Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, June 28, 2014

[40-Hari-2014] Doa 5 Patok/[x06]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- MINGGU, 29 JUNI 2014

DOA 5 PATOK (Yesaya 54:2-3)

Doa Sterilisasi -- Membersihkan Suasana Alam Roh (Matius 18:18)

Sesungguhnya, saudara/i Muslim merindukan Tuhan yang menciptakan semua manusia. Karenanya, mereka berdoa lima kali dalam sehari dengan setia dan tekun. Doa-doa kita merupakan wujud kasih dan perhatian kita kepada saudara/i Muslim, juga wujud hormat dan ketaatan kita kepada Tuhan.

Setiap orang percaya telah diperlengkapi dengan kuasa Tuhan. Karena itu, jangan mengabaikan kepercayaan dan kuasa yang Anda miliki dari Tuhan. Aktifkanlah itu dalam tekad dan komitmen "Doa 5 Patok". Anda pasti takjub menyaksikan hasil doa dari komitmen doa Anda.

Pada doa 5 patok, kita berdoa pada "waktu yang berkuasa". Tujuannya adalah agar kita konsisten mendoakan saudara/i Muslim setiap hari sebelum mereka melakukan salat lima waktu mereka. Hasilnya adalah "sterilisasi -- bersihnya suasana alam roh" yang memudahkan terjadinya "visitasi ilahi, pewahyuan, penyingkapan, dan penyataan Roh" yang membawa mereka berjumpa dengan "Sang Jalan yang Lurus" (Yohanes 14:6), yang selalu mereka mohonkan dalam doa-doa mereka setiap hari, siang dan malam.

Waktu Salat Muslim adalah lima kali sehari:
1. Salat Subuh: 04.15 - 05.15
2. Salat Zuhur: 11.30 - 14.30
3. Salat Asar: 15.00 - 17.00
4. Salat Magrib: 17.30 - 18.15
5. Salat Isya: 19.00 - 03.00

Waktu doa lima (5) patok adalah:
- Patok I: subuh, dimulai pukul 03.15 - selesai
- Patok II: pagi, dimulai pukul 10.30 - selesai
- Patok III: siang, dimulai pukul 14.00 - selesai
- Patok IV: sore, dimulai pukul 17.00 - selesai
- Patok V: malam, dimulai pukul 18.00 - selesai

Untuk memudahkan, kita cukup mengingat patok yang dipilih. Misalnya patok I, artinya pendoa patok I berdoa pada pukul 03.15 - selesai. Patok II adalah mereka yang berdoa pada pukul 10.30 - selesai, dan seterusnya untuk patok III - V. Berilah perhatian ekstra untuk doa berikut ini:
a. Untuk setiap harinya, kita dianjurkan untuk lebih memperkuat doa pada patok I (subuh), patok III (siang), dan patok IV (sore).
b. Khusus setiap malam Jumat (Kamis malam), kita disarankan untuk lebih memperkuat doa pada patok V (lebih baik kalau melakukan doa semalaman dan doa peperangan rohani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu).
c. Khusus pada hari Jumat, kita disarankan untuk lebih memperkuat doa pada patok II (lebih baik kalau melakukan doa dan puasa).

Persiapan praktis:
1. Waktu doa 5 patok: 30 menit s/d 1 jam, lebih awal sebelum saudara/i Muslim salat harian.
2. Anda bisa berdoa sendiri, membentuk tim dalam keluarga, atau berdoa bersama beberapa rekan.
3. Bila Anda berdoa dengan tim, mintalah seseorang untuk memimpin, mengarahkan, dan mencatat.
4. Pilihlah waktu dan patok doa yang tepat, sesuai dengan waktu Anda dan rekan Anda.
5. Tetapkanlah lokasi geografis yang akan disteril (rumah, jalan, lingkungan Rt., Rw., kelurahan, desa, kecamatan, kota, lembaga, dst.).
6. Siapkan dan tetapkanlah nama-nama yang menjadi fokus doa Anda dan tim.

Anda dapat mendata sendiri nama-nama orang yang menjadi fokus doa Anda, menggunakan statistik terkait, atau menggunakan nama yang tersedia dalam panduan doa 40 hari edisi tahun 2009 -- 2014.

Rangkaian doa:
1. Mulailah dengan pujian pengagungan (Mazmur 22:4, 100).
2. Nikmati hadirat Bapa dan sembahlah Dia (Yesaya 6:3; Wahyu 5:11-14).
3. Deklarasikan firman Tuhan yang berkuasa (Mazmur 148-149; Injil Yohanes).
4. Naikkan permohonan doa syafaat -- "Doa Imam" (Ibrani 7:25; 1 Timotius 2:1-6).
5. Lakukan doa peperangan rohani -- "Doa Raja" (Mazmur 24:7-10; Matius 18:18).
6. Berkatilah nama-nama saudara/i Muslim yang Anda doakan -- "Doa Nabi".

Ajaklah sebanyak mungkin orang percaya untuk bergabung dalam kegerakan "Doa 5 Patok". Tetapkanlah patok doa sesuai waktu yang cocok bagi Anda.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

[40-Hari-2014] Anggota Keluarga Baru/[12]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- MINGGU, 29 Juni 2014

ANGGOTA KELUARGA BARU

"dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." (Yohanes 10:28-29)

Berdoa bagi orang Muslim yang telah percaya kepada Yesus pada tahun ini.

Kami bersukacita atas tuaian jiwa-jiwa yang masuk ke dalam Kerajaan Bapa semenjak gerakan doa tahun-tahun silam. Orang-orang Muslim yang tidak terbilang jumlahnya telah menaruh iman pada Kristus dan menerima pengampunan atas dosa mereka oleh kasih karunia-Nya. Mereka telah menjadi saudara-saudari kita di dalam Kristus tahun ini.

Jari menyadari bahwa keputusan untuk mengikut Kristus tidak akan mudah. Ia tahu apa risikonya, mungkin saja kematian, tetapi ia juga tahu dengan pasti apa yang Yesus telah lakukan bagi dirinya di atas kayu salib. Dengan bulat hati, ia telah mengambil keputusan dan keluarganya mengetahui hal itu. Meskipun ada pertentangan, Jari dapat membawa diri sebagai orang yang bisa dihormati dalam masyarakat, dan tetap memelihara ikatan sosial dengan sesamanya. Baru-baru ini, ia sangat bersukacita telah membawa salah seorang anggota keluarga kepada Kristus.

Jari dan istrinya sedang menantikan seorang bayi, puji Tuhan. Keluarga muda ini akan tetap tinggal di lingkungan mereka yang berbudaya Islam, dan menjadi garam serta terang di tengah masyarakatnya. Anak-anak akan dibesarkan di atas dasar kebenaran Alkitab sekalipun mereka hidup dalam lingkungan yang menerapkan aturan dan hukum Islam. Tentunya, mereka masih sangat membutuhkan doa dan dukungan kita.

Sudah pasti, beritanya tidak selalu baik. Karena tekanan dari lingkungan, beberapa orang yang telah menerima Kristus pada tahun ini mundur dan kembali lagi ke Islam, biasanya demi "menyelamatkan" kehormatan keluarga. Baiklah, kiranya kita tidak bersikap menghakimi, melainkan di dalam kasih kita berdoa bagi mereka.

Kebutuhan

1. Jari dan keluarga bersyukur karena saudara dan beberapa orang lain telah berdoa dengan setia bagi dunia Muslim.
2. Ia juga telah menyadari pentingnya doa syafaat dan kasih yang dinyatakan bagi jiwa yang terhilang, yaitu kasih yang lahir dari kerinduan untuk menyatakan hati Bapa kepada pribadi-pribadi, keluarga-keluarga, bahkan bangsa-bangsa.
3. Jari meminta kita secara khusus untuk menyatakan pujian syukur atas mereka dan berdoa bagi keselamatan mereka serta anak-anak mereka. Pada hari-hari mendatang, marilah kita tetap fokus untuk mendoakan orang-orang Muslim yang masih belum terjangkau oleh Kabar Baik.

Janji Tuhan ialah bahwa Ia mengingat kita, memberkati kita, dan juga anak-anak kita. (Mazmur 115:12-15)

POKOK DOA

1. Puji Tuhan! Tuhan menambahkan jumlah orang yang percaya kepada-Nya dari tahun ke tahun. Mari kita terus berdoa kepada Allah Bapa untuk orang-orang Muslim yang menyerahkan diri kepada Yesus Kristus agar mereka tetap teguh dalam mengiring Kristus.

2. Kita satukan hati, berdoa kepada Tuhan Yesus supaya Jari terus bersemangat memberitakan Injil kepada saudara dan orang-orang di sekitarnya yang belum mengenal Kristus.

3. Bawalah orang-orang Muslim yang belum terjangkau dalam doa kepada Tuhan Allah sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk mendengar Kabar Baik.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

Kalender Doa SABDA: 30 Juni -- 6 Juli 2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

KADOS -- Edisi 208 (30 Juni -- 6 Juli 2014)

Salam damai Yesus Kristus,

Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin kita merasakan betapa damainya kasih Kristus. Anda ingin bisa merasakannya? Datanglah kepada Tuhan dan berdoalah setiap waktu. Milikilah relasi yang intim dengan-Nya sehingga Anda bisa mengerti apa yang menjadi keinginan-Nya. Apakah Anda sudah siap? Marilah berdoa.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Santi T.
< santi(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


30 Juni 2014 -- Departemen Agama

Sebagai departemen yang membidangi urusan agama, departemen agama berfungsi memberi bimbingan, pemahaman, pengamalan, dan pelayanan kehidupan beragama. Departemen ini juga berfungsi memberdayakan umat beragama dan lembaga keagamaan, serta membina kerukunan umat beragama. Untuk itu, marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar departemen agama bisa mengerjakan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab sehingga semua urusan agama di Indonesia dapat berjalan dengan lancar. Berdoalah pula untuk setiap keputusan yang ditetapkan oleh departemen agama, kiranya dapat membuat kualitas kehidupan beragama di Indonesia menjadi lebih baik dan saling menjaga kerukunan antarpemeluk agama.

1 Juli 2014 -- Publikasi Berita PESTA Genap Berusia 9 Tahun

Salah satu bidang pelayanan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) adalah PESTA (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam). Melalui PESTA <www.pesta.org>, banyak orang Kristen awam, yang bergabung dalam kelas-kelas PESTA, mendapatkan pelajaran-pelajaran alkitabiah yang sangat menolong pertumbuhan iman mereka. Selain diskusi, PESTA juga mempunyai komunitas yang dapat menolong setiap anggotanya untuk tetap saling berelasi. Semua kegiatan PESTA ini bisa Anda simak perkembangannya melalui publikasi Berita PESTA <www.sabda.org/publikasi/berita_pesta>, yang pada hari ini genap berusia 9 tahun. Marilah kita berdoa agar Tuhan Yesus senantiasa memberikan hikmat kepada redaksi publikasi Berita PESTA sehingga setiap berita yang disajikan dapat menjadi berkat bagi semua orang.

2 Juli 2014 -- Keluarga Pegawai Pemerintah

Kita sering mendengar atau membaca berita tentang aktivitas para pegawai pemerintah, yang sering kali justru memberikan kabar buruk, baik dalam hal korupsi maupun kinerja mereka. Adanya berita buruk yang menyangkut para pegawai pemerintah Indonesia berdampak pula pada kehidupan keluarga mereka sehari-hari. Bagi anggota keluarga pegawai pemerintah, hidup di tengah-tengah masyarakat bukanlah hal yang mudah. Selain harus bertahan terhadap berita buruk yang sedang mencuat, mereka harus berani menghadapi berbagai tekanan yang menimpa mereka. Marilah kita berdoa untuk keluarga pegawai pemerintah yang sedang bermasalah, kiranya mereka dapat menghadapi masalah ini dengan hati yang terbuka. Berdoalah pula agar para pegawai pemerintah dapat melakukan tugasnya dengan jujur dan penuh tanggung jawab.

3 Juli 2014 -- Kualitas Karakter Bangsa Indonesia

Karakter sebuah bangsa sangat menentukan perkembangan dan kemajuan bangsa. Berbagai masalah yang terjadi di Indonesia sering kali berbenturan dengan masalah karakter, seperti korupsi, kriminalitas, tawuran, dan perselisihan. Orang yang memiliki karakter baik pasti tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan karakternya. Karena itu, sangat penting bagi setiap kita untuk memiliki karakter yang berkualitas supaya hidup kita bisa menjadi teladan dan berkat. Marilah kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar bangsa Indonesia bisa terus berkembang dengan kualitas karakter yang baik. Berdoalah pula agar setiap orang Indonesia mau menyadari pentingnya kualitas karakter sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi berkat bagi bangsa lain.

4 Juli 2014 -- Pendidikan Agama di Sekolah Kristen

Pelajaran pendidikan agama Kristen di sekolah menjadi pelajaran yang penting untuk menumbuhkan iman murid kepada Tuhan Yesus. Untuk itu, setiap guru agama Kristen harus benar-benar mengajarkan prinsip-prinsip nilai iman Kristen yang sesuai dengan Alkitab. Ini bukanlah tugas yang mudah karena guru agama Kristen harus bisa memberi teladan hidup yang selaras dengan apa yang mereka ajarkan kepada para muridnya. Marilah kita berdoa untuk semua guru agama Kristen agar bisa mengajar pelajaran agama Kristen dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Berdoalah pula agar pendidikan agama Kristen di sekolah dapat menjadi sarana untuk memelihara iman para murid kepada Kristus.

5 Juli 2014 -- Hari Bank Indonesia

Bank Indonesia, sebagai bank sentral Indonesia, mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk menjaga kestabilan nilai rupiah ini, Bank Indonesia harus bisa menjalankan ketiga bidang tugasnya (kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan sistem perbankan di Indonesia) dengan baik. Selain menjaga kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia juga harus mengatur peredaran uang di negara ini. Marilah kita berdoa agar Bank Indonesia dapat berfungsi dengan benar dalam menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah, baik terhadap barang/jasa maupun terhadap mata uang negara lain. Berdoalah pula agar keberadaan Bank Indonesia dapat semakin memajukan kondisi perekonomian di Indonesia sehingga masyarakat boleh merasakan kesejahteraan.

6 Juli 2014 -- Milis-Milis Kristen

Saat ini, banyak kesempatan bagi orang Kristen untuk membuka wawasan dan menjalin relasi dengan sesama, baik melalui kehidupan nyata maupun maya. Salah satu komunitas yang sangat berpotensi untuk mewujudkan dua hal tersebut adalah milis Kristen. Melalui milis Kristen, kita bisa memperoleh banyak informasi melalui para anggota yang tergabung di dalamnya. Selain itu, kita bisa saling bertukar pikiran, sharing, berbagi informasi, dll.. Marilah kita berdoa untuk semua milis Kristen, kiranya setiap anggota dapat saling menguatkan dan mendukung dalam iman. Berdoalah pula agar milis-milis Kristen tidak disalahgunakan sebagai ajang untuk promosi atau berbagi bahan yang tidak relevan dengan penginjilan.


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Santi T.
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) Juni 29 -- BUAH PERTOBATAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 29 Juni 2014
Bacaan : Matius 3:1-12
Setahun: Mazmur 23-30
Nats: Jadi, hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. (Matius
3:8)

Judul:

BUAH PERTOBATAN

Penduduk desa asal saya hampir seluruhnya Kristen dan punya
hubungan kekerabatan. Umumnya mereka rajin ke gereja sekalipun harus
berjalan kaki beberapa kilometer. Kebanyakan mereka memiliki jabatan
pelayanan di gereja. Ironisnya, hidup keseharian mereka sering tidak
memancarkan iman Kristiani. Perjudian dan kemabukan tetap marak.
Pertengkaran juga membuat banyak orang saling tidak bertegur sapa
hingga bertahun-tahun, padahal kadang-kadang mereka terlibat dalam
satu tim pelayanan.


Sebagai persiapan menyambut kedatangan Tuhan Yesus, Yohanes
Pembaptis mendorong orang Israel bertobat dan dibaptis. Ketika orang
Farisi dan Saduki datang untuk dibaptis sebagai tanda pertobatan, ia
malah mengecam mereka dengan keras. Ia mencela cara hidup mereka
yang tidak sepadan dengan firman yang selalu mereka pelajari.
Walaupun mereka berusaha menuruti Taurat secara ketat, pemaknaan
mereka telah melenceng dari kehendak Tuhan. Tak heran, Yesus juga
kerap mengecam mereka.


Menjadi orang Kristen bukanlah sekadar memeluk sebuah agama dan
menjalani rutinitas ibadah, melainkan bertumbuh menjadi seperti
Kristus. Hal itu hanya dapat terjadi jika kita menyerahkan hidup
kepada-Nya sehingga Dia hidup di dalam kita. Perubahan yang
dikerjakan Allah di dalam hidup kita pun akan terlihat dari luar
melalui buah yang kita hasilkan. Itulah yang Yohanes maksudkan
dengan buah pertobatan. Marilah menjalani hidup selaras dengan
kehendak Kristus, agar buah hidup kita dapat dinikmati orang lain.
--Hembang Tambun /Renungan Harian

PERTOBATAN ADALAH PINTU GERBANG MENUJU KEHIDUPAN
YANG MENJADI BERKAT BAGI SESAMA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+3:1-12

Matius 3:1-12

1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea
dan memberitakan:
2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia
berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan
makanannya belalang dan madu hutan.
5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh
Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di
sungai Yordan.
7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki
datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu
keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu,
bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu:
Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah
dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak
menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam
api.
11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi
Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku
dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan
kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat
pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung,
tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak
terpadamkan."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+23-30
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+23-30


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, June 27, 2014

[40-Hari-2014] Angin Sedang Bertiup/[11]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 28 JUNI 2014

ANGIN SEDANG BERTIUP

Angin sedang bertiup di "Graha Islam". Di dunia Arab, Dar al-Islam atau "Rumah Perdamaian" merupakan sebuah istilah yang digunakan oleh umat Muslim untuk menunjuk pada negara-negara yang di dalamnya mereka dapat mempraktikkan agama mereka dengan leluasa, yang hingga saat ini telah meliputi 49 negara dan sedikitnya berjumlah 1,7 miliar orang. Itu berarti bahwa agama Islam telah dianut oleh kurang lebih seperempat penduduk dunia. Akan tetapi, saat ini sesuatu sedang terjadi, sesuatu yang menakjubkan!

"Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." (Yohanes 3:8)

Sekarang ini, di lebih dari 60 tempat yang berbeda, sedang bermunculan komunitas baru yaitu pengikut Kristus yang berlatar belakang Muslim. Dalam setiap komunitas, sedikitnya ada 1000 orang percaya dibaptis, dan terbentuk 100 persekutuan penyembahan yang baru, dan semua ini terjadi dalam satu dekade terakhir. Di beberapa negara, komunitas semacam ini telah melahirkan puluhan ribu orang percaya baru yang berlatar belakang Muslim.

Latar Belakang

Sungguh luar biasa! Selama hampir 14 abad, ada jutaan "orang Kristen" terasimilasi ke dalam "Graha Islam". Salah satu contoh adalah melalui ekspansi Ottoman. Meskipun para petobat Muslim (kaum mualaf) juga berhasil masuk ke dalam lingkup kekristenan, tetapi itu jarang terjadi.

Baru menjelang akhir abad ke-19, kita bisa menemukan di kawasan Hindia Belanda, gerakan pribumi pertama dari kalangan Muslim yang datang kepada Kristus. Hingga akhir abad ke-20, ada tujuh gerakan memisahkan diri dari seluruh komunitas Muslim, yang menjadi percaya kepada Kristus. Bukan suatu kebetulan bahwa gerakan-gerakan ini terjadi bertepatan dengan gelombang doa yang dinaikkan bagi masyarakat yang belum terjangkau dan bagi dunia Islam.

Gelombang Doa Ini Harus Terus Berkelanjutan

Kiranya Tuhan berkenan menyatakan isi hati-Nya bagi kita agar kita dapat menaikkan doa yang diperkenankan-Nya. Berdoalah bagi ribuan pengikut Kristus berlatar belakang Muslim yang telah mengalami jamahan Roh, dan yang sekarang harus membayar harga demi iman mereka. Yang kedua, berdoalah agar orang Kristen dari keturunan Kristen bersedia berpartisipasi dalam melayani kaum Muslim yang terus meningkat bagi Kristus.

Memang sesuatu sedang terjadi, sesuatu yang bersejarah. Angin sedang berembus di "Graha Islam".

POKOK DOA

1. Berdoalah kepada Tuhan Allah agar Roh Kudus menolong orang-orang yang berlatar belakang Muslim, yang sudah mengalami jamahan Roh, untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.

2. Bawalah komunitas para petobat baru dalam doa kepada Yesus Kristus supaya mereka dimampukan untuk membayar harga untuk mempertahankan iman mereka kepada Kristus.

3. Dukunglah dalam doa agar Tuhan Allah menggerakkan orang-orang Kristen untuk aktif mengambil bagian dalam memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang Muslim di sekitar mereka.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

[40-Hari-2014] Daftar Isi 30 Pokok Doa Bagi Bangsa-Bangsa/[x02]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 28 JUNI 2014

DAFTAR ISI 30 POKOK DOA BAGI BANGSA-BANGSA

18 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][x00] Selamat Datang
18 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][x01] Pengantar
18 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][x02] Daftar Isi

18 Juni 2014 s/d 27 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][01 s/d 10] 10 HARI DOA INDONESIA

28 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][11] Hari 11. Angin Sedang Bertiup

29 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][12] Hari 12. Anggota Keluarga Baru
29 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][x06] Doa 5 Patok

30 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][13] Hari 13. Sesepuh di Kalangan Muslim
30 Juni 2014 -- [40-Hari-2014][x07] Apa yang Alquran Katakan?

01 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][14] Hari 14. Adakah Orang yang Mendengar Jeritanku?

02 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][15] Hari 15. Berdoa untuk Umat Muslim Bareilly
02 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][x08] Fokus Doa untuk Pemulihan Orang Percaya

03 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][16] Hari 16. Sejarah Konflik di Suriah

04 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][17] Hari 17. Sembahyang dalam Islam
04 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][x09] Gerakan Saya Berdoa

05 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][18] Hari 18. Umat Muslim di Amerika Merasa Aman

06 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][19] Hari 19. Tentang Susunan Keluarga

07 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][20] Hari 20. Pengharapan Baru bagi Kaum Afar

08 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][21] Hari 21. Anak-Anak Telantar

09 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][22] Hari 22. Orang-Orang yang Terabaikan
09 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][x10] Kesaksian

10 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][23] Hari 23. Muslim KTP di Albania

11 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][24] Hari 24. Pasar Terapung

12 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][25] Hari 25. Menuturkan Kisah tentang Yesus dalam Semua Bahasa
12 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][x11] Mahasiswa Muslim

13 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][26] Hari 26. Oman -- Negeri yang Terlupakan?

14 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][27] Hari 27. Masyarakat Muslim di Birmingham

15 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][28] Hari 28. Muslim Byari di India Selatan

16 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][29] Hari 29. Tidak Ada Orang Kristen, Tidak Ada Alkitab, Tidak Ada Utusan Injil

17 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][30] Hari 30. Hak-Hak Kaum Wanita di Kurdistan

18 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][31] Hari 31. Para Imam Menemukan Kristus

19 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][32] Hari 32. Suriname Karibia: 20 Persen Muslim

20 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][33] Hari 33. Obat Bius dan Minuman Keras (Alkohol)
20 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][x12] Pengharapan akan Surga?

21 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][34] Hari 34. Manusia Perahu

22 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][35] Hari 35. Korupsi dan Ketidakadilan

23 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][36] Hari 36. Malam yang Penuh Kuasa

24 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][37] Hari 37. Lumpur Memulihkan Penglihatan dan Kepercayaan

25 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][38] Hari 38. Kehidupan Sehari-hari di Bangladesh

26 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][39] Hari 39. Layanan Kesehatan di Kalangan Muslim

27 Juli 2014 -- [40-Hari-2014][40] Hari 40. Hari Arafah


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

[40-Hari-2014] Pengantar/[x01]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- SABTU, 28 JUNI 2014

PENGANTAR

Fokus doa "30 Hari Internasional/40 Hari Indonesia" terus menerima sambutan yang baik di seluruh dunia. Mengingat fokus doa ini terarah pada momen Ramadan dan kita berdoa bertepatan dengan bulan tersebut, maka orang-orang Kristen dari berbagai latar belakang usia dan budaya dengan mudah memperoleh laporan dari lapangan sehingga mereka bisa berdoa dengan efektif. Kami telah meminta pokok-pokok doa khusus dari para pekerja untuk mendukung pelayanan mereka tahun ini. Doa permohonan kami yang utama adalah untuk jiwa-jiwa yang terhilang agar mereka mendengar Kabar Baik dan untuk orang-orang yang baru percaya agar iman mereka dibangun. Kami tidak mungkin bisa mengingatkan hal itu setiap hari, tetapi peganglah itu sebagai landasan bagi doa Saudara-Saudara. Ketahuilah bahwa para pekerja, yang dari mereka Saudara mendengar laporan, memiliki fokus utama tersebut.

Terima kasih untuk doa-doa Saudara. Itulah pesan yang kami inginkan untuk Saudara dengar. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman sekerja yang telah menulis laporan untuk panduan ini dan yang telah menerjemahkan serta mencetak dan mendistribusikannya. Dengan apakah sebuah doa dapat diukur?

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan,
Editor Internasional


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

(e-RH) Juni 28 -- TUHAN BESERTAMU?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 28 Juni 2014
Bacaan : Hakim-hakim 16
Setahun: Mazmur 18-22
Nats: Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau,
Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya:
"Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta
lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah
meninggalkan dia. (Hakim-hakim 16:20)

Judul:

TUHAN BESERTAMU?

God bless you (GBU). Kata "sakti" ini seolah menjadi kata penutup
wajib dalam SMS dan email orang Kristen. Orang yang menerimanya pun
merasa terhibur dan dikuatkan. Namun, pernahkah Anda menyadari
perkataan itu dapat menimbulkan rasa aman palsu? Kita merasa Tuhan
senantiasa memberkati apa saja yang kita lakukan, padahal sebetulnya
tidak demikian.


Rasa aman palsu ini membuat Simson hilang kewaspadaan. Ketika ia
diberi kekuatan fisik yang luar biasa oleh Tuhan, rasa percaya
dirinya melambung. Simson pun tidak lagi berusaha menjaga kekudusan
hidup seksualnya. Ia berhubungan dengan pelacur (ay. 1), dan
menjalin cinta dengan Delila, perempuan perayu yang gila harta (ay.
5). Kesuksesan melepaskan diri dari jerat berbahaya membuat Simson
sembrono, tidak menjaga komitmen hidup selaku nazir Allah (lihat
13:5). Akibatnya sungguh tragis. Kedua matanya dicungkil, ia
diperbudak (ay. 21), kemudian dijadikan lelucon (ay. 25), dan mati
secara tragis (ay. 30). Simson gagal menjadi nazir yang memancarkan
kemuliaan Allah.


Apakah Anda merasakan berkat dan penyertaan Tuhan dalam hidup Anda?
Usaha, karier, dan pelayanan Anda berhasil? Anda adalah orang yang
berprestasi? Berhati-hatilah agar Anda tidak menjadi congkak, lalu
kehilangan kewaspadaan dan tergoda bermain-main dengan dosa dan
pelanggaran. Apa pun kesuksesan yang Anda capai, ingatlah bahwa
semua itu berkat kemurahan Allah, dan Anda dipanggil untuk
mencerminkan kemuliaan-Nya melalui hidup Anda. --Heman Elia
/Renungan Harian

UCAPKANLAH SYUKUR UNTUK KEBERHASILAN YANG TUHAN BERIKAN.
PANCARKANLAH KEMULIAAN TUHAN MELALUI KEBERHASILAN ITU.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Hakim-hakim+16

Hakim-hakim 16

1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana
seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
2 Ketika diberitahukan kepada orang-orang Gaza: "Simson telah
datang ke sini," maka mereka mengepung tempat itu dan siap
menghadang dia semalam-malaman itu di pintu gerbang kota, tetapi
semalam-malaman itu mereka tidak berbuat apa-apa, karena
pikirnya: "Nanti pada waktu fajar kita akan membunuh dia."
3 Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu
tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang
kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta
palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya
itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron.
4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari
lembah Sorek yang namanya Delila.
5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan
itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena
apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat
mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami
masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak
kepadamu."
6 Lalu berkatalah Delila kepada Simson: "Ceritakanlah kiranya
kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan
apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?"
7 Jawab Simson kepadanya: "Jika aku diikat dengan tujuh tali busur
yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan
menjadi seperti orang lain manapun juga."
8 Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang
baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat
Simson dengan tali-tali itu,
9 sedang di kamarnya ada orang bersiap-siap. Kemudian berserulah
perempuan itu kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau,
Simson!" Tetapi ia memutuskan tali-tali busur itu seperti tali
rami yang terbakar putus, apabila kena api. Dan tidaklah
ketahuan di mana duduk kekuatannya itu.
10 Kemudian berkatalah Delila kepada Simson: "Sesungguhnya engkau
telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Sekarang
ceritakanlah kiranya kepadaku dengan apa engkau dapat diikat."
11 Jawabnya kepadanya: "Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru,
yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun, maka aku akan
menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."
12 Kemudian Delila mengambil tali baru, diikatnyalah dia dengan
tali-tali itu dan berseru kepadanya: "Orang-orang Filistin
menyergap engkau, Simson!" --di kamar ada orang
bersiap-siap--tetapi tali-tali itu diputuskannya tanggal dari
tangannya seperti benang saja.
13 Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah
mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku
dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau
engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan
lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi
lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga."
14 Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan
patok, lalu berserulah ia kepadanya: "Orang-orang Filistin
menyergap engkau, Simson." Tetapi ketika ia terjaga dari
tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.
15 Berkatalah perempuan itu kepadanya: "Bagaimana mungkin engkau
berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju
kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku
dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu
demikian besar."
16 Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek
kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi
menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.
17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya:
"Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari
kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku
dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku
menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah
diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota
orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari,
sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu
datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil
membawa uang itu.
19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu
dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut
jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan
itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.
20 Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau,
Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya:
"Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta
lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah
meninggalkan dia.
21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan
membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai
tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.
22 Tetapi rambutnya mulai tumbuh pula sesudah dicukur.
23 Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk
mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon,
allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah
diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh
kita."
24 Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah
mereka, sambil berseru: "Telah diserahkan oleh allah kita ke
dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang
membunuh banyak teman kita."
25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah
Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara,
lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia
berdiri di antara tiang-tiang.
26 Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun dia: "Lepaskan aku
dan biarkanlah aku meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah ini,
supaya aku dapat bersandar padanya."
27 Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala
raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada
kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton
lawak Simson itu.
28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH,
ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja,
ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua
mataku itu kepada orang Filistin."
29 Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah,
penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu
dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan
kirinya.
30 Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang
Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka
rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang
banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu
matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu
hidupnya.
31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh
keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana,
lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur
Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel
dua puluh tahun lamanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+18-22
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+18-22


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-binaguru] Jokowi dan umat kristiani - Surabaya, 28 juni 2014

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
Dear all,
Meneruskan BBM dari teman di Surabaya .. Semoga bermanfaat.

Acara TEMU MUKA antara Umat Kristiani dengan Bapak JOKOWI (Capres RI No.Urut 2).                     Sabtu, 28 Juni 2014;                            Pkl. 19.00WIB                                Bertempat di: SIBEC - Convention Hall ITC Surabaya.                              Jalan Gembong 20-30, Sby. Gunakan kesempatan yang langka ini untuk bertanya jawab dengan Bapak JOKOWI secara pribadi (berkaitan dengan Kekristenan di Indonesia, Pendirian Gereja - Ijin-2 nya, dlsB-).                                                      Bagi Bpk/Ibu/Sdr/i yang berminat, bisa langsung datang ke SIBEC (TANPA UNDANGAN).                                  Please Broadcast this BBM     Thank You n GBU !!!
---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

Thursday, June 26, 2014

[i-kan-humor] [e-Humor] PENGAMPUNAN DOSA -- 2349 Juni/2014

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Humor
2349, Juni 2014

Shalom,

Alkitab mengatakan bahwa jika kita mengaku dosa kita, Allah adalah setia dan adil dan akan mengampuni kita. Tetapi, bukan berarti kita bisa dengan seenaknya berbuat dosa. Kita tetap harus mengingat bahwa apa yang ditabur seseorang akan dituainya juga. Berikut ini adalah sebuah cerita mengenai pengampunan dosa dari sudut pandang anak-anak. Seperti apakah ceritanya? Ini dia ....

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Yegar
< http://humor.sabda.org/ >


2349. PENGAMPUNAN DOSA

Dalam acara sekolah minggu di sebuah gereja, seorang guru sedang mengajar mengenai dosa dan pertobatan. Untuk menguji murid-muridnya, sang guru mengajukan pertanyaan.

Guru Sekolah Minggu: Anak-anak, jadi apa yang harus kita lakukan agar memperoleh pengampunan dosa?

Anak Sekolah Minggu: Saya tahu, Bu Guru.

Guru Sekolah Minggu: Ya kamu, silakan.

Anak Sekolah Minggu: Untuk bisa mendapatkan pengampunan dosa, kita terlebih dahulu harus melakukan dosa.

[Sumber: The Last of the Good Joke Book, halaman 20]

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7) < http://alkitab.sabda.org/?Galatia+6:7 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 227: Siapakah nabi yang menyebut dirinya sebagai seorang "pemungut buah ara hutan"?

Jawaban dari pelanggan Publikasi e-Humor:
- Julius Nabubois <jnabubois@xxx>: Amos (Amos 7:14).
- Fitry.Sitorus <fitry.sitorus@xxx>: Amos.
- Anny S <godwithanny5ms@xxx>: Amos, Amos 7:14.

Jawaban dari Fan Page Facebook e-Humor:
- Andreas Tanimbar: Amos, 7:14.
- Athy Kapitarauw: nabi amos (Amos 7:14).
- Lidya Sentosa: Amos.
- Yusuf Ariandoko: Amos, di dalam Injil Perjanjian Lama Amos 7:14.

Jawaban e-Humor: Amos (Amos 7:14).

Wow! Terima kasih ya untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Nah sekarang, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 228: Siapakah penderita kusta yang membawa surat dari raja Aram kepada raja Israel, yang meminta supaya raja Israel menyembuhkan penderita kusta tersebut?

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal lima hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Yegar, Tika, dan Lusia
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

[40-Hari-2014] Suku Kaili/[10]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- JUMAT, 27 JUNI 2014

SUKU KAILI

Suku Kaili adalah salah satu suku di Indonesia yang mendiami provinsi Sulawesi Tengah. Ada banyak versi cerita mengenai asal usul nama Kaili. Salah satunya adalah berasal dari nama pohon dan buah Kaili yang umumnya tumbuh subur di daerah ini, terutama di tepi sungai Palu dan teluk Palu. Menurut cerita daerah itu, di kampung Bangga ada sebuah pohon Kaili yang tumbuh menjulang tinggi yang banyak digunakan pelaut sebagai panduan dalam menentukan arah ke pelabuhan Banggai. Suku Kaili memiliki wilayah yang cukup luas, bahkan terbesar di Sulawesi Tengah. Dalam sejarah, suku ini dulunya adalah sekelompok orang yang turun dari dataran tinggi Sulawesi Tengah ke lembah-lembah sampai pesisir hingga membentuk komunitas yang besar. Jangkauan peradaban suku ini sangat luas, yang meliputi wilayah kabupaten Donggala, kabupaten Sigi, dan kota Palu, di seluruh daerah di lembah antara gunung Gawalise, gunung Nokilalaki, Kulawi, dan gunung Raranggonau. Mereka juga menghuni wilayah pantai timur Sulawesi Tengah, meliputi kabupaten Parigi-Moutong, kabupaten Tojo-Una Una, dan kabupaten Poso. Masyarakat suku Kaili mendiami kampung/desa di teluk Tomini, yaitu Tinombo, Moutong, Parigi, Sausu, Ampana, Tojo, dan Una Una. Sedangkan di kabupaten Poso, mereka mendiami daerah Mapane, Uekuli, dan pesisir pantai Poso.

Kepercayaan Suku Kaili

Suku Kaili merupakan salah satu suku tertua yang ada di Indonesia. Sebagaimana suku tertua, mayoritas masyarakat dalam suku ini menganut animisme yang percaya kepada benda-benda seperti batu, pohon besar, dsb.. Mereka juga percaya kepada dewa-dewa. Sebagian suku Kaili ada yang percaya kepada tuhan (Dewa) yang disebut Tomamuru (sang pencipta), Buriro (penyubur tanah), dan Tampilangi (penyembuhan). Namun, sejak agama Islam masuk dan tersebar di antara suku ini, perlahan mereka meninggalkan kepercayaan animisme dan beralih ke ajaran Islam. Salah satu orang yang berperan besar dalam mengajar dan menyebarkan ajaran Islam adalah keturunan raja Minangkabau, yaitu Abdul Raqi. Perkembangan Islam di suku Kaili sangat cepat sehingga dipastikan mayoritas suku Kaili menganut ajaran Islam.

Kehidupan Masyarakat

Pada zaman dahulu, lapisan sosial masyarakat suku Kaili terbagi menjadi beberapa golongan. Di antaranya golongan raja dan turunannya (madika), golongan bangsawan (to guru nukapa), golongan orang kebanyakan (to dea), dan golongan budak (batua). Selain itu, mereka juga memandang tinggi golongan sosial berdasarkan keberanian (katamang galaia), keahlian (kavalia), kekayaan (kasugia), kedudukan (kadudua), dan usia (tetua). Di dalam masyarakat ini terdapat tiga pola pemukiman adat, yakni Ngapa (pola pemukiman mengelompok padat), Boya (pengelompokan komunitas kecil menyebar), dan Sampoa (tempat berlabuhan). Upacara-upacara adat merupakan kekhasan yang dimiliki suku Kaili. Mata pencaharian utama suku Kaili adalah bercocok tanam di sawah maupun di ladang. Sementara itu, bagi mereka yang tinggal di pesisir, mata pencarian mereka adalah nelayan dan berdagang.

Berikut ini bahan-bahan yang dapat kita gunakan sebagai referensi:
- Cerita-cerita dan pelajaran-pelajaran Alkitab audio dalam bahasa Kaili: http://globalrecordings.net/en/language/11329
- Modul Alkitab suku Kaili: http://alkitab.mobi/2/download/pdf/kaili_daa/


POKOK DOA

1. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar Ia membuka pintu untuk pemberitaan Injil dan mengirimkan para misionaris untuk mengabarkan Injil Yesus Kristus kepada suku Kaili.

2. Mari bersatu hati dalam doa di dalam nama Yesus agar masyarakat suku Kaili memberikan diri untuk terbebas dari ikatan roh nenek moyang dan okultisme.

3. Dukunglah dalam doa kepada Tuhan Yesus agar orang-orang percaya di suku Kaili menjadi terang untuk membawa saudara-saudara mereka yang belum percaya berbalik kepada Tuhan Yesus.

Dirangkum dari:
1. _____. "Suku Kaili". Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kaili
2. _____. "Suku Kaili". Dalam http://www.anneahira.com/suku-kaili.htm
3. _____. "Suku Kaili Sulawesi Tengah". Dalam http://blog.umy.ac.id/sakinah/2011/11/16/suku-kaili/


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

(e-RH) Juni 27 -- WAYANG YANG JAHAT

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 Juni 2014
Bacaan : Kejadian 3:1-7
Setahun: Mazmur 10-17
Nats: Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di
darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. (Kejadian 3:1)

Judul:

WAYANG YANG JAHAT

Seumur hidup baru satu kali saya menyaksikan pertunjukan wayang
golek secara langsung, yaitu ketika rombongan kesenian Jawa Barat
diundang gereja orangtua saya untuk mementaskan kisah Yunus.
Penampilan wayang golek itu sangat mengesankan. Saya mencatat bahwa
tokoh yang baik selalu digambarkan dengan pakaian berkilau dan
penampilan wajah yang apik. Sebaliknya, karakter yang jahat selalu
tampil penuh bulu dan giginya besar bertaring, layaknya binatang.


Karakter jahat dalam Alkitab pun kerap digambarkan sebagai binatang.
Salah satunya, apalagi kalau bukan ular. Dalam Kitab Kejadian, ular
menjadi sosok penyesat yang mencobai manusia sehingga mereka jatuh
dalam dosa. Dahulu ular berbisa kerap dipakai untuk mengilustrasikan
kejahatan yang ada di dunia. Ular berulang-ulang muncul dalam
Perjanjian Lama untuk menggambarkan bangsa-bangsa yang jahat atau
alat hukuman. Di Kitab Wahyu pun, iblis digambarkan sebagai ular.


Mengapa binatang? Dalam benak masyarakat umum, ada pandangan bahwa
binatang adalah makhluk yang tarafnya berada di bawah manusia,
ciptaan utama yang serupa dengan citra Allah. Maka ketika manusia
berdosa atau menjadi jahat, ia seakan kehilangan kemanusiaannya dan
"turun kelas" menjadi layaknya binatang. Mari kita bayangkan jika
kisah hidup kita dijadikan lakon wayang. Akankah karakter kita
digambarkan dengan golek berpakaian mengkilap dan wajah yang rupawan
atau jangan-jangan akan ada sejumlah bulu dan taring di sana?
--Olivia Elena /Renungan Harian

SUDAHKAH KITA MENJALANI HIDUP SELAYAKNYA MANUSIA
YANG DICIPTAKAN MENURUT CITRA ALLAH?

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+3:1-7

Kejadian 3:1-7

1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di
darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada
perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam
taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan
dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah
berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu
mati."
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu
tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu
akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang
yang baik dan yang jahat."
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan
dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena
memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan
dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang
bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat
cawat.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+10-17
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+10-17


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-binaguru] [INFO Domba Kecil] (reminder) Jambi 2014 - Teachers on the Move

---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------

http://www.dombakecil.org/TOTM2014-Jambi.jpg
http://www.dombakecil.org/TOTM2014Jambi-RekomendasiPGI.pdf
https://www.facebook.com/events/771926359493053

______________________________________________________________________
TEACHERS ON THE MOVE - JAMBI %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

Kami mengundang para Guru Sekolah dan Sekolah Minggu, Penginjil Anak,
dan semua yang ingin melayani anak untuk hadir dalam pertemuan khusus
TEACHERS ON THE MOVE yang akan diadakan pada:

Sabtu, 28 Juni 2014
[1] 09:00-12:30 WIB
[2] 12:30-17:00 WIB
di Gereja Kristen Protestan Jambi (GKPJ)
Jl. Dr. Sutomo 48-51
Jambi

TOPIK
• [1] Mengajar dengan hati
• [1] Merebut perhatian anak dengan alat peraga
• [1] Menggelar panggung boneka
• [2] Workshop membuat alat peraga sendiri

CATATAN
Bahan-bahan Pembinaan Anak, Kurikulum, Alat Peraga, Puppet, dll
dapat diperoleh pada saat seminar.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Daftarkan diri anda segera!

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, segera hubungi:
• Suryani GSM HP. (0852) 6621-4125
• Anita Carlo HP. (0852) 6603-7737
• Bina Latih Pelayanan Anak Tel. (021) 560-2630, 566-8931
Yayasan Domba Kecil Fax. (021) 566-8962
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 info@dombakecil.org
Jakarta Barat 11470 INDONESIA BCA Kepa 1983102364
«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-»-«-

---------------------------------------------------------------------
Bergabung kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaGuru@hub.xc.org>
Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru
---------------------------------------------------------------------

Wednesday, June 25, 2014

[i-kan-untuk-reformed] PETA PERUBAHAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA BAGI PELAYANAN PADA ABAD XXI (1) -- 153 Juni/2014

______________________Milis Publikasi e-Reformed______________________
Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com

e-Reformed -- Peta Perubahan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Bagi
Pelayanan Pada Abad XXI (1)
Edisi 153/Juni 2014

DAFTAR ISI:
ARTIKEL: PETA PERUBAHAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA BAGI
PELAYANAN PADA ABAD XXI (1)

Dear e-Reformed Netters,

Teknologi terus berkembang dari zaman ke zaman. Tentunya bentuk
pelayanan juga harus menyesuaikan dengan konteks perkembangan
teknologi. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas peta
perubahan teknologi komunikasi dan dampaknya bagi pelayanan pada abad
21. Meskipun artikel ini tergolong lama dan beberapa bagian sudah
tertinggal zaman (karena ditulis sebelum pergantian milenium), tetapi
tetap relevan untuk kita baca. Karena artikel ini cukup panjang, saya
membaginya dalam 2 edisi (Juni dan Juli). Saya berharap artikel ini
dapat menjadi berkat dan inspirasi bagi para pembaca. Selamat menyimak.

Pemimpin Redaksi e-Reformed,
Teddy Wirawan
< teddy(at)in-christ.net >
< http://reformed.sabda.org >


ARTIKEL: PETA PERUBAHAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA BAGI
PELAYANAN PADA ABAD XXI (1)

I. Pendahuluan

Di negara bagian Illinois, Amerika Utara, terdapat sebuah kota
bernama Streator. Pada saat memasuki Streator, kita akan terpana
membaca tulisan raksasa dengan gambar sebuah bola bumi: "Selamat
Datang di Streator, Pusat Pembuat Botol Sedunia". Tiga puluh tahun
lalu, lebih dari 5000 orang di kota ini bekerja untuk dua perusahaan
botol raksasa. Pada masa itu, berbagai produk cair seperti jus, susu,
dan minuman lain dilarang dijual di Streator bila tidak dimasukkan ke
dalam botol kaca. Pendek kata, pada tahun 1960-an, konon Streator
adalah benar-benar menjadi pusat botol dan beling sedunia. Kini,
Streator cuma menjadi kota kecil yang hidup senin-kamis tanpa
antusiasme. Sesuatu telah terjadi. Pada awal tahun 1970-an, orang
mulai bergeser menggunakan botol plastik, kaleng aluminium, dan
karton untuk menampung berbagai benda cair. Streator juga berusaha
mengatasi perubahan tadi dengan mengadakan suatu orkestrasi
besar-besaran dari kekuatan produksinya, tetapi gagal total; bukan
karena kurang motivasi, kurang terampil, atau kurang gesit berespons.
Mereka gagal karena tidak mengenali peta yang sedang berubah secara
mendasar. Suatu pergeseran paradigma terjadi dan Streator gagal memahaminya.

II. Di Mana Kita Berada?

Sebentar lagi, kita akan mengalami sesuatu yang tak dialami oleh ayah
ibu kita serta kakek nenek kita, yaitu kita akan mengalami
berakhirnya suatu abad, sekaligus awal milenium baru. Di dalam
sejarah kita, pergantian ini merupakan hal yang menarik dan berdampak
luas. Terakhir kali hal tadi terjadi adalah seribu tahun silam. Pada
waktu itu, beberapa ciri terlihat:

Kota terbesar yang pernah dimiliki manusia sebelum abad ke-10 adalah
Roma dengan jumlah penduduk sekitar satu juta dua ratus ribu orang.
Namun, sekitar abad ke-10, kota-kota menjadi lebih kecil dan
terisolasi dengan sistem mata uang, pajak, keamanan, budaya,
pendidikan tersendiri.

Asia merupakan kerajaan-kerajaan yang unggul dan berteknologi tinggi
pada masanya.

Sementara itu, Eropa sudah 5 abad berada dalam zaman amburadul,
feodalistis, dan bahkan salah satu tiang kekuatan sosial pada saat
itu, yaitu agama, sedang bergerak pecah dua, yaitu menjadi Gereja
Barat (yang berpusat di Roma) dan Gereja Timur (Bizantium) pada tahun 1054.

Masyarakat menjadi stagnasi, hanya terdiri atas bangsawan penguasa,
pimpinan agama, kaum pedagang serta warga rakyat jelata.

Sebagian orang segan bepergian jauh karena tiap lokasi memiliki
sistem, penguasa, dan kualitas keamanan yang berbeda. Hanya kaum
pedagang yang berani menempuh jarak yang panjang dan berbahaya.

Dibandingkan dengan zaman itu, pergantian milenium ini menampilkan
wajah masyarakat dunia yang jauh berbeda, antara lain:

Manusia lebih banyak bergerak ke kota-kota daripada ke desa-desa.
Kota-kota yang memiliki lebih dari 7 juta penduduk semakin banyak.

Pusat dinamika kekuasaan sedang bergeser kembali ke Asia setelah dari
Eropa ke Amerika (tingkat pertumbuhan ekonomi Asia sekitar 7 sampai 9
persen per tahun).

Pusat ilmu pengetahuan tersebar di berbagai sentra di seluruh penjuru
bumi. Keio University, East-West Center Hawaii, Nanyang University,
National Singapore University, Monash, Harvard, Princeton, Berkeley,
Northwestm University, dan sebagainya, mungkin lebih dikenal daripada
perguruan-perguruan tinggi kuno dan top di Eropa seperti Padua,
Salamanca, Den Haag, Praha, Heidelberg, Tubingen, Vrije, atau Geneva.
Pendidikan lebih tersedia dan terjangkau untuk lebih banyak orang,
termasuk warga jelata.

Teknologi tinggi menjadi tersedia, bukan hanya untuk para bangsawan
dan mereka yang memiliki kelebihan, melainkan juga bagi warga jelata.
Televisi, lemari es, radio, kalkulator, kamera, merupakan bagian
hidup sehari-hari.

Manusia modern sudah bergerak dari pola komunikasi lisan audio ke
komunikasi baca tulis, serta interactive electronic.

Masyarakat bergerak dengan cepat dan berubah tanpa dapat diprediksi
dengan mudah. Susunan masyarakat tidak hanya dari kaum "atas",
pedagang, agama, dan rakyat jelata. Kaum intelektual menjadi kekuatan
tersendiri. Kaum bangsawan penguasa kini berwujud menjadi dua
kelompok yaitu, militer dan/atau birokrat.

Berbagai tulisan telah membahas tren perubahan tadi. Di sini, saya
akan membahas secara khusus akibat pergeseran pola komunikasi tadi
dan dampaknya bagi pelayanan kristiani, terutama dengan fokus untuk
lingkup perkotaan, mengingat lingkup perkotaan menjadi orientasi
konteks hidup lainnya di Indonesia.

III. Pergeseran Pola Komunikasi

Ketika masyarakat masih mengandalkan komunikasi antarpribadi dengan
metode audio (pendengaran) serta kata-kata lisan, jangkauan
komunikasi antarmanusia dibatasi tempat dan waktu, demikian menurut
studi yang dilakukan oleh pakar komunikasi di Ottawa, Walter Ong, SJ.
Misalnya, ucapan Ratu Sima, atau Samarrotungga, tidak akan dapat
didengar oleh cucu-cucunya karena untuk dapat mendengarnya, mereka
harus hadir di sekitarnya dan hidup pada zaman yang sama dengannya.

Ketika metode komunikasi antarmanusia diperkaya dengan metode
tulisan, sesuatu hal yang baru terjadi dalam hidup manusia. Hal itu
terjadi setelah Guttenberg atau orang Korea atau Kaisar Shih Huangti
di China memungkinkan rakyat untuk memiliki akses ke dunia komunikasi
tulis menulis. Kini, komunikasi dapat diawetkan dan ditransfer
melewati zaman yang berbeda, bahkan menembus batas geografis yang
sulit. Contohnya, tulisan kuno dari zaman perang petani (Baueren
Krieg) abad 16-an, masih tersedia dalam bentuk aslinya sehingga kita
dapat memahami situasi pada waktu itu.

Namun, dengan munculnya komunikasi elektronik, khususnya radio dan
televisi, manusia berhasil menembus batas geografis lebih andal,
serta batas waktu. Informasi-informasi dari tempat yang jauh dan
dekat kini ada di ruang tamu kita secara serempak dan real time.
Lihat saja program Discovery Channel. Bahkan menurut Tony Schwartz,
media elektronik telah menjadi ilah kedua, yang hadir di mana-mana
dan kapan saja serta penuh dengan kuasa.

Kehadiran komputer yang pada mulanya tidak ditujukan untuk konsumsi
rakyat jelata ternyata mengubah dunia secara lebih radikal. Mulanya,
alat ini diciptakan untuk membantu manusia dalam menyimpan dan
mengolah informasi, khususnya mengolah penghitungan. Maka, muncullah
bahasa komputer untuk mendukungnya. Bahasa pertama dibuat oleh George
Boole pada tahun 1854. Demikian halnya dengan Charles Babbage. Pada
tahun 1930, pembuatan metode perhitungan dengan komputer ini mencapai
puncak dengan Massachusset Institute of Technology. Muncul pula nama
Alan Turing, von Neumann, dan lain-lain. Dengan munculnya teknologi
transistor, komputer yang sebesar deretan kulkas menjadi sebesar
filing cabinet, dan akhirnya, sebesar desktop sekarang. Proses
miniaturisasi mulai terjadi di dunia transistor. Muncullah berbagai
cip yang berisi jutaan transistor dalam ukuran sebesar kuku jari
manusia. Program yang semakin canggih membuat komputer memiliki
multifungsi: menghitung, menyimpan informasi, mengklasifikasikannya,
membuat simulasi untuk prediksi, membuat optimisasi, bahkan membuat
desain, menulis, mengolah tampilan potret, dan sebagainya. Internet
atau penghubungan komputer dengan rangkaian alat elektronik lain
membuat komputer dapat mengatur lampu lalu lintas, kapan lampu rumah
harus mati dan nyala, kapan suhu dari AC dikurangi, bahkan membuat
berbagai keputusan sederhana sampai yang rumit dengan kecepatan yang
luar biasa. Maka, terperangahlah para usahawan yang tadinya hanya
menganggap komputer sebagai mesin hitung yang berlayar atau mesin
yang rumit. Kini, di atas semua tadi, suatu tren terbaru muncul,
yaitu membuat komputer dengan berbagai kehebatannya tadi dapat
"berkomunikasi" satu dengan yang lainnya. Muncullah Local Area
Network, Wide Area Network, serta yang kini digandrungi adalah
internet. Data, gambar, dan berbagai pencarian informasi dapat
dilakukan dari rumah secara interaktif. Dengan demikian, semestinya
ada banyak pekerjaan dapat dikerjakan di rumah, dan bukan di kantor.

IV. Internet: Revolusi Diam-Diam

Internet pada mulanya adalah jaringan komputer yang dibuat oleh
lembaga pertahanan Amerika dalam rangka perang dingin dengan USSR.
Waktu itu, namanya DARPA yang kemudian menjadi Arpanet. Kemudian,
jaringan tadi melibatkan universitas, laboratorium, serta kalangan
bisnis. Akhirnya, jaringan ini mencapai 50 juta komputer di seluruh dunia.

Untuk mengaksesnya, seseorang hanya memerlukan komputer, modem
(modulator demodulator), dan sebuah pesawat telepon serta
berlangganan ke sebuah perusahaan yang menawarkan akses ke jaringan
internet tadi. Perusahaan seperti ini dikenal dengan nama Internet
Service Provider (ISP). Dengan memiliki akses ke internet, seseorang
dapat mengirim pesan tertulis ke Skandinavia, misalnya, dengan biaya
menelpon lokal, yaitu dari rumahnya ke kantor Internet Service
Provider tadi, yang berada di kota yang sama dengan dirinya. Selain
itu, ia dapat pula mengirim file, gambar, musik, dan sebagainya.

Lebih hebat lagi, alat ini juga dapat menjadi alat untuk menolong
kita mencari informasi di segala penjuru bumi. Misalnya, Anda ingin
tahu apakah dijual Alkitab dalam bahasa Mandarin untuk para tunanetra.

Masih ada lagi yang internet dapat lakukan bagi Anda. Anda dapat
bercakap-cakap dengan rekan dan saling melihat wajah Anda, yaitu
dengan menghubungkan komputer Anda dengan sebuah kamera seharga US$
200 dengan program yang bernama CUC me.

Jelaslah, internet membuat desentralisasi kuasa terjadi melalui
difusi atau penyebaran informasi dan akumulasi informasi yang tidak
dapat dikendalikan siapa pun. Internet juga membuat manusia mampu
mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan siapa saja melalui
bahasa apa saja yang ia pilih, serta waktu yang ia kehendaki. Manusia
bahkan dapat membentuk kelompok-kelompok, seperti asosiasi riset yang
dilakukan oleh mahasiswa psikologi di tingkat pascasarjana, forum
pelayanan muda-mudi sedunia, Pink Network (gay), dan sebagainya.
Semuanya mengisyaratkan bahwa dunia modern merupakan dunia yang penuh
dengan keberbagaian pilihan.

V. Dampak: Menuju Virtual Office, Virtual School, dan Virtual Home

Apa dampak pergeseran di atas bagi kejiwaan anggota masyarakat dan
gereja? Pertama, dengan komunikasi lisan, kita tidak terpisah secara
batin dari orang yang kita ajak bicara. "Kau dan aku diikat dengan
kata-kata dan bisikan." Realita dan diri kita tergabung jadi satu
dalam harmoni. Emosi dan nalar tidak terpisah. Kita belajar
berkomunikasi dengan sabar. Kita belajar menyimak dengan baik.

Dengan berkomunikasi secara lisan dan juga masuk ke dunia
tulis-menulis, manusia belajar untuk menata kompleksnya realitas ke
dalam format yang rapi, tersusun, dan terkendali. Entah kiri ke
kanan, entah dari atas ke bawah, atau dari kanan ke kiri, manusia
dibiasakan untuk membuat realitas terpilah dan tersusun. Hubungan
antarmanusia pun mulai mengambil dua bentuk. Bentuk lisan yang
tradisional dan bentuk tulisan. Di dunia tulisan, anehnya, semua
harus rapi. Realitas diwakilkan sebagai hal yang tersusun. Apa yang
ambivalen segera dianggap sebagai anomali (kelainan). Kelekatan dan
kedekatan emosi semakin longgar. Nalar semakin menjadi pendominasi
ulung. Maka, abad pencerahan pada abad XIX pun muncullah.

Manusia cenderung mengagungkan diri, merasa semakin rasional, bahkan
sering menjadi pongah dalam menangani hidupnya, sampai muncullah
perang dunia pertama. Di situ, manusia menyadari bahwa dirinya tidak
hanya makhluk rasional, tetapi realitas juga tidak dapat disterilkan
ke dalam format yang ia buat.

Pergeseran ke dunia elektronis membuat manusia menjadi lebih pasif.
Menurut Jacques Ellul, televisi terutama membuat manusia menikmati
realitas yang telah dipilihkan oleh sang penyiar. Televisi yang
mulanya dianggap sebagai alat penerima informasi, kini menjadi alat
untuk berekreasi. Manusia segan menelaah secara kritis, tetapi lebih
suka menikmati dan meminta variasi lebih. Hal ini terlihat dengan
munculnya para pembosan yang sebentar-sebentar mencari saluran dan
acara televisi yang lain.

Khusus untuk Indonesia, terutama masyarakat kota besar dan masyarakat
yang tidak sepenuhnya melek huruf, agaknya komunikasi elektronis
rekreasional membuat dampak yang sangat kuat, entah untuk beberapa
lama sampai keseimbangan tercapai. Apa yang disampaikan di media
elektronik, terutama televisi, didifusikan, diadopsikan, dan jadi
bagian hidup. Orang belajar dengan sukarela dari apa saja yang
televisi sampaikan selama bobot rekreasinya tinggi karena kecepatan
belajar dan kecepatan menyerap hal baru sangat meningkat bila orang
merasa menikmati hal itu.

Dengan kata lain, pergeseran pola komunikasi umum di masyarakat,
membuat manusia cenderung semakin tak mampu menyimak, meneliti, dan
mengamati untuk waktu yang panjang, apalagi hal-hal yang ia tidak
minati. Orang jadi pembosan dan semakin kompleks dalam dirinya.

Selain itu, manusia lebih suka berkecimpung dalam dunia kesan
daripada memperhatikan pesan yang ada. Selama pesan tidak dikemas
secara mengesankan (kalau perlu secara dramatis, berdarah, sadis, dan
seksi), pesan tidak diperhatikan. Tingkat kekritisan menurun tajam.
Inilah pop-culture secara global.

Internet sebagai hal baru mungkin belum terasa dampak massalnya,
tetapi jelas akan merambah dengan cepat. Bila pada tahun 1994
Indonesia memiliki satu service provider, kini telah tercatat 22
provider walaupun baru 9 yang memiliki izin operasional. Service
provider terbesar dan pemimpin pasar (Rahajasa Media Internet)
mendapatkan pelanggan 450 orang per bulan secara nonstop sejak
dibukanya pada bulan Mei 1995. Pendatang baru, CBN net, mengalami hal
yang sama, sejak Januari 1996 sampai sekarang, mereka berhasil
mendapatkan 1500 pelanggan. Perkiraan kasar menunjukkan sekitar
25.000 orang telah menjadi pengakses internet. Hasil riset yang kami
lakukan menunjukkan bahwa 87 % pengguna aktif (28 -- 40 jam per
bulan) adalah orang yang berusia 19 -- 30 tahun dengan mayoritas para
penyandang gelar S1. Mereka menggunakan akses internet terutama dalam
rangka berekreasi dan mencari data (n=364, studi dilakukan di Jakarta
selama bulan Februari sampai awal Mei 1996). Keseluruhannya
mencerminkan bahwa internet sangat dibutuhkan karena merupakan
kesempatan menelusuri pilihan-pilihan yang beragam. Semangat
individualistis dan postmodernism semakin nyata.

Apakah ada dampak positif yang menyeluruh dari perkembangan pola
komunikasi yang bergeser dan tumpang tindih? Pergeseran-pergeseran di
atas membuat manusia menjadi semakin belajar untuk mengenal cara
berkomunikasi yang berbeda-beda. Mereka belajar berbagai cara
berkomunikasi serta sekaligus mengenali kompleksitas masing-masing.
Manusia semakin mengeluarkan potensinya untuk berkomunikasi dalam
berbagai mode.

Secara praktis, beberapa kemungkinan baru menjadi muncul seperti
terlihat dari ilustrasi ini. Pada saat ini, saya masih memimpin
sebuah kantor dengan 15 staf di dalamnya. Menghitung biaya yang
dikeluarkan setiap bulan untuk membayar listrik, air, AC, telepon,
kebersihan, uang keamanan, dan sejenisnya, serta pusingnya menghadapi
staf yang saling bersaing, atau bersinggungan secara antarpribadi
tentunya bukan cuma monopoli kami. Belum lagi risaunya kita mengamati
staf wanita yang baru memiliki bayi kecil yang sudah harus
ditinggalkannya di rumah dengan baby sitter. Mereka bekerja dengan
hati yang terpecah dua. Akan tetapi, bayangkan kemungkinan seperti
ini: Semua staf diizinkan bekerja di rumah. Masing-masing memiliki
sebuah telepon selular, komputer notebook dengan modem-nya. Seminggu
sekali atau dua kali, kami akan berjumpa di hotel atau restoran untuk
menentukan pembagian tugas. Bagi para staf, tentunya hal tadi sangat
menyenangkan. Anak-anak mereka yang biasanya tumbuh di bawah pengaruh
pembantu, kini masih bisa melihat ibunya di rumah secara rutin. Waktu
perjalanan dari dan ke kantor yang setiap hari menyita dua jam lebih
dapat dipergunakan untuk hal-hal lain. Biaya pemeliharaan kantor
dapat dipakai untuk biaya telekomunikasi per telepon dan modem yang
semakin murah. Selanjutnya, para staf terpaksa belajar untuk
berkomunikasi lebih efektif, yaitu menyimak dan memberi instruksi
atau memberi laporan secara singkat, padat, dan efektif. Lebih
menarik lagi, bila kantor kami tadi kami sewakan atau jual, tidakkah
akan ada dana berlebih? Inilah gejala yang dikenal dengan nama
virtual office atau kantor maya. Hal tadi secara potensial dapat
dilakukan dengan tersedianya teknologi informasi dan komunikasi.
Namun, apakah hal ini dapat diterapkan di Indonesia sepenuhnya?
Banyak prasyarat yang perlu disimak. Teknologi yang tersedia sudah
pasti memungkinkan penekanan biaya overhead dan operasional untuk
menjalankan sebuah kantor, atau sebuah percetakan, bahkan sebuah rumah sakit.

Diambil dan disunting dari:
Judul buku: Jurnal Pelita Zaman, Volume 12, Nomor 01 (Mei 1997)
Judul bab: Peta Perubahan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Bagi
Pelayanan Pada Abad XXI
Penulis: Robby I. Chandra
Penerbit: Yayasan Pengembangan Pelayanan Kristen Pelita Zaman
Halaman: 53 -- 67


Kontak: reformed(at)sabda.org
Redaksi: Teddy Wirawan, Yulia Oeniyati, dan Ryan
(c) 2014 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >


---
This email is free from viruses and malware because avast! Antivirus protection is active.
http://www.avast.com


______________________________e-Reformed______________________________

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.christ@blogger.com
Kontak Redaksi: < reformed(a t)sabda.org >
Untuk mendaftar: < subscribe-i-kan-untuk-Reformed(a t)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-untuk-Reformed(a t)hub.xc.org >
Arsip e-Reformed: < http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed >
SOTeRI: < http://soteri.sabda.org/ >
Situs YLSA: < http://www.ylsa.org/ >
Situs SABDA Katalog: < http://katalog.sabda.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

[40-Hari-2014] Dapatkah Tuhan Memakai Anda untuk Melakukan Penginjilan di Internet?/[x05]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- KAMIS, 26 JUNI 2014

DAPATKAH TUHAN MEMAKAI ANDA UNTUK MELAKUKAN PENGINJILAN DI INTERNET?

"Bagaimana mungkin saya menggunakan internet untuk memenangkan jiwa bagi Kristus?" Anda akan bertanya. "Saya gagap teknologi. Saya hanya tahu bagaimana mengirim e-mail dan membaca berita secara tersambung (online), tetapi hanya itu saja."

Saya dulu juga berpikir begitu. Pengetahuan teknis saya memang terbatas. Selama bertahun-tahun, saya bahkan ragu-ragu untuk menggunakan mesin ATM di bank karena saya takut akan melakukan kesalahan sehingga mesin ATM itu menelan kartu saya.

Perlahan-lahan, saya berusaha mengatasi "technophobia" (ketakutan pada teknologi) dan mulai menggunakan komputer untuk mengolah kata (mengetik). Akan tetapi, saya masih menggunakan program kuno. Akhirnya, pada tahun 1998, saya mengganti sistem program DOS yang sudah kuno dengan Windows. Hal ini saya lakukan karena salah seorang teman mengatakan bahwa saya harus menggunakan program tahun 90-an sebelum tahun 90-an ini berakhir!

TALENTA APA YANG ANDA MILIKI?

Kita semua memiliki talenta dan kemampuan. Kunci supaya kita berguna adalah menggunakan talenta yang ada pada kita untuk Tuhan. Talenta Anda mungkin adalah menjalin persahabatan, membuat percakapan yang menyenangkan, menjawab pertanyaan, memberi inspirasi kepada orang lain, atau bercerita. Allah tentu saja dapat menggunakan semuanya itu. Berikut ini cerita yang mungkin bisa menyemangati Anda.

Saya senang dengan dunia komunikasi, khususnya menghubungkan Kristus dengan pendengar sekuler. Selama bertahun-tahun, saya sudah menulis banyak artikel penginjilan untuk membantu menjangkau orang-orang yang belum percaya kepada Kristus. Beberapa tahun lalu, teman dekat saya, sepasang suami istri, terlibat dalam pelayanan di internet. Mereka meminta saya untuk mengirimkan semua artikel saya kepada mereka untuk mereka pasang secara tersambung di internet.

Saya tidak mengerti apa maksud dari semua itu, tetapi mereka mengatakan bahwa artikel-artikel yang dipasang di internet ini akan diberikan secara gratis kepada semua orang di seluruh dunia. Tampaknya, itu adalah hal yang baik.

Apakah Anda siap menghadapi revolusi digital? Apakah Anda rindu dipakai Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Tuhan melalui internet? Artikel "Dapatkah Tuhan Memakai Anda untuk Melakukan Penginjilan di Internet?" ini dapat Anda baca secara lengkap di situs e-Misi < http://misi.sabda.org/dapatkah_tuhan_memakai_anda_untuk_melakukan_penginjilan_di_internet >.

POKOK DOA

1. Mari kita doakan agar anak-anak Tuhan semakin peka terhadap panggilan Tuhan untuk memberitakan Kabar Baik kepada semua orang dengan memanfaatkan teknologi, baik internet maupun gadget.

2. Berdoalah kepada Tuhan Allah agar para pengguna internet di mana pun mereka berada dapat mengakses situs-situs Kristen yang menyajikan bahan-bahan kristiani yang membawa mereka kepada Kristus.

3. Doakanlah agar pelayanan di dunia internet semakin berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak orang yang belum mengenal Kristus, dan melalui pelayanan ini iman mereka dibina dan dibangun.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

[40-Hari-2014] Situs Perspektif.co/[09]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- KAMIS, 26 JUNI 2014

SITUS PERSPEKTIF.CO

Setiap orang Kristen memiliki kewajiban untuk menyampaikan kabar baik kepada dunia. Dan, untuk melaksanakan Amanat Agung, kita dapat menggunakan berbagai cara dan sarana. Komite Lausanne untuk penginjilan dunia terpanggil untuk memperlengkapi setiap orang yang rindu menyampaikan kabar baik tersebut dengan membuat sebuah kursus yang dipandu dengan buku karangan mereka berjudul "Perspektif". Buku ini didasarkan pada sebuah keyakinan bahwa misionaris memiliki panggilan untuk berpikir, mengasihi, memberi, dan berbicara.

Situs perspektif.co adalah situs yang berisi bahan-bahan kursus Perspektif. Di dalamnya terdapat 15 pelajaran utama dan 17 bacaan tambahan yang dapat Anda temukan daftarnya secara lengkap pada halaman utama situs ini. Kursus perspektif sendiri berbicara tentang penggalian visi dari Tuhan Yesus dalam melaksanakan tugas-Nya di dunia, yaitu mendatangkan kemuliaan Allah di bumi. Kursus ini bertujuan untuk menolong peserta agar dapat merespons undangan Kristus untuk menghidupi tujuan yang sama seperti Dia, yaitu agar nama Tuhan dimuliakan di dunia. Dalam kursus ini, ada 4 perspektif yang akan dibahas, yaitu perspektif Alkitab, Sejarah, Budaya, dan Strategi.

Versi yang ditampilkan pada situs ini adalah versi terbaru, yaitu versi keempat. Perbedaan dengan versi sebelumnya adalah adanya revisi dari beberapa artikel, penambahan substansi Alkitab, pembaruan kosakata dan gagasan-gagasan terkini. Dalam situs ini, juga dijelaskan cara menggunakan bahan yang telah disediakan. Di dalam setiap bahan, Anda akan menemukan bacaan kunci dan bacaan keterangan. Kegunaan dari bacaan keterangan adalah untuk membangun materi pada bacaan kunci.

Apakah Anda tergerak untuk mengerjakan pelayanan misi dan ingin mendapatkan perlengkapan yang memadai? Silakan kunjungi situs ini. Pastikan Anda akan semakin bergairah melihat penginjilan dunia dan berpartisipasi di dalamnya.

Alamat situs Perspektif: http://perspektif.co

POKOK DOA

1. Doakan agar situs Perspektif.co dapat menjadi alat Tuhan untuk membuat para pengunjung menjadi semakin ingin mengenal Tuhan lebih dekat dan menyadarkan tentang kewajibannya sebagai saksi Kristus dalam kehidupannya.

2. Mari berdoa kepada Tuhan agar setiap orang yang terlibat dalam kursus Perspektif, baik sebagai penyedia bahan maupun peserta kursus, selalu diberikan kekuatan serta semangat dalam mengerjakan Amanat Agung.

3. Mohon dukungan doa untuk Yayasan Lembaga SABDA yang menaungi situs ini agar Tuhan memberikan hikmat dan kekuatan untuk melayani-Nya melalui media internet.


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

(e-RH) Juni 26 -- PENGUJI KESETIAAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 Juni 2014
Bacaan : Rut 1:7-18
Setahun: Mazmur 1-9
Nats: Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan
pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi,
ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ
jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku."
(Rut 1:16)


Judul:

PENGUJI KESETIAAN

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan
pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi,
ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ
jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku."
(Rut 1:16)


Pernahkah Anda mendengar ungkapan seperti ini: "Ada uang abang
disayang, tidak ada uang abang ditendang"? Kalimat ini memang
ditujukan kepada orang- orang yang tidak setia hidupnya. Ya, menjadi
setia memang bukan pekerjaan mudah. Setia tidak semudah sewaktu
kita mengucapkan janji, tetapi harus dibuktikan. Apakah Anda dan
saya orang yang setia? Perlu diuji! Dan dari kisah Rut yang setia,
kita dapat belajar bagaimana menjadi orang yang setia. Kesetiaan
Rut diuji oleh 3 hal.


Pertama, waktu. Kebanyakan orang bisa bertahan kesetiaannya jika
waktunya baik. Jika segala hal terpenuhi, jika kita memperoleh semua
hal yang diingini. Tetapi apa yang terjadi ketika waktu-waktu yang
baik itu lenyap? Apakah kita tetap setia? Rut menunjukkan bahwa ia
tetap setia sekalipun dalam waktu penderitaan. Kedua, jarak.
Seseorang bisa setia saat dekat, bagaimana jika jaraknya jauh?
Ketiga, keadaan. Kalau keadaannya berjalan baik, mudah untuk setia,
tetapi bagaimana jika kita mengalami keadaan yang buruk?


Apa yang membuat Rut tetap setia sekalipun tidak ada kebaikan yang
bisa ia harapkan dari Naomi? Dasar kesetiaannya adalah kasih! Kasih
membuatnya percaya bahwa keputusannya mengikuti Rut dan juga Tuhan
tidak pernah salah. Bagaimana dengan hidup kita? Ketika tidak ada
hal baik yang kita peroleh dalam hidup, ketika kita hidup dalam
penderitaan, dan ketika kita merasa seolah Tuhan begitu jauh dari
hidup kita, apakah kita tetap menunjukkan kesetiaan kepada-Nya? Ya,
kesetiaan kita akan teruji ketika Tuhan mengizinkan hal-hal yang
kurang menyenangkan terjadi dalam hidup kita. Tetapkah kita
mengasihi Dia? --Samuel Yudi Susanto /Renungan Harian

WAKTU, JARAK, DAN KEADAAN AKAN MENGUJI
KESETIAAN KITA KEPADA TUHAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/06/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Rut+1:7-18

Rut 1:7-18

7 Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama
dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk
pulang ke tanah Yehuda,
8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah,
pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya
menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan
kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;
9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan,
masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka,
tetapi mereka menangis dengan suara keras
10 dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang
kepada bangsamu."
11 Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu
turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki
yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?
12 Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku
untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan
sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih
melahirkan anak laki-laki,
13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu
kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya
demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami
dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?"
14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium
mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
15 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan
kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan
pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau
pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam,
di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan
Allahmulah Allahku;
17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku
dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih
lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari
engkau, selain dari pada maut!"
18 Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama
dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+1-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+1-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tuesday, June 24, 2014

[40-Hari-2014] Suku Osing/[08]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- RABU, 25 JUNI 2014

SUKU OSING

Pendahuluan/Sejarah

Suku Jawa Osing berdiam di kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, dan merupakan penduduk asli dari wilayah paling timur pulau Jawa ini. Suku Jawa Osing adalah subsuku dari suku Jawa, tetapi mereka memiliki keragaman budaya yang berbeda dari kebanyakan orang Jawa lainnya. Banyuwangi adalah sebuah kota transit bagi para wisatawan yang hendak ke Bali. Dulunya, wilayah Osing adalah ibu kota dari kerajaan Hindu Blambangan yang adalah kerajaan terakhir di Jawa. Sejarah Osing dimulai pada masa berakhirnya kekuasaan kerajaan Majapahit pada tahun 1478. Perang sipil dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, khususnya Kesultanan Malaka, mempercepat jatuhnya kerajaan Majapahit. Setelah kejatuhan itu, sebagian orang Majapahit melarikan diri ke tempat-tempat seperti gunung Bromo (Tengger), Blambangan (Banyuwangi/Osing), dan Bali. Orang Osing berbicara menggunakan bahasa Osing Ngoko. Bagi orang Jawa lainnya, bahasa ini sangat kuno dan bercampur dengan bahasa Madura.

Seperti apa kehidupan mereka?

Keluarga, tempat tinggal, makanan, serta pola kesehatan dan sosial orang Jawa Osing tidak jauh berbeda dari budaya Jawa pada umumnya. Akan tetapi, budaya mereka juga sangat dipengaruhi oleh budaya Bali. Misalnya saja tarian Janger. Tarian ini bertemakan cinta kasih dan dipentaskan dengan diiringi gendang dua sisi (kendang kempul). Pakaian penarinya bergaya Jawa, tetapi sanggul yang dipakai penarinya sangat mirip dengan sanggul wanita Bali.

Kebanyakan orang Osing bermatapencaharian petani, memelihara ternak, dan berdagang. Selain itu, mereka juga ada yang menjadi pegawai negeri (PNS) dan wiraswasta. Orang Osing tidak pernah mengalami kekeringan karena mereka hidup di lereng gunung Ijen dan Bromo. Orang Jawa Osing sangat menghargai hubungan dengan kerabat mereka, baik yang dekat maupun yang jauh. Hubungan yang baik dengan orang lain juga dijaga dengan saling memberi dan menerima, serta berusaha memahami perasaan dan kemampuan orang lain. Kebiasaan ini mereka namai "tepa selira", yang intinya tidak melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak ingin menerimanya dari orang lain. Orang Jawa Osing juga dikenal sebagai suku yang ramah. Budaya mereka, yang kini dalam perlindungan negara, telah menjadi populer dan menarik perhatian turis. Pemerintah berharap dapat melestarikan budaya suku ini sehingga kebanggaan mereka terhadap budayanya semakin bertambah.

Apa kepercayaan mereka?

Islam adalah agama mayoritas dalam suku ini setelah agama Hindu didesak ke Bali. Para kyai (guru agama Islam) memiliki otoritas tertinggi dalam hal keagamaan. Orang Jawa Osing memiliki banyak ritual selamatan untuk banyak peristiwa yang spesifik seperti: kematian, bersih desa, menanam dan memanen padi, kelahiran, pernikahan, dan bahkan untuk pindah ke rumah baru. Ritual selamatan ini adalah percampuran antara budaya Jawa dan Islam sehingga selamatan juga dilaksanakan untuk memperingati hari raya Islam seperti: Malam 1 Sura, Maulud Nabi, Ruahan, Punggahan, Rejabaten, dan Sekaten. Dukun tradisional orang Osing terkenal dengan kemampuannya untuk melakukan sihir dari jarak jauh. Orang Osing percaya bahwa dengan kekuatan sihirnya itu, sang dukun dapat mengobati atau mencelakai siapa atau apa pun yang dianggap sebagai masalah.

Apa kebutuhan mereka?

Sebagai petani dan peternak, orang Jawa Osing masih memiliki kemampuan yang terbatas. Karena itu, mereka perlu dilatih dalam menggunakan teknologi skala kecil untuk meningkatkan tingkat produktivitas mereka. (t/Yudo)

Berikut ini adalah beberapa referensi yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang Suku Osing, dan beberapa media untuk melakukan penginjilan kepada suku ini:
a. Suku Osing: http://sabda.org/publikasi/misi/2000/38
b. Audio Kisah-Kisah Alkitab dan Pelajarannya: http://globalrecordings.net/id/language/4691
c. Pengajaran Alkitab dalam Bentuk Audio Visual: http://globalrecordings.net/id/program/C84087
d. Suku Osing: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Osing

POKOK DOA

1. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus untuk suku Osing yang sampai hari ini masih menjaga hubungan kekerabatan dengan baik, kiranya tradisi mereka ini bisa menjadi teladan bagi suku-suku lain untuk hidup berdampingan dengan damai.

2. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar orang-orang suku Osing, yang sebagian besar masih percaya pada ritual-ritual selamatan, mau membuka hati untuk Injil dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.

3. Doakan kepada Tuhan Yesus agar orang-orang suku Osing mau membuka diri untuk belajar hal-hal baru, tekun berlatih dalam menggunakan teknologi, dan pantang menyerah dalam memajukan kesejahteraan sukunya.

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Joshua Project
Alamat URL: http://joshuaproject.net/people_groups/10666/ID
Judul asli artikel: Java Osing, Banyuwangi in Indonesia
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 11 Juni 2014


Kontak: doa(at)sabda.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari
(c) 2014 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo