lebih tua darinya pada 25 Agustus 1885. Ketika itu, Laura masih berusia 18 tahun. Dalam novelnya yang berjudul "The First Four Years" ("Empat Tahun Pertama"), Laura mendedikasikan dirinya untuk membantu suaminya di pertanian mereka. Pada tahun 1886, Laura melahirkan anak pertamanya, Rose. Dalam tahun-tahun awal itu, pasangan ini mengalami banyak kesulitan, Laura harus tegar ketika suaminya menderita difteri dan mengalami kelumpuhan. Kesulitan besar lain yang juga harus dialaminya adalah ketika rumah yang dibangunnya bersama Almanzo terbakar.

Pada tahun 1884, keluarga ini memulai perjalanan mereka ke Mansfield, Missouri, tempat yang akan menjadi rumah mereka hingga akhir hayat. Wilder menulis catatan harian mengenai pengalaman mereka selama perjalanan ini dan mengirimkannya, untuk diterbitkan di surat kabar De Smet News sesampainya di Mansfield. Catatan pengalaman ini menjadi karya Wilder yang pertama kali diterbitkan dan menjadi permulaan karier kepenulisannya. Setelah itu, ia juga mulai mengirimkan karyanya ke lebih banyak lagi penerbit, termasuk McCall's Magazine dan Country Gentleman. Selain itu, ia juga menjadi editor untuk rubrik mengenai peternakan di St. Louis Star dan menjadi editor kepala selama dua belas tahun di Missouri Ruralist.

Wilder mulai mengumpulkan kembali pengalaman masa kecilnya ke dalam buku-buku cerita setelah didorong oleh putrinya. Mengambil setting di Wisconsin, "Little House in the Big Woods" ("Rumah Kecil di Rimba Besar") diterbitkan pada tahun 1932 dan diikuti oleh "Farmer Boy " ("Anak Petani") pada tahun 1933 dan "Little House on the Prairie " ("Rumah Kecil di Padang Rumput") pada tahun 1935. Sampai sekarang, para pembacanya tetap terpikat oleh karya Laura yang menggambarkan sisi hangat kehidupan nyata. Pada 10 Februari 1957, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-90, Wilder meninggal dan dimakamkan di samping makam suami dan putrinya di kuburan kota Mansfield, Missouri. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Famous Authors
Alamat URL: http://www.famousauthors.org/laura-ingalls-wilder
Penulis: tidak dicantumkan
Tanggal akses: 18 Januari 2013


PENA MAYA: TAUFIQISMAIL.COM

Siapa yang tak kenal Taufiq Ismail? Salah satu pujangga terbaik Indonesia ini selalu memukau pembaca puisinya dengan diksi-diksi yang manis dan cerdas, sambil terus mengejutkan mereka dengan ide-ide yang terkandung dalam tiap bait puisinya. Jika Sahabat e-Penulis kesulitan menemukan puisi-puisi Taufiq Ismail, Sahabat bisa berkunjung ke taufiqismail.com. Di situs ini, Sahabat bisa membaca kumpulan puisi beliau yang berjumlah ratusan. Tunggu apa lagi? Segeralah berkunjung ke situs resmi beliau melalui tautan di bawah ini. Selamat menjelajah! (Yudo)

==> http://taufiqismail.com


Kontak: penulis(at)sabda.org
Redaksi: Yudo, Santi T., dan Berlin B.
Berlangganan: subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-penulis/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Februari 23 -- GAJAH YATIM PIATU

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 23 Februari 2013
Bacaan : Efesus 6:1-4
Setahun: Bilangan 23-25
Nats: Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan
menyia-nyiakan ajaran ibumu. (Amsal 1:8)

Judul:

GAJAH YATIM PIATU

Pada akhir 1990-an, terjadi keanehan di beberapa taman nasional di
Afrika. Beberapa ekor gajah tiba-tiba menjadi buas, padahal gajah
tergolong binatang yang jinak. Mereka menyerang ternak, badak,
bahkan manusia. Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah gajah
yatim piatu yang sedang puber. Biasanya induk mereka akan mendidik
dan mengendalikan tingkah laku mereka. Tetapi, karena mereka sudah
kehilangan induk sejak kecil akibat perburuan liar atau mendapatkan
perlakuan yang salah, gajah-gajah tersebut bertumbuh secara liar.


Bukan hanya bagi gajah, peran orangtua dalam pembentukan karakter
seorang anak sangatlah krusial. Tidak sedikit orang yang memiliki
karakter buruk karena tidak mendapatkan didikan yang tepat dan
memadai pada masa kecilnya. Orang yang rendah diri mungkin sewaktu
kecilnya sering menerima hinaan dari orangtuanya. Orang yang kejam
mungkin semasa kecilnya sering dipukuli oleh orangtuanya. Tidaklah
mengherankan, Alkitab mengingatkan orangtua untuk mendidik anak-anak
dengan benar (ay. 4). Di sisi lain, anak-anak juga diingatkan untuk
menghormati orangtua mereka dengan semestinya (ay. 1-3).


Jika Anda orangtua, asuhlah anak Anda dengan penuh tanggungjawab.
Pastikan Anda mendidik dan membentuk karakternya dengan baik. Jika
Anda seorang anak, hormatilah orangtua atau wali Anda. Pastikan Anda
belajar dari mereka yang dipercayakan oleh Tuhan untuk merawat Anda
dan memiliki pengalaman hidup yang jauh lebih kaya dari Anda. --ALS

WARISAN TERBAIK ORANGTUA KEPADA ANAK
ADALAH TELADAN KEBAJIKAN DAN KARAKTER

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Efesus+6:1-4

Efesus 6:1-4

1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena
haruslah demikian.
2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang
penting, seperti yang nyata dari janji ini:
3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati
anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat
Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+23-25
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+23-25


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

A full line of products for intimacy problems

Keep her happy at night http://doubletakepartner.com/if.html

Thursday, February 21, 2013

[e-Wanita] Edisi 102/Februari 2013 -- Ragam Kasih

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Ragam Kasih
Edisi 102/Februari 2013

Salam damai,

Kasih adalah sebuah keputusan. Itu bukan sekadar suatu sifat yang harus kita miliki. Ketika kita memutuskan untuk hidup dalam kasih, kita harus mau mengasihi dan membuktikannya dalam tindakan nyata. Kasih bukanlah sebuah propaganda untuk didengung-dengungkan, bukan pula sebuah slogan kosong. Kasih merupakan suatu tindakan yang dapat menghasilkan dampak yang dapat dirasakan. Kasih juga bukan hanya diberikan kepada satu orang, tetapi kepada semua orang. Kasih tidak hanya mencakup rasa sayang kepada lawan jenis. Kasih itu universal. Memandang teladan Kristus yang rela mati disalib dan dibangkitkan karena kasih-Nya kepada manusia, kiranya mendorong kita untuk mengasihi Dia dan sesama dengan sukacita.

Kiranya, artikel yang berjudul "Bila Cinta Selalu Bergema" dan kesaksian tentang "Anugerah Kristus bagi 'S' di Iran" dalam edisi ini, semakin mengobarkan kasih di dalam hati kita. Kasih yang tidak mengharapkan imbalan, yang tidak mementingkan diri sendiri, yang mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang, dan kasih yang penuh pengharapan dalam Kristus.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
S. Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


DUNIA WANITA: BILA CINTA SELALU BERGEMA

Kata yang paling banyak digunakan orang sejak abad permulaan ialah "cinta". Getar-getar cinta menggerakkan orang tua atau seorang ibu untuk merapatkan bayinya ke dadanya. Cinta membuat seorang anak tidak mau memisahkan diri dari orang tuanya. Cinta telah menjalin hubungan yang erat secara batiniah antara ayah, ibu, dan anak ketika mereka jauh terpisah. Cinta telah mengubah seorang pria yang kurang simpati menjadi orang yang simpatik manakala bertemu dengan seorang gadis yang menggetarkan jantungnya.

Cinta memiliki banyak "wajah" yang memberi makna beraneka ragam. Manusia memilahnya ke dalam berbagai hubungan dan menyatakannya dengan berbagai macam bentuk. Seperti dalam hal makanan dan minuman (pesta pernikahan, sebagai puncak pernyataan cinta pengantin pria dan wanita, selalu diikuti dengan sajian yang menarik dan melambangkan cinta kasih. Banyak makanan dan minuman yang diberi nama atas nama cinta), karya seni (Monumen Taj Mahal adalah lambang cinta seorang raja kepada permaisuri yang sangat dicintainya, dan ia menginginkan lambang cinta itu abadi melintasi kurun waktu di sepanjang zaman.), dll..

Kisah penciptaan Adam dan Hawa tidak sepi dari aroma cinta. Hawa diciptakan Tuhan belakangan. Aroma cinta yang konkret muncul ketika Adam terbangun dan menemukan seorang gadis cantik di sampingnya, dan secara kodrati keduanya saling jatuh cinta. Manusia yang pertama itu tiba-tiba saja menjadi dewasa dalam segala hal. Tuhan memberi perintah kepada mereka, supaya "menjadi sedaging" dan hendaknya "memenuhi bumi". Sejak itu, manusia pun berkenalan dengan sejumlah istilah cinta. Dunia ilmu ketuhanan (teologi) mengenal makna cinta itu dalam berbagai istilah, yang kemudian dikenal orang sampai zaman sekarang ini. Adam "bergairah" memandang Hawa, dan ia mengasihinya seumur hidupnya, "baik dalam susah maupun senang".

AGAPE

Agape adalah jenis cinta yang suka berkorban demi kepentingan orang lain. Cinta telah mendorongnya melakukan sesuatu karena kasih Tuhan yang telah tertanam dalam hatinya. Cinta itu berpusat pada pengorbanan diri yang tulus, sebagaimana Tuhan mengasihi manusia, sekalipun manusia sering melakukan pemberontakan terhadap-Nya. Menurut David Augsburger, cinta memiliki ciri-ciri seperti berikut:

a. Kebajikan

Ia melakukan tindakan yang mengandung kemurahan yang cenderung altruistik, dengan mengasihi sesama tanpa pamrih. Orang yang memiliki kebajikan dalam hidupnya akan berusaha memikirkan kesejahteraan orang lain dengan tidak mengharapkan balasan dari orang tersebut. Dalam hatinya, ada dorongan yang kuat untuk membantu dan menenteramkan hati orang lain.

b. Menurut

Ia menurut bukan karena paksaan dari luar atau karena adanya ancaman yang tidak diharapkan. Sebuah perintah moral mendorongnya dari dalam, dan karena ia beriman kepada Kristus, ia menuruti perintah-Nya. Orang-orang yang memiliki cinta agape tidak akan menentang perintah dan hukum Tuhan karena kebebasan yang dimilikinya adalah kebebasan yang sempurna, bahwa Tuhan telah menciptakannya dan memberi kehidupan kepadanya. Tidak ada perintah Tuhan yang akan mendatangkan bencana bagi hidupnya.

c. Pengorbanan Diri

Ia menyatakan kasihnya kepada orang lain dan siap menanggung risiko apa pun karena pernyataan cinta yang tulus itu. Ia selalu mendahulukan kepentingan orang lain dengan melayani orang lain atau sesamanya melalui pengorbanan diri. Kalau melakukan sesuatu, ia tidak lebih dahulu meminta bantuan orang lain, melainkan menyatakan lebih dahulu tindakan yang bersifat membantu walaupun dengan biaya tinggi yang harus dilakukannya.

d. Kesetaraan

Ia tidak menilai dirinya lebih tinggi dan mulia daripada orang lain -- bahkan kepada orang yang memusuhinya pun ia senantiasa menunjukkan sikap yang ramah dan penuh dengan belas kasihan. Dalam teologi kekristenan, kasih agape sangat dominan, mencakup makna keadilan, kesejahteraan orang lain, dan tidak memihak karena ia beranggapan bahwa manusia yang diciptakan Tuhan semuanya sama di hadapan Tuhan. Kasih yang kristiani amat erat kaitannya dengan pemahaman atas penjelmaan Kristus sebagai manusia, yaitu sebagai pernyataan kasih, kehidupan, pengajaran, kematian, dan kebangkitan-Nya. Tidak ada ruang waktu yang membatasinya karena ia terdapat dalam masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang, yang semuanya itu bertumpu pada wujud tubuh Kristus.

EROS

Cinta pandang pertama, antara Adam dan Hawa, dan sebaliknya. Keindahan tubuh Hawa dan kesempurnaannya di hadapan Adam, amat menggairahkannya, menimbulkan gairah seorang pria terhadap wanita. Itupun termasuk dalam suasana "kasih yang rohani".

FILIA

Sebagai manusia yang "zoon politicon" (manusia yang selalu bermasyarakat, tidak dapat hidup seorang diri saja), manusia mengenal dan mengasihi sesamanya dalam kasih persaudaraan dan suasana solidaritas sosial.

STORGE

Orang yang memiliki kasih storge umumnya merasa peduli kepada sesamanya. Belas kasihan kepada orang lain itu didorong oleh keharuan atas keadaan mereka, khususnya kepada mereka yang tidak dipedulikan sama sekali.

Kasih itu terdapat dalam komunitas secara timbal balik -- pada masyarakat yang saling membagi dalam suasana memberi dan menerima, atau karena dorongan persahabatan untuk mencapai tujuan yang sama (2 Korintus 13:14). Orang yang menganggap dirinya orang Kristen sejati dan memiliki kasih Allah di dalam dirinya, selalu menjauhkan sifat memikirkan diri sendiri dengan menunjukkan penghargaan kepada orang lain sebagaimana ia menghargai diri sendiri. Ia memiliki rasa keadilan dan membantu orang lain berdasarkan kesetaraan atau kesamaan. Seorang teolog, Paul Tillich, berkata, "Cinta adalah ketegangan antara kesatuan dan keterpisahan." Ada hubungan antara yang rohani dan perasaan terasing. Kasih menjadi kuasa hidup yang menggerakkan untuk mempersatukan yang terpisah.

KESIMPULAN

Cinta kasih telah membuat manusia bertahan dalam hubungan yang akrab satu dengan yang lain. Tanpa cinta kasih, manusia akan segera lenyap dari permukaan bumi ini. Ketahanan dan kelestarian manusia, perjuangan mereka dapat bertahan dan menjadi penopang hidup, hanyalah karena adanya kasih. Jika kasih tidak ada, iman pun tidak akan ada. Kalau tidak ada Tuhan yang memberi napas kehidupan kepada manusia -- sebagai pernyataan kasih-Nya yang tidak mengenal batas itu, manusia sudah lama lenyap dari permukaan bumi ini. Cinta yang hanya menyenangkan diri sendiri, mencari kenikmatan duniawi, tidak akan bertahan lama dan akan membawa bencana ke atas pelakunya. Sejak semula, Tuhan menanamkan cinta kasih di dalam diri manusia, dan manusialah yang berhak untuk mengembangkannya apakah sesuai dengan citra Tuhan atau tidak sama sekali. Berbahagialah orang yang dapat menggemakan cinta menjadi saluran berkat bagi sesamanya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, No. 708 Februari 2005
Penulis: Drs. Wilson Nadeak, M.A.
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung 2005
Halaman: 7 -- 12


WOMEN TO WOMEN: ANUGERAH KRISTUS BAGI "S" DI IRAN

S, seorang perempuan dari Iran, adalah pengikut Kristus yang berlatar belakang agama lain. Beberapa tahun lalu, ia mengalami perampokan dan penembakan yang menyebabkan lehernya berlubang. Vonis medis pun menetapkan ia tidak akan bertahan hidup. Tuhan memberikan anugerah pemulihan kepada S -- fisik maupun spiritual, bahkan di tengah ketidakmungkinan yang dilihat dari mata manusia. Anugerah-anugerah Tuhan justru datang melalui cara-cara yang mengherankan dan tidak terduga. Berikut ini, sekelumit kisahnya.

"Saya menghabiskan waktu berjam-jam di dalam ruang bedah," kenang S. "Namun, para dokter tetap gagal menutup lubang di leher saya -- tim medis angkat tangan, mereka mengatakan bahwa mereka tidak dapat menyembuhkan luka saya. Oleh karena itu, di tengah ketakutan dan keputusasaan, saya terus berdoa kepada Tuhan. Sampai pada suatu pagi, saat dokter hendak mengganti perban saya, saya melihat mereka sangat terkejut! Lubang di leher saya telah sembuh! Para dokter bertanya kepada saya, obat apa yang saya minum? Pengobatan apa yang saya jalani? Saya hanya dapat berkata dengan bangga, 'Saya hanya berdoa kepada Tuhan, Tuhan saya adalah Juru Selamat yang hidup.'"

Sebagai umat Kristen yang belum dibaptis, S telah lama berdoa dan bergumul untuk bisa mendapatkan baptisan. Tuhan pun menjawab kerinduannya, Tuhan membukakan jalan bagi S untuk menerima baptisan. "Saya telah menanti baptisan selama 3 tahun. Pembaptisan ini sangat berarti untuk saya."

Sangat sulit untuk menjadi seorang Kristen di negara ini. Mereka disiksa, dipenjara, didiskriminasi, dan diasingkan. Teruslah berdoa untuk S dan perempuan-perempuan lain di Iran yang terus bertahan hidup untuk Kristus. Doakan juga agar S yang lain dapat membuka hati dan menyerahkan segala kekhawatiran dan harapannya kepada Kristus.

Diambil dari:
Judul buletin: Frontline Faith, Mei -- Juni 2012
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Open Doors Indonesia, 2012
Halaman: 8


Kontak: wanita(at)sabda.org
Redaksi: S. Setyawati, N. Risanti, dan Novita Y.
Berlangganan: subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-wanita/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

Amazing leghthening effect

To those who search great healthiness http://razaorazec.com.br/loss.html

[i-kan-humor] [e-Humor] 2166 Februari/2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2166, Februari 2013

Shalom,

Pertengkaran sering kali dipicu oleh kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain. Kita diberi mulut untuk memuji Tuhan selalu. Dari mulut dapat keluar kata-kata positif dan juga kata-kata negatif. Apa pun perkataan yang diucapkan, akan membawa dampak bagi lawan bicara kita. Hari ini, kita akan belajar untuk menjaga perkataan yang keluar dari mulut kita. :) Selamat mendapat berkat, ya! Jangan lupa jawab kuis humornya .... Tuhan memberkati.

Redaksi Tamu e-Humor,
Tatik W.
< http://humor.sabda.org/ >


2166. KEBETULAN

Shinta menunjukkan kemampuan bernyanyinya di suatu panggung pada acara penggalangan dana untuk amal. Salah satu tamu ternyata teman lama Shinta. Didasari rasa iri, teman lama Shinta itu mengkritik dengan berbicara kepada tamu pria di sebelahnya, "Suaranya mengerikan!" katanya. "Anda tahu siapa dia?" tanyanya. "Ya," jawab si pria. "Dia adalah istri saya."

"Ow, maaf .... Sebenarnya, suaranya tidak terlalu buruk, tetapi lagu yang dibawakan liriknya sangat buruk. Saya penasaran, siapa sih, yang menulis lirik seperti itu?"

Suami Shinta menjawab, "Saya."

[Sumber disunting dari: http://jt.nuaa.edu.cn/humor/lierong.html#014]

Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. (Amsal 21:23) < http://alkitab.sabda.org/?Amsal+21:23 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 161: "Siapakah yang mengadakan perjamuan kawin sebelum ia memberikan Lea kepada Yakub?"

- "Stefanus" < stefan(at)xxx > = LABAN.
- "Ariadi (KPC)" < Ariadi(at)xxx > = Laban
- titih_wira < titihprawira(at)xxx > = Laban bukan ya..??? :)
- Evie Sukiat < evie_sukiat(at)xxx > = Laban

Jawaban e-Humor: Laban

Wow! Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Nah, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 162: "Menurut Injil Yohanes, siapakah bapa segala dusta?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Amy G. dan Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-SH) 22 Februari -- Matius 18:21-35 - Siap dan sigap mengampuni

Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Kam, 21 Feb 2013 08:10 Waktu Baku Pasifik
Judul: (e-SH) 22 Februari -- Matius 18:21-35 - Siap dan sigap mengampuni

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 22 Februari 2013
Ayat SH: Matius 18:21-35

Judul: Siap dan sigap mengampuni

Mengapa kita mengampuni?" Pertanyaan yang sangat penting ini sering
kita abaikan. Kita salah kaprah dan menyamakan mengampuni dengan
memaklumi. Apalagi untuk urusan yang kita anggap remeh. Di
kesempatan lain, mungkin kita "mengampuni" karena terpaksa. Karena
tak bisa bertindak lain, ya "ampuni" saja, dalam arti tak usah
diingat-ingat lagi. Namun di sisi lain kita harus mengakui
ketidakmampuan kita untuk mengampuni. Jika seseorang berbuat
salah, apalagi mendatangkan kerugian cukup besar, respons kita
adalah marah dan bahkan balik membalas kesalahan orang itu.

Yesus secara hiperbolis merespons pertanyaan Petrus dengan menegaskan
bahwa seorang murid harus mengampuni saudaranya "tujuh puluh kali
tujuh kali" (22; bdk. Kej. 4:24). Sikap ini dijelaskan dengan
perumpamaan yang dikatakan seumpama Kerajaan Sorga, artinya
menyampaikan suatu pelajaran penting tentang bagaimana Allah
berkuasa melalui ketaatan murid Kristus. Di dalam perumpamaan ini
hadir sebuah hiperbola yang mencolok. Jika kita asumsikan 1 dinar
= Rp. 50.000, -, dan 1 talenta = 6.000 dinar, maka hutang hamba
pertama kepada sang raja bisa kita konversi menjadi 3 trilyun
rupiah, dengan dua belas angka nol (24). Hutang si hamba kepada
raja jelas tidak sebanding dengan hutang seorang hamba lain kepada
dirinya yang hanya 100 dinar atau sekitar 5 juta rupiah.
Perumpamaan ini menggarisbawahi sikap tidak mau mengasihani si
hamba, padahal hutangnya yang lebih besar telah dihapus.
Ketidakmauan untuk mengampuni ini berakibat dirinya dilaporkan
oleh kawan-kawannya kepada raja (31) dan berbuahkan penghukuman
(34). Nas ini (35) menegaskan bahwa Allah akan menolak mengampuni
orang yang tidak mau mengampuni sesamanya.

Kita mesti mengampuni, karena sesungguhnya kita sudah diampuni Allah.
Inilah jawaban tunggal yang mestinya mendasari kehidupan murid
Yesus sebagai orang yang telah diampuni. Memang tidak mudah
melakukannya. Mari kita datang kepada Roh Kudus dan meminta kuasa
dan hikmat, supaya kita siap dan sigap mengampuni.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/02/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/02/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+18:21-35
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+18:21-35

Matius 18:21-35

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai
berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa
terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan
sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak
mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah
kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu
memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala
miliknya untuk pembayar hutangnya.
26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu,
segala hutangku akan kulunaskan.
27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba
lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan
mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu,
hutangku itu akan kulunaskan.
30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara
sampai dilunaskannya hutangnya.
31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu
menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai
hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau
memohonkannya kepadaku.
33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah
mengasihani engkau?
34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo,
sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap
kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan
segenap hatimu."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---

(e-RH) Februari 22 -- 99 BALON

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 22 Februari 2013
Bacaan : Ayub 14:7-15
Setahun: Bilangan 21-22
Nats: Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku,
sampai tiba giliranku... Engkau akan rindu kepada buatan
tangan-Mu. (Ayub 14:14,15)

Judul:

99 BALON

Dua bulan sebelum lahir, Eliot Mooney divonis menderita Edwards
Syndrome, penyakit yang tak memungkinkannya untuk lahir selamat.
Orangtuanya berdoa memohon mukjizat, dan Eliot pun lahir. Namun,
kondisinya memprihatinkan: paru-parunya tak berkembang sempurna,
jantungnya berlubang, dan DNAnya memberi informasi keliru pada
setiap sel tubuhnya. Setelah dua minggu Eliot diizinkan pulang
dengan tiga peralatan medis menempel di tubuhnya, termasuk tabung
oksigen dan selang untuk memasukkan susu.


Eliot kecil bertahan dan bertumbuh walaupun tak secepat anak
seusianya. Sebulan, dua bulan, tiga bulan. Uniknya, orangtua Eliot
merayakan "ulang tahun"-nya setiap hari. Sebab, satu hari saja
merupakan perjuangan berat baginya untuk hidup. Maka, setiap hari
mereka merayakan kemenangannya. Hingga akhirnya, pada hari ke-99,
Eliot kembali kepada Yesus. Pada hari pemakamannya, 99 balon
dilepaskan -masing-masing mewakili ucapan syukur atas setiap hari
yang Eliot habiskan di bumi.


Ketika Ayub mengalami penderitaan yang sangat berat, kematian
membayanginya. Ia disadarkan akan betapa fana hidup manusia. Namun,
Ayub berkata bahwa selama Tuhan masih memberinya hidup, ia akan
terus berharap. Dan, bila kelak waktunya tiba, ia akan bahagia
karena itu berarti Allah merindukannya pulang!


Sudahkah kita mensyukuri setiap hari yang Tuhan beri? Mensyukuri
hidup kita dan orang-orang di sekitar kita? Jangan membuang satu
hari pun untuk hal sia-sia. Selama kesempatan ada, hiduplah maksimal
bagi Dia. --AW

BILA ENGKAU MENAMBAH HARI-HARI DALAM HIDUP KAMI
BIARLAH NAMA-MU SEMAKIN DITINGGIKAN LEWAT DIRI INI

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Ayub+14:7-15

Ayub 14:7-15

7 Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia
bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
8 Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati
di dalam debu,
9 maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah
ranting seperti semai.
10 Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang
binasa, di manakah ia?
11 Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan
menjadi kering,
12 demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai
langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun
dari tidurnya.
13 Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati,
melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu
bagiku, kemudian mengingat aku pula!
14 Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan
menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba
giliranku;
15 maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau
akan rindu kepada buatan tangan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+21-22
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+21-22


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-binaguru] [INFO Domba Kecil] (final reminder) Teachers on the Move - Teaching with Patience

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------

http://www.dombakecil.org/TOTM2013.jpg
http://www.facebook.com/events/398124903611863

______________________________________________________________________
TEACHERS ON THE MOVE - TEACHING WITH PATIENCE %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

Kami mengundang para Guru Sekolah dan Sekolah Minggu, Penginjil Anak,
dan semua yang ingin melayani anak untuk hadir dalam pertemuan khusus
TEACHERS ON THE MOVE yang akan diadakan pada:

Sabtu, 23 Februari 2013
09:00 - 16:00 WIB
di Auditorium BPPT
Jl. M.H. Thamrin No. 8
Jakarta Pusat 10340
(GPS: -6.18471,106.822152)

TOPIK
• Teaching with Patience: Sabar mengajar anak-anak mengenal kebenaran
Firman Tuhan
• Pantang menyerah melayani anak-anak berkebutuhan khusus
• Sabar mencari ide kreatif, meneladani cara mengajar Tuhan Yesus
• Mengkonseling anak dengan penuh kesabaran
• Mempersiapkan acara Paskah: bahan ajar, panggung boneka, ide-ide
alat peraga cerita, ayat Hafalan, dan lain-lain
• Contoh Kurikulum

KHUSUS
• Bonus untuk peserta grup:
- 5 orang: 1 buku kurikulum *atau* gambar tokoh-tokoh Alkitab
- 10 orang: 1 alat peraga Paskah
- 15 orang: 1 boneka puppet
- 30 orang: 1 set panggung boneka beserta kordennya
• Bazaar Cuci Gudang

CATATAN
Bahan-bahan Pembinaan Anak, Kurikulum, Alat Peraga, Puppet, dll
dapat diperoleh pada saat seminar dengan harga khusus.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Daftarkan diri anda segera!

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, segera hubungi:
• Bina Latih Pelayanan Anak Tel. (021) 560-2630, 566-8931
Yayasan Domba Kecil Fax. (021) 566-8962
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 info@dombakecil.org
Jakarta Barat 11470 INDONESIA BCA Kepa 1983102364
«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-

---------------------------------------------------------------------
Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
---------------------------------------------------------------------

Spend nonstop nights of pleasure

http://fashions2shop.com/successful.html Give your wife enjoyment

[i-kan-binaanak] [e-BinaAnak] Edisi 624 -- Peran Doa dalam Pelayanan Anak (III)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaAnak -- Peran Doa dalam Pelayanan Anak (III)
624/Februari/III/2013

Shalom,

Dalam melakukan pelayanan bagi anak-anak, kita tidak boleh meremehkan peran doa. Kuasa doa begitu nyata bagi setiap orang yang melakukannya dengan sungguh-sungguh, termasuk bagi para pelayan anak dan orang tua. Dalam edisi kali ini, kita dapat melihat apa saja yang perlu kita doakan untuk anak-anak dan mengapa kita harus mendoakan mereka. Meskipun tip "Berdoa untuk Anak Anda" ini ditujukan untuk orang tua, tetapi tip ini akan sangat memberkati setiap pelayan anak untuk melihat peran doa dalam kehidupan setiap anak. Selamat menyimak.

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Davida
< evie(at)in-christ.net >
< http://pepak.sabda.org/>


"Kita berdoa bukan untuk memperoleh kehendak kita di surga, tetapi untuk menggenapi kehendak Allah di bumi." (Anonim)


TIP: BERDOA UNTUK ANAK ANDA

Mendoakan anak-anak merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam pelayanan maupun pengasuhan anak. Apa saja yang perlu kita doakan untuk anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita? Mengapa kita harus mendoakan hal tersebut?

I. Berdoalah untuk Keselamatan Anak Anda

Anda harus berdoa untuk pertobatan anak-anak Anda karena hal-hal berikut ini.

1. Keselamatan mereka begitu berarti sehingga hal itu sepadan dengan semua rasa sakit yang harus Anda bayar dalam doa-doa Anda.

Kenyataan bahwa jiwa mereka berharga melampaui semua pikiran, bahwa hilangnya jiwa mereka akan tak terbayangkan mengerikannya, bahwa kehidupan kekal akan menjadi keuntungan tak terbatas bagi mereka, dan bahwa doa-doa Anda mungkin berperan dalam menyelamatkan mereka, seharusnya menggerakkan Anda untuk menaikkan permohonan bagi mereka secara terus-menerus.

2. Sedikit yang akan berdoa untuk mereka jika Anda tidak melakukannya.

Meskipun kita diperintahkan untuk berdoa bagi semua orang (1 Timotius 2:1), hanya sedikit yang melakukan tugas ini sebagaimana mestinya. Ketika hal itu dilakukan, mereka yang berdoa sering kali adalah orang-orang yang dianggap penting menurut penilaian gereja atau dunia.

3. Tidak ada orang lain yang dapat berdoa bagi mereka seperti yang Anda lakukan.

Kasih Anda yang tulus untuk anak-anak Anda, kelembutan yang Anda rasakan untuk mereka dan pengetahuan Anda terhadap keputusan, kebutuhan, dan masalah mereka, membuat Anda memenuhi syarat untuk memohon kepada Allah atas nama mereka dengan urgensi dan kesungguhan yang tidak akan ditolak. Ketika Allah ingin meyakinkan kita tentang kesediaan-Nya untuk mendengar doa, Dia mendasarkan argumen-Nya pada kasih orang tua:

"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta 1 kepada-Nya." (Lukas 11:13)

4. Jika Anda mengabaikan untuk melakukannya, akan berbahaya bagi mereka dan Anda.

Allah melihat upaya kita untuk memenuhi kewajiban kita sebagai orang tua. Ia memberikan janji-janji-Nya yang lebih besar dan berharga bukan untuk orang tua yang tidak setia, yang tidak berdoa:

"Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya." (Mazmur 103:17-18)

Anak-anak Anda dikelilingi oleh pengaruh jahat dan mereka adalah makhluk yang telah jatuh ke dalam dosa. Mereka perlu dilindungi oleh kuasa Allah dan hati mereka juga harus dikendalikan, dicerahkan, dikuasai, dimurnikan, dan dibimbing oleh Roh Kudus.

5. Kemudian, Anda akan mendapati bahwa lebih mudah melakukan tanggung jawab sebagai orang tua, yang dilakukan oleh orang tua lain, yang telah disyaratkan Allah bagi keselamatan anak-anak Anda.

Allah memerintahkan Abraham untuk menjadi orang yang akan memenuhi tugas orang tua.

"Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya." (Kejadian 18:18-19)

Kehendak Allah bagi Anda sebagai orang tua adalah jelas:

"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." (Ulangan 6:6-7) Ini merupakan pekerjaan besar dan tidak ada yang dapat menahan Anda di bawah beban seperti berdoa untuk anak-anak Anda, dengan percaya, bersungguh-sungguh, dan dengan tekun. Dalam memerhatikan instruksi dan disiplin, jangan abaikan doa! Beberapa berkat jarang datang, kecuali dalam jawaban atas doa yang dinaikkan dengan sepenuh hati. Salah satunya adalah pertobatan awal anak-anak kita!

6. Doa sendiri dapat menjadi suatu latihan kekuatan ilahi yang kita lakukan demi anak-anak kita. Ini benar-benar sangat diperlukan supaya doa yang mungkin Anda naikkan demi keselamatan anak-anak Anda tidak digunakan dengan sia-sia.

Hanya kekuatan Tuhan yang berkuasa yang dapat menghasilkan perubahan besar yang diperlukan, membangkitkan mereka dari keadaan kematian rohani. Anak Anda benar-benar bergantung pada kuasa Roh Allah. Meskipun Anda bertekun dalam menggunakan sarana, tanpa Roh, hal itu akan sia-sia. Tidak ada yang lain kecuali doa yang dinaikkan dengan percaya, akan dapat menjamin kuasa-Nya untuk menghasilkan perubahan.

7. Dengan keselamatan mereka, yang diberikan sebagai jawaban atas doa-doa Anda, Juru Selamat Anda akan dimuliakan.

Bukan hanya keselamatan anak Anda, tetapi kemuliaan Juru Selamat Anda yang terkasih dalam keselamatan mereka, seharusnya mendorong Anda untuk berdoa bagi mereka. Motif ini harus lebih kuat daripada yang lain yang dapat memengaruhi Anda untuk mengusahakan keselamatan mereka.

8. Anda memiliki dorongan yang kuat dan insentif untuk melakukannya dalam janji eksplisit Allah bahwa, jika Anda setia pada kepercayaan Anda, Dia akan menjadi Allah mereka.

Kata-kata yang Allah katakan kepada Abraham, ketika ia memasuki perjanjian dengan Dia dan keturunannya, mungkin dianggap sebagai kata-kata yang ditujukan kepada setiap orang percaya secara individual, dan oleh karena itu, kata-kata itu juga untuk Anda (lihat Kejadian 17:7; juga Yesaya 59:21, Kisah Para Rasul 2:38). Janji-janji Allah kepada Anda meliputi tanggung jawab Anda sebagai orang tua. Karena Allah mengasihi umat-Nya sendiri dengan kasih yang melampaui pengetahuan, mereka tidak bisa sungguh-sungguh memohon untuk hal-hal seperti keselamatan anak-anak mereka tanpa memiliki kuasa-Nya. Selain ini, kasih-Nya kepada mereka menyebabkan Dia memiliki kelembutan bagi anak-anak mereka. Mereka juga akan dikasihi-Nya dan menjadi kesayangan-Nya demi orang tua mereka.

II. Berdoalah untuk Kesejahteraan Anak Anda

Jangan menganggap hanya keselamatan anak-anak Anda, tetapi juga berdoalah untuk kesejahteraan anak-anak Anda karena beberapa hal berikut ini:

1. Sebagai hasil dari doa-doa Anda, mungkin Anda berharap kuasa Allah akan meniadakan beberapa hal buruk yang telah Anda lakukan terhadap mereka.

Bahkan, orang tua yang paling baik sekalipun kadang-kadang melukai anak-anak mereka. Hal ini mungkin merupakan akibat dari kekerasan yang tidak semestinya dalam mendisiplin anak, memihak salah satu anak, atau bersikap kurang adil. Akan tetapi, hal itu juga disebabkan oleh sikap lembut yang salah ataupun kurang berhati-hati dalam menjalankan kewenangan. Doa tanpa henti akan memungkinkan Anda untuk menghindari dosa-dosa ini. Kasih yang bijaksana untuk mereka dan keinginan tulus untuk kebaikan mereka yang sesungguhnya, akan menggantikan kesenangan belaka, dan Anda akan dituntun untuk menghindari kekerasan ekstrem dan hal yang menyakitkan.

2. Akan ada periode kritis dalam kehidupan mereka. Tanpa doa yang terus-menerus dari Anda, mereka mungkin akan bertindak dengan sangat tidak bijaksana atau mendatangkan malapetaka.

Berdoalah bagi mereka dalam pengambilan keputusan penting yang menyangkut hal-hal seperti karier masa depan dan pernikahan mereka. Jangan menunda berdoa untuk hal-hal ini karena mungkin masih jauh di depan. Pertimbangkan, Anda mungkin sudah tidak ada ketika mereka menghadapi keputusan-keputusan ini.

3. Doa akan membawa Anda ke pemahaman yang lebih baik tentang mereka. Doa yang tekun, yang terus dipanjatkan untuk mereka, untuk keinginan khusus mereka, sejauh yang Anda ketahui, diungkapkan di hadapan Allah, pasti akan mendatangkan pemeliharaan yang lebih besar atas mereka. Ini akan mendatangkan pengenalan yang lebih dekat mengenai karakter mereka dan pemahaman yang lebih tepat dari sifat dan keinginan mereka. Anda harus tahu apa motif yang paling mudah memengaruhi mereka dan apa godaan yang paling mungkin untuk membawa mereka ke dalam kekeliruan. Anda juga harus akrab dengan penderitaan dan keadaan mereka, benar-benar mengetahui karakter masing-masing. Jika Anda berdoa untuk mereka, Anda akan didorong untuk memerhatikan hal-hal ini.

4. Doa akan meningkatkan keinginan suci Anda bagi mereka. Jika kita tidak bisa berdoa tanpa belajar mengasihi mereka, bahkan untuk orang asing, maka semakin kita menyerahkan anak-anak kita kepada Allah, semakin kuatlah kasih kita untuk jiwa mereka. Peningkatan yang stabil dari keinginan suci dalam hati Anda ini, dengan mengacu kepada Anda anak-anak, akan membuktikan berkat yang tak terkatakan atas mereka dan juga atas diri Anda.

5. Tidak ada cara lain yang sangat mujarab yang memungkinkan Anda untuk mengatasi kesulitan yang Anda alami ketika berbicara dengan mereka, selain topik agama.

Dari kelimpahan hati Anda, mulut Anda akan berbicara. Kita sering terlalu tidak ramah ketika berbicara tentang hal-hal rohani dengan anak-anak kita, meskipun itu adalah perintah Injil (Ulangan 6:7). Tidak ada yang paling tepat untuk menghilangkan ini, selain doa yang sungguh-sungguh dan terus-menerus. Dalam doa itulah, kebutuhan anak Anda diungkapkan di hadapan Allah dan permintaan yang spesifik diajukan untuk hal itu.

6. Anda dapat menjamin pertolongan Tuhan dalam upaya ketaatan anak-anak kepada Anda. Tuhan ingin agar anak-anak patuh dan taat secara implisit pada kehendak orang tua. Anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar bantuan manusia, meskipun bantuan itu mungkin berasal dari orang tua yang bijaksana dan penuh kasih sayang. Mereka tidak bisa lagi menjalankan tugas sebagai anak-anak tanpa pertolongan Allah. Demikian juga, tanpa pertolongan tersebut, Anda tidak akan dapat melakukan tugas sebagai orang tua. Anda sungguh-sungguh memikirkan tentang ketergantungan anak-anak Anda pada pertolongan Tuhan, dan dengan sungguh-sungguh berdoa agar pertolongan itu dapat diberikan kepada mereka dalam upaya mereka untuk menghormati dan mematuhi Anda.

7. Orang tua lain yang melihat teladan Anda, dapat meniru Anda. Orang lain mungkin akan tertantang melihat ketekunan Anda dan mungkin terinspirasi untuk lebih bersemangat dalam tugas-tugas mereka sebagai orang tua.

8. Mereka akan sering memiliki saat-saat ketika mereka membutuhkan kuasa Allah untuk dapat menolong mereka. Cepat atau lambat, kekecewaan, sakit, kehilangan, kepedulian, singkatnya, kesulitan dalam berbagai bentuk pasti akan mendekati mereka. Namun, apakah hal itu akan terjadi kepada mereka, jika Anda telah mengantisipasi "masa-masa sulit" itu dengan banyak doa yang Anda naikkan bagi mereka? Akan ada saat-saat pencobaan ketika mereka akan berada dalam bahaya yang menakutkan. Si jahat akan berusaha untuk memasang jerat bagi mereka dan pada saat seperti itu, teman-teman duniawi tidak akan menolong. Mintalah Sang Juru Selamat untuk membela mereka dari kedengkian, kekuasaan, dan tipu muslihat roh-roh jahat, agen-agen Setan, yang terus-menerus berada di dekat mereka. (T/Jing Jing)

Diterjemahkan dan disunting dari:
Nama situs: Fire and Ice: Puritan and Reformed Writings
Alamat URL: http://www.puritansermons.com/reformed/pray.htm
Judul asli artikel: Praying for Your Children
Penulis: William Scribner
Tanggal akses: 20 Januari 2013


Kontak: binaanak(at)sabda.org
Redaksi: Davida, Santi T., dan Elly
Berlangganan: subscribe-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

Wednesday, February 20, 2013

[e-BinaSiswa] Edisi 10/Februari 2013 -- Pacaran (2)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaSiswa -- Pacaran (2)
Edisi 10/Februari 2013

DAFTAR ISI
RENUNGAN: BERPACARAN (Efesus 5:2-3, 8)
BAHAN MENGAJAR: BERBEDA DALAM PACARAN (2 KORINTUS 6:14-15)

Shalom,

Dalam edisi lalu, kita telah diperlengkapi dengan artikel tentang bagaimana mengarahkan para remaja untuk menjalani proses pacaran dengan baik. Masih dengan tema yang sama, dalam edisi ini kita akan semakin diperkaya dengan beberapa bahan menarik seputar pembinaan remaja. Silakan simak bahan mengajar yang akan mendorong remaja untuk menjalani proses pacaran dengan takut akan Tuhan. Simak juga renungan bertema pacaran yang kami sajikan khusus untuk remaja Anda. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-BinaSiswa,
Doni K.
< doni(at)in-christ.net >
< http://remaja.sabda.org >


RENUNGAN: BERPACARAN (Efesus 5:2-3, 8)
Ditulis oleh: Doni K.

Halo sobat muda Kristus ... masih ingatkah kamu dengan beberapa kisah romantis seperti: "Romeo and Juliet", "Cleopatra", "Cinderella", dan beberapa kisah romantis lainnya? Ya, entah kamu memercayainya atau tidak, tapi fakta membuktikan bahwa kisah ini telah berhasil membius jutaan anak muda dan remaja di seluruh penjuru dunia. Bahkan, kisah "Romeo and Juliet" diakui sebagai kisah cinta paling romantis sepanjang masa.

Kisah-kisah di atas merupakan contoh kisah cinta "zaman dahulu". Pada masa kini, kisah-kisah romantis tetap digandrungi anak muda. Buktinya, beberapa tahun terakhir ini, bioskop-bioskop di seluruh dunia telah dibanjiri oleh jutaan pasangan, hanya untuk menonton film "Twilight". Sepertinya, kita harus mengakui bahwa anak muda dan cinta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Di mana ada anak muda, di sana kita temukan "cerita cinta".

Sebagai anak muda, merupakan hal yang wajar apabila kita memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, atau mungkin menjalin hubungan dengan seseorang sebagai pacar kita. Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk yang memiliki rasa saling mengasihi. Tujuannya adalah supaya kita dapat saling mengasihi, baik mengasihi Tuhan, keluarga, kerabat, teman, dan pasangan (pacar). Namun, ketika kita berpacaran, bukan berarti kita memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang kita mau.

Saat ini, banyak anak muda yang salah mengartikan arti cinta dalam berpacaran. Saat ini, cinta sering dihubung-hubungkan dengan berpelukan, ciuman, bahkan melakukan hubungan yang sepantasnya dilakukan oleh pasangan suami istri. Akibatnya, tidak sedikit anak-anak muda yang jatuh dalam dosa percabulan. Lalu, bagaimanakah dengan kita?

Firman Tuhan dalam Efesus 5:2-3, 8 telah berbicara banyak kepada kita. Tuhan mengatakan bahwa sebagai manusia, kita harus saling mengasihi karena Yesus telah mengajarkan dan memberikan teladan kepada kita tentang kasih. Namun, ketika kita mengasihi seseorang sebagai pacar, kita harus bisa membedakan mana wujud kasih yang benar dan yang tidak benar menurut Alkitab. Orang-orang dunia yang tidak mengenal Yesus sering menghubungkan cinta dengan ciuman, pelukan, seks, dan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Namun, tidak demikian dengan kita. Alkitab mengajarkan bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, dan masih banyak lagi seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 13:4-7. Seperti itulah kasih yang diharapkan oleh Tuhan Yesus. Sebelum mengenal Yesus, kita memang merupakan anak-anak yang masih tinggal dalam kegelapan karena kita belum mengetahui tentang kebenaran. Namun sekarang, kita adalah anak-anak kudus oleh karena pengorbanan Yesus di kayu salib. Yesus ingin kita hidup sebagai anak-anak terang di dunia ini. Terang itu bisa kita tunjukkan melalui perbuatan kita sehari-hari, yaitu perbuatan yang sesuai dengan firman Tuhan ketika kita menjalin hubungan dengan lawan jenis. Melalui renungan ini, marilah kita mulai mengubah seluruh pola pikir kita yang salah tentang pacaran dan cinta. Marilah kita mulai kembali dari kebenaran Alkitab. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber referensi: Alkitab -- TB (Efesus 5:2-3, 8 dan 1 Korintus 13:4-7)


BAHAN MENGAJAR: BERBEDA DALAM PACARAN (2 KORINTUS 6:14-15)

Tujuan: Remaja mengerti prinsip pacaran yang sehat dan menjauhi perilaku pacaran yang negatif.

Inspirasi: Pola Pacaran Remaja Jakarta

Hasil penelitian ini tidak mewakili seluruh remaja, namun bisa dijadikan bahan renungan. Berdasarkan hasil penelitian Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang dilakukan oleh Rita Damayanti terhadap 8.941 pelajar dari 119 SMU dan yang sederajat di Jakarta, 5 dari 100 pelajar SMU di Jakarta telah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Perilaku pacaran yang dilakukan mulai dari berciuman bibir hingga berhubungan seks. Perilaku seks pranikah itupun erat kaitannya dengan penggunaan narkoba di kalangan para remaja. Tujuh dari 100 pelajar SMU pernah memakai narkoba.

Ketika ditanyakan tujuan pacaran, mereka memberikan jawaban yang beragam. "Pacaran itu ya untuk 'have fun' saja, memang untuk apa lagi?" ujar seorang remaja. "Pacaran itu, hubungan pria dan wanita karena adanya perasaan saling suka," ujar remaja lainnya. Seorang remaja lain menjawab, "Pacaran itu untuk menyeleksi pasangan hidup!" Jika demikian, apa sih pacaran itu? Sangat disesalkan bahwa tidak banyak remaja yang tahu tujuan pacaran. Memang ada juga yang menjawab dengan benar, tetapi sangat sedikit, dan lebih banyak yang menjawab salah atau hanya menjawab, "Nggak tau!". Ironisnya, beberapa dari mereka justru telah menjalin hubungan yang disebut "berpacaran".

Refleksi

1. Bagaimana pendapat kamu tentang hasil penelitian di atas?
2. Setujukah kamu dengan pendapat para remaja tentang tujuan berpacaran dalam cerita di atas? Mengapa?

Diskusi

1. Menurut kamu, apa tujuan berpacaran itu?

2. Pertimbangan apa yang harus kita jadikan pedoman dalam memilih pacar/pasangan hidup (2 Korintus 6:14-15)?

3. Bagaimana pendapat kamu terhadap remaja Kristen yang memilih pacar tidak seiman, dengan alasan ingin 'menginjili'. Dapatkah alasan tersebut dibenarkan? Mengapa?

4. Ketika para peneliti mempelajari ciri-ciri pasangan yang bahagia dan telah menikah lebih dari 20 tahun, salah satu ciri yang paling penting yang mereka temukan adalah "Iman kepada Allah dan komitmen rohani". Bagaimana pendapat kamu terhadap hasil penelitian tersebut?

5. Perilaku pacaran seperti apa yang masih bisa dikatakan wajar/sehat? Bagaimana cara mengantisipasi/mencegah supaya perilaku pacaran tidak menjurus pada aktivitas yang berbahaya atau 'terlalu jauh'?

6. Peringatan dan nasihat apa yang diberikan oleh firman Tuhan kepada kita, agar kita tidak terjerumus dalam perilaku pacaran yang negatif?
a. Mazmur 119:9,11 ___________________
b. Matius 26:41 ______________________
c. 2 Timotius 2:22 ___________________
d. 1 Petrus 1:14-16 __________________
e. 1 Tesalonika 4:3,7 ________________
f. Ibrani 12:14 ______________________

Aplikasi

1. Tuhan melarang kita memilih pacar/pasangan hidup yang tidak seiman.
2. Tujuan pacaran adalah persiapan menuju pernikahan.

Aksi

1. Bagi yang belum punya pacar: berdoalah sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk memohon hikmat sebelum mengambil keputusan untuk berpacaran, agar kamu memunyai motivasi yang benar.

2. Bagi yang sudah punya pacar: bersyukur untuk pacar (seiman) yang kamu miliki, belajar untuk setia dan mengasihinya dengan kasih yang murni.

3. Bertekad/berjuang untuk menjaga kekudusan hidup dan menjauhi nafsu orang muda.

Konfirmasi

"Tujuan pacaran adalah persiapan untuk menuju pernikahan, bukan sekadar 'free love' tanpa arah yang jelas."

Diambil dan disunting dari:
Judul buku: Be Different: 12 Bahan KTB Remaja
Penulis: Ayub wahyono
Penerbit: PT. Visi Anugerah Indonesia, 2011
Halaman: 26 -- 30


Kontak: binasiswa(at)sabda.org
Redaksi: Doni K. dan Yusak.
Berlangganan: subscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-untuk-siswa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-binasiswa/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Februari 21 -- ALLAH JURUSELAMAT

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 21 Februari 2013
Bacaan : 1 Timotius 1:1-2
Setahun: Bilangan 19-20
Nats: Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah,
Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, pengharapan kita. (1
Timotius 1:1)

Judul:

ALLAH JURUSELAMAT

Sebagai orang Kristen, jika ditanya siapakah Juruselamat kita,
pastilah kita akan menjawab: Yesus Kristus. Tetapi, dalam bacaan
hari ini, Allah, bukan Yesus Kristus, yang disapa sebagai
Juruselamat (1a). Rupanya sebutan Allah Sang Juruselamat lazim
dipakai oleh orang Kristen mula-mula, seperti tercermin di dalam
surat-surat pastoral (lih. 1 Tim. 2:3, 4:10).


Apakah yang hendak ditekankan melalui penggunaan frasa ini? Bahwa
Allah adalah sumber keselamatan. Dengan kata lain, kesadaran atas
maksud keselamatan Allah bagi umat-Nya adalah dasar iman kita.


Karya keselamatan Allah itu menuntun kita kepada keyakinan bahwa
Kristus adalah pengharapan kita (1b). Yesus adalah sumber kehidupan
kekal yang menanti kita, juga dasar bagi kemuliaan yang akan
diterima umat-Nya saat Dia datang kembali kelak. Karya keselamatan
Allah itu mewujud di dalam diri Yesus Kristus. Paulus dan Timotius,
yang diakui sebagai anaknya yang sah, mendapatkan panggilan untuk
mengambil bagian dalam pelayanan mewartakan keselamatan tersebut.


Dasar iman ini mengingatkan kita bahwa pelayanan yang terlepas dari
kesadaran akan karya keselamatan dan kehendak Allah hanya
mendatangkan kesia-siaan. Surat Paulus kepada Timotius ini tidak
hanya menyapa Timotius, tetapi juga menyapa kita, pengikut Kristus
pada masa kini. Kita juga dipanggil Tuhan sebagai utusan-Nya untuk
mengabarkan keselamatan. Ya, setelah menerima anugerah keselamatan,
kita pun mendapatkan kehormatan untuk mewartakan kabar kesukaan itu.
--ENO

ORANG YANG TELAH MENERIMA KARYA KESELAMATAN ALLAH
AKAN TERPANGGIL UNTUK MEWARTAKAN KABAR KESUKAAN ITU

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/02/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/02/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Timotius+1:1-2

1 Timotius 1:1-2

1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah,
Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,
2 kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia,
rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus,
Tuhan kita, menyertai engkau.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+19-20
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+19-20


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-binaguru] Bingung

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Shalom,

Setiap aku mengenang ibunda,saat itu juga penyesalan dan kesedihan selalu menyelemutiku.
Aku adalah anak yang sulung dari enam bersaudara.Saat kami masih kecil,ayah telah pergi meninggalkan kami,dan ibu yang berperan membesarkan kami hingga kami semua anak-anaknya dapat bersekolah.Kegiatan ibu sehari-hari sepeninggal ayah,adalah berdagang kain bekas. Dia sangat dekat dengan pedagang kakilima yang ada disekitar rumah kami.
Suatu ketika ada kejadian petugas menertibkan para pedagang dan memerintahkan agar membongkar kios yang bertebaran di sepanjang jalan.Para petugas melempar barang dagangan dengan kasar. Ibuku kemudian dengan berani menghadap kepala petugas dan berkata:"Bapak boleh membongkar kios ini,tapi jangan merusak dagangan mereka.Karena mereka hidup dari barang dagangan itu."Dia sangat gigih membela hak pedagang.

Melihat ketidak adilan sering terjadi bagi masyarakat kecil,maka saat bincang-bincang,ibu berpesan kepadaku:"nak,nanti kalau kamu sudah tamat SMU,ambil saja jurusan hukum".
dan bekerja di kejaksaan atau pengadilan. Itulah motivasiku untuk giat belajar.Puji Tuhan,saya berhasil menyelesaikan pendidikanku dan saat ini bekerja di lembaga peradilan di Bekasi.
Sebagai anak sulung dari semua saudaraku,saya terbeban membantu pendidikan adik-adikku. Sungguh besar anugerah Tuhan bagi kami,kami semua dapat menyelesaikan study sarjana.Saya tidak tahu bagaimana ibu membelanjai pendidikan kami sejak kecil.
Ibu sendiri heran:"kok bisa kami sekolah semua?". Menyadari kebesaran Tuhan yang menopang dan memampukan ibuku agar tetap tegar sejak ayah meninggal adalah tekun berdoa dan aktif dalam komunitas wanita di gereja. Inilah modal utama ibu mendidik kami anak-anaknya.

Saya ingin membalas kebaikan ibu kepada saya,tetapi hingga ibu tutup usia ,belum pernah saya lakukan. Inilah penyesalan saya hingga saat ini.Pada saat aku ingat semua itu,air mata tidak terbendung keluar dari mata ini.Padahal,saya sebagai ibu rumah tangga sudah aktif melayani di gereja,tetapi kesedihan itu tidak dapat hilang dari saya.Apakah seorang wanita susah melupakan penyesalan/kesedihan? Aku bingung.Ini kesaksian teman seorang ibu rumah tangga.

Wals


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo