Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, April 13, 2013

[i-kan-doa] Kalender Doa SABDA: 15 -- 21 April 2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 145 (15 -- 21 April 2013)

Shalom,

Dalam minggu ini, banyak hal penting yang perlu kita doakan. Salah satunya adalah hari Kartini, kita bukan hanya memperingati kelahirannya, melainkan juga untuk memperingati perjuangannya dalam membela hak-hak perempuan. Selain Kartini, kita juga memiliki tokoh perempuan yang luar biasa dalam Kitab Hakim-Hakim pasal 4, yang bernama Debora. Ia adalah hakim di Israel sehingga orang-orang Israel datang kepadanya untuk menyelesaikan masalah mereka. Debora juga ikut memimpin orang Israel berperang melawan Sisera, panglima Kanaan, sehingga orang Israel memenangi pertempuran itu. Sampai saat ini, Tuhan masih menggunakan perempuan-perempuan untuk menjadi alat-Nya. Dalam edisi KADOS minggu ini, kita akan mendoakan beberapa pokok doa seputar perempuan. Kami mengajak Anda untuk terus berdoa agar setiap perempuan, secara khusus perempuan Kristen, dapat dipakai Tuhan untuk hormat dan kemuliaan nama-Nya.

Pemimpin Redaksi KADOS,
Yusak
< yusak(at)in-christ.net >
< http://doa.sabda.org >


15 April 2013 -- Ujian Nasional SMU

Semua siswa SMU di Indonesia akan mengikuti Ujian Nasional mulai hari ini, tanggal 15 -- 18 April 2013. Mari kita bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yesus agar Ujian Nasional SMU ini dapat berjalan dengan lancar, tidak ada kesalahan dalam pembagian soal sehingga ujian dapat dimulai dan diakhiri tepat waktu. Doakan juga agar Tuhan Yesus menolong siswa-siswi Kristen sehingga mereka dapat mengerjakan Ujian Nasional dengan baik dan jujur. Kiranya, mereka dapat lulus dengan nilai yang memuaskan.

16 April 2013 -- Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Banyak orang mengatakan bahwa sekarang adalah zaman emansipasi perempuan, yaitu persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat bagi perempuan. Saat ini, perempuan memang memiliki kebebasan dalam mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, bekerja dalam bidang apa pun yang mereka inginkan, dan menduduki posisi-posisi penting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Namun, kekerasan terhadap perempuan tetap tinggi. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dapat berkurang. Doakan pasangan-pasangan Kristen agar Tuhan Yesus menolong mereka untuk dapat hidup rukun dan menjadi berkat bagi sesamanya.

17 April 2013 -- Pelayan Gereja Penuh Waktu

Memenuhi panggilan untuk menjadi seorang pelayan gereja penuh waktu atau sering disebut "fulltimer" merupakan panggilan yang mulia. Mereka adalah orang-orang yang ikut terlibat dalam pelayanan dan memajukan pelayanan gereja di mana pun Tuhan menempatkan mereka. Doakan agar Tuhan Yesus memakai para pelayan Tuhan penuh waktu ini untuk melayani Tuhan dengan maksimal, memajukan pelayanan di gereja mereka, dan doakan agar Tuhan mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

18 April 2013 -- Istri Pendeta

Menjadi seorang istri pendeta bukanlah hal yang mudah. Selain menjadi seorang istri yang baik bagi suami di rumah, ia juga harus mendukung suaminya dalam pelayanan, baik itu ikut terlibat dalam pelayanan atau membantu suaminya ketika sedang mempersiapkan khotbah. Selain itu, seorang istri pendeta juga harus menjaga tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi teladan bagi jemaat perempuan. Mohonlah kepada Tuhan Yesus dalam doa agar setiap istri pendeta dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga dan sebagai ibu gembala yang baik.

19 April 2013 -- Hamba Tuhan Perempuan

Di beberapa gereja, menjadi seorang gembala sidang bukan hanya hak laki-laki saja. Namun, perempuan juga diizinkan untuk menjabat sebagai gembala sidang. Bahkan, beberapa perempuan yang menjadi gembala sidang dapat memimpin gereja dengan baik dan memiliki pelayanan yang maju. Mari kita doakan agar Tuhan Yesus menolong setiap hamba Tuhan perempuan. Biarlah mereka lebih dipakai Tuhan dalam pelayanan mereka. Doakan pula agar mereka tetap menghormati dan tunduk pada suami mereka, walaupun mereka adalah seorang pemimpin gereja.

20 April 2013 -- Pejabat Perempuan

Ada lima menteri perempuan yang menjabat dalam kabinet Indonesia Bersatu II. Mereka adalah Nafsiah Mboi (Menteri Kesehatan), Mari Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Armida Alisjahbana (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional), Linda Amalia Sari (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan Balthasar Kambuaya (Menteri Lingkungan Hidup). Mereka adalah perempuan-perempuan yang hebat dalam bidang mereka masing-masing, yang membantu Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Doakanlah mereka agar dapat menjalankan tugas dengan baik, sehingga dapat membantu kemajuan bangsa ini dan menginspirasi semua perempuan di Indonesia untuk melakukan yang terbaik dalam bidang mereka.

21 April 2013 -- Hari Kartini

Setiap tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini dikenal dengan gagasannya agar perempuan memiliki hak untuk mendapat pendidikan dan untuk belajar. Dalam suratnya kepada sahabat-sahabatnya, Kartini menggambarkan penderitaan perempuan Jawa saat itu, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu. Ia berharap agar perempuan di Jawa bisa maju. Namun, sekarang perempuan memiliki hak yang lebih banyak, mereka bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi, bekerja, bahkan menjadi pemimpin negara. Mari kita bersyukur kepada Tuhan Yesus karena melalui Kartini, Tuhan membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk bisa berkarya bagi-Nya dan bagi Indonesia. Kiranya, perempuan Kristen di Indonesia dapat menggunakan berkat Tuhan dengan menyalurkan gagasan dan berkarya dalam semua bidang.


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kados/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

(e-RH) April 14 -- TIDAK SEMBARANGAN BERBUAH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 14 April 2013
Bacaan : Lukas 3:1-20
Setahun: 2 Samuel 10-12
Nats: Jadi, hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.
(Lukas 3:8a)

Judul:

TIDAK SEMBARANGAN BERBUAH

Yohanes Pembaptis adalah "panitia" penyiapan jalan bagi Yesus.
Mungkin bisa dibandingkan dengan panitia yang repot mengurus
kedatangan seorang presiden. Rute harus diatur, jalanan terpaksa
dikosongkan sementara demi kelancaran arus lalu lintas, segala
sesuatu yang tampak kumuh dan reyot disulap jadi tertata, bersih,
dan indah. Susunan acara telah diatur rancak, menarik. Intinya:
sibuk berbenah secantik dan semulus mungkin



Nah, mari kita lihat panitia seperti apakah Yohanes ini. Dari
kacamata kesantunan Timur, Yohanes jelas-jelas mengejutkan. Betapa
tidak! Ia mempersiapkan hadirnya Yesus dengan menunjukkan bahwa
nubuatan Yesaya (ay. 4-6) sudah waktunya digenapi, dipenuhi,
dinyatakan. Bagi Yohanes, penggenapannya melalui reformasi batin
yang mewujud dalam perilaku etis baik dalam lingkup pribadi maupun
sosial (ay. 10 dst). Prinsipnya, perlu ada pertobatan. Bukan sekadar
pernyataan bertobat, tetapi munculnya perubahan hidup yang lahir
dari pengalaman batin yang bertobat itu.



Lukas menyebutnya sebagai "buah-buah pertobatan". Ini bagian umat,
bukan melulu bagian Allah. Umatlah yang didorong untuk menghasilkan
buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dengan kata lain, Yohanes
mengingatkan, agar kita jangan sekadar berbuah, namun buah itu harus
lahir dari pertobatan. Bersumber dari transformasi batin, bermuara
dalam karya nyata bagi lingkungan sekitar melalui kenyataan yang
baru dalam hidup sehari-hari. --DKL

TANPA DILANDASI PERTOBATAN DAN TRANSFORMASI BATIN,
PERUBAHAN HIDUP HANYA BERLANGSUNG SEMENTARA DAN SEMU.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+3:1-20

Lukas 3:1-20

1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius,
ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes
raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea
dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah
firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan:
"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan
mengampuni dosamu,
4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara
yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk
Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan
menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang
berlekuk-lekuk akan diratakan,
6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk
dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah
yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan
datang?
8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan
janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami!
Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak
bagi Abraham dari batu-batu ini!
9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak
menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam
api."
10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang
harus kami perbuat?"
11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia
membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai
makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan
mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami
perbuat?"
13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah
ditentukan bagimu."
14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah
yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan
merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan
gajimu."
15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan
semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia
adalah Mesias,
16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku
membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari
padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak
layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat
pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam
lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api
yang tidak terpadamkan."
18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada
orang banyak.
19 Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena
peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala
kejahatan lain yang dilakukannya,
20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke
dalam penjara.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+10-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+10-12


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, April 12, 2013

TRS: (e-SH) 13 April -- Roma 16:1-16 - Orientasi pelayanan

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Jum, 12 Apr 2013 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 13 April -- Roma 16:1-16 - Orientasi pelayanan

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 13 April 2013
Ayat SH: Roma 16:1-16

Judul: Orientasi pelayanan

Pada bagian terakhir dari suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus
memberi salam paling tidak kepada dua puluh enam orang yang
menetap di Roma (3-15). Ia menutup suratnya dengan salam dari
sembilan orang percaya yang bersama dengannya di Korintus ketika
ia menulis surat itu (21-23). Mereka yang mendapat salam dan ikut
memberi salam adalah orang Romawi dan Yunani, Yahudi dan
nonYahudi, laki-laki dan perempuan, tahanan dan warga terkemuka.

Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dimulai dan bermuara pada
orang, karena memang sasaran atau esensi pelayanan kita adalah
orang. Kita perlu ingat bahwa orientasi pelayanan kita bukanlah
pada program-program yang kita buat. Bila kita berorientasi pada
program maka kita akan merasa berhasil dan puas bila program yang
kita canangkan bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan standar
keberhasilan yang telah ditentukan. Namun bila pelayanan kita
berorientasi pada orang maka selesainya program bukan berarti
selesainya kerja, dan keberhasilan pelaksanaan program pada saat
itu tidak lantas membuat kita merasa puas. Pelayanan yang
berorientasi pada orang akan membuat kita terus bergumul hingga
orang-orang yang dilayani memperlihatkan kerinduan untuk mengalami
pertemuan dengan Tuhan, untuk menerima Kristus sebagai
Juruselamatnya pribadi, atau untuk bertumbuh di dalam firman dan
doa hingga dari hari ke sehari makin menuju keserupaan dengan
Kristus. Dan orientasi yang semacam ini tidak dapat terwujud hanya
dengan program yang dilakukan satu kali saja. Perlu program yang
berkesinambungan, perlu dukungan doa dari jemaat, perlu tim kerja
yang melayani dengan sepenuh hati. Lihatlah Paulus, ia bukan
seorang single fighter atau one man show (orang yang lebih suka
bekerja sendiri). Paulus adalah seorang team player (seorang yang
senang bekerja dalam tim).

Maka bukalah kesempatan kepada sebanyak mungkin orang untuk terlibat
dalam berbagai program pelayanan karena kerja dalam tim
memungkinkan banyak juga orang yang dapat kita layani.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/04/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/04/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+16:1-16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+16:1-16

Roma 16:1-16

1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani
jemaat di Kengkrea,
2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi
orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila
diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada
banyak orang, juga kepadaku sendiri.
3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku
dalam Kristus Yesus.
4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka
bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat
bukan Yahudi.
5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus,
saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia
untuk Kristus.
6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.
7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa,
yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu
orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah
menjadi Kristen sebelum aku.
8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.
9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam
kepada Stakhis, yang kukasihi.
10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam
kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.
11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang
termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.
12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang
dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang
telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.
13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada
ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.
14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan
saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.
15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya
perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang
bersama-sama dengan mereka.
16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari
semua jemaat Kristus.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4590149-3614064.d072cab08d52f96c55247b

(e-RH) April 13 -- BATAL KONTES

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 13 April 2013
Bacaan : Lukas 8:26-39
Setahun: 2 Samuel 6-9
Nats: Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu sujud di
hadapan-Nya... (Lukas 8:28)

Judul:

BATAL KONTES

Pada 1717 di Dresden, Jerman, direncanakan kontes bermain orgel
antara komposer Johann Sebastian Bach dan Louis Marchand, pemain
orgel dari Prancis. Pagi menjelang kontes, Marchand berjalan-jalan
santai di pekarangan gereja dan mendengar suara orgel. Penasaran, ia
mengintip ke dalam gereja. Ternyata, Bach sedang berlatih.
Menyaksikan kemahiran Bach dalam bermain orgel, hatinya sontak
menciut. Ia buru-buru meninggalkan tempat itu untuk pulang ke negara
asalnya. Ia tidak berani meneruskan kontes dengan Bach, salah satu
maestro musik era Barok. Ia kalah sebelum bertanding.



Tampaknya, laki-laki dari Gerasa itu dirasuki setan-setan yang
perkasa. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa (ay. 29). Namun,
sewaktu berhadapan dengan Yesus, mereka kecut—melebihi mindernya
Marchand kepada Bach. Mereka tahu bahwa Dia adalah Allah yang hidup
(ay. 28). Dia berotoritas untuk memerintahkan dan mengusir setan
(ay. 29-33). Tidak ada perlawanan dari setan itu karena Yesus bukan
tandingan mereka. Anehnya, bila setan begitu takut untuk diusir
Yesus, sebaliknya penduduk Gerasa malah takut sehingga mengusir
Yesus (ay. 37). Setan takut dan hormat. Penduduk Gerasa takut,
tetapi tidak hormat. Sungguh ironis.



Jadi, kita tidak usah takut kepada setan karena kita adalah anak
Allah yang Mahatinggi. Justru merekalah yang gentar terhadap Roh
Allah di dalam diri kita. Dan, tidak seperti penduduk Gerasa yang
mengusir Tuhan, kita mengembangkan sikap hati yang takut sekaligus
hormat kepada Allah. --JIM

KETAKUTAN KITA KEPADA SETAN ADALAH
BUKTI KEDANGKALAN PENGENALAN KITA AKAN ALLAH.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+8:26-39

Lukas 8:26-39

26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa
yang terletak di seberang Galilea.
27 Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari
kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan
sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah,
tetapi dalam pekuburan.
28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di
hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu
dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon
kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu
keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret
dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi
ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu
ke tempat-tempat yang sunyi.
30 Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya:
"Legion," karena ia kerasukan banyak setan.
31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan
memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.
32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di
lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya
Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus
mengabulkan permintaan mereka.
33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki
babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam
danau lalu mati lemas.
34 Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi,
mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di
kampung-kampung sekitarnya.
35 Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi.
Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah
ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah
berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
36 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan
kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah
diselamatkan.
37 Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya
Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka
naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.
38 Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya
ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi,
kata-Nya:
39 "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang
telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi
seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat
Yesus atas dirinya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+6-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+6-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-humor] [e-Humor] 2187 April/2013

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2187, April 2013

Shalom,

Orang tua harus bisa mendidik anaknya dengan baik. Ia harus menanamkan budi pekerti, kedisiplinan, kemandirian, dan sebagainya sehingga anaknya dapat menjadi sosok yang berguna di kemudian hari. Tentunya, hal tersebut bukan pekerjaan yang mudah. Jangan sampai karena didikan yang salah, si anak menjadi nakal dan bandel. Persis seperti humor di bawah ini. Sang ayah memberi peringatan tegas kepada anaknya, berharap si anak tidak lagi mendapat nilai jelek. Namun, yang terjadi memang berbeda jauh dari harapan. Sabar ya, Ayah!

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Amy G.
< ami(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2187. JANGAN PANGGIL AYAH LAGI

Seorang ayah terlihat sedang menasihati anak lelakinya yang bandel. Nah, anaknya ini, sudah menunggak alias tidak naik kelas dua kali berturut-turut. Akhirnya, sang ayah pun habis kesabaran. Ia pun memberikan ultimatum.

Ayah: Nak, kalau ujian kali ini nilai kamu "kebakaran" lagi, jangan coba-coba panggil aku AYAH lagi!!

Anak: Baik, Yah ....

Keesokan harinya, sang ayah bertanya pada anaknya.

Ayah: Gimana hasil ujian kamu, Nak?

Anak: Hancur, Bro!!

[Sumber diambil dan disunting dari: http://c4pede.blogspot.com/]

Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua. (Amsal 23:22) < http://alkitab.sabda.org?Amsal+23:22 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 168: "Apakah nama lain dari Matius, si pemungut cukai itu?"

- irnetj < irnetj(at)xxx > = Lewi. Susah juga ya sampe harus membandingkan dua kitab injil...
- Hendrik Langelo < hendrik.langelo(at)xxx > = Lewi
- tamunujoabhendrik < tamunujoabhendrik(at)xxx > = Lewi
- Evie Sukiat < evie_sukiat(at)xxx > = Lewi

Jawaban e-Humor: Lewi (Lukas 5:27-32)

Wah, terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi menjawab kuis minggu lalu. Nah, silakan jawab pertanyaan kuis berikut ini.

Kuis minggu ini 169: "Siapakah nama ibu Musa?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


STOP PRESS: PUBLIKASI E-DOA: MELENGKAPI PENDOA KRISTEN

Apakah Anda seorang pendoa? Anda membutuhkan sumber-sumber bahan untuk melengkapi pelayanan doa Anda? Anda membutuhkan pokok-pokok doa setiap hari?

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > menerbitkan Publikasi e-Doa < http://sabda.org/publikasi/e-doa/arsip/ > untuk memperlengkapi pelayanan doa Anda. Dapatkan berbagai renungan, artikel, kesaksian, dan inspirasi dari tokoh-tokoh pendoa dalam e-Doa. Publikasi e-Doa rindu untuk memperkaya pendoa Kristen Indonesia dalam kehidupan rohani, memberikan memberikan inspirasi, dan penguatan iman.

Cara berlangganan mudah dan GRATIS! Kirimkan alamat e-mail Anda ke: < doa(at)sabda.org > atau < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org > Dengan menjadi pelanggan e-DOA, otomatis Anda telah menjadi pelanggan untuk pokok-pokok doa dari Open Doors, 40 Hari Doa bagi Bangsa-Bangsa, dan Kalender Doa SABDA (KADOS). Bergabunglah sekarang juga!

Untuk mendapatkan bahan-bahan yang lebih lengkap, kunjungi situs Doa di: < http://doa.sabda.org >


Kontak: humor(at)sabda.org
Redaksi: Amy G. dan Yusak
Berlangganan: subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-humor/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

Thursday, April 11, 2013

TRS: (e-SH) 12 April -- Roma 15:22-33 - Bukan hanya di bibir

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Kam, 11 Apr 2013 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 12 April -- Roma 15:22-33 - Bukan hanya di bibir

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 12 April 2013
Ayat SH: Roma 15:22-33

Judul: Bukan hanya di bibir

Paulus memberi informasi kepada jemaat di Roma bahwa ia dan
rekan-rekannya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem (25). Mereka
sedang melakukan misi khusus yaitu mengantarkan bantuan dari
jemaat nonYahudi di Yunani kepada orang-orang percaya Yahudi yang
menderita di Yerusalem (26).

Kata "bantuan" yang digunakan Paulus dalam suratnya ini
menginformasikan bahwa persembahan yang dia antar mempunyai nilai
yang cukup besar. 2 Korintus 8-9 mencatat secara lengkap rincian
tentang persembahan ini. Melalui informasi ini, Paulus memotivasi
jemaat Roma untuk turut serta meringankan kesulitan
saudara-saudara seiman mereka di Yerusalem.

Melalui persembahan ini Paulus mengingatkan orang-orang percaya
nonYahudi bahwa keselamatan yang mereka miliki datangnya dari
bangsa Israel. Itu sebabnya mereka memiliki kewajiban moral untuk
membantu orang-orang percaya Yahudi yang mengalami penganiayaan
karena iman mereka di dalam Kristus. Orang yang kaya didorong
untuk membantu orang yang berkekurangan, orang yang kuat haruslah
membantu orang yang lemah.

Meskipun berbeda bangsa, orang-orang nonYahudi itu mau menyatakan
kasihnya kepada saudara-saudara mereka yang Yahudi. Sebagai
saudara seiman, mereka memiliki kerinduan untuk bersama-sama
menanggung beban yang saat itu diderita saudara seiman mereka yang
berbangsa Yahudi. Dukungan kasih yang dinyatakan melalui
pengiriman bantuan ini memperlihatkan kesatuan dan ikatan di
antara saudara seiman. Citra Kristus juga nyata di dalamnya.

Hari ini kita diingatkan bahwa di antara saudara seiman memang harus
terdapat kasih. Namun, kasih itu jangan hanya di bibir saja
melainkan harus juga dinyatakan melalui tindakan praktis dan
nyata. Misalnya dengan menyatakan keprihatinan, mendampingi,
menolong, atau memberikan dukungan. Dukungan sekecil apa pun
mempunyai nilai yang besar bagi mereka yang dibantu. Kepedulian
kita setidaknya menunjukkan bahwa kasih di antara saudara-saudara
seiman ada dan sungguh nyata.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/04/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/04/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+15:22-33
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+15:22-33

Roma 15:22-33

22 Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu.
23 Tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di
daerah ini dan karena aku telah beberapa tahun lamanya ingin
mengunjungi kamu,
24 aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di
tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan
aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu.
25 Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk
mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus.
26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk
menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara
orang-orang kudus di Yerusalem.
27 Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah
kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh
bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga
bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi
mereka.
28 Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil
usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke
Spanyol melalui kota kamu.
29 Dan aku tahu, bahwa jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan
melakukannya dengan penuh berkat Kristus.
30 Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku
menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama
dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku,
31 supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea,
dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh
orang-orang kudus di sana,
32 agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah,
beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.
33 Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4589400-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa06

(e-RH) April 12 -- PELAYANAN KASIH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 12 April 2013
Bacaan : Kisah Para Rasul 9:32-43
Setahun: 2 Samuel 3-5
Nats: Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka
menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas
waktu ia masih bersama mereka. (Kisah Para Rasul 9:39)

Judul:

PELAYANAN KASIH

Pernahkah Anda bingung tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk
melayani Tuhan? Anda merasa tidak mampu memimpin kebaktian,
menyanyi, berkhotbah, berdiskusi soal iman, atau menulis artikel
rohani. Tampaknya orang lain dapat melakukan pelayanan jauh lebih
baik daripada Anda. Lalu, Anda pasrah sambil menghibur diri bahwa
Anda memang tidak diberi kemampuan untuk melayani.



Tidaklah demikian dengan Dorkas. Ia seolah tidak perlu berpikir
panjang mengenai pelayanan apa yang dapat ia lakukan. Seluruh
hidupnya adalah pelayanannya. Ia menyatakan kemurahan hatinya kepada
orang miskin (ay. 36). Keterampilannya membuat pakaian diabdikannya
untuk para janda. Semuanya itu ia lakukan dengan kasih yang tulus.
Tidak heran, banyak yang merasa kehilangan dan menangis sedih ketika
ia meninggal. Syukur kepada Tuhan, melalui doa Petrus, Dorkas
dibangkitkan hidup kembali dan nama Tuhan dimuliakan (ay. 41-42).



Melayani Tuhan dapat dilakukan melalui banyak cara. Pelayanan tidak
hanya dilakukan di gereja, tetapi dapat juga di tengah masyarakat.
Tidak pula harus dengan keahlian yang khusus. Apa pun yang kita
lakukan dengan kasih dan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dapat
menjadi pelayanan yang membawa berkat. Memberi tumpangan, melatih
orang cacat, memasak makanan untuk orang telantar, merawat anak
yatim, dan menyekolahkan anak jalanan adalah beberapa contohnya.
Kiranya melalui perbuatan kita, orang mengenal Tuhan kita yang
Mahabaik itu. --HEM

PELAYANAN KITA ADALAH SELURUH HIDUP KITA
YANG KITA DEDIKASIKAN UNTUK MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+9:32-43

Kisah Para Rasul 9:32-43

32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke
mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada
orang-orang kudus yang di Lida.
33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan
tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
34 Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan
engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu
juga bangunlah orang itu.
35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik
kepada Tuhan.
36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa
Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan
memberi sedekah.
37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah
dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa
Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan
permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan
mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan
semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka
menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas
waktu ia masih hidup.
40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan
berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita,
bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat
Petrus, ia bangun lalu duduk.
41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia
memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu
menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi
percaya kepada Tuhan.
43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di
rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+3-5
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+3-5


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

[i-kan-binaguru] tanya no telp Ibu Meilania

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   


Siang Ibu Meilania,

Saya Nelly, GSM dari GKI Wahid Hasyim, bisakah  saya tau no tlp ibu Meilania yang bisa dihubungi? Terima kasih, GBU


Salam,

Nelly


---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

[Bio-Kristi] Edisi 112/April 2013 -- Betty Olsen

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

Bio-Kristi -- Betty Olsen
Edisi 112/April 2013

Salam sejahtera,

Banyak di antara kita yang sering kali memandang rendah pelayanan wanita, baik dalam penginjilan, misi, maupun pengajaran. Padahal, sadar atau tidak, di sekitar kita banyak sekali wanita yang lebih "perkasa" daripada pria, baik dalam hal keberanian, ketegaran, dan semangat dalam pelayanan. Hal ini telah dibuktikan oleh Betty Olsen, wanita yang dapat menjadi inspirasi karena keberaniannya mengorbankan nyawa untuk Kristus melalui pelayanan misi yang dikerjakannya. Dengan membaca riwayat Betty Olsen, kami berharap kesetiaan Anda dalam mengikut Kristus akan semakin bertambah. Selain itu, Anda juga dapat membaca informasi tentang Berita PESTA dalam kolom Stop Press. Pada kesempatan ini, kami juga menginformasikan bahwa mulai bulan April 2013, publikasi Bio-Kristi akan terbit setiap hari Kamis minggu kedua dan keempat. Selamat membaca sajian kami, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi Bio-Kristi,
Doni K.
< doni(at)in-christ.net >
< http://biokristi.sabda.org/ >


RIWAYAT: BETTY OLSEN
(1934 -- 1969) Misionaris Wanita

Meskipun banyak misionaris pergi ke Cina selama abad 19, hanya sedikit misionaris yang memfokuskan pelayanannya ke bagian Indo-Cina -- Vietnam, Laos, dan Kamboja. Baru ketika memasuki abad 20, para misionaris Kristen mulai menjalin persatuan untuk memantapkan pelayanan bersama ke negara-negara itu, dengan didukung oleh lembaga misi yang sudah cukup dikenal saat itu -- The Christian and Missionary Alliance. Pelayanan ini terus berlanjut sampai akhirnya para misionaris dipaksa keluar dari Vietnam pada tahun 1970-an.

Indo-Cina merupakan wilayah yang paling sulit bagi pelayanan misi Kristen. Pada kenyataannya, belum pernah ada misionaris yang melayani di Indo-Cina yang terbebas dari penganiayaan. Sebagai hasilnya, banyak penduduk di Indo-Cina yang bekerja di berbagai instansi dapat mendengar dan menerima berita Injil. Namun demikian, harus diakui bahwa banyak dari mereka yang hidup dalam suasana ketakutan karena perlakukan dari pemerintah yang berkuasa saat itu. Selama masa kolonial Perancis, kegiatan penginjilan dibatasi. Ketika Jepang berkuasa di sana selama Perang Dunia II, para misionaris yang menolak untuk pergi dikumpulkan dan ditahan dalam kamp tawanan.

Perang di Asia diakhiri dengan kalahnya Jepang pada tahun 1945 yang menyebabkan tidak adanya lagi kedamaian di Indo-Cina. Selama 8 tahun, sejak tahun 1946, Ho Chi Minh dan pengikutnya bertempur melawan rezim Perancis yang ada di Vietnam sampai Perancis menarik pasukannya. Namun, kedamaian masih tidak ada di Vietnam. Ketika penduduk Vietnam Utara yang hidup di bawah kekuasaan komunis pindah ke wilayah Selatan, tekanan di wilayah Utara semakin meningkat. Para gerilyawan komunis menyerang penduduk desa, dan pemerintah Saigon mulai bertindak. Masuknya tentara Amerika ke Vietnam mempertajam konflik yang berkembang sehingga menjadi perang besar. Para misionaris Amerika berada dalam bahaya yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Meskipun pasukan Amerika memusatkan perhatian sepenuhnya untuk wilayah Vietnam Selatan, misionaris masih juga menerima pukulan hebat dari para gerilyawan. Aksi tentara Amerika Serikat yang membantu program militer Vietnam Selatan telah menyakiti hati Viet Cong dan pemerintah Hanoi, dan misionaris dianggap sebagai bagian dari konspirasi kapitalis-imperialis yang akan mengatur Indo-Cina. Para misionaris menyadari adanya permusuhan tersebut, dan wilayah-wilayah yang dievakuasi telah terinfiltrasi oleh Viet Kong. Banyak dokter dan tenaga medis yang terlibat dalam pelayanan misi kesehatan di Vietnam mati sebagai martir. Beberapa di antaranya adalah Betty Mitchell, Betty Olsen, Hank Blood, dan Mike Benge.

Menjadi pahlawan misi wanita tampaknya tidak sesuai dengan gambaran diri Betty Olsen. Banyak orang yang telah mengenalnya sejak lama mungkin meragukan kemampuannya untuk terlibat dalam pelayanan misi. Meski demikian, beberapa jam menjelang perayaan Tet (Tahun Monyet yang dipercaya orang Vietnam) pada 30 Januari 1968, ia mempertaruhkan nyawanya saat merawat gadis kecil, Carolyns Griswold, yang terluka parah dan berjuang untuk membawa gadis kecil itu ke rumah sakit. Dan, di bulan-bulan selanjutnya yang cukup meletihkan, Betty Olsen membuktikan dirinya sebagai salah satu pahlawan iman di Vietnam.

Betty berusia 34 tahun saat pembunuhan masal di Banmethuot terjadi. Ia mendaftarkan diri sebagai perawat yang melayani kurang dari tiga tahun bersama The Christian and Missionary Alliance di Vietnam. Pelayanan misionari bukanlah hal yang baru bagi Betty. Ia dibesarkan sebagai seorang anak misionaris di Afrika, dan masa-masa terindahnya dilewatkan di negara ini. Namun, masa kanak-kanaknya dipenuhi juga dengan kekacauan. Ingatan-ingatan tentang masa kecilnya yang terlintas adalah kesibukan orang tuanya dalam pelayanan misi, sehingga sering kali mereka pergi berhari-hari untuk mengunjungi gereja-gereja di Afrika. Saat berumur 8 tahun, Betty bersekolah hanya selama 8 bulan setiap tahunnya, di mana setiap malamnya ia selalu menangis sebelum tidur. Bagi Betty, tinggal di asrama bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Ia memberontak terhadap aturan-aturan dan menolak berteman dengan anak-anak sebayanya. Hal ini disebabkan karena adanya perasaan takut terluka atau kecewa jika nanti harus berpisah. Rasa tidak aman yang dimilikinya pada usia remaja semakin bertambah parah ketika ibunya menderita sakit kanker, dan meninggal menjelang ulang tahun Betty yang ke-17.

Betty menyelesaikan SMU-nya di Amerika Serikat, lalu kembali lagi ke Afrika. Ia masih bergumul dengan perasaan tidak amannya dan mencari perhatian dari ayahnya. Kemudian, ia kembali lagi ke Amerika Serikat untuk mengikuti pelatihan perawat di sebuah rumah sakit di Brooklyn. Setelah itu, Betty mendaftarkan diri ke Nyack Missionary College untuk mempersiapkan kariernya sebagai seorang misionaris.

Meski demikian, Betty masih belum menemukan sukacita sejati. Setelah lulus kuliah tahun 1962, ia tidak diterima untuk melayani di C&MA. Jadi, ia memutuskan kembali ke Afrika untuk melayani bersama ayahnya. Karena banyaknya pemberontakan yang terjadi di Afrika dan juga karena ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan para misionaris lainnya, Betty diminta untuk tidak lagi melayani di tempat itu.

Pada usia 29 tahun, Betty menjadi perawat di Chicago dan benar-benar mengalami depresi rohani. Ia bertemu dengan seorang pria muda yang kehidupan rohaninya mengubah hidup Betty. Pemuda ini, Bill Gothard, aktif melayani para pemuda gereja di wilayah Chicago. Betty menceritakan pergumulannya kepada pemuda ini yang kemudian memberi Betty prinsip-prinsip Alkitab untuk mengatasi pergumulannya tentang hidup kekristenan. Setelah bergumul, Betty akhirnya mengambil keputusan, bahkan mempunyai kerinduan untuk melayani Allah dan menjadi wanita lajang.

Sementara mengikuti konseling, Betty juga menjadi misionaris yang aktif di Vietnam. Konselornya, Bill Gothard, juga mengembangkan pelayanannya dengan mengadakan sebuah seminar yang dikenal dengan nama Institute in Basic Youth Conflicts. Seminar ini diadakan berdasarkan banyaknya pertanyaan dan pergumulan yang dialami Betty.

Di Vietnam, Betty bersama dengan Hank Blood (dari Wycliffe Bible Translator) dan Mike Benge ditangkap oleh pasukan Viet Cong. Ketiganya dipaksa berjalan menembus hutan selama 12 -- 14 jam setiap hari. Mereka menderita demam tetapi tidak mendapatkan pengobatan. Betty adalah yang paling sehat di antara ketiga tawanan itu. Kondisi Mike semakin buruk karena penyakit malaria yang dideritanya, namun ia bisa bertahan. Sedangkan Hank, selain mengalami perlakuan kasar dari para penangkapnya dan perjalanan panjang menembus hutan, penyakit ginjal yang ia derita semakin memperburuk keadaannya. Setelah mengalami lima bulan penderitaan, Hank mengembuskan nafas terakhirnya pada pertengahan Juli.

Betty dan Mike lambat laun mengalami kekurangan gizi. Kondisi kesehatan Betty menurun drastis. Kedua kakinya sangat sulit untuk dipakai berjalan. Setiap kali ia terjatuh, penangkapnya memukul dia. Ia menangis dan memohon kepada penangkapnya agar membiarkan dia mati di hutan. Namun, permohonan itu diabaikan. Kondisinya bertambah buruk dengan penyakit disentri yang dideritanya. Saat Betty berulang tahun yang ke-35, ia mengalami kesakitan yang luar biasa di seluruh tubuhnya sampai tidak bisa berjalan lagi. Dua hari kemudian, Betty meninggal dunia.

Setelah kematian Betty, Mike dibawa ke Hanoi Hilton sebagai tempat penahanannya yang kedua. Pada Januari 1973, setelah hampir lima tahun berada dalam tahanan, Mike dibebaskan. Kemudian, ia menceritakan kepada keluarga Betty Olsen dan Hank Blood tentang perjalanan mengerikan yang mereka alami saat berada di hutan Vietnam. Ia menceritakan bagaimana ketiganya hanya bersandar penuh pada kekuatan Allah. Meskipun kondisi ketiganya tidak terlalu baik, mereka tetap berusaha untuk menguatkan hati orang-orang Kristen lainnya yang juga ditawan. Dalam diri Betty, yang terkenal suka memberontak dan berkata-kata tajam, Mike menjumpai seorang pribadi yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Kasih Kristus yang dimiliki Betty sangat nyata dalam setiap tindakan yang dilakukannya. Sampai akhir hidupnya, Betty tetap mengasihi orang-orang yang telah menahannya dan memperlakukannya dengan kasar.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: e-Misi
Alamat URL: http://misi.sabda.org/betty-olsen-vietnam-martyrs-0
Judul asli artikel: Betty Olsen dan Vietnam Martyrs
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 3 April 2013


TAHUKAH ANDA: SAKSI TERAKHIR

Lima wanita perkasa: Dr. Ardel Vietti, Carolyn Griswold, Ruth Thompson, Ruth Wilting, dan Betty Olsen pergi ke Vietnam. Mereka pergi dengan alasan yang sama: kesadaran akan tugasnya, bukti cinta pada negara, kepercayaan kepada Tuhan, dan kesadaran akan tugas untuk melayani sesama manusia. Kelima wanita tersebut adalah misionaris yang tergabung dalam The Christian and Missionary Alliance (C&MA) di Banmethuot, Vietnam. Selain melayani sebagai misionaris, para wanita ini berjuang agar tetap bertahan selama masa perang. Banyak misionaris C&MA yang terbunuh selama terjadi peperangan sengit dan letusan senjata api di mana-mana. Di antara kelima wanita yang menjadi misionaris, hanya Marie Ziemer yang selamat dengan sedikit luka-luka dan Betty Olsen yang ditangkap hidup-hidup. Betty Olsen dirantai dan dimasukkan ke dalam kandang kecil yang terbuat dari tiang-tiang bambu. Namun demikian, Betty inilah yang telah menyelamatkan hidup seorang tahanan perang yang bernama Michael Benge. Peranan Betty di tengah-tengah para tawanan perang cukup besar. Karena pelayanannya sebagai misionaris dan perawat inilah, Betty dikenang hingga sekarang. (t/S. Setyawati)

Sumber: http://www.alliancelife.org/article.php?id=402


STOP PRESS: BERITA SEPUTAR PENDIDIKAN ELEKTRONIK STUDI TEOLOGI AWAM (PESTA) DARI YLSA

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > membuka program Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA). Program PESTA < http://pesta.org > terbuka bagi mereka yang rindu belajar firman Tuhan lebih mendalam tanpa dibatasi waktu dan tempat. Program PESTA ditujukan khusus bagi mereka yang tidak mengikuti pendidikan formal di sekolah teologi.

Anda tertarik untuk tahu lebih dalam tentang program PESTA? Anda memerlukan lebih banyak informasi kegiatan-kegiatan pembelajaran dalam program PESTA?

Segera daftarkan diri Anda sebagai pelanggan Berita PESTA! Melalui Berita PESTA, Anda dapat menyimak perkembangan terbaru kegiataan pelaksanaan kelas, info Klub e-Buku di Facebook, dan juga artikel-artikel yang alkitabiah. Cara berlangganan sangat mudah dan GRATIS! Kirimkan email Anda ke < subscribe-i-kan-berita-pesta(at)hub.xc.org > atau ke < pesta(at)sabda.org >.

Dapatkan arsip Berita PESTA sejak tahun 2005 di: < http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/arsip/ >


Kontak: biografi(at)sabda.org
Redaksi: Doni K., Sigit, dan S. Setyawati
Berlangganan: subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/Bio-Kristi/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

Wednesday, April 10, 2013

BULETIN DOA - Edisi April 2013, Vol.05 No.76 -- Kuasa Doa (1)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

BULETIN DOA -- Kuasa Doa (1)
Edisi April 2013, Vol.05 No.76

Shalom,

Kita sudah sering melakukan doa pribadi sebagai bagian dari hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Dan, memang doa pribadi penting untuk menguatkan roh kita. Namun, ada doa yang juga tidak kalah penting, yaitu doa bersama dengan saudara seiman yang dilakukan dengan satu hati. Doa ini mendatangkan kesatuan, melatih semua orang yang terlibat untuk tidak mementingkan diri sendiri, tetapi lebih mementingkan kepentingan bersama untuk dibawa dalam doa. Doa yang dilakukan secara bersama-sama memiliki kuasa untuk mendatangkan mukjizat yang lebih besar. Maka dari itu, marilah kita mengembangkan kehidupan doa yang bersatu.

Redaksi Tamu e-Doa,
Yusak
< http://doa.sabda.org >


ARTIKEL DOA: KUASA DOA YANG BERSATU (MATIUS 18:19-20)

Salah satu pelajaran awal yang diberikan oleh Tuhan di sekolah doa-Nya adalah tidak berdoa secara terbuka di depan orang. Masuklah ke dalam kamarmu dan berjumpalah secara pribadi dengan Bapa. Setelah Ia selesai mengajar kita bahwa doa merupakan hubungan seseorang secara pribadi dengan Allah, Ia juga mengajarkan bahwa kita memerlukan kesatuan doa yang didoakan di depan umum. Ia memberi kita sebuah janji yang sangat khusus untuk kesatuan doa yang dinaikkan oleh dua atau tiga orang yang sepakat dalam permohonan mereka. Seperti sebuah pohon yang akarnya tersembunyi di dalam tanah dan batangnya menjulang menghadap cahaya matahari, demikianlah doa membutuhkan kerahasiaan, di mana satu jiwa bertemu dengan Tuhan sendirian dan juga persekutuan dengan orang-orang yang menemukan sebuah tempat berkumpul di dalam nama Yesus.

Alasan mengapa hal berdoa harus seperti demikian adalah karena ikatan yang mempersatukan seorang manusia dengan sesamanya tidak lebih rendah daripada ikatan yang mempersatukannya dengan Tuhan: Dia menjadi satu dengan mereka. Anugerah yang kita terima tidak hanya memperbarui hubungan kita dengan Tuhan saja, tetapi juga hubungan kita dengan sesama. Kita tidak hanya belajar berkata, "Bapaku." Adalah sebuah hal yang aneh apabila anak-anak dalam sebuah keluarga bertemu dengan ayahnya secara sendiri-sendiri, tanpa pernah mengungkapkan kasih mereka secara bersama-sama. Orang-orang percaya bukan hanya sebuah anggota dari satu keluarga saja, tetapi juga anggota dari satu tubuh. Sama seperti anggota tubuh yang saling bergantung satu dengan yang lainnya, jangkauan Roh Kudus untuk tinggal di dalam tubuh itu bergantung pada kesatuan dan kerja sama setiap orang. Orang-orang Kristen tidak dapat menerima berkat secara penuh dari Allah, yang telah siap untuk menganugerahkan berkat itu melalui Roh Kudus, sampai mereka mencari dan menerimanya dalam persekutuan seorang dengan yang lain.

Elemen-elemen dari kesatuan doa yang benar diberikan kepada kita di dalam kalimat di atas. Pertama adalah permohonan yang dinaikkan. Tidak cukup apabila kita hanya menyetujui apa yang orang lain mohonkan. Objek doa seharusnya adalah sesuatu yang khusus, jelas, dan merupakan keinginan bersama. Perjanjiannya haruslah seperti di dalam doa-doa yang lain, di dalam roh dan kebenaran. Dalam persetujuan seperti itu, kita dapat melihat apa yang kita doakan itu dengan sangat jelas. Kita dapat mengetahui apakah kita dapat meminta hal itu dengan penuh keyakinan sesuai dengan kehendak Allah, dan dapat mengetahui apakah kita siap untuk percaya bahwa kita telah menerimanya.

Kedua adalah berkumpul di dalam nama Yesus. Tuhan mengajarkan bahwa nama-Nya harus menjadi pusat dari doa dan pengikat dari persatuan itu, yang membuat umatnya bersatu, sama seperti sebuah rumah yang menampung dan menyatukan orang-orang di dalamnya (Amsal 18:10). Nama itu adalah sesuatu yang nyata bagi mereka yang mengerti dan percaya bahwa berkumpul di dalam nama itu berarti mengundang-Nya untuk hadir. Yesus sangat tertarik dengan kasih dan persatuan murid-murid-Nya (Matius 18:20). Kehadiran Yesus, yang hidup melalui persekutuan para murid yang penuh kasih, memberi kekuatan pada kesatuan doa.

Ketiga adalah sebuah jawaban pasti: "... permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga". Walaupun pertemuan doa untuk meneguhkan persekutuan religius atau demi kemajuan rohani mempunyai manfaat, tetapi itu bukanlah tujuan Tuhan memerintahkannya kepada kita. Ia memerintahkan hal itu kepada kita supaya kita bisa mendapatkan jawaban doa yang khusus. Pertemuan doa tanpa jawaban doa yang dikenal harus dikecualikan dari peraturan-peraturan tadi. Saat kita merasa terlalu lemah untuk menggunakan iman seperti yang seharusnya untuk mendapat sebuah keinginan yang jelas, kita harus mencari kekuatan melalui bantuan orang lain. Di dalam kesatuan iman, kasih, dan Roh Kudus, kuasa nama dan kehadiran Yesus Kristus dapat bekerja lebih leluasa dan jawaban doa datang lebih pasti. Bukti bahwa kesatuan doa adalah buah -- jawaban adalah diterimanya hal-hal yang kita minta.

Benar-benar merupakan kehormatan yang luar biasa! Benar-benar kuasa yang mengagumkan! Siapa yang akan mempertanyakan berkat apa yang dapat diterima

jika sepasang suami istri tahu apabila mereka bersatu di dalam nama Yesus, mengalami hadirat-Nya dan kuasa kesatuan doa (1 Petrus 3);

jika para sahabat menyadari bahwa betapa besarnya pertolongan yang mereka berikan lewat dua atau tiga orang yang berdoa dengan terencana;

jika dalam setiap pertemuan doa, prinsip-prinsip untuk datang bersama ke dalam nama-Nya, beriman kepada hadirat-Nya, dan menanti-nantikan jawaban dari-Nya adalah menjadi yang terutama;

jika dalam persatuan gereja-gereja, doa yang efektif dianggap sebagai tujuan utama mereka dikumpulkan;

jika dalam gereja universal, kedatangan Kerajaan Allah dan Sang Raja sendiri adalah doa yang tak henti-hentinya dinaikkan, sebuah seruan yang bersatu kepada Allah?

Rasul Paulus memiliki iman yang besar kepada kuasa doa yang bersatu (Roma 15:30). Ia mengharapkan jawaban untuk menjauhkannya dari musuh-musuhnya dan dapat berhasil dalam pelayanannya (2 Korintus 1:11). Ia berharap doa-doa mereka memiliki bagiannya dalam meluputkan dirinya (Efesus 6:18-19). Paulus membuat kekuatan dan keberhasilan pelayanannya bergantung pada doa-doa mereka. Kepada jemaat di Filipi, ia berharap pencobaannya akan menjadi keselamatan baginya dan menjadi jalan bagi kemajuan Injil (Filipi 1:19). Ia juga memberi tahu jemaat di Kolose dan di Tesalonika untuk terus-menerus berdoa baginya (Kolose 4:3; 2 Tesalonika 3:1-2).

Dengan jelas terlihat bahwa Paulus memandang dirinya sebagai anggota tubuh Kristus yang bergantung pada simpati dan kerja sama tubuh itu. Ia bergantung pada doa-doa dari jemaat-jemaat ini untuk meraih apa yang, jika tanpa doa mereka itu, tidak akan dapat diterimanya. Doa-doa dari segenap jemaat itu dianggapnya faktor yang nyata di dalam pelayanan demi Kerajaan sebagai kuasa Allah.

Siapa yang akan mempertanyakan kuasa apa yang dapat dikembangkan dan diterapkan oleh gereja jika mereka memikul tanggung jawab untuk melayani dan berdoa siang dan malam demi kedatangan Kerajaan Allah, kuasa Allah, atau demi keselamatan jiwa-jiwa? Kebanyakan gereja berpikir bahwa anggota mereka berkumpul hanya untuk saling memperhatikan dan mendorong. Mereka tidak tahu bahwa Tuhan mengatur dunia ini lewat doa-doa umat-Nya, doa itu merupakan kuasa yang olehnya setan telah ditaklukkan, dan melalui kuasa doa, gereja-Nya di bumi juga mendapat akses kepada kuasa surgawi. Mereka tidak ingat bahwa Yesus, melalui janji-Nya, telah membuat semua pertemuan dalam nama-Nya sebagai sebuah jembatan ke surga, di mana hadirat-Nya dapat dirasakan dan kuasa-Nya dialami lewat pemenuhan keinginan mereka oleh Bapa.

Tuhan Ajarlah Kami Berdoa

Terpujilah Tuhan! Engkau meminta dengan sangat untuk kesatuan umat-Mu. Ajarlah kami untuk mendorong kesatuan kami dengan janji-Mu yang berharga itu, menurut kesatuan doa. Tunjukkan kepada kami bagaimana cara untuk bersatu di dalam kasih dan keinginan kami, sehingga hadirat-Mu ada dalam iman kami akan jawaban Allah.

Ya Bapa, kami berdoa untuk kelompok kecil orang-orang yang berkumpul bersama sehingga mereka dapat menjadi satu. Hilangkanlah segala pementingan diri sendiri dan tujuan pribadi, segala kesempitan hati dan kerenggangan yang mencegah mereka untuk menjadi satu. Usirlah roh duniawi dan kedagingan yang dapat menghilangkan kuasa janji-Mu. Biarlah pemikiran tentang hadirat-Mu dan pertolongan Bapa membawa kami untuk semakin dekat satu dengan yang lain.

Berikanlah rasa percaya, khususnya kepada gereja-Mu, bahwa melalui kesatuan doa, gereja-Mu ini dapat mengikat dan melepaskan apa yang ada di surga, mengusir setan, menyelamatkan jiwa-jiwa, memindahkan gunung, dan mempercepat kedatangan Kerajaan-Mu. Berikanlah juga karunia kepada kelompok doaku agar dapat berdoa dengan lebih berkuasa sehingga melalui doa kami, nama dan firman-Mu dimuliakan. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disunting dari:
Judul buku: With Christ in the School of Prayer
Judul asli artikel: The Power of United Prayer
Penulis: Andrew Murray
Penerbit: Whitaker House
Halaman: 111 -- 117


STOP PRESS: PEMBUKAAN KELAS PESTA GURU SEKOLAH MINGGU (GSM) PERIODE JULI/AGUSTUS 2013

Anda guru sekolah minggu? Anda terbeban dalam pelayanan anak? Anda ingin terus diperlengkapi dalam melayani di sekolah minggu? Anda rindu mengembangkan talenta Anda dalam bidang pelayanan anak untuk kemuliaan nama Tuhan?

Yayasan Lembaga SABDA kembali membuka kelas Guru Sekolah Minggu (GSM) periode Juli/Agustus 2013 melalui program Pendidikan Studi Teologi Awam (PESTA) bagi Anda yang terlibat dan terbeban dalam pelayanan anak. Diskusi akan dilakukan melalui milis diskusi (email) dan akan berlangsung mulai tanggal 15 Juli -- 23 Agustus 2013.

Daftarkanlah diri Anda sekarang juga ke Admin PESTA di < kusuma(at)in-christ.net >. Pendaftaran ditutup pada tanggal 10 Juni 2013. Jangan lewatkan kesempatan ini karena kelas terbatas hanya untuk 20 orang peserta saja. Tidak dipungut biaya!

Untuk melihat materi yang akan dipelajari dalam kelas PESTA GSM ini, silakan mengakses URL berikut ini.

==> http://pesta.sabda.org/gsm_sil


Kontak: doa(at)sabda.org
Redaksi: N. Risanti, Ryan, Sigit, dan Novita Y.
Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-doa/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

TRS: (e-SH) 11 April -- Roma 15:14-21 - Fokus dan fokus

----Email Diteruskan----
Dari: sh@sabda.org
Kepada: i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
Email Keluar: Rab, 10 Apr 2013 08:10 Waktu Terang Hari Pasifik
Judul: (e-SH) 11 April -- Roma 15:14-21 - Fokus dan fokus

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 11 April 2013
Ayat SH: Roma 15:14-21

Judul: Fokus dan fokus

Dari Yerusalem sampai ke Ilirikum, Injil Kristus (19) telah
diberitakan oleh Rasul Paulus. Pemberitaan ini merupakan hasil
pemahaman Paulus akan esensinya sebagai rasul bahwa Tuhan
memberinya kasih karunia untuk menjadi pelayan Kristus bagi
bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ia mengemban tugas imam dalam
mewartakan Injil Allah supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi diterima
oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, serta
yang disucikan oleh Roh Kudus (15-16). Itu sebabnya Paulus tidak
melakukan penginjilan ke Roma, karena sudah ada Petrus di sana.

Paulus tidak mau membangun di atas dasar yang telah didirikan oleh
orang lain (20). Ini bukan karena menghindari persaingan,
melainkan agar daerah-daerah lain yang belum tersentuh oleh Injil
dapat dijangkau juga. Paulus memang fokus pada panggilan untuk
menjangkau bangsa-bangsa bukan Yahudi. Kesadaran akan panggilan
itulah yang membuat Paulus memusatkan pikiran, usaha, dan
kekuatannya untuk memenuhi panggilan yang telah dia terima.

Sejarah mencatat bahwa banyak gereja yang berhasil didirikan oleh
Paulus, serta banyak jiwa yang dia menangkan. Jemaat Korintus,
Efesus, Galatia, Filipi, Kolose, dan Tesalonika merupakan
jemaat-jemaat hasil penginjilan Paulus. Tidak sedikit pula orang
yang bertobat oleh pelayanannya, lalu menjadi murid dan kemudian
meneruskan pelayanannya. Misalnya Timotius dan Titus.

Dimulai dari Yerusalem, Paulus memulai penginjilannya dengan
berkeliling ke Asia Kecil, Makedonia, Yunani, dan bahkan ke
Ilirikum. Wilayah yang Paulus kunjungi mempunyai rentang jarak
sejauh 1.400 mil. Paulus juga memberdayakan para pemimpin gereja
lokal untuk menginjili ke wilayah-wilayah sekitar.

Fokus, fokus, dan fokus. Tanpa mengecilkan arti penyertaan Roh Kudus,
fokus merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan
panggilan Tuhan. Tidak ada pekerjaan, sekecil apa pun, yang bisa
terselesaikan bila kita tidak fokus untuk menyelesaikan pekerjaan
tersebut.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2013/04/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2013/04/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+15:14-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+15:14-21

Roma 15:14-21

14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa
kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala
pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah
kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis
kepadamu untuk mengingatkan kamu,
16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi
bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil
Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah
sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh
Roh Kudus.
17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi
Allah.
18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang
lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku,
yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh
perkataan dan perbuatan,
19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh.
Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke
Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.
20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku,
bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama
Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas
dasar, yang telah diletakkan orang lain,
21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah
menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang
tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai [joniwawohsh@yahoo.co.id] Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke leave-4588757-3614064.d072cab08d52f96c55247b7c5faa061

(e-RH) April 11 -- AMARAH KEPITING

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 11 April 2013
Bacaan : Pengkhotbah 7:8-14
Setahun: 2 Samuel 1-2
Nats: Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap
dalam dada orang bodoh (Pengkhotbah 7:9)

Judul:

AMARAH KEPITING

Ketika air laut sedang surut, banyak anak menangkap kepiting kecil
di tepi Pantai Belawan, Sumatera Utara. Anak-anak itu memegang
setangkai kayu pendek dengan seutas tali pancing pendek. Sebuah batu
atau kayu yang sangat kecil diikatkan di ujung tali pancing. Mereka
menyentuhkannya kepada kepiting yang sedang mengintip dari
rongga-rongga pasir yang kering. Biasanya kepiting itu akan marah,
lalu menjepit batu atau kayu kecil itu. Itulah saat yang ditunggu
anak-anak itu. Mereka menarik kayunya dan memasukkan kepiting itu ke
dalam ember atau wadah penampung lainnya. Kepiting itu akan menjadi
mainan mereka atau kemudian dijual seharga Rp500,00 kepada anak
lain. Amarah telah mencelakakan si kepiting.



Banyak hal yang dapat memancing amarah kita dan menguras persediaan
kesabaran kita. Namun, kemarahan seringkali membuat seseorang
bertindak dengan tidak bijaksana. Ketika kita marah, emosi negatif
akan mendominasi perasaan kita dan menuntut pelampiasan yang
sepadan. Ketika melampiaskannya, mungkin kita merasakan kepuasan
sesaat, namun setelah itu kita dirundung oleh penyesalan dan rasa
bersalah. Kadang-kadang, amarah bahkan bisa mencelakakan kita.



Untuk dapat meredam amarah, kita perlu melatih dan memelihara
kesabaran. Bukan berarti kita tidak boleh marah, namun emosi kita
semestinya tidak lekas terpancing. Kita juga perlu belajar untuk
marah pada saat yang tepat dan memberikan respon dengan cara yang
benar sehingga kita tidak perlu menyesalinya kemudian. --HT

AKAN SELALU ADA PERKARA YANG MEMANCING KEMARAHAN KITA,
NAMUN KITA DAPAT MEMILIH UNTUK TIDAK MENANGGAPINYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/04/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/04/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Pengkhotbah+7:8-14

Pengkhotbah 7:8-14

8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar
lebih baik dari pada tinggi hati.
9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap
dalam dada orang bodoh.
10 Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada
zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau
menanyakan hal itu.
11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu
keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan
beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup
pemilik-pemiliknya.
13 Perhatikanlah pekerjaan Allah[1:17438]! Siapakah dapat
meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?
14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah,
bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari
mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai
masa depannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+1-2
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/2+Samuel+1-2


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tuesday, April 9, 2013

[i-kan-kisah] [KISAH] Edisi 322 -- Orang Keempat dalam Dapur Perapian

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KISAH -- Orang Keempat dalam Dapur Perapian
Edisi 322, 10 April 2013

Salam kasih,

Memberitakan Injil sama sekali bukanlah tugas yang menjanjikan keamanan dan kenyamanan secara manusiawi. Kisah Para Rasul dan kisah Tuhan Yesus sendiri menjadi bukti betapa berbahayanya tugas memberitakan Kabar Keselamatan itu. "Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala" merupakan ilustrasi yang tepat dari Tuhan Yesus untuk menggambarkan situasi yang akan dihadapi oleh para pengikutnya. Namun, janji Yesus, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" menjadi suatu pernyataan yang menegaskan bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita dalam tugas berbahaya ini. Dan, melalui Sajid Masih, tokoh KISAH pada edisi kali ini, membuktikan bahwa Yesus memang dekat dan senantiasa menyertai. Selamat menyimak!

Staf Redaksi KISAH,
N. Risanti
< http://kesaksian.sabda.org/ >


ORANG KEEMPAT DALAM DAPUR PERAPIAN

Sajid Masih, penginjil yang berusia 27 tahun, naik ke sebuah bis yang akan membawa ke tempat pelayanan misi. Ia menuju ke wilayah yang didominasi oleh orang-orang "agama lain" garis keras.

Ketika bis membawanya menuju bahaya dan masa depan yang tidak menentu, Sajid kembali membayangkan sebuah penglihatan yang ia alami sewaktu ia masih bersekolah Alkitab. Dalam penglihatan itu, ia melihat salah satu kota besar di Pakistan pada masa depan, dengan pintu besar kota yang terbuka. Sajid mengatakan ia percaya bahwa penglihatan itu adalah cara Tuhan memberikan tanda padanya, bahwa Dia akan memimpinnya ke arah yang baru dan membuka pintu-pintu baru untuknya dalam mengabarkan Injil di kota-kota besar Pakistan.

Dalam sepuluh tahun mengikuti petunjuk penglihatan itu, Sajid telah membawa banyak orang Pakistan kepada Kristus. Sebagian besar orang yang ia temui terbuka pada Injil, dan bahkan beberapa dari mereka mengalami mukjizat kesembuhan melalui pelayanannya.

Sekarang, ketika ia berjalan ke arah petualangan yang baru, Sajid mulai bersahabat dengan beberapa penumpang yang duduk di dekatnya dan mulai menceritakan kepada mereka tentang Yesus. Mereka tertarik untuk mendengar lebih banyak, tetapi seorang pria berjenggot yang duduk di belakang Sajid mulai berdebat dengannya.

"Kamu orang Kristen tidak pernah menganggap nabi kami, jadi mengapa kami harus mendengarkan kamu berbicara tentang Alkitab?" teriak pria ini.

"Tenang Pak, kata Sajid, di Alkitab kami tidak ada satu ayat pun yang mengatakan tentang nabi Bapak."

"Nabi kami tercatat di Alkitabmu," kata pria ini bersikeras, "Tetapi kalian orang-orang Kristen tidak mau menerimanya, jadi kalian mengubah isi kitab kalian sesuka hati." Sajid tidak membalas ucapan pria ini lagi. Ia tahu tidak ada gunanya berdebat dengan orang yang sedang marah.

Perjalanan panjang dalam bis akhirnya berakhir tidak lama setelah matahari terbenam. Setelah Sajid turun dari bis, sekitar dua belas orang sudah mengepungnya. Mereka mengeroyok Sajid, menutup kedua matanya dengan kain hitam dan melemparnya ke dalam kursi belakang sebuah mobil. Dua puluh lima menit kemudian, mereka tiba di sebuah rumah tertutup. Mereka membawanya masuk ke sebuah kamar untuk ditanyai.

"Kamu siapa?" tanya mereka dengan kasarnya. "Apakah kamu seorang penginjil? Apakah kamu membuat orang-orang "agama lain" murtad? Dari organisasi mana kamu diutus?"

Sajid terdiam dalam ketakutan, tetapi orang yang menganiayanya mengancam akan membunuhnya jika ia tidak menjawab pertanyaan mereka. "Aku katakan sejujurnya," kata Sajid, "Aku adalah utusan Tuhan." "Jika kamu masih sayang dengan nyawamu, kamu harus menyangkal imanmu dan menjadi agama lain," kata orang-orang ini. "Jika kamu tidak menurut pada kami, kami akan menyiksamu dan dalam 30 menit keinginan besarmu dalam penginjilan akan hilang."

"Aku sudah siap menerima apa pun yang kamu ingin lakukan padaku," jawab Sajid. "Aku siap mati untuk Yesus dan hasratku untuk melayani Dia tidak akan luntur, apa pun yang terjadi padaku."

Para penculik Sajid membawanya keluar, mengikat tangan Sajid ke belakang, dan memaksanya berdiri di atas balok es dengan tubuh yang bersandar pada sebuah pohon. Mereka mengikat tubuhnya ke pohon supaya dia tidak bisa melarikan diri. Setelah empat jam berdiri di atas balok es, kaki Sajid mulai mengalami kebekuan yang menusuk. Ia tidak dapat bertahan lagi dan berseru kepada Tuhan Yesus meminta pertolongan. "Tiba-tiba, aku mendapatkan penglihatan seorang malaikat yang bercahaya terang muncul di depanku," kata Sajid. Sakit yang menusuk makin mereda dan dia dikuatkan. Dalam keadaan seperti itu, Sajid memutuskan untuk menyanyikan beberapa lagu pujian, walaupun ada kemungkinan orang-orang yang menculiknya makin marah mendengar dia bernyanyi. Kemudian, Sajid jatuh pingsan. Ketika terbangun pada pukul 03.00 pagi, Sajid menyadari bahwa ia dibuang di dalam selokan di pinggir jalan. Dompet dan sebuah buku berbahasa Ibrani yang selalu dibawanya tercecer di sampingnya.

Seorang pejalan kaki membawa Sajid ke sebuah hotel setempat, tempat ia tinggal selama tiga hari di sana. Di hotel itu, ia bisa beristirahat lebih lama dan mendapatkan perawatan medis.

Ia mengatakan bahwa walaupun pencobaan yang dialaminya sulit, ia merasakan bahwa Yesus sangat dekat dengannya. "Ketika kita menderita dan menghadapi masalah, Yesus datang sangat dekat dengan kita," katanya. Sama seperti ketika "orang keempat" muncul bersama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di dalam dapur perapian, Yesus juga hadir bersama Sajid di tengah-tengah penderitaannya.

Ketika Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dibebaskan dari dapur perapian, Raja Nebukadnezar berkata, "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Ia telah mengutus malaikat-Nya melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja dan menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka." (Daniel 3:28)

Seperti tiga orang dalam Daniel pasal 3, Kazim, Nadia, dan Sajid menyerahkan tubuh mereka, dengan rela menghadapi siksaan fisik dan perasaan supaya mereka tidak menyembah allah lain kecuali Tuhan mereka. Kesaksian dan keberanian mereka menginspirasi kita. Kami bersyukur atas kebebasan mereka dari dapur perapian Pakistan. Berdoalah supaya Tuhan terus memakai mereka lebih hebat lagi.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama buletin: Kasih Dalam Perbuatan, Edisi November - Desember 2012
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Surabaya 2012
Halaman: 6 -- 7


POKOK DOA

1. Mengucap syukur kepada Tuhan Yesus untuk karya dan pewartaan para penginjil dan misionaris di berbagai belahan dunia dalam memberitakan Kabar Keselamatan.

2. Mohonlah kepada Tuhan Yesus dalam doa bagi penginjil dan misionaris di berbagai tempat di seluruh dunia yang mengalami penderitaan dan aniaya. Biarlah Tuhan senantiasa menyertai dan memberi kekuatan ketika mereka menjalankan tugasnya.

3. Berdoalah agar setiap kita mengerti dan percaya bahwa tangan Tuhan akan senantiasa memegang dan menguatkan umat-Nya di tengah situasi yang sulit dan menekan.


"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 10:32-33)
< http://alkitab.sabda.org/?Matius+10:32-33 >


STOP PRESS: PUBLIKASI E-DOA: MELENGKAPI PENDOA KRISTEN

Apakah Anda seorang pendoa? Anda membutuhkan sumber-sumber bahan untuk melengkapi pelayanan doa Anda? Anda membutuhkan pokok-pokok doa setiap hari?

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > menerbitkan Publikasi e-Doa < http://sabda.org/publikasi/e-doa/arsip/ > untuk memperlengkapi pelayanan doa Anda. Dapatkan berbagai renungan, artikel, kesaksian, dan inspirasi dari tokoh-tokoh pendoa dalam e-Doa. Publikasi e-Doa rindu untuk memperkaya pendoa Kristen Indonesia dalam kehidupan rohani, memberikan memberikan inspirasi, dan penguatan iman.

Cara berlangganan mudah dan GRATIS! Kirimkan alamat e-mail Anda ke: < doa(at)sabda.org > atau < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org > Dengan menjadi pelanggan e-DOA, otomatis Anda telah menjadi pelanggan untuk pokok-pokok doa dari Open Doors, 40 Hari Doa bagi Bangsa-Bangsa, dan Kalender Doa SABDA (KADOS). Bergabunglah sekarang juga!

Untuk mendapatkan bahan-bahan yang lebih lengkap, kunjungi situs Doa di: < http://doa.sabda.org >


Kontak: kisah(at)sabda.org
Redaksi: Sigit, Doni K., dan N. Risanti
Berlangganan: subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kisah/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

[i-kan-binaguru] Renungan harian untuk bayi, batita dan balita

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   
Shalom... selamat pagi rekan-rekan milis yang terkasih dalam Kristus
 
Saya membutuhkan informasi mengenai renungan harian untuk bayi/batita/balita...
 
Bulan februari yang lalu saya men download renungan bayi/batita/balita edisi tahun 2011 dari website kega lalu saya copy dan bagikan di kelas bayi/batita/balita sebagai renungan bulan februari dan maret 2013.... akhir maret lalu saya sepertinya kehilangan jejak dimana saya bisa mendownload lagi karena tampilan website sudah berubah dan tidak ada tampilan file renungan harian  bayi/batita/balita tahun lama... saya sangat memerlukan sekali untuk bulan april dan seterusnya....
 
mohon bantuan informasi dari rekan-rekan mengenai bahan renungan bayi/batita/balita yang bisa saya pakai / download... khususnya rekan-rekan yang mungkin kenal dengan pengelola website kega....
 
terima kasih atas bantuan rekan-rekan... Tuhan Membalas berlipat kali ganda... Amin. 
 
 
 
---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

[i-kan-binaanak] [e-BinaAnak] Edisi 631/April 2013 -- Pembinaan Karakter Anak Usia Dini (II)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaAnak -- Pembinaan Karakter Anak Usia Dini (II)
631/April/II/2013

Salam damai Kristus,

Salah satu karakter yang harus dimiliki oleh anak-anak adalah "taat". Dalam Kisah Para Rasul 5:29 dikatakan, "... Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia." Untuk itu, guru sekolah minggu harus mengajarkan kepada anak-anak layan, bagaimana hidup taat pada Allah. Melalui bahan mengajar dalam edisi ini, kami menyajikan kisah Adam dan Hawa dalam taman Eden, yang dapat menjadi refleksi bagi kita semua akan pentingnya ketaatan pada Allah.

Selain itu, beberapa Sahabat Facebook e-BinaAnak juga berbagi berkat mengenai cara membina karakter anak usia dini, yang bisa Anda baca di kolom Sua Pelayan Anak. Silakan menyimak sajian e-BinaAnak, Tuhan memberkati pelayanan kita semua.

Staf Redaksi e-BinaAnak,
Santi T.
< http://pepak.sabda.org/>


Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. (Amsal 29:17)
< http://alkitab.mobi/?amsal+29:17 >


BAHAN MENGAJAR: ADAM DAN HAWA TIDAK TAAT

Bahan Alkitab: Kejadian 2:15-18; 3:1-24

Tujuan: Menolong anak-anak untuk:
1. Mengetahui bahwa Tuhan menyenangi anak-anak yang taat, tetapi menghukum mereka yang tidak taat.
2. Bersikap mau dan berani mengakui kesalahan.
3. Mengucap syukur atas pengampunan setelah memintanya kepada Tuhan.

Tafsiran:

Dalam Kejadian 2:15-17 manusia ditempatkan di bawah ujian: kemerdekaan disertai syarat harus setia dan taat. Di tengah-tengah segala perlengkapan yang diberikan Tuhan kepada mereka, diberikan pula suatu larangan, dan larangan itulah yang merupakan ujian. Hawa diperdayakan ular, dan ia makan buah yang tidak boleh dimakannya. Kemudian, ia bertindak sebagai penggoda pula. Menurut pikirannya, ia bebas dan merdeka, tetapi ia telah menjadi budak Iblis yang kemudian diperalat untuk menggoda Adam, suaminya (baca 1 Timotius 2:14). Laki-laki itupun memakannya dan turut jatuh ke dalam dosa.

Biasanya, sebelum dosa itu terjadi, terlihat sangat menarik, tetapi segera sesudah perbuatan itu dilakukan, datanglah kesadaran yang disertai perasaan kaget.

Demikian juga halnya Adam dan Hawa di taman Firdaus, sesudah mereka memakan buah itu, terlihatlah oleh mereka bahwa mereka itu telanjang; timbullah dalam hati mereka perasaan malu. Mereka malu satu dengan yang lain, masing-masing merasa dirinya bersalah. Manusia itu merasa seluruh hidupnya berubah sesudah memakan buah itu; kesempurnaan pada mereka hilang, hatinya tidak tenang lagi, dan damai telah lenyap.

BAHAN PENUNJANG

Ayat hafalan: Kisah Para Rasul 5:29

"Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia."

Tulislah ayat ini pada papan tulis sebagai berikut:
Kita harus lebih taat kepada Allah.
Saya harus lebih taat kepada Allah.
... harus lebih taat kepada Allah.

Alat peraga:
Berlatihlah untuk membuat lukisan dengan cepat pada papan tulis, yang menggambarkan taman serta pohon di tengahnya. Gambar tentang jatuhnya manusia ke dalam dosa sebagai berikut:

Nyanyian:
"Ajarlah 'Ku, Tuhan" - Puji Tuhan no. 80

DALAM KEBAKTIAN

1. Pengarahan

2. Ayat hafalan:

a. GSM membimbing anak-anak membaca Kisah Para Rasul 5:29, kemudian menjelaskan arti 'taat' dengan bahasa anak-anak atau dengan contoh-contoh sederhana.

b. Perlihatkan tulisan pada papan tulis, lalu bacalah bersama-sama. Ulangi sekali lagi, gantilah kata 'kita' dengan kata 'saya'. Sekarang, gantilah 'saya' dengan nama anak masing-masing, lalu bacalah beberapa kali.

c. Hafalkan bersama-sama.

3. Permainan:
Adakan permainan di mana anak-anak harus menaati apa yang diperintahkan. Sebaiknya, yang diperintahkan itu adalah hal-hal yang menolong atau menyatakan perhatian kepada orang lain.

INTI PELAJARAN

Pendahuluan:
Adam tinggal di sebuah taman buatan Tuhan, taman Eden namanya. Taman itu indah sekali, lagi pula penuh dengan pohon-pohon yang berbuah lebat.

Suatu hari, Tuhan menunjukkan kepada Adam sebuah pohon yang letaknya di tengah-tengah taman itu.

Tuhan berkata, "Adam, semua pohon dalam taman ini boleh engkau makan buahnya. Namun pohon yang satu ini, yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat, sekali-kali jangan engkau makan buahnya. Karena engkau akan mati bila memakannya."

Adam mendengar dan mengerti apa yang Tuhan perintahkan. Setiap kali ia melihat pohon itu, ia teringat akan perintah Tuhan kepadanya.

Teman Adam

Meskipun dikelilingi oleh banyak pohon dan binatang, Adam merasa kesepian. Oleh karena itu, Allah membuat seorang manusia lagi sebagai teman Adam.

Tahukah kamu, siapa yang Tuhan ciptakan? Tuhan membuat seorang wanita. Adam gembira sekali dan menamai wanita itu Hawa. Mereka berdua hidup dengan sangat senang dalam taman Eden.

Godaan Terhadap Hawa

Pada suatu hari, ketika Hawa berjalan-jalan di taman, dihampirinya pohon pengetahuan baik dan jahat di tengah taman itu. (GSM melukis di papan tulis.)

Masih ingatkah kamu akan apa yang Tuhan katakan mengenai pohon ini? Tuhan melarang Adam dan Hawa memakan buahnya.

Ketika Hawa berdiri dekat pohon, didengarnya suara yang berkata, "Tentunya Allah melarang engkau memakan buah dari semua pohon dalam taman ini, bukan?"

Hawa sangat terkejut. Suara itu bukan suara Allah atau suara Adam, jadi suara siapa? Dilihatnya ada seekor ular, rupanya ular itulah yang berkata-kata.

Jawab Hawa, "Tidak demikian. Tuhan mengizinkan kami memakan buah dari semua pohon di taman ini, kecuali buah pohon ini. Tuhan mengatakan, kami akan mati kalau kami memakannya."

Ular itu membohongi Hawa, katanya, "Kamu tak akan mati. Allah tahu bahwa jika kamu makan buah itu, kamu akan menjadi pandai seperti Allah, tahu yang baik dan yang jahat."

Adam dan Hawa Tidak Menurut

Hawa melihat bahwa buah itu kelihatannya sangat enak untuk dimakan. Dan, ia ingin menjadi pandai seperti apa yang dikatakan ular itu. Ia lupa akan larangan Allah.

Lalu, Hawa mengambil buah itu, dimakannya dan diberikannya juga kepada Adam.

Setelah Adam dan Hawa memakan buah itu, mereka sadar akan perbuatan mereka dan merasa takut sekali kepada Allah. Mereka telah melanggar perintah Allah. Mereka melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

Allah mengasihi Adam dan Hawa, tetapi Dia harus menghukum mereka supaya mereka mau menurut. Adam dan Hawa diusir Tuhan. Mereka tidak boleh lagi tinggal di taman Eden yang indah itu.

PENERAPAN

Apakah kamu selalu taat kepada orang tuamu? Orang tua kita mencintai kita, tetapi mereka juga akan menghukum bila kita bersalah. Manusia tidak taat; kita berdosa kepada Allah dan harus dihukum.

Akan tetapi, Tuhan Yesus begitu sayang kepada kita sekalian sehingga Ia mau mati disalib. Dengan demikian, Ia dihukum sebagai pengganti kita. Tuhan Yesus sangat mengasihi kamu. Jika kamu bersalah, mintalah ampun kepada-Nya, maka Allah akan mengampuni kesalahanmu. Sungguh, Ia mengasihi kamu dan tidak mau marah lagi.

AKTIVITAS

Mengulangi ayat hafalan.
Beberapa anak memainkan beberapa adegan dari cerita di atas.

NYANYIAN

"Ajarlah 'Ku, Tuhan"

DOA

Anak-anak bersyukur atas kemurahan Tuhan dan menyatakan keinginan mereka untuk selalu taat kepada-Nya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Suluh Sekolah Minggu Kelas Kecil (Usia 6 -- 8 Tahun) Tahun I
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Seksi Kurikulum Komisi Anak Sinode GKI Jabar
Halaman: 104 -- 109


SUA PELAYAN ANAK: MEMBINA KARAKTER ANAK USIA DINI

e-BinaAnak, 8 Januari 2013: Bagaimana cara membina karakter anak usia dini? Mari share ... :)

Lorenta R. Lingga: Keingintahuan anak sangatlah tinggi, jadi sebagai ortu kasih contoh yang baik, santun dan bicara yang lembut. Ketika kita membaca Alkitab atau dengar siaran rohani dari radio, anak pun akan ikut-ikut. Kebiasaan seperti ini akan membentuk karakter anak. Begitu deh teman-teman. Lanjutkan!

Labuhan Sitorus: Betul, orang-orang di sekeliling anak mempengaruhi karakternya. Makanya, sebaiknya orang-orang tersebut harus lebih hati-hati berkata-kata dan bertindak ... jadi teladan yah (untuk Guru SM juga).

e-BinaAnak: @Lorenta R. Lingga, Labuhan Sitorus: Banyak hal yang bisa mempengaruhi karakter anak usia dini, baik Alkitab, siaran rohani dari radio, perkataan dan tindakan orang tua (khususnya). Namun, sumber yang paling tepat untuk membina karakter anak usia dini adalah dari Alkitab. Bagaimana pendapat rekan-rekan yang lain?

Shmily Tilestian: Menurut saya, karakter itu muncul dari kebiasaan. Jadi, cara membina karakter anak usia dini harus diawali di lingkungan keluarga terlebih dulu. Keluarga harus mempunyai kebiasaan yang baik, terutama cara hidup yang seturut firman Tuhan. Jadi, pembinaan karakter di dalam keluarga menjadi langkah awal agar anak bisa siap menghadapi kehidupan di luar.

e-BinaAnak: Orang tua dan guru SM harus membekali diri dengan firman Tuhan supaya bisa memberi teladan yang benar bagi anak-anak. Apa pun yang dilakukan oleh orang tua atau guru SM mempunyai peranan penting untuk perkembangan karakter anak. Anak-anak akan mencontoh/meniru apa yang mereka lihat, dengar, dan rasa. Jadi, marilah kita lebih giat untuk mengenal Tuhan dan memberi teladan yang benar untuk anak-anak supaya mereka bisa mempunyai karakter yang berkenan bagi Tuhan.

Sumber: http://www.facebook.com/sabdabinaanak/posts/10151207439666629


STOP PRESS: FACEBOOK e-DOA

Anda rindu untuk berbagi pokok doa dan saling mendoakan? Kami mengundang Anda untuk bergabung dengan komunitas e-Doa dalam Facebook e-Doa. Selain bisa saling mendukung dalam doa, Anda juga bisa mendapatkan berbagai bahan kekristenan seputar doa seperti artikel, renungan, kesaksian, dan tokoh doa? Segera bergabung dengan Facebook kami dan temukan berkatnya!

==> http://www.facebook.com/sabdadoa


Kontak: binaanak(at)sabda.org
Redaksi: Davida, Santi T., dan Elly
Berlangganan: subscribe-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2013 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo