Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, December 15, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 17 -- 23 Desember 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 130 (17 -- 23 Desember 2012)

Shalom,

KADOS edisi 130 adalah edisi terakhir pada tahun ini. Kami sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus untuk pertolongan-Nya selama kami membuat pokok-pokok doa KADOS. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Anda yang tetap setia berdoa bagi pelayanan di Indonesia melalui KADOS. Kami juga mengucapkan terima kasih untuk setiap dukungan doa yang Anda berikan kepada kami. Tuhan Yesus memberkati pelayanan, keluarga, studi, dan pekerjaan Anda semua.

"SELAMAT NATAL 2012 DAN MENYONGSONG TAHUN BARU 2013"

Pemimpin Redaksi KADOS,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


17 Desember 2012 -- Cuaca yang Mendukung pada Perayaan Natal

Perayaan Natal di Indonesia selalu bertepatan dengan musim penghujan. Prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan besar kemungkinan curah hujan tinggi di akhir tahun ini. Bahkan, beberapa wilayah Nusantara diberitakan sudah mulai mengalami banjir yang tak kunjung surut. Doakan agar Tuhan Yesus mengaruniakan cuaca yang baik sehingga peringatan Natal dapat berjalan lancar.

18 Desember 2012 -- Penginjilan Lewat Acara Natal

Alkitab memang tidak memberi perintah khusus untuk merayakan Natal, akan tetapi melalui acara Natal, gereja bisa melaksanakan misi penginjilan. Mulai dari drama Natal yang dipentaskan hingga kidung Natal yang dilantunkan, mulai dari sinema Natal yang ditayangkan hingga misa dan kebaktian Natal yang disiarkan di TV, semuanya bisa menjadi sarana untuk mengenalkan Yesus kepada orang-orang yang belum percaya. Mari berdoa agar gereja menyerahkan kreativitas dan rencana dalam menyambut Natal kepada Tuhan Yesus. Kiranya Tuhan boleh memakai itu semua untuk menyatakan kemuliaan dan kuasa-Nya kepada mereka yang belum membuka hati bagi-Nya.

19 Desember 2012 -- Khotbah Natal

Di tengah ingar-bingar perayaan Natal, khotbah Natal berperan penting untuk mengingatkan orang percaya akan makna Natal yang sejati. Khotbah Natal yang dipersiapkan dengan baik juga dapat menarik orang-orang yang belum terjangkau Injil, yang kebetulan mendengar, untuk mengenal sosok Yesus. Doakan para pembicara yang sudah ditunjuk untuk menyampaikan khotbah Natal. Kiranya Tuhan Yesus ikut campur dalam persiapan pribadi mereka sehingga dapat berkhotbah dengan jelas, relevan, dan sesuai firman Tuhan.

20 Desember 2012 -- Keamanan Umum Selama Natal

Beberapa tahun terakhir, suasana peringatan Natal di Indonesia sudah semakin kondusif. Akan tetapi, kita harus tetap waspada karena perkembangan situasi akhir-akhir ini (seperti bom di Solo, sengketa gereja di Bogor, dan kerusuhan di Papua) bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan peringatan Natal. Doakan agar keamanan umum selama berlangsungnya perayaan Natal di negara kita dapat terjaga, sehingga jemaat dapat mengikuti seluruh misa/kebaktian Natal dengan khidmat.

21 Desember 2012 -- Kelancaran Ibadah Tahun Baru

Jika kita menengok tahun-tahun yang lalu, serentetan peristiwa pengeboman gereja-gereja di Indonesia oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sepatutnya membuat kita waspada dan berserah penuh kepada Tuhan Yesus; sekaligus memohon perlindungan-Nya. Berdoalah supaya di dalam ibadah perayaan tahun baru kali ini tidak terjadi hal-hal serupa, sehingga kondisi yang aman pun boleh dirasakan oleh setiap orang Kristen yang datang untuk beribadah dan menyambut tahun yang baru.

22 Desember 2012 -- Perayaan Tahun Baru

Meskipun momen pergantian tahun seharusnya menjadi saat perenungan, sebagian besar masyarakat masih menjadikan pesta dan pawai keliling kota sebagai acara idola untuk menyambut Tahun Baru. Jalanan penuh sesak dengan motor yang meraung-raung dan hiruk-pikuk orang sambil meniup trompet. Doakan kepada Tuhan Yesus agar perayaan Tahun Baru di Indonesia berlangsung tertib dan aman. Kiranya tak ada lagi korban jiwa sia-sia karena insiden kecelakaan maupun ledakan petasan.

23 Desember 2012 -- Menghadapi Kegagalan Tahun Ini

Pada saat sebagian besar orang bersukacita menyambut tahun yang baru, beberapa orang mungkin melewati akhir tahun dengan sedih. Mereka menyesali impian yang gagal terwujud, sasaran yang gagal dicapai, ataupun keinginan yang gagal diperoleh. Jika Anda juga merasakan hal serupa, janganlah terus meratapi diri. Terkadang Tuhan Yesus mengizinkan kita gagal karena memang belum saatnya, atau juga karena Dia ingin kita belajar dari kegagalan yang kita alami. Mari serahkan seluruh kegagalan kita di bawah kaki-Nya dan akuilah jika memang ada dosa atau pelanggaran yang ikut andil dalam kegagalan itu.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yonathan Sigit
Kontributor: Mahardhika Dicky Kurniawan
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) Desember 16 -- SUKA MENUNDA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 16 Desember 2012
Bacaan : Amsal 12:24-28
Setahun: Efesus
Nats: Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan
mengakibatkan kerja paksa. (Amsal 12:24)

Judul:

SUKA MENUNDA

Salah satu penyakit saya semasa kuliah adalah suka menunda-nunda.
Meski tak berniat untuk malas, kerap saya mengalir begitu saja
menjalani hari, mengabaikan jadwal yang sebenarnya sudah saya buat.
Ketika tugas harus dikumpul atau ujian tiba, saya terpaksa harus
begadang. Heran juga kalau melihat bahwa semua itu sebenarnya dapat
diselesaikan dalam waktu relatif singkat ketika saya benar-benar
fokus. Jika saya sedikit lebih rajin, tentu saya tak perlu begadang
dan yang saya kerjakan bisa lebih optimal.


Alkitab berulang kali memberi nasihat tentang kemalasan. Salah
satunya yang kita baca hari ini. Kemalasan mengakibatkan kerja
paksa. Kemalasan bisa membuat seseorang tidak menikmati, apalagi
memetik manfaat dari apa yang dikerjakannya. Mungkin akhirnya ia
merasa didikte orang lain yang lebih rajin (ayat 24). Mungkin
akhirnya ia merasa sering gagal (ayat 27). Di sini penulis Amsal
berbicara tentang sesuatu yang realistis untuk dicapai, tetapi tidak
kesampaian karena usaha yang diberikan terlalu sedikit.


Kemalasan atau keengganan melakukan sesuatu pada waktunya bisa
bersumber dari banyak hal. Mungkin sesuatu itu memang kurang kita
sukai. Mungkin cara kita menata waktu perlu dibenahi. Temukan dan
bereskanlah akar masalahnya. Setiap orang punya kecenderungan untuk
bermalas-malasan. Kita lebih suka mengatur jadwal sesuka hati dari
pada memperhatikan kepentingan orang lain. Kemalasan bisa merebut
sukacita dan berkat dalam bekerja serta hidup bersama. Mari melatih
diri untuk rajin dan persembahkan upaya terbaik kita untuk
menghormati Tuhan. --ITA

KESEMPATAN YANG TUHAN BERIKAN
TAK PANTAS KITA JALANI DENGAN BERMALAS-MALASAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/12/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Amsal+12:24-28

Amsal 12:24-28

24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan
mengakibatkan kerja paksa.
25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang
baik menggembirakan dia.
26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan
orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin
akan memperoleh harta yang berharga.
28 Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan
menuju maut.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Efesus
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Efesus


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, December 14, 2012

[i-kan-binaguru] Fw: ~Ompu Nommensen yang penuh kasih~

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   




~Ompu Nommensen yang penuh kasih~
 
Ludwig Ingwer Nommensen (di daerah Batak dikenal sebagai Ingwer Ludwig Nommensen atau I.L. Nommensen; lahir di Nordstrand, Denmark (kini Jerman), 6 Februari 1834 adalah seorang misionaris Kristen Protestan di antara suku Batak, Sumatera Utara.Hasil dari pekerjaannya ialah berdirinya sebuah gereja terbesar di tengah-tengah suku bangsa Batak Toba yaitu Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
 
Nommensen memberitakan Injil di tanah Batak dengan beragam cara. Ia menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Toba dan menerbitkan cerita-cerita Batak. Ia juga memperbaiki sistem pertanian, peternakan, meminjamkan modal,membantu melunasi hutang dan membuka sekolah-sekolah serta balai-balai pengobatan.
 
Suatu ketika Nommensen, dikepung oleh masyarakat setempat yang tidak senang dengan kehadiran kekristenan di Tanah Batak. Mereka takut menggedor pintu dan masuk ke dalam rumahnya karena menurut kabar, Nommensen mempunyai sepucuk pistol. Jadi, yang bisa mereka perbuat adalah melempari rumahnya.
 
Nommensen tidak pernah menyesal dan takut atas perilaku saudara-saudaranya yang belum mengenal Kristus tersebut. Dia selalu berpikiran positif bahwa Tuhan bekerja melalui apa pun demi tumbuhnya kekristenan di Tanah Batak.
 
Setelah lelah melempari rumah Nommensen, pada tengah malam penduduk berhenti melempar dan berunding bagaimana caranya memaksa agar Nommensen keluar dari dalam rumah. Ketika hari sudah malam mereka kecapekan dan mulai mengantuk. Akhirnya, mereka semuanya tertidur di dekat rumah Nommensen.
 
Tengah malam Nommensen keluar rumah dan menyelimuti mereka satu per satu agar jangan sampai kedinginan oleh udara malam. Setelah mereka bangun pada pagi harinya, mereka merasa malu dan minta maaf kepada Nommensen.Penduduk setempat akhirnya menjadi pengikut Kristus yang taat & penuh semangat ,yang merupakan cikal bakal kemenangan Kerajaan Tuhan di Tanah Batak.
 
Dr. Ingwer Ludwig Nommensen diberi gelar apostles atau rasul dan diberi gelar 'Ompu' (gelar atau panggilan kehormatan untuk setiap orang yang memiliki kemampuan, kualitas pribadi dan kesalehan).
Dari semua pekabar Injil asal Eropa yang berkarya di wilayah ini, hanya beliau-lah yang mendapat gelar "Rasul Orang Batak" karena karya-karyanya,menetap cukup lama juga oleh karena beliau menyerahkan segenap hidupnya untuk melayani masyarakat Batak.
 
Ucapannya yang paling terkenal dari beliau adalah "Ya Tuhan, hidup atau mati biarlah aku berada di tengah-tengah Bangsa Batak ini untuk menyebarkan firman dan kerajaan Mu". Konon, ucapannya ini disebutkan ketika dia berada di atas bukit Siatas Barita, ketika ia memandang betapa indahnya Rura Silindung, tempat yang sekarang diberi prasasti dan salib di atasnya.
 
Nommensen meninggal pada umur 84 tahun,tanggal 12 Mei 1918. Dia menutup mata untuk selama-lamanya setelah berdoa 'Tuhan kedalam tanganMu kuserahkan rohku, Amin'.Dimakamkan di Sigumpar setelah melayani selama 57 tahun lamanya.
 
Untuk mengenang misi Nommensen,pada bulan Oktober 1993, Bupati memprakarsai pembangunan monumen "Salib Kasih" setinggi 31 meter di puncak Dolok Siatas Barita Tarutung, agar setiap orang Batak pada khususnya dan orang Kristen pada umumnya yang melihat Salib Kasih ini, diingatkan akan besarnya kasih Tuhan Yesus Kristus bagi orang batak dan bagi dunia ini.
 
Kiranya semangat,kesetiaan,pelayanan,pengorbanan dan kasih dari Ompu Nommensen dapat menjadi teladan,motivasi & inspirasi bagi kita semua untuk menjadi pelaku Firman sejati.
 
Tuhan Yesus Kristus mengasihi kita...,amin
 
 



---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

(e-RH) Desember 15 -- KARENA MENGHORMATI TUHAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 15 Desember 2012
Bacaan : Amsal 14:1-9
Setahun: Kolose; Filemon
Nats: Siapa berjalan dengan jujur, takut akan Tuhan, tetapi orang yang
sesat jalannya menghina Dia. (Amsal 14:2)

Judul:

KARENA MENGHORMATI TUHAN

Alkisah seorang raja mencari pengawas kebun kerajaan dengan cara
yang unik. Tiap pelamar diberikan sekantong biji untuk ditanam
selama waktu tertentu. Seorang pemudi ikut mendaftar dengan
semangat. Biji dari raja ditanamnya hati-hati, disiramnya tiap hari.
Namun, betapa sedih hatinya melihat biji itu tak kunjung tumbuh.
Ketika tiba batas waktu untuk melapor ke istana, ia melihat
orang-orang membawa tanaman yang indah-indah. Setengah menangis ia
mohon ampun pada raja, karena biji itu tidak mau tumbuh sekalipun ia
telah merawatnya tiap hari. Raja menepuk pundaknya dan berkata,
"Semua biji yang kuberikan sebenarnya sudah dipanggang, jadi tidak
mungkin tumbuh. Entah dari mana tanaman-tanaman yang mereka bawa.
Terima kasih sudah membawa kejujuranmu. Hari ini juga kamu resmi
menjadi pengawas kebun kerajaanku."


Kejujuran tak hanya menunjukkan ketulusan hati, tetapi juga sikap
yang menghormati orang lain. Karena hormat, kita tidak mau menipu
orang itu. Lebih dari menghormati sesama, Amsal berkata bahwa sikap
yang jujur menghormati Tuhan sendiri (ayat 2). Ketika seseorang
berdusta, ia sebenarnya sedang menghina Tuhan Yang Mahatahu. Memang
bersikap jujur di tengah dunia yang sarat ketidakjujuran bisa
dipandang sebagai suatu kebodohan di mata manusia. Namun tidak di
mata Tuhan. Orang yang jujur justru menunjukkan kesetiaan dan
kebaikan di hadapan-Nya (ayat 5, 9).


Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk jujur atau tidak, ingatlah
bahwa kita tidak saja sedang berurusan dengan manusia, tetapi juga
dengan Tuhan. Manusia tidak serbatahu, tetapi Tuhan tahu apakah kita
sedang menghormati-Nya atau tidak. --ELS

JUJUR ITU MENGHORMATI TUHAN.
MENYATAKAN BAHWA DIA MAHATAHU DAN MENYUKAI KEBENARAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/12/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Amsal+14:1-9

Amsal 14:1-9

1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh
meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.
2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang
sesat jalannya, menghina Dia.
3 Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi
orang bijak dipelihara oleh bibirnya.
4 Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan
kekuatan sapi banyaklah hasil.
5 Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa
menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.
6 Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi
orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.
7 Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari
bibirnya.
8 Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi
orang bebal ditipu oleh kebodohannya.
9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur
saling menunjukkan kebaikan.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Kolose
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kolose
http://alkitab.sabda.org/?Filemon


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[i-kan-humor] [e-Humor] 2140 Desember/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2140, Desember 2012

Shalom,

Guru harus pintar-pintar membuat suasana kelas tetap hidup. Salah satu caranya adalah dengan melemparkan banyak pertanyaan. Mari kita lihat, bagaimana pertanyaan pak guru kali ini dijawab oleh muridnya. Kami ingatkan pula, jangan lupa untuk menjawab kuis humor dalam edisi minggu ini, ya. :) Selamat menikmati dan Tuhan Yesus memberkati.

Redaksi Tamu e-Humor,
Davida
< http://humor.sabda.org/ >


2140. LAUT MATI

Melihat murid-muridnya yang sudah mulai bosan, seorang guru melemparkan pertanyaan.

Guru: Apa yang kamu ketahui tentang Laut Mati, Bambang?
Bambang: Mati? Kok bisa? Memangnya dia sakit apa, Pak?

[Sumber: http://www.ahajokes.com/ks027.html]

Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! (Amsal 15:23) < http://alkitab.sabda.org/?Amsal+15:23 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 153: "Siapakah nama guru Paulus?"

- Erik Kristovel < erikkristovel(at)xxx > = Gamaliel
- Hendrik Langelo < hendrik.langelo(at)xxx > = Gamaliel

Jawaban e-Humor: Gamaliel

Wow! Terima kasih untuk kedua pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Keduanya menjawab dengan benar. Selamat ya! Silakan jawab kuis selanjutnya. :)

Kuis minggu ini 154: "Berapa jumlah orang Majus yang menyembah Yesus?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirimkan jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

Thursday, December 13, 2012

[i-kan-binaguru] Mata laki-laki tidak pernah tua

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Mata laki-laki tidak pernah tua.

Suamiku bekerja sebagai PNS dan seringkali pindah tugas ke daerah-daerah di Indonesia . Setiap pindah tugas,minimal memakan waktu  tiga tahun di tempat yang baru. Keadaan ini menjadi polemik bagi diriku dan anak-anak.Saya sendiri bekerja disebuah perusahaan asing .Boleh dikatakan pendapatanku jauh lebih tinggi dari pendapatan suamiku. Artinya sekalipun suamiku tidak bekerja,ekonomi kami masih mencukupi biaya pendidikan anak-anak dan kebutuhan rumah tangga setiap hari. Karena itulah saya tidak mau ikut suami bila dipindahkan ke daerah.Saya malah menyarankan agar suamiku meninggalkan PNS dan berwiraswasta saja . Dengan demikan ,kami bisa kumpul bersama anak-anak.
Suatu ketika suamiku  diberikan tugas oleh instansinya  untuk bekerja di Pontianak-Kalimantan,dan dia meminta saya dan anak-anak untuk ikut pindah. Saya menolak permintaan suamiku.saya katakan agar dia sendiri saja yang pergi tanpa membawa keluarga. Alasan saya ,posisiku di perusahaan asing sudah mapan.Kalau dia rindu melihat anak-anak,dia saja yang datang mengunjungi kami.
Akhirnya suamiku mengalah dan dia berangkat sendiri ke Pontianak. Pada bulan pertama disana,dia selalu datang  menjenguk  kami setiap bulan. Setiap kali suamiku datang,maka pada hari sabtu dan minggu,kami gunakan pergi bersama dengan anak-anak mengunjungi daerah wisata di Ibukota.
Keadaan ini berlangsung selama setahun.Pada tahun kedua,suamiku mengurangi jumlah kunjungannya menjadi tiga bulan sekali.Alasannya ,banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.Dia juga mengatakan,terlalu capek kalau pulang sekali sebulan. Saya menjadi curiga ,mengapa suamiku  demikian berobah.Hubungan mesra selama ini juga tidak saya rasakan lagi.Dia menjadi dingin,tidak bergairah. Lalu aku mencoba mengunjunginya tanpa  dia ketahui. Saya  langsung menuju ke alamatnya di Pontianak. Saat itu hari sabtu siang ,saya sudah tiba dan suamiku masih dikantornya. Astaga, yang membuka  pintu rumah  adalah seorang wanita hamil berumur 27tahun. Hati saya mendidih  marah.Saya menekan emosi saya dan memperkenalkan bahwa saya adalah  isterinya. Wanita itu juga mendadak mukanya menjadi merah. Kami baru menikah sebulan yang lalu,sahutnya. Kemudian,tanpa menunggu suamiku pulang kantor,saya cabut pulang ke Jakarta dengan hati yang pedih. Saya tidak habis pikir,mengapa suamiku menikah lagi. Lalu aku ikut seminar dengan topik:" Menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis",
Pembicara seorang  wanita berlatar belakang  Psikolog. Dia mengatakan bahwa ada sesuatu yang perlu disadari wanita bahwa seorang suami hanya bisa bertahan selama satu bulan karena dia butuh belaian kasih wanita. Laki-laki boleh tua,tetapi ada yang selalu awet,yaitu matanya tidak pernah tua. Matanya  suka melihat wanita cantik. Kalau seorang isteri tidak menyadari hal demikian,maka ada kemungkinan besar kehidupan rumah tangganya tidak bahagia.Harus juga disadari bahwa kedudukan suami dalam rumah tangga adalah "Imam" artinya isteri harus ikut suami.Itu adalah perintah Tuhan.Jangan biarkan suami pisah dari keluarga karena tugas. Kalau seorang isteri senang suaminya ,sendirian maka dia akan mencari pendampingnya ditempat baru. Seorang isteri harus mau meninggalkan pekerjaannya demi mempertahankan keutuhan keluarga sekalipun jabatan yang diembannya selama ini sangat sayang untuk ditinggalkan. Karena ini adalah perintah Tuhan untuk ikut suami,maka kita harus percaya bahwa Tuhan akan menyediakan pekerjaan yang lebih baik bagi sang isteri.Pembicara itu mengambil contoh: Saya adalah seorang dokter  psikoloog disalah satu rumah sakit,tetapi profesi dokter itu saya tinggalkan untuk ikut suami . saya melakoni sebagai ibu rumah tangga.Ternyata ditempat baru suami saya bekerja saya dipakai instansi pemerintah setempat menjadi konselor . Waktu saya tdk terganggu untuk anak-anak maupun keluarga.Kami jalani saja seperti air mengalir. Nah,bagi  keluarga yang mengalami masalah untuk ikut suami karena pekerjaan  isteri sdh mapan,sebaiknya ambil keputusan bersama agar keluarga tetap utuh.
Salam hangat
Walsinur S

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

(e-RH) Desember 14 -- DUNIA BUKAN RUMAH KITA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 14 Desember 2012
Bacaan : 1 Yohanes 2:15-17
Setahun: Kisah Para Rasul 27-28
Nats: Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya ...
dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang
melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes
2:15, 17)

Judul:

DUNIA BUKAN RUMAH KITA

Seorang duta besar diutus ke sebuah negara yang sangat berbeda
dari negara asalnya. Berbulan-bulan lamanya ia harus beradaptasi
dengan bahasa dan budaya di sana. Namun, bayangkanlah jika ia
menjadi begitu terpikat dengan nilai-nilai dan tradisi negara
tersebut. Ia mulai menganggap negara itu sebagai negaranya sendiri.
Apakah ia masih dapat menjalankan tugasnya sebagai duta besar
sebagaimana mestinya? Bisa jadi ia tidak lagi objektif dan tak lagi
berpihak pada kebijakan negara asalnya.


Rasul Yohanes mengingatkan bahaya yang sama bisa terjadi pada
orang-orang percaya. Karena tinggal di dalam dunia, hati kita bisa
begitu melekat pada berbagai hal di dalamnya (ayat 15). Di sini
rasul Yohanes tidak sedang menuding suatu gaya hidup tertentu,
penampilan tertentu, atau kepemilikan harta dalam jumlah tertentu.
Ia sedang berbicara tentang kondisi hati saat umat Tuhan menanggapi
apa yang ada di sekitarnya. Kondisi hati yang menganggap bahwa apa
yang ditawarkan dunia jauh lebih baik daripada apa yang ditawarkan
Tuhan. Anggapan yang keliru! Dunia yang hanya sekelumit dari ciptaan
Tuhan, tidak akan bertahan. Apa yang disediakan Sang Pencipta bagi
masa depan anak-anak-Nya jelas jauh lebih baik dan terjamin. Dunia
ini bukanlah rumah kita.


Tidak ada salahnya menikmati hal-hal baik yang Tuhan sediakan selama
kita hidup di dunia. Namun, entah itu musik, film, teknologi,
pakaian, jabatan, atau yang lain, ketika itu mulai menjadi tuntutan
dan kebahagiaan kita bergantung pada pemuasannya, waspadalah! Kita
sedang mengasihi dunia lebih dari Tuhan, dan jelas akan kehilangan
hal-hal terbaik dari-Nya. --ITA

KITA TIDAK DIUTUS KE TENGAH DUNIA UNTUK MENYERUPAI DUNIA,
TETAPI UNTUK MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN LEBIH BERHARGA DARINYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/12/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/12/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Yohanes+2:15-17

1 Yohanes 2:15-17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya.
Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di
dalam orang itu.
16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan
keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari
Bapa, melainkan dari dunia.
17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang
yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+27-28
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kisah+Para+Rasul+27-28


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[i-kan-binaguru] Duri dalam daging

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Renungan.
 
Duri dalam daging.
 
Pak,aku mau ke Jerman melanjutkan pendidikan setelah wisuda dari Atmajaya.Ini adalah ucapan seorang anak kepada orangtuanya.Apa alasanmu melanjut kesana?,apa tidak  lebih baik kamu bekerja dulu baru mengambil program master ke Jerman? Demikian sang ayah memberi pertimbangan.Tekad dan cita-cita David sudah bulat pergi belajar ke Jerman untuk memperdalam ilmunya.Diapun diberangkatkan kesana dengan uang jaminan yang tdk sedikit.Beberapa persyaratan harus dipenuhi agar bisa diterima di universitas di Jerman.Dia harus belajar bahasa Jerman selama 6-12 bulan.
Kemudian dia diwajibkan melalui test masuk  oleh Profesornya.Disinilah pergumulan David yang membawanya sampai depresi berat karena selalu gagal berkali-kali.Dia mengandalkan ilmu dan kemampuannya sendiri.
 
Tuhan,apakah Engkau ada? Engkau telah memberiku kesempatan belajar ke luar negeri .tetapi kegagalan demi kegagalan yang aku temui.David menatap gambar Yesus  di dinding kamarnya dan memecahkannya ke lantai,dia juga melempar Alkitabnya .Sambil marah dengan emosi yang tidak dapat dikontrol,dia menaruh gambar Yesus dan Alkitabnya dibawah lemari agar dia tidak melihatNya lagi.Saya kecewa terhadapmu Tuhan,demikian David berucap dalam hatinya.
 
David merebahkan tubuhnya ke kursi sofa sambil menutup kepalanya dengan bantal.Kecewa,lemas, tidak bersemangat,putus asa, bercampur menjadi satu.Lalu beberapa menit kemudian David tertidur.Dalam tidurnya,dia dikejutkan dengan cahaya yang silau menerpa wajahnya.Dia kaget,dan ada suara yang mengatakan demikian:"Mengapa engkau menuruti kehendakmu saja? Akulah yang memberi kehidupan bagimu.David tersadar dan dia minta ampun kepada Tuhan ."Oh..Tuhan,saya menyesal mengeluarkan kata-kataku,ampuni perbuatan saya,aku sudah berdosa."
 
Setelah peristiwa itu,David mencoba ikut testing lagi di universitas lainnya dan berhasil.Dia diterima sebagai student dan menyelesaikan studi masternya di Groningen.
 
Kisah diatas menggambarkan kepada kita bahwa manusia selalu berusaha dengan kekuatan sendiri tanpa mengandalkan Tuhan pemilik kehidupan itu sendiri.
Kasih karunia Tuhan selalu bersinar paling terang didalam gelapnya keadaan kita.Kalau kasih karunia Allah tidak cukup bagi Anda,mungkin Anda terlalu Fokus dengan durinya saja,sehingga tidak melihat bunga mawar yang ada dalam diri Anda.
Tidak akan ada damai sejahtera,kepuasan selain mempercayai kasih karunia Allah.
Duri apapun yang membuat kita menderita,stress,depresi, kasih Allah sanggup menghilangkan sengatannya.Jangan membiarkan siksaan membuat  anda ragu akan kasih Allah.Allah berjanji kepada Paulus dalam 2 Korintus 12;9:"Cukuplah Kasih karunia-Ku  bagimu,sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.
 
Ketika kita berusaha meraih kemajuan,kita langsung berhadapan dengan bahaya didepan mata kita.Pada titik tertentu,kehidupan ini menghajar kita.Bentuknya dapat merupakan seperti kegagalan David diatas,karena penghianatan seorang sahabat,karena penyakit dll.
 Saat kita sangat lemah,kita menyadari betul kebutuhan akan kehadiran Allah.Semakin lemah kita,semakin banyak kita berdoa, kekuatan Allah semakin disempurnakan dalam kehidupan kita. Amin
 
PPK-Binaguru
 
Walsinur Silalahi

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Wednesday, December 12, 2012

BULETIN DOA - Edisi Desember 2012, Vol.04 No.68 -- Mengembangkan Kehidupan Doa Anak

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BULETIN DOA -- Mengembangkan Kehidupan Doa Anak
Edisi Desember 2012, Vol.04 No.68

DAFTAR ISI
RENUNGAN DOA: RENDAH HATI
ARTIKEL DOA: MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN DOA ANAK-ANAK

Shalom,

Kehidupan doa yang baik tidak tercipta begitu saja, dibutuhkan latihan yang terus-menerus untuk dapat menundukkan diri pada otoritas Allah dan pada prinsip-prinsip yang benar dalam menjalankannya. e-Doa kali ini akan menyajikan prinsip-prinsip doa syafaat yang efektif untuk Anda, sehingga kehidupan doa Anda semakin bertumbuh sesuai dengan kehendak Allah. Alangkah indahnya jika prinsip-prinsip ini juga Anda teruskan kepada putra-putri atau murid-murid sekolah minggu Anda. Kiranya artikel yang kami sajikan semakin mengobarkan semangat Anda untuk berdoa, dan membantu Anda untuk mengajarkan prinsip-prinsip doa kepada generasi selanjutnya. Tuhan Yesus memberkati.

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo
< http://doa.sabda.org >


RENUNGAN DOA: RENDAH HATI

Kita adalah makhluk sosial yang haus akan persahabatan dan keakraban. Namun, dalam hal tersebut kita telah gagal, baik itu secara pribadi maupun secara bersama. Kita melihat konflik sosial dan ras di seluruh dunia dan berpikir mengapa mereka tidak dapat hidup saling berdampingan. Tetapi, masalahnya tidak sesederhana yang terlihat. Di balik semuanya itu, ada legalitas dosa dalam hubungan. Rasa bersalah atas penyerangan salah satu kelompok melawan yang lainnya menyebabkan rasa sakit dan kepahitan. Dan, rasa takut dan rasa curiga memperparah rasa sakit dan perpecahan.

"Pengharapan terbaik dalam penyembuhan konflik besar kemanusiaan adalah menemukan desain mula-mula Allah dalam menjalin hubungan ..." John Dawson mengidentifikasi 14 wilayah konflik manusia yang memerlukan kesembuhan. Orang-orang ini dapat didamaikan jika mereka secara sepihak bertobat. Tetapi, sekalipun mereka menginginkan pendamaian, kesombongan dan kepahitan biasanya menjauhkan mereka dari melakukan langkah pertama. Itulah sebabnya di mana salib datang, semua dosa manusia akan diambil Yesus dan dipakukan di kayu salib. Yesus bertindak sebagai Imam Besar, membuka jalan bagi kita untuk saling diperdamaikan.

John mengatakan bahwa Tuhan sering memakai anak muda dalam pelayanan-Nya, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa pendamaian dapat terjadi. Karena manusia itu multikultural dan multidenominasi, maka mereka harus menjembatani berbagai perbedaan. Salib menuntut kita untuk saling mengasihi, memiliki hubungan dalam kerendahan hati, dan saling melayani. Sikap seperti ini juga merupakan kunci sukses dalam dunia pelayanan.

Kita harus mempelajari suatu protokol kerendahan hati yang baru dalam mengubah dunia zaman sekarang. John kembali mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, para pelayan Tuhan dari budaya barat telah melukai orang yang mereka layani dengan sikap budaya yang merasa lebih tinggi. Sejak saat itu, kami belajar akan pentingnya melayani dalam sikap budaya yang lebih rendah, murah hati, berbelas kasih, dan rendah hati.

Setan akan berusaha membuat kita percaya bahwa jika kita merendahkan diri sendiri, maka itu akan memperparah masalah. Tetapi, rendah hati memberi kita "platform" untuk berbicara, bahkan sekalipun ada permusuhan pada budaya kita. Tuhan memberikan kehormatan yang luar biasa kepada kita, untuk memanggil orang-orang dan bangsa-bangsa menuju tujuan mereka di dalam Kristus. "Pintu gerbang kita kepada otoritas dalam bangsa-bangsa adalah menjadi orang yang berada di salib."

Diambil dan disunting dari:
Judul majalah: Masah, Edisi 1, Tahun I/2002
Judul asli artikel: Peran Anak Muda dalam Pendamaian
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: YWAM
Halaman: 5


ARTIKEL DOA: MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN DOA ANAK-ANAK

Langkah-Langkah Dasar

Prinsip-prinsip doa syafaat yang efektif berikut ini diberikan agar para pelayan anak mengerti tentang mendengar suara Allah dalam doa syafaat. Kemudian, para pelayan anak dapat mengajar anak-anak dengan lebih sederhana.

Masuk hadirat-Nya untuk berdoa syafaat:
1. Datanglah dengan pujian! (Mazmur 100:4)
2. Mintalah kemurnian hati (pengudusan)! Mengampuni. Membuat Restitusi. (Matius 5:23-24; Mazmur 66:18)
3. Mintalah pimpinan Roh Kudus! (Roma 8:26-27)
4. Tunggulah dengan tenang agar Allah berbicara! (Yohanes 16:13)
5. Berdoalah! (Yohanes 16:24)
6. Pergilah dengan pujian! (Mazmur 84:10,12)

Tanggung Jawab Alkitabiah untuk Berdoa Syafaat

Alkitab menunjukkan beberapa hal dari pribadi dan kelompok yang berbeda, yang perlu didoakan. Ini dapat diperkenalkan dan dijelaskan kepada anak-anak, satu per satu di dalam beberapa minggu doa syafaat. Kemudian, diulangi lagi. Tanggung jawab alkitabiah bagi seorang pendoa syafaat adalah:

1. Pemimpin dunia: pemimpin pemerintah dan pemimpin sipil (Timotius 2:2).
2. Pemimpin Rohani Kristen: pemimpin denominasi, pendeta, dan pemimpin gereja (Roma 8:26-27).
3. Gereja, jemaat, pemimpin, dan utusan Injil.
4. Keluarga Anda -- setiap anggota keluarga.
5. Orang-orang percaya (1 Timotius 2:1).
a. Tanya Tuhan nama mereka.
b. Doakan mereka sampai beban itu terangkat (Mereka mungkin dalam daftar Anda untuk beberapa tahun).
c. Beriman bahwa mereka akan diselamatkan.
d. Harapkan agar Tuhan memberi Anda kesempatan untuk bersaksi bagi mereka.
6. Petobat baru dan orang-orang Kristen yang dalam kebutuhan (Markus 6:55, Yakobus 5:14).
7. Tetangga Anda (Ayub 42:8).
8. Musuh-musuh Anda (Kejadian 18:23-32).
9. Kota-kota dan negara (Yeremia 5:1, 29:7; Yehezkiel 22:30).
a. Minta Tuhan untuk menunjukkan yang mana.
b. Berdoa bagi mereka yang hidup dalam situasi sulit.
c. Berdoa bagi saudara atau saudari Kristen di negara yang melarang kekristenan.
d. Berdoa khusus untuk Yahudi, Yerusalem.
10. Berdoa untuk orang-orang yang belum terjangkau (termasuk anak-anak).
11. Berdoa agar Allah memperluas visi Anda secara umum.

Roda Saat Teduh

Di bawah ini adalah contoh yang dapat digunakan dalam doa kelompok atau pribadi. Setiap langkah memiliki judul, dasar Alkitab, dan dapat dipraktikkan. Untuk Remaja dan dewasa, doa selama 60 menit yang terbagi dalam 12x5 dapat dilakukan. Untuk anak-anak yang lebih muda, langkah-langkah digabung dan dipersingkat.

A. Doa dengan Perlengkapan Sendiri

Salah satu cara untuk memantapkan langkah-langkah doa syafaat dapat dilihat dalam Efesus 6:10-13. Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah setiap hari, atau secara rohani bersiap untuk berperang melalui doa adalah penting.

1. Ikat pinggang kebenaran adalah suatu kebutuhan yang besar dalam dunia yang penuh dengan kebohongan dan tipuan, untuk membawa kebenaran Allah bersama kita.

2. Baju zirah keadilan -- di dalam dunia -- kita harus mengetahui kebenaran Allah yang telah memberikan keselamatan dan menyimpan itu dalam hati kita.

3. Kaki yang rela memberitakan Injil damai sejahtera. Kita harus berdoa bagi kesempatan untuk pergi dan menyaksikan Injil kepada Orang lain.

4. Perisai Iman untuk mematikan panah api musuh di dalam dunia yang dipengaruhi kejahatan. Kita berdoa agar iman kita dikuatkan untuk menahan serangan musuh.

5. Ketopong keselamatan. Dunia memiliki banyak jalan untuk mencoba memasuki pikiran kita melalui pendidikan, media, dsb..

6. Pedang Roh, yaitu firman Allah. Kita harus mempelajari Alkitab agar dapat menggunakannya dengan ahli sebagai pedang kita.

B. Doa dengan Peralatan Tabernakel

Langkah-langkah doa syafaat menurut peralatan Tabernakel.

1. Mezbah Korban

Menyerahkan dirimu kepada Tuhan, menyerahkan semua keinginan dan imajinasi kepada DIA. "'Persembahkan tubuhmu' sebagai korban yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Tuhan, itu adalah ibadah yang sejati." (Roma 12:1)

2. Tempat Pembasuhan -- Terbuat dari Perunggu

Berisi air untuk mencuci tangan dan kaki sebelum masuk ke tempat kudus. Mintalah pengudusan hati! "Bersihkan aku dan aku menjadi bersih, cuci aku menjadi lebih dari salju, ciptakan dalamku sebuah hati yang suci, oh, Tuhan, dan perbaharuilah aku dengan hati yang tabah. Selidiki aku ya Tuhan, dan ketahuilah hatiku ya, cobalah aku dan ketahuilah pikiranku, dan lihat apakah ada jalan yang salah dalamku dan pimpinlah aku di dalam jalan kekekalan" (Mazmur 139:23-24).

3. Kaki Dian Emas

Ini seumpama lampu minyak dengan 7 sumbu. Mereka tidak boleh keluar. Yesus berkata "Akulah terang dunia." Mintalah agar terang-Nya masuk ke dalam pikiran kita, supaya kita dapat mendengar suara-Nya dan berbagi beban hati-Nya untuk satu dunia yang terhilang.

4. Meja Roti Sajian

Di meja ini, imam-imam meletakkan beberapa roti yang dianggap kudus. Itu melambangkan Yesus yang menyebut dirinya Roti Kehidupan. Ia mengartikan bahwa orang-orang yang membutuhkan pertolongan dalam kehidupan rohaninya, dapat menerima pertolongan itu dari-Nya. Mintalah untuk dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh Kudus tidak pernah berbicara dari diri-Nya, tetapi ia selalu menunjukkan jalan menuju Yesus, sang Roti Kehidupan. Mintalah agar kita menjadi seperti meja Roti Perjamuan, yang menawarkan Yesus kepada dunia yang lapar Rohani.

5. Mezbah Dupa

Dupa melambangkan doa-doa orang yang mengasihi Allah. Kita harus mempersembahkan doa yang penuh penyembahan (Wahyu 5:8).

6. Tirai

Tirai adalah satu gorden yang berat, yang memisahkan Imam dari hadirat Kudus Allah. Jika ada sesuatu yang menghalangi kita untuk datang kepada Tuhan, inilah waktunya untuk bertobat dan meminta pengampunan Allah. Iblis akan berusaha untuk meletakkan penghalang di antara kita dengan Tuhan. Kita dapat berkata kepada kepada Iblis untuk tidak mengganggu waktu doa kita -- "tunduklah kepada Allah lawanlah iblis dan ia akan lari dari padamu." (Yakobus 4:7)

7. Tabut Perjanjian

Ini adalah kotak yang menyimpan batu sepuluh hukum Allah. Setiap benda mengingatkan kita pada janji Allah kepada mereka dan bagaimana Ia berbicara kepada mereka -- "Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:1) Istirahatlah di dalam Tuhan dan nantikanlah Dia dengan sabar (Mazmur 37:7). Berdoalah dengan beberapa macam doa (jika mungkin) saat Tuhan memberi tahu melalui firman-Nya, dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar Anda atau satu suara yang kecil dalam pikiranmu, apa yang harus kita doakan. Akhirilah dengan pujian saat meninggalkan pelataran.


C. Doa Seperti yang Diajarkan Tuhan Yesus dalam Doa Bapa Kami (Matius 6:9-14).

1. Bapa kami yang di surga.

Pada saat kita menyebut BAPA, ucapan itu merupakan rasa syukur dan terima kasih, karena Allah yang besar, kudus, dan mulia mau menjadi Bapa kita. Kita juga perlu mendoakan orang lain atau keluarga kita yang belum menjadikan Allah sebagai Bapa mereka.

2. Dikuduskanlah nama-Mu.

Pujian harus kita naikkan kepada Allah yang kudus. Kita memuji Dia ketika kita merenungkan nama-Nya.
a. Allah yang Mahatinggi -- El-ELYON (Yesaya 14:13-14).
b. Allah kekal -- EL-JIAM.
c. Allah Mahakuasa -- EL-SHADDAI (Kejadian 17:1).
d. Allah yang melihat -- EL-ROI (Kejadian 17:1).
e. Tuhan adalah keadilan kita -- YEHOVA SIDGENU.
f. Tuhan Mahahadir -- YEHOVA SHANMAH.
g. Tuhan adalah Gembalaku -- YEHOVA ROHI.
h. Tuhan yang menyembuhkan -- YEHOVA RAPHA.
i. Tuhan yang menyediakan -- YEHOVA JIRE.
j. Tuhan Panji keselamatan -- YEHOVA NISSI.

3. Datanglah kerajaan-Mu.

Undanglah Allah Roh Kudus untuk hadir dalam hidup kita sekeluarga, bahkan untuk orang-orang yang belum percaya kepada-Nya -- tetangga, orang-orang di kota/negara kita, bahkan orang dari negara lain, agar diselamatkan.

4. Jadilah kehendak-Mu.

Bacakan dan doakan janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, agar itu terjadi dalam hidup kita sekeluarga. Bahkan, doakan orang-orang yang belum percaya karena keselamatan mereka juga merupakan kehendak Tuhan. Juga doakan anak-anak dan hamba-hamba Tuhan yang kita kenal maupun tidak kita kenal.

5. Berilah pada hari ini makanan kami secukupnya.

Berdoa untuk kebutuhan kita bahkan orang-orang lain; para fakir miskin, janda miskin, dan yatim piatu, juga anak-anak dan hamba-hamba Tuhan di desa yang hidup kekurangan.

6. Ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.

Mintalah pengampunan untuk diri kita, keluarga, kota, dan bangsa kita, dan ampunilah mereka yang bersalah!

7. Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

a. Berdoalah untuk menggerakkan seluruh perlengkapan senjata Allah, dan perlindungan darah Kristus (Efesus 614-18).
1. Berikat pinggang kebenaran.
2. Berbaju zirah keadilan.
3. Kaki berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil.
4. Perisai iman.
5. Ketopong keselamatan.
6. Pedang Roh.
b. Buat pagar sekeliling kita dan seisi rumah kita (Ayub 1:10). Allah adalah tempat perlindungan dan benteng (Mazmur 91:1).

8. Karena engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.

Kita adalah bagian dalam kerajaan Allah. Membawa dari kegelapan ke dalam terang yang mulia (Efesus 5:8).

Diambil dari:
Judul majalah: Pukat, Tahun XI, Edisi Januari - Februari 1996
Penulis: Ricka Samuel
Penerbit: GBI Mawar Saron, Jakarta 1996
Halaman: 53 -- 55


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

[e-Buku] Edisi 112/Desember 2012 -- Konseling (I)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Buku -- Konseling (I)
Edisi 112/Desember 2012

DAFTAR ISI
RESENSI 1: KONSELING PERSAHABATAN
RESENSI 2: TOLONGLAH SAYA!
TIP: BAGAIMANA MENJADI PEMBACA YANG BAIK
REFERENSI: DAFTAR RESENSI BUKU KONSELING DI SITUS GUBUK ONLINE DAN DAFTAR BUKU ONLINE KONSELING DI SITUS C3I

Shalom,

Hukum kasih menyatakan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dan sesama. Bagaimana mungkin kita bisa mengasihi Tuhan yang tidak terlihat, apabila kita sendiri tidak peduli dengan sesama manusia. Sebagai wujud kasih kita kepada Tuhan, kita seharusnya bersedia mengasihi dan menolong sesama kita. Salah satu bentuk pelayanan yang bisa kita lakukan bagi sesama adalah menjadi seorang konselor. Kebutuhan manusia untuk didengar, dinasihati, dan dikuatkan secara rohani semakin lama semakin menjadi kebutuhan pokok. Tanpa dukungan saudara seiman, seseorang bisa jatuh dengan mudah. Oleh karena itu, marilah kita memperlengkapi diri sehingga bisa menolong orang lain dengan bijak dan tepat.

Dalam edisi e-Buku kali ini, redaksi menyajikan resensi buku bertemakan Konseling. Semoga buku-buku yang kami perkenalkan ini, mendorong Pelanggan yang memiliki kerinduan menjadi konselor untuk semakin mengeksplorasi kemampuan konselingnya secara penuh, dan mengembangkannya untuk memuliakan Tuhan. Jika Pelanggan ingin membaca resensi buku-buku konseling yang lain, Anda dapat membacanya di kolom Referensi. Selamat membaca. Tuhan memberkati.

Staf Redaksi e-Buku,
Yonathan Sigit P.
< http://gubuk.sabda.org/ >


"Ada seni dalam membaca, seperti halnya seni dalam berpikir dan dalam menulis." (Isaac D'Israeli)


RESENSI: KONSELING PERSAHABATAN

Judul buku: Friendship Counseling (Konseling Persahabatan)
Judul asli: Friendship Counseling -- Jesus Model for Speaking Life-Words to Hurting People
Penulis/Penyusun: Kevin D. Huggins, Ph.D.
Penerjemah: NavPress Indonesia
Editor: --
Penerbit: Pionir Jaya bekerja sama dengan Visi Pressindo, Bandung 2007
Ukuran buku: 14,5 x 20,5 cm
Tebal: 348 halaman
ISBN: 979-542-189-1
Buku Online: --
Download: --

Hubungan manusia dengan sesamanya merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari karena kodratnya sebagai makhluk sosial. Dalam kehidupan ini, ada berbagai kerangka hubungan yang dibangun manusia dengan sesama, lingkungan, atau bahkan dengan Tuhan. Salah satu kerangka hubungan antara manusia dengan sesamanya dinamakan persahabatan. Saat masih di bumi sebagai manusia, Yesus juga membangun hubungan persahabatan dengan sesama dan meninggalkan sejumlah teladan bermanfaat dalam hal itu. Setiap orang percaya pastinya ingin meneladani Yesus dalam menjalin persahabatan. Sayangnya, manusia tinggal di dunia yang sudah dicemari oleh dosa, sehingga manusia memiliki kecenderungan berdosa dalam segala tindakannya, termasuk dalam upaya mereka membangun persahabatan yang baik dengan sesama dan dengan Tuhan. Kontaminasi dosa dalam kehidupan ini digambarkan Yesus dengan "letih lesu dan berbeban berat" dalam Matius 11:28. Anda tentu pernah mengalami "kelesuan" semacam ini atau melihat sahabat Anda mengalaminya. Nah, apa yang sebaiknya kita lakukan saat "kelesuan" menjangkiti hubungan persahabatan yang kita bangun?

Buku "Friendship Counseling" yang ditulis oleh Kevin D. Huggins merupakan buku yang membahas tentang hubungan. Buku ini, banyak menyoroti kehidupan Yesus dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, terutama masyarakat bawah. Buku ini dibagi ke dalam tiga bagian besar yaitu Yesus dan Penderitaan Manusia, Yesus dan Perubahan Manusia, dan Yesus dan Konseling Manusia. Dari ketiga bagian inilah dijabarkan berbagai hal yang berkaitan dengan konseling, mulai dari latar belakangnya, prinsip-prinsipnya, dan bahkan teladan Yesus dalam memberikan konseling dan menjalin hubungan. Meski secara tampilan buku ini terlihat penuh, namun format buku ini cukup menolong pembaca memahami paragraf-paragrafnya karena pembahasannya dibagi ke dalam sub-sub judul pendek, yang menjelaskan pokok bahasan yang dibicarakan dalam paragraf tersebut.

Bagi Anda yang terlibat dalam pelayanan konseling, buku ini akan menambah perbendaharaan pengalaman Anda dalam memberikan konseling. Beberapa pelajaran yang dapat ditambahkan ke dalam rak pengetahuan konseling Anda dari buku ini, antara lain bagaimana memberikan dorongan kepada konseli untuk mengekspresikan emosi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, prinsip-prinsip dalam membangun karakter sehingga seseorang dapat mengatasi masalah mereka, bagaimana memberikan dorongan untuk berubah secara personal dan secara relasional, dan beberapa hal lain lagi. Konseling bermula ketika seseorang membagikan permasalahan yang mereka hadapi kepada orang lain dan berharap mendapatkan solusi atau kelegaan. Oleh sebab itu, pelajaran-pelajaran dalam buku ini akan sangat berguna dalam memenuhi harapan orang-orang yang datang kepada Anda, termasuk sahabat, sebagai konseli. Selamat membaca!

Peresensi: Berlian Sri Marmadi


RESENSI 2: TOLONGLAH SAYA!

Judul buku: Ketika Seseorang Berkata: Tolonglah Saya! -- Pedoman Praktis untuk Pembimbingan
Judul asli: When Someone Asks for Help
Penulis/Penyusun: Everett L. Worthington, Jr.
Penerjemah: Gerrit J. Tiendas
Editor: Ny. Pauline Tiendas
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Ukuran buku: 12,5 x 19 cm
Tebal: 288 halaman
ISBN: --
Buku Online: --
Download: --

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang-orang yang mengalami masalah di sekitar kita. Walaupun tidak bisa menolong mereka semua, namun setidaknya kita bisa menolong beberapa dari mereka, bukan? Menolong sesama adalah hal yang harus dilakukan semua orang, apalagi kita telah dipilih untuk menjadi duta kasih surgawi. Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah menolong sesama kita dengan benar? Apakah cara yang kita gunakan untuk menolong orang lain sudah tepat dan efektif?

Anda dapat menemukan jawaban tentang bagaimana menolong orang lain, dalam hal ini secara konseling, melalui buku berjudul "Ketika Seseorang Berkata: Tolonglah Saya!" Buku yang ditulis oleh seorang konselor profesional, Everett L. Worthington, Jr., ini membahas tentang bagaimana menjadi penolong sebaya atau penolong teman. Walaupun hanya dibagi menjadi dua bagian, tetapi buku ini cukup mencakup hal-hal penting dan mendasar dalam konseling, mulai dari model dalam memberi pertolongan hingga keterampilan para penolong yang efektif. Penulis menjelaskan masing-masing bab, yang berjumlah 13, dengan teratur dan runut. Secara mendasar, penjelasannya didukung oleh pengajaran kristiani yang benar. Dengan demikian, pembaca dapat menggunakan buku ini ketika membantu konseli Kristen. Lebih lagi, di beberapa bab penulis juga menunjukkan beberapa contoh kasus yang dituangkan dalam buku ini. Cukup praktis dan mudah diterapkan.

Buku ini sangat berguna bagi anak-anak muda, agar bisa menjadi penolong teman sebaya. Dengan buku ini, seyogianya mereka lebih memahami langkah-langkah yang tepat untuk membantu teman dalam memecahkan masalah. Para pembimbing pemuda remaja pun harus mengerti hal ini karena mereka bergaul dan fokus terhadap anak-anak muda. Mari kita terus belajar menjadi penolong yang efektif.

Peresensi: Maryadi


TIP: BAGAIMANA MENJADI PEMBACA YANG BAIK

Banyak orang menikmati kegiatan membaca sebagai salah satu cara untuk bersantai dan memperkaya pikiran. Jika Anda ingin membaca untuk mendapatkan kesenangan atau untuk mengembangkan keterampilan membaca Anda, semoga langkah-langkah ini dapat menolong.

1. Buatlah kartu perpustakaan dan bersiap-siaplah untuk menghabiskan banyak waktu di perpustakaan untuk membaca. Perpustakaan adalah tempat yang sangat baik untuk mencari berbagai macam buku.

2. Carilah tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca, supaya Anda tidak terganggu. Pastikan tempat tersebut memiliki penerangan yang cukup, sehingga Anda dapat membaca dengan santai.

3. Pilihlah bahan bacaan yang menarik bagi Anda. Bacalah bagian belakang buku atau bagian dalam dari sampul buku untuk mendapatkan ringkasan cerita.

4. Carilah buku yang tepat untuk Anda baca. Bacalah beberapa halaman pertama secara sepintas. Jika Anda merasa kesulitan memahami pesan dari si penulis, niscaya Anda tidak akan menikmati buku itu.

5. Bayangkanlah ceritanya, perhatikan pengenalan tokoh-tokoh dan tempat-tempatnya. Cobalah untuk membayangkannya satu per satu dalam pikiran Anda. "Melihat" kisah tersebut akan membuat cerita semakin nyata bagi Anda dan lebih mudah untuk diingat.

6. Cobalah untuk membawa buku yang Anda baca ke mana pun Anda pergi.

7. Kembalilah ke perpustakaan secara teratur untuk mendapatkan buku-buku baru untuk dibaca. (t/Setya)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: WikiHow.com
Alamat URL: http://www.wikihow.com/Be-a-Good-Reader
Judul asli artikel: How to Be a Good Reader
Penulis: Versageek
Tanggal akses: 6 Januari 2012


REFERENSI: DAFTAR RESENSI BUKU KONSELING DI SITUS GUBUK ONLINE DAN DAFTAR BUKU ONLINE KONSELING DI SITUS C3I

Untuk menambah wawasan dan melengkapi Anda dengan bahan-bahan konseling yang bermutu, kami mengajak Pelanggan e-Buku untuk menyimak beberapa resensi buku konseling dan buku konseling online di bawah ini.

1. Pastoral Konseling I dan II
==> http://gubuk.sabda.org/pastoral_konseling_i dan http://gubuk.sabda.org/pastoral_konseling_ii

2. Tipe-Tipe Dasar Pendampingan dan Konseling Pastoral
==> http://gubuk.sabda.org/tipetipe_dasar_pendampingan_dan_konseling_pastoral

3. Konseling yang Efektif dan Alkitabiah
==> http://gubuk.sabda.org/konseling_yang_efektif_dan_alkitabiah

4. Langkah-langkah Menuju Kemerdekaan di dalam Kristus
==> http://gubuk.sabda.org/langkahlangkah_menuju_kemerdekaan_di_dalam_kristus

5. 200 Topik Penting
==> http://c3i.sabda.org/200_topik_penting_konseling

6. Ayat yang Tepat
==> http://c3i.sabda.org/ayat_yang_tepat_tanya_jawab

7. Buku Pegangan Pelayanan
==> http://c3i.sabda.org/buku_pegangan_pelayanan_kristen


Kontak: < buku(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Ami Grace Y., dan Yonathan Sigit P.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/buku >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buku(at)hub.xc.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo