Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Saturday, October 20, 2012

[KADOS] Kalender Doa SABDA: 22 -- 28 Oktober 2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KADOS -- Edisi 122 (22 -- 28 Oktober 2012)

Shalom,

Tuhan telah menempatkan kita di kota di mana masing-masing kita tinggal dan bekerja. Beberapa dari kita mungkin juga sudah sering berdoa untuk keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan kota kita. Tetapi, firman Tuhan dalam Kitab Yeremia 29:7 berkata, "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." Dari ayat tersebut, kita bukan hanya diajarkan berdoa untuk kesejahteraan kota kita, melainkan juga untuk mengusahakan. Mengusahakan berarti mengerahkan tenaga dan pikiran untuk bekerja dengan baik, apa pun jenis pekerjaan kita. Kesejahteraan kota di mana kita tinggal akan berdampak bagi kesejahteraan kita juga. Marilah kita mulai berdoa dan bekerja bagi kesejahteraan kota kita.

Selamat berdoa.

Redaksi Tamu KADOS,
Yusak Charisma Nugraha
< http://doa.sabda.org >


22 Oktober 2012 -- Buku-Buku Kristen di Indonesia

Buku-buku rohani merupakan salah satu bahan yang dapat dipergunakan untuk memperlengkapi umat percaya secara pribadi, terutama yang berkaitan dengan iman mereka. Meskipun saat ini muncul sejumlah buku online, toh keberadaan buku-buku cetak masih banyak digemari masyarakat Kristen. Selain mudah untuk didapatkan, buku cetak juga menolong masyarakat Kristen, khususnya mereka yang tidak terlalu melek teknologi atau tidak terbiasa membaca buku melalui media internet atau online. Mari kita berdoa kepada Tuhan Yesus agar semakin banyak masyarakat Kristen yang mau membaca buku-buku rohani, sehingga pengetahuan mereka terhadap pengajaran Kristen semakin bertambah.

23 Oktober 2012 -- Kreativitas Generasi Muda Kristen

Generasi muda selalu identik dengan semangat dan kreativitas. Tidak sedikit di antara mereka yang melakukan terobosan dan memberi dampak positif bagi sekelilingnya. Doakan kepada Tuhan Yesus agar generasi muda Kristus di Indonesia memiliki kerinduan untuk memanfaatkan talenta dan kreativitas mereka, demi membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Kiranya dengan kehadiran mereka di sebuah komunitas, kasih Kristus dinyatakan kepada sesama.

24 Oktober 2012 -- Persekutuan Kristen di Tempat Kerja

Beberapa tempat kerja mengadakan kegiatan persekutuan bagi karyawan mereka yang beragama Kristen. Hal ini tentu saja baik bagi perkembangan kerohanian karyawan yang beragama Kristen. Namun, kadang kala tidak semua karyawan memiliki kerinduan untuk bersekutu bersama teman-teman seiman dan memilih bersantai di kantin kantor. Permasalahan yang lain adalah tidak semua tempat kerja memiliki persekutuan, sehingga ketika teman kantor mereka yang tidak seiman menjalankan ibadah agamanya, para karyawan Kristen ini hanya menghabiskan waktu untuk beristirahat. Maka dari itu, marilah kita berdoa kepada Tuhan untuk persekutuan yang ada di tempat kerja ini, sehingga semua karyawan Kristen memiliki kerinduan untuk mengikuti persekutuan. Kemudian, kita berdoa juga untuk tempat-tempat kerja yang belum memiliki persekutuan, supaya mereka dapat membuat persekutuan bagi karyawan Kristen.

25 Oktober 2012 -- Pendanaan Penerjemahan Alkitab di Indonesia

Keberadaan Alkitab dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia sangat membantu masyarakat Kristen Indonesia, khususnya mereka yang tidak fasih dalam bahasa Indonesia. Meski demikian, masih banyak proyek penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa suku yang tertunda. Mengingat bangsa Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa daerah, maka proses penerjemahan memakan banyak waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Mari kita berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus, khususnya untuk dana yang dibutuhkan dalam proses penerjemahan Alkitab supaya tercukupi, sehingga Alkitab dapat dibaca oleh seluruh masyarakat dari segala bahasa di Indonesia.

26 Oktober 2012 -- Guru-Guru Sekolah Minggu

Guru-guru sekolah minggu memiliki peran vital bagi perkembangan iman anak sekolah minggu. Bagaimana mereka berkomunikasi dengan anak dan bagaimana mereka mengajarkan firman Tuhan akan tertanam dalam diri anak-anak. Doakan kepada Tuhan Yesus agar guru-guru dapat mengajar dengan sepenuh hati, sabar, dan menggunakan cara yang tepat untuk mengajar anak-anak sekolah minggu. Dengan demikian, anak-anak sekolah minggu dapat mengenal Tuhan Yesus sejak dini.

27 Oktober 2012 -- Rumah Sakit Kristen di Indonesia

Keberadaan rumah sakit Kristen di Indonesia sangat menolong masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang mengalami kelemahan fisik. Fasilitas yang memadai dan didukung dengan etos kerja para stafnya yang sigap, menyebabkan banyak orang memilih rumah sakit Kristen untuk meringankan kelemahan fisik mereka. Melalui keberadaan rumah sakit Kristen di Indonesia, kita berharap akan ada banyak orang mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Maka dari itu, mari kita berdoa kepada Tuhan Yesus bagi setiap rumah sakit Kristen yang ada di Indonesia, supaya melalui pelayanan yang mereka lakukan kasih Kristus dapat diperkenalkan, dan banyak orang bisa beroleh jalan keselamatan.

28 Oktober 2012 -- Pemuda Kristen Bagi Indonesia

Tanggal 28 Oktober 1928 menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia. Pada saat itu, para pemuda dari seluruh Nusantara bersatu dan menyamakan langkah bagi perjuangan kemerdekaan. Mari berdoa bagi kesatuan hati para pemuda Kristen di Indonesia, biarlah pemuda-pemuda Kristen bersatu hati tanpa melihat perbedaan asal-usul gereja. Kiranya dengan mengarahkan pandangan kepada Yesus, mereka menyediakan diri untuk dipakai-Nya menjadi alat untuk membawa bangsa ini mengenal kasih-Nya.


Kontak: < doa(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yonathan Sigit
Kontributor: Doni Kukuh Mandiri, Mahardika Dicky Kurniawan, dan Yusak Charisma Nugraha
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/doa >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

(e-RH) Oktober 21 -- PERJUANGAN SETIAP HARI

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 21 Oktober 2012
Bacaan : Amsal 16:25-33
Setahun: Matius 18
Nats: Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai
dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)

Judul:

PERJUANGAN SETIAP HARI

Saya berusaha mengendalikan diri. Tetapi, orang itu mulai lagi.
Kata-katanya seperti pisau, memutuskan benang-benang yang baru saja
mengatupkan luka hati saya. Perih. Saya tidak tahan. Perkataan saya
meledak seperti granat tangan. Melukai yang mendengar dan saya
sendiri. Sisa hari itu saya gelisah. Saya tahu Roh Tuhan di dalam
saya ingin membuahkan pengendalian diri, tetapi saya menolak
mendengarkan-Nya. Ini sudah kesekian kalinya, Tuhan. Orang itu harus
tahu sakit hati saya. Kalau tidak bagaimana ia bisa berubah? Saya
membela diri seperti seorang pahlawan kebajikan. Lalu saya terdiam.
Sekarang saya telah menyakitinya, apa bedanya saya dengan dia?


Mungkin Anda pernah mengalami pergulatan batin semacam itu dan
mengalami sulitnya mengendalikan diri. Benarlah kata penulis kitab
Amsal, merebut kota itu lebih mudah daripada menguasai diri (ayat
32). Merebut kota mungkin hanya perlu waktu satu atau beberapa hari.
Tetapi, pengendalian diri membutuhkan perjuangan setiap hari, tak
berhenti sepanjang usia kita. Kadang kita berhasil, namun seringkali
kita gagal. Kita harus terus menerus "melatih" diri kita (1 Korintus
9:27) untuk lebih mendengarkan tanggapan Roh Kudus daripada diri
sendiri agar bisa memberikan respons yang tepat


Apakah kita sedang mengendalikan atau justru dikendalikan oleh
kebencian, kepahitan, sikap mengasihani diri, pikiran kotor,
kekecewaan, kesombongan, ketamakan, dan berbagai sifat manusiawi
kita? Jangan biarkan semua itu bertakhta di hati dan menjadi berhala
diri. Mari mohon Roh Kudus menolong kita bertumbuh dan menghasilkan
buah-buah pengendalian diri. --ELS

ROH KUDUS MENOLONG KITA MENGENDALIKAN DIRI
KETIKA KITA MENDENGARKAN-NYA SETIAP HARI

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-21
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Amsal+16:25-33

Amsal 16:25-33

25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
26 Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena mulutnya
memaksa dia.
27 Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada
bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.
28 Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang
pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.
29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan
membawa dia di jalan yang tidak baik.
30 Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa
mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan.
31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan
kebenaran.
32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai
dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
33 Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal
dari pada TUHAN.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Matius+18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Friday, October 19, 2012

(e-RH) Oktober 20 -- DITOPANG KESETIAAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 20 Oktober 2012
Bacaan : Mazmur 91
Setahun: Matius 17; Markus 9
Nats: ... kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. (Mazmur 91:4)

Judul:

DITOPANG KESETIAAN

Karena tuntutan kerja, pasangan suami-isteri Robert dan Tiur
sering harus bertugas di kota yang berbeda. Pernah teman Tiur
berkomentar, "Tidak khawatir Robert mendapat godaan? Atau kamu yang
tergoda?" Tiur tergelak. Pernikahan mereka kini sudah bertahan lebih
dari 40 tahun. Rahasianya? "Kepercayaan itu kan bukan untuk
diselewengkan, melainkan dipelihara. Jadi, meskipun sering
berjauhan, kami tetap terbuka dan merawat kepercayaan satu sama
lain, " kata Tiur. Sebuah potret indah tentang kesetiaan


Kesetiaan, dalam bahasa Ibrani berarti sesuatu yang kokoh, teguh,
pasti, dapat diandalkan. Itulah sebabnya, pemazmur menggambarkan
kesetiaan Allah sebagai perisai dan pagar tembok, perlindungan yang
tahan guncangan, sanggup menangkis berbagai serangan, dan mampu
meluputkannya dari ancaman bahaya (ayat 4). Dalam perlindungan
kesetiaan Allah, ia menemukan rasa aman yang sejati: bahwa Dia tidak
berubah dan janji pemeliharaan-Nya dapat dipercaya (ayat 1-2, 9-11).
Kesetiaan adalah karakter Allah sendiri yang terus-menerus menopang
alam semesta


Bukan hanya Allah itu setia, Dia juga berkenan menjadikan kita
orang-orang yang memiliki kesetiaan (Galatia 5:22). Sudahkah buah
Roh Kudus ini kita miliki? Dia ingin kita mencerminkan
kesetiaan-Nya. Sebagai orang percaya, kita digambarkan sebagai
mempelai perempuan Kristus, dan Kristus adalah mempelai laki-laki
yang setia. Makin teguh pengertian kita akan kesetiaan-Nya, makin
kuat motivasi kita untuk setia baik dalam hubungan dengan Allah
maupun dengan sesama. --ARS

KESETIAAN ADALAH KARAKTER ALLAH
DAN SEHARUSNYA JUGA MENJADI KARAKTER KITA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-20
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+91

Mazmur 91

1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam
dalam naungan Yang Mahakuasa
2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu
pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap
burung, dari penyakit sampar yang busuk.
4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya
engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar
tembok.
5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah
yang terbang di waktu siang,
6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap
penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah
kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat
pembalasan terhadap orang-orang fasik.
9 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah
kaubuat tempat perteduhanmu,
10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan
mendekat kepada kemahmu;
11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu
untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu
jangan terantuk kepada batu.
13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak
anak singa dan ular naga.
14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan
meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal
nama-Ku.
15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai
dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan
Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Matius+17
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+17
http://alkitab.sabda.org/?Markus+9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[i-kan-binaguru] MATERI DENGAN METODE MOVING BANNER UNTUK 300 ANAK

---------------------------------------------------------------------   e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU     ---------------------------------------------------------------------   

Puji Tuhan untuk materi yang bisa digunakan dengan moving banner untuk 300 anak.


Selamat berkarya di dunia anak untuk kemuliaan nama TUHAN

---------------------------------------------------------------------    Bergabung kirim e-mail ke:         Berhenti kirim e-mail ke:        Untuk arsip: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaGuru   ---------------------------------------------------------------------   

[i-kan-humor] [e-Humor] 2116 Oktober/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2116, Oktober 2012

Shalom,

Menjadi sombong dapat terjadi pada siapa saja. Dalam keadaan apa pun, hendaklah kita terus mengingat bahwa semua yang kita miliki berasal dari Allah. Dengan itu, kita bisa memohon pertolongan Tuhan untuk menjadi manusia yang rendah hati. Lagi pula, Tuhan tidak menyukai kesombongan. Silakan menyimak edisi hari ini dan jangan lupa jawab kuisnya, ya!

Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2116. SETENGAH-SETENGAH

Wanita 1: Jeung, rumah saya tuh ya, beda dengan rumah-rumah lain di kompleks. Desain dan fondasi, sampai ke beton-betonnya, seperti rumah di Pondok Indah. Kuat dan bagus, Jeung....

Wanita 2: Ohh, ya?

Wanita 1: Iya, Jeung. Saya enggak bohong.... Tapi saya agak pusing nih, kalau pas musim hujan, pada bocor....

[Sumber diambil dan disunting dari: http://ngupingjakarta.blogspot.com/2008/12/sombong-gak-boleh-nanggung-atuh.html]

"Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji." (1 Samuel 2:3) < http://alkitab.sabda.org/?1Samuel+2:3 >


KUIS HUMOR

Kuis minggu lalu 145: "Tumbuhan apa yang punya jantung?"

- TMI Hisar < hisar(at)xxx > = Tumbuhan pisang
- Agnes Melissa < amr(at)xxx > = Pohon pisang
- Lia Pardede < pard3li(at)xxx > = Pohon Pisang
- Hendrik Langelo < hendrik.langelo(at)xxx > = Pisang
- Rianto Atmojo < ratmojo28(at)xxx > = Pohon Pisang
- Kennedy < kennedy.sirait(at)xxx > = Pisang
- Tuti Karolina < tutik(at)xxx > = Pisang
- Beth Parapat < beth_parapat(at)xxx > = pisang
- John < john_frc(at)xxx > = pisang

Jawaban e-Humor: Pisang

Wow jawabannya benar semua! Terima kasih ya, untuk pelanggan yang sudah berpartisipasi. :) Silakan menjawab kuis selanjutnya.

Kuis minggu ini 146: "Jika seorang lelaki bisa menikah dengan seorang ratu, maka akan jadi apakah dia?"

Jawaban beserta nama Anda akan diumumkan pada edisi kuis e-Humor selanjutnya. Oleh karena itu, kirim jawaban Anda secepatnya ke Redaksi e-Humor, maksimal 5 hari setelah Anda menerima edisi ini ya.

Bagi Anda yang memiliki tebak-tebakan untuk dipasang sebagai kuis di e-Humor, silakan kirim ke: < humor(at)sabda.org >. Kami tunggu jawaban dan kirimannya, ya. Terima kasih banyak!


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

Thursday, October 18, 2012

(e-RH) Oktober 19 -- MENGEJAR KELEMAHLEMBUTAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 19 Oktober 2012
Bacaan : 1 Timotius 6:11-16
Setahun: Matius 16; Markus 8
Nats: Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah
keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1
Timotius 6:11)

Judul:

MENGEJAR KELEMAHLEMBUTAN

Apa yang terlintas di pikiran Anda mendengar kata lemah lembut?
Seorang yang feminin, gemulai dan bersuara halus? George Bethune
pada tahun 1839 pernah menulis: "Mungkin tidak ada karunia yang
lebih kurang didoakan atau diupayakan daripada karunia
kelemahlembutan. Kelemahlembutan lebih dianggap sebagai
kecenderungan alami atau sikap lahiriah daripada sebagai kualitas
seorang pengikut Kristus. Jarang kita merenungkan bahwa tidak lemah
lembut itu berarti dosa."


Mengejar kelemahlembutan rasanya tidak cocok dengan konteks sebuah
"pertandingan iman" dalam pesan Paulus yang kita baca (ayat 12). Apa
yang ia maksudkan? Paulus memakai kata "lemah lembut" untuk
menggambarkan sikapnya yang meneladani Kristus ketika menegur jemaat
Korintus (2 Korintus 10:1-2). Ia menghindari perkataan keras dan
kasar, dan sebaliknya berusaha meluruskan pendapat atau tindakan
yang keliru dengan sikap yang penuh penghormatan kepada orang lain.
Kata ini juga dipakainya untuk menunjukkan bagaimana jemaat harus
menolong, bukan merendahkan atau menggosipkan, saudara seiman yang
jatuh dalam dosa (Galatia 6:1). Kalau kita perhatikan,
nasihat-nasihat Paulus kepada Timotius juga berbicara tentang sikap
yang demikian


Jika orang terdekat Anda ditanya hari ini, akankah mereka mengatakan
bahwa Anda adalah orang yang lemah lembut? Tuhan Yesus mengajak kita
untuk belajar "lemah lembut" seperti diri-Nya (Matius 11:28). Salah
satu buah yang rindu dihasilkan Roh Kudus dalam hidup kita adalah
kelemahlembutan. Mari berusaha "mengejar" karunia ini, mohon Tuhan
menata perkataan dan perilaku kita seperti Kristus: penuh
kelemahlembutan. --ELS

KELEMAHLEMBUTAN ADALAH KEKUATAN, BUKAN KELEMAHAN
IA DIHASILKAN OLEH ROH ALLAH YANG KUAT DAN MENGUATKAN

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-19
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Timotius+6:11-16

1 Timotius 6:11-16

11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah
keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah
hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah
engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan
di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang
benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela,
hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya
dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di
atas segala tuan.
16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam
dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat
Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah
hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Matius+16
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+16
http://alkitab.sabda.org/?Markus+8


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

[e-Penulis] Edisi 120/Oktober/2012 -- Riset Sederhana Sebelum Menulis (II)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Penulis -- Riset Sederhana Sebelum Menulis (II)
Edisi 120/Oktober/2012

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: MENGANGKAT NILAI TULISAN DENGAN PENELITIAN
TIP MENULIS: LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEBELUM MENULIS
TOKOH PENULIS: LLOYD C.DOUGLAS
PENA MAYA: CHRISTIAN CLASSIC ETHEREAL LIBRARY (CCEL)


DARI REDAKSI: MENGANGKAT NILAI TULISAN DENGAN PENELITIAN

Shalom!

Pada edisi yang lalu, kami sudah menghadirkan artikel yang mengangkat tentang pentingnya penelitian sebelum menulis, yang ternyata membawa banyak manfaat tak hanya kepada tulisan-tulisan nonfiksi, tetapi juga ke dalam karya-karya fiksi. Di edisi kali ini, kami membawa ke hadapan Sahabat sekalian langkah-langkah serta prinsip-prinsip yang harus diperhatikan ketika akan dan sedang melakukan penelitian, guna mengangkat nilai tulisan Sahabat. Di kolom Tokoh Penulis, kami menghadirkan biografi singkat seorang novelis yang hingga masa tuanya tetap setia menulis karya-karya yang berkualitas. Jangan lupa untuk membaca kolom Pena Maya yang kali ini berisi informasi tentang situs Christian Classic Ethereal Library, yang memuat banyak buku Kristiani klasik.

Selamat membaca, selamat bertumbuh. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian!

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Yosua Setyo Yudo
< yudo(at)in-christ.net >
< http://pelitaku.sabda.org >


TIP MENULIS: LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEBELUM MENULIS
Disadur oleh: Yosua Setyo Yudo

Mengadakan penelitian sebelum menulis karya tulis fiksi maupun nonfiksi seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi seorang penulis fiksi, apalagi penulis nonfiksi karena dengan melakukan penelitian, seorang penulis dapat mengetahui dengan lebih dalam tentang seluk beluk subjek yang hendak ia bahas dalam tulisannya. Namun demikian, masih banyak penulis yang enggan meneliti subjek yang hendak dibahasnya, entah karena merasa sudah mengenal betul subjek tersebut atau karena malas untuk mencari tahu lebih dalam lagi. Padahal, penelitian yang sederhana sekalipun akan memberi masukan kepada si penulis, sehingga akan mengangkat kualitas tulisannya.

Di bawah ini ada beberapa tip yang ditulis oleh Philip Gerard dalam bukunya "Writing a Book that makes a Difference", yang berkaitan dengan penelitian sebelum menulis. Tip-tip ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang yang berniat menulis buku, namun saya menyertakan catatan editorial di bawah tiap-tiap poin, agar Anda dapat melihat bahwa tip penelitian ini sebenarnya juga relevan bagi Anda yang ingin menulis jenis tulisan pendek.

1. Lakukanlah survei terhadap buku-buku cetak. Cari tahu, apakah sudah ada orang yang menulis buku yang akan Anda tulis.

Hal yang sama sebaiknya Anda lakukan sekalipun Anda hanya ingin menulis sebuah artikel atau cerpen. Dengan melakukan survei, Anda dapat menemukan kesamaan dan perbedaan antara buku atau artikel yang Anda temukan dengan bakal tulisan Anda. Dengan melakukan survei, Anda juga dapat melihat arah yang bisa Anda jelajahi. Sudut pandang yang segar sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.

2. Buatlah arsip dari hasil penelitian Anda. Mungkin ini bukanlah bagian penelitian yang paling menyenangkan, namun kegiatan ini akan sangat membantu dan menguntungkan, terutama ketika Anda merancang metode penelitian Anda dan menyempitkan subjek yang ingin Anda bahas.

Arsip-arsip yang terkumpul itu menjadi aset yang sangat penting bagi penulisan karya Anda. Semakin Anda menenggelamkan diri dalam informasi yang terkumpul, Anda akan semakin bisa melihat apa saja yang Anda butuhkan dan bagaimana Anda mendapatkannya secara sistematis. Semakin Anda mendapatkan informasi yang Anda butuhkan, Anda akan mulai melihat arah baru yang sebelumnya tidak nampak.

3. Inventarisasikan informasi-informasi penting yang Anda temukan mengenai subjek yang ingin Anda bahas. Simpanlah catatan-catatan, karya tulis, artikel, atau kisah-kisah yang diterbitkan di media cetak, serta draf pertama Anda di tempat yang mudah dijangkau. Buatlah catatan baru berdasarkan ingatan, pengalaman, atau peristiwa yang terjadi di sekitar Anda yang berkaitan dengan subjek tersebut. Catatan itu adalah "arsip" pribadi Anda.

Ini adalah saran yang sangat penting. Selain karena Gerard mengingatkan agar kita menaruh arsip-arsip itu di tempat yang mudah dijangkau -- artinya mudah diakses dan ditambahi -- tetapi juga karena banyak orang mengira bahwa sebuah tulisan hanya dapat disebut berkualitas jika didukung oleh fakta-fakta ilmiah. Mereka lupa bahwa pengalaman pribadi seseorang sebenarnya dapat membuat pembaca tertarik pada tulisan mereka. Mengapa? Karena pengalaman pribadi dapat membuat pembaca merasakan bahwa tulisan itu tidak kaku, melainkan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Jangan remehkan pengalaman pribadi atau orang lain yang berkaitan dengan subjek yang Anda tulis, pengalaman itu justru akan menolong Anda meraih hati pembaca.

4. Luaskan cakupan penelitian Anda. Bicaralah dengan orang-orang yang dapat menolong Anda menemukan apa yang Anda perlukan. Gunakan arsip Anda sebagai dasar untuk melacak orang-orang yang namanya tercantum dalam arsip tersebut -- termasuk penulis dan peneliti lain. Gunakan daftar pustaka dari buku yang ditulis oleh para ilmuwan, para ahli, dan para peneliti yang ada; lacaklah sumber yang mereka pakai -- buku-buku, karya tulis, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Setiap mata rantai yang Anda temukan akan menuntun Anda kepada mata rantai yang lain.

Ya, bicaralah dengan orang-orang berkompeten untuk menolong Anda dalam penelitian ini. Bagi Anda yang masih duduk di bangku SMA misalnya, guru mata pelajaran Fisika Anda adalah salah seorang yang tepat untuk diajak berdiskusi tentang hukum-hukum Fisika yang berlaku dalam alat-alat yang digunakan manusia sehari-hari. Arsip-arsip yang sudah terkumpul juga akan sangat menolong Anda untuk bertemu dengan orang-orang kunci itu, walaupun beberapa orang mungkin tidak dapat ditemui secara langsung. Nama orang-orang yang tercantum dalam buku-buku, artikel maupun hasil penelitian adalah petunjuk yang sangat berharga. Buatlah daftar nama orang-orang itu, lalu carilah cara untuk dapat menghubungi mereka. Beberapa orang mungkin dapat dihubungi dengan telepon atau surat elektronik, tetapi beberapa lainnya dapat Anda "temui" dengan cara membaca tulisan mereka.

Sebagai penutup, Philip Gerard juga menyatakan beberapa prinsip yang tidak boleh dilupakan ketika sedang melakukan penelitian:

Prinsip 1:
Aturlah penelitian Anda. Buatlah sistem penyimpanan data yang nyaman bagi Anda, kategorikan foto-foto, catatan, dokumen, dan salinan yang Anda buat ke dalam map tertentu. Beri label semua hasil rekaman Anda, lalu simpanlah di tempat yang aman. Setelah Anda selesai mengumpulkan data-data penelitian Anda, gunakanlah beberapa menit (atau jam) untuk membandingkan catatan-catatan Anda atau bahkan menuliskannya kembali agar lebih jelas.

Prinsip 2:
Jangan sekadar membuat catatan, buatlah catatan mengenai mengapa Anda membuat catatan itu; mengapa catatan itu penting bagi keseluruhan tulisan Anda? Mengapa mengumpulkan kliping ini-itu? Ingatlah bahwa Anda tidak menulis bagi diri Anda sendiri -- atau diri Anda dalam keadaan ini -- Anda sedang menulis untuk diri Anda di beberapa bulan atau tahun yang akan datang dan harus memahami informasi yang Anda kumpulkan saat ini. Jangan membuat tulisan yang membingungkan, sebaliknya tulislah catatan itu secara sistematis.

Prinsip 3:
Penelitian yang hebat akan menjadi hal yang sia-sia jika Anda tidak dapat menemukan informasi yang Anda perlukan. Karena itu, biasakanlah untuk memberi label pada setiap temuan Anda, memasukkan informasi-informasi baru dan membuat catatan yang jelas. Sering-seringlah menyalin data-data penting dan menyimpannya secara terpisah dari data asli di tempat penyimpanan yang dapat diakses sewaktu-waktu. Hal ini tidak saja agar Anda dapat menulis buku yang berkualitas, tetapi juga dapat melindungi Anda dari masalah hukum di kemudian hari sekaligus menjaga akurasi tulisan Anda. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disadur dari:
Judul buku: Writing a Book That Makes a Difference
Judul bab: Research
Penulis: Philip Gerard
Penerbit: Story Press, Cincinnati 2000
Halaman: 84 -- 85


TOKOH PENULIS: LLOYD C. DOUGLAS
Diringkas oleh: Yosua S. Yudo

Lloyd Cassel Douglas lahir di Columbia City, Indiana, terlahir dari pasangan Alexander Jacson Douglas, seorang gembala beraliran Lutheran, dan Sarah Jane (Cassel) Douglas. Lloyd C. Douglas menamatkan pendidikannya di Wittenberg Seminary di Springfield, Ohio. Setelah ditahbiskan, ia melayani sebagai gembala jemaat di North Manchester, Indiana. Pada tahun 1904, ia menikahi Bessie Porch, dan dari pernikahannya itu mereka memiliki dua anak perempuan: Besse dan Virginia, yang nantinya menerbitkan biografi orang tua mereka.

Pada tahun 1905, ia pindah ke Lancaster, Ohio, lalu pada 1908 ia pindah lagi ke Washington D.C. Sejak tahun 1911 sampai 1915, ia adalah pendeta sekaligus direktur yang mengepalai kegiatan keagamaan di University of Illinois. Setelah itu, Douglas menjadi gembala di First Congregational Church di Ann Arbor, Michigan. Banyak mahasiswa yang berasal dari University of Michigan yang ada di sekitar situ yang menghadiri khotbah-khotbahnya, ia dikenal dengan gaya naratifnya yang bersemangat. Selain kota itu, Douglas juga pernah menjadi gembala jemaat di Akron, Montreal, dan Los Angeles. Sebagian dari pengetahuan, terminologi dan prosedur medis yang terdapat pada buku-bukunya, ternyata dipelajari oleh Douglas ketika ia mengadakan kunjungan-kunjungan pastoral kepada pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit-rumah sakit praktik di daerah Midwestern.

Douglas menyelesaikan novelnya yang berjudul "Magnificent Obsession" ketika tinggal di Los Angeles dan diterbitkan tepat pada memburuknya ekonomi Amerika pada tahun 1929. Setelah 45 kali pencetakan, Penerbit Willet, Clark, and Colby menjual hak cetak novel itu kepada Penerbit Houghton Mifflin. Pada tahun 1931, novel tersebut masuk dalam daftar buku terlaris. Menyusul kesuksesan novel tersebut, Douglas akhirnya pensiun untuk menulis lebih banyak novel lagi. Selama awal kariernya sebagai penulis, Douglas memiliki prinsip-prinsip menulis seperti: "Jangan pernah memulai sebuah bab dengan percakapan. Mulailah sebuah halaman yang baru dengan hati-hati, mulailah dengan sebuah paragraf yang terdiri dari 3-4 baris tanpa percakapan. Tokoh-tokoh minor seharusnya diperlakukan dengan baik ..." ('Lloyd C. Douglas: Penulis buku laris, "The Robe," "Green Light," "Magnificent Obsession," adalah seorang yang ahli dalam hal mukjizat dan yang kariernya sendiri adalah mukjizat yang besar dalam kesusastraan' oleh Noel F. Busch, Time, 27 Mei 1946.) Douglas biasanya menulis 3.000 kata per hari, setengahnya adalah hasil dari penulisan ulang hari sebelumnya.

Beberapa novel karya Douglas juga telah diadaptasikan ke dalam layar lebar, "Magnificent Obsession" bahkan memiliki dalam dua versi. "Green Light" (1935) difilmkan pada tahun 1936 dan dibintangi oleh Errol Flynn. "The Robe" yang diterbitkan pada tahun 1942, ditulis mengikuti tradisi "Ben Hur" (1880) karya Lew Wallace dan "Quo Vadis" (1896) karya Henryk Sienkiewicz, telah terjual sebanyak 6 juta kopi. Gagasan untuk memulai novel itu datang dari seorang perempuan di Ohio, yang bertanya kepada Douglas apakah ia pernah mendengar tentang serdadu Romawi yang memenangkan jubah Yesus yang diundi saat peristiwa penyaliban. "Hal itu membuat saya berpikir dan memutuskan untuk menulis kisah itu."

Douglas pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa "Saya senang jika novel karya saya menghibur, akan tetapi karya itu tidak hanya ditulis untuk menghibur namun juga memberi inspirasi." Novel terakhirnya, "The Big Fisherman" (1948) bersetting di wilayah Palestina dan Kekaisaran Romawi pada zaman Perjanjian Baru dan terpusat pada Yesus, Petrus, dan sepasang kekasih; Esther dan Voldi. Kekaisaran Romawi pada zaman gereja mula-mula pun digambarkan dengan teliti. Bagi pembaca modern, gaya bercerita Douglas mungkin terasa terlalu tendensius. Tujuan utama Douglas adalah menyajikan pandangan Kristen dalam bentuk novel dan memasukkan aspek manusiawi ke dalam narasi Injil. Di lain pihak, karya-karyanya tidak selalu bersifat didaktis dan karakter Midwesternnya sangat menonjolkan logika, serta pengalaman-pengalaman praktikal.

Setelah istrinya meninggal pada tahun 1944, Douglas pindah dari Bel-Air di California ke rumah Betty, salah satu putrinya yang sudah bersuami di pinggiran Las Vegas, Nevada. Douglas tidak menyukai film adaptasi dari novelnya "The Robe", sehingga ia tidak mengizinkan sekuel novel itu ("The Big Fisherman") juga diadaptasi ke layar lebar sebelum ia meninggal, sehingga film itu dibuat pada tahun 1959 oleh Frank Borzage. Autobiografi Douglas berjudul "Time to Remember" (1951), yang memuat banyak filosofi hidupnya, dilanjutkan oleh kedua putrinya dan diterbitkan dengan judul "A Shape of Sunday" (1952). Douglas meninggal akibat penyakit jantung di Los Angeles pada 13 Februari 1951. Kata-kata terakhirnya adalah, "Aku bahagia." Douglas dimakamkan di Pemakaman Good Shepherd di Forest Lawn, Glandale, California. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan diringkas dari:
Nama situs: Kirsjasto.sci.fi
Alamat URL: http://www.kirjasto.sci.fi/lcdougla.htm
Judul asli artikel: Lloyd C(assell) Douglas (1877-1951)
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 28 Agustus 2012


PENA MAYA: CHRISTIAN CLASSIC ETHEREAL LIBRARY (CCEL)

Christian Classic Ethereal Library (CCEL) adalah sebuah situs yang memiliki misi untuk memperlengkapi gereja dan orang-orang Kristen dengan cara menyediakan bahan-bahan literatur Kristen klasik, serta mendorong orang lain untuk menggunakannya. Situs ini memiliki banyak sekali koleksi buku klasik yang bisa diakses oleh pengunjungnya, mulai dari fiksi sampai buku-buku yang membahas hal-hal doktrinal yang ditulis oleh berbagai penulis klasik terkenal, seperti John Bunyan, Brother Andrew, Saint John of the Cross, dan masih banyak lagi. Di situs ini, para pengunjung dapat membaca buku-buku yang tersedia secara online atau mengunduhnya (dalam bentuk PDF dan plain text), dengan catatan bahwa file yang diunduh itu tidak dimodifikasi atau diperjualbelikan.

Jadi, jika Anda ingin membaca buku-buku klasik kristiani yang berkualitas bagi pengetahuan dan pertumbuhan kerohanian Anda, segera kunjungi situs CCEL dengan alamat di bawah ini. Selamat berkunjung, dan membaca! (YSY)

==> http://www.ccel.org/


Kontak: < penulis(at)sabda.org >
Redaksi: Yosua Setyo Yudo dan Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/penulis >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >

Wednesday, October 17, 2012

[e-Wanita] Edisi 94/Oktober -- Menjadi Pendengar yang Baik

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Wanita -- Menjadi Pendengar yang Baik
Edisi 94/Oktober 2012

MENU SAJI
DUNIA WANITA: BAGAIMANA MENJADI PENDENGAR YANG LEBIH BAIK LAGI
STOP PRESS: DAPATKAN KUMPULAN BAHAN NATAL DI NATAL.SABDA.ORG

Shalom,

Normalnya, setiap kita pasti memiliki seseorang -- sahabat, suami, istri, orang tua, kakak, adik -- yang dapat kita ajak berbicara dengan leluasa. Namun, apa jadinya jika orang tersebut tidak memberikan respons ketika Anda ingin menceritakan sesuatu kepadanya? Tentunya akan muncul rasa tidak nyaman dalam diri Anda. Perlu kita pahami bahwa ketika seseorang bercerita kepada kita, orang tersebut tidak selalu mengharapkan jawaban atau solusi dari kita. Dari pengalaman saya ketika berhadapan dengan sahabat-sahabat atau orang yang saya temui, kebanyakan dari mereka hanya membutuhkan seseorang yang dapat dipercayai untuk mendengar cerita, keluhan, sharing, atau apa pun yang berkaitan dengan peristiwa yang mereka hadapi. Hanya sedikit dari mereka yang mengharapkan komentar ataupun nasihat. Namun, adakalanya kita merasa bosan, bahkan jengkel dengan apa yang mereka ceritakan. Sering kali, dalam komunikasi suami istri, hal-hal seperti ini juga terjadi. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi seorang pendengar yang baik? Artikel berikut kiranya dapat menjadi berkat bagi Anda, sehingga hubungan Anda dengan suami menjadi lebih harmonis. Artikel ini juga berguna bagi Anda yang sedang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat; dan bagi Anda yang belum merencanakannya, hal ini penting untuk menjalin relasi dengan orang lain. Jadi, jangan ragu-ragu untuk membagikan artikel ini kepada orang-orang di sekitar Anda. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
Novita Yuniarti
< novita(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


DUNIA WANITA: BAGAIMANA MENJADI PENDENGAR YANG LEBIH BAIK LAGI

Pernahkah Anda memerhatikan tatapan kosong dalam mata seseorang ketika Anda mulai berbicara? Mungkin Anda merasa bahwa Anda memunyai sesuatu yang penting untuk disampaikan, atau mungkin ingin memberitahukan sesuatu yang berarti bagi Anda. Tetapi, Anda segera mempersingkat percakapan dan memutuskan untuk tidak mencobanya lagi dengan orang tersebut karena Anda dapat melihat dari tatapannya bahwa ia sama sekali tidak berminat mendengar Anda.

Kita semua pernah mengalami hal seperti ini, yaitu menyadari bahwa teman bicara kita tidak mendengarkan apa yang sedang kita katakan. Kita pasti merasa sangat kecewa dengan keadaan itu, atau betapa patah semangat kita untuk menceritakan apa saja kepada orang seperti itu, setidaknya pada waktu itu. Seandainya hal yang sama terjadi berulang-ulang, kita tentu kehilangan minat untuk bercakap-cakap dengan orang tersebut.

Berfokus pada Hal-Hal yang Negatif

Pada suatu hari, seorang wanita cantik berusia 30-an datang kepada saya untuk berkonsultasi. Pada awal sesi konsultasi, ia berkata, "Saya telah berada di sini selama beberapa waktu dan Anda telah mendengar saya berbicara. Apa penilaian Anda tentang saya?"

"Misalnya dalam hal apa?" tanya saya.

"Ya, dalam cara saya berbicara. Bukankah saya seorang yang membosankan?"

"Tidak," jawab saya. "Anda tidak membosankan. Apa sebabnya Anda bertanya demikian?"

"Saya tahu bahwa memang pekerjaan Anda adalah mendengarkan," ia mengalihkan percakapan, "dan Anda telah melakukannya dengan baik sekali. Tetapi, bukankah Anda merasa bosan dan bukankah Anda senang bila sesi ini berakhir?"

"Tidak," kata saya dengan tegas. "Tetapi kadang-kadang, Anda membuat saya frustrasi karena Anda tetap mempertahankan pandangan yang negatif menguasai pikiran Anda. Tampaknya, Anda sudah memutuskan untuk memercayai hal-hal yang negatif tentang diri Anda."

"Kalau begitu," jawabnya, "saya sekarang menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri saya. Cara saya berbicara. Orang-orang tampaknya tidak tertarik. Pada saat saya membuka mulut dan mulai berbicara, saya melihat wajah-wajah mereka berubah: dari ekspresi gembira berubah menjadi tatapan yang kosong. Itu pasti karena nada suara saya. Saya ingin Anda memberi tahu saya yang sebenarnya. Saya sama sekali tidak memunyai teman!" Pernyataannya ini diakhiri dengan isak yang tersendat-sendat.

Saya melihat bahwa wanita ini bukannya sulit untuk didengarkan, melainkan ia memang mengatakan bahwa ketika ia tidak sedang berbicara tentang dirinya sendiri, pikirannya menjadi kosong. Ia tidak bisa memikirkan hal lain untuk diucapkan. Oleh karena itu, yang keluar dari mulutnya adalah sesuatu yang tidak berarti atau dangkal. Ia memberi tahu saya bahwa ketika masih kecil, ia tidak diberi kesempatan untuk berbicara atau bahkan untuk berpikir. Tidaklah mengherankan jika ia memiliki perasaan-perasaan yang negatif tentang kemampuannya bercakap-cakap.

Mendengarkan Tidak Selalu Mudah

Ada orang-orang tertentu yang memang sulit untuk didengar. Misalnya, orang-orang yang berbicara dengan nada datar dan terus-menerus bicara, sehingga tidak ada kesempatan bagi orang lain untuk bicara. Hal itu dapat menyebabkan orang merasa tidak sabar dan jengkel. Jenis lain dari orang yang sulit didengarkan adalah orang yang kurang suka humor. Segala sesuatu yang dibicarakannya adalah hal-hal yang serius dan sangat berat. Tentu saja, hal ini membosankan. Kemudian, ada orang yang dalam pembicaraannya selalu menyalahkan segala sesuatu: negara kita, presiden kita, pemerintah kita, kota kita, dsb.. Kita juga tahu jenis orang yang suka mengambil alih percakapan. Orang seperti itu dapat menjadi orang-orang yang membosankan untuk didengarkan, dan mungkin kita ingin melarikan diri darinya.

Namun demikian, bukankah kita yang menyebut diri Kristen seharusnya rela mengembangkan kebiasaan mendengarkan yang baik, sekalipun dengan orang-orang yang cenderung menjengkelkan atau membosankan? Memang sifat manusiawi kita yang egois cenderung menghindar dari suasana yang demikian. Tetapi, bagi mereka, terutama para pembicara yang buruk, sangat penting untuk merasa sungguh-sungguh didengarkan.

Apa Artinya Menjadi Pendengar yang Baik

Mendengarkan lebih dari sekadar mendaftarkan ke dalam kepala kita apa yang sedang disampaikan. Saya ingat suatu kejadian yang menjelaskan hal ini. Saya berkata kepada seorang teman, "Hai, saya mencetak skor 118 dalam permainan bowling." Teman saya tidak melihat kepada saya atau memberi respons atas pernyataan saya, tetapi sebaliknya ia membuat komentar atau mengucapkan sesuatu yang lain. Saya berkata, "Hai, dengar tidak yang saya katakan?" Ia menjawab seenaknya, "Ya, saya dengar. Kamu mencetak skor 118 dalam permainan bowling." Saya berkata lagi, "Tetapi kamu tidak bereaksi. Sebenarnya, saya berharap kamu akan berteriak atau mengatakan sesuatu. Itu prestasi yang baik bagi saya." (Saya adalah pemain bowling yang sangat jelek dan kalaupun saya pernah mencetak skor yang baik dengan susah payah, itu pun tidak sampai 100). Tampaknya, ia mulai mengerti apa yang saya harapkan. Kini, ia berusaha menggantikan sikapnya yang kurang memerhatikan dengan tertawa dan memberi selamat atas prestasi bowling yang saya peroleh. Ia telah "mendaftarkan" apa yang saya katakan; tetapi ia bukan pendengar yang baik. Pendengar yang baik memberi respons dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga Anda merasakan perhatian mereka. Hal itu terungkap dalam ekspresi wajah mereka. Anda mendengarnya melalui kata-kata yang mereka ucapkan, pertanyaan-pertanyaan membesarkan hati yang mereka ajukan, dan rasa simpati yang mereka ungkapkan.

Apa Hasil dari Mendengarkan dengan Benar?

Sungguh menakjubkan bagaimana seorang pendengar yang baik dapat menolong membebaskan orang. Cara itu juga mendorong mereka berbicara. Mereka merasa diterima dan dihargai: mereka sendiri mungkin terheran-heran dengan keterbukaan mereka dan bagaimana kata-kata mereka mulai mengalir dengan bebasnya. Kebosanan menjadi surut. Suara mereka menjadi lebih hidup. Mereka menjadi tertarik untuk didengar! Orang yang tidak suka humor, sekarang mendapati diri mereka suka humor. Orang yang negatif menyadari bahwa ternyata ada juga hal-hal positif tentang dirinya. Banyak orang yang saya temui benar-benar membutuhkan seseorang yang mau menjadi teman yang baik, yang mendengarkan mereka.

Dalam pekerjaan saya sebagai seorang psikolog dan penasihat pernikahan, saya menemukan bahwa banyak pasangan yang sudah menikah mengalami kesulitan di bidang ini. Mereka mengeluh karena kurangnya komunikasi. Namun sebenarnya, yang mereka maksudkan adalah kurangnya kemampuan untuk mendengarkan dengan baik -- pengetahuan bagaimana mendengarkan atau keinginan untuk mendengarkan. Maria, misalnya, dengan perasaan terluka mengungkapkan kekurangan ini dalam pernikahannya, "Billy tidak mau mendengarkan saya. Saya mengatakan sesuatu, tetapi ia hanya duduk diam. Ia tidak memberikan respons. Saya tidak menikmati saat keluar makan malam bersamanya, sebab sepanjang waktu makan tersebut hanya saya yang aktif membuka pembicaraan". Billy memang seorang yang tenang. Meski demikian, ia dapat belajar menjadi seorang pendengar yang baik. Saya ingat seorang wanita yang diceritakan oleh seorang kenalan. "Wah, kamu seorang teman yang menyenangkan untuk mengobrol!" Tetapi ia menjawab, "Saya sebenarnya tidak menyumbangkan apa-apa. Yang saya lakukan hanyalah mendengarkan!"

Mendengarkan Berarti Peduli

Mengapa penting sekali menjadi pendengar yang baik, terutama bagi pasangan kita? Hal ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli pada mereka. Ini berarti Anda memberikan diri Anda kepadanya. Ini juga membuat mereka merasa dihargai dan dihormati. Mereka merasa diterima dan betapa senangnya kalau kita diterima! Ini dapat mempererat hubungan suami istri dan membuat kehidupan ini sangat berarti dan indah, seperti yang direncanakan Allah dari semula. Hal ini memperagakan kasih Kristus dan bahkan menarik kita lebih dekat kepada-Nya. Mendengarkan itu memulihkan gairah, juga mempertinggi kehidupan kita secara luar biasa. Jika kita mengasihi seseorang, bukankah kita tidak berkeberatan untuk melakukan hal ini bagi mereka?

Bagaimana Anda Dapat Memperbaiki Kemampuan Mendengarkan?

Bagaimana caranya seorang pendengar yang buruk atau biasa-biasa saja dapat menjadi pendengar yang baik? Bagaimana seorang pendengar yang baik dapat memperbaiki dirinya di bidang ini? Saya pernah menyombongkan diri sebagai seorang pendengar yang agak lumayan. Kemudian, selama mengikuti sebuah seminar di The American Psychological Association Convention (Konvensi Asosiasi Psikologi Amerika) beberapa tahun yang lalu, saya baru menyadari betapa saya perlu memperbaiki kemampuan mendengarkan. Sesi yang berbicara kepada saya adalah, "The Attributes of Good Listening" (Ciri-ciri Mendengarkan yang Baik). Supaya terlihat lebih keren, para pembicara berbicara secara berlebihan, bahwa hal-hal yang mereka katakan dapat membuat seseorang menjadi pendengar yang baik. Cara itu sungguh menyenangkan, tetapi juga mengesankan. Sesi itu menyadarkan saya akan beberapa bidang di mana saya masih kurang.

Saya Mendengarkan dan Belajar

Sumber perbaikan lain bagi saya adalah "mengadakan penilaian berdasarkan buku seorang teman"; teman ini adalah pendengar terbaik yang pernah saya kenal. Tidak banyak teman yang dapat mendengarkan dengan baik. Dengan teman ini, saya mendapati diri saya benar-benar bebas. Kami mulai membahas hal-hal yang lucu dan menyenangkan sampai hal-hal rohani, kadang-kadang hanya dalam waktu singkat. Waktu berjalan begitu cepat saat kami berbincang bersama. Itu sungguh merupakan saat yang menyenangkan.

Dari berbagai sumber yang telah menolong saya menjadi pendengar yang lebih baik, dari keluhan-keluhan yang telah saya dengar tentang masalah ini, dan dari pengalaman-pengalaman saya sendiri, saya mengumpulkan beberapa gagasan tentang bagaimana kita dapat memperbaiki kebiasaan-kebiasaan mendengarkan kita.

1. Pandanglah lawan bicara Anda!

2. Berikanlah umpan balik -- komentar, ajukan pertanyaan, anggukan kepala, katakan "Ya", atau sesuatu yang lain!

3. Ketika mengajukan sebuah pertanyaan, cobalah memahami pikiran orang tersebut! Jangan alihkan ke topik yang lain!

4. Usahakanlah untuk ada bersama orang itu secara emosional! Biarlah hal itu tampak di wajah Anda. (Saya memunyai seorang klien yang mengatakan bahwa ia tidak merasa bersama orang itu, jika ia tidak mengingatkan dirinya akan hal itu.)

5. Perlihatkan antusiasme! Anda dapat melakukan hal ini dengan nada suara Anda; dengan ekspresi wajah Anda; dengan menggerakkan tangan atau anggota badan Anda untuk menyatakan rasa simpati atau sikap Anda.

6. Janganlah mulai membicarakan pengalaman Anda yang sama karena cara ini dapat mengacaukan percakapan tersebut!

7. Berilah dia kesempatan untuk menyelesaikan percakapannya! Jika ia menyimpang dari apa yang sedang dibicarakannya karena pertanyaan Anda yang mungkin agak menyimpang (atau hal yang lain), tunjukkanlah minat Anda dengan mengatakan sesuatu seperti, "Hai, jangan biarkan saya terkatung-katung. Coba ceritakan kelanjutan dari cerita kamu tadi." (Bukankah kita pun sering tidak menyelesaikan percakapan kita karena seseorang memotong percakapan kita, dan tidak memberi kesempatan kepada kita untuk menyelesaikannya?)

8. Jika Anda tidak tertarik dengan topik yang sedang dibicarakan, cobalah menempatkan diri Anda di posisi orang tersebut dan cobalah mengerti perasaannya. Ungkapkanlah pengertian ini, mungkin akan menghasilkan percakapan yang lebih luas dan menarik.

9. Ingatlah, Tuhan Yesus selalu mendengarkan orang-orang yang datang kepada-Nya. Ia juga mendengarkan kita, meskipun kita mungkin mengatakan hal-hal yang tidak menarik.

10. Perhatikanlah betapa seringnya kita membaca kata-kata di dalam Alkitab, "Allah mendengar"; "Telinga-Nya (tertuju) kepada teriak mereka..."; "Ia (Allah) menyendengkan telinga-Nya kepadaku." Bagaimana seandainya Allah terlalu sibuk untuk mendengarkan kita?

Jika kita mengikuti petunjuk-petunjuk ini, saya yakin kita akan mendapati percakapan kita dengan orang lain menjadi semakin menyenangkan, tidak hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Selain itu, kita juga akan mengembangkan suatu kualitas yang akan selalu menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, karena tidak akan pernah cukup jumlah orang yang sungguh-sungguh mendengarkan dengan baik.

Sumber: Jeannette Acrea, Improving the Quality of Your Listening, Nartamore Christian Foundation.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul majalah: Kalam Hidup, Oktober 2007
Penulis: BES
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup
Halaman: 27 -- 31


STOP PRESS: DAPATKAN KUMPULAN BAHAN NATAL DI NATAL.SABDA.ORG

Kami yakin Anda yang aktif di pelayanan pasti sudah mulai berpikir untuk mempersiapkan Natal, bukan? Nah, dengan gembira kami menginformasikan bahwa Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah menyediakan wadah di situs "natal.sabda.org" bagi setiap pelayan Tuhan agar bisa saling berbagi bahan-bahan Natal dalam bahasa Indonesia. Ada banyak bahan yang bisa didapatkan, seperti Renungan Natal, Artikel Natal, Cerita/Kesaksian Natal, Drama Natal, Puisi Natal, Tips Natal, Bahan Mengajar Natal, Blog Natal, Resensi Buku Natal, Review Situs Natal, e-Cards Natal, Gambar/Desain Natal, Lagu Natal, dan bahkan sarana diskusi tentang topik Natal.

Yang istimewa adalah situs "natal.sabda.org" dirancang sebagai situs yang interaktif, sehingga pengunjung dapat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan tulisan, menulis blog, memberikan komentar, dan mengucapkan selamat Natal kepada rekan pengunjung lain. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs "natal.sabda.org". Mari berbagi berkat pada perayaan hari kedatangan Kristus ke dunia 2000 tahun yang lalu ini dengan menjadi berkat bagi kemuliaan nama-Nya.

==> http://natal.sabda.org/


Kontak: < wanita(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/wanita >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >

(e-RH) Oktober 18 -- KE MANA MENCARI DAMAI?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 18 Oktober 2012
Bacaan : Yohanes 16:25-33
Setahun: Matius 15; Markus 7
Nats: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai
sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan,
tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yohanes
16:33)

Judul:

KE MANA MENCARI DAMAI?

Anda tentu sependapat bahwa damai sejahtera adalah hal yang
dirindukan semua orang di dunia. Segala cara ditempuh demi damai
diperoleh dalam kehidupan pribadi, keluarga, bahkan antar negara.
Sebab itu, konselor tak pernah sepi, diplomat selalu sibuk, dan
pasukan perdamaian masih saja dibentuk. Sebagai orang kristiani,
seberapa sering Anda mengalami damai sejahtera? Jika damai sejahtera
adalah buah Roh Kudus yang diam di dalam kita (Galatia 5:22),
bukankah seharusnya kita mengalaminya setiap hari?


Ternyata selain menjanjikan damai sejahtera, Tuhan Yesus juga
memastikan bahwa masalah besar akan dialami oleh mereka yang menjadi
murid-murid-Nya. Lebih tepatnya, mereka akan "menderita
penganiayaan". Hmm.... Lalu bagaimana mungkin mereka bisa beroleh
damai sejahtera? Kepastian berikut diberikan: "Aku [Yesus] telah
mengalahkan dunia". Yesus memegang kuasa tertinggi (Matius 28:18),
segala sesuatu diletakkan di bawah kaki-Nya (lihat Efesus 1:22).
Sebab itu, tidak ada masalah yang bisa luput dari perhatian-Nya atau
terlalu sukar untuk ditangani-Nya


Yesus tidak mengajar murid-murid-Nya bagaimana cara menghindari atau
melarikan diri dari masalah, tetapi bagaimana menghadapi masalah
dengan memandang dan berharap kepada-Nya. Usaha manusia hanya dapat
meredakan masalah dan memberi "damai" sesaat. Kehadiran Roh Kudus
memungkinkan kita memiliki damai sejahtera yang melampaui segala
akal, dengan mengarahkan kita kepada Pribadi yang memegang kendali
atas segara situasi. Badai masalah takkan dibiarkan-Nya melampaui
kekuatan kita, namun justru membentuk kita makin mencerminkan Dia.
--ELS

DAMAI SEJAHTERA DAPAT KITA ALAMI DENGAN KEHADIRAN ROH KUDUS
DIA AKAN SELALU MEMBAWA KITA KEMBALI MEMANDANG KRISTUS

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-18
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+16:25-33

Yohanes 16:25-33

25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya
Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus
terang memberitakan Bapa kepadamu.
26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku
katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi
Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku
meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang
berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.
30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan
tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya,
bahwa Engkau datang dari Allah."
31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?
32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu
diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu
meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri,
sebab Bapa menyertai Aku.
33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai
sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan,
tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Matius+15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+15
http://alkitab.sabda.org/?Markus+7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, October 16, 2012

[i-kan-humor] [e-Humor] 2115 Oktober/2012

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-Humor
2115, Oktober 2012

Shalom,

Bagaimana kabar Anda? Kali ini, redaksi kembali menyajikan kisah penolakan Gatot kepada para pelamar di tempat dia bekerja. Alasannya tak ada habisnya! Langsung simak saja, yuk!

Tuhan memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,
Tatik Wahyuningsih
< tatik(at)in-christ.net >
< http://humor.sabda.org/ >


2115. ALASAN MENOLAK PELAMAR (5)

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 6: Punya....
Gatot: Yang keberapa?
Pelamar 6: Pertama....
Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 6: Alasannya?
Gatot: Lha, kamu cari pacar saja baru dapat satu.
Pelamar 6: Mmm... sebetulnya, saya sudah sering gonta-ganti pacar.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 6: Alasannya?
Gatot: Nanti kamu hanya gonta-ganti pekerjaan dan keluar dari sini.

Berlanjut ke humor berikutnya... [Judul: ALASAN MENOLAK PELAMAR (6)]

[Sumber diambil dari: Guruku Super Lucu, 69]

"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu." (Ulangan 5:20) < http://alkitab.sabda.org/?Ulangan+5:20 >


Kontak: < humor(at)sabda.org >
Redaksi: Tatik Wahyuningsih dan Amy Grace Y.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/humor >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org >

[i-kan-kisah] [KISAH] Edisi 298 -- Tak Ada Kata Terlambat untuk Dapat Dipakai Allah

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

KISAH -- Tak Ada Kata Terlambat untuk Dapat Dipakai Allah
Edisi 298, 17 Oktober 2012

Shalom,

Tuhan memiliki cara tersendiri untuk menetapkan panggilan-Nya dalam kehidupan kita. Namun, terkadang manusia tidak menyadarinya. Kesombongan yang dimiliki manusia membutakan mata hatinya akan kuasa dan keberadaan Sang Pencipta. KISAH edisi 298 menceritakan tentang pertobatan P.Y. Hwang. Dia bisa dibilang seorang yang berhasil dalam kariernya, namun di tengah kesombongannya, Tuhan mengizinkan rumah tangganya hampir karam, agar dia mau bertobat dan menyadari bahwa ada aspek yang lebih penting daripada karier. Selamat membaca.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Yonathan Sigit
< sigit(at)in-christ.net >
< http://kesaksian.sabda.org/ >


TAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK DAPAT DIPAKAI ALLAH

Saya dibaptis pada Desember 1937, ketika saya berumur 2 tahun. Ketika saya masih anak-anak, sebelum Perang Dunia II, orang tua saya adalah orang-orang yang cukup rajin pergi ke gereja dan di situlah saya menemukan akar saya. Banyak lagu himne lama yang saya ingat dari masa-masa itu. Akan tetapi, ketika Perang Dunia II berakhir di Singapura, ketika saya berusia remaja, saya mengalami kemunduran. Baik saya maupun orang tua, saya tidak lagi rajin pergi ke gereja.

Ketika saya menengok ke belakang, saya pikir sangat menakjubkan bahwa saya dapat mencapai banyak hal, tanpa perlu berusaha sekuat tenaga. Saya bukan seorang kutu buku, tetapi saya cukup berhasil di sekolah. Setelah itu, saya melanjutkan kuliah di Inggris, di bidang obat-obatan. Akan tetapi, setelah meraih gelar umum dan menjalani pendidikan klinis, saya memutuskan untuk tidak menjadi seorang dokter dan tidak pernah mengambil ujian akhir saya.

Setelah itu, saya mengambil pekerjaan menjadi penjual bahan-bahan kimia. Pada suatu hari, seorang teman saya, Joe Pillay, yang ketika itu menjadi Ketua Dewan Singapore International Airlines (SIA), melihat saya di jalan dan berkata, "Apa yang kau lakukan di sini?" Saya menjawabnya, "Menjual bahan-bahan kimia." Ia pun membalas saya, "Jangan membuang waktumu! Ikutlah aku, bekerjalah di Economic Development Board (EDB)."

Saya pun akhirnya bekerja di EDB pemerintah Singapura dan secara bertahap menaiki setiap jenjang jabatan. Sepertinya, saya selalu mendapat promosi sekalipun saya tidak pernah mengusahakannya. Segala sesuatu saya dapatkan dengan begitu mudah sebelum krisis datang dalam kehidupan pernikahan saya.

Istri saya lebih muda 13 tahun umurnya. Jadi, saat kami menikah, saya berumur hampir 40 tahun, sedangkan ia masih berumur sekitar 27 tahun. Saat kami menikah, EDB menempatkan kami di London. Jadi, rumah pertama yang kami tinggali adalah sebuah apartemen mewah, sangat mahal, lengkap dengan gelas anggur, dan segalanya. Kemudian, Kementerian Luar Negeri meminjam saya selama 3,5 tahun untuk menjadi Duta Besar. Jadi, kami pun pindah ke sebuah rumah di sebuah kota di Eropa bernama Brussels. Wilayah kerja saya adalah seluruh benua Eropa. Saya bepergian selama 2 atau mungkin 3 minggu selama sebulan. Anak saya, ketika dia masih kecil, bertanya-tanya tentang orang asing yang hanya datang ke rumah setiap akhir minggu saja. Ia benar-benar tidak mengenali saya.

Setelah 3,5 tahun di Brussels, kami kembali ke Singapura karena saya diminta untuk mengambil alih jabatan ketua dewan EDB.

Saat ini, ketika saya mengingat hari-hari itu, seharusnya saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri dan anak saya. Saat itu, saya tidak menghiraukan mereka dan datanglah krisis yang sebenarnya. Anak saya mulai duduk di bangku sekolah dan istri saya ingin kembali bekerja. Keadaan tersebut benar-benar menjadi sebuah titik tolak yang sangat serius dalam kehidupan keluarga kami. Saya maupun istri terlalu serius dalam mengejar karier kami masing-masing, sehingga hubungan semakin renggang. Pernikahan kami benar-benar berantakan. Saya rasa pernikahan kami tidak akan bertahan jika Tuhan tidak turut campur tangan.

Istri saya yang pertama kali berubah. Saat itu, ia mulai mengikuti persekutuan pendalaman Alkitab, sementara saya mengalami masalah di tempat kerja, masalah di rumah, dan masalah dengan anak kami (saat itu David berumur sekitar 10 tahun).

Saya rasa, salah satu bentuk campur tangan Tuhan saat itu adalah pindahnya kami ke sebuah rumah yang hanya berjarak dua rumah saja dari kediaman Dr. Benjamin Chew, mantan ketua dewan Youth for Christ (YFC). Dr. Chew adalah orang yang sangat memerhatikan kami, jadi beliau mengundang kami ke dalam sebuah jamuan makan malam yang diadakan oleh Campus Crusade untuk orang dewasa.

Kami pun pergi ke jamuan tersebut, dan karena sebuah keajaiban saja, anak kami yang berumur 10 tahun itu diizinkan untuk ikut serta.

Pada saat itu, David memiliki kebiasaan yang sedikit aneh. Ia suka mengisi formulir tanggapan pelanggan, baik ketika kami naik pesawat, menginap di hotel, ketika kami makan di Kentucky Fried Chicken ..., jika ada formulir yang berisi pertanyaan, "Bagaimana tanggapan Anda terhadap pelayanan kami?" maka ia pun akan mengisi formulir tersebut. Jadi, setelah makan malam, ketika formulir tanggapan itu diedarkan, David mengisi salah satunya. Orang-orang di tempat itu tidak pernah menanyakan umurnya, saya rasa mereka semua berasumsi bahwa semua undangan yang datang malam itu adalah orang-orang dewasa.

Dua minggu kemudian, ia mendapat selebaran yang dikirimkan oleh Campus Crusade tentang "Seminar Pemulihan Pernikahan". Saya dan istri saya berpikir, "Seminar ini benar-benar belum cocok untuk David, tetapi sangat cocok bagi kami."

Jadi, kami berdua pun pergi ke seminar itu. Selama seminar itu berlangsung, saya kembali kepada Tuhan. Saat itu saya benar-benar yakin bahwa saya tidak menyukai kehidupan saya yang lama. Dan setelah itu, pandangan saya terhadap segala sesuatu benar-benar berubah. Kecemasan saya terhadap pekerjaan sekular saya menjadi tidak terasa, kenyataannya, hal itu menjadi tidak terlalu penting lagi.

Tiba-tiba, kami merasa bahwa kami dikelilingi oleh saudara dan saudari yang baik. Peluang pelayanan pun terbuka bagi kami dan saat itulah seorang teman kami mengenalkan saya kepada YFC.

Saya kembali melihat ke belakang dan menyadari, bahwa batu sandungan bagi saya selama ini adalah kesombongan saya. Saya biasa berpikir, "Saya dapat melakukan segalanya. Segala sesuatu dapat dengan mudah datang kepada saya, jadi saya tidak perlu bergantung kepada Allah." Pada saat-saat tertentulah, seperti keadaan keluarga yang memburuk, Anda baru menyadari bahwa tidak ada apapun yang dapat Anda lakukan.

Beberapa dari kita membutuhkan cambukan. Beberapa orang lain begitu diberkati karena mereka tidak membutuhkannya, mereka dapat menyadari hal-hal tertentu tanpa harus mendapat lecutan. Tetapi saya khawatir, saya masih membutuhkan cambukan itu dan kadang-kadang harus terus dipecut dari waktu ke waktu.

Saya harus sampai ke suatu titik yang membuat saya berkata, "Aku tidak dapat menyelesaikan masalahku sendiri." Dan saat itulah, saya melihat secercah cahaya. Saya belajar bahwa Allah ialah sauh dalam hidup saya. Bukan saya yang memegang seluruh kehidupan saya, hanya Allah saja.

Pada suatu titik tertentu, saya berpikir bahwa seandainya saja saya datang kepada Tuhan lebih awal, tentu saya menghindarkan diri saya dari banyak rasa sakit. Akan tetapi, Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri, bahkan terhadap orang yang melawan-Nya sekalipun. Pada saat itu, saya yakin Anda tidak dapat berkata bahwa semuanya telah terlambat!

Catatan: P.Y. Hwang adalah seorang mantan Ketua Dewan EDB pemerintah Singapura. Kini beliau melayani sebagai sukarelawan bagi Associate Regional Director bagi RBC Ministries Asia. Terlepas dari pelayanannya sebagai Area Team Member, ia juga membantu YFCI Asia Pacific untuk mendirikan pelayanan-pelayanan strategis di China. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:
Judul buku: One Life to Live
Judul asli Artikel: It's Never Too Late... to be used by God
Penulis: P.Y. Hwang
Penerbit: YFCI Asia Pacific
Halaman: 10 -- 12


POKOK DOA

1. Berdoa kepada Tuhan Yesus untuk setiap orang yang saat ini mencari uang siang dan malam, dan tidak memedulikan keluarganya. Kiranya Tuhan memberikan hikmat dan bijaksana, untuk dapat membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga.

2. Berdoa bagi keluarga yang saat ini di ambang kehancuran, yang dipicu karena masalah karier atau kurangnya waktu bersama. Biarlah Tuhan membuka jalan, agar mereka menemukan komunitas/persekutuan yang dapat membimbing mereka menghadapi masalah tersebut dan bisa menemukan solusi.

3. Berdoa untuk gereja atau komunitas-komunitas Kristen yang ada, agar Tuhan memberikan hikmat kepada mereka, untuk selalu siap sedia menjadi wadah dan jawaban kepada pasangan suami istri yang memerlukan bimbingan.

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) < http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+29:11 >


STOP PRESS: DAPATKAN KUMPULAN BAHAN NATAL DI NATAL.SABDA.ORG

Kami yakin Anda yang aktif di pelayanan pasti sudah mulai berpikir untuk mempersiapkan Natal, bukan? Nah, dengan gembira kami menginformasikan bahwa Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah menyediakan wadah di situs "natal.sabda.org" bagi setiap pelayan Tuhan, agar bisa saling berbagi bahan-bahan Natal dalam bahasa Indonesia. Ada banyak bahan yang bisa didapatkan, seperti Renungan Natal, Artikel Natal, Cerita/Kesaksian Natal, Drama Natal, Puisi Natal, Tips Natal, Bahan Mengajar Natal, Blog Natal, Resensi Buku Natal, Review Situs Natal, e-Cards Natal, Gambar/Desain Natal, Lagu Natal, dan bahkan sarana diskusi tentang topik Natal.

Yang istimewa adalah situs "natal.sabda.org" dirancang sebagai situs yang interaktif, sehingga pengunjung dapat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan tulisan, menulis blog, memberikan komentar, dan mengucapkan selamat Natal kepada rekan pengunjung lain. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs "natal.sabda.org". Mari berbagi berkat pada perayaan hari kedatangan Kristus ke dunia 2000 tahun yang lalu ini, dengan menjadi berkat bagi kemuliaan nama-Nya.

==> http://natal.sabda.org/


Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Redaksi: Yonathan Sigit
Tim Editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/kisah >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >

[i-kan-binaanak] [e-BinaAnak] Edisi 607/Oktober 2012 -- Mengembangkan Talenta (III)

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-BinaAnak -- Mengembangkan Talenta (III)
607/Oktober/III/2012

DAFTAR ISI
TIP: MENGEMBANGKAN TALENTA DAN KARUNIA
STOP PRESS: DAPATKAN KUMPULAN BAHAN NATAL DI NATAL.SABDA.ORG

Salam Damai Kristus,

Salah satu tanggung jawab orang tua dan pelayan anak ialah membantu anak-anak mengeksplorasi, menemukan, dan mengembangkan talenta yang telah Tuhan berikan pada mereka. Apa saja yang harus diperhatikan dan bagaimana cara menolong anak mengembangkan talentanya? Edisi e-BinaAnak kali ini akan menjawab kebutuhan Anda mengenai hal ini. Selamat membaca sajian kami dan jangan lewatkan informasi terbaru yang kami sajikan dalam kolom Stop Press. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-BinaAnak,
Santi Titik Lestari
< http://pepak.sabda.org/ >


TIP: MENGEMBANGKAN TALENTA DAN KARUNIA

Sebagai orang tua atau guru, Anda tidak hanya ingin membantu anak belajar mengintegrasikan pekerjaan dalam kehidupan mereka. Anda juga ingin membantu mereka untuk mengembangkan minat, talenta, karunia, dan bakat tertentu yang Allah berikan kepada mereka. Bagaimana cara untuk membantu anak-anak mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan mereka?

1. Bantu Anak Menemukan Talentanya

Dalam jiwa anak, terdapat bakat tertentu yang akan muncul dan berkembang menjadi talenta dan karunia. Allah telah melakukan tugas-Nya dan tugas Anda adalah mengajak mereka untuk terlibat dalam berbagai pengalaman, sehingga Anda dan anak dapat mengetahui apa yang ia hargai, kuasai, dan suka lakukan.

Ayah saya sendiri, yang kini pensiun, sangat terampil dalam hal elektronika radio. Beliau telah menggeluti dunia radio sejak kecil. Dalam Perang Dunia II, ayah saya bertugas di bagian radio Angkatan Laut AS. Beliau membesarkan empat anak dengan keahliannya. Jika Anda berada di Utara bagian timur California dan bisnis Anda memunyai masalah radio yang tidak bisa diperbaiki siapa pun, panggil saja Jack Townsend.

Ayah mengajak saya ke tokonya, menunjukkan apa yang beliau lakukan, dan mengizinkan saya melakukan pekerjaan paruh waktu. Ayah membantu saya mencoba bidang elektronika, untuk melihat apakah saya memiliki kemampuan dalam bidang tersebut. Ternyata tidak. Dia dan saya sama-sama menemukan bahwa saya memiliki sedikit bakat atau minat dalam bidang radio maupun teknis.

Namun, waktu saya masih SMP, kami berbicara tentang pekerjaan, dan dia berkata, "Kamu dapat membangun hubungan yang baik dengan banyak orang. Bagaimana kalau kamu menjadi seorang pengacara?" Walau akhirnya saya tidak banyak melakukan hal yang berkaitan dengan menjadi pengacara (kecuali memiliki koleksi lelucon tentang pengacara), tetapi pernyataan ayah itu bergaung dalam diri saya.

Melalui sekolah perguruan tinggi, pekerjaan, dan pendidikan pascasarjana, saya mulai tertarik dengan profesi yang melayani. Saya memasuki berbagai bidang untuk sampai ke sana, melibatkan diri dalam organisasi pendamping gereja, melayani penuh waktu, melayani di ladang misi, dan mengatur kelompok rumah, sampai akhirnya saya berkecimpung di bidang konseling.

Dalam keterlibatannya yang tidak mendikte, Ayah membantu saya menemukan apa yang saya sukai. Meskipun saya bukan orang teknis, saya menyukai aspek teknis dalam profesi saya: rincian teologi dan penelitian psikologis. Tapi saya senang, dunia telah terhindar dari keterlibatan saya dalam dunia teknis Ayah.

Sejak usia dini, anak-anak akan mendapatkan keuntungan dari lingkungan yang kaya stimulus: lingkungan yang di dalamnya terdapat beragam kegiatan dan anak-anak dilibatkan sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Sebelum usia sekolah, milikilah mainan interaktif dan perlengkapan seni yang akan membantu anak untuk berimajinasi dan mencipta. Saat mereka bertambah besar, jangan hanya mengenalkan mereka dengan kegiatan sekolah, tetapi juga olahraga, kesenian, ilmu pengetahuan, keterlibatan di gereja, dan membantu orang lain. Tugas-tugas bermain ini adalah awal dari apa yang akhirnya akan menjadi tugas dalam suatu pekerjaan. Anak Anda bekerja dengan bermain. Buatlah struktur-struktur ekstrakurikuler yang sehat dan baru menjadi norma di dalam keluarga Anda. Ini adalah waktunya untuk mengajak dan memberi dorongan.

Saya mengenal sebuah keluarga yang memiliki tiga anak perempuan. Keluarga ini yang memiliki pola, yaitu masing-masing anak mencoba satu olahraga, aktivitas, atau kegiatan seni yang berbeda setiap tahun. Ketika mereka lebih besar, anak-anak ini telah berfokus pada hal-hal yang mereka sukai. Di saat mereka SMP, mereka sudah pernah melakukan sepak bola, basket, bisbol, renang, golf, catur, tenis, balet, piano, menyanyi, kegiatan amal, dll.. Tidaklah mengherankan bahwa ketiga anak perempuan ini dapat menjadi pengasuh anak yang bertanggung jawab, dengan kebiasaan kerja yang solid dan sangat diinginkan di lingkungan dan masyarakat mereka.

2. Tantang Anak untuk Mengembangkan Talentanya

Ajaklah anak Anda untuk menemukan minat mereka. Ketika mereka telah memusatkan diri pada suatu minat tertentu, menginvestasikan waktu dan energi mereka di dalamnya, tantanglah mereka untuk mengembangkan talenta mereka. Kemudian mereka akan terlibat dalam kegiatan yang mereka nikmati dan melakukannya dengan baik. Dengan itu, mereka dapat memiliki keterlibatan seumur hidup. Bantulah mereka untuk memperdalam keterlibatan dan penguasaan mereka.

Minat saja tidak akan menyebabkan anak Anda mengembangkan kompetensi dalam bidang yang mereka pilih. Pada umumnya, anak-anak tidak memiliki struktur internal untuk bekerja pada tugas tertentu. Mereka membutuhkan struktur orang tua untuk membantu mereka dalam menjadwal, memusatkan diri, dan semakin berkembang dalam bidang yang telah mereka pilih, sampai struktur itu menjadi bagian dari diri mereka.

Beberapa orang tua sering dituntun oleh tingkat minat anak-anak mereka. Mereka merasa jika anak bosan dengan beberapa aktivitas, itu adalah tanda bahwa dia perlu pindah ke sesuatu yang lain. Hal tersebut hanya bermanfaat pada masa-masa awal usia anak. Misalnya, anak prasekolah mungkin perlu untuk beralih dari karya seni ke menyanyi, lalu ke cerita karena ia tidak bisa konsentrasi pada apa pun untuk waktu yang lama. Namun, anak-anak juga memiliki kebutuhan untuk belajar disiplin, berkomitmen, dan menyelesaikan tugas seiring mereka beranjak dewasa. Jarang ada anak yang mengatakan, "Aku lelah beristirahat. Bolehkah aku mengerjakan latihan perkalian?"

Di sinilah, Anda perlu bertindak sebagai pelatih. Bantulah anak Anda melihat bahwa baik komitmen, investasi, latihan, maupun energi, semua itu akan diterjemahkan ke dalam suatu keahlian atau talenta. Berikan mereka pengalaman jangka panjang. Jangan biarkan mereka berhenti dari tim olahraga atau kegiatan lain dan pelajaran sebelum akhir musim, atau bahkan beberapa musim, kecuali ada masalah serius. Misalnya, seorang anak yang perilakunya sangat mengganggu hingga perilakunya merusak seluruh kerja sama tim, mungkin perlu dikeluarkan. Namun, ini tidak boleh diganti dengan menganggur di rumah dan menonton televisi. Waktu yang seharusnya dihabiskan dalam tim, seharusnya dihabiskan dengan melakukan pekerjaan rumah, membantu gereja, atau terlibat dalam olahraga tim lain yang di dalamnya perilaku anak tersebut tidak begitu negatif. Tapi, seorang anak yang hanya merengek kelelahan dari sebuah olahraga hanya harus diberi tahu, "Saya tahu, Sayang. Sulit untuk tetap berpegang pada komitmenmu. Tapi kamu mendaftar untuk olahraga ini dan kamu harus menyelesaikan olahraga ini, kamu harus menyelesaikannya untuk dirimu sendiri dan untuk tim."

3. Kembangkan Pula Kemampuan Dasar untuk Kehidupannya

Sementara Anda membimbing anak Anda dalam mempelajari penguasaan di bidang yang khusus, dia juga harus mendapatkan kompetensi dalam bidang kehidupan universal yang semua orang dewasa butuhkan, yaitu bidang-bidang seperti akademisi, pemecahan masalah, keterampilan sosial, bahasa, kebersihan dan kesehatan, serta perawatan rumah. Tetap jaga anak Anda seimbang dalam genggaman dan penguasaan di kehidupan dan pekerjaan. Jika dia berbakat di bidang tertentu, Anda memiliki kewajiban untuk memberikan tambahan dan sumber daya untuk mengembangkan bakatnya. Namun, jangan mengabaikan pertumbuhan keterampilan hidupnya. Kita semua telah mendengar cerita tentang anak ajaib yang tidak bisa mengelola, baik karier maupun kehidupan cintanya saat ia dewasa.

4. Pahami Peran Orang tua yang Berada di Belakang Layar

Pahamilah peran Anda dalam membantu anak Anda mengembangkan penguasaan dalam suatu bidang. Anda berada di belakang layar, menyediakan struktur baginya untuk mengalami pertumbuhan. Jagalah prestasi dan kompetensi Anda sendiri terpisah dari miliknya.

- Jangan menjadi orang tua panggung, yang terlalu terlibat dalam kejayaan anak Anda karena kebutuhan Anda sendiri.
- Jangan mengendalikan tingkat keberhasilan. Tetap mengikuti para ahli yang dapat membantu Anda untuk mengetahui cara mengantisipasi anak Anda.
- Jangan memusatkan hidup anak Anda hanya kepada karunia-karunia yang dimilikinya. Pastikan ia memiliki banyak hal baik lainnya dan teman-teman. Jagalah kehidupan yang seimbang. Dia membutuhkan tempat untuk menjadi "anak biasa".
- Jangan mengidealkan anak Anda. Dia masih bergelut dengan keegoisan, hak, ketidakjujuran, dan rasa tidak bertanggung jawab. Berikan kepadanya pengawasan realitas yang baik. Tetap berikan keanggunan dan kebenaran melalui hal-hal ini.

Membantu anak Anda menemukan dan bertumbuh dalam kompetensi baik di dalam kedua bidang khusus dan tugas-tugas kehidupan, merupakan sebuah panggilan yang agung. Teruslah membayangkan dia sebagai orang dewasa, di mana Anda menginvestasikan waktu untuk membantunya mempersiapkan diri memasuki dunia orang dewasa.

5. Kembangkan Talenta Sesuai Usia dan Tahapan Hidup Anak

Anak-anak selalu mengerjakan sesuatu. Mereka memiliki rencana Tuhan yang diarahkan untuk menguasai hidup. Berikut ini adalah beberapa pedoman umum untuk membantu Anda berfokus pada tugas sesuai dengan usia mereka.

Bayi: Mempelajari keterampilan dasar untuk bertahan hidup; berkembang secara fisik; merangkak; membedakan warna, wajah, dll.; belajar ritme siang hari dan malam hari; berkomunikasi dengan ibu.

Masa balita: Belajar jadwal dan aturan rumah; belajar untuk berbicara dan berinteraksi sosial; menguasai makan dengan peralatan yang tepat dan menggunakan toilet; belajar tentang hidup dengan cara bermain.

Anak sekolah: Menguasai kebiasaan sekolah seperti kemampuan verbal dan matematika, belajar, dan memerhatikan pelajaran di kelas; bermain olahraga dan terlibat dalam seni; melakukan tugas-tugas di rumah; bekerja sama dengan anggota tim dan bersaing melawan tim lain.

Masa remaja: Menguasai keahlian dan bidang minat, seperti sains, humaniora, atau studi sosial; menjajaki talenta dan karunia; bekerja di luar pekerjaan.

Perguruan tinggi: Mampu hidup sendiri; maju ke arah penguasaan berdasarkan nilai-nilai, minat, dan kemampuan.

6. Jangan Menciptakan Seorang Pecandu Kerja

Beberapa orang tua takut jika mereka memberi contoh, mengajak, dan menantang anak-anak bekerja, maka mereka akan menghasilkan seorang yang kecanduan kerja dan tidak memiliki kehidupan lain. Memang, ada pecandu kerja di luar sana. Namun, orang tua yang terlibat secara sehat tidak akan menyebabkan hal ini. Sering kali, kekurangan di bidang karakter lain akan menyebabkan anak untuk mengisi beberapa kekosongan dengan pekerjaan. Jika kasih sayang, tanggung jawab, dan realitas berada dalam perspektif yang tepat dalam pengembangan karakternya, kapasitas kerja akan menemukan tempat mereka sendiri di dalam diri seorang anak.

Pecandu kerja sering mendapat perhentian dari ketakutan mereka akan kedekatan, ketidakmampuan untuk mengasihi, masalah-masalah dalam menetapkan batas dengan orang lain, dan kecemasan tentang kegagalan. Ketika hal-hal ini terselesaikan, pekerjaan cenderung menjadi kurang penting dan lebih memuaskan bagi orang dewasa. Pekerjaan adalah hamba yang besar dan tuan yang malang.

Penguasaan pekerjaan adalah salah satu aspek yang paling berharga tentang membesarkan anak bagi orang tua karena memberikan kesempatan untuk melihat pertumbuhan yang terukur. Tapi anak yang bekerja tidak selalu berarti anak bermoral. (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dan disunting dari:
Judul asli buku: Raising Great Kids
Judul bab: Developing gifts and Talents
Penulis: Dr. Henry Cloud & Dr. John Townsend
Penerbit: Zondervan Publishing House, Grand Rapids 1999
Halaman: 139 -- 144


STOP PRESS: DAPATKAN KUMPULAN BAHAN NATAL DI NATAL.SABDA.ORG

Kami yakin Anda yang aktif di pelayanan pasti sudah mulai berpikir untuk mempersiapkan Natal, bukan? Nah, dengan gembira kami menginformasikan bahwa Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah menyediakan wadah di situs "natal.sabda.org" bagi setiap pelayan Tuhan, agar bisa saling berbagi bahan-bahan Natal dalam bahasa Indonesia. Ada banyak bahan yang bisa didapatkan, seperti Renungan Natal, Artikel Natal, Cerita/Kesaksian Natal, Drama Natal, Puisi Natal, Tips Natal, Bahan Mengajar Natal, Blog Natal, Resensi Buku Natal, Review Situs Natal, e-Cards Natal, Gambar/Desain Natal, Lagu Natal, dan bahkan sarana diskusi tentang topik Natal.

Yang istimewa adalah situs "natal.sabda.org" dirancang sebagai situs yang interaktif, sehingga pengunjung dapat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan tulisan, menulis blog, memberikan komentar, dan mengucapkan selamat Natal kepada rekan pengunjung lain. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs "natal.sabda.org". Mari berbagi berkat pada perayaan hari kedatangan Kristus ke dunia 2000 tahun yang lalu ini, dengan menjadi berkat bagi kemuliaan nama-Nya.

==> http://natal.sabda.org/


Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Davida Welni Dana, Santi Titik Lestari, dan Melina Martha
Tim editor: Davida Welni Dana, Novita Yuniarti, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

(e-RH) Oktober 17 -- BUKAN KANKER PERAMPASNYA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 17 Oktober 2012
Bacaan : Mazmur 51
Setahun: Yohanes 6
Nats: Buatlah aku gembira lagi karena keselamatan daripada-Mu, berilah
aku hati yang rela untuk taat kepada-Mu. (Mazmur 51:14 BIS)

Judul:

BUKAN KANKER PERAMPASNYA

Saya hampir tidak percaya apa yang saya lihat. Wajah yang bersinar
penuh sukacita di depan saya adalah seorang pasien kemoterapi karena
kanker getah bening stadium empat yang dideritanya. Terakhir kami
bertemu wajahnya suram bukan main, dan napasnya sesak karena 80
persen paru-parunya penuh sel kanker. Kini, dengan leluasa ia
bertutur bagaimana Tuhan memakai kondisi sulit itu untuk membongkar
banyak kepahitan, kebencian, dan masalah-masalah yang tertimbun di
hatinya. Ketika semua itu dibereskan, sukacita mengalir deras, dan
ajaibnya, kondisi fisiknya ikut mengalami kemajuan. Perebut sukacita
yang sesungguhnya sudah disingkirkan


Kisahnya mengingatkan saya pada Daud yang kehilangan sukacita ketika
ia berbuat dosa. Dalam Mazmur pengakuannya, ia melukiskan bagaimana
dosa yang dipendam membuat batinnya bergumul, dan tulangnya remuk
(ayat 5, 10). Ketika dosa dibereskan, Daud kembali menjadi orang
yang berbahagia (bandingkan Mazmur 32:1-2), dan kebaikan-kebaikan
Allah spontan mengalir dari bibirnya (ayat 15-16). Daud sadar bahwa
sukacita itu sangat erat kaitannya dengan Roh Tuhan yang berdiam
dalam dirinya (ayat 13). Kerelaan untuk taat juga merupakan karya
Roh Tuhan (ayat 14)


Apakah hari ini Anda sedang kehilangan sukacita? Salah satu perampas
sukacita adalah dosa. Periksalah apakah ada kebencian, kepahitan,
ketidakmauan mengampuni, atau dosa lain yang belum dibereskan di
hadapan Tuhan. Akui dan tinggalkan dosa. Biarkan Tuhan memerdekakan
Anda, dan memberikan buah-buah sukacita melalui kehadiran Roh-Nya.
--ELS

DALAM HUBUNGAN YANG HARMONIS DENGAN TUHAN,
SITUASI SULIT TAK BERKUASA MERAMPAS SUKACITA KITA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2012-10-17
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/10/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/10/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+51

Mazmur 51

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi
Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah
pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
2 (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan
tahirkanlah aku dari dosaku!
3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku
senantiasa bergumul dengan dosaku.
4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah
berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata
Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam
dosa aku dikandung ibuku.
6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku
menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari
salju!
8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah
tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah
segala kesalahanku!
10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah
batinku dengan roh yang teguh!
11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah
mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat
yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang
yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik
kepada-Mu.
14 (51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah
keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan
keadilan-Mu!
15 (51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan
puji-pujian kepada-Mu!
16 (51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak
menyukainya.
17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
18 (51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
19 (51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar,
korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang
akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yohanes+6


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo