Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Sunday, December 25, 2011

Natal (III)

e-BinaAnak -- Natal (III)
565/Desember/III/2011

DAFTAR ISI
BAHAN MENGAJAR: MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK
MUTIARA GURU

Shalom,

Akhirnya, kita tiba pada edisi akhir e-BinaAnak tahun 2011. Seluruh redaksi mengucap syukur atas penyertaan Tuhan, sehingga bisa menyelesaikan semua edisi tahun ini dengan baik. Terpujilah Tuhan!

Ya, Dia memang layak mendapatkan pujian dan hormat. Allah memiliki luapan cinta yang sangat besar bagi umat-Nya. Semua rangkaian keselamatan yang telah dijanjikan-Nya, diwujudkan tanpa ada yang gagal sedikit pun. Semua itu dikerjakan-Nya dengan giat berlandaskan rasa kasih yang besar. Apakah yang dapat kita berikan untuk membalas cinta-Nya? Allah rindu kita menyambut cinta-Nya dengan memberikan hati kita menjadi rumah-Nya. Memberikan segenap hidup kita untuk kemuliaan nama-Nya. Ajarkanlah pula hal ini kepada anak-anak layan Anda. Natal adalah perayaan cinta kasih Allah yang sangat besar bagi mereka. Tantang mereka untuk memberikan yang terbaik pula bagi Allah. Bahan mengajar minggu ini kiranya menolong Anda untuk mengajarkan makna mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, secara khusus melalui kisah orang-orang Majus.

Sebagai penutup sapaan redaksi e-BinaAnak ini, kami mengucapkan, "Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. Biarlah damai sejahtera itu bersemayam dan tinggal dalam hati kita selama-lamanya."

Redaksi Tamu e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
< http://pepak.sabda.org/ >


BAHAN MENGAJAR: MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK

Bahan Alkitab: Matius 2:1-12

Fokus

Banyak orang bersukacita menyambut datangnya hari Natal. Mengapa? Barangkali karena ia bisa berkumpul dengan keluarganya, mengadakan perayaan Natal, atau mendapat banyak hadiah. Tetapi, apakah sesungguhnya makna Natal itu? Bukankah memperingati kelahiran Tuhan Yesus? Kalau demikian, bukankah seharusnya yang mendapat hadiah adalah Tuhan Yesus; bukan kita? Pada saat orang Majus mendengar berita kelahiran Yesus, mereka berusaha untuk mencari-Nya. Setelah mereka menemukan-Nya, mereka pun menyembah-Nya dan mempersembahkan yang terbaik dari yang mereka miliki.

Melalui pelajaran hari ini, anak termotivasi untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan Yesus dengan penuh sukacita.

Penjelasan Bahan

1. Kisah orang-orang Majus ini hanya ada pada Injil Matius.

Berapa jumlah orang Majus, tidak disebutkan dalam perikop ini. Namun, tradisi mengatakan tiga -- sesuai dengan jumlah persembahan yaitu mas, kemenyan, dan mur. Tetapi secara logika, sebenarnya tidak mungkin hanya berjumlah tiga orang, sebab biasanya untuk menempuh perjalanan jauh, orang cenderung untuk melakukannya dalam kelompok besar. Jadi, perikop ini hanya menyebutkan tiga jenis persembahan, bukan menunjukkan jumlah orangnya.

2. Orang-orang Majus merupakan para ahli perbintangan (astronom).

Dengan meneliti suatu bintang yang berada di sebelah Timur, mereka menyimpulkan bahwa seorang raja besar telah lahir di antara orang Yahudi. Maka, mereka pergi ke daerah Yahudi dan datang ke Yerusalem, ke istana raja Herodes, sebab mereka menyangka seorang raja pasti lahir di istana.

Dikatakan bahwa orang-orang Majus ini datang dari Timur. Jadi, jelas mereka bukanlah orang Yahudi, tapi tidak diketahui secara pasti dari mana asal mereka. Melalui penulisan kisah ini, Matius ingin menyampaikan pesan bahwa kedatangan Mesias pun terbuka bagi bangsa-bangsa lain; bahwa keselamatan yang dibawa oleh Yesus bersifat universal.

3. Ketika mendengar berita mengenai kelahiran raja orang Yahudi, Herodes dan seluruh Yerusalem terkejut (Matius 2:3).

Keterkejutan Herodes bisa jadi karena rasa khawatirnya akan adanya seorang saingan yang bisa menjadi ancaman bagi kedudukannya. Tapi, bisa juga karena berita itu justru datang dari orang non-Yahudi. Oleh karena itu, ia meminta keterangan dari semua imam kepala dan ahli-ahli Taurat tentang nubuat nabi-nabi mengenai kelahiran Mesias (Matius 2:4). Lalu ditemukanlah dalam Mikha 5:1, nubuat mengenai tempat kelahiran Mesias, yaitu di Betlehem.

Kemudian Herodes memberitahu orang-orang Majus mengenal hal itu dan memberi pesan, supaya mereka memberi kabar setelah berjumpa dengan Mesias, seolah-olah ia ingin menyembah-Nya juga. Tapi kita mengerti dari kisah selanjutnya, bahwa ternyata Herodes punya maksud jahat untuk melenyapkan Sang Mesias.

4. Karena menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Timur, maka orang-orang Majus ini akhirnya berjumpa dengan Yesus, pada saat Ia sudah berumur kira-kira 2 tahun (bandingkan dengan Matius 2:16, di mana Herodes menyuruh membunuh bayi-bayi di Betlehem yang berusia 2 tahun ke bawah).

Para Majus pun berjumpa dengan bayi Yesus di "rumah" (Matius 2:11), bukan di kandang. Jadi, tidaklah tepat cerita-cerita Natal yang menggambarkan orang-orang Majus berjumpa dengan para gembala di palungan, sebab mereka menemui bayi Yesus pada waktu dan kondisi yang berbeda.

5. Meskipun orang-orang Majus ini bukan berasal dari bangsa Yahudi, namun mereka dengan tulus mau menempuh perjalanan jauh untuk menyembah Yesus (yang sama sekali belum dikenalnya) dan bahkan memberikan persembahan yang berharga kepada-Nya (Matius 2:11). Tindakan para Majus ini hendaknya dapat menjadi refleksi bagi kita. Kita yang sering kali mengaku telah mengenal dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita satu-satunya, apakah yang telah kita berikan kepada-Nya? Natal sering kali justru menjadi ajang mencari kesenangan diri melalui pesta-pesta dan hadiah-hadiahnya. Tapi ingatkah bahwa Natal seharusnya menjadi saat yang istimewa bagi kita untuk bisa memberikan "hadiah" yang terbaik (bukan yang termewah) bagi Tuhan kita, Yesus Kristus.

Ayat Hafalan

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Lagu Pendukung

1. Hadiah Apakah Yang Dapat 'Ku Berikan (Kidung Sekolah Minggu 27).
2. Hai Bintang Timur (Kidung Ceria 58).
3. S'lamat, S'lamat Datang (Kidung Ceria 59).

Pelajaran untuk Anak Kelas 4 -- 6 SD

Pembukaan

1. Tanyakan kepada anak-anak:
a. Kado terbaik apa yang pernah kamu berikan untuk orang lain?
b. Kepada siapa kado tersebut kamu berikan?
c. Mengapa kamu memberi orang tersebut kado yang terbaik?

2. Simpulkan jawaban anak-anak tersebut, bahwa alasan seseorang memberi yang terbaik adalah jika orang yang kita beri merupakan orang yang sangat berarti buat kita.

3. Tanyakan lagi kepada anak-anak: Saat ini, siapakah yang paling berarti dalam hidup anak-anak? (Simpan jawaban anak-anak, lalu masuk ke dalam Pokok Pelajaran.)

Pokok Pelajaran

1. Setelah mengajak anak-anak membaca Matius 2:1-12, jelaskan kepada mereka bahwa peristiwa ini tidak terjadi bersamaan dengan datangnya para gembala ke kandang tempat kelahiran Yesus. Pada saat itu, bayi Yesus sudah berusia hampir 2 tahun dan tinggal di sebuah rumah (ayat 11), bukan di palungan.

2. Jelaskan bahwa orang-orang Majus adalah para ahli perbintangan. Mereka bukan orang Yahudi, mereka berasal dari tempat yang jauh dari Israel. Berdasarkan bintang di Timur yang mereka lihat, mereka menyimpulkan bahwa seorang raja besar telah lahir di Yahudi. Oleh karena itu, mereka melakukan perjalanan jauh ke Yerusalem, ke istana raja Herodes, sebab mereka menyangka bahwa seorang raja pasti lahir di istana.

3. Jelaskan pula mengenai reaksi Herodes yang terkejut mendengar berita yang disampaikan para Majus itu (ayat 3). Maka Herodes memerintahkan para imam dan ahli Taurat untuk mencari keterangan mengenai kelahiran Mesias. Lalu didapatilah nubuatan dari Mikha 5:1 bahwa Mesias akan dilahirkan di Betlehem.

4. Ceritakan bahwa setelah orang-orang Majus berjumpa dengan Yesus, mereka pun menyembah-Nya dan memberi persembahan kepada-Nya berupa emas, kemenyan, dan mur (ayat 11).

5. Jelaskan bahwa para Majus itu rela menempuh perjalanan jauh demi berjumpa dengan Yesus, dan juga memberikan persembahan yang terbaik, padahal saat itu mereka sama sekali belum mengenal Yesus. Beri penekanan kepada anak-anak, supaya mereka mau meneladani sikap para Majus tersebut dengan bersedia memberi persembahan yang terbaik bagi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sudah memberi yang terbaik kepada kita dengan kerelaan-Nya datang ke dunia, menjadi sama dengan manusia. Oleh karena itu, sudah selayaknyalah kita belajar memberi yang terbaik dengan penuh sukacita sebagai ungkapan syukur kita kepada-Nya (hubungkan dengan jawaban anak-anak pada bagian Pembukaan tadi -- kita memberi yang terbaik karena seharusnya Yesus adalah pribadi yang paling berarti dalam hidup kita).

Penerapan

1. Membuat Kotak Harta.

a. Buat pola di atas karton asturo. (Jika mau lebih kuat, bisa dibuat di karton cokelat dulu, kemudian baru dilapisi dengan karton asturo/kertas marmer/kertas kado).

b. Sebelum dilipat, anak-anak bisa memberi hiasan terlebih dahulu pada sisi-sisi kotak.

c. Minta anak-anak melipatnya dan memberi lem, sehingga membentuk sebuah kotak.

d. Sediakan potongan-potongan kertas ukuran 3x10 cm dan potongan-potongan sedotan ukuran 2 cm. Setiap anak mendapat 5 potongan kertas dan 5 potongan sedotan.

e. Minta anak-anak menuliskan 5 hal yang ingin anak-anak berikan sebagai persembahan terbaik kepada Tuhan Yesus di atas potongan-potongan kertas tersebut (Persembahan bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga berupa tindakan nyata, misal: mau belajar lebih rajin, supaya bisa jadi dokter untuk menolong orang-orang sakit; mau lebih taat kepada orang tua, sebab orang tua adalah wakil Allah buat saya, dsb.).

f. Setelah kertas-kertas itu ditulisi, minta anak-anak untuk menggulungnya dan memasukkan ke dalam sedotan (seperti gulungan undian). Lalu masukkan gulungan-gulungan kertas tersebut ke dalam Kotak Harta.

g. Minta anak-anak untuk mengambil 1 gulungan kertas setiap minggu, lalu berusaha untuk melakukan apa yang tertulis di dalamnya selama 1 minggu. Lakukan terus hal-hal tersebut hingga anak-anak sungguh-sungguh mampu melakukannya dengan baik.

2. Beri penekanan kepada anak-anak bahwa kita harus terus memberi persembahan yang terbaik kepada Tuhan setiap saat, tidak hanya pada saat hari Natal, sebab Tuhan pun senantiasa memberi yang terbaik bagi kita.

3. Guru dapat melakukan evaluasi terhadap komitmen anak untuk melakukan tugas-tugas tersebut setiap hari Minggu selama satu bulan.

Diambil dari:
Judul buku: Sahabat Anak
Judul artikel: Mempersembahkan Yang Terbaik
Penulis: Pdt. Rinta K. Gunawan
Penerbit: Komisi Bahan Pelajaran Sekolah Minggu Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Tengah
Halaman: 118 -- 120


MUTIARA GURU

Pemberian kudus yang bermakna. Kemenyan mengungkapkan Allah mereka, emas menyingkapkan Raja segala raja, dan mur menunjukkan jasad-Nya. (Prudentius)


Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Fitri Nurhana dan Melina Martha
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo