Renungan Harian & Leadership Kristen
| Renungan | Bina | Bio | Buku | Doa | E-JEMMi | Kisah | Konsel | Leadership | Wanita | Humor |

Thursday, May 31, 2012

[i-kan-misi] [e-JEMMi] Edisi 22/Mei/2012 -- Bungku di Indonesia

Anda terdaftar dengan alamat: iklanmdo.kristen@blogger.com

e-JEMMi -- Bungku di Indonesia
No.22, Vol.15, Mei 2012

SEKILAS ISI
RENUNGAN MISI: IMIGRAN YANG JADI PENGUASA
PROFIL BANGSA: BUNGKU DI INDONESIA
STOP PRESS: DAPATKAN BUNDEL BULETIN PARAKALEO!

Shalom,

Menjadi seorang pemimpin bukanlah sesuatu yang mudah, tapi kehidupan Yusuf selalu mengoreksi sekaligus memberi teladan dan semangat, ketika kita diperhadapkan dengan pembentukan yang terkadang membuat hati menjadi ciut. Dalam renungan misi di edisi ini, kami mengajak Anda untuk merenungkan perjalanan hidup Yusuf, ketika Tuhan membentuknya menjadi seorang pemimpin besar di Mesir.

Dalam kolom Profil Bangsa, kami mengajak Anda untuk menyimak profil suku Bungku di Pulau Sulawesi, Indonesia, dan berdoa bagi suku ini serta bagi kemajuan pekabaran Kabar Baik di tanah air.

Selamat menyimak dan berdoa. Tuhan Yesus memberkati!

Staf Redaksi e-JEMMi,
Yosua Setyo Yudo
< http://misi.sabda.org/ >


RENUNGAN MISI: IMIGRAN YANG JADI PENGUASA

Kita semua telah mendengar dan mengetahui kisah Yusuf. Ia adalah seorang imigran, tapi tak ada seorang pun yang menolak atau menyangsikan kemampuannya menjadi pemimpin. Bahkan, Firaun pun kagum dan berkata, "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah." (Kejadian 41:38) Kita pun setuju jika semua orang memuji dan ingin seperti dia. Mengapa? Sebab Yusuf memang layak dan pantas mendapatkan semua itu. Perbedaannya dengan Firaun hanyalah takhta kerajaan Mesir (Kejadian 41:40b). Tapi satu hal yang pasti, ia tidak mendapatkannya secara instan atau tiba-tiba. Ujian dan halangan demi halangan itulah yang membentuknya jadi pemimpin. Cara Yusuf menghadapi semua itulah yang membedakan serta membuktikannya sebagai pemimpin tulen. Nah, bukankah kita mau menjadi seperti Yusuf?

Seorang pemimpin tidak dilahirkan melainkan dibentuk. Demikian pula Yusuf. Ia menjadi seorang pemimpin karena ia mau dibentuk dan melakukan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh, tanpa memikirkan untung ruginya.

Sejak awal, Yusuf telah mengalami penolakan dari saudara-saudaranya yang membencinya, hanya karena ayah mereka lebih mengasihi Yusuf. Bahkan, mereka berikhtiar untuk membunuh Yusuf karena kepolosannya dalam menceritakan mimpi yang didapatnya. Pikirkan, apakah Yusuf menjadi orang yang minder dan tertolak? Ternyata tidak. Yusuf tidak membiarkan rasa mengasihani diri sendiri itu menguasainya dan lebih dari itu, Yusuf bahkan mengampuni dan merindukan saudara-saudaranya (Kejadian 41:51). Bayangkan, masihkah ada pelajar seperti Yusuf sekarang ini? Mungkin Anda adalah orangnya.

Yusuf adalah seorang anak kesayangan ayahnya, tetapi tanpa disangka-sangka, tiba-tiba ia menjadi seorang budak belian tanpa ia tahu alasannya. Menjadi orang asing dan sendirian tanpa ada saudara ataupun teman. Tapi, apa yang terjadi? Yusuf tidak mengeluh dan ia tidak meninggalkan Tuhan, melainkan ia menyatakan hubungannya yang intim dengan Tuhan, walaupun sendirian di negeri orang. Bagaimana dengan kita? Saat kita sendirian dan tanpa teman, apakah kita tetap berani membawa nama Yesus dan status Kristen pada lingkungan kita? Jadilah seperti Yusuf.

Di Mesir, Yusuf menjadi seorang budak yang dikasihi tuannya. Namun sekali lagi, dedikasi dan integritasnya yang takut akan Tuhan menjadikannya seorang narapidana tanpa ada pembelaan atau penghargaan karena sikapnya itu. Apakah Yusuf marah? Sayangnya, tidak. Ia tidak marah, pada Tuhan sekali pun. Apakah Yusuf tergoda akan rayuan istri Potifar? Yang terjadi adalah Yusuf lari dan tidak membiarkan dirinya melakukan dosa tersebut karena ia tidak mau mengambil keuntungan dari situasi saat itu. Inilah sikap yang harus ada pada kita, yang walaupun digoda beratus-ratus istri Potifar lewat pacaran, VCD, majalah, atau bahkan tempat pelacuran, tetap memilih untuk lari dan tidak membiarkan diri kita melakukan dosa. Kitalah pelajar yang berani membela nama Tuhan, dengan mengambil sikap bersih hati dan murni tangan di hadapan Tuhan. Ya, kitalah angkatan itu. Kembali, Yusuf yang menjadi seorang narapidana dan menafsirkan mimpi juru minuman dan juru roti, tidak membiarkan dirinya dikecewakan oleh orang yang telah diselamatkannya. Walaupun 2 tahun telah berlalu, Yusuf tetap percaya akan waktu Tuhan yang paling tepat baginya. Saat Tuhan itulah yang menjadikan Yusuf, tidak hanya sebagai mangkubumi di Mesir tetapi juga pemelihara kehidupan suatu bangsa yang besar (Kejadian 50:20). Sangat indah, bukan?

Ya, Tuhan tidak hanya membentuk Yusuf menjadi seorang yang rendah hati, tetapi juga orang yang bergantung penuh pada Tuhan. Ini baru pemimpin! Mari belajar dari Yusuf.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul Majalah: Abbalove, Edisi 6, Bulan 9, Tahun 1999
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Abbalove Ministries, 1999
Halaman: 3 -- 5


PROFIL BANGSA: BUNGKU DI INDONESIA

Pendahuluan/Sejarah

Orang-orang Bungku (juga disebut "To Bungku") tinggal di wilayah Bungku Utara, Bungku Tengah, Bungku Selatan, dan Merui, di kabupaten Poso, provinsi Sulawesi Tengah. Mereka juga ada di beberapa daerah Sulawesi yang lain. Lebih jauh lagi, Orang-orang Bungku dibagi menjadi sub-sub kelompok seperti Lambatu, Epe, Rete, dan Ro'Uta. Bahasa yang digunakan oleh orang-orang Bungku adalah Bungku (sering kali disebut Bungku Laki), yang berada dalam kelompok bahasa yang sama dengan beragam bahasa Filipino. Bahasa ini dapat dibagi menjadi beberapa dialek, seperti Taa, Merui, dan Lalaeo. Masyarakat imigran di daerah ini menggunakan bahasa mereka sendiri, seperti bahasa Bugis, Bajo, dan Jawa. Banyak pernikahan yang terjadi antara orang-orang Bungku dan orang-orang imigran, sehingga hubungan antara kelompok-kelompok tersebut cukup baik di daerah ini. Pada masa lampau, orang Bungku hidup di wilayah-wilayah pedalaman yang terpencil dan memiliki sedikit hubungan dengan orang luar. Dengan pembangunan jalan raya Trans-Sulawesi, mereka telah lebih terbuka terhadap orang luar. Meskipun mereka penduduk dari Sulawesi Tenggara, budaya mereka sangat dipengaruhi oleh budaya Bugis. Menurut sejarah, banyak nenek moyang orang Bungku adalah kelompok orang Bugis yang bermigrasi ke wilayah tersebut.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Orang-orang Bungku memiliki mata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam beras, jagung, ketela sebagai hasil bumi utama mereka. Hasil bumi yang sekunder adalah kelapa serta sagu. Orang Bungku juga memanen damar dan rotan yang tumbuh di hutan-hutan lebat, yang masih ada di daerah tersebut. Secara khusus, tanah mereka kurang subur dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tenggara. Dahulu, masyarakat Bungku dipisahkan menjadi tiga kelas. Para kepala desa membentuk kelompok elit. Orang-orang biasa membentuk kelompok menengah. Para buruh adalah kelompok terakhir dan terendah.

Apa Kepercayaan Mereka?

Mayoritas orang-orang Bungku telah memeluk Islam. Namun pada saat yang sama, kepercayaan animistis tradisional yang lebih tua masih tetap dijaga. Misalnya, mereka masih percaya pada berbagai macam roh-roh dan melakukan berbagai ritual, baik untuk menenangkan atau mengendalikan mereka. Mereka sering kali meminta seorang dukun (cenayang/tabib/okultis) untuk menjadi perantara antara diri mereka dengan roh-roh tersebut.

Apa Kebutuhan Mereka?

Saat ini, orang-orang Bungku membutuhkan pendampingan dan pelatihan untuk mengelola kelapa, damar, dan tanaman rotan dengan lebih profesional. Pelatihan oleh para profesional yang tidak akan mengeksploitasi orang-orang Bungku, akan menjadi sumbangan yang amat besar bagi perkembangan ekonomi mereka. Sampai sekarang, pengelolaan tanaman-tanaman ini telah dilakukan melalui sarana dan metode tradisional, yang telah terhambat oleh infrastruktur yang tidak memadai. Jalan-jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten, Poso, dengan wilayah-wilayah perkebunan di sekitarnya, seperti Beteleme, Bungku, Lore Utara, dan Lore Selatan sangat kurang. Di atas semuanya itu, banyak investor dibutuhkan untuk mengembangkan daerah-daerah perkebunan ini. Pelayanan medis dan obat-obatan yang tidak mahal dibutuhkan di daerah pedesaan. Karena kesulitan keuangan dan faktor-faktor yang lain, orang-orang Bungku hanya mencari bantuan medis dalam kasus-kasus gawat darurat. (t/Anna)

Pokok Doa:

1. Berdoalah agar Tuhan menggerakkan pemerintah Indonesia untuk mengadakan penyuluhan-penyuluhan, demi memajukan sektor perkebunan dan ekonomi di daerah suku ini.

2. Doakan agar pemerintah dapat menyediakan infrastruktur yang memadai, jalan-jalan yang menghubungkan daerah tempat suku Bungku dengan ibukota kabupaten, dan wilayah-wilayah perkebunan yang lainnya, sehingga juga dapat membuka jalan bagi Kabar Baik agar lebih mudah diwartakan kepada mereka.

3. Doakan agar ada investor-investor yang berminat untuk menanamkan modal di daerah-daerah perkebunan ini, sehingga dapat mengembangkan sektor perekonomian.

4. Doakan agar Tuhan sendiri berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan yang mengikat kehidupan orang-orang Bungku dalam bentuk okultisme dan kepercayaan-kepercayaan yang menyembah roh-roh jahat.

5. Doakan agar ada pelayanan misi yang tidak hanya mengabarkan tentang Kabar Baik, tetapi juga menyediakan pelayanan medis di tengah-tengah suku ini.

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Joshua Project
Alamat URL: http://joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=ID&peo3=11019
Judul asli artikel: Bungku of Indonesia
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 24 Januari 2011


STOP PRESS: DAPATKAN BUNDEL BULETIN PARAKALEO!

Buletin Parakaleo berisi tulisan-tulisan dari penulis dan konselor Kristen yang telah berpengalaman dalam bidangnya, seperti Yakub Susabda, Esther Susabda, Paul Gunadi, dan Paul Soetopo. Buletin Parakaleo ini diterbitkan oleh Departemen Konseling Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia sejak tahun 1984 hingga tahun 2007 [buletin ini sekarang sudah tidak terbit lagi]. Saat ini tersedia bundel Buletin Parakaleo yang berisi 56 edisi (lengkap).

Jika Anda berminat untuk mendapatkan bundel buletin Parakaleo ini, silakan mengisi form pemesanan di bawah ini. Pesanan Bundel Parakaleo akan dikirim lewat pos ke alamat pemesan (mohon tulis alamat yang lengkap).

Sebagai ganti biaya cetak dan ongkos kirim, pemesan bisa memberikan sumbangan sukarela lewat transfer Bank:
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati

----------------> potong di sini <-------------------
FORM PEMESANAN BUNDEL PARAKALEO

Nama Pemesan:
Alamat lengkap:
Kota:
Kode Pos:
No. HP:
Email:

Jumlah yang dipesan: .... bundel (masing-masing berisi 56 edisi -- lengkap)

----------------> potong di sini <-------------------

Kirimkan kembali form ini dan bukti transfer ke:
==> konsel(at)sabda.org

Atau kirimkan data Anda lewat SMS ke: 088-1297-9100


"WHEN WE SAY GO INTO THE WORLD TO OUR MISSIONARY WE MUST SAY THE SAME TO OUR DOLLARS"


Kontak: < jemmi(at)sabda.org >
Redaksi: Novita Yuniarti dan Yosua Setyo Yudo
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/misi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Miliki Blog atau Website Sendiri
Dapatkan Panduannya
Hubungi : 0813 5643 8312 - 0857 5737 8151 - 0431 8013154
Format SMS : Panduan Isi Pesan
Klik Demo / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
atau pilih template :
Klik, Pilih & Pesan Sekarang / Contoh & Tutor Tingkat Menengah
G R A T I S
The Christian Blog @ 2011 - 2012
Designer : Joni Wawoh, SH
hostgator promo